Bahasa Indonesia Buku Guru Kelas 12-XII Kurikulum 2013 Revisi 2018

Kelas 12 Judul Bahasa Indonesia Buku Guru Kelas 12-XII Kurikulum 2013 Revisi 2018 Tahun 2018 Keterangan Disklaimer: Buku i...

Bahasa Indonesia Buku Guru Kelas 12-XII Kurikulum 2013 Revisi 2018
Kelas 12
Judul Bahasa Indonesia Buku Guru Kelas 12-XII Kurikulum 2013 Revisi 2018
Tahun 2018
Keterangan Disklaimer: Buku ini merupakan buku guru yang dipersiapkan Pemerintah dalam
rangka implementasi Kurikulum 2013. Buku guru ini disusun dan ditelaah oleh
berbagai pihak di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan
dipergunakan dalam tahap awal penerapan Kurikulum 2013. Buku ini merupakan
”dokumen hidup” yang senantiasa diperbaiki, diperbaharui, dan dimutakhirkan sesuai
dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan
yang dialamatkan kepada penulis dan laman http://buku.kemdikbud.go.id atau melalui
email buku@kemdikbud.go.id diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku ini.
Katalog Dalam Terbitan (KDT)
Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Bahasa Indonesia : Buku Guru/Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.-- . Edisi
Revisi Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018.
viii, 256 hlm. : ilus. ; 25 cm.
Untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII
ISBN 978-602-427-102-2 (jilid lengkap)
ISBN 978-602-427-105-3 (jilid 3)
1. Bahasa Indonesia -- Studi dan Pengajaran I. Judul
II. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
140
Penulis : Maman Suryaman, Suherli dan Istiqomah.
Penelaah : Dwi Purnanto dan Muhammad Rapi
Pe-review : Ratna Ningrum
Penyelia Penerbitan : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
Cetakan Ke-1, 2015 (ISBN 978-602-282-033-8)
Cetakan Ke-2, 2018 (Edisi Revisi)
Download Server 1 [ Mediafire ]
Server 2 [ GDrive ]

Hak Cipta © 2018 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang-Undang Disklaimer: Buku ini merupakan buku guru yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi Kurikulum 2013. Buku guru ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan dipergunakan dalam tahap awal penerapan Kurikulum 2013. Buku ini merupakan ”dokumen hidup” yang senantiasa diperbaiki, diperbaharui, dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan yang dialamatkan kepada penulis dan laman http://buku.kemdikbud.go.id atau melalui email buku@kemdikbud.go.id diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku ini. Katalog Dalam Terbitan (KDT) Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Bahasa Indonesia : Buku Guru/Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.-- . Edisi Revisi Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018. viii, 256 hlm. : ilus. ; 25 cm. Untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII ISBN 978-602-427-102-2 (jilid lengkap) ISBN 978-602-427-105-3 (jilid 3) 1. Bahasa Indonesia -- Studi dan Pengajaran I. Judul II. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 140 Penulis : Maman Suryaman, Suherli dan Istiqomah. Penelaah : Dwi Purnanto dan Muhammad Rapi Pe-review : Ratna Ningrum Penyelia Penerbitan : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. Cetakan Ke-1, 2015 (ISBN 978-602-282-033-8) Cetakan Ke-2, 2018 (Edisi Revisi) Disusun dengan huruf Times New Roman, 12 pt. Mengevaluasi informasi, baik fakta maupun opini dalam sebuah artikel yang dibaca Menyusun opini dalam bentuk artikel Menganalisis kebahasaan artikel dan/atau buku ilmiah Mengonstruksi sebuah artikel dengan memperhatikan fakta dan kebahasaan 1. Menemukan informasi dalam artikel opini yang dibaca 2. Membedakan antara informasi (fakta) dan opini penulis 1. Mengungkapkan opini dalam bentuk kalimat yang benar 2. Menyusun opini dalam bentuk paragraf 3. Menyusun fakta dengan memperhatikan fakta dalam bentuk artikel 1. Menemukan unsur kebahasaan artikel opini dan buku ilmiah 2. Membandingkan karakteristik artikel opini dan buku ilmiah 1. Menyusun artikel opini sesuai dengan fakta 2. Menyajikan artikel opini dengan kebahasaan yang baik dan benar Menyajikan Gagasan Melalui Artikel Bahasa Indonesia 189 Menilai Karya Melalui Kritik dan Esai Bab 6 Sumber: http://www.padek.com/koran/read/detail/3372 I. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR KI 1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI 2: Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. https://filebukulengkap.blogspot.com/190 Buku Guru Kelas XII SMA/MA/SMK/MAK KI 3: Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifk sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. KI 4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan. II. PETA KONSEP Menilai Karya Melalui Kritik dan Esai https://filebukulengkap.blogspot.com/Bahasa Indonesia 191 III. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR 3.12 Membandingkan kritik sastra dan esai dari aspek pengetahuan dan pandangan penulis. 3.12.1. Mengidentifkasi unsur kritik dan esai. 3.12.2. Membandingkan kritik dengan esai berdasarkan pengetahuan dan sudut pandang penulisnya. 3.13 Menganalisis sistematika dan kebahasaan kritik dan esai. 3.13.1. Membandingkan sistematika kritik sastra dan esai. 3.13.2. Menganalisis kebahasan kritik sastra dan esai. 4.12 Menyusun kritik dan esai dengan memperhatikan aspek pengetahuan dan pandangan penulis. 4.12.1. Menyusun kritik terhadap karya sastra. 4.12.2. Menyusun pernyataan esai terhadap suatu objek atau permasalahan. 4.13 Mengonstruksi sebuah kritik atau esai dengan memperhatikan sistematika dan kebahasaan. 4.13.1. Mengonstruksi kritik sastra dengan memperhatikan sistematika dan kebahasaannya. 4.13.2. Mengonstruksi esai dengan memperhatikan sistematika dan kebahasaannya. 3.14 Mengidentifkasi nilai-nilai yang terdapat dalam sebuah buku pengayaan (nonfksi) dan satu buku drama (fksi). 3.14.1. Menentukan nilai-nilai yang terdapat dalam sebuah buku pengayaan (nonfksi). 3.14.2. Menentukan nilai-nilai yang terdapat dalam satu buku drama (fksi). 4.14 Menulis refleksi tentang nilai-nilai yang terkandung dalam sebuah buku pengayaan (nonfksi) dan satu buku drama (fksi). 4.14.1. Menulis refleksi tentang nilai-nilai yang terkandung dalam sebuah buku pengayaan (nonfksi). 4.14.2. Menulis refleksi tentang nilai-nilai yang terkandung dalam dalam satu buku. https://filebukulengkap.blogspot.com/192 Buku Guru Kelas XII SMA/MA/SMK/MAK IV. PROSES PEMBELAJARAN A. Membandingkan Kritik Sastra dan Esai ! (1) Mengidentifkasi kritik dan esai (2) Membandingkan kritik dengan esai berdasarkan pengetahuan dan sudut pandangan penulisnya Untuk memantapkan pemahaman siswa, guru menugaskan siswa untuk mengerjakan dua kegiatan berikut ini. Mengidentifkasi Unsur Kritik dan Esai Guru dapat melakukan apersepsi mengenai kritik sastra dan esai. Hal ini dimaksudkan agar siswa mengenali lebih jauh mengenai kritik dan esai dalam sastra Indonesia. Selain itu, untuk meyakinkan siswa juga bahwa dunia sastra diramaikan perkembangnnya oleh kritik dan esai. Strategi apersepsi yang dapat digunakan adalah strategi ekspositoris atau bercerita. Guru mengawali pembelajaran melalui suatu kritik dan esai sebagai langkah awal ke pembelajaran mendalami kritik dan esai sastra. Misalnya, guru menceritakan beberapa buku kritik dan esai sambil juga menjelaskan hakikat kritik dan esai sastra. Guru dapat memulainya dengan penjelasan tentang seorang kritikus yang sangat produktif. Kritikus yang dimaksud adalah HB Jassin atau dikenal dengan Paus Sastra Indonesia. Di samping HB Jassin, masih banyak kritikus Indonesia lainnya. Misalnya, Jacob Sumardjo, Pamusuk Eneste, Dami N. Toda, dan lainlain. Sastra Indonesia juga diramaikan oleh esai-esai sastra. Beberapa penulis esai adalah Emha Ainun Nadjib, Goenawan Mohamad, Agus R. Sardjono, dan lain-lain. Kegiatan 1 Petunjuk Untuk Guru https://filebukulengkap.blogspot.com/Bahasa Indonesia 193 Guru secara ekspositoris menjelaskan hakikat kritik sastra. Kritik sastra diartikan sebagai tanggapan atau respon pembaca terhadap hasil karya sastra, baik itu berupa karya puisi ataupun prosa seperti cerpen maupun novel. Kritik sastra ditulis secara sistematis dan di dalamnya terdapat penilaian baik buruk. Panjang pendeknya sebuah tulisan kritik tidaklah ditentukan. Kritik sastra bisa ditulis panjang atau pendek sesuai dengan kebutuhan dan kedalaman isi. Meskipun mengungkapkan pandangan penulis, kritik tetap harus ditulis secara objektif karena berlandaskan sebuah hasil karya yang real. Berikut adalah contoh kritik sastra berjudul ”Capaian Eksperimen Novel Lelaki Harimau”! Capaian Eksperimen Novel Lelaki Harimau Maman Mahayana Setelah sukses dengan Cantik itu Luka (Yogyakarta: AKY, 2002; Jakarta Gramedia, 2004) yang memancing berbagai tanggapan, kini Eka Kurniawan menghadirkan kembali karyanya, Lelaki Harimau (Gramedia, 2004; 192 halaman). Sebuah novel yang juga masih memendam semangat eksperimen. Berbeda dengan Cantik itu Luka yang mengandalkan kekuatan narasi yang seperti lepas kendali dan deras menerjang apa saja, Lelaki Harimau memperlihatkan penguasaan diri narator yang dingin terkendali, penuh pertimbangan, dan kehati-hatian. Pemanfaatan –atau lebih tepat eksplorasi–setiap kata dan kalimat tampak begitu cermat dalam usahanya merangkai setiap peristiwa. Eka seperti hendak menunjukkan dirinya sebagai ”eksperimental” yang sukses bukan lantaran faktor kebetulan. Ada kesungguhan yang luar biasa dalam menata setiap peristiwa dan kemudian mengelindankannya menjadi struktur cerita. Di balik itu, tampak pula adanya semacam kekhawatiran untuk tidak melakukan kelalaian yang tidak perlu. Di sinilah Lelaki Harimau menunjukkan jati dirinya sebagai sebuah novel yang tidak sekadar mengandalkan kemampuan bercerita, tetapi juga semangat eksploratif yangmungkin dilakukan dengan memanfaatkan berbagai sarana komunikasi kesastraan. Ia lalu menyelusupkannya ke dalam segenap unsur intrinsik novel bersangkutan. *** Mencermati perkembangan kepengarangan Eka Kurniawan, kekuatan narasi itu sesungguhnya sudah tampak dalam Coret-Coret di Toilet (Yogyakarta: Yayasan Aksara Indonesia, 2000), sebuah antologi cerpen yang mengusung berbagai tema. Dalam antologi itu, Eka terkesan bercerita lepas-ringan, meski https://filebukulengkap.blogspot.com/194 Buku Guru Kelas XII SMA/MA/SMK/MAK di dalamnya banyak kisah tentang konteks sosial zamannya. Di sana, ia tampak masih mencari bentuk. Belakangan, cerpennya ”Bau Busuk” (Jurnal Cerpen, No. 1, 2002) cukup mengagetkan dengan eksperimennya. Dengan hanya mengandalkan sebuah alinea dan 21 kalimat, Eka bercerita tentang sebuah tragedi pembantaian yang terjadi di negeri antah-berantah (Halimunda). Di negeri itu, mayat tak beda dengan sampah. Pembantaian bisa jadi berita penting, bisa juga tak penting, sebab esok akan diganti berita lain atau hilang begitu saja, seperti yang terjadi di negeri ini. Meski narasi yang meminimalisasi kalimat itu, sebelumnya pernah dilakukan Mangunwijaya dalam Durga Umayi (Jakarta: Grafti, 1991) yang hanya menggunakan 280 kalimat untuk novel setebal 185 halaman, Eka dalam Lelaki Harimau seperti menemukan caranya sendiri yang lebih cair. Di sana, ada semacam kompromi antara semangat eksperimen dengan hasratnya untuk tidak terlalu memberi beban berat bagi pembaca. Maka, rangkaian kalimat panjang yang melelahkan itu, diolah dalam kemasan yang lain sebagai alat untuk membangun peristiwa. Wujudlah rangkaian peristiwa dalam kalimatkalimat yang tidak menjalar jauh berkepanjangan ke sana ke mari, tetapi cukup dengan penghadiran dua sampai empat peristiwa berikut berbagai macam latarnya. Cara ini ternyata cukup efektif. Lelaki Harimau, di satu pihak berhasil membangun setiap peristiwa melalui rangkaian kalimat yang juga sudah berperistiwa, dan di lain pihak, ia tak kehilangan pesona narasinya yang mengalir dan berkelak-kelok. Dengan begitu, kalimat-kalimat itu sendiri sesungguhnya sudah dapat berdiri sebagai peristiwa. Cermati saja sebagian besar rangkaian kalimat dalam novel itu. Di sana–sejak awal–kita akan menjumpai lebih dari dua atau tiga peristiwa yang seperti sengaja dihadirkan untuk membangun suasanan peristiwa itu sendiri. Tentu saja, cara ini bukan tanpa risiko. Rangkaian peristiwa yang membangun alur cerita, jadinya terasa agak lambat. Ia juga boleh jadi akan mendatangkan masalah bagi pembaca yang tak biasa menikmati kalimat panjang. Oleh karena itu, berhadapan dengan novel model ini, kita (: pembaca) mesti memulainya tanpa prasangka dan menghindar dari jejalan pikiran yang berpretensi pada sejumlah horison harapan. Bukankah banyak pula novel kanon yang peristiwa-peristiwa awalnya dibangun melalui narasi yang lambat? Jadi, apa yang dilakukan Eka sesungguhnya sudah sangat lazim dilakukan para novelis besar. *** https://filebukulengkap.blogspot.com/Bahasa Indonesia 195 Secara tematik, Lelaki Harimau tidaklah mengusung tema besar, pemikiran flsafat, atau fakta historis. Ia berkisah tentang kehidupan masyarakat di sebuah desa kecil. Dalam komunitas itu, hubungan antarsesama, interaksi antarwarga, bisa begitu akrab, bahkan sangat akrab. Perhatikan kalimat pertama yang mengawali kisahan novel ini. ”Senja ketika Margio membunuh Anwar Sadat, Kyai Jahro tengah masyuk dengan ikan-ikan di kolamnya, ditemani aroma asin yang terbang di antara batang kelapa, dan bunyi falseto laut, dan badai jinak merangkak di antara ganggang, dadap, dan semak lantana.” (hlm. 1). Peristiwa apa yang melatarbelakangi pembunuhan itu dan bagaimana duduk perkaranya? Jawabannya terungkap justru pada bagian akhir novel ini. Jadi, peristiwa di bagian awal, sebenarnya kelanjutan dari peristiwa yang terjadi di bagian akhir saat Margio meminta Anwar Sadat untuk mengawini ibunya (hlm. 192). Itulah salah satu keunikan novel ini. Eka melanjutkan kalimat pertama itu tidak pada peristiwa pembunuhan yang dilakukan Margio, tetapi pada diri tokoh Kyai Jahro. Mulailah ia berkisah tentang kyai itu. Lalu, dari sana muncul pula tokoh Mayor Sadrah. Ia pun bercerita tentang tokoh itu. Begitulah, pencerita seperti sengaja tidak membiarkan dirinya berdiri terpaku pada satu titik. Ia menyoroti satu tokoh dan kemudian secara perlahan beralih ke tokoh lain. Di antara rangkaian peristiwa yang dibangun dan dihidupkan oleh setiap tokohnya, menyelusup pula mitos tentang manusia harimau, potret bersahaja masyarakat pinggiran, dan keakraban kehidupan mereka. Sebuah pesona yang disampaikan lewat narasi yang rancak yang seperti menyihir pembaca untuk terus mengikuti kelak-kelok peristiwa yang dihadirkannya. Dalam hal itu, kedudukan pencerita seperti sebuah kamera yang terus bergerak merayap dari satu tokoh ke tokoh lain, dari satu peristiwa ke peristiwa lain. Akibatnya, peristiwa yang dihadirkan di awal: Senja ketika Margio membunuh Anwar Sadat, … seperti timbul-tenggelam mengikuti pergerakan tokoh-tokohnya. Seperti seseorang yang masuk sebuah lorong berbentuk spiral. Ia terus menggelinding perlahan mengikuti ke mana pun arah lorong itu menuju. Ketika muncul di permukaan, ia sadar bahwa ternyata ia masih berada di tempat semula; di seputar ketika ia mulai masuk lorong itu. *** Dalam konteks perjalanan novel Indonesia, pola alur seperti itu pernah digunakan Achdiat Karta Mihardja dalam Atheis (1949), meski dihadirkan untuk membingkai biograf tokoh Hasan. Putu Wijaya dalam Stasiun membangunnya untuk mengeksplorasi pikiran-pikiran si tokoh. Akan tetapi, dalam Dag-Dig-Dug, Putu Wijaya menggunakannya agak lain. Akhir cerita https://filebukulengkap.blogspot.com/196 Buku Guru Kelas XII SMA/MA/SMK/MAK yang seperti mengulangi kembali peristiwa awal, dirangkaikan lewat dialogdialog antartokoh mengingat karya itu berupa naskah drama. Iwan Simatupang dalam Kering dan Koong, menutup peristiwa akhir dengan mengembalikan kesadaran si tokoh sebagai akibat yang terjadi pada peristiwa awal. Tampak di sini, bahwa pola spiral sesungguhnya bukanlah hal yang baru sama sekali. Meskipun begitu, Lelaki Harimau, dilihat dari sudut itu, tetap saja menghadirkan kekhasannya sendiri. Selain pola alur yang demikian, Eka menggunakan kalimat-kalimat itu sebagai pintu masuk menghadirkan rangkaian peristiwa. Dengan demikian kalimat tidak hanya bertindak sebagai fondasi bagi pencerita untuk membangun peristiwa, juga sebagai pilar penyangga bagi peralihan peristiwa satu ke peristiwa lain melalui pergantian fokus cerita (focus of narration) dari tokoh yang satu ke tokoh yang lain. Dalam hal ini, Lelaki Harimau telah menunjukkan keunikannya sendiri. Hal lain yang juga ditampilkan Eka dalam novel ini menyangkut cara bertuturnya yang agak janggal, tetapi benar secara semantis. Ia banyak menghadirkan metafora yang terasa agak aneh, tetapi tidak menyalahi makna semantisnya. Kadang kala muncul di sana-sini pola kalimat yang mengingatkan kita pada style penulis Melayu Tionghoa. Di bagian lain, berhamburan pula analogi atau idiom yang tak lazim, tetapi justru terasa segar sebagai sebuah usaha melakukan eksplorasi bahasa. Dalam hal ini, bahasa Indonesia dalam novel ini jadi terasa sangat kaya dengan ungkapan, idiom, metafora, dan analogi. *** Dalam beberapa hal,Lelaki Harimauharus diakui, berhasil memperlihatkan sejumlah capaian. Ia menjelma tidak sekadar mengandalkan imajinasi, tetapi juga bertumpu lewat proses berpikir dan tindak eksploratif kalimat dengan berbagai kemungkinannya. Peristiwa perselingkuhan Nuraeni-Anwar Sadat pun, terasa sebagai kisah yang eksotis (hlm. 133–142); prosesi penguburan Komar bin Syueb, ayah Margio (hlm. 168–171), menjadi kisah yang di sanasini menghadirkan kelucuan. Eka seperti sengaja memporakporandakan struktur kalimat yang klise, dan sekaligus menyodorkan pola yang terasa lebih segar, agak janggal dan terkadang lucu. Lelaki Harimau, tak pelak lagi, tampil sebagai novel dengan kategori: cerdas! Sumber: http://ekakurniawan.net/blog/capaian-eksperimentasi-novel-lelaki-harimau-43.php#more-43 Guru juga menjelaskan hakikat esai. Esai adalah salah satu bentuk karya ilmiah. Fajri melalui Nurbaya mengatakan bahwa esai adalah sebuah tulisan yang menguraikan suatu masalah berdasarkan sudut pandang penulis, tetapi https://filebukulengkap.blogspot.com/Bahasa Indonesia 197 hanya secara sepintas. Oleh karena itulah, pendapat atau argumen yang ada dalam esai biasanya adalah pendapat pribadi. Penulis esai sangat dianjurkan mengemukakan pendapat, tetapi harus tetap memiliki alasan mengapa berpendapat seperti itu. Terdapat dua bentuk esai, yakni esai formal dan esai nonformal. Esai formal adalah esai yang biasa dibuat oleh pelajar, mahasiswa, ataupun peneliti karena memiliki ciri-ciri serius, logis, dan lebih panjang. Bentuk esai nonformal memiliki sifat jenaka, personal, serta gaya dan struktur tidak terlalu formal sehingga lebih mudah ditulis. Esai merupakan sebuah tulisan yang terdiri atas beberapa paragraf yang membahas sebuah topik. Empat hal yang harus ada dalam esai adalah judul, pendahuluan, isi, dan simpulan. Faktor penting yang ada dalam esai antara lain analisis, interpretasi, dan refleksi. Karakter esai yang paling terlihat adalah unsur subjektivitas penulis. Berikut adalah contoh esai yang berjudul ”Batman” yang ditulis oleh Gunawan Muhammad. Batman Gunawan Mohammad Batman tak pernah satu, maka ia tidak berhenti. Apa yang disajikan Christopher Nolan sejak ”Batman Begins” (2005) sampai dengan ”Te Dark Knight Rises” (2012) berbeda jauh dari asal-muasalnya, tokoh cerita bergambar karya Bob Kane dan Bill Finger dari tahun 1939. Bahkan tiap flm dalam trilogi Nolan sebenarnya tak menampilkan sosok yang sama, meskipun Christian Bale memegang peran utama dalam ketiga-tiganya. Tiap kali kita memang bisa mengidentifkasinya dari sebuah topeng kelelawar yang itu-itu juga. Tapi tiap kali ia dilahirkan kembali sebagai sebuah jawaban baru terhadap tantangan baru. Sebab selalu ada hubungan dengan hal-ihwal yang tak berulang, tak terduga—dengan ancaman penjahat besar Te Joker atau Bane, dalam krisis Kota Gotham yang berbeda-beda. Sebab itu Batman bisa bercerita tentang asal mula, tetapi asal mula dalam posisinya yang bisa diabaikan: wujud yang pertama tak menentukan sah atau tidaknya wujud yang kedua dan terakhir. Wujud yang kedua dan terakhir bukan cuma sebuah fotokopi dari yang pertama. Tak ada yang–sama yang jadi model. Yang ada adalah simulacrum—yang masing-masing justru menegaskan yang–beda dan yang–banyak dari dan ke dalam dirinya, dan tiap aktualisasi punya harkat yang singularis, tak bisa dibandingkan. Mana yang ”asli” tak serta-merta mesti dihargai lebih tinggi. https://filebukulengkap.blogspot.com/198 Buku Guru Kelas XII SMA/MA/SMK/MAK Sebab kreativitas berbeda dari orisinalitas. Kreativitas berangkat ke masa depan. Orisinalitas mengacu ke masa lalu. Masa yang telah silam itu tentu saja baru ada setelah ditemukan kembali. Akan tetapi, arkeologi yang menggali dan menelaah petilasan tua, perlu dilihat sebagai bagian dari proses mengenali masa lalu yang tak mungkin dikenali. Pada titik ketika masa lalu mengelak, ketika kita tak merasa terkait dengan petilasan tua, ketika itulah kreativitas lahir. Saya kira bukan kebetulan ketika dalam komik ”Night on Earth” karya Warren Ellis dan John Cassaday (2003), Planetary, sebuah organisasi rahasia, menyebut diri archeologists of the impossible. Para awaknya datang ke Kota Gotham, untuk mencari seorang anak yang bisa membuat kenyataan di sekitarnya berganti-ganti seperti ketika ia dengan remote control menukar saluran televisi. Kota Gotham pun berubah dari satu kemungkinan ke kemungkinan lain, dan Batman, penyelamat kota itu, bergerak dalam pelbagai penjelmaannya. Ada Batman sang penuntut balas yang digambarkan Bob Kane; ada Batman yang muncul dari serial televisi tahun 1966, yang dibintangi oleh Adam West sebagai Batman yang lunak; ada juga Batman yang suram menakutkan dalam cerita bergambar Frank Miller. Semua itu terjadi di gang tempat ayah Bruce Wayne dibunuh penjahat—yang membuat si anak jadi pelawan laku kriminal. Satu topeng, satu nama—sebuah sintesis dari variasi yang banyak itu. Namun, sintesis itu berbeda dengan penyatuan. Ia tak menghasilkan identitas yang satu dan pasti. Hal yang lebih penting lagi, sintesis itu tak meletakkan semua varian dalam sebuah norma yang baku. Tak dapat ditentukan mana yang terbaik, tepatnya: mana yang terbaik untuk selama-lamanya. Sebab itu Kota Gotham dalam ”Night on Earth” bisa jadi sebuah alegori. Ia bisa mengajarkan kepada kita tentang aneka perubahan yang tak bisa dielakkan dan sering tak terduga. Ia bisa mengasyikkan tapi sekaligus membingungkan. Ia paduan antara sesuatu yang ”utuh” dan sesuatu yang kacau. Dengan alegori itu tak bisa kita katakan, mengikuti Leibniz, bahwa inilah ”dunia terbaik dari semua dunia yang mungkin”, le meilleur des mondes possibles. Bukan saja optimisme itu berlebihan. Voltaire pernah mencemoohnya dalam novelnya yang kocak, ”Candide”, sebab di dunia ini kita tetap saja akan menghadapi bermacam-macam kejahatan dan bencana, 1.001 inkarnasi Te Joker dengan segala mala yang diakibatkannya. Kesalahan Leibniz—yang hendak menunjukkan sifat Tuhan yang Mahapemurah dan Mahapengasih— justru telah memandang Tuhan sebagai kekuasaan yang tak murah hati: Tuhan yang hanya menganggap kehidupan kita sebagai yang terbaik, dan dengan begitu dunia yang bukan dunia kita tak patut ada dan diakui. https://filebukulengkap.blogspot.com/Bahasa Indonesia 199 Kesalahan Leibniz juga karena ia terpaku kepada sebuah pengalaman yang seakan-akan tak akan berubah. Padahal, seperti Kota Gotham dalam ”Night on Earth”, dunia mirip ribuan gambar yang berganti-ganti di layar, dan berganti-ganti pula cara kita memandangnya. Penyair Wallace Stevens menulis sebuah sajak, ”Tirteen Ways of Looking at a Blackbird”. Salah satu bait dari yang 13 itu mengatakan, But I know, too, Tat the blackbird is involved In what I know Memandang seekor burung-hitam bukan hanya bisa dilakukan dengan lebih dari satu cara. Juga ada keterpautan antara yang kita pandang dan ”yang aku ketahui”. ”Yang aku ketahui” tak pernah ”aku ketahui semuanya”. Dengan kata lain, dunia–seperti halnya Kota Gotham–selamanya adalah dunia yang tak bisa seketika disimpulkan. Tak berarti pengalaman adalah sebuah proses yang tak pernah tampak wujud dan ujungnya. Pengalaman bukanlah arus sungai yang tak punya tebing. Meskipun demikian, wujud, ujung, dan tebing itu juga tak terpisah dari ”yang aku ketahui”. Dunia di luarku selamanya terlibat dengan tafsir yang aku bangun dari pengalamanku–tafsir yang tak akan bisa stabil sepanjang masa. Walhasil, akhirnya selalu harus ada kesadaran akan batas tafsir. Akan selalu ada yang tak akan terungkap–dan bersama itu, akan selalu ada Gotham yang terancam kekacauan dan keambrukan. Itu sebabnya dalam ”Te Dark Knight Rises”, Inspektur Gordon tetap mau menjaga misteri Batman, biarpun dikabarkan Bruce Wayne sudah mati. Dengan demikian bahkan penjahat yang tecerdik sekalipun tak akan bisa mengklaim ”aku tahu”. Sumber: Majalah Tempo, Edisi Senin, 06 Agustus 2012 Membandingkan Kritik dengan Esai Berdasarkan Pengetahuan dan Pandangan Pada pembahasan ini, guru membimbing siswa untuk membandingkan kritik dengan esai berdasarkan pengetahuan dan pandangan pengarang. Guru dapat menggunakan contoh kasus yang berasal dari biograf tokoh untuk mengenali pengetahuan dan pandangan pengarang. Kemudian, siswa diminta Kegiatan 2 https://filebukulengkap.blogspot.com/200 Buku Guru Kelas XII SMA/MA/SMK/MAK untuk menjelaskan pemahaman atas kritik dan esai dan menuangkannya ke dalam tabel. Pengertian Kritik …………………………………………………………… …………………………………………………………… …………………………………………………………… …………………………………………………………… …………………………………………………………… …………………………………………………………… Pengertian Esai …………………………………………………………… …………………………………………………………… …………………………………………………………… …………………………………………………………… …………………………………………………………… …………………………………………………………… Untuk memulai pembelajaran, guru dapat mengajukan beberapa pertanyaan apersepsi antara lain ”Sudahkah kamu membaca contoh kritik sastra dan esai yang telah dicantumkan di atas?”, dan Sudahkah kamu memahami aspek pengetahuan dan pandangan penulis yang telah dipaparkan di atas? Kritik sastra dan esai pada dasarnya sama. Persamaan keduanya adalah sama-sama mengemukakan pendapat terhadap suatu hal setelah melalui proses analisis yang mendalam. Selain itu, adanya teori dan data pendukung akan dapat semakin memperkuat argumen atau pendapat yang dikemukakan. Baik penulis kritik maupun esai, keduanya menggunakan pengetahuan dan pandangan atau sudut pandang. Pengetahuan dan pandangan itu tentunya akan dapat membangun sebuah kritik dan esai yang baik. Pengetahuan adalah dasar ilmu yang digunakan oleh penulis kritik dan esai dalam mendedah suatu hal atau permasalahan. Pengetahuan bisa berupa teori, data, fakta, analisis lain yang relevan, ataupun kutipan dari sumber. Selanjutnya, pandangan adalah pendapat penulis yang berdasarkan pada aspek atau sudut pandang tertentu terhadap suatu hal. https://filebukulengkap.blogspot.com/Bahasa Indonesia 201 Selanjutnya, Siswa diajak berlatih membandingkan aspek pengetahuan dan pandangan yang digunakan oleh penulis kritik dan esai. Guru lebih dulu mengingatkan siswa untuk membaca kembali contoh kritik sastra dan esai di atas. Tabel di bawah ini digunakan untuk memudahkan siswa mengerjakan tugas. No. Aspek Pengetahuan Aspek Pandangan 1. …………………………… …………………………… …………………………… …………………………… …………………………………… …………………………………… …………………………………… …………………………………… 2. …………………………… …………………………… …………………………… …………………………… …………………………… …………………………………… …………………………………… …………………………………… …………………………………… …………………………………… 3. …………………………… …………………………… …………………………… …………………………… …………………………… …………………………………… …………………………………… …………………………………… …………………………………… …………………………………… 4. dan seterusnya. dan seterusnya. B. Menyusun Kritik dan Esai ! (1) Menyusun kritik terhadap karya sastra (2) Menyusun pernyataan esai terhadap suatu objek atau peristiwa https://filebukulengkap.blogspot.com/202 Buku Guru Kelas XII SMA/MA/SMK/MAK Menyusun Kritik Sastra Pada kegiatan-kegiatan sebelumnya siswa sudah mempelajari aspek pengetahuan dan pandangan penulis dalam kritik dan esai. Kegiatan selanjutnya adalah mereka diminta untuk menyusun kritik dengan memperhatikan aspek pengetahuan dan pandangan penulis. Yang perlu dilakukan siswa adalah membaca ulang materi dan contoh kritik yang telah disampaikan sebelumnya. Tabel yang dapat digunakan untuk mengerjakan tugas. (Siswa diizinkan mengembangkan tabel atau bentuk pengerjaan lain asalkan isinya sama). Identitas Karya Sastra Judul: ........................................................................... Penulis: ........................................................................ Aspek Pengetahuan Teori (beserta penjelasannya) yang digunakan ...................................................................................... ...................................................................................... Kutipan dari karya sastra ...................................................................................... ...................................................................................... ...................................................................................... Kritik lain yang relevan ...................................................................................... ...................................................................................... ...................................................................................... Kegiatan 1 Petunjuk Untuk Guru https://filebukulengkap.blogspot.com/Bahasa Indonesia 203 Aspek Pandangan Penulis Pendapat Penulis ............................................................................... .............................................................................. ............................................................................... .............................................................................. ............................................................................... .............................................................................. ............................................................................... .............................................................................. dan seterusnya. Menyusun Pernyataan Esai Terhadap Objek atau Peristiwa Setelah menyusun kritik sastra, sekarang siswa dibimbing menyusun esai dengan memperhatikan aspek pengetahuan dan pandangan penulis. Yang perlu mereka lakukan adalah membaca ulang materi dan contoh esai yang telah diberikan. Siswa diminta mengisi tabel berikut ini untuk memudahkan dalam menyusun esai dengan memperhatikan aspek pengetahuan dan pandangan penulis. Topik Permasalahan .......................................................................... .......................................................................... .......................................................................... .......................................................................... .......................................................................... .......................................................................... .......................................................................... Kegiatan 2 Petunjuk Untuk Guru https://filebukulengkap.blogspot.com/204 Buku Guru Kelas XII SMA/MA/SMK/MAK Aspek Pengetahuan Data dan fakta yang berkaitan dengan topik .......................................................................... .......................................................................... .......................................................................... .......................................................................... Teori (beserta penjelasannya) yang digunakan untuk membedah topik .......................................................................... .......................................................................... .......................................................................... .......................................................................... Kutipan dari berbagai sumber .......................................................................... .......................................................................... .......................................................................... Esai lain yang relevan .......................................................................... .......................................................................... .......................................................................... .......................................................................... Aspek Pandangan Penulis Pendapat/Argumen Penulis .................................................................... ................................................................... .................................................................... ................................................................... .................................................................... ................................................................... .................................................................... dan seterusnya. https://filebukulengkap.blogspot.com/Bahasa Indonesia 205 C. Menganalisis Sistematika dan Kebahasaan Kritik dan Esai ! (1) Membandingkan sistematika kritik sastra dan esai (2) Menganalisis kebahasaan kritik sastra dan esai Membandingkan Sistematika Kritik Sastra dan Esai Setiap tulisan tentunya memiliki sistematika tersendiri agar pesan dapat dipahami oleh pembaca. Selain itu, sistematika membantu kita agar sebuah tulisan dapat runtut dan enak dibaca. Guru memulai pembelajaran dengan mengajukan pertanyaan bagaimanakah sistematika untuk membuat kritik. Sebelum menulis kritik sastra, siswa diminta sudah menentukan karya sastra apa yang akan kamu kritik. Mereka boleh memilih sebuah cerpen, novel, puisi, atau drama. Selanjutnya mereka diajak mendiskusikan sistematika kritik sastranya. Berikut adalah sistematika kritik yang dapat diterapkan untuk membuat sebuah kritik yang baik. 1. Ringkasan Ringkasan adalah rangkuman cerita atas karya yang kamu kritik. Di dalamnya juga terdapat tokoh, perwatakan, alur, latar, amanat, atau hal lain yang berhubungan dengan kritikmu. 2. Pembahasan Bagian ini berisi poin-poin yang akan dibahas dalam kritik. Pembahasan ini dapat dimulai dari seputar tokoh, alur, perwatakan, amanat, sistematika Kegiatan 1 Petunjuk Untuk Guru https://filebukulengkap.blogspot.com/206 Buku Guru Kelas XII SMA/MA/SMK/MAK penulisan, dan lain-lain. Penulis dapat menggunakan teori, seperti sosiologi, psikologi, feminisme, postmodernisme, postkolonial, semiotika, dan lain-lain. Teori ini digunakan sebagai landasan untuk menganalisis dan menilai. 3. Penilaian Bagian terakhir ini adalah bagian yang berisi penilaianmu terhadap sebuah karya sastra. Penilaian ini didasarkan pada analisis dan argumen yang telah ditulis dalam bagian pembahasan. Penulis kritik harus tetap objektif dan mengunakan bahasa yang lugas dalam menilai sebuah karya sastra. Selanjutnya, guru mengajak siswa mendiskusikan sistematika untuk esai. Berikut adalah sistematika esai yang dapat diterapkan untuk membuat sebuah esai yang baik. 1. Pendahuluan (Tesis) Bagian pendahuluan dalam esai adalah sebuah tempat untuk mengungkapkan penyataan tesis atau tesis argumen. Pernyataan tesis memperlihatkan pokok permasalahan yang akan disampaikan oleh penulis esai. Selain itu, tesis bisa juga digunakan untuk menggiring pembaca agar mengetahui pokok esai kita. 2. Konteks Konteks diartikan sebagai ruang lingkup tulisan secara eksplisit ataupun implisit. Konteks inilah yang membatasi pokok permasalahan agar fokus tidak keluar dari topik yang sedang dikaji. 3. Masalah Masalah adalah kejadian atau peristiwa yang tidak sesuai dengan harapan atau keinginan. Sebuah karangan esai yang baik akan mengandung masalah yang aktual sehingga dapat memberikan sesuatu yang baru ke pembaca. 4. Solusi Solusi adalah usaha penulis untuk menyelesaikan masalah yang ditulis dalam esai karyanya. Penulis esai ingin meyakinkan pembaca agar ide dan gagasan yang dia sampaikan dapat menyelesaikan masalah. Selain itu, penulis juga ingin mengajak pembaca melaksanakan solusi yang disampaikan sehingga masalah dapat terpecahkan dan selesai. https://filebukulengkap.blogspot.com/Bahasa Indonesia 207 5. Simpulan Simpulan adalah rangkuman dari pokok masalah dan solusi yang telah disampaikan. Akan lebih baik jika simpulan ditulis dalam 3–5 kalimat yang menggambarkan pendapat Anda tentang topik yang ditulis. Namun, jangan tulis kembali apa yang sudah ditulis sebelumnya karena akan membuat pembaca bosan. Menganalisis Kebahasaan Kritik Sastra dan Esai Pada pembahasan ini, guru membimbing siswa untuk membandingkan kritik dengan esai berdasarkan unsur kebahasaan. Guru dapat menggunakan contoh kasus yang berasal dari teks yang ditampilkan. Kemudian, siswa diminta untuk menjelaskan pemahaman atas kebahasaan kritik dan esai untuk dikemukakan secara analitis dan dituangkan ke dalam tabel. Dalam membuat kritik dan esai, penulis harus memperhatikan sistematika penulisannya. Namun, hal lain yang tidak kalah penting adalah unsur kebahasaan yang kamu gunakan dalam menyusun kalimat dan paragraf. Unsur kebahasaan harus diperhatikan agar kalimat dan paragraf yang kamu buat dapat lebih mudah dipahami. Kalimat dan paragraf yang tersusun dengan baik tentunya akan membuat sebuah kritik dan esai nyaman dibaca. Berikut adalah penjelesan mengenai unsur kebahasaan yang harus kamu pelajari untuk membuat kritik dan esai. 1. Kata Keterangan/Adverbial Frekuentif Dalam sebuah teks opini/editorial biasanya digunakan bahasa yang dapat mengekspresikan sikap eksposisi. Agar dapat meyakinkan pembaca, diperlukan ekspresi kepastian, yang bisa dipertegas dengan kata keterangan atau adverbia frekuentatif, seperti selalu, biasanya, sebagian besar waktu, sering, kadang-kadang, jarang, dan lainnya. 2. Konjungsi Kojungsi yang banyak dijumpai pada teks editorial adalah konjungsi yang digunakan untuk menata argumenasi, seperti pertama, kedua, berikutnya, dan sebagainya. Konjungsi kedua yang digunakan untuk memperkuat argumenasi, seperti bahkan, juga, selain itu, lagipula, sebagai contoh, Kegiatan 2 Petunjuk Untuk Guru https://filebukulengkap.blogspot.com/208 Buku Guru Kelas XII SMA/MA/SMK/MAK misalnya, padahal, justru dan lain-lain. Konjungsi ketiga yang menyatakan hubungan sebab akibat, seperti sejak, sebelumnya, dan sebagainya. Konjungsi yang menyatakan harapan, seperti agar, supaya, dan sebagainya. Siswa diminta mengisi tabel tentang sistematika kritik dan sastra berikut ini dengan menggunakan kalimatnya sendiri. No. Sistematika Kritik Sistematika Esai 1. Ringkasan adalah ............................................................... ............................................................... ............................................................... ....................... Pendahuluan (Tesis) adalah ............................................................................ ............................................................................ ........................................................................... ......................... 2. Pembahasan adalah ..................................................... ..................................................... ..................................................... Konteks adalah ............................................................... ............................................................... ............................................................... 3. Penilaian adalah ..................................................... ..................................................... ..................................................... Masalah adalah ............................................................... ............................................................... ............................................................... 4. -- Solusi adalah ............................................................... ............................................................... ............................................................... 5. -- Simpulan adalah ............................................................... ............................................................... ............................................................... https://filebukulengkap.blogspot.com/Bahasa Indonesia 209 Tugas 1 Isilah tabel berikut ini berdasarkan analisis sistematika menyusun kritik! No. Sistematika Kritik Kutipan 1. Ringkasan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2. Pembahasan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 3. Penilaian . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Tugas 2 Isilah tabel di bawah ini berdasarkan analisis sistematika menyusun esai! No. Sistematika Esai Kutipan 1. Pendahuluan/tesis . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2. Konteks . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . https://filebukulengkap.blogspot.com/210 Buku Guru Kelas XII SMA/MA/SMK/MAK No. Sistematika Esai Kutipan 3. Masalah ………………………………............………… ………………………………............………… ………………………………............………… 4. Solusi ………………………………............………… ………………………………............………… ………………………………............………… 5. Simpulan ………………………………............………… ………………………………............………… ………………………………............………… Tugas 3 Untuk meningkatkan pemahaman siswa, pendidik menugaskan siswa untuk mengisi tabel berikut ini. No. Unsur Kebahasaan Kalimat/Paragraf 1. Kata Keterangan/ Adverbial Frekuentif ………………………………............………… ………………………………............………… ………………………………............………… 2. Konjungsi ………………………………............………… ………………………………............………… ………………………………............………… https://filebukulengkap.blogspot.com/Bahasa Indonesia 211 D. Mengonstruksi Kritik Sastra dan Esai ! (1) Mengonstruksi kritik sastra dengan memperhatikan sistematika dan kebahasaanya (2) Mengonstruksi esai dengan memperhatikan sistematika dan kebahasaan Mengonstruksi Kritik dan sastra Pada kegiatan-kegiatan sebelumnya siswa sudah mempelajari sistematika dan kebahasaan dalam kritik dan esai. Kegiatan selanjutnya adalah siswa diminta untuk mengonstruksi kritik dan esai yang memperhatikan sistematika dan kebahasaan. Pada kegiatan pertama ini, guru menugasi siswa untuk membaca sebuah buku. Guru perlu memberikan rambu-rambu tentang buku yang boleh dipilih siswa agar buku yang dibaca bukan buku yang mengandung unsur pornograf, SARA, kekerasan, atau hal-hal negatif lainnya. Adapun pekerjaan siswa dapat dilakukan dengan menggunakan tabel berikut ini! Identitas Karya Sastra Judul: ……………………………………… ………………………………............……… Penulis: ………………………………….…… ………………………………............……… Ringkasan (tokoh, perwatakan, alur, latar, amanat, dan lain-lain) ………………………………............……… ………………………………............……… ………………………………............……… Kegiatan 1 Petunjuk Untuk Guru https://filebukulengkap.blogspot.com/212 Buku Guru Kelas XII SMA/MA/SMK/MAK Pembahasan (teori, analisis, sudut pandang, dan lain-lain) ………………………………............……… ………………………………............……… ………………………………............……… Penilaian (penilaian dan argumen) ………………………………............……… ………………………………............……… ………………………………............……… Mengonstruksi Esai Setelah menyusun kritik sastra, selanjutnya siswa diminta untuk menyusun esai yang memperhatikan sistematika dan kebahasaan. Yang perlu dilakukan siswa adalah membaca ulang materi yang telah disampaikan. Untuk itu, guru perlu mengingatkan kembali agar siswa membaca kembali contoh esai yang telah diberikan. Tugas siswa dikerjakan dengan menggunakan tabel berikut ini. Topik Permasalahan ……………………………….......……………………....... ……………………………….......……………………....... ……………………………….......……………………....... Pendahuluan/tesis ……………………………….......……………………....... ……………………………….......……………………....... ……………………………….......……………………....... Konteks ……………………………….......……………………....... ……………………………….......……………………....... ……………………………….......……………………....... Kegiatan 2 https://filebukulengkap.blogspot.com/Bahasa Indonesia 213 Masalah ……………………………….......……………………....... ……………………………….......……………………....... ……………………………….......……………………....... Solusi ……………………………….......……………………....... ……………………………….......……………………....... ……………………………….......……………………....... Simpulan ……………………………….......……………………....... ……………………………….......……………………....... ……………………………….......……………………....... E. Mengidentifkasi Nilai-Nilai dalam Buku Pengayaan dan Buku Drama ! (1) Menentukan nilai-nilai yang terdapat dalam sebuah buku pengayaan (nonfksi) (2) Menentukan nilai-nilai yang terdapat dalam satu buku drama (fksi) Buku pengayaan adalah buku penunjang buku utama (buku teks) yang digunakan oleh siswa. Penulisan naskah buku pengayaan ini tidak mengacu pada kurikulum dan tidak ada aturan yang mengikat karena buku pengayaan ini salah satu buku pelengkap perpustakaan. Buku pengayaan sangat penting untuk menambah wawasan siswa selain pengetahuan yang didapatkan dari buku teks. Buku pengayaan bisa dijadikan sebagai buku bacaan umum, komik, cerita, atau gurauan karakter. Buku pengayaan yang baik adalah buku pengayaan yang betul-betul menunjang buku teks yang digunakan di sekolah. Siswa bisa meningkatkan kemampuan berfkir dan memperluas wawasannya dengan sering membaca buku-buku pengayaan yang bermutu dan update sesuai dengan keadaan sekarang. Salah https://filebukulengkap.blogspot.com/214 Buku Guru Kelas XII SMA/MA/SMK/MAK satu contoh adalah buku pengayaan yang di dalamnya berisi motivator atau biograf orang-orang sukses. Buku pengayaan seperti itu akan merangsang pemikiran dan pola pikir siswa sehingga mempunyai tekad untuk maju yang diawali belajar dengan baik dan sungguh-sungguh. Buku pengayaan ini terbagi menjadi tiga kelompok yaitu buku pengayaan untuk pengetahuan, keterampilan dan kepribadian. Ketiga jenis ini dibuat oleh penulis dengan sebuah teknik penyampaian materi yang menarik dan inovatif. Selain itu, di dalam dunia gurauan, buku pengayaan ini juga memiliki tujuan untuk membentuk kepribadian dari anak didik ataupun guru itu sendiri. Sehingga dengan ini akan lebih memiliki pengaruh dalam pengelolaan gurauan itu sendiri. Setelah siswa membaca rangkuman buku pengayaan yang berjudul Bob Sadino: Mereka Bilang saya Gila! Mereka ditugaskan untuk (a) menemukan nilai-nilai yang ada dalam isi buku tersebut yang dapat kamu teladani, (b) mencari bukti kalimat yang mendukung nilai-nilai tersebut, dan (c) menuliskan penjelasan atau makna dari kalimat tersebut. No. Nilai yang Terkandung dalam Buku Pengayaan Bukti kalimat dan penjelasan 1. Nilai sosial ekonomi 2. Nilai moral 3. Nilai kemanusiaan .................................................................... ................................................................... Kegiatan 1 https://filebukulengkap.blogspot.com/Bahasa Indonesia 215 Selain itu, di dalam dunia guru, buku pengayaan ini juga memiliki tujuan untuk membentuk kepribadian dari anak didik ataupun guru itu sendiri. Hal ini dimaksudkan berpengaruh terhadap pengelolaan guru itu sendiri. Agar lebih memahami seperti apa buku pengayaan, siswa diajak membaca rangkuman buku berikut ini. Bob Sadino: Mereka Bilang Saya Gila! Sumber: www.googleimage.com Pengusaha sukses yang satu ini menjalani jalan hidup yang panjang dan berliku sebelum meraih sukses. Dia sempat menjadi sopir taksi hingga kuli bangunan yang hanya berpenghasilan Rp100. Gayanya yang sederhana dan terkesan nyentrik menjadi ciri khasnya tersendiri. Bercelana pendek jins, kemeja lengan pendek yang ujung lengannya tidak dijahit, dan kerap menyelipkan cangklong di mulutnya. Ya, itulah sosok pengusaha ternama Bob Sadino, seorang entrepreneur sukses yang merintis usahanya benar-benar dari bawah dan bukan berasal dari keluarga wirausaha. Siapa sangka, pendiri dan pemilik tunggal Kem Chicks (supermarket) ini pernah menjadi sopir taksi dan kuli bangunan dengan upah harian Rp100. Celana pendek memang dikenal menjadi ”pakaian dinas” Om Bob begitu dia biasa disapa dalam setiap aktivitasnya. Pria kelahiran Lampung, 9 Maret 1933, yang mempunyai nama asli Bambang Mustari Sadino, hampir tidak pernah melewatkan penampilan ini, baik ketika santai, mengisi seminar entrepreneur, maupun bertemu pejabat pemerintah seperti presiden. Aneh, tetapi itulah Bob Sadino. Keanehan juga terlihat dari perjalanan hidupnya. Kemapanan yang diterimanya pernah dianggap sebagai hal yang membosankan dan harus ditinggalkan. Anak bungsu dari keluarga berkecukupan ini mungkin tidak akan menjadi seorang pengusaha yang menjadi inspirasi semua orang seperti sekarang, jika dulu ia tidak memilih untuk menjadi orang miskin. https://filebukulengkap.blogspot.com/216 Buku Guru Kelas XII SMA/MA/SMK/MAK Ketika orang tuanya meninggal, Bob yang kala itu berusia 19 tahun mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena semua saudara kandungnya kala itu sudah dianggap hidup mapan. Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih sembilan tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam, Belanda, juga di Hamburg, Jerman. Di Eropa ini dia bertemu Soelami Soejoed yang kemudian menjadi istrinya. Sebelumnya dia sempat bekerja di Unilever Indonesia. Namun, hidup dengan tanpa tantangan baginya merupakan hal yang membosankan. Ketika semua sudah pasti didapat dan sumbernya pun ada, ini menjadikannya tidak lagi menarik. ”Dengan besaran gaji waktu itu kerja di Eropa, ya enaklah kerja di sana. Siang kerja, malamnya pesta dan dansa. Begitu-begitu saja, terus menikmati hidup,” tulis Bob Sadino dalam bukunya Bob Sadino: Mereka Bilang Saya Gila. Pada 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Kala itu dia membawa serta dua mobil Mercedes miliknya. Satu mobil dijual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan. Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri. Satu mobil Mercedes yang tersisa dijadikan ”senjata” pertama oleh Bob yang memilih menjalani profesi sebagai sopir taksi gelap. Tetapi, kecelakaan membuatnya tidak berdaya. Mobilnya hancur tanpa bisa diperbaiki. Tak lama setelah itu Bob beralih pekerjaan menjadi kuli bangunan. Gajinya ketika itu hanya sebesar Rp100. Ia pun sempat mengalami depresi akibat tekanan hidup yang dialaminya. Bob merasakan pahitnya menghadapi hidup tanpa memiliki uang. Untuk membeli beras saja dia kesulitan. Oleh karena itu, dia memilih untuk tidak merokok. Jika dia membeli rokok, besok keluarganya tidak akan mampu membeli beras. ”Kalau kamu masih merokok malam ini, besok kita tidak bisa membeli beras,” ucap istrinya memperingati. Keadaan tersebut ternyata diketahui teman-temannya di Eropa. Mereka prihatin. Bob yang dulu hidup mapan dalam menikmati hidup harus terpuruk dalam kemiskinan. Keprihatinan juga datang dari saudara-saudaranya. Mereka menawarkan berbagai bantuan agar Bob bisa keluar dari keadaan tersebut. Namun, Bob menolaknya. Bob pun sempat depresi, tetapi bukan berarti harus menyerah. Baginya, kondisi tersebut adalah tantangan yang harus dihadapi. Menyerah berarti sebuah kegagalan. ”Mungkin waktu itu saya anggap tantangan. Ternyata ketika https://filebukulengkap.blogspot.com/Bahasa Indonesia 217 saya tidak punya uang dan saya punya keluarga, saya bisa merasakan kekuatan sebagai orang miskin. Itu tantangan, powerfull. Seperti magma yang sedang bergejolak di dalam gunung berapi,” papar Bob. Jalan terang mulai terbuka ketika seorang teman menyarankan Bob memelihara dan berbisnis telur ayam negeri untuk melawan depresinya. Pada awal berjualan, Bob bersama istrinya hanya menjual telur beberapa kilogram. Akhirnya dia tertarik mengembangkan usaha peternakan ayam. Ketika itu, di Indonesia, ayam kampung masih mendominasi pasar. Bob-lah yang pertama kali memperkenalkan ayam negeri beserta telurnya ke Indonesia. Bob menjual telur-telurnya dari pintu ke pintu. Padahal saat itu telur ayam negeri belum populer di Indonesia sehingga barang dagangannya tersebut hanya dibeli ekspatriat-ekspatriat yang tinggal di daerah Kemang. Ketika bisnis telur ayam terus berkembang Bob melanjutkan usahanya dengan berjualan daging ayam. Kini Bob mempunyai PT Kem Foods (pabrik sosis dan daging). Bob juga kini memiliki usaha agrobisnis dengan sistem hidroponik di bawah PT Kem Farms. Pergaulan Bob dengan ekspatriat rupanya menjadi salah satu kunci sukses. Ekspatriat merupakan salah satu konsumen inti dari supermarket miliknya, Kem Chick. Daerah Kemang pun kini identik dengan Bob Sadino. ”Kalau saja saya terima bantuan kakak-kakak saya waktu itu, mungkin saya tidak bisa bicara seperti ini kepada Anda. Mungkin saja Kem Chick tidak akan pernah ada,” ujarnya. Pengalaman hidup Bob yang panjang dan berliku menjadikan dirinya sebagai salah satu ikon entrepreneur Indonesia. Kemauan keras, tidak takut risiko, dan berani menjadi miskin merupakan hal-hal yang tidak dipisahkan dari resepnya dalam menjalani tantangan hidup. Menjadi seorang entrepreneur menurutnya harus bersentuhan langsung dengan realitas, tidak hanya berteori. Karena itu, menurutnya, menjadi sarjana saja tidak cukup untuk melakukan berbagai hal karena dunia akademik tanpa praktik hanya membuat orang menjadi sekadar tahu dan belum beranjak pada taraf bisa. ”Kita punya ratusan ribu sarjana yang menghidupi dirinya sendiri saja tidak mampu, apalagi menghidupi orang lain,” jelas Bob. Bob membuat rumusan kesuksesan dengan membagi dalam empat hal yaitu tahu, bisa, terampil, dan ahli. ”Tahu” merupakan hal yang ada di dunia kampus, di sana banyak diajarkan berbagai hal tetapi tidak menjamin mereka bisa. ”Bisa” ada di dalam masyarakat. Mereka bisa melakukan sesuatu ketika terbiasa dengan mencoba berbagai hal walaupun awalnya tidak bisa sama sekali. ”Terampil” adalah perpaduan keduanya. Dalam hal ini orang bisa melakukan https://filebukulengkap.blogspot.com/218 Buku Guru Kelas XII SMA/MA/SMK/MAK hal dengan kesalahan yang sangat sedikit. Sementara ”ahli” menurut Bob tidak jauh berbeda dengan terampil. Namun, predikat ”ahli” harus mendapatkan pengakuan dari orang lain, tidak hanya klaim pribadi. Sumber: www.reportase5.com Setelah membaca teks di atas, siswa diminta menyampaikan tanggapannya antara lain dengan beberapa pertanyaan berikut. a. Apakah kamu berkeinginan untuk menjadi enterpreneur seperti Bob Sadino? b. Apa yang membuat Bob Sadino sanggup bangkit kembali setelah terpuruk dalam kemiskinan? c. Apa rumus keberhasilan yang dibuat oleh Bob Sadino? Semuanya butuh kegigihan dan kerja keras, karena hasil yang kita dapatkan sebanding dengan usaha yang kita kerjakan. Setelah selesai dengan contoh rangkuman tersebut, guru kemudian mengajak siswa untuk beriskusi tentang drama. Diskusi tentang drama ini dilakukan untuk menggiring siswa untuk menemukan nilai-nilai dalam drama. Namun, penanaman konsep tentang drama juga sangat perlu ditanamkan atau diingatkan kembali pada siswa. Beberapa pertanyaan yang dapat diajukan guru antara lain sebagai berikut. 1. Apakah kamu pernah bermain drama? 2. Judul drama apa yang pernah kamu mainkan? 3. Nah, sekarang apa itu buku drama? Buku drama merupakan kumpulan dari beberapa naskah drama. Drama merupakan tiruan kehidupan manusia yang diproyeksikan di atas pentas. Drama berasal dari bahasa Yunani ”draomai” yang berarti berbuat, berlaku, bertindak, atau beraksi. Drama naskah merupakan salah satu genre sastra yang disejajarkan dengan puisi dan prosa. Drama pentas adalah jenis kesenian mandiri, yang merupakan integrasi antara berbagai jenis kesenian seperti musik, tata lampu, seni lukis, seni kostum, seni rias, dan sebagainya. Kegiatan 2 https://filebukulengkap.blogspot.com/Bahasa Indonesia 219 Di bawah ini adalah salah satu contoh naskah drama. Selamat membaca! Tempat Istirahat Karya: David Campton DI PEKUBURAN UMUM, TERDENGAR SUARA-SUARA BURUNG. DERU RIBUT KENDARAAN DI KEJAUHAN. SEPASANG ORANG TUA SEDANG DUDUK DI BANGKU. HARI SUDAH SORE NENEK Jadi jauh. KAKEK Jadi lebih jauh. NENEK Aku gembira bisa duduk di sini. Bagaimanapun, kebaikan merekalah menempatkan bangku di sini, di mana kita bisa bebas melihat bunga. KAKEK Apa yang akan kita makan nanti malam? NENEK Sudah bertahun-tahun. KAKEK Kukira aku mulai lapar. NENEK Maret, Juli, September. Sudah September lagi. Tak banyak di kota besar, dimana kau bisa bebas melihat bunga, kecuali di pasar bunga atau di toko-toko. Tapi kau tak dapat duduk-duduk di sana. Aku gembira kita bisa ke sini pulang belanja. Di sini bisa duduk-duduk sambil memandangi bunga-bunga, di pekuburan ini. KAKEK Tak dapat lama-lama. NENEK Kita beruntung mendapatkan pekuburan di tengah perjalanan pulang. https://filebukulengkap.blogspot.com/220 Buku Guru Kelas XII SMA/MA/SMK/MAK KAKEK Beruntung? NENEK Sungguh tenteram di sini. KAKEK Tak lama bedug akan berbunyi dan adzan akan berkumandang. Hari sudah maghrib. Kita akan pulang. (Hening, Mau Pergi) Kita harus pulang kalau sudah maghrib. (Hening) Hari akan jadi gelap. Kita harus di rumah (Hening) Makan malam. NENEK Tak ada tempat yang lebih tenteram daripada dalam kuburan. KAKEK Tak dapat lagi menaiki pagar, seperti biasanya dulu. NENEK Nisan-nisan dari batu marmer. KAKEK Kau dengan nisan-nisanmu. NENEK Sebuah nisan dipahat dengan ayat-ayat suci. KAKEK (Melihat Pada Keranjang Belanjaan) Apa di keranjang itu? NENEK Pahatan yang halus, pada batu marmer putih. KAKEK Ada sesuatu dalam keranjang itu yang tak kuketahui apa? https://filebukulengkap.blogspot.com/Bahasa Indonesia 221 NENEK Di atasnya diberi atap dari seng. Tiang-tiangnya dari besi. Sungguh aman berada di bawah atap yang kokoh. KAKEK Kulihat kau memungut sesuatu tadi. Aku melihatnya dengan sudut pandangku ketika di muka penjual, kau selipkan sesuatu ke dalam keranjang. NENEK Nisan yang indah. Satu dua jambangan porselin dengan bunga-bunga dahlia. Tetapi ada sesuatu yang khusus dengan badan kuburan yang terbuat dari marmer putih itu. Ukiran halus seorang ahli. (Ia Memukul Tangan Si Kakek Dari Keranjang) Jangan menggerayangi keranjangku! KAKEK Dendeng? NENEK Bukan. KAKEK Atau pindang? NENEK Matanya kayak mata elang saja. KAKEK Pindang tongkol? NENEK Jika mau tahu, sepotong pindang, bandeng. KAKEK Pindang bandeng, ya? NENEK Sudah lama kita tak makan bandeng. KAKEK Aku suka bandeng. https://filebukulengkap.blogspot.com/222 Buku Guru Kelas XII SMA/MA/SMK/MAK NENEK Itulah sebabnya kuambil itu. Kukatakan pada diriku sendiri: sore Sabtu ini kita akan makan dengan lauk yang layak. Kita akan makan sambel petai dan sayur lodeh. KAKEK Dan pindang bandeng. NENEK Ya, ada sesuatu yang istimewa dengan kuburan itu. Marmer putih yang memantulkan cahaya matahari. KAKEK Sebentar lagi akan terbenam. NENEK Tenteram. Kau tak dapat temukan yang lebih menyenangkan. Di manamana tempat teratur. Lihatlah sekelompok bunga-bunga di sana. Anggrek. KAKEK Anggrek pada kuburan? Tentu nantinya mereka akan meletakkan setampir nasi tumpeng. NENEK Anggrek! KAKEK Nah, kini kau tahu, kuburan siapa itu, kan? NENEK Aku tak menyangka kalau ada orang yang memasang bunga anggrek. KAKEK Itu kuburan Mas Parto, Kasir Pegadaian. NENEK Mas Parto? Apa ia mati? KAKEK Mereka baru saja menguburnya. https://filebukulengkap.blogspot.com/Bahasa Indonesia 223 NENEK Mas Parto, Yah. Buat lelaki tak jadi soal benar umur itu. Baru saja ia melewati usia sembilan puluh. KAKEK Selama hidupnya, ia telah mengenyam madu kehidupan. Segala bentuk kesenangan; dari arak, perempuan, dan perjudian, segala. Ia punya cara yang jelas. NENEK Uang mengalir seperti air. Anggrek. Dikubur bersama dengan kuburan isterinya. KAKEK Setelah limapuluh tahun bersama, baru di situlah mereka bersanding tanpa bertengkar lagi. NENEK Aku tak tahu, ketika hendak memesan nisan, apakah mereka akan mencantumkan huruf-huruf yang berbunyi: Mas Parto dan Isteri. Dalam mautpun mereka tak terpisahkan. KAKEK Sudahlah… NENEK ”Dalam maut”… KAKEK Jangan mulai lagi. NENEK Aku tahu, apa-apa saja yang akan dikatakan orang tentang dia. KAKEK Harusnya kita tak berhenti di sini. Setiap kali kau akan selalu terpaku. NENEK Di mana mereka akan mengubur kita, heh? https://filebukulengkap.blogspot.com/224 Buku Guru Kelas XII SMA/MA/SMK/MAK KAKEK Hari begini sudah terlambat untuk berfkir begitu. Sudah hampir waktunya buat makan malam. NENEK Di mana mereka akan mengubur kita? Dalam sebuah lubang yang hina dan terasing. KAKEK Cobalah berpikir tentang yang lain. Berpikirlah tentang pindang bandeng. NENEK Tak heran kalau di pinggir jalan kereta api. Di suatu tempat dimana tak pernah dikunjungi seorangpun. Dan mereka akan mengubur kau di dalam sebuah lubang buruk lainnya. Pada lubangmu sendiri. Kita akan terpisah. KAKEK Jika kita berdua sudah mati, apalagi yang hendak dipikirkan? NENEK Dikubur bersama orang-orang asing. Sungguh tak pantas. Aku bahkan tak sempat berpikir akan mendapatkan hiasan yang layak. Tak banyak yang kumaui. Sebuah batu nisan yang sederhana, untuk memberitahu siapa yang terkubur di dalamnya. KAKEK Kita tak mampu membiayai penguburan kita sendiri. Bahkan buat membiayai menggali lubangnya, kita tidak mampu. NENEK Aku suka kuburan marmer yang megah. KAKEK Biayanya begitu banyak. NENEK Sebuah nisan yang besar diukir begitu indahnya. KAKEK Beratus-ratus ribu. Kita tidak punya beratus-ratus ribu. https://filebukulengkap.blogspot.com/Bahasa Indonesia 225 NENEK Dan pada nisan itu ditulis : Pamujo dan Norma, dalam maut mereka tak terpisahkan. Tapi mereka akan memisahkan kita. (Hening) Jika kita punya uang, kita bisa bersama-sama selalu, selama-lamanya, sampai akhir zaman. KAKEK Kita tidak mempunyai uang. Kita tak pernah mempunyainya. (Hening) NENEK Salah siapa itu? KAKEK Itu cerita lama, sayang. Biarlah berlalu. NENEK Jika kau seorang miliuner, kau bisa membeli kuburan sendiri yang terbuat dari batu marmer putih. Kau dapat membeli pemakaman keluarga sendiri. Jika kau seorang miliuner. KAKEK Aku tidak pernah ditakdirkan jadi miliuner. NENEK Mas Parto menumpuk uang. Otaknya tidak seperempat cerdas otakmu, tetapi ia menumpuk uang. Tanpa pertolongan isterinya. Ekonomi? Ia tak mengerti arti kata itu. Tetapi di sana mereka terbaring bersama ditutupi bunga anggrek, tinggal menunggu batu nisannya saja. KAKEK Aku tak dapat mencari uang. NENEK Sudah kukatakan. Berkali-kali sudah kukatakan bagaimana? Kau tak mau mencari uang. Itulah kesukarannya. KAKEK Aku bekas seorang pembuat sepatu, kubikin sepatu. https://filebukulengkap.blogspot.com/226 Buku Guru Kelas XII SMA/MA/SMK/MAK NENEK Seharusnya kau mudah mencari uang. KAKEK Dalam bertahun-tahun kita nikah, tak pernah kakimu beralas. NENEK Seharusnya kau jadi tukang daging. Jual daging banyak dapat uang. Berapa harganya sepotong limpa, dan yang bagaimana yang bisa mengalirkan uang. Kita bisa menghemat, hari demi hari. Aku sudah bisa jadi seorang miliuner, jika sekiranya kau menjadi seorang penjual daging. KAKEK Aku tak bisa membayangkan jadi sesuatu selain jadi tukang sepatu. NENEK Jika dulu kau mau menurut saranku, kau sekarang sudah jadi miliuner. KAKEK Aku tak tahu kau ingin jadi miliuner. Kukira kau hanya menggoda. NENEK Menggoda! (Hening) KAKEK Kau telah mengawini lelaki yang salah. NENEK Aku melakukan kewajibanku mendorong kau, kau katakan itu menggoda. KAKEK Kau harus mengawini lelaki yang pintar cari uang. Seperti Mas Parto. Aku tak punya bakat untuk berbuat begitu, maka akan sia-sia saja meski kucoba. Tapi aku menjalaninya bersama kau. Tiap lebaran kubelikan kau pakaian, dan segala macam yang bisa kucapai dengan uangku. Jika kau menghendaki orang yang pandai memberi uang, seharusnya kau kawin dengan orang lain. NENEK Jika kau tak mau aku mendorongmu, mengapa dulu kau minta aku jadi isterimu? https://filebukulengkap.blogspot.com/Bahasa Indonesia 227 KAKEK Semua yang kau pikirkan, adalah batu nisan, itulah. NENEK Apalagi yang bisa kita pikirkan? KAKEK Aku. NENEK Kau bahkan tak punya batu nisan sendiri. KAKEK Aku tidak mau bicara tentang batu nisan. NENEK Lalu apa yang sedang kau pikirkan? KAKEK Aku. NENEK Kau. KAKEK Kau katakan aku telah menyia-nyiakan seluruh waktuku. NENEK Apa lagi yang telah kau lakukan dengan waktumu? TERDENGAR SUARA BEDUG DIPUKUL DI KEJAUHAN. OBROLAN MEREKA TERHENTI NENEK Senja telah datang. KAKEK Selalu datang setiap hari. (Hening) Tak bisakah kau melupakannya? NENEK Semakin dingin. https://filebukulengkap.blogspot.com/228 Buku Guru Kelas XII SMA/MA/SMK/MAK KAKEK Pegang tanganku. KAKEK MEMEGANG TANGAN NENEK NENEK Suara bedug itu. KAKEK Nanti jangan lewat ke sini lagi. TERDENGAR SUARA ADZAN NENEK Adzan. KAKEK Waktunya sembahyang. NENEK Kita pergi. (Hening) Mari. KAKEK Kukira sudah terlambat menghendaki jadi miliuner sekarang. (Hening) NENEK Ada pindang bandeng buat malam. KAKEK Bandeng, eh? NENEK Dan sambel petai dan sayur lodeh. MEREKA MENGGOTONG KERANJANG BELANJAAN MEREKA DAN PERGI. NENEK MENGHENTIKAN LANGKAHNYA, MEMANDANG KE ARAH TUMPUKAN BUNGA-BUNGA NENEK Anggrek! https://filebukulengkap.blogspot.com/Bahasa Indonesia 229 KAKEK Kau tak dapat makan bandeng kalau nasinya dingin. (PERLAHAN KAKEK MENDORONGNYA LAGI) NENEK Tidak. Tak ada yang dapat melebihi pindang bandeng dan sepiring nasi hangat. MEREKA PERGI. FADE BLACK OUT. Setelah siswa membaca naskah drama yang berjudul ”Tempat Istirahat”, mereka diminta untuk menemukan nilai-nilai yang ada dalam isi naskah tersebut yang dapat kamu teladani. Siswa ditugaskan mencari bukti kalimat yang mendukung nilai-nilai tersebut. No. Nilai yang Terkandung dalam Naskah Drama Bukti kalimat dan penjelasan 1. Nilai sosial ekonomi 2. Nilai moral 3. Nilai Kemanusiaan 4. Nilai Ketuhanan .... .... https://filebukulengkap.blogspot.com/230 Buku Guru Kelas XII SMA/MA/SMK/MAK F. Menulis Refleksi tentang Nilai-Nilai dari Buku Pengayaan dan Buku Drama ! (1) Menulis refleksi tentang nilai-nilai yang terkandung dalam sebuah buku pengayaan (nonfksi) (2) Menulis refleksi tentang nilai-nilai yang terkandung dalam satu buku Pada pembahasan ini, guru membimbing siswa untuk merefleksi nilainilai buku pengayaan dan buku drama. Beberapa pertanyaan dapat dilontarkan guru seperti contoh pada paragraf berikutnya. Kemudian, siswa diminta untuk menjawab pertanyaan tersebut berdasarkan perspektif dirinya, bukan mengutip ulang. Hasil inilah yang kemudian disebut sebagai refleksi. Nilai-nilai yang terkandung dalam sebuah buku baik fksi maupun nonfksi dapat dijadikan sebagai contoh, teladan, dan juga motivasi untuk kita. Nah, pada bagian ini kita akan belajar untuk menulis refleksi tentang nilai-nilai yang terkandung dalam buku pengayaan dan buku drama. Sebagai contoh adalah refleksi tentang buku legendaris yang ditulis oleh R.A Kartini. Nah, setelah membaca buku Habis Gelap Terbitlah Terang kita dapat merefleksikan nilai-nilai dari isi buku tersebut dalam diri kita. Banyak yang dapat kita teladani dari sosok R.A. Kartini. Guru memandu peserta didik untuk membaca rangkuman buku pengayaan berikut ini. Pengelolaan kelas yang dapat dikembangkan guru dapat berupa belajar dalam kelompok sehingga guru dapat memandu peserta didik untuk membentuk kelompok kecil. Kemudian refleksikan nilai-nilai yang terkandung dalam buku pengayaan tersebut secara singkat dan jelas. Setelah itu, presentasikan di depan kelas. Selamat mengerjakan! Petunjuk Untuk Guru Kegiatan 1 https://filebukulengkap.blogspot.com/Bahasa Indonesia 231 Kisah Hidup Chairul Tanjung Si Anak Singkong Sumber: www.allchussna.wordpress.com Chairul Tanjung kecil melalui hari-hari penuh keceriaan sebagai anak pinggiran kota Metropolitan. Bermain bersama teman-teman dengan membuat pisau dari paku yang digilaskan di roda rel dekat rumahnya di Kemayoran, adalah kegiatan seru yang menyenangkan. Juga bersepeda beramai-ramai di akhir pekan ke kawasan Ancol, sambil jajan penganan murah, buah lontar. Saat usia SMP, Bapaknya (Abdul Gafar Tanjung) yang saat itu telah mempunyai percetakan, koran, dan transportasi gulung tikar, dinyatakan pailit oleh Pemerintah karena idealismenya yang bertentangan dengan Pemerintah yang berkuasa saat itu (Soeharto). Sang ayah adalah Ketua Partai Nasional Indonesia (PNI) Ranting Sawah Besar. Semua koran Bapaknya dibredel. Semua aset dijual hingga tak memiliki rumah satu pun. Mungkin demi gengsi, di awal-awal, Bapaknya menyewa sebuah losmen di kawasan Kramat Raya, Jakarta untuk tinggal mereka sekeluarga. Hanya satu kamar, dengan kamar mandi di luar yang kemudian dihuni 8 orang. Kedua orang tua Chairul, dan 6 orang anaknya, termasuk Chairul sendiri. Tidak kuat terus-menerus membayar sewa losmen, mereka kemudian memutuskan pindah ke daerah Gang Abu, Batutulis. Salah satu kantong kemiskinan di Jakarta waktu itu. Rumah tersebut adalah rumah nenek Chairul, dari ibundanya, Halimah. Ibunya adalah sosok yang jarang sekali mengeluhkan kondisi, sesulit apapun keadaan keluarga. Namun saat itu, Chairul melihat raut wajah ibunya sendu, tidak ceria dan tampak lelah. Setelah ditanya, lebih tepatnya didesak https://filebukulengkap.blogspot.com/232 Buku Guru Kelas XII SMA/MA/SMK/MAK Chairul, Ibunya baru berucap: ”Kamu punya sedikit uang, Rul? Uang ibu sudah habis dan untuk belanja nanti pagi sudah tidak ada lagi. Sama sekali tidak ada”. Setamat kuliah, Chairul berekan dengan orang lain dalam membangun sebuah pabrik sepatu. Setelah 3 bulan awal dimulainya pabrik tersebut dilalui dengan terlunta-lunta dengan tanpa pesanan. Disaat pabrik terancam bangkrut, datanglah pesanan sendal dari luar negeri sejumlah 12.000 pasang dengan estimasi 6.000 pasang dikirim awal. Dan berubahlah pabrik tersebut dari pabrik sepatu menjadi pabrik sendal. Saat melihat hasil kerja pabrik tersebut, pihak pemesan merasa tertarik dan langsung melakukan pesanan kembali bahkan mencapai angka 240.000 pasang padahal yang awalnya 12.000 pasang tadi masih 6.000 pasang yang dikirim. Mulailah pabrik tersebut berkembang. Setelah beberapa lama akhirnya Chairul memutuskan berhenti berekan dan mulai membangun bisnis dengan modal pribadi dan menjelma menjadi pengusaha yang mandiri. Pada tahun 1994, Chairul resmi meminang gadis pujaannya yaitu Anita yang juga merupakan adik kelasnya sewaktu kuliah. Dan pada tahun 1996, Chairul memperoleh berkah yang berlimpah karena pada tahun tersebut lahirlah anak pertama dan bersamaan dengan diputuskannya Chairul sebagai pemilik dari Bank Mega. Chairul Tanjung dikenal sebagai pengusaha yang agresif. Ekspansi usahanya merambah segala bidang, mulai perbankan dengan bendera Bank Mega Group, pertelivisian Trans TV dan Trans 7, hotel dengan bendera Te Trans, di bidang supermarket, CT (panggilan akrab Chairul Tanjung) mengakuisisi Carrefour, pesawat terbang, hingga bisnis hiburan TRANS STUDIO, dan bisnis lainnya. Riwayat kehidupan CT kecil bisa dikatakan terlahir dari keluarga cukup berada kala itu. Dia mempunyai enam saudara kandung. A.G. Tanjung, ayahnya, adalah mantan wartawan pada era Orde Lama dan pernah menerbitkan surat kabar dengan oplah kecil. Namun, ketika terjadi pergantian era pemerintahan, usaha ayahnya itu tutup karena ayahnya mempunyai pemikiran yang berseberangan dengan penguasa politik saat itu. Keadaan tersebut memaksa kedua orang tuanya menjual rumah dan harus rela menjalani hidup seadanya. Mereka pun kemudian menyewa sebuah losmen dengan kamar-kamar yang sempit. Kondisi ekonomi keluarganya yang sulit membuat orang tuanya tidak sanggup membayar uang kuliah Chairul yang waktu itu hanya sebesar Rp75.000,00. ”Tahun 1981 saya diterima kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi https://filebukulengkap.blogspot.com/Bahasa Indonesia 233 Universitas Indonesia (UI). Uang masuk ini dan itu total Rp75.000,00. Tanpa saya ketahui, secara diam-diam ibu menggadaikan kain halusnya ke pegadaian untuk membayar uang kuliah,” katanya lirih. Melihat pengorbanan sang ibu, ia lalu berjanji tidak ingin terus-menerus menjadi beban orang tua. Sejak saat itu, ia tidak akan meminta uang lagi kepada orang tuanya. Ia bertekad akan mencari akal bagaimana caranya bisa membiayai hidup dan kuliah. CT pria kelahiran Jakarta, 18 Juni 1962 pada awalnya memulai bisnis kecil-kecilan. Dia bekerja sama dengan pemilik mesin fotokopi, dan meletakkannya di tempat strategis yaitu di bawah tangga kampus. Mulai dari berjualan buku kuliah stensilan, kaos, sepatu, dan aneka barang lain di kampus dan kepada teman-temannya. Dari modal usaha itu, ia berhasil membuka sebuah toko peralatan kedokteran dan laboratorium di daerah Senen Raya, Jakarta. Sayang, karena sifat sosialnya – yang sering memberi fasilitas kepada rekan kuliah, serta sering menraktir teman – usaha itu bangkrut. Memang terbilang terjal jalan yang harus ditempuh Chairul Tanjung sebelum menjadi orang sukses seperti sekarang ini. Kepiawaiannya membangun jaringan bisnis telah memuluskan perjalanan bisnisnya. Salah satu kunci sukses dia adalah tidak tanggung-tanggung dalam melangkah. Menurut penuturan Chairul, gedung tua Fakultas Kedokteran UI dulu belum menggunakan lif. Dari lantai satu hingga lantai empat masih menggunakan tangga. Lewat ruang kosong di bawah tangga ini, Chairul muda melihat peluang yang bisa dimanfaatkannya untuk menghasilkan uang. ”Nah, kebetulan ada ruang kosong di bawah tangga. Saya lalu berpikir untuk bisa memanfaatkannya sebagai tempat fotokopi. Akan tetapi, masalahnya, saya tidak mempunyai mesin fotokopi. Uang untuk membeli mesin fotokopi pun tidak ada,” tuturnya. Dia pun lantas mencari akal dengan mengundang penyandang dana untuk menyediakan mesin fotokopi dan membayar sewa tempat. Waktu itu ia hanya mendapat upah dari usaha foto kopi sebesar Rp2,5,00 per lembar. ”Sedikit, ya. Tapi, karena itu daerah kampus, dalam hal ini mahasiswa banyak yang fotokopi, maka jadilah keuntungan saya lumayan besar,” katanya sambil melempar senyum. Tidak hanya sampai di situ, ia pun terus berusaha mengasah kemampuannya dalam berbisnis. Usaha lain, seperti usaha stiker, pembuatan kaos, buku kuliah stensilan, hingga penjualan buku bekas dicobanya. Usai menyelesaikan kuliah, Chairul memberanikan diri menyewa kios di daerah Senen, Jakarta Pusat, dengan harga sewa Rp1 juta per tahun. https://filebukulengkap.blogspot.com/234 Buku Guru Kelas XII SMA/MA/SMK/MAK Kios kecil itu dimanfaatkannya untuk membuka CV yang bergerak di bidang penjualan alat-alat kedokteran gigi. Sayang, usaha tersebut tidak berlangsung lama karena kios tempat usahanya lebih sering dijadikan tempat berkumpul teman-temannya sesama aktivis. ”Yang nongkrong lebih banyak ketimbang yang beli,” kata mahasiswa teladan tingkat nasional 1984-1985 ini. Selang berapa tahun, ia mencoba bangkit dan melangkah lagi dengan menggandeng dua temannya mendirikan PT Pariarti Shindutama yang memproduksi sepatu. Ia mendapatkan kredit ringan dari Bank Exim sebesar Rp150 juta. Kepiawaiannya membangun jaringan bisnis membuat sepatu produksinya mendapat pesanan sebanyak 160.000 pasang dari pengusaha Italia. Bisnisnya terus berkembang. Ia mulai mencoba merambah ke industri genting, sandal, dan properti. Namun, di tengah usahanya yang sedang merambat naik, tiba-tiba dia terbentur perbedaan visi dengan kedua rekannya. Ia pun memutuskan memilih mundur dan menjalankan sendiri usahanya. Memang tidak jaminan, seseorang yang berkarier sesuai dengan latar belakang pendidikannya akan sukses. Kenyataannya tidak sedikit yang berhasil justru setelah mereka keluar dari jalur. ”Modal dalam usaha memang penting, tetapi mendapatkan mitra kerja yang andal adalah segalanya. Membangun kepercayaan sama halnya dengan membangun integritas dalam menjalankan bisnis,” ujar Chairul Tanjung yang lebih memilih menjadi seorang pengusaha ketimbang seorang dokter gigi biasa. Dan pilihannya untuk menjadi pengusaha menempatkan CT sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia dengan total kekayaan mencapai 450 juta dolar AS. Sebuah prestasi yang mungkin tak pernah dibayangkannya saat memulai usaha kecil-kecilan, demi mendapat biaya kuliah, ketika masih kuliah di UI dulu. Hal itulah yang barangkali membuat Chairul Tanjung selalu tampil apa adanya, tanpa kesan ingin memamerkan kesuksesannya. Selain itu, rupanya ia pun tak lupa pada masa lalunya. Karenanya, ia pun kini getol menjalankan berbagai kegiatan sosial. Mulai dari PMI, Komite Kemanusiaan Indonesia, anggota Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia dan sebagainya. ”Kini waktu saya lebih dari 50% saya curahkan untuk kegiatan sosial kemasyarakatan,” ungkapnya. Kini Grup Para mempunyai kerajaan bisnis yang mengandalkan pada tiga bisnis inti. Pertama jasa keuangan seperti Bank Mega, Asuransi Umum Mega, Aanya yaitu bisnis televisi, TransTV. Pada bisnis pertelevisian ini, ia juga dikenal berhasil mengakuisisi televisi yang nyaris bangkrut TV7, dan kini berhasil mengubahnya jadi Trans7 yang juga cukup sukses. https://filebukulengkap.blogspot.com/Bahasa Indonesia 235 Langkah ekspansi selanjutnya adalah mendirikan perusahaan patungan dengan mantan wapres Jusuf Kalla membentuk taman wisata terbesar TRANS STUDIO di Makassar, untuk menyaingi keberadaan Universal Studio yang ada di Singapura. Taman hiburan dalam ruangan terbesar di Indonesia inipun sekarang telah merambah kota Bandung, dan sebentar lagi kota-kota besar di Indonesia lainnya. Chairul merupakan salah satu dari tujuh orang kaya dunia asal Indonesia. Dia juga satu-satunya pengusaha pribumi yang masuk jajaran orang tajir sedunia. Enam wakil Indonesia lainnya adalah Michael Hartono, Budi Hartono, Martua Sitorus, Peter Sondakh, Sukanto Tanoto, dan Low Tuck Kwong. Berkat kesuksesannya itu majalah Warta Ekonomi menganugerahi pria berdarah Minang/Padang sebagai salah seorang tokoh bisnis paling berpengaruh di tahun 2005 dan dinobatkan sebagai salah satu orang terkaya di dunia tahun 2010 versi majalah Forbes dengan total kekayaan $1 Miliar. Sumber: www.horidesign.wordpress.com Guru memandu peserta didik untuk membaca naskah drama Putu Wijaya berjudul ”Dag Dig Dug”. Pengelolaan kelas yang dapat dikembangkan guru dapat berupa belajar dalam kelompok sehingga guru dapat memandu peserta didik untuk membentuk kelompok kecil. Kemudian guru mengajak siswa untuk merefleksikan nilai-nilai yang terkandung dalam naskah drama tersebut secara singkat dan jelas. Setelah itu, guru memeinta siswa untuk presentasikan di depan kelas. DAG DIG DUG Karya Putu Wijaya Waktu Lewat. Dalam percakapan dengan Tamu. Tamu tersebut dua orang lelaki. Keempatnya duduk di sekeliling meja. Mereka minum dan makan kue berbungkus daun yang agak merepotkan untuk memakannya. Tapi semuanya mencoba makan kue yang enak tersebut sambil tetap berusaha dalam keadaan suasana bersedih. Mereka juga disuguh makan malam yang harum dan enak. Kegiatan 2 https://filebukulengkap.blogspot.com/236 Buku Guru Kelas XII SMA/MA/SMK/MAK TAMU I : Kami gembira dapat datang ke mari mengabarkan. SUAMI : O, kami juga gembira penguburannya sudah dengan sebaikbaiknya. TAMU II : Hari itu Minggu, Chairul adalah orang yang sangat kami butuhkan. SUAMI : Ya, ya! TAMU I : Kami baru beberapa bulan bekerja sama, tapi rasanya sudah lama sekali, karena ada kecocokan. SUAMI : Ya, ya. TAMU II : Tidak ada orang yang benci kepadanya karena ia polos. SUAMI : Memang. TAMU II : Ia selalu menutupi kehidupan pribadinya. Bahkan sampai pondoknya tidak kami ketahui. Setelah semalam suntuk mencari, baru ketemu. TAMU I : Anehnya lagi, beberapa hari setelah dia meninggal, seorang perempuan yang tinggal di rumah sebelahnya mati menggantung diri. TAMU II : Saya kira baiknya dijelaskan kepada Bapak ini bagaimana keadaannya pada saat terakhir, soal perempuan itu. TAMU I : Ya, tapi kau ingat, maaf … SUAMI : Silakan! (kedua tamu berbicara satu sama lain, agak rahasia, suami berbicara dengan istrinya agak keras) SUAMI : Betul, kan? ISTRI : Yah apa boleh buat, sudah takdir. SUAMI : Pantas pikiran tak enak terus, ingat pagi-pagi waktu hendak ke alun-alun, dua kali ban sepeda pecah. ISTRI : Hmm ya! SUAMI : Tapi. TAMU II : Maaf, begini, pak. https://filebukulengkap.blogspot.com/Bahasa Indonesia 237 SUAMI : Ya, ya? TAMU II : Chairul Umam, tidak jelas keluarganya dan asalnya. Satusatunya alamat yang kami dapatkan dalam kamarnya adalah alamat Bapak. Surat Bapak, maaf kami baca demikian akrab sehingga kami memutuskan untuk menghubungi Bapak. Sekian lama telah lalu, kami ingin segera urusan ini selesai. SUAMI : O, ya sudah kebiasaan saya menganggap semua orang anak. ISTRI : Maklum ada anak sendiri. Bapak kadang-kadang lupa mereka hanya mondok di sini. TAMU : Berapa lama Chairul mondok di sini, Bu? SUAMI : Lama tidaknya bukan soal saudara. Saya semua orang muda, baik mempunyai semangat, saya akui anak saya. TAMU II : O, ya! SUAMI : Ya. ISTRI : Kami tidak seperti indekosan lain. Kami tidak untuk mencari uang, iseng saja, ingin nolong yang ingin sekolah. SUAMI : Ya. Dan kebanyakan dari mereka yang sudah mondok di sini, berhasil. ISTRI : Tentu ada juga, misalnya karena kesulitan keuangan dari keluarga. TAMU I : Chairul tentunya termasuk yang belakangan ini. SUAMI : Hm! TAMU I : Menurut dugaan kami dia seorang pemberontak dalam keluarganya sehingga tidak disukai. Lalu ia memutuskan hubungannya sama sekali. SUAMI : Ya. TAMU II : Apakah ia sudah giat sejak di sini dulu? Saya kira pandangan hidup dan aktivitasnya sudah dimulainya sejak lama sekali. SUAMI : O, ya. TAMU : Dalam lingkungan kami ia termasuk paling aneh, tapi ia orang yang dalam dan berbakat besar. SUAMI : Memang. ISTRI : Dimakan lagi kuenya. https://filebukulengkap.blogspot.com/238 Buku Guru Kelas XII SMA/MA/SMK/MAK TAMU : Terima kasih, Bu, sudah penuh. ISTRI : Ibu senang bikin kue, anak-anak semuanya doyan kue. Sekarang semua sedang pulang kampungnya masingmasing. Bulan depan pasti ramai lagi. TAMU : O, ya? ISTRI : Barangkali bulan depan ada yang lulus dokter. TAMU : O, ya? ISTRI : Yang sekolah insinyur mungkin akan ke luar negeri. TAMU : O, ya? SUAMI : Lalu yang menabrak bagaimana? TAMU II : O, itu begini, Pak. Kere-kere itu sudah mencatat nomor motor yang menabrak. Sekarang sedang dalam pengusutan. Kami akan urus itu! SUAMI : Apa ini dianggap kecelakaan? TAMU I : Dalam dua hal tidak. Pertama, mereka ngebut. Kedua, mereka lari setelah nabrak. Ini sudah perkara kriminal. SUAMI : Saya harap dihukum. TAMU : O, ya! Pasti! TAMU : Kami semua merasa kehilangan. SUAMI : O, ya, memang. TAMU : Bakatnya besar sekali. Semua orang kagum karena dia tetap diam-diam dan rendah hati. SUAMI : Ya, saya maklum. TAMU II : Kami sedang merencanakan memberi sesuatu yang khusus buatnya, karena ia kelihatannya serius. SUAMI : Ya. Saya kira itu tepat untuk dia. TAMU I : Kami akan mencoba. SUAMI : O, itu baik sekali. TAMU II : Banyak pikiran-pikirannya yang cemerlang. SUAMI : O, ya? TAMU : Apakah kawan-kawannya ada di sini? https://filebukulengkap.blogspot.com/Bahasa Indonesia 239 SUAMI : Begini saudara. Kami sudah menganggapnya anak sendiri. Dia memang cerdas dan berbakat. Bapak sampai heran dalam umurnya yang sekian dahulu waktu masih di sini, ia sudah terlalu serius. Kadang-kadang bapak khawatir melihat anak-anak yang terlalu serius kurang menghiraukan dia sendiri. TAMU I : Memang ia tidak begitu mengacuhkan. SUAMI : Ya, itulah keistimewaannya. Tapi kalau diajak berpikir misalnya, soal, soal-soal segala sesuatu, pikirannya tajam sekali. TAMU I : Caranya mengupas, gemilang saya kira dia mempunyai harapan besar di kemudian hari. SUAMI : Memang. Tapi walaupun, sebagai seorang manusia dalam pergaulan, walaupun tak menghiraukan kepentingan diri sendiri, sangat memperhatikan kawan-kawannya. Suka menolong dan selalu rendah hati. TAMU II : Ya. Tak ada orang di kantor kami yang benci kepadanya. SUAMI : Memang. Budinya luhur, tidak memilih kawan, tidak pernah merugikan orang lain, malah selalu berusaha mengekang diri sendiri kalau merasa akan merugikan orang lain. Sungguh sedih kehilangan ini. Bagi Bapak semua anak-anak adalah anak bapak. Bapak sering ingat justru ia lain. Ia selalu memperhatikan, selalu berusaha mengajak bercakap-cakap menanyakan pendapat. Tampangnya begitu, tapi pikirannya maju, tetapi bapak tidak takut menghadapi pendapatpendapatnya itu, berbeda kalau Bapak menghadapi anakanak muda lain. Banyak pikiran yang tidak terlalu maju atau luar-biasa, tapi cara menyampaikan terlalu menyerang, jadi takut. Dia tidak. Dia mengerti bagaimana semuanya dengan mudah dan sederhana, sehingga saya tidak takut atau, atau iri. Atau merasa diremehkan. Pendeknya, sopan dalam segala sepak terjangnya, Yah. Kehilangan. Ini bukan pertama kalinya. Dan mereka kebanyakan yang baikbaik semua. Bapak tidak ada anak justru merasa betul kehilangan. Di sini selalu dan mendorong anak-anak, segala sepak terjangnya, kemudian selalu kami ikuti, bangga kalau mereka dapat berbuat baik walaupun tak mendapat apa-apa. Sedih kalau macet, jatuh, disingkirkan, dibenci, diftnah, https://filebukulengkap.blogspot.com/240 Buku Guru Kelas XII SMA/MA/SMK/MAK bahkan masuk penjara dan mati. Bagaimana mereka semua mulai bersungguh-sungguh, mereka semuanya, baik-baik. tetapi tentu saja ada yang bertindak keliru, salah ambil langkah atau malang seperti ini. Kami ikut sedih. Tak rela, mereka masih muda itu dikeroyok tanggung jawab tidak semestinya atau belum waktunya mereka terima! (menahan tangisnya). Saya tahu, banyak orang tua-tua, banyak, saya menyesal terhadap tindakan mereka, meskipun saya adalah saya, yang telah memaksa, bersedih, lalu menjadi musuh yang tidak pada tempatnya. Dan saya tidak dapat berbuat apa-apa mereka yang tidak kuat menahan semua ini, lalu jatuh atau mengalami kecelakaan dalam pembuangannya. (berhenti dan menyembunyikan tangisnya). Maaf, maaf. Saya selalu tak bisa menahan kalua sedang bicara … (semua diam). (tamu-tamu tersebut makan kue, suami berhasil mengekang tangisnya) SUAMI : Tak apa-apa. TAMU : Kami juga minta maaf, tidak bisa lama. SUAMI : Lho buru-buru. TAMU : Kami sudah puas bertemu Bapak. TAMU : Kami repot sekali. Banyak tugas. Besok pagi kami harus kembali ke Jakarta. ISTRI : Lho buru-buru. Nginap di sini. TAMU : Terima kasih bu. Kami repot, maklum wartawan. TAMU : Lain kali kami akan datang lagi. SUAMI : Wah, kok buru-buru. TAMU : Kami ingin sekali, tapi tugas memanggil. ISTRI : Sayang. TAMU : Apa boleh buat. SUAMI : Makan dulu kuenya! TAMU : Sudah penuh, Pak. ISTRI : Nggak enak barangkali, di Jakarta biasa roti. TAMU : Bukan begitu, Bu! https://filebukulengkap.blogspot.com/Bahasa Indonesia 241 SUAMI : Habiskan dulu. Ayolah, ini sengaja. (tamu-tamu itu terpaksa makan, tuan rumah juga ikut makan) (tamu I mengeluarkan sesuatu dari tasnya, amplop) SUAMI : (pura-pura tak melihat amplop itu). Jadi, Menteng Pulo? TAMU I : Ya. SUAMI : Bapak tahu Karet. TAMU II : Kalau bapak ingin ke Jakarta, kabarkan saja, nanti kami antar ke kuburan. ISTRI : Wah tidak ada ongkos, apalagi sebentar lagi anak-anak datang. Repot. TAMU I : Siapa tahu satu ketika. ISTRI : Saya kira. TAMU I : Siapa tahu, kalau. ISTRI : Tidak mungkin. SUAMI : Tapi benar juga, siapa tahu, satu ketika mungkin kita ada kesempatan. Pasti akan. TAMU II : Beritahu saja kepada kami. SUAMI : O, ya. Alamatnya? TAMU I : O, ya! (mengeluarkan kartu nama, tamu II mengambil kartu itu dan menulis alamatnya, lalu menyerahkan kepada suami, orang tua itu membaca alamat tersebut, tamu membenarkan). SUAMI : Mudah-mudahan, siapa tahu. TAMU I : Begini, Pak …, kami datang ke mari, pertama untuk lebih menjelaskan lagi kabar meninggalnya Chairul Umam. Yang kedua ini (meletakkan amplop di depan suami) sejumlah uang dari asuransi jiwa kecelakaan lalu lintas dan sejumlah uang dari kantor, serta kawan-kawan untuk diterimakan kepada Bapak. Jangan sampai salah paham. Semuanya ini memang tidak memadai untuk mengobati rasa kehilangan tersebut, tetapi ini adalah kewajiban kami sebagai sahabatnya. Jangan merasa ragu-ragu untuk menerima. Bapak dapat pergunakan uang ini untuk memperbaiki kuburan, berkunjung ke Jakarta, https://filebukulengkap.blogspot.com/242 Buku Guru Kelas XII SMA/MA/SMK/MAK selamatan, atau terserah. Kami ditugaskan kemari untuk menyampaikan ini, serta mendapat kewajiban menyerahkan dan jangan sampai ditolak. Terimalah! (menerimakan, suami kebingungan). TAMU II : Dan sekali lagi maafan kelancangan kami telah mengambil tindakan sendiri, semuanya demi kebaikan Chairul sendiri. (tamu berdiri). Hanya ini yang … dan seterusnya (terus berbicara, suami dan istri terpukau). (Wijaya, Putu. 2005. Dag Dig Dug. Jakarta: Balai Pustaka. Halaman 14–20) V. EVALUASI 1. PENILAIAN SIKAP a. Observasi Guru b. Penilaian Diri c. Penilaian Antarteman 2. PENILAIAN PENGETAHUAN a. Tes Tulis b. Observasi VI. REMEDIAL Sebelum kegiatan remedial dilakukan, guru perlu melakukan analisis hasil belajar siswa. Pada dasarnya, remedial secara dilakukan jika sebagian besar kompetensi siswa terkait dengan kompetensi dasar belum dicapai. Jika sebagian besar siswa sudah mencapainya, remedial bersifat klasikal (guru mengulang kembali). Jika hanya sebagian kecil, remedial dapat dilakukan melalui penugasan. VII. PENGAYAAN Guru dapat mengarahkan pengayaan pada pengembangan kebiasaan membaca dan mencipta karya sastra, termasuk esai dan kritik. Kemudian, siswa dapat memberikan semacam kesan pribadi atas hasil membacanya. https://filebukulengkap.blogspot.com/Bahasa Indonesia 243 VIII.INTERAKSI DENGAN ORANG TUA PESERTA DIDIK Interaksi dengan orang tua dilakukan untuk mengomunikasikan tugas mandiri dan hasil belajar (portofolio) siswa kepada orang tua. Tugas mandiri dan melakukan observasi harus disampaikan secara resmi melalui surat izin kepada orang tua apabila siswa ditugaskan melakukan observasi di luar jam sekolah. Orang tua juga diminta menandatangani dan memberi komentar lembar tugas atau lembar jawaban ulangan anaknya pada bagian yang telah disediakan. Lembar tugas dan lembar jawaban ulangan yang telah ditandatangani orang tua/wali. Kemudian, diserahkan kembali kepada guru untuk disimpan. https://filebukulengkap.blogspot.com/244 Buku Guru Kelas XII SMA/MA/SMK/MAK Daftar Pustaka Adler, M.J. dan Charles van Doren. 2007.How to Read a Book: Cara Jitu Mencapai Puncak Tujuan. Penerjemah A. Santoso dan Ajeng HP. iPublishing. Hakim, Nadliful. 2015.Makalah. ”Pasar tunggal ASEAN Economic Community (AEC) 2015 Peluang atau Ancaman?” Kedaulatan Rakyat. 2014. Kedaulatan Rakyat, 6 Januari 2014. ”Kado Tahun Baru 2014 Pertamina”. Kompas. 2011. Kompas, 28 November 2011. ”Jembatan Mahakam yang Diresmikan Tahun 2002 Ambruk!” Kuncoro, Mudrajad. 2009. Mahir Menulis: Kiat Jitu Menulis Artikel Opini, Kolom, dan Resensi Buku. Jakarta: Erlangga. Muhammad, Damhuri. Kompas Minggu, 29 September 2013. Lelaki Ragi dan Perempuan Santan. Nurbaya, St. (Ed.). 2011. Bahasa Indonesia (Panduan Menulis Karya Ilmiah). Yogyakarta: Kanwa Publisher. Sayuti, S.A. 2000. Berkenalan dengan Prosa Fiksi. Yogyakarta: Gama Media. Sumardjo, J. 1991. Pengantar Novel Indonesia. Bandung: Citra Adtya Bakti. Suparno dan Mohamad Yunus. 2004. Materi Pokok Keterampilan Dasar Menulis. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka. Suryaman, M. 2012. Metodologi Pembelajaran Bahasa. Yogyakarta: UNY Press. Suryaman, M., Wiyatmi, Nurhadi, dan Else Liliani. 2012. Sejarah Sastra Indonesia Berperspektif Gender. Yogyakarta: Leutikaprio. Tohari, Ahmad. 2011. Ronggeng Dukuh Paruk. Jakarta: PT Gramedia. Waluyo, Herman J. 2002. Drama: Teori dan Pengajarannya. Yogyakarta: PT Hanindita Graha Widya. Wiyatmi. 2009. Pengantar Kajian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Book Publisher. Santrock, John W. 2008. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Penerbit Kencana. https://filebukulengkap.blogspot.com/Bahasa Indonesia 245 Internet: http// www.tempo.co edisi 12 Mei 2015 http://nasional.sindonews.com edisi Kamis, 30 Juli 2015 https://id.wikipedia.org/wiki/Ronggeng_Dukuh_Paruk Berbahasa-bersastra.blogspot.com www.allchussna.wordpress.com www.goodreads.com www.jophouse.com https://filebukulengkap.blogspot.com/246 Buku Guru Kelas XII SMA/MA/SMK/MAK Glosarium adverbial frekuentif : adverbia yang menggambarkan makna yang berhubungan dengan tingkat kekerapan terjadinya sesuatu yang diterangkan adverbia itu aktual : sedang menjadi pembicaraan orang banyak atau baru saja terjadi argumen : alasan yang dapat dipakai untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat, pendirian, atau gagasan artikel : karya tulis lengkap, misalnya laporan berita atau esai dalam majalah, surat kabar editorial : artikel dalam surat kabar atau majalah yang mengungkapkan pendirian editor atau pimpinan surat kabar (majalah) tersebut mengenai beberapa pokok masalah, tajuk rencana esai : karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya fakta : hal (keadaan, peristiwa) yang merupakan kenyataan, sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi fenomenal : luar biasa, hebat, dan dapat dirasakan pancaindra fiksi : rekaan; khayalan; tidak berdasarkan kenyataan identitas : ciri-ciri atau keadaan khusus seseorang ikhtisar : pemandangan secara ringkas (yang penting-penting saja); ringkasan imajinasi : daya pikir untuk membayangkan (dalam angan-angan) imajinatif : mempunyai atau menggunakan imajinasi; bersifat khayal kata kerja material : kata kerja yang menggambarkan suatu tindakan keterangan aposisi : keterangan yang memberi penjelasan kata benda. Jika ditulis, keterangan ini diapit tanda koma atau tanda pisah atau tanda kurung komplikasi : kerumitan https://filebukulengkap.blogspot.com/Bahasa Indonesia 247 konektor kronologis : kata hubung yang menunjukkan urutan waktu konjungsi : kata atau ungkapan penghubung antarkata, antarfrasa, antarklausa, dan antarkalimat kritik : tanggapan, kadang-kadang disertai uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap suatu hasil karya kualifikasi : keahlian yang diperlukan untuk melakukan sesuatu (menduduki jabatan) modalitas : cara pembicara menyatakan sikap terhadap suatu imajinasi dalam komunikasi antarpribadi (barangkali, harus, dan sebagainya) nonfiksi : yang tidak bersifat fiksi, tetapi berdasarkan fakta dan kenyataan (tentang karya sastra, karangan) novel : karangan prosa yang panjang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku nukilan : kutipan atau tulisan yang dicantumkan pada suatu benda opini : pendapat; pikiran; pendirian orientasi : pengenalan awal dalam sebuah cerita prosa fiksi : karangan bebas yang bersifat fiktif redaksi : badan (pada persuratkabaran) yang memilih dan menyusun tulisan yang akan dimasukkan ke dalam surat kabar dsb) rekon faktual (informasional) : novel yang memuat kejadian faktual seperti eksperimen ilmiah, laporan polisi, dan lain-lain rekon imajinatif : novel yang memuat kisah faktual yang dikhayalkan dan diceritakan secara lebih rinci rekon pribadi : novel yang memuat kejadian di mana penulisnya terlibat secara langsung rekon : cerita ulang resensi : pertimbangan atau pembicaraan tentang buku; ulasan buku https://filebukulengkap.blogspot.com/248 Buku Guru Kelas XII SMA/MA/SMK/MAK resolusi : tahap penyelesaian dalam sebuah cerita narasi riwayat hidup : uraian tentang segala sesuatu yang telah dialami (dijalankan) seseorang tajuk rencana : karangan pokok dalam surat kabar teks opini : teks yang merupakan wadah untuk mengemukakan pendapat atau pikiran verba : kata yang menggambarkan proses, perbuatan, atau keadaan; kata kerja https://filebukulengkap.blogspot.com/Bahasa Indonesia 249 Nama Lengkap : Dr. Maman Suryaman, M.Pd. Telp. Kantor/HP : (0274)586168 / 081321775597 E-mail : maman_suryaman@uny.ac.id maman_ surya@yahoo.com Akun Facebook : maman_surya@yahoo.com Alamat Kantor : Kampus Karangmalang - Yogyakarta Bidang Keahlian : Pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Riwayat pekerjaan/profesi dalam 10 tahun terakhir: 1. Dosen tetap FBS UNY 1992–sekarang 2. Wakil Dekan I Bidang Akademik, Penelitian dan PPM 2015–sekarang 3. Ketua Jurusan merangkap Ketua Program Studi 2011–2015 4. Ketua Redaksi Jurnal Kependidikan Terakreditasi Nasional 2011 5. Sekjen Masyarakat Penelitian Pendidikan Indonesia (MPPI) 2013 6. Pengurus APROBSI Bidang Akademik 2014–sekarang Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar: 1. S3: PPs /Prodi Pendidikan Bahasa di UPI (1997–2001) 2. S2: PPs/Prodi Pendidikan Bahasa di UPI (1994–1997) 3. S1: FPBS/Jur. PBSI di IKIP Bandung (1986–1991) Judul Buku yang Pernah Ditelaah (10 Tahun Terakhir): 1. Metodologi Pembelajaran Bahasa (2012) 2. Puisi Indonesia (2012) 3. Sejarah Sastra Berperspektif Gender (2012) 4. Panduan Penulisan Bahan Ajar Bahasa Indonesia (2012) 5. Panduan Pendidik Bahasa Indonesia SMP (2011) 6. Buku Pelajaran Bahasa Indonesia SMA (2009) 7. Model Panduan Pendidik Pengajaran Sastra (2008) 8. Pedoman Penulisan Buku Teks Pelajaran Bahasa Indonesia (2008) Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): 1. Pengembangan Membaca Sastra Mahasiswa (2015) 2. Evaluasi Diri Strategi Belajar Mahasiswa Program S2 PBSI (2015) 3. Pengembangan Buku Cerita Anak Berbasis Pend. Karakter (2014) 4. Perbandingan Kesadaran Feminis dalam Novel-Novel Indonesia (2013) 5. Analisis Hasil Belajar Peserta Didik dalam Literasi Membaca (2011) 6. Pengembangan Model Buku Teks Pelajaran Bahasa Indonesia (2011) 7. Pengembangan Model Buku Ajar Sejarah Sastra Indonesia (2009) 8. Pengembangan Model Buku Panduan Pendidik Peng. Bahasa (2008) Profl Penulis https://filebukulengkap.blogspot.com/250 Buku Guru Kelas XII SMA/MA/SMK/MAK Nama Lengkap : Istiqomah, S.Pd., M.Pd. Telp. Kantor/HP : (0341) 591310 / 081334231701 E-mail : istiqomahalmaky@yahoo.co.id Akun Facebook : faradina izdhihary dua Alamat Kantor : Jl. Perjuangan 32 Cirebon Bidang Keahlian : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Riwayat pekerjaan/profesi dalam 10 tahun terakhir: 1. Tahun 1999 – 2009 guru di SMA Negeri 2 Batu 2. Tahun 2009 – sekarang guru di SMA Negeri 1 Batu Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar: 1. S2: Pascasarjana/Manajemen Pendidikan/Kepengawasan/Universitas Negeri Malang (2007–2009) 2. S1: Pendidikan Bahasa dan Seni/Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia/ IKIP Malang (1989–1993) Judul Buku yang Pernah Ditelaah (10 Tahun Terakhir): 1. Tuhan, Aku Malu (2010) kumpulan puisi menggunakan nama pena Faradina Izdhihary 2. Membaca Hujan, (2011) kumpulan cerpen menggunakan nama pena Faradina Izdhihary 3. SepuƟh Cinta Hawna (2011) Novel menggunakan nama pena Faradina Izdhihary. 4. Safir Cinta (2012) Novel menggunakan nama pena Faradina Izdhihary. 5. Menantu untuk Ibu (2014) Novel menggunakan nama pena Faradina Izdhihary 6. Kelinci-Kelinci Ujian Cinta (2014), kumpulan cerpen menggunakan nama pena Faradina Izdhihary 7. Sukses Uji Kompetensi Guru (2013), uku pendidikan Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): 1. Pemanfaatan Kartu Soal Sebagai Media Pembelajaran dalam Pembelajaran Materi ”Perkembangan Genre Sastra Indonesia” di kelas XI Bahasa SMAN 2 Batu. (Penelitian Tindakan Kelas, 2006) 2. Pemanfaatan Kliping Foto Berita sebagai Media Pembelajaran dalam Pembelajaran ”Menulis Cerpen Berdasarkan Realitas Sosial” di Kelas XI Semester Genap 2006/2007 SMAN 2 Batu (Penelitian Tindakan Kelas, 2007) 3. Pemanfaatan Facebook sebagai Media Pembelajaran Menulis Cerpen Bagi Siswa Kelas XI Bahasa SMAN 1 Batu (Dalam Penugasan Mandiri). (Penelitian Tindakan Kelas, 2010) 4. Peningkatan Minat dan hasil Belajar Menulis Paragraf Deskripsi dengan Media Foto Obyek Wisata Kota Batu dan Self Correction Terbimbing pada Siswa Kelas X.10 SMA Negeri 1 Batu Tahun 2011/ 2012. (Penelitian Tindakan Kelas, 2007), Artikel ilmiahnya dimuat di Jurnal Kelasa, Kelebat Masalah Bahasa dan Sastra. ISSN 1907-7165 Volume 7, Nomor 1 Juni 2012 https://filebukulengkap.blogspot.com/Bahasa Indonesia 251 5. Peningkatan Minat dan hasil Belajar Menulis Paragraf Deskripsi dengan Media Foto Obyek Wisata Kota Batu dan Self Correction Terbimbing pada Siswa Kelas X.10 SMA Negeri 1 Batu Tahun 2011/ 2012. (Penelitian Tindakan Kelas, 2012; Diserahkan ke perpustakaan sekolah) 6. Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Menulis Laporan Hasil Wawancara melalui Penerapan Modifkasi Pembelajaran Kooperatif Model CIRC dengan Media Batik Metro TV bagi Siswa Kelas X.4 SMA Negeri 1 Batu Tahun 2011/2012. (2012) Diserahkan ke perpustakaan dan dimuat di Jurnal Ilmiah ”Jembatan Merah” edisi Desember 2012. ISSN: 1907-1779 (Balai Bahasa Jawa Timur) 7. Penerapan Metode KB dengan Video K-3 untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran Teks Negosiasi (Dimuat pada jurnal ”Jembatan Merah”, Terbitan Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, Vol 10. Edisi Desember 2014. ISSN 1907-1779 8. Pengembangan Bahan Ajar Sastra Berbasis Kearifan Lokal sebagai Upaya Pendidikan Karakter Bangsa dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk SMA kelas X (Penelitian Pengembangan didanai Hibah Penelitian Guru dan Dosen, Puslitjak, Kemendikbud dan dimuat pada Jurnal Ilmiah Nasional EDUKASI, Tahun 2 Nomor II tahun 2015), sebagai Ketua 9. Penerapan Pembelajaran Kontekstual dengan Media Video pada Pembelajaran Teks Negosiasi bagi Siswa Kelas X di SMA Negeri 1 Batu Tahun Ajaran 2014/ 2015 (Penelitian Tindakan Kelas, 2015. didanai Hibah PTK Guru 2015, Puslitjak, Kemendikbud; Artikel ilmiahnya dimuat pada jurnal ”Jembatan Merah”, Terbitan Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, Vol 12. Edisi Desember 2014. ISSN 1907–1779) https://filebukulengkap.blogspot.com/252 Buku Guru Kelas XII SMA/MA/SMK/MAK Nama Lengkap : Prof. Dr.Suherli, M.Pd. Telp. Kantor/HP : 0231206558 / 085659865021 E-mail : suherli2@gmail.com Akun Facebook : Suherli Kusmana Alamat Kantor : SMA Negeri 1 Batu Jawa Timur Jalan KH Agus Salim 57 Batu Jawa Timur Bidang Keahlian : Menulis (fksi, puisi, dan KTI), publik speaking, melatih menulis dan membaca puisi. Riwayat pekerjaan/profesi dalam 10 tahun terakhir: 1. Dosen Kopertis IV dpk Universitas Galuh 1988–2013; 2. Dosen Kopertis IV dpk Universitas Swadaya Gunung Jati 2014–sekarang; 3. Ketua Asosiasi Pengajar Bahasa Indonesia (APBI) 2013–sekarang; 4. Pengurus Harian Asosiasi Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia (APROBSI) 2014–sekarang; Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar: 1. S3: Program Pascasarjana/Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia UPI Bandung (1998–2002) 2. S2: Program Pascasarjana/Program Studi pendidikan Bahasa Indonesia IKIP Bandung (1993–1996) 3. S1: Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni/Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP Bandung (1984–1988) Judul Buku yang Pernah Ditelaah (10 Tahun Terakhir): 1. Menulis Karangan Ilmiah: Kajian dan Panduan (2007) 2. Pelajaran Bahasa Indonesia untuk SMA (2008) 3. Guru Bahasa Indonesia Profesional (2009) 4. Pembelajaran Bahasa Indonesia yang Cerdas dan Menyenangkan (2010) 5. Merancang Karya Tulis Ilmiah (2011) 6. Model Pembelajaran Siswa AkƟf (2012) 7. KreaƟvitas Menulis (2014) Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): 1. Kajian Keterbacaan Buku Teks Pelajaran: Sebuah (Preliminary Study Terhadap Buku Teks Pelajaran Sekolah Dasar Berstandar Nasional Berdasarkan Profl Membaca Siswa, Keterpahaman Bacaan, dan Keterpakaian dalam Pembelajaran) 2006 2. Kajian Keterbacaan Buku Teks Pelajaran untuk SMP/MTs (Studi terhadap Keterbacaan Buku Teks Pelajaran Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Matematika Berstandar Nasional) tahun 2007 3. Studi Realitas dan Ekspektasi terhadap Dosen, Mahasiswa, dan Kelembagaan PAI di Perguruan Tinggi Umum se-Jawa Timur (2008) 4. Model Pembinaan Imtak dan Aktivitas Mesjid Kampus (Studi Terhadap Realitas dan Ekspektasi pada Perguruan Tinggi Umum (PTU) di Daerah Istimewa Yogjakarta sebagai Dasar Perumusan Standarisasi Bina Imtak dan Masjid Kampus) 2009 https://filebukulengkap.blogspot.com/Bahasa Indonesia 253 5. Kontribusi Pembinaan Imtak dan Aktivitas Mesjid Kampus terhadap Pembinaan Sumber Daya Manusia pada PTAI di Priangan Timur (2010) 6. Kajian terhadap Eksistensi dan Peranserta Organisasi Kemasyarakatan dalam Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Ciamis (2011) 7. Studi terhadap Nilai-nilai Budaya Lokal sebagai Basis Pengembangan Karakter dan Jati Diri (2012) 8. Kajian Efektivitas Pengembangan Objek Wisata Pangandaran (tahun 2013) 9. Kajian Penggunaan Metode Pembelajaran Bahasa Indonesia yang Digunakan Guru dalam Pembelajaran (Studi Kasus di Cirebon, Kuningan, Ciamis, dan Banjar) pada 2014 10. Studi tentang Kebutuhan Bahan Ajar dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia pada SMP/MTs serta SMA/MA/SMK di Wilayah III Cirebon (2015) https://filebukulengkap.blogspot.com/254 Buku Guru Kelas XII SMA/MA/SMK/MAK Nama Lengkap : Dr. Dwi Purnanto, M.Hum. Telp. Kantor/HP : 0271-712655 / 08122615054 E-mail : dwi.purnanto@yahoo.com Akun Facebook : - Alamat Kantor : F UNS Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta 57126 Keahlian : Lektor Kepala Riwayat pekerjaan/profesi dalam 10 tahun terakhir: 1. 2005 – 2007: Penelaah Buku Bahasa Indonesia SMP & SMA. Pusbuk. Kemendiknas 2. 2015 – 2016: Penelaah Buku Bahasa Indonesia SMP & SMA. Pusbuk. Kemendiknas Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar: 1. S1: Linguistik/ Universitas Sebelas Maret Surakarta, (tahun masuk 1979– tahun lulus 1984) 2. S2: Linguistik/ Universitas Sebelas Maret Surakarta, (tahun masuk 1998– tahun lulus 2001) 3. S3: Linguistik/ Universitas Sebelas Maret Surakarta, (tahun masuk 2002– tahun lulus 2010) Judul Buku yang Pernah Ditelaah (10 Tahun Terakhir): 1. Register dan Kerangka Kerja Analisisnya dalam Majalah Jala Bahasa Volume 7 Nomor 1 Mei 2011 2. Struktur Wacana Persidangan Pidana dalam Majalah Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 23 No. 1 3. Menyumbang artikel Prinsip-Prinsip Interaksi dalam Persidangan Pidana dalam Proceeding Seminar Internasional Optimalisasi Pemanfaatan Potensi Bahasa, Sastra dan Kebudayaan Indonesia, serta Komunikasi Sosial-Politik pada Era Globalisasi 2010 4. Menyumbang artikel Pemakaian Bahasa Hukum Pidana dalam buku Panorama Pengkajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya. 2009. Surakarta: Program S3 dan S2 Pascasarjana dan Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret. 2009 5. Register Pialang Kendaraan Bermotor. 2002 6. Radikalisme Keagamaan dan Perubahan Sosial (Penelitian dari The Asia Foundation). 2002 7. Menyumbang artikel Karakteristik Pemakaian Bahasa Pialang Kendaraan Bermotor di Surakarta dalam buku Bahasa dan Sastra Indonesia Menuju Peran Transformasi Sosial Budaya Abad XXI. Editor: Sujarwanto dan Jabrohim. 2002 Profl Penelaah https://filebukulengkap.blogspot.com/Bahasa Indonesia 255 Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): 1. Struktur, Fungsi, dan Penafsiran Makna Pemakaian Bahasa Hukum Pidana di Pengadilan Wilayah Surakarta 2010 2. Tindak Tutur Direktif dalam Persidangan Pidana di Wilayah Surakarta tahun 2011 3. Strategi Tanya Jawab dalam Persidangan di Wilayah Surakarta 2012 ; 4. Prinsip-Prinsip Interaksi dalam Persidangan Pidana di Wilayah Surakarta 2013 5. Pemerolehan Bahasa Anak-Anak Idiot (Down Syndrome) di Kabupaten Ponorogo Jawa Timur (Kajian Psikolinguistik) 2014 6. Kearifan Lokal Petani dan Persepsinya terhadap Pekerjaan Non-Petani Masyarakat di Kabupaten Ngawi (Kajian Etnolinguistik) 2015 7. Ketidaksantunan Berbahasa dalam Persidangan Pidana di Wilayah EksKaresidenan Surakarta 2015 8. Kesantunan Kritik dalam Masyarakat Etnik Madura: Kajian Pemberdayaan Fungsi Bahasa 2015 Nama Lengkap : Prof. Dr. Muhammad Rapi Telp. Kantor/HP : 0411861508 / 081354955411 E-mail : muh.rapitang@gmail.com Akun Facebook : mrt muh Alamat Kantor : kampus UNM parantambung FEB Keahlian : Bahasa dan Sastra Indonesia Riwayat pekerjaan/profesi dalam 10 tahun terakhir: 1. 2000–2016 Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Makassar Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar: 1. S3: Bahasa dan Sastra Indonesia Program Pasca Sarjana Universitas Padjajaran (1996–2001) 2. S2: Bahasa dan Sastra Indonesia Program Pasca Sarjana (1989–1991) 3. S1: Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP Ujung Pandang (1980–1986) Judul Buku yang Pernah Ditelaah (10 Tahun Terakhir): 1. Bahasa Indonesia kelas 1,2,3 SMP, SMA, SMK Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): - https://filebukulengkap.blogspot.com/256 Buku Guru Kelas XII SMA/MA/SMK/MAK Nama Lengkap : Yadi Mulyadi, S.S. Telp. Kantor/HP : (022) 5403533 / 081 321 308 202 E-mail : ach_teuing@yahoo.com/yadi.edun@gmail.com Akun Facebook : https://www.facebook.com/yadim1 Alamat Kantor : Jl. Permai 28 Nomor 100, Margahayu Permai, Bandung Keahlian : Bahasa dan Sastra Indonesia Riwayat pekerjaan/profesi dalam 10 tahun terakhir: 1. 2011–2016 : Editor dan Penulis di Yrama Widya, Bandung 2. 2012–2014 : Staff Pengajar MKDU Bahasa Indonesia, Akper Kebonjati, Bandung 3. 2012 : Redaktur Bahasa Majalah Pendidikan Surya Medali, PT Satu Nusa, Bandung 4. 2006–2011 : Koord. Editorial CV Acarya Media Utama, Bandung Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar: 1. S-1 : Bahasa dan Sastra Indonesia, UPI Bandung (2002–2006) Judul Buku yang Pernah Ditelaah (10 Tahun Terakhir): 1. Bahasa Indonesia SMA-MA/SMK–MAK Kelas X–XII (Kemdikbud, 2016) 2. Jenis-Jenis Teks dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK: Analisis Fungsi, Struktur, dan Kaidah, serta Langkah-Langkah Penulisannya (Yrama Widya, 2014) 3. Strategi Belajar dan Pembelajaran Implementasi Kurikulum 2013 (Yrama Widya, 2014) 4. Bahasa Indonesia SD/MI Kelas I–VI (Yrama Widya, 2012) 5. Menuju Mahir Berbahasa dan Bersastra Indonesia Kelas X (Acarya Media Utama, 2008) 6. Menuju Mahir Berbahasa dan Bersastra Indonesia Kelas XI, XII Program Bahasa (Acarya Media Utama, 2008) 7. Menuju Mahir Berbahasa dan Bersastra Indonesia Kelas XI, XII Program IPAIPS (Acarya Media Utama, 2008) 8. Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII, VIII, dan IX (Acarya Media Utama, 2008) Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir)

COMMENTS

ad300
Name

'Kelas 1,24,'Kelas 10,24,'Kelas 11,10,'Kelas 12,20,'Kelas 2,12,'Kelas 3,36,'Kelas 4,22,'Kelas 5,27,'Kelas 6,22,'Kelas 7,9,'Kelas 8,20,'Kelas 9,19,Buku Agama Guru 1,4,Buku Agama Guru 10,5,Buku Agama Guru 12,4,Buku Agama Guru 3,5,Buku Agama Guru 5,4,Buku Agama Guru 6,5,Buku Agama Guru 7,4,Buku Agama Guru 8,3,Buku Agama Guru 9,5,Buku Agama Siswa 1,4,Buku Agama Siswa 10,5,Buku Agama Siswa 12,4,Buku Agama Siswa 3,5,Buku Agama Siswa 4,5,Buku Agama Siswa 5,5,Buku Agama Siswa 6,5,Buku Agama Siswa 7,5,Buku Agama Siswa 8,4,Buku Agama Siswa 9,4,Buku Guru 1,8,Buku Guru 10,3,Buku Guru 12,6,Buku Guru 2,8,Buku Guru 3,14,Buku Guru 4,8,Buku Guru 5,9,Buku Guru 6,6,Buku Guru 8,1,Buku Guru 9,9,Buku Guru Agama 11,5,Buku Siswa 1,7,Buku Siswa 10,11,Buku Siswa 12,6,Buku Siswa 2,4,Buku Siswa 3,12,Buku Siswa 4,10,Buku Siswa 5,9,Buku Siswa 6,6,Buku Siswa 8,12,Buku Siswa 9,1,Buku Siswa Agama 11,5,SMK 10,1,SMK 11,11,
ltr
item
File Buku BSD/BSE Kurikulum 2013: Bahasa Indonesia Buku Guru Kelas 12-XII Kurikulum 2013 Revisi 2018
Bahasa Indonesia Buku Guru Kelas 12-XII Kurikulum 2013 Revisi 2018
https://1.bp.blogspot.com/-6LsbnRzDlFk/WwhB5apTh5I/AAAAAAAAM5g/RpObbwoSY0Muwp_5mzeEiilPVIKhI5E2gCLcBGAs/s320/Bahasa-Indonesia-Buku-Guru-Kelas-12-XII-Kurikulum-2013-Revisi-2018.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-6LsbnRzDlFk/WwhB5apTh5I/AAAAAAAAM5g/RpObbwoSY0Muwp_5mzeEiilPVIKhI5E2gCLcBGAs/s72-c/Bahasa-Indonesia-Buku-Guru-Kelas-12-XII-Kurikulum-2013-Revisi-2018.jpg
File Buku BSD/BSE Kurikulum 2013
https://www.filebuku.com/2018/05/bahasa-indonesia-buku-guru-kelas-12-xii.html
https://www.filebuku.com/
https://www.filebuku.com/
https://www.filebuku.com/2018/05/bahasa-indonesia-buku-guru-kelas-12-xii.html
true
2466078301116664360
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy