PPKn Buku Guru Kelas 12-XII Kurikulum 2013 Revisi 2018

Kelas 12 Judul PPKn Buku Guru Kelas 12-XII Kurikulum 2013 Revisi 2018 Tahun 2018 Keterangan Katalog Dalam Terbitan (KDT) ...

Kelas 12
Judul PPKn Buku Guru Kelas 12-XII Kurikulum 2013 Revisi 2018
Tahun 2018
Keterangan Katalog Dalam Terbitan (KDT)
Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan : buku guru / Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan.-- . Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,
2018. x, 190 hlm. :
ilus. ; 25 cm.
Untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII
ISBN 978-602-427-094-0 (jilid lengkap)
ISBN 978-602-427-097-1 (jilid 3)
1. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan -- Studi dan Pengajaran I. Judul
II. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
600
Penulis : Yusnawan Lubis dan Mohamad
Sodeli.
Penelaah : Dadang Sundawa dan Nasiwan.
Pe-review : Ujang Suherman
Penyelia Penerbitan : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
Cetakan ke-1, 2015 (ISBN 978-602-427-097-1)PPKn iii
Cetakan Ke-2, 2017 (Edisi Revisi)
Download Server 1 [ Mediafire ]
Server 2 [ GDrive ]

Hak Cipta © 2018 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang-Undang Disklaimer: Buku ini merupakan buku guru yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi Kurikulum 2013. Buku guru ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan dipergunakan dalam tahap awal penerapan Kurikulum 2013. Buku ini merupakan ”dokumen hidup” yang senantiasa diperbaiki, diperbarui, dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku ini. Katalog Dalam Terbitan (KDT) Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan : buku guru / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.-- . Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018. x, 190 hlm. : ilus. ; 25 cm. Untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII ISBN 978-602-427-094-0 (jilid lengkap) ISBN 978-602-427-097-1 (jilid 3) 1. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan -- Studi dan Pengajaran I. Judul II. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 600 Penulis : Yusnawan Lubis dan Mohamad Sodeli. Penelaah : Dadang Sundawa dan Nasiwan. Pe-review : Ujang Suherman Penyelia Penerbitan : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. Cetakan ke-1, 2015 (ISBN 978-602-427-097-1) Cetakan Ke-2, 2017 (Edisi Revisi) Disusun dengan huruf Times New Roman, 12 pt. Kata Pengantar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) adalah mata pelajaran yang dirancang untuk membekali siswa dengan keimanan dan akhlak mulia sebagaimana diarahkan oleh falsafah hidup bangsa Indonesia yaitu Pancasila. Melalui pembelajaran PPKn, siswa dipersiapkan untuk dapat berperan sebagai warga negara yang efekƟ f dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, dalam mata pelajaran ini membahas secara utuh materi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika. Materi-materi tersebut, diharapkan dapat diterjemahkan oleh siswa di dalam tata cara kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat dengan Ɵ dak mengesampingkan nilai-nilai universal kemanusiaan dalam implementasinya. Sebagai bagian dari Kurikulum 2013, kompetensi yang dibentuk melalui pembelajaran PPKn untuk Pendidikan Menengah Kelas XII haruslah mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. KeƟ ga kompetensi tersebut, diajarkan untuk membuat siswa terampil dalam menerapkan hasil pembelajaran PPKn dalam kehidupan nyata. Hal tersebut diharapkan dapat membentuk siswa menjadi seorang warga negara yang taat dan meyakini falsafah hidup bangsa Indonesia dalam kesehariannya. Dengan demikian, kompetensi lulusan pendidikan menengah mampu menjadi cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. Untuk mencapai kompetensi seperƟ di atas, pembelajaran PPKn dirancang berbasis akƟ vitas. Berbagai akƟ vitas yang dibuat, akan disesuaikan dengan tema kewarganegaraan. Hal itu diharapkan dapat mendorong siswa menjadi warga negara yang bertanggung jawab melalui kepeduliannya terhadap permasalahan dan tantangan yang dihadapi bangsa, negara, dan masyarakat sekitar sampai peradaban dunia. Kepedulian tersebut, ditunjukkan dalam bentuk parƟ sipasi akƟ f dalam pengembangan komunitas yang terkait dengan dirinya. Kompetensi yang dihasilkan bukan lagi terbatas pada kajian pengetahuan ataupun keterampilan penyajian dalam bentuk karya tulis akan tetapi, lebih ditekankan kepada keterampilan berbentuk Ɵ ndakan nyata sebagai perwujudan dari sikap peduli, bertanggung jawab, dan cinta tanah air yang telah terasah dalam diri siswa. Buku ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan siswa untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam Kurikulum 2013, siswa diajak menjadi berani untuk mencari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Adapun peran guru adalah meningkatkan dan menyesuaikan daya serap siswa dengan ketersediaan kegiatan pada buku ini. Oleh karena itu, guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial serta alam sekitarnya. Sebagai edisi pertama, bu ku ini sangat terbuka terhadap masukan dan akan terus dilakukan perbaikan dan penyempurnaan. Oleh karena itu, kami mengundang para pembaca untuk memberikan kriƟ k, saran, dan masukan guna perbaikan dan penyempurnaan edisi berikutnya. Atas kontribusi tersebut, kami ucapkan terima kasih. Mudah-mudahan kita dapat memberikan yang terbaik bagi kemajuan dunia pendidikan dalam rangka mempersiapkan generasi seratus tahun Indonesia Merdeka (2045). Tim Penulis Daftar Isi Kata Pengantar .......................................................................................... iii Daftar Isi ...................................................................................................... v Daftar tabel ................................................................................................. vii Keunggulan Buku ...................................................................................... viii Bagian 1 : Petunjuk Umum .............................................. 1 A. Maksud dan Tujuan Buku Guru............................................. 1 B. Petunjuk Penggunaan Buku Guru........................................... 2 C. KI dan KD dalam Kurikulum 2013 ............................................ D. Karakteristik Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan 3 Kewarganegaraan (PPKn) ......................................................... E. Strategi Pembelajaran Mata Pelajaran Pendidian 5 Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) ............................... 10 F. Strategi Dasar Penilaian Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) ................................................. 25 G. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan ............................... Bagian 2: Petunjuk Khusus Pembelajaran 38 Per Bab .......................................................................... 41 Peta Materi dan Pembelajaran Bab 1 ............................................. BAB 1 : Kasus-Kasus Pelanggaran Hak dan Pengingkaran 43 Kewajiban dalam Perspektif Pancasila .............................. 44 A. Kompetensi Inti (KI) ........................................................................ B. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian 44 Kompetensi (IPK) ............................................................................. 45 C. Materi Pembelajaran ..................................................................... 46 D. Proses Pembelajaran ..................................................................... 46 E. Pengayaan .......................................................................................... 75 F. Remedial ........................................................................................... 75 G. Interaksi Guru dan Orang Tua .................................................... 75 Peta Materi dan Pembelajaran Bab 2 ............................................. BAB 2 : Perlindungan dan Penegakan Hukum 77 di Indonesia ................................................................. 78 A. Kompetensi Inti (KI) ....................................................................... B. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian 78 Kompetensi (IPK) ........................................................................... 78 C. Materi Pembelajaran ..................................................................... 80 D. Proses Pembelajaran ..................................................................... 81 E. Pengayaan ......................................................................................... 109 F. Remedial ............................................................................................ 110 G. Interaksi Guru dan Orang Tua ..................................................... 110 Peta Materi dan Pembelajaran Bab 3 ............................................. BAB 3 : Mewaspadai Ancaman Terhadap Negara 111 Kesatuan Republik Indonesia .................................... 112 A. Kompetensi Inti (KI) ....................................................................... B. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian 112 Kompetensi (IPK) ............................................................................. 113 C. Materi Pembelajaran ..................................................................... 114 D. Proses Pembelajaran ..................................................................... 114 E. Pengayaan ......................................................................................... 131 F. Remidial .............................................................................................. 131 G. Interaksi Guru dan Orang Tua ..................................................... 131 Peta Materi dan Pembelajaran Bab 4 ............................................. BAB 4 : Menelusuri Dinamika Persatuan dan Kesatuan 133 Bangsa dalam Konteks NKRI ...................................... 134 A. Kompetensi Inti (KI) ....................................................................... B. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian 134 Kompetensi (IPK) ............................................................................ 135 C. Materi Pembelajaran ..................................................................... 136 D. Proses Pembelajaran ..................................................................... 136 E. Pengayaan ......................................................................................... 162 F. Remidial .............................................................................................. 162 G. Interaksi Guru dan Orang Tua .................................................... 162 Daftar Pustaka .................................................................................. 161 Glosarium .......................................................................................... 167 Indeks ................................................................................................ 171 Lampiran ........................................................................................... 174 Profi le Penulis ................................................................................... 184 Profi le Penelaah ................................................................................ 187 Profi le Editor ..................................................................................... 190 Daftar Tabel Tabel 1 Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran PPKn kelas XII. ............................................................. 3 Tabel 2 Kegiatan Belajar. ................................................................. 14 Tabel 3 Model-Model Pembelajaran Khas PPKn. .................... Tabel 4 Contoh format dan pengisian jurnal guru 17 mata pelajaran PPKn. .................................................................. Tabel 5 Contoh pengolahan nilai pengetahuan 30 mata pelajaran PPKn kelas XII. ................................................. Tabel 6 Contoh pengolahan nilai keterampilan 36 mata pelajaran PPKn kelas XII. ................................................. 38   Keunggulan Buku Buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) ini merupakan buku pegangan dalam proses pembelajaran. Buku ini banyak sekali manfaatnya bagi siswa dan guru. Bagi siswa, buku ini akan mengantarkan mereka memperoleh wawasan yang diperlukan untuk menjadi warga negara yang baik. Sedangkan bagi guru, buku ini dapat dijadikan sebagai panduan dalam melaksanaan proses pembelajaran, baik di dalam maupun di lingkungan sekolah. Penyusunan buku ini diharapkan menjadi jawaban atas tuntutan terhadap adanya buku pelajaran yang berkualitas. Maksudnya adalah buku pelajaran yang tidak hanya memaparkan materi, akan tetapi membelajarkan siswa tentang materi. Buku ini mengembangkan kompetensi kewarganegaraan melalui pendekatan scientifi c. Pendekatan tersebut, akan mendorong Anda untuk selalu mengamati, menanya, mengumpulkan data, menalar, dan mengomunikasikan. Buku ini disusun berdasarkan kurikulum 2013. Materi yang disajikan dalam buku ini dikemas secara sistematis dan menarik serta ditujukan untuk meningkatkan kreativitas Anda. Bahasa yang dipergunakan merupakan bahasa yang mudah dipahami oleh Anda. Dengan kata lain, bahasa yang dipergunakan bukanlah bahasa yang kaku, tetapi bahasa yang fl eksibel serta bersahabat dengan Anda. Selain itu, kami melengkapi penyajian dengan beragam rubrik yang menarik. Rubrik-rubrik yang disajikan di dalam buku ini, telah kami rancang agar mampu mendorong Anda untuk aktif dalam setiap rangkaian proses pembelajaran. Adapun sistematika yang terdapat dalam buku ini di antaranya sebagai berikut. 1. Pengantar. Bagian ini terdapat pada awal setiap bab, fungsinya untuk memberikan gambaran awal mengenai materi pembelajaran yang akan Anda pelajari. Oleh karena itu, Anda akan disuguhi gambar atau lagu yang tentunya akan semakin mendorong Anda untuk lebih tahu lagi materi yang dipelajari pada bab tersebut. 2. Materi Pembelajaran. Bagian ini berisi paparan materi pembelajaran yang harus Anda pelajari. Materi pembelajaran disajikan dengan menarik dan didukung oleh gambar-gambar yang relevan serta contoh-contoh yang bersumber dari peristiwa-peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitar. Materi pembelajaran, dilengkapi dengan rubrik Info Kewarganegaraan yang berisi tentang informasi-informasi tambahan yang tentunya akan memperluas cakrawala berpikir Anda. Selain itu, terdapat rubrik Penanaman Kesadaran Berkonstitusi. Rubrik ini yang berisi nilai-nilai sifatnya penting dan mendasar yang akan mengarahkan Anda dalam pergaulan di berbagai lingkungan kehidupan. 3. Tugas Mandiri dan Kelompok. Bagian ini mengajak Anda berlatih baik secara mandiri atau berkelompok untuk menyelesaikan berbagai tugas, baik dengan cara membaca berbagai literatur/buku, menganalisis suatu kasus, melakukan pengamatan terhadap berbagai peristiwa yang sedang terjadi di lingkungan sekitar ataupun melakukan wawancara dengan para tokoh masyarakat atau aparatur negara. 4. Refl eksi. Melalui bagian ini, Anda diajak untuk mengevaluasi diri serta merenungkan apa saja yang telah Anda berikan atau lakukan untuk kemajuan bangsa dan negara. 5. Rangkuman. Untuk mempermudah Anda dalam memahami materi pembelajaran, buku ini juga dilengkapi dengan rubrik rangkuman. Rubrik ini berisi intisari materi pembelajaran dalam satu bab. 6. Penilaian Diri. Bagian ini untuk mengukur kesesuaian sikap dan perilaku Anda sebagai warga negara, serta penilaian atas pemahaman materi pembelajaran. Oleh karena itu, Anda diajak untuk menilai diri sendiri dengan memberikan argumen atas nilai yang Anda tetapkan serta mengklarifi kasi nilai-nilai yang berkembang di masyarakat melalui wacana yang dibaca. 7. Proyek Kewarganegaraan. Rubrik ini bertujuan melatih kecakapan Anda dalam mengolah potensi berpikir kritis. Oleh karena itu, Anda akan diajak mengerjakan seperangkat tugas yang dapat meningkatkan keterampilan Anda sebagai warga negara. Tugas-tugas tersebut, dikemas dalam bentuk penelitian sederhana, analisis kasus, debat, menulis artikel, dan bermain peran atau simulasi. 8. Uji Kompetensi. Bagian ini berfungsi untuk mengukur sejauhmana kompetensi yang telah Anda kuasai setelah mempelajari materi pembelajaran pada satu bab. Anda akan diajak untuk menjawab berbagai soal yang terdapat dalam bagian ini. 9. Indeks. Bagian ini berisi daftar kata dan nama-nama tokoh penting yang terdapat di dalam buku ini. Daftar ini disusun secara alfabetis yang memberikan informasi mengenai halaman tempat kata atau nama tokoh itu ditemukan. 10. Glosarium. Bagian ini melengkapi buku supaya Anda tidak bingung ketika menemukan berbagai kata asing atau kata yang sulit dipahami sehingga mempermudah Anda untuk memahami materi secara keseluruhan. Dengan membaca buku ini, semoga cakrawala berpikir Anda sebagai warga negara akan semakin luas. Selain itu, kompetensi yang dimiliki juga akan semakin bertambah banyak dan baik kualitasnya.  A. Maksud dan Tujuan Buku Guru Secara umum, penyusunan buku guru untuk mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dimaksudkan untuk memfasilitasi para guru PPKn dalam menempatkan sekolah sebagai bagian dari masyarakat yang memberikan pengalaman belajar agar peserta didik mampu menerapkan apa yang dipelajari di sekolah ke masyarakat dan memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar. Hal ini dimaksudkan untuk: 1. Membangun persepsi dan sikap positif terhadap mata pelajaran PPKn sesuai dengan ide, regulasi, karakteristik psikologis-pedagogis, dan fungsinya dalam konteks sistem pendidikan nasional. 2. Memahami secara utuh dan menyeluruh karakteristik PPKn Kurikulum 2013 sebagai landasan membangun pola sikap dan pola perilaku profesional sebagai guru PPKn. 3. Memfasilitasi tumbuhnya kesejawatan (kolegialisme) guru PPKn untuk mewujudkan pembelajaran PPKn dan pengembangan budaya kewarganegaraan di lingkungan satuan pendidikan dan lingkungan sosial-kultural peserta didik. 4. Mengembangkan diri sebagai guru PPKn yang profesional dan dinamis dalam menyikapi dan memecahkan masalah-masalah praktis terkait visi dan misi PPKn di lingkungan satuan pendidikan. Secara khusus, Buku Guru Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan ini bertujuan sebagai berikut: 1. Memberikan pemahaman guru PPKn tentang: a. latar belakang mata pelajaran PPKn; b. misi mata pelajaran PPKn; c. substansi mata pelajaran PPKn; d. karakteristik mata pelajaran PPKn; e. strategi pembelajaran saintifi k, dan; f. penilaian otentik mata pelajaran PPKn. 2. Meningkatkan kemampuan guru PPKn dalam: a. beradaptasi dengan tuntutan PPKn; b. melaksanakan sistem pembelajaran dan penilaian PPKn secara tepat; https://matematohir.wordpress.com/ PPKn 1 c. mengoptimalkan pemanfaatan media dan sumber belajar PPKn; d. memelihara dan meningkatkan profesionalitas sebagai guru PPKn; e. membangun manajemen yang mendukung sistem pembelajaran dan penilaian PPKn secara tepat. 3. Menjadi acuan guru PPKn dalam: a. merancang pembelajaran dari KI dan KD ke dalam bahan ajar, pendekatan, strategi, metode, dan model pembelajaran secara lebih inovatif, kreatif, efektif, efi sien dan sesuai dengan kebutuhan, kapasitas, karakteristik dan sosial budaya daerah, sekolah/satuan pendidikan dan peserta didik; b. mengembangkan dan memanfaatkan sumber belajar lebih kreatif, inovatif, efektif, efi sien, dan kontekstual sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik serta kondisi sosial budaya daerah; c. merancang dan melaksanakan penilaian kompetensi peserta didik (aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan) secara utuh sesuai dengan prinsip sahih, objektif, adil, terpadu, terbuka, menyeluruh dan berkesinambungan, sistematis, beracuan kriteria, dan akuntabel. B. Petunjuk Penggunaan Buku Guru Buku ini merupakan pedoman guru dalam mengelola program pembelajaran terutama dalam memfasilitasi peserta didik untuk mendalami PPKn sebagaimana terdapat dalam buku peserta didik. Buku ini merupakan petunjuk teknis untuk mengoperasionalkan materi pembelajaran yang terdapat dalam buku peserta didik. Oleh karena itu, sudah semestinya guru membaca dan mengimplementasikannya dalam setiap melaksanakan proses pembelajaran. Secara garis besar, buku guru ini terdiri atas dua bagian, yaitu bagian I petunjuk umum dan bagian II petunjuk khusus pembelajaran PPKn. Secara lebih terinci, ruang lingkup Buku Guru Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan adalah sebagai berikut: 1. Bagian I Petunjuk Umum, menguraikan maksud dan tujuan penyusunan buku guru, petunjuk penggunaan buku guru, KI dan KD mata pelajaran PPKn dalam kurikulum 2013, karakteristik mata pelajaran PPKn dan strategi pembelajaran PPKn. 2. Bagian II petunjuk khusus pembelajaran PPKn, menguraikan petunjuk pembelajaran tiap kompetensi dasar. C. KI dan KD Mata Pelajaran PPKn dalam Kurikulum 2013 Mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan kelas XII memiliki 4 Kompetensi Inti dan 16 Kompetensi Dasar. Setiap kompetensi inti mempunyai kedudukannya sebagai berikut. 1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual; 2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial; 3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan; dan 4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan Pembelajaran KD sikap spiritual dan KD sikap sosial dilaksanakan secara langsung bersamaan dengan KD pengetahuan dan keterampilan. Pengembangan sikap dapat dilakukan oleh guru melalui gambar, cerita, fi lm dalam kegiatan belajar mengajar yang disesuaikan dengan materi ajar dan konteks lingkungan belajar peserta didik, misalnya menanyakan sikap seorang hakim di lembaga peradilan dalam memutuskan perkara berdasarkan pada sila Ketuhanan Yang Maha Esa dan sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Berikut ini dipaparkan penyebaran kompetensi inti dan kompetensi dasar selengkapnya: Tabel 1 Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran PPKn Kelas XII KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. 1.1 Menghargai perbedaan sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa dalam rangka menghormati hak asasi manusia. 1.2 Menjalankan perilaku orang beriman dalam praksis perlindungan dan penegakan hukum untuk menjamin keadilan dan kedamaian. 1.3 Menyikapi pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan tetap memegang nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. 1.4 Mensyukuri persatuan dan kesatuan bangsa sebagai upaya dalam menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk pengabdian. 2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. 2.1 Bersikap responsif dan proaktif terhadap pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 2.2 Berperilaku jujur dalam praktik perlindungan dan penegakan hukum di tengah masyarakat. 2.3 Bertanggung jawab dalam menyikapi pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. 2.4 Bersikap proaktif dalam mengembangkan persatuan dan kesatuan bangsa sebagai upaya dalam menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 3. Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifi k sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. 3.1 Menganalisis nilai-nilai Pancasila terkait dengan kasus-kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 3.2 Mengevaluasi praktik perlindungan dan penegakan hukum untuk menjamin keadilan dan kedamaian. 3.3 Mengidentifi kasi pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap negara dalam bingkai BhinnekaTunggal Ika . 3.4 Mengevaluasi dinamika persatuan dan kesatuan bangsa sebagai upaya menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 4. Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan 4.1 Menyaji hasil analisis nilai-nilai Pancasila terkait dengan kasus-kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 4.2 Mendemostrasikan hasil evaluasi praktik perlindungan dan penegakan hukum untuk menjamin keadilan dan kedamaian. 4.3 Mempresentasikan hasil identifi kasi pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap negara dalam bingkai BhinnekaTunggal Ika. 4.4 Merancang dan mengkampanyekan persatuan dan kesatuan bangsa sebagai upaya menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kompetensi Inti kelas XII dijabarkan ke dalam 16 Kompetensi Dasar yang akan ditransformasikan dalam kegiatan pembelajaran satu tahun (dua semester) yang terurai dalam 28 minggu. Agar kegiatan pembelajaran tidak terlalu panjang, 28 minggu itu dibagi menjadi dua semester, semester pertama dan semester kedua. Semester pertama terdiri atas 16 minggu dan semester kedua hanya 12 minggu karena waktu efektif belajar di kelas XII hanya sampai pada bulan Maret. Dengan demikian, waktu efektif untuk kegiatan pembelajaran mata pelajaran PPKn sebagai mata pelajaran wajib di SMA/MA/SMK/MAK disediakan waktu 2 x 45 menit x 28 minggu. D. Karakteristik Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) 1. Hakikat Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan ( PPKn ) Mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran penyempurnaan dari mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) yang semula dikenal dalam Kurikulum 2006. Penyempurnaan tersebut dilakukan atas dasar pertimbangan: (1) Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa diperankan dan dimaknai sebagai entitas inti yang menjadi sumber rujukan dan kriteria keberhasilan pencapaian tingkat kompetensi dan pengorganisasian dari keseluruhan ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan; (2) substansi dan jiwa Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, nilai dan semangat Bhinneka Tunggal Ika, dan komitmen NKRI ditempatkan sebagai bagian integral dari Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, yang menjadi wahana psikologis-pedagogis pembangunan warga negara Indonesia yang berkarakter Pancasila. Perubahan tersebut didasarkan pada sejumlah masukan penyempurnaan pembelajaran PKn menjadi PPKn yang mengemuka dalam lima tahun terakhir, antara lain: (1) secara substansial, PKn terkesan lebih dominan bermuatan ketatanegaraan sehingga muatan nilai dan moral Pancasila kurang mendapat aksentuasi yang proporsional; (2) secara metodologis, ada kecenderungan pembelajaran yang mengutamakan pengembangan ranah sikap (afektif), ranah pengetahuan (kognitif), dan pengembangan ranah keterampilan (psikomotorik) belum dikembangkan secara optimal dan utuh (koheren). Selain itu, melalui penyempurnaan PKn menjadi PPKn tersebut, terkandung gagasan dan harapan untuk menjadikan PPKn sebagai salah satu mata pelajaran yang mampu memberikan kontribusi dalam solusi atas berbagai krisis yang melanda Indonesia, terutama krisis multidimensional. PPKn sebagai mata pelajaran yang memiliki misi mengembangkan keadaban Pancasila, diharapkan mampu membudayakan dan memberdayakan peserta didik agar menjadi warga negara yang cerdas dan baik serta menjadi pemimpin bangsa dan negara Indonesia di masa depan yang amanah, jujur, cerdas, dan bertanggung jawab. Dalam konteks kehidupan global Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan selain harus meneguhkan keadaban Pancasila juga harus membekali peserta didik untuk hidup dalam kancah global sebagai warga dunia (global citizenship). Oleh karena itu, substansi dan pembelajaran PPKn perlu diorientasikan untuk membekali warga negara Indonesia agar mampu hidup dan berkontribusi secara optimal pada dinamika kehidupan abad ke-21. Untuk itu, pembelajaran PPKn selain mengembangkan nilai dan moral Pancasila, juga mengembangkan semua visi dan keterampilan abad ke-21 sebagaimana telah menjadi komitmen global. Bertolak dari berbagai kajian secara fi losofi s, sosiologis, yuridis, dan pedagogis, mata pelajaran PPKn dalam Kurikulum 2013, secara utuh memiliki karakteristik sebagai berikut. a. Nama mata pelajaran yang semula Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) telah diubah menjadi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan ( PPKn); b. Mata pelajaran PPKn berfungsi sebagai mata pelajaran yang memiliki misi pengokohan kebangsaan dan penggerak pendidikan karakter Pancasila; c. Kompetensi Dasar (KD) PPKn dalam bingkai kompetensi inti (KI) yang secara psikologis-pedagogis menjadi pengintegrasi kompetensi peserta didik secara utuh dan koheren dengan penanaman, pengembangan, dan/ atau penguatan nilai dan moral Pancasila; nilai dan norma UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945; nilai dan semangat Bhinneka Tunggal Ika; serta wawasan dan komitmen NKRI. d. Pendekatan pembelajaran berbasis proses keilmuan (scientifi c approach) yang dipersyaratkan dalam Kurilukum 2013 memusatkan perhatian pada proses pembangunan pengetahuan (KI-3), keterampilan (KI–4), sikap spiritual (KI-1), dan sikap sosial (KI-2) melalui transformasi pengalaman empirik dan pemaknaan konseptual. Pendekatan tersebut memiliki langkah generik sebagai berikut. 1). Mengamati (observing); 2). Menanya (questioning) ; 3). Mengeksplorasi/mencoba (exploring) ; 4). Mengasosiasi/menalar (assosiating) ; serta 5). Mengomunikasikan (communicating). Pada setiap langkah dapat diterapkan model-model pembelajaran yang lebih spesifi k. Dalam konteks lain, misalnya model yang diterapkan berupa model proyek seperti Proyek Belajar Kewarganegaraan yang menuntut aktivitas yang kompleks, waktu yang panjang, dan kompetensi yang lebih luas. Kelima langkah generik di atas dapat diterapkan secara adaptif pada model tersebut. e. Model pembelajaran dikembangkan sesuai dengan karakteristik PPKn secara holistik/utuh dalam rangka peningkatan kualitas belajar dan pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan karakter peserta didik sebagai warga negara yang cerdas dan baik secara utuh dalam proses pembelajaran otentik (authentic instructional and authentic learning) dalam bingkai integrasi Kompetensi Inti sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Serta model pembelajaran yang mengarahkan peserta didik bersikap dan berpikir ilmiah (scientifi c) yaitu pembelajaran yang mendorong dan menginspirasi peserta didik berpikir secara kritis, analistis, dan tepat dalam mengidentifi kasi, memahami, memecahkan masalah, dan mengaplikasikan materi pembelajaran. f. Model penilaian proses pembelajaran dan hasil belajar PPKn menggunakan penilaian otentik (authentic assesment). Penilaian otentik mampu menggambarkan peningkatan hasil belajar peserta didik, baik dalam rangka mengobservasi, menalar, mencoba, membangun jejaring, dan lain-lain. Penilaian otentik cenderung fokus pada tugastugas kompleks atau kontekstual, memungkinkan peserta didik untuk menunjukkan kompetensi mereka dalam pengaturan yang lebih otentik. 2. Tujuan Mata Pelajaran PPKn Sesuai dengan PP Nomor 32 Tahun 2013 penjelasan Pasal 77 J ayat (1) ditegaskan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air dalam konteks nilai dan moral Pancasila, kesadaran berkonstitusi UUD NRI Tahun 1945, nilai dan semangat Bhinneka Tunggal Ika, serta komitmen NKRI. Secara umum, tujuan mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah adalah mengembangkan potensi peserta didik dalam seluruh dimensi kewarganegaraan, yakni: (1) sikap kewarganegaraan termasuk keteguhan, komitmen, dan tanggung jawab kewarganegaraan (civic confi dence, civic committment, and civic responsibility); (2) pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge); (3) keterampilan kewarganegaraan termasuk kecakapan dan partisipasi kewarganegaraan (civic competence and civic responsibility). Secara khusus, tujuan PPKn mempersiapkan peserta didik agar mampu: a. menampilkan karakter yang mencerminkan penghayatan, pemahaman, dan pengamalan nilai dan moral Pancasila secara personal dan sosial; b. memiliki komitmen konstitusional yang ditopang oleh sikap positif dan pemahaman utuh tentang UUD NRI Tahun 1945; c. berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif, serta memiliki semangat kebangsaan dan cinta tanah air yang dijiwai oleh nilai-nilai Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, semangat Bhinneka Tunggal Ika, dan komitmen NKRI. d. berpartisipasi secara aktif, cerdas, dan bertanggung jawab sebagai anggota masyarakat, tunas bangsa, dan warga negara sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang hidup bersama dalam berbagai tatanan sosial kultural. Dengan demikian, PPKn lebih memiliki kedudukan dan fungsi sebagai berikut. a. PPKn merupakan pendidikan nilai, moral/karakter, dan kewarganegaraan khas Indonesia yang tidak sama sebangun dengan civic education di USA, citizenship education di UK, talimatul muwatanah di negaranegara Timur Tengah, education civicas di Amerika Latin. b. PPKn sebagai wahana pendidikan nilai, moral/karakter Pancasila dan pengembangan kapasitas psikososial kewarganegaraan Indonesia sangat koheren (runut dan terpadu) dengan komitmen pengembangan watak dan peradaban bangsa yang bermartabat dan perwujudan warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab sebagaimana termaktub dalam Pasal 3 UU No. 20 Tahun 2003. 3. Ruang Lingkup Mata Pelajaran PPKn Dengan perubahan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) menjadi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), ruang lingkup PPKn sebagai berikut. a. Pancasila, sebagai dasar negara, ideologi nasional, dan pandangan hidup bangsa. b. UUD NRI Tahun 1945 sebagai hukum dasar tertulis yang menjadi landasan konstitusional kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. c. NKRI, sebagai kesepakatan fi nal bentuk negara Republik Indonesia. d. Bhinneka Tunggal Ika, sebagai wujud fi losofi kesatuan yang melandasi dan mewarnai keberagaman kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Ruang lingkup materi PPKn pada SMA/MA/SMK/MAK kelas XII adalah sebagai berikut. 1. Kasus-kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara; 2. Perlindungan dan penegakan hukum dalam masyarakat untuk menjamin keadilan dan kedamaian; 3. Pengaruh positif dan negatif kemajuan iptek terhadap negara dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika; 4. Dinamika persatuan dan kesatuan bangsa sebagai upaya menjaga dan mempertahankan NKRI. E. Strategi Pembelajaran PPKn. 1. Konsep dan Strategi Pembelajaran PPKn. Konsep dan strategi pembelajaran merupakan salah satu elemen perubahan pada Kurikulum 2013. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah menguraikan secara jelas konsep dan strategi pembelajaran sebagai implementasi Kurikulum 2013. Berikut disampaikan isi konsep dan strategi pembelajaran tersebut yang juga menjadi dasar strategi dan model umum pembelajaran PPKn. Secara prinsip, kegiatan pembelajaran merupakan proses pendidikan yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi mereka menjadi kemampuan yang makin lama makin meningkat dalam sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diperlukan dirinya untuk hidup dan untuk bermasyarakat, berbangsa, serta berkontribusi pada kesejahteraan hidup umat manusia. Oleh karena itu, kegiatan pembelajaran diarahkan untuk memberdayakan semua potensi peserta didik agar memiliki kompetensi yang diharapkan. Lebih lanjut, strategi pembelajaran harus diarahkan untuk memfasilitasi pencapaian kompetensi yang telah dirancang dalam dokumen kurikulum agar setiap individu mampu menjadi pembelajar mandiri sepanjang hayat. Pada gilirannya, mereka diharapkan menjadi komponen penting untuk mewujudkan masyarakat belajar. Kualitas lain yang dikembangkan kurikulum dan harus terealisasikan dalam proses pembelajaran antara lain kreativitas, kemandirian, kerja sama, solidaritas, kepemimpinan, empati, toleransi, dan kecakapan hidup peserta didik guna membentuk watak serta meningkatkan peradaban dan martabat bangsa. Untuk mencapai kualitas yang telah dirancang dalam dokumen kurikulum, kegiatan pembelajaran perlu menggunakan prinsip yang (1) berpusat pada peserta didik, (2) mengembangkan kreativitas peserta didik, (3) menciptakan kondisi menyenangkan dan menantang, (4) bermuatan nilai, etika, estetika, logika, dan kinestetika, dan (5) menyediakan pengalaman belajar yang beragam melalui penerapan berbagai strategi dan metode pembelajaran yang menyenangkan, kontekstual, efektif, efi sien, dan bermakna. Dalam pembelajaran, peserta didik didorong untuk menemukan sendiri dan mentransformasikan informasi kompleks, mengecek informasi baru dengan yang sudah ada dalam ingatannya, dan melakukan pengembangan menjadi informasi atau kemampuan yang sesuai dengan lingkungan dan zaman tempat dan waktu ia hidup. Kurikulum 2013 menganut pandangan dasar bahwa pengetahuan tidak dapat dipindahkan begitu saja dari guru ke peserta didik. Peserta didik adalah subjek yang memiliki kemampuan untuk secara aktif mencari, mengolah, mengonstruksi, dan menggunakan pengetahuan. Untuk itu, pembelajaran harus berkenaan dengan kesempatan yang diberikan kepada peserta didik untuk mengonstruksi pengetahuan dalam proses kognitifnya. Agar benar-benar memahami dan dapat menerapkan pengetahuan, peserta didik perlu didorong untuk bekerja memecahkan masalah, menemukan segala sesuatu untuk dirinya, dan berupaya keras mewujudkan ide-idenya. Guru mengembangkan suasana belajar yang memberi kesempatan peserta didik untuk menemukan, menerapkan ide-ide mereka sendiri, menjadi sadar dan secara sadar menggunakan strategi mereka sendiri untuk belajar. Guru mengembangkan kesempatan belajar kepada peserta didik untuk meniti anak tangga yang membawa peserta didik ke pemahaman yang lebih tinggi, yang semula dilakukan dengan bantuan guru, tetapi semakin lama semakin mandiri. Bagi peserta didik, pembelajaran harus bergeser dari diberi ”tahu” menjadi ”aktif mencari tahu”. Kurikulum 2013 mengembangkan dua macam pembelajaran, yaitu pembelajaran langsung dan pembelajaran tidak langsung. Pembelajaran langsung adalah proses pendidikan di mana peserta didik mengembangkan pengetahuan, kemampuan berpikir dan keterampilan psikomotorik melalui interaksi langsung dengan sumber belajar yang dirancang dalam silabus dan RPP berupa kegiatan-kegiatan pembelajaran. Dalam pembelajaran langsung tersebut peserta didik melakukan kegiatan belajar mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi atau menganalisis, dan mengkomunikasikan apa yang sudah ditemukannya dalam kegiatan analisis. Proses pembelajaran langsung menghasilkan pengetahuan dan keterampilan langsung atau yang disebut dengan instructional effect. Pembelajaran tidak langsung adalah proses pendidikan yang terjadi selama pembelajaran langsung, tetapi tidak dirancang dalam kegiatan khusus. Pembelajaran tidak langsung berkenaan dengan pengembangan nilai dan sikap. Berbeda dengan pengetahuan tentang nilai dan sikap yang dilakukan dalam pembelajaran langsung oleh mata pelajaran tertentu, pengembangan sikap sebagai proses pengembangan moral dan perilaku dilakukan oleh semua mata pelajaran dan dalam setiap kegiatan yang terjadi di kelas, sekolah, dan masyarakat. Oleh karena itu, dalam Kurikulum 2013, semua kegiatan yang terjadi selama belajar di sekolah maupun dalam kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler terjadi pembelajaran untuk mengembangkan moral dan perilaku yang terkait dengan sikap. 2. Pendekatan Saintifi k dalam Pembelajaran PPKn Pendekatan pembelajaran dalam Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan ilmiah. Untuk memperkuat pendekatan ilmiah (scientifi c approach), tematik terpadu (tematik antarmata pelajaran), dan tematik (dalam suatu mata pelajaran) perlu diterapkan pembelajaran berbasis penyingkapan/penelitian (discovery/inquiry learning). Untuk mendorong kemampuan peserta didik menghasilkan karya kontekstual, baik individual maupun kelompok, sangat disarankan menggunakan pendekatan pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah (project based learning). Pembelajaran dengan pendekatan ilmiah terdiri atas lima pengalaman belajar pokok, yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan. Penjelasan kelima langkah pembelajaran scientifi c approach tersebut dapat diuraikan sebagai berikut. a. Mengamati 1) Setiap awal pembelajaran, peserta didik melakukan kegiatan mengamati. Kegiatan mengamati dapat berupa membaca, melihat, mendengar, dan menyimak. Pada kegiatan mengamati, misalnya mengamati fi lm/gambar/foto/ilustrasi yang terdapat dalam buku PPKn Kelas XII. Kegiatan membaca, misalnya membaca teks yang ada di dalam Buku Teks Pelajaran PPKn. 2) Peserta didik dapat diberikan petunjuk penting yang perlu mendapat perhatian seperti istilah, konsep, atau kejadian penting yang pengaruhnya sangat kuat yang terdapat dalam Buku Teks Pelajaran PPKn. 3) Guru dapat menyiapkan diri dengan membaca berbagai literatur yang berkaitan dengan materi yang disampaikan. Peserta didik dapat diberikan contoh-contoh yang terkait dengan materi yang ada di buku teks. Guru dapat memperkaya materi dengan membandingkan Buku Teks Pelajaran PPKn dengan literatur lain yang relevan. 4) Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif, guru dapat menampilkan foto-foto, gambar, denah, peta, dan dokumentasi audiovisual (fi lm) dan lain sebagainya yang relevan. b. Menanya 1) Peserta didik dapat membuat pertanyaan berkaitan dengan apa yang sudah mereka baca atau amati, mengajukan pertanyaan kepada guru ataupun kepada sesama temannya ataupun mengidentifi kasi pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang disampaikan. 2) Peserta didik dapat saling bertanya jawab berkaitan dengan apa yang sudah mereka baca atau amati. 3) Peserta didik dapat dilatih dalam bertanya dari pertanyaan yang faktual sampai pertanyaan yang hipotetikal (bersifat kausalitas). 4) Diupayakan dalam membuat pertanyaan antara peserta didik satu dengan lainnya (khususnya teman sebangku) tidak memiliki kesamaan. c. Mengumpulkan informasi 1) Guru merancang kegiatan untuk mencari informasi lanjutan melalui bacaan dari sumber lain yang relevan, melakukan observasi atau wawancara kepada suatu instansi/lembaga atau tokoh-tokoh yang terkait dengan tugas terstruktur atau Praktik Belajar Kewarganegaraan. 2) Peserta didik menentukan jenis data yang akan dikumpulkan (kualitatif atau kuantitatif) dan menentukan sumber data (dari buku, majalah, internet, dan sumber lainnya). 3) Guru merancang kegiatan untuk melakukan wawancara kepada tokoh masyarakat/instansi/lembaga pemerintahan yang dianggap memahami suatu permasalahan yang sedang dikaji. d. Mengasosiasikan 1) Peserta didik dapat membandingkan, mengelompokkan, menentukan hubungan data, menyimpulkan, dan menganalisis informasi mengenai situasi yang terjadi saat ini melalui sumber bacaan yang terakhir diperoleh dengan sumber yang diperoleh dari buku untuk menemukan hal yang lebih mendalam. 2) Peserta didik menarik kesimpulan atau membuat generalisasi dari informasi yang dibaca di buku dan dari informasi yang diperoleh dari sumber lain. 3) Dalam kegiatan mengasosiasikan, peserta didik diharapkan dapat melakukan analisis terhadap suatu permasalahan, baik secara mandiri/ individual maupun secara kelompok. e. Mengomunikasikan 1) Peserta didik dapat melaporkan, menyajikan, dan mempresentasikan kesimpulan atau generalisasi dalam bentuk lisan, tertulis, atau produk lainnya. 2) Peserta didik menerapkan perilaku yang diharapkan sesuai dengan tuntutan KI-4. 6) Kegiatan mengomunikasikan dapat dilakukan dalam bentuk presentasi/penyajian materi/penyampaian hasil temuan, baik secara kelompok maupun mandiri. 7) Kegiatan mengomunikasikan dapat dilakukan dengan menyerahkan hasil kerja (unjuk kerja) secara tertulis. 8) Kegiatan mengomunikasikan dapat dilakukan dengan menyerahkan hasil wawancara (laporan observasi). 9) Jika kegiatan dilakukan dalam bentuk bermain peran, peserta didik dapat membuat skenario cerita yang kemudian diperankan oleh peserta didik. 10) Dalam setiap pembuatan laporan hasil observasi/wawancara/Praktik Belajar Kewarganegaraan harus disertai dengan tanda tangan orang tua (komunikasi peserta didik dan orang tua). Kelima pembelajaran pokok tersebut dapat diperinci dalam berbagai kegiatan belajar sebagaimana tercantum dalam tabel berikut. Tabel 2 Kegiatan Pembelajaran Langkah Pembelajaran Kegiatan Belajar Kompetensi yang Dikembangkan Mengamati Membaca, mendengar, menyimak, melihat (tanpa atau dengan alat). Melatih kesungguhan dan ketelitian, mencari informasi. Menanya Mengajukan pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati (dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik). Mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat. Mengumpulkan Informasi -Melakukan eksperimen. -Membaca sumber lain selain Buku Teks Pelajaran PPKn Kelas XII. -Mengamati objek/kejadian. -Aktivitas. -Wawancara dengan narasumber. Mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan, menghargai pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari, mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat. Mengasosiasikan/ Mengolah Informasi -Mengolah informasi yang sudah dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan mengumpulkan/eksperimen maupun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi. -Pengolahan informasi yang dikumpulkan dari yang bersifat menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan. Mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan berpikir induktif serta deduktif dalam menyimpulkan. Mengkomunikasikan Menyampaikan hasil pengamatan dan kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya. Mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat dengan singkat dan jelas, dan mengembangkan kemampuan berbahasa yang baik dan benar. 3. Model Pembelajaran PPKn Sebagaimana telah disebutkan, pembelajaran PPKn pada Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifi k atau pendekatan berbasis proses keilmuan, dengan strategi pembelajaran kontekstual. Pendekatan saintifi k dapat menggunakan beberapa model pembelajaran yang merupakan suatu bentuk pembelajaran yang memiliki nama, ciri, sintaks, pengaturan, dan budaya. Model pembelajaran yang dikembangkan dalam PPKn, yaitu discovery learning, inquiry learning, problem-based learning, dan projectbased learning. Discovery learning dan inquiry learning berorientasi pada penemuan, peserta didik dituntut untuk menemukan sesuatu. Biasanya sesuatu yang ditemukan itu adalah konsep. Artinya, dengan belajar penemuan, anakanak tidak diberi tahu terlebih dahulu konsepnya, dan setelah mereka mengamati, menanya, menalar, dan mencipta serta mencoba mereka akhirnya menemukan konsep itu. Problem-Based Learning adalah pembelajaran yang menyajikan pemecahan masalah kontekstual sehingga merangsang peserta didik untuk belajar memecahkan masalah dunia nyata (real world). Sedangkan Project-Based Learning menekankan pada pemberian kesempatan kepada peserta didik untuk belajar dari kegiatan melakukan suatu proyek yang menghasilkan suatu karya melalui pengembangan pengetahuan, sikap, nilai, dan keterampilan yang berguna bagi kehidupannya di masyarakat. Model pembelajaran dalam mata Pelajaran PPKn yang sesuai dengan pembelajaran berbasis discovery (penemuan) dan inquiry (pencarian) antara lain Pembiasaan, Keteladanan, Memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi, dan Kajian Dokumen Historis. Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning/PBL) diterapkan melalui Meneliti isu Publik, Klarifi kasi Nilai, Pembelajaran Berbasis Budaya, Kajian Konstitusional, Refl eksi Nilai-Nilai Luhur, dan Debat Pro-Kontra. Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning/PjBL) adalah metode pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai media. Peserta didik melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar. Pembelajaran Berbasis Proyek merupakan metode belajar yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktivitas secara nyata. Model pembelajaran dalam mata pelajaran PPKn yang sesuai dengan Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning/PjBL) antara lain Penciptaan Suasana Lingkungan, Partisipasi dalam Asosiasi, Mengelola Konfl ik, Pengabdian kepada Masyarakat, Melaksanakan Pemilihan, Projek Belajar Kewarganegaraan, Partisipasi dalam Asosiasi, Bermain/Simulasi, Kajian Karakter Ketokohan, Mengajukan Usul dan Petisi, dan Berlatih Demonstrasi Damai. Merujuk pada desain pembelajaran yang sudah dikemukakan, berikut ini disajikan berbagai model pembelajaran yang menjadi ciri khas mata pelajaran PPKn. Tabel 3. Model-Model Pembelajaran Khas PPKn No Nama Model Konseptual Oprasional 1. Pembiasaan Penugasan dan pemantauan pelaksanaan sikap dan/atau perilaku kewargaan (sekolah/ masyarakat/negara) yang baik oleh peserta didik. 1. Guru menjelaskan tentang pelaksanaan pembiasaan yang terkait dengan materi pembelajaran ( menyanyikan lagu nasional/ daerah). 2. Salah satu peserta didik diberi tugas untuk memimpin (dilakukan secara bergantian). 3. Peserta didik menyanyikan lagu nasional/daerah yang sesuai dengan materi. 4. Peserta didik diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan keterkaitan lagu dengan materi. 2. Keteladanan Penampilan sikap dan/atau perilaku kewargaan (sekolah/ masyarakat/warga negara) yang baik dari seluruh unsur managemen sekolah dan guru. 1. Guru menugaskan kepada peserta didik untuk mencari contoh peraturan yang berlaku di sekolah. 2. Peserta didik memberikan ulasan tentang peraturan yang berlaku di sekolah contoh tentang pakaian seragam. 3. Guru memberikan contoh/teladan tentang cara berpakaian yang benar dan sesuai dengan peraturan sekolah. 4. Peserta didik mampu meneladani perilaku guru yang telah memberikan teladan dalam kegiatan pembelajarannya. 3. Penciptaan Suasana Lingkungan Penataan lingkungan kelas/sekolah dengan kelengkapan simbol-simbol kemasyarakatan/ kenegaraan, antara lain Bendera Merah Putih, Garuda Pancasila, Foto Presiden dan Wakil Presiden. 1. Guru memberikan tugas secara berkelompok tentang konsep penataan ruang dan lingkungan kelas. 2. Peserta didik dengan dipandu ketua kelompoknya membahas tentang konsep penataan ruang dan lingkungan kelas. 3. Setiap kelompok mempresentasikan konsep penataan ruang dan lingungan kelas. 4. Peserta didik dibantu guru menyepakati konsep ruang dan lingkungan kelas. 5. Pelaksanaan hasil diskusi yang merupakan kesepakatan tentang penataan ruang dan lingkungan kelas. 4. Diskusi Peristiwa Publik Peserta didik secara perseorangan diminta mengangkat suatu peristiwa yang sangat aktual di lingkungannya, kemudian difasilitasi untuk menetapkan satu peristiwa untuk didiskusikan secara kelompok (3 – 5 orang). 1. Guru mengajak peserta didik untuk menyampaikan pengetahuannya tentang peristiwa publik yang sedang terjadi. 2. Dari berbagai usulan yang ada, peserta didik menyepakati satu topik bahasan yang akan dijadikan bahan diskusi. 3. Peserta didik dengan dipimpin oleh ketua kelompoknya melakukan diskusi. 4. Dari kelompok yang ada diberikan kesempatan untuk mempresentasikan. 5. Guru bersama peserta didik menyimpulkan hasil diskusi dan dikaitkan dengan materi pelajaran. 5. Partisipasi dalam Asosiasi Peserta didik difasilitasi untuk membentuk dan bekerja sama dalam klub-klub di sekolahnya dan masyarakat, misalnya klub pencinta alam, penyayang binatang, penjaga kelestarian lingkungan, dll. 1. Guru menjelaskan tentang pentingnya asosiasi /kerja sama dalam kehidupan. 2. Peserta didik mengajukan beberapa usulan tentang bentuk-bentuk asosiasi yang mereka inginkan dan sesuai dengan topik bahasan hari itu. 3. Peserta didik secara berkelompok membahas berbagai langkah yang dilakukan dalam rangka mencapai tujuan asosiasi yang telah disepakati. 4. Peserta didik secara berkelompok mempresentasikan hasil diskusinya. 5. Difasilitasi oleh guru, peserta didik menyimpulkan hasil kerja kelompoknya yang merupakan cara termudah dalam memahami dan mengerti terhadap materi pelajaran yang dibahas oleh guru. 6. Mengelola Konfl ik Peserta didik berlatih menengahi suatu konfl ik antarpeserta didik di sekolahnya melalui bermain peran sebagai pihak yang terlibat konfl ik dan yang menjadi mediator konfl ik secara bergantian, dengan menerapkan mediasi konfl ik yang cocok. 1. Guru memosisikan peserta didik terlibat konfl ik tentang kondisi kelas yang semrawut. 2. Sebagian peserta didik menyalahkan petugas piket kelas yang malas. 3. Peserta didik lainnya menyalahkan ketidaktegasan ketua kelas. 4. Ada beberapa peserta didik yang mencoba menyelesaikan konfl ik dengan mengajak bermusyawarah. 5. Hasil musyawarah menyepakati adanya pembagian tugas guna terciptanya kelas yang rapi. 6. Pemodelan ini dikaitkan dengan materi pelajaran dan sebagai contoh dalam ”Perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara”. 7. Mengajukan Usul/Petisi Diadakan simulasi menyusun usulan/ petisi dari masyarakat adat yang merasa dirugikan oleh pemerintah setempat yang akan membuat jalan melewati tanah miliknya tanpa ganti rugi yang memadai. Petisi disampaikan secara damai. 1. Guru merancang pembelajaran dengan melibatkan peserta didik sebagai pihak yang dirugikan. 2. Guru membagi kelompok dengan anggota 4–5. 3. Peserta didik dengan dipimpin ketua kelompoknya merancang usulan terkait dengan kerugian yang mereka dapatkan. 4. Ketua kelompok sebagai perwakilan kelompoknya mengajukan usulan/petisi yang telah disepakati oleh kelompoknya. 5. Guru menyimpulkan bersama usai pembahasan tentang maksud dari petisi itu. 8. Debat Pro-Kontra Dipilih suatu kebijakan publik (riil atau fi ktif) yang mengundang pandangan pro dan kontra. Setiap kelompok peserta didik (2–3 orang) diprogram untuk masing-masing berperan sebagai kelompok yang pro atau yang kontra terhadap kebijakan tersebut. Seting debat dipimpin oleh guru atau peserta didik sebagai moderator. Dengan cara itu, diharapkan terbiasa berargumentasi secara rasional dan elegan. 1. Guru membagi dua kelompok peserta debat yang satu pro dan yang lain kontra. 2. Guru memberikan tugas untuk membaca materi yang akan didebatkan oleh kedua kelompok di atas. 3. Setelah selesai membaca materi, guru menunjuk salah satu anggota kelompok pro untuk berbicara saat itu ditanggapi atau dibalas oleh kelompok kontra. Demikian seterusnya sampai sebagian besar peserta didik dapat mengemukakan pendapatnya. 4. Sementara peserta didik menyampaikan gagasannya, guru menulis inti/ide-ide dari setiap pembicaraan di papan tulis. Sampai sejumlah ide yang diharapkan guru terpenuhi. 5. Guru menambahkan konsep/ide yang belum terungkap. 6. Dari data-data di papan tersebut, guru mengajak peserta didik membuat kesimpulan/rangkuman yang mengacu pada topik yang ingin dicapai. 9. Projek Belajar Kewarganegaraan Secara klasikal, peserta didik difasilitasi untuk merancang dan mengembangkan kegiatan pemecahan masalah terkait kebijakan publik dengan menerapkan langkah-langkah: pemilihan masalah, pemilihan alternatif kebijakan publik, pengumpulan data dan penyusunan portofolio, serta diakhiri dengan simulasi dengar pendapat dengan pejabat terkait. 1. Peserta didik mengamati tayangan video/fi lm dengan penuh rasa syukur dan atau membaca dari berbagai sumber tentang kebijakan publik. 2. Peserta didik dibagi menjadi enam kelompok dan masingmasing mengidentifi kasi dan pemilihan masalah dan pemilihan alternatif kebijakan publik dengan mengajukan pertanyaan. 3. Peserta didik mengumpulkan data dari berbagai sumber secara bekerja sama dalam kelompok, menganalisis dan menyimpulkan hasil dengar pendapat dengan pejabat terkait tentang kebijakan publik sesuai alternatif yang dipilih. 4. Peserta didik menyajikan hasil analisis dan menyusun portofolio tentang kebijakan publik. 10. Mengklarifi kasi Nilai Peserta didik difasilitasi secara dialogis untuk mengkaji suatu isu nilai, mengambil posisi terkait nilai itu, dan menjelaskan mengapa ia memilih posisi nilai itu. 1. Guru membangun dialog dengan peserta didik tentang kajian isu nilai yang sedang berkembang. 2. Peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok dengan mengambil posisi terkait nilai itu. 3. Peserta didik mengumpulkan data tentang isu nilai dipilih dan menjelaskan mengapa ia memilih posisi nilai itu. 4. Peserta didik menyajikan tentang isu nilai dan menyampaikan alasan memilih nilai tersebut. 5. Peserta didik bersama guru menyimpulkan dan mengklasifi kasikan nilai-nilai yang dibahas. 11. Bermain Peran/ Simulasi Guru menentukan tema/bentuk permainan/simulasi yang menyentuh satu atau lebih dari satu nilai dan/atau moral Pancasila. Peserta didik difasilitasi untuk bermain/ bersimulasi terkait nilai dan/atau moral Pancasila, yang diakhiri dengan refl eksi penguatan nilai dan/atau moral tersebut. 1. Guru menentukan tema/bentuk permainan/simulasi yang menyentuh satu atau lebih dari satu nilai dan/atau moral Pancasila. 2. Peserta didik mencari referensi tentang model dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila yang diangkat menjadi tema dan permainan. 3. Peserta didik membuat skenario dan menentukan peran masing-masing dari anggota kelompok. 4. Peserta didik menampilkan peran masing-masing dan peserta didik lain menjadi pengamat. 5. Peserta didik melakukan refl eksi penguatan nilai dan/atau moral tersebut. 12. Pembelajaran Berbasis Budaya Guru menggunakan unsur kebudayaan, di antaranya lagu daerah, benda cagar budaya, dan lain-lain untuk mengantarkan nilai dan/atau moral; atau guru melibatkan peserta didik untuk melakukan peristiwa budaya seperti lomba baca puisi perjuangan, pentas seni Bhinneka Tunggal Ika. 1. Peserta mengamati tayangan fi lm dan musik yang mengandung unsur kebudayaan, di antaranya lagu daerah dan benda cagar budaya. 2. Peserta didik mengumpulkan dari berbagai media tentang lagu daerah serta nilai yang terkandung di dalamnya. 3. Peserta didik menyusun sebuah puisi yang sesuai dengan nilai budaya yang diperoleh. 4. Peserta didik menampilkan hasil karya budaya dalam lomba baca puisi perjuangan, pentas seni Bhinneka Tunggal Ika. 13. Kajian Karakter Ketokohan Peserta didik difasilitasi mencari dan memilih satu tokoh dalam masyarakat dalam bidang apa saja; menemukan karakter dari tokoh tersebut; menjelaskan mengapa tokoh tersebut itu menjadi idolanya. 1. Peserta didik difasilitasi dengan berbagai media untuk mencari dan memilih satu tokoh dalam masyarakat dalam bidang apa saja. 2. Peserta didik menentukan seorang tokoh dan mengidentifi kasi untuk menemukan karakter dari tokoh tersebut. 3. Peserta didik mengumpulkan data tentang tokoh yang dipilihnya. 4. Peserta didik menjelaskan mengapa tokoh tersebut itu menjadi idolanya. 5. Peserta didik menyimpulkan nilai yang dapat diambil dari tokoh tersebut. 14. Berlatih Demonstrasi Damai Guru menskenariokan adanya kebijakan publik yang merugikan hajat hidup orang banyak, misalnya penguasaan aset negara oleh orang asing, Kemudian peserta didik difasilitasi secara kelompok untuk melakukan demonstrasi damai kepada pihak pemerintah pusat. 1. Peserta didik mengamati paparan guru tentang adanya kebijakan publik yang merugikan hajat hidup orang banyak. 2. Peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok untuk mengumpulkan data sebagai bahan narasi. 3. Peserta didik melakukan demonstrasi damai kepada penentu kebijakan yang telah merugikan banyak orang. 4. Peserta didik menyimpulkan hasil kegiatan demonstrasi damai dan menampilkan nilai-nilai yang diperoleh. 15. Kajian Konstitusi Peserta didik difasilitasi untuk mencari ketentuan di dalam UUD NRI Tahun 1945 dan peraturan perundangan di bawahnya mengenai materi pokok, suatu peristiwa/kasus yang bertentangan dengan ketentuan hukum yang ada, misalnya pejabat setempat yang menerima uang suap. Secara berkelompok peserta didik diminta untuk menguji kesesuaiannya dengan ketentuan yang ada diskusi mendalam dengan penuh argumentasi. 1. Peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok difasilitasi untuk mencari ketentuan di dalam UUD NRI Tahun 1945 dan suatu peristiwa/kasus yang bertentangan dengan ketentuan hukum yang ada. 2. Peserta didik mengumpulkan data dan menganalisis peristiwa/kasus berdasarkan UUD NRI Tahun 1945. 3. Peserta didik menyajikan hasil analisis kerja kelompok, dan memberikan argumentasi untuk memberikan alasan. 4. Peserta didik melakukan pengambilan kesimpulan hasil menguji konstitusi (kesesuaiannya dengan ketentuan yang ada). 16. Refl eksi NilaiNilai Luhur Pancasila Secara selektif guru membuat daftar nilainilai luhur Pancasila yang selama ini dilupakan atau dilecehkan dalam kehidupan seharihari. Secara klasikal, guru memfasilitasi curah pendapat mengapa hal itu terjadi. Selanjutnya, setiap kelompok peserta didik (2–3) orang menggali apa kandungan nilai/ moral yang perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. 1. Peserta didik mengamati daftar nilai-nilai luhur Pancasila yang selama ini dilupakan atau dilecehkan dalam kehidupan seharihari yang ditampilkan oleh guru. 2. Peserta didik mengidentifi kasi dan mengajukan pertanyaan dengan menggunakan high-order-thinking skills (HOTS) tentang hal tersebut. 3. Peserta didik dalam setiap kelompok (2-3) orang menggali dari berbagai media apa kandungan nilai/moral yang perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. 4. Peserta didik menampilkan hasil analisis yang menjadi kandungan nilai/moral yang perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. 5. Peserta didik menyimpulkan nilai/ moral yang perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Pemilihan model pembelajaran hendaknya mempertimbangkan halhal sebagai berikut. a) Tujuan pembelajaran dan sifat materi pelajaran apakah materi itu termasuk ranah sikap, pengetahuan, atau keterampilan; b) Karakteristik kemampuan peserta didik misalnya kemampuan membaca, motivasi dalam belajar, kemampuan dalam penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK); c) Alokasi waktu yang tersedia; d) Sumber belajar dan media pembelajaran yang tersedia; e) Ketersediaan fasilitas/sarana dan prasarana seperti kondisi ruang kelas, fasilitas perpustakaan, dan akses internet. Pemilihan model pembelajaran ditentukan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan. Model pembelajaran yang digunakan hendaknya memperhatikan identifi kasi materi, yaitu tingkat kedalaman dan keluasan materi dalam Kompetensi Dasar, misalnya tingkatan Pengetahuan “memahami” berbeda dengan tingkatan Pengetahuan ”menganalisis” dalam pemilihan model pembelajaran. Selain itu, memperhatikan materi sesuai dengan ranah sikap, pengetahuan, atau keterampilan. Contoh model pembelajaran ”memahami nilai-nilai Pancasila” berbeda dengan model pembelajaran untuk ”menganalisis nilai-nilai Pancasila”. F. Strategi Dasar Penilaian Pembelajaran PPKn 1. Pengertian Penilaian Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. Berdasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan bahwa penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: penilaian hasil belajar oleh pendidik; penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan; dan penilaian hasil belajar oleh pemerintah. Berdasarkan pada PP. Nomor 32 Tahun 2013, dijelaskan bahwa penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses, kemajuan belajar, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkelanjutan yang digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik, bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar, dan memperbaiki proses pembelajaran. Berdasarkan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian disebutkan bahwa ”Penilaian hasil belajar oleh pendidik adalah proses pengumpulan informasi/data tentang capaian pembelajaran peserta didik dalam aspek sikap, aspek pengetahuan, dan aspek keterampilan yang dilakukan secara terencana dan sistematis yang dilakukan untuk memantau proses, kemajuan belajar, dan perbaikan hasil belajar melalui penugasan dan evaluasi hasil belajar. Fungsi penilaian hasil belajar adalah sebagai berikut: 1) bahan pertimbangan dalam menentukan kenaikan kelas; 2) umpan balik dalam perbaikan proses belajar mengajar; 3) meningkatkan motivasi belajar peserta didik; dan 4) evaluasi diri terhadap kinerja peserta didik. Penilaian pendidikan sebagai proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik mencakup: penilaian otentik, penilaian diri, penilaian berbasis portofolio, ulangan, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ujian tingkat kompetensi, ujian mutu tingkat kompetensi, ujian nasional, dan ujian sekolah/madrasah. 2. Pendekatan Penilaian a. Penilaian Otentik Penilaian otentik merupakan penilaian yang dilakukan secara komprehensif, baik masukan (input), proses, dan keluaran (output) pembelajaran. Proses ini, guru mengumpulkan format tentang perkembangan dan pencapaian pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik melalui berbagai teknik yang mampu mengungkapkan, membuktikan atau menunjukkan secara tepat bahwa tujuan pembelajaran telah benarbenar dikuasai dan dicapai. Beberapa karakteristik penilaian otentik sebagai berikut. 1) Penilaian merupakan bagian dari proses pembelajaran, bukan terpisah dari proses pembelajaran. 2) Penilaian mencerminkan hasil proses pembelajaran pada kehidupan nyata, tidak berdasarkan pada kondisi yang ada di sekolah. 3) Menggunakan bermacam-macam instrumen, pengukuran, dan metode yang sesuai dengan karakteristik dan esensi pengalaman belajar. 4) Penilaian bersifat komprehensif dan holistik yang mencakup semua ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan. 5) Penilaian mencakup penilaian proses pembelajaran dan hasil belajar. b. Penilaian Acuan Kriteria (PAK) PAK merupakan penilaian pencapaian kompetensi yang didasarkan pada kriteria ketuntasan minimal (KKM). KKM merupakan kriteria ketuntasan belajar minimal yang ditentukan oleh satuan pendidikan dengan mempertimbangkan karakteristik Kompetensi Dasar yang akan dicapai, daya dukung, dan karakteristik peserta didik. Sejalan dengan ini, guru didorong untuk menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran tuntas (mastery learning) serta tidak berorientasi pada pencapaian target kurikulum semata. 3. Prinsip-Prinsip Penilaian Penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada prinsip-prinsip sebagaimana mengacu kepada Pasal 5 Permendikbud Nomor 23 Tahun 2016. Adapun prinsip-prinsipnya adalah sebagai berikut. a. Sahih, berarti penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur. b. Objektif, berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak dipengaruhi subjektivitas penilai. c. Adil, berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender. d. Terpadu, berarti penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen yang tidak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran. e. Terbuka, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan. f. Menyeluruh dan berkesinambungan, berarti penilaian oleh pendidik mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai, untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik. g. Sistematis, berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku. h. Beracuan kriteria, berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan. i. Akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi teknik, prosedur, maupun hasilnya. 4. Bentuk dan Teknik Penilaian Sikap, Pengetahuan, dan Keterampilan a. Penilaian Sikap 1) Pengertian Penilaian sikap adalah penilaian terhadap kecenderungan perilaku peserta didik sebagai hasil pendidikan, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Penilaian sikap memiliki karakteristik yang berbeda dengan penilaian pengetahuan dan keterampilan, sehingga teknik penilaian yang digunakan juga berbeda. Dalam hal ini, penilaian sikap ditujukan untuk mengetahui capaian dan membina perilaku serta budi pekerti peserta didik sesuai butir-butir sikap dalam Kompetensi Dasar (KD) pada Kompetensi Inti Sikap Spiritual (KI-1) dan Kompetensi Inti Sikap Sosial (KI-2). Penilaian sikap spiritual dan sikap sosial dilakukan secara berkelanjutan dengan menggunakan observasi dan informasi lain yang valid dan relevan dari berbagai sumber. Penilaian sikap merupakan bagian dari pembinaan dan penanaman/pembentukan sikap spiritual dan sikap sosial peserta didik yang menjadi tugas dari setiap pendidik. Selain itu, dapat dilakukan penilaian diri (self assessment) dan penilaian antarteman (peer assessment) dalam rangka pembinaan dan pembentukan karakter peserta didik, yang hasilnya dapat dijadikan sebagai salah satu data untuk konfi rmasi hasil penilaian sikap oleh pendidik. Hasil penilaian sikap selama periode satu semester ditulis dalam bentuk deskripsi yang menggambarkan perilaku peserta didik. 2) Teknik Penilaian Sikap Penilaian sikap dilakukan melalui observasi yang dicatat dalam jurnal. Teknik penilaian sikap dijelaskan pada skema berikut. Gambar 1. Skema penilaian sikap a) Observasi Observasi dalam penilaian sikap peserta didik merupakan teknik yang dilakukan secara berkesinambungan melalui pengamatan perilaku. Asumsinya setiap peserta didik pada dasarnya berperilaku baik sehingga yang perlu dicatat hanya perilaku yang sangat baik (positif) atau kurang baik (negatif) yang berkaitan dengan indikator sikap spiritual dan sikap sosial. Catatan hal-hal positif dan menonjol digunakan untuk menguatkan perilaku positif, sedangkan perilaku negatif digunakan untuk pembinaan. Instrumen yang digunakan dalam observasi adalah lembar observasi atau jurnal. Hasil observasi dicatat dalam jurnal yang dibuat selama satu semester. Jurnal memuat catatan sikap atau perilaku peserta didik yang sangat baik atau kurang baik, dilengkapi dengan waktu terjadinya perilaku tersebut, dan butir-butir sikap. Berdasarkan catatan tersebut pendidik membuat deskripsi penilaian sikap peserta didik selama satu semester. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan penilaian sikap dengan teknik observasi: (1) Jurnal digunakan selama periode satu semester. (2) Jurnal oleh guru mata pelajaran dibuat untuk seluruh peserta didik yang mengikuti mata pelajarannya. (3) Hasil observasi guru mata pelajaran diserahkan kepada wali kelas untuk diolah lebih lanjut. (4) Perilaku sangat baik atau kurang baik yang dicatat dalam jurnal tidak terbatas pada butir-butir sikap (perilaku) yang hendak ditumbuhkan melalui pembelajaran yang saat itu sedang berlangsung sebagaimana dirancang dalam RPP, tetapi dapat mencakup butir-butir sikap lainnya yang ditanamkan dalam semester itu, jika butir-butir sikap tersebut muncul/ditunjukkan oleh peserta didik melalui perilakunya. (5) Catatan dalam jurnal dilakukan selama satu semester sehingga ada kemungkinan dalam satu hari perilaku yang sangat baik dan/atau kurang baik muncul lebih dari satu kali atau tidak muncul sama sekali. (6) Perilaku peserta didik yang tidak menonjol (sangat baik atau kurang baik) tidak perlu dicatat dan dianggap peserta didik tersebut menunjukkan perilaku baik atau sesuai dengan norma yang diharapkan. Tabel 4. Contoh format dan pengisian jurnal guru mata pelajaran PPKn Satuan Pendidikan : SMA/MA/SMK/MAK…… Tahun Pelajaran : 2016/2017 Kelas/Semester : XII/ 1 Mata Pelajaran : PPKn NO Waktu Nama Indikator Perilaku Catatan Perilaku Pos/ Neg Butir Sikap 1 5/3/2016 Alya Menunjukkan perilaku orang beriman dalam praksis perlindungan dan penegakan hukum untuk menjamin keadilan dan kedamaian. Meyakini bahwa perlindungan penegakan hukum secara adil merupakan perintah Tuhan Yang Maha Esa. + Sikap Spiritual 2 4/9/2016 Afi na Menjalankan perilaku jujur dalam praktik perlindungan dan penegakan hukum di tengah masyarakat. Memberikan kesaksian secara jujur atas kejadian yang menimpa temannya di kelas. + Sikap Sosial b) Penilaian diri Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks pencapaian kompetensi sikap. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian diri menggunakan daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang disertai rubrik. Hasil penilaian diri peserta didik dapat digunakan sebagai data konfi rmasi. Penilaian diri dapat memberi dampak positif terhadap perkembangan kepribadian peserta didik, antara lain: (1) dapat menumbuhkan rasa percaya diri karena diberi kepercayaan untuk menilai diri sendiri; (2) peserta didik menyadari kekuatan dan kelemahan diri karena ketika melakukan penilaian, harus melakukan introspeksi terhadap kekuatan dan kelemahan yang dimiliki; (3) dapat mendorong, membiasakan, dan melatih peserta didik untuk berbuat jujur, karena dituntut untuk jujur dan objektif dalam melakukan penilaian; serta (4) membentuk sikap terhadap mata pelajaran/pengetahuan. c) Penilaian Antarteman Penilaian antarteman adalah penilaian dengan cara peserta didik saling menilai perilaku temannya. Penilaian antarteman dapat mendorong: (a) objektivitas peserta didik, (b) empati, (c) mengapresiasi keragaman/ perbedaan, dan (d) refl eksi diri. Sebagaimana penilaian diri, hasil penilaian antarteman dapat digunakan sebagai data konfi rmasi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian antarteman. Kriteria penyusunan instrumen penilaian antarteman sebagai berikut. (1) Sesuai dengan indikator yang akan diukur. (2) Indikator dapat diukur melalui pengamatan peserta didik. (3) Kriteria penilaian dirumuskan secara sederhana, namun jelas dan tidak berpotensi munculnya penafsiran makna ganda/berbeda. (4) Menggunakan bahasa lugas yang dapat dipahami peserta didik. (5) Menggunakan format sederhana dan mudah digunakan oleh peserta didik. (6) Indikator menunjukkan sikap/perilaku peserta didik dalam situasi yang nyata atau sebenarnya dan dapat diukur. Penilaian antarteman paling cocok dilakukan pada saat peserta didik melakukan kegiatan kelompok, misalnya setiap peserta didik diminta mengamati/menilai dua orang temannya, dan dia juga dinilai oleh dua orang teman lainnya dalam kelompoknya. Contoh format penilaian lihat bagian lampiran. b. Penilaian Pengetahuan Kompetensi pengetahuan merupakan kompetensi ranah kognitif dalam taksonomi pendidikan. Perkembangan pencapaian kompetensi pengetahuan melalui tahapan mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Pendidik menilai kompetensi pengetahuan melalui teknik tes tulis, tes lisan, dan penugasan. 1) Instrumen tes tulis berupa soal pilihan ganda, isian, jawaban singkat, benar salah, menjodohkan, dan uraian. Instrumen uraian dilengkapi pedoman penskoran. a) Pilihan Ganda Soal pilihan ganda secara umum terdiri atas pertanyaan dan alternatif pilihan jawaban. Bentuk penilaian ini lebih tepat digunakan saat penilaian tengah semester, akhir semester, dan ujian sekolah, atau untuk latihan bagi pengayaan. b) Isian Bentuk ini merupakan salah satu bentuk soal yang jawabannya menuntut peserta didik untuk melengkapi atau mengisi kata-kata atau kelompok kata yang dihilangkan. Soalnya disusun seperti kalimat lengkap, kemudian dihilangkan pada bagian tertentu yang harus diisi oleh peserta didik. Bentuk penilaian ini lebih tepat digunakan saat penilaian tengah semester, akhir semester, dan ujian sekolah, atau untuk latihan bagi pengayaan. c) Jawaban Singkat Bentuk ini merupakan salah satu bentuk soal objektif yang jawabannya menuntut peserta didik menjawab soal dengan singkat, yaitu jawabannya dapat berupa satu kata, kelompok kata/ frase, simbol matematika, atau angka. Bentuk penilaian ini lebih tepat digunakan saat penilaian tengah semester, akhir semester, dan ujian sekolah, atau untuk latihan bagi pengayaan. d) Benar Salah Bentuk ini merupakan salah satu bentuk soal objektif yang setiap soalnya terdapat dua macam kemungkinan jawaban yang berlawanan, yaitu benar atau salah. Bentuk soal benar-salah biasanya dipergunakan untuk menanyakan fakta, ide, dan konsepsi yang kompleks. Bentuk penilaian ini lebih tepat digunakan saat penilaian tengah semester, akhir semester, dan ujian sekolah, atau untuk latihan bagi pengayaan. e) Menjodohkan Bentuk ini wujudnya terdiri atas dua kelompok atau kolom. Tugas peserta didik adalah mencari pasangan yang tepat dalam dua kelompok itu. Biasanya, bentuk menjodohkan hanya terbatas untuk mengukur kemampuan ingatan. f) Uraian Soal uraian adalah soal yang menuntut jawaban peserta tes dengan mengorganisasikan gagasan atau hal-hal yang dipelajari dengan cara mengemukakan gagasan tersebut dalam bentuk tulisan. Soal uraian dibagi atas uraian terstruktur dan uraian tidak terstruktur. Soal uraian terstruktur memiliki jawaban yang terbatas dan jelas. Uraian tidak terstruktur memiliki jawaban yang sangat variatif. Penilaian harian lebih tepat menggunakan soal uraian, sehingga dapat mengembangkan berpikir divergen (beragam). Bentuk soal pilihan ganda, isian, jawaban singkat, benar salah dan menjodohkan, lebih tepat digunakan saat penilaian tengah semester, ulangan akhir semester, dan ujian sekolah, atau untuk latihan bagi pengayaan. 1) Instrumen tes lisan berupa daftar pertanyaan. Tes lisan adalah tes yang pelaksanaan dilakukan dengan mengadakan tanya jawab secara langsung antara pendidik dan peserta didik. Tes lisan dapat dilaksanakan dengan menggunakan pedoman pertanyaan atau tanpa pedoman pertanyaan. 2) Instrumen penugasan berupa pekerjaan rumah dan/atau projek yang dikerjakan secara individu atau kelompok sesuai dengan karakteristik tugas. Penugasan yang bertujuan untuk mencapai kompetensi pengetahuan antara lain membuat kliping, mencari data, wawancara, merangkum, kajian tokoh, kajian historis, dan menulis gagasan. c. Penilaian Keterampilan Penilaian kompetensi keterampilan melalui penilaian kinerja, yaitu penilaian yang menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu. Perkembangan pencapaian kompetensi keterampilan melalui tahapan mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyaji, menalar, dan mencipta. Teknik penilaian kompetensi keterampilan menggunakan tes praktik, proyek, dan penilaian portofolio. Instrumen yang digunakan berupa daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang dilengkapi rubrik. 1) Tes Praktik Tes praktik adalah penilaian yang menuntut respons berupa keterampilan melakukan suatu aktivitas atau perilaku sesuai dengan tuntutan kompetensi. Tes praktik dalam pembelajaran PPKn antara lain melalui simulasi, tes perbuatan, dan sosiodrama. 2) Proyek Penugasan proyek adalah suatu teknik penilaian yang menuntut peserta didik melakukan kegiatan tertentu di luar kegiatan pembelajaran di kelas. Penugasan dapat diberikan dalam bentuk individual atau kelompok. Proyek adalah suatu tugas yang melibatkan kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan secara tertulis maupun lisan dalam waktu tertentu serta umumnya menggunakan data. Penilaian proyek mencakup penilaian proses dan hasil belajar. Penugasan proyek dalam PPKn antara lain melalui Proyek Belajar Kewarganegaraan. Penilaian proyek belajar kewarganegaraan dilaksanakan pada setiap langkah kegiatan mulai dari identifi kasi masalah sampai dengan penyajian. Penilaian meliputi penilaian proses dan hasil dari kegiatan ini. Penilaian proses antara lain mencakup persiapan, kerja sama, partisipasi, koordinasi, aktivitas, dan yang lain dalam penyusunan maupun dalam presentasi hasil kerja. Penilaian hasil mencakup dokumen laporan dan presentasi laporan. 3) Portofolio Penilaian portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengan cara menilai kumpulan semua karya peserta didik dalam bidang tertentu yang bersifat refl ektif-integratif untuk mengetahui minat, perkembangan, prestasi, dan/atau kreativitas peserta didik dalam kurun waktu tertentu. Karya tersebut dapat berbentuk tindakan nyata yang mencerminkan kepedulian peserta didik terhadap lingkungannya. Penilaian portofolio dapat dilakukan saat menerapkan model pembelajaran pengabdian masyarakat, partisipasi kewarganegaraan, mengajukan usul/petisi, partisipasi dalam asosiasi, membangun koalisi, mengelola konfl ik, berlatih empati dan toleransi, kunjungan lapangan, dan model pembelajaran yang lain. Penilaian portofolio dapat dilakukan untuk menilai kompetensi dasar tentang berinteraksi dengan teman dan menyaji bentuk partisipasi kewarganegaraan. Kedua kompetensi dasar ini merupakan praktik kewarganegaraan yang dapat dilaksanakan pada setiap materi pokok. 5. Pengolahan Hasil Penilaian a. Nilai Sikap Spiritual dan Sikap Sosial Langkah-langkah menyusun rekapitulasi penilaian sikap untuk satu semester. 1) Wali kelas, guru mata pelajaran, dan guru BK mengelompokkan (menandai) catatan-catatan jurnal ke dalam sikap spiritual dan sikap sosial. 2) Wali kelas, guru mata pelajaran, dan guru BK membuat rumusan deskripsi singkat sikap spiritual dan sikap sosial sesuai dengan catatancatatan jurnal untuk setiap peserta didik yang ditulis dengan kalimat positif. Deskripsi tersebut menyebutkan sikap/perilaku yang sangat baik dan/atau kurang baik dan yang perlu bimbingan. 3) Wali kelas mengumpulkan deskripsi singkat (rekap) sikap dari guru mata pelajaran dan guru BK. Wali kelas menyimpulkan (merumuskan deskripsi) capaian sikap spiritual dan sosial setiap peserta didik berdasarkan deskripsi singkat sikap spiritual dan sosial dari guru mata pelajaran, guru BK, dan wali kelas yang bersangkutan. 4) Deskripsi yang ditulis pada sikap spiritual dan sikap sosial adalah perilaku yang menonjol, sedangkan sikap spiritual dan sikap sosial yang belum mencapai kriteria (indikator) dideskripsikan sebagai perilaku yang perlu pembimbingan. 5) Dalam hal peserta didik tidak ada catatan apa pun dalam jurnal, sikap peserta didik tersebut diasumsikan berperilaku sesuai indikator kompetensi. 6) Rekap hasil observasi sikap spritual dan sikap sosial yang dilakukan oleh wali kelas sebagai deskripsi untuk mengisi buku rapor pada kolom hasil belajar sikap. Rambu-rambu deskripsi pencapaian sikap adalah sebagai berikut. a) Sikap yang ditulis adalah sikap spiritual dan sikap sosial. b) Deskripsi sikap terdiri atas keberhasilan dan/atau ketercapaian sikap yang diinginkan dan belum tercapai yang memerlukan pembinaan dan pembimbingan. c) Substansi sikap spiritual adalah hal-hal yang berkaitan dengan menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. d) Substansi sikap sosial adalah hal-hal yang berkaitan dengan menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. e) Hasil penilaian pencapaian sikap dalam bentuk predikat dan deskripsi. f) Predikat untuk sikap spiritual dan sikap sosial dinyatakan dengan A= sangat baik, B= baik, C= cukup, dan D= kurang. Deskripsi dalam bentuk kalimat positif, memotivasi, dan bahan refl eksi. Berikut contoh kesimpulan hasil deskripsi sikap spiritual dan sikap sosial. Sikap Spiritual : Selalu bersyukur dan berdoa sebelum melakukan kegiatan serta memiliki toleran pada agama yang berbeda; ketaatan beribadah mulai berkembang. Sikap Sosial : Memiliki sikap santun, disiplin, dan tanggung jawab yang baik, responsif dalam pergaulan; sikap kepedulian mulai meningkat. 2. Nilai Pengetahuan Nilai pengetahuan diperoleh dari hasil penilaian harian selama satu semester untuk mengetahui pencapaian kompetensi pada setiap KD pada KI-3. Penilaian harian dapat dilakukan melalui tes tertulis dan/atau penugasan, maupun lisan, dan lain-lain sesuai dengan karakteristik setiap KD. Pelaksanaan penilaian harian dapat dilakukan setelah pembelajaran satu KD atau lebih. Penilaian harian dapat dilakukan lebih dari satu kali untuk KD dengan cakupan materi luas dan kompleks sehingga penilaian harian tidak perlu menunggu pembelajaran KD tersebut selesai. Hasil penilaian pengetahuan yang dilakukan oleh pendidik dengan berbagai teknik penilaian dalam satu semester direkap dan didokumentasikan pada tabel pengolahan nilai sesuai dengan KD yang dinilai. Jika dalam satu KD dilakukan penilaian lebih dari satu kali maka nilai akhir KD tersebut merupakan nilai rerata. Nilai akhir pencapaian pengetahuan mata pelajaran tersebut diperoleh dengan cara merata-ratakan hasil pencapaian kompetensi setiap KD selama satu semester. Nilai akhir selama satu semester pada rapor ditulis dalam bentuk angka pada skala 0–100 dan predikat serta dilengkapi dengan deskripsi singkat kompetensi yang menonjol berdasarkan pencapaian KD selama satu semester. Tabel 5. Contoh Pengolahan Nilai Pengetahuan Mata Pelajaran PPKn Kelas XII No Nama KD Hasil Penilaian Harian Penilaian Akhir Semester Rerata 1 2 3 4 1 Alya 3.1 75 75 78 76 3.2 60 66 70 65 3.3 86 80 90 80 84 3.4 80 95 88 Nilai Rapor 78 , 25 Keterangan: 1. Penilaian harian dilakukan oleh pendidik dengan cakupan meliputi semua indikator dari satu kompetensi dasar. 2. Penilaian akhir semester merupakan kegiatan yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik pada akhir semester. Cakupan penilaian meliputi semua indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut. 3. KD 3.1 dilakukan tagihan penilaian sebanyak 3 kali, maka nilai pengetahuan pada KD 3.1 adalah 75 + 75 + 78 = 76 4. Nilai rapor = 76 + 65 + 84 + 88 = 78,25 (pembulatan: 78) 4 5. Contoh deskripsi kompetensi pengetahuan. ”Memiliki kemampuan yang sangat baik dalam memahami dinamika persatuan dan kesatuan bangsa dalam konteks NKRI dan perlu ditingkatkan dalam perlindungan dan penegakan hukum di Indonesia”. 3. Nilai Keterampilan Nilai keterampilan diperoleh dari hasil penilaian unjuk kerja/kinerja/ praktik, proyek, produk, portofolio, dan bentuk lain sesuai karakteristik KD mata pelajaran. Hasil penilaian pada setiap KD pada KI-4 adalah nilai optimal jika penilaian dilakukan dengan teknik yang sama dan objek KD yang sama. Penilaian KD yang sama yang dilakukan dengan proyek dan produk atau praktik dan produk, hasil akhir penilaian KD tersebut dirataratakan. Untuk memperoleh nilai akhir keterampilan adalah rerata dari semua nilai KD pada KI-4 dalam satu semester. Selanjutnya, penulisan capaian keterampilan pada rapor menggunakan angka pada skala 0–100 dan predikat serta dilengkapi deskripsi singkat capaian kompetensi. Berikut contoh cara pengolahan nilai keterampilan yang dilakukan melalui praktik pada KD 4.1 sebanyak 1 kali dan KD 4.2 sebanyak 2 kali. KD 4.3 dan KD 4.4 dinilai melalui satu proyek. Selain itu, KD 4.4 juga dinilai melalui satu kali produk. Tabel 6 Contoh pengolahan nilai keterampilan mata pelajaran PPKn kelas XII KD Praktik Produk Proyek Portofolio Nilai Akhir ( Pembulatan ) 4.1 87 87 4.2 66 75 75 4.3 92 92 4.4 75 82 79 Rerata 83 Keterangan: 1. Pada KD 4.1, 4.2, dan 4.3 Nilai Akhir diperoleh berdasarkan nilai optimum, sedangkan untuk KD 4.4 diperoleh berdasarkan rata-rata karena menggunakan proyek dan produk. 2. Nilai akhir semester didapat dengan cara merata-ratakan nilai akhir pada setiap KD. 3. Nilai rapor = 87 + 75 + 92 + 79 = 83,25 ( pembulatan 83) 4 4. Nilai rapor keterampilan dilengkapi deskripsi singkat kompetensi yang menonjol berdasarkan pencapaian KD pada KI-4 selama satu semester. 5. Contoh deskripsi kompetensi keterampilan: ”Memiliki kemampuan yang sangat baik dalam mempresentasikan hasil identifi kasi pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap negara dalam bingkai BhinnekaTunggal Ika, dan perlu ditingkatkan dalam mendemostrasikan hasil evaluasi praktik perlindungan dan penegakan hukum dalam masyarakat untuk menjamin keadilan dan kedamaian”. G. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan Konsekuensi dari pembelajaran tuntas adalah tuntas atau belum tuntas. Bagi peserta didik yang belum mencapai KKM, dilakukan tindakan remedial dan bagi peserta didik yang sudah mencapai atau melampaui ketuntasan belajar dilakukan pengayaan. Pembelajaran remedial dan pengayaan dilaksanakan untuk kompetensi pengetahuan dan keterampilan, sedangkan sikap tidak ada remedial atau pengayaan namun menumbuhkembangkan sikap, perilaku, dan pembinaan karakter setiap peserta didik. 1. Bentuk Pelaksanaan Remedial Setelah diketahui kesulitan belajar yang dihadapi peserta didik, langkah berikutnya adalah memberikan perlakuan berupa pembelajaran remedial. Bentuk-bentuk pelaksanaan pembelajaran remedial antara lain sebagai berikut. a. Pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda. Pembelajaran ulang dapat disampaikan dengan variasi cara penyajian, penyederhanaan tes/pertanyaan. Pembelajaran ulang dilakukan bilamana sebagian besar atau semua peserta didik belum mencapai ketuntasan belajar atau mengalami kesulitan belajar. Pendidik perlu memberikan penjelasan kembali dengan menggunakan metode dan/atau media yang lebih tepat. b. Pemberian bimbingan secara khusus, misalnya bimbingan perorangan. Dalam hal pembelajaran klasikal, peserta didik tertentu mengalami kesulitan, perlu dipilih alternatif tindak lanjut berupa pemberian bimbingan secara individual. Pemberian bimbingan perorangan merupakan implikasi peran pendidik sebagai tutor. Sistem tutorial dilaksanakan bilamana terdapat satu atau beberapa peserta didik yang belum berhasil mencapai ketuntasan. c. Pemberian tugas-tugas latihan secara khusus. Dalam rangka pelaksanaan remedial, tugas-tugas latihan perlu diperbanyak agar peserta didik tidak mengalami kesulitan dalam mengerjakan tes akhir. Peserta didik perlu diberi pelatihan intensif untuk membantu menguasai kompetensi yang ditetapkan. d. Pemanfaatan tutor sebaya. Tutor sebaya adalah teman sekelas atau kakak kelas yang memiliki kecepatan belajar lebih. Mereka perlu dimanfaatkan untuk memberikan tutorial kepada rekan atau adik kelas yang mengalami kesulitan belajar. Melalui tutor sebaya, diharapkan peserta didik yang mengalami kesulitan belajar akan lebih terbuka dan akrab. 2. Bentuk Pelaksanaan Pengayaan Bentuk-bentuk pelaksanaan pembelajaran pengayaan dapat dilakukan antara lain melalui: a. belajar kelompok, yaitu sekelompok peserta didik yang memiliki minat tertentu diberikan pembelajaran bersama di luar jam pelajaran; b. belajar mandiri, yaitu secara mandiri peserta didik belajar mengenai sesuatu yang diminati; dan c. pembelajaran berbasis tema, yaitu memadukan kurikulum di bawah tema besar sehingga peserta didik dapat mempelajari hubungan antara berbagai disiplin ilmu. https://matematohir.wordpress.com/ PPKn 39 3. Hasil Penilaian a. Nilai remedial yang diperoleh diolah menjadi nilai akhir. b. Nilai akhir setelah remedial untuk aspek pengetahuan dihitung dengan mengganti nilai indikator yang belum tuntas dengan nilai indikator hasil remedial, yang selanjutnya diolah berdasarkan rerata nilai seluruh KD. c. Nilai akhir setelah remedial untuk aspek keterampilan diambil dari nilai optimal KD. d. Penilaian hasil belajar kegiatan pengayaan tidak sama dengan kegiatan pembelajaran biasa, tetapi cukup dalam bentuk portofolio, dan harus dihargai sebagai nilai tambah (lebih) dari peserta didik yang normal.  buku siswa akan diajarkan selama 1 (satu) tahun pelajaran. Sesuai dengan desain waktu dan materi, setiap Bab akan diselesaikan dalam beberapa pertemuan. Agar pembelajaran lebih efektif, efi sien dan sistematis, maka secara umum, program pembelajaran setiap pertemuan dirancang terdiri dari: (1) Kompetensi Inti (2) Kompetensi Dasar (3) Indikator Pencapaian Kompetensi (4) Materi dan Proses Pembelajaran, (5) Penilaian, (6) Pengayaan, (7) Remedial, dan (8) Interaksi Guru dan Orang tua. Pelaksanaan Pembelajaran. Berdasarkan pemahaman tentang Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD), guru PPKn dalam pelaksanaan pembelajaran hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. Guru diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan membaca dari berbagai sumber bahan ajar yang relevan dengan materi pembelajaran. 2. Guru dapat menggunakan isu-isu aktual untuk dapat mengajak siswa dalam mengembangkan kemampuan analisis dan evaluatif dengan mengambil contoh kasus dari situasi yang berkembang saat ini. 3. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif, guru dapat menampilkan foto-foto, gambar, dan dokumentasi audiovisual (fi lm) yang relevan dengan materi pelajaran. 4. Guru harus memberikan motivasi dan mendorong siswa secara aktif (active learning) untuk mencari sumber dan contoh-contoh konkret dari lingkungan sekitar. 5. Guru harus menciptakan situasi belajar yang memungkinkan siswa melakukan observasi dan refl eksi. Observasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya membaca buku yang relevan disertai dengan analisis yang bersifat kritis, membuat laporan tertulis secara sederhana, melakukan wawancara dengan narasumber, menonton fi lm dan lain sebagainya yang berkaitan dengan pembahasan materi. 6. Siswa dirangsang untuk berpikir kritis dengan membuat pertanyaanpertanyaan berdasarkan wacana/gambar, memberikan pertanyaanpertanyaan serta mempertahankan pendapatnya pada setiap jalannya diskusi dalam proses pembelajaran di kelas. 7. Guru dapat mengaitkan konteks materi pelajaran dengan konteks lingkungan tempat tinggal siswa (kabupaten/kota, provinsi, pulau) pada proses pembelajaran di kelas atau di luar kelas. 8. Siswa harus selalu dimotivasi agar memiliki kemampuan dalam mengomunikasikan hasil proses pengumpulan dan analisis data terkait dengan materi yang sedang diajarkan. 9. Penggunaan media/alat/bahan pelajaran hendaknya memperhatikan situasi dan kondisi lingkungan sekolah, khususnya ketersediaan sarana dan prasarana di sekolah. Jika dipandang perlu, pendidik dapat memanfaatkan teknologi informasi atau pendidik dapat membuat media pembelajaran yang bersifat sederhana yang menunjang penguasaan materi pembalajaran secara efektif dan efi sien. 10. Dalam rangka efektivitas dan efi siensi penyerapan materi pelajaran, guru dapat membagi siswa ke dalam beberapa kelompok sesuai dengan jumlah siswa dalam kelas. Kelompok yang telah ditetapkan ditugaskan untuk membuat bahan presentasi kelompok dan mempresentasikannya sesuai dengan tugas yang telah diberikan kepadanya. 11. Proyek kewarganegaraan yang dilaksanakan dalam kelompok dalam pelaksanaannya dapat melakukan kerja sama dengan lembaga/ instansi terkait sehingga siswa mendapatkan informasi secara lengkap. Contoh: tokoh agama/masyarakat, pengurus RT/RW, kepala kelurahan/ pemangku/pejabat pemerintahan, dan lain sebagainya. Perlu diperhatikan bahwa dalam uraian kegiatan setiap bab merupakan pilihan atau contoh semata, bukan sesuatu yang bersifat mutlak harus diterapkan secara utuh oleh guru dalam kegiatan pembelajaran. Pada dasarnya, gurulah yang berhak untuk mendesain dan menentukan proses pembelajaran di kelas. Indikator, tujuan pembelajaran, materi pokok, pendekatan, model dan metode serta penilaian dapat disesuaikan dengan kemampuan guru, karakteristik siswa, sarana dan prasarana, sumber belajar serta alokasi waktu yang tersedia. Namun demikian, proses pembelajaran harus tetap sesuai dengan Kurikulum 2013. Hak dan Pengingkaran Kewajiban dalam Perspektif Pancasila A. Kompetensi Inti ( KI): 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya 2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. 3. Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifi k sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. 4. Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan. B. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Kompetensi Dasar ( KD) Indikator Pencapaian Kompetensi ( IPK) 1.1 Menghargai perbedaan sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa dalam rangka menghormati hak asasi manusia. 1.1.1 1.1.2 Menerima perbedaan sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa dalam rangka menghormati hak asasi manusia. Menghargai perbedaan sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa dalam rangka menghormati hak asasi manusia. 2.1 Bersikap responsif dan proaktif terhadap pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 2.1.1 2.1.2 Memiliki sikap responsif dan proaktif terhadap pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Bersikap responsif dan proaktif terhadap pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 3.1 Menganalisis nilainilai Pancasila terkait dengan kasus-kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 3.1.1 Mengidentifi kasi hakikat hak dan kewajiban warga negara. 3.1.2 Menganalisa substansi hak dan kewajiban warga negara dalam nilai dasar Pancasila. 3.1.3 Menganalisa substansi hak dan kewajiban warga negara dalam nilai instrumental Pancasila. 3.1.4 Menganalisa substansi hak dan kewajiban warga negara dalam nilai praksis Pancasila. 3.1.3 Menganalisis faktor-faktor penyebab kasus pelanggaran hak warga negara. 3.1.5 Menganalisis contoh kasus pengingkaran kewajiban warga negara. 3.1.6 Menganalisis upaya penanganan pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara. 3.1.7 Menganalisis bentuk-bentuk partisipasi masyarakat dalam pencegahan terjadinya pelanggaran hak dan kewajiban warga negara. 4.1 Menyaji hasil analisis nilai-nilai Pancasila terkait dengan kasuskasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 1.1.1 1.1.2 Menalar hasil analisis kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban sebagai warga negara beserta solusinya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Menyaji hasil analisis kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban sebagai warga negara beserta solusinya sesuai dengan nilainilai Pancasila. C. Materi Pembelajaran Bab 1. Secara garis besar materi pembelajaran Bab 1 adalah sebagai berikut. 1. Makna hak dan kewajiban warga negara. 2. Substansi hak dan kewajiban warga negara dalam Pancasila. a. Hak dan kewajiban warga negara dalam nilai dasar Pancasila. b. Hak dan kewajiban warga negara dalam nilai instrumental Pancasila. c. Hak dan kewajiban warga negara dalam nilai praksis Pancasila. 3. Kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara. a. Penyebab terjadinya pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara. b. Kasus pelanggaran hak warga negara. c. Kasus pengingkaran kewajiban warga negara. 4. Penanganan pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga. a. Upaya pemerintah dalam penanganan kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara. b. Membangun partisipasi masyarakat dalam pencegahan terjadinya pelanggaran hak dan kewajiban warga negara. D. Proses Pembelajaran 1. Pertemuan Pertama (2 x 45 Menit) Pertemuan pertama diawali dengan mengulas isu-isu yang ada di sekitar siswa. Pada pertemuan pertama guru, dapat menyampaikan gambaran umum materi yang akan dipelajari pada Bab 1, kegiatan apa yang akan dilaksanakan, menjelaskan pentingnya mempelajari materi ini, bagaimana guru dapat menumbuhkan ketertarikan siswa terhadap materi yang akan dipelajari. Setelah itu, guru menyampaikan batasan materi apa saja yang akan dipelajari pada Bab 1. a. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Menerima perbedaan sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa dalam rangka menghormati hak warga negara. 2. Menghargai perbedaan sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa dalam rangka menghormati hak warga negara. 3. Memiliki sikap responsif dan proaktif terhadap pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 4. Bersikap responsif dan proaktif terhadap pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 5. Mengidentifi kasi hakikat hak warga negara. 6. Mengidentifi kasi hakikat kewajiban warga negara. 7. Menalar hasil analisis kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban sebagai warga negara beserta solusinya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. 8. Menyaji hasil analisis kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban sebagai warga negara beserta solusinya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. b. Materi Pembelajaran Materi yang disampaikan pada pertemuan pertama adalah subbab A tentang hakikat hak dan kewajiban warga negara. c. Proses Pembelajaran Pembelajaran menggunakan pendekatan saintifi k dengan proses pembelajaran aktif menekankan pada Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Literasi, Critical Thinking, Creativity, Collaboration dan Communication (4 C). Pelaksanaan pembelajaran secara umum dibagi tiga tahapan, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. No Uraian Kegiatan 1. Kegiatan Pendahuluan 1) Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif dan menyenangkan untuk proses belajar-mengajar, kerapian dan kebersihan ruang kelas(PPK), presensi (kehadiran, agenda kegiatan) media, alat dan buku yang diperlukan. 2) Guru meminta salah satu siswa untuk memimpin doa sesuai dengan agamanya masing-masing. ( PPK ) 3) Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. 4) Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan. 5) Menyampaikan teknis pembelajaran pada pertemuan pertama yaitu melalui diskusi kelompok. 2. Kegiatan Inti 1) Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok masing-masing berjumlah 5 – 6 orang. 2) Siswa membaca Buku Teks PPKn Kelas XII Bab 1, diawali dengan membaca wacana yang berjudul Mendagri: Partisipasi Pilpres 70 Persen Sudah Luar Biasa. (Literasi) Selanjutnya, secara berkelompok berdiskusi menganalisis wacana tersebut dengan menjawab pertanyaan yang terdapat pada wacana tersebut. 3) Siswa selanjutnya membaca Subbab A tentang makna hak dan kewajiban warga negara, mencatat hal-hal penting. Guru dapat menambahkan penjelasan terkait dengan wacana tersebut dengan berbagai fakta baru yang berhubungan dengan hakikat hak dan kewajiban warga negara. 4) Siswa mengidentifi kasi pertanyaan yang ingin diketahui tentang hakikat hak dan kewajiban warga negara. (Critical Thinking) 5) Siswa mengajukan pertanyaan tentang makna hak dan kewajiban warga negara. (Communication) 6) Siswa merumuskan hipotesis, yakni pernyataan (statemen) sebagai jawaban sementara atas pertanyaan yang telah disusun. Kompetensi yang dikembangkan adalah kreativitas, rasa ingin tahu dan kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis. (Critical Thinking) 7) Siswa mencari informasi lanjutan dengan membaca berbagai sumber lain yang relevan baik dari buku, internet; web, maupun media sosial lainnya untuk menjawab pertanyaan atau membuktikan benar atau tidaknya hipotesis. (Literasi dan Collaboration) 8) Mengumpulkan informasi untuk menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan wacana Mendagri: Partisipasi Pilpres 70 Persen Sudah Luar Biasa dan Tugas Mandiri 1.1. 9) Peran guru dalam langkah tahap ini adalah sebagai berikut. a) Menyediakan berbagai sumber belajar seperti buku referensi lain. b) Guru dapat juga menunjukkan buku atau sumber belajar lain yang dapat dijadikan referensi untuk menjawab pertanyaan. 10) Berdiskusi dalam kelompoknya untuk mendapatkan pendalaman pemahaman materi, menganalisis dan menyimpulkan informasi yang didapat. Menyusun hasil diskusi dalam bentuk laporan tertulis dan bahan presentasi. Laporan disusun secara kelompok dan dikumpulkan pada akhir pertemuan ini. ( Critical Thinking ) 11) Guru meminta perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya secara bergantian. Masalah yang dipresentasikan adalah jawaban atas pertanyaan yang terdapat pada wacana ”Mendagri: Partisipasi Pilpres 70 Persen Sudah Luar Biasa”. Hasil diskusi kelompok tentang pertanyaan yang telah disusun berkaitan dengan materi subbab A, dan presentasi Tugas Mandiri 1.1 ( Communication ) 12) Pada saat kelompok tertentu mempresentasikan hasil diskusinya, kelompok lain diminta untuk memperhatikan dan mengajukan pertanyaan atau memberikan kritik dan masukan. (Critical Thinking) 13) Guru memberikan konfi rmasi terhadap hasil presentasi setiap kelompok. Hasil diskusi kelompok dikumpulkan untuk mendapatkan penilaian dari guru. 3. Kegiatan Penutup 1) Guru dan siswa membuat rangkuman atau simpulan kompetensi yang telah dipelajari. 2) Guru dan siswa melakukan refl eksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan. 3) Guru memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil belajar. 4) Guru menyampaikan rencana pembelajaran untuk pertemuan kedua. 5) Guru dan siswa menutup pelajaran dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena pembelajaran berlangsung lancar dan tertib. (PPK) d. Penilaian 1) Penilaian Sikap Penilaian sikap terhadap siswa dapat dilakukan selama proses belajar berlangsung. Penilaian dapat dilakukan dengan observasi. Dalam Observasi ini misalnya dilihat aktivitas dan tingkat perhatian siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Format penilaian sikap dapat menggunakan contoh Jurnal Perkembangan Sikap sebagai berikut; Jurnal Perkembangan Sikap Kelas : ……..............……. Semester : ……..............……. No Tanggal Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap 2) Penilaian Pengetahuan a) Jawablah pertanyaan di bawah ini. • Jelaskan hakikat hak warga negara! • Jelaskan hakikat kewajiban warga negara! • Jelaskan kaitan antara hak dan kewajiban warga negara! b) Mengerjakan Tugas Mandiri 1.1, sebagai berikut; Bacalah buku sumber lain yang ada kaitannya dengan materi pembelajaran pada bab ini. Kemudian coba identifi kasi tiga makna hak dan kewajiban warga negara menurut para pakar/ahli. • Berdasarkan pendapat-pendapat para pakar yang kalian temukan, analisis persamaan dan perbedaannya. • Coba kalian rumuskan makna hak dan kewajiban warga negara berdasarkan pendapat sendiri. 3) Penilaian Keterampilan Penilaian Keterampilan dilakukan guru dengan melihat kemampuan siswa dalam presentasi, kemampuan bertanya, kemampuan menjawab pertanyaan atau mempertahankan argumentasi kelompok, kemampuan dalam memberikan masukan/saran pada saat menyampaikan hasil telaah/analisis tentang hakikat hak dan kewajiban warga negara. Lembar penilaian Penyajian dan laporan hasil telaah dapat menggunakan format sebagimana terdapat pada lampiran dengan ketentuan aspek penilaian dan rubriknya dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi serta keperluan guru. 2. Pertemuan Kedua ( 2 x 45 Menit ) a. Indikator Pencapaian Kompetensi Menganalisis substansi hak warga negara dalam nilai dasar Pancasila 1) Menerima perbedaan sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa dalam rangka menghormati hak warga negara. 2) Menghargai perbedaan sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa dalam rangka menghormati hak warga negara. 3) Memiliki sikap responsif dan proaktif terhadap pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 4) Bersikap responsif dan proaktif terhadap pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 5) Menganalisis substansi hak dan kewajiban warga negara dalam nilai dasar Pancasila. 6) Menalar hasil analisis kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban sebagai warga negara beserta solusinya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. 7) Menyaji hasil analisis kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban sebagai warga negara beserta solusinya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. b. Materi Pembelajaran Materi yang disampaikan pada pertemuan kedua adalah Bab 1, Subbab B: subtansi hak dan kewajiban warga negara dalam Pancasila. c. Proses Pembelajaran Pembelajaran menggunakan pendekatan saintifi k dengan proses pembelajaran aktif menekankan pada Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Literasi, Critical Thinking, Creativity, Collaboration, dan Communication (4 C). Pelaksanaan pembelajaran secara umum dibagi tiga tahapan yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. No. Uraian Kegiatan 1. Kegiatan Pendahuluan 1) Guru mempersiapkan suasana belajar yang menyenangkan. 2) Guru meminta salah satu siswa untuk memimpin doa sesuai dengan agamanya masing-masing. ( PPK ) 3) Guru menyampaikan indikator pencapaian kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. 4) Guru menyampaikan garis besar cakupan materi, yaitu substansi hak dan kewajiban warga negara dalam nilai dasar Pancasila. 5) Guru menyampaikan kegiatan yang akan dilakukan, yaitu diskusi kelompok. 2. Kegiatan Inti 1) Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok masing-masing berjumlah 5 –6 orang. 2) Siswa diminta untuk mengamati dengan membaca Bab 1, Subbab B: materi hak dan kewajiban warga negara dalam nilai dasar Pancasila. ( Literasi ) 3) Guru memberikan informasi tambahan terkait dengan substansi hak dan kewajiban warga negara dalam Pancasila. 4) Guru memberikan stimulasi dengan mengajukan pertanyaanpertanyaan yang dapat menghadapkan siswa pada kondisi internal yang mendorong eksplorasi. 5) Siswa secara kelompok mengidentifi kasi sekaligus mencatat pertanyaan yang ingin diketahui berkaitan dengan substansi hak dan kewajiban warga negara dalam Pancasila. Guru membimbing dan terus mendorong siswa untuk terus menggali rasa ingin tahu dengan mengisi daftar pertanyaan sebagai berikut: ( Critical Thinking ) No Pertanyaan 1. 2. 3. 6) Guru memberi motivasi dan penghargaan bagi kelompok yang menyusun pertanyaan terbanyak dan sesuai dengan Indikator Pencapaian Kompetensi. Guru mengamati keterampilan siswa secara perorangan dan kelompok dalam menyusun pertanyaan. 7) Siswa mencari informasi dan mendiskusikan jawaban atas pertanyaan yang disusun dengan membaca dari berbagai sumber lain yang relevan, media massa, internet, web atau media sosial lainnya, dan mengumpulkan informasi untuk mengerjakan Tugas Mandiri 1.2, yaitu mengidentifi kasi jenis hak dan kewajiban warga negara yang terkait dengan nilai dasar Pancasila. ( Collaboration ) 8) Peran guru dalam kegiatan ini adalah; a) Menyediakan berbagai sumber belajar seperti buku teks siswa dan buku referensi lain. b) Menjadi sumber belajar bagi siswa dengan memberikan konfi rmasi atas jawaban siswa, atau menjelaskan jawaban pertanyaan kelompok yang tidak terjawab. c) Menunjukkan buku atau sumber belajar lain yang dapat dijadikan referensi untuk menjawab pertanyaan. 9) Siswa berdiskusi dalam kelompoknya untuk mendapatkan pendalaman pemahaman materi, menganalisis dan menyimpulkan informasi yang didapat terkait dengan substansi hak dan kewajiban warga negara dalam dalam nilai dasar Pancasila, serta menyusun laporan secara tertulis. (Critical Thinking, Collaboration) 10) Siswa menyusun laporan hasil analisisnya. Laporan disusun secara kelompok dan individu untuk dikumpulkan pada akhir pertemuan ini. ( Critical Thinking, Collaboration ) 11) Siswa secara acak (2–3 orang) diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya. Siswa yang lain diminta untuk menanggapi atau melengkapi hasil presentasi tersebut (Communication). Guru memberikan konfi rmasi/penguatan atas jawaban siswa. 3. Kegiatan Penutup 1) Siswa melakukan refl eksi dan menyimpulkan materi yang telah dibahas pada pertemuan ini. 2) Guru menyampaikan informasi kegiatan untuk pertemuan berikutnya 3) Guru dan siswa menutup kegiatan dengan mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa bahwa pertemuan kali ini telah berlangsung dengan lancar. ( PPK ) d. Penilaian 1) Penilaian Sikap Penilaian sikap terhadap siswa dapat dilakukan selama proses belajar berlangsung. Penilaian dapat dilakukan dengan observasi. Dalam Observasi ini misalnya dilihat aktivitas dan tingkat perhatian siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Format penilaian sikap dapat menggunakan contoh Penilaian Jurnal Perkembangan Sikap sebagai berikut. Jurnal Perkembangan Sikap Kelas : ……..............……. Semester : ……..............……. No Tanggal Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap 2) Penilaian Pengetahuan Penilaian pengetahuan dilakukan dalam bentuk penugasan, siswa diminta untuk mengerjakan Tugas Mandiri 1.2. Tugas Mandiri 1.2 Coba anda identifi kasi jenis hak dan kewajiban warga negara yang terkait dengan setiap sila Pancasila. Tuliskan hasil identifi kasimu dalam tabel di bawah ini dan presentasikan di depan kelas! No Sila Pancasila Hak Warga Negara Kewajiban Warga Negara 1. Ketuhanan Yang Maha Esa 2. Kemanusian yang Adil dan Beradab 3. Persatuan Indonesia 4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan 5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia 3) Penilaian Keterampilan Penilaian keterampilan dilakukan guru dengan melihat kemampuan siswa dalam presentasi, kemampuan bertanya, kemampuan menjawab pertanyaan atau mempertahankan argumentasi kelompok, kemampuan dalam memberikan masukan/saran pada saat menyampaikan hasil analisis tentang substansi hak dan kewajiban warga negara dalam Pancasila. Format penilaian dapat menggunakan contoh sebagaimana terdapat dalam bagian lampiran buku guru. 3. Pertemuan Ketiga ( 2 x 45 menit ) a. Indikator Pencapaian Kompetensi 1) Menunjukan perilaku orang yang beriman dan bertaqwa dalam mengatasi pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban sebagai pengamalan ajaran agama yang dianutnya. 2) Membangun nilai-nilai kepedulian dalam mengatasi pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban sebagai pengamalan ajaran agama yang dianutnya. 3) Membangun nilai-nilai tanggung jawab dalam mengatasi pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban sebagai pengamalan ajaran agama yang dianutnya. 4) Menganalisis substansi hak dan kewajiban warga negara dalam nilai instrumental Pancasila. 5) Menalar hasil analisis kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban sebagai warga negara beserta solusinya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. 6) Menyaji hasil analisis kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban sebagai warga negara beserta solusinya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. b. Materi Pembelajaran Materi yang disampaikan pada pertemuan ketiga adalah Bab 1, Subbab B: materi tentang hak dan kewajiban warga negara dalam nilai instrumental sila-sila Pancasila. c. Proses Pembelajaran Pembelajaran menggunakan pendekatan saintifi k dengan proses pembelajaran aktif menekankan pada Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Literasi, Critical Thinking, Creativity, Collaboration, dan Communication (4C). Pelaksanaan pembelajaran secara umum dibagi tiga tahapan, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. No Uraian Kegiatan 1. Kegiatan Pendahuluan 1) Guru mempersiapkan suasana belajar yang menyenangkan. 2) Guru meminta salah siswa untuk memimpin doa sesuai dengan agamanya masing-masing. (PPK) 3) Guru mendiskusikan materi yang sudah dipelajari dan dikembangkan sebelumnya yaitu tentang substansi hak dan kewajiban warga negara dalam nilai dasar Pancasila dan mengaitkan dengan materi yang akan dipelajari. 4) Guru mendiskusikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. 5) Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan. 2. Kegiatan Inti 1) Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok masing-masing berjumlah 5 – 6 orang. 2) Siswa diminta untuk mengamati dengan membaca Bab 1, Subbab B: Materi tentang subtansi hak dan kewajiban warga negara dalam nilai instrumental Pancasila. (Literasi) 3) Guru memberikan informasi tambahan terkait dengan substansi hak dan kewajiban warga negara dalam nilai instrumental Pancasila. 4) Guru memberikan stimulasi dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat menghadapkan siswa pada kondisi internal yang mendorong eksplorasi. ( Critical Thinking ) 5) Siswa secara kelompok mengidentifi kasi sekaligus mencatat pertanyaan yang ingin diketahui berkaitan dengan substansi hak dan kewajiban warga negara dalam nilai instrumental Pancasila. (Critical Thinking) Guru membimbing dan terus mendorong siswa untuk terus menggali rasa ingin tahu dengan mengisi daftar pertanyaan sebagai berikut : No Pertanyaan 1. 2. 3. Guru memberi motivasi dan penghargaan bagi kelompok yang menyusun pertanyaan terbanyak dan sesuai dengan Indikator Pencapaian Kompetensi. 6) Guru mengamati keterampilan siswa secara perorangan dan kelompok dalam menyusun pertanyaan. 7) Siswa mencari informasi dan mendiskusikan jawaban atas pertanyaan yang disusun dengan membaca dari berbagai sumber lain yang relevan, media massa, internet, web atau media sosial lainnya. Siswa juga mengumpulkan informasi untuk mengerjakan Tugas Mandiri 1.3. yaitu mengidentifi kasi perwujudan hak dan kewajiban-kewajiban warga negara yang diatur dalam UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. ( Collaboration, Literasi, Creativity ) 8) Peran guru dalam kegiatan ini adalah sebagai berikut. a) Menyediakan berbagai sumber belajar seperti buku teks siswa dan buku referensi lain. b) Menjadi sumber belajar bagi siswa dengan memberikan konfi rmasi atas jawaban siswa, atau menjelaskan jawaban pertanyaan kelompok yang tidak terjawab. c) Menunjukkan buku atau sumber belajar lain yang dapat dijadikan referensi untuk menjawab pertanyaan. 9) Siswa berdiskusi dalam kelompoknya untuk mendapatkan pendalaman pemahaman materi, menganalisis dan menyimpulkan informasi yang didapat terkait dengan substansi hak dan kewajiban warga negara dalam nilai instrumental Pancasila, serta menyusun laporan secara tertulis. (PPK, Collaboration, Critical Thinking) 10) Siswa secara bergantian mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya. Siswa dari kelompok lain diminta untuk mengajukan pertanyaan atau memberikan masukan. (Communication) 11) Guru memberikan konfi rmasi terhadap hasil presentasi setiap kelompok. Masing-masing kelompok memperbaiki hasil presentasinya berdasarkan masukan dari kelompok lain. Hasil diskusi kelompok dikumpulkan untuk mendapatkan penilaian.( PPK ) 3. Kegiatan Penutup 1) Siswa melakukan refl eksi dan menyimpulkan materi yang telah dibahas pada pertemuan ketiga. 2) Guru menyampaikan informasi kegiatan untuk pertemuan berikutnya yaitu hak dan kewajiban warga negara dalam nilai praksis Pancasila. 3) Guru dan siswa menutup kegiatan dengan mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa bahwa pertemuan kali ini telah berlangsung dengan lancar.( PPK ) d. Penilaian 1) Penilaian Sikap Penilaian sikap terhadap siswa dapat dilakukan selama proses belajar berlangsung. Penilaian dapat dilakukan dengan observasi. Dalam observasi ini misalnya dilihat aktivitas dan tingkat perhatian siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Format penilaian sikap dapat menggunakan contoh penilaian Jurnal Perkembangan Sikap sebagai berikut; Jurnal Perkembangan Sikap Kelas : ……..............……. Semester : ……..............……. No Tanggal Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap 2) Penilaian Pengetahuan Penilaian pengetahuan dilakukan dalam bentuk penugasan, Guru menilai hasil pekerjaan siswa yaitu Tugas Mandiri 1.3. 3) Penilaian Keterampilan Penilaian keterampilan dilakukan guru dengan melihat kemampuan siswa dalam presentasi, kemampuan bertanya, kemampuan menjawab pertanyaan atau mempertahankan argumentasi kelompok, kemampuan dalam memberikan masukan/saran pada saat menyampaikan hasil telaah/analisis tentang substansi hak dan kewajiban warga negara dalam nilai instrumental Pancasila. Lembar penilaian Penyajian dan laporan hasil telaah dapat menggunakan format sebagaimana terdapat pada lampiran dengan ketentuan aspek penilaian dan rubriknya dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi serta keperluan guru. 4. Pertemuan Keempat (2 x 45 menit) a. Indikator Pencapaian Kompetensi 1) Menerima perbedaan sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa dalam rangka menghormati hak warga negara. 2) Menghargai perbedaan sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa dalam rangka menghormati hak warga negara. 3) Memiliki sikap responsif dan proaktif terhadap pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 4) Bersikap responsif dan proaktif terhadap pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 5) Menganalisis substansi hak dan kewajiban warga negara dalam nilai praksis Pancasila. 6) Menalar hasil analisis kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban sebagai warga negara beserta solusinya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. 7) Menyaji hasil analisis kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban sebagai warga negara beserta solusinya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. b. Materi Pembelajaran Materi pembelajaran pada pertemuan keempat adalah subtansi hak dan kewajiban warga negara dalam nilai praksis Pancasila. c. Proses Pembelajaran Pembelajaran menggunakan pendekatan saintifi k dengan proses pembelajaran aktif menekankan pada Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Literasi, Critical Thinking, Creativity, Collaboration, dan Communication (4C). Pelaksanaan pembelajaran secara umum dibagi tiga tahapan yaitu: kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. No Uraian Kegiatan 1. Kegiatan Pendahuluan 1) Guru mempersiapkan suasana belajar yang menyenangkan. 2) Guru meminta salah satu siswa untuk memimpin doa sesuai dengan agamanya masing-masing. ( PPK ) 3) Guru mendiskusikan materi yang sudah dipelajari dan dikembangkan sebelumnya yaitu tentang substansi hak dan kewajiban warga negara dalam nilai instrumental Pancasila dan mengaitkan dengan materi yang akan dipelajari yaitu substansi hak dan kewajiban warga negara dalam nilai praksis Pancasila. 4) Guru mendiskusikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. 5) Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan. 2. Kegiatan Inti 1) Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok masing-masing berjumlah 5 –6 orang. 2) Siswa diminta untuk mengamati dengan membaca Bab 1, Subbab B materi substansi hak dan kewajiban warga negara dalam nilai praksis sila-sila Pancasila. ( Literasi ) 3) Guru memberikan informasi tambahan terkait dengan substansi hak dan kewajiban warga negara dalam nilai praksis Pancasila. 4) Guru memberikan stimulasi dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat menghadapkan siswa pada kondisi internal yang mendorong eksplorasi. 5) Siswa secara kelompok mengidentifi kasi sekaligus mencatat pertanyaan yang ingin diketahui berkaitan dengan substansi hak dan kewajiban warga negara dalam nilai praksis Pancasila. (Critical Thinking) Guru membimbing dan terus mendorong siswa untuk terus menggali rasa ingin tahu dengan mengisi daftar pertanyaan sebagai berikut. No Pertanyaan 1. 2. 6) Guru memberi motivasi dan penghargaan bagi kelompok yang menyusun pertanyaan terbanyak dan sesuai dengan Indikator Pencapaian Kompetensi. 7) Guru mengamati keterampilan siswa secara perorangan dan kelompok dalam menyusun pertanyaan. ( Creativity ) 8) Siswa mencari informasi dan mendiskusikan jawaban atas pertanyaan yang disusun dengan membaca dari berbagai sumber lain yang relevan, media massa, internet, web atau media sosial lainnya. (Literasi, Collaboration) 9) Peran guru dalam kegiatan ini adalah; a) Menyediakan berbagai sumber belajar seperti buku teks siswa dan buku referensi lain. b) Menjadi sumber belajar bagi siswa dengan memberikan konfi rmasi atas jawaban siswa, atau menjelaskan jawaban pertanyaan kelompok yang tidak terjawab. c) Menunjukkan buku atau sumber belajar lain yang dapat dijadikan referensi untuk menjawab pertanyaan. 10) Siswa berdiskusi dalam kelompoknya untuk mendapatkan pendalaman pemahaman materi, menganalisis dan menyimpulkan informasi yang didapat terkait dengan substansi hak dan kewajiban warga negara dalam dalam nilai praksis Pancasila, serta menyusun laporan secara tertulis. ( Literasi, Collaboration, Critical Thinking ) 11) Siswa secara bergantian mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya. Siswa dari kelompok lain memberikan tanggapan atas hasil presentasi dari kelompok penyaji. (Communication) 12) Guru memberikan konfi rmasi terhadap hasil presentasi setiap kelompok. Hasil diskusi kelompok dikumpulkan untuk mendapatkan penilaian. 3. Kegiatan Penutup 1) Siswa melakukan refl eksi dan menyimpulkan materi yang telah dibahas pada pertemuan ini. 2) Guru menyampaikan informasi kegiatan untuk pertemuan berikutnya yaitu akan membahas kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara. 3) Guru dan siswa menutup kegiatan dengan mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa bahwa pertemuan kali ini telah berlangsung dengan lancar. ( PPK ) d. Penilaian 1) Penilaian Sikap Penilaian sikap terhadap siswa dapat dilakukan selama proses belajar berlangsung. Penilaian dapat dilakukan dengan observasi. Dalam observasi ini misalnya dilihat aktivitas dan tingkat perhatian siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Format penilaian sikap dapat menggunakan contoh Penilaian Jurnal Perkembangan Sikap sebagai berikut; Jurnal Perkembangan Sikap Kelas : ……..............……. Semester : ……..............……. No Tanggal Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap 2) Penilaian Pengetahuan Penilaian pengetahuan dilakukan dalam bentuk penugasan, Guru menilai hasil diskusi kelompok tentang substansi hak dan kewajiban warga negara dalam nilai praksis Pancasila. 3) Penilaian Keterampilan Penilaian Keterampilan dilakukan guru dengan melihat kemampuan siswa dalam diskusi dan presentasi yaitu kejelasan dan kedalaman informasi, keaktifan dalam diskusi, kejelasan dan kerapian dalam presentasi menyampaikan hasil telaah/analisis tentang substansi hak dan kewajiban warga negara dalam nilai praksis Pancasila. Lembar penilaian penyajian dan laporan hasil telaah dapat menggunakan format sebagaimana terdapat dalam lampiran, dengan ketentuan aspek penilaian dan rubriknya dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi serta keperluan guru. 5. Pertemuan Kelima (2 x 45 menit) a. Indikator Pencapaian Kompetensi 1) Menerima perbedaan sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa dalam rangka menghormati hak warga negara. 2) Menghargai perbedaan sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa dalam rangka menghormati hak warga negara. 3) Memiliki sikap responsif dan proaktif terhadap pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 4) Bersikap responsif dan proaktif terhadap pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 5) Menganalisis faktor penyebab terjadinya pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara. 6) Menganalisis contoh kasus pelanggaran hak warga negara. 7) Menganalisis contoh kasus pengingkaran kewajiban warga negara. 8) Menalar hasil analisis kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban sebagai warga negara beserta solusinya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. 9) Menyaji hasil analisis kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban sebagai warga negara beserta solusinya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. b. Materi Pembelajaran Materi Pembelajaran pada pertemuan kelima adalah Bab 1, subbab C. kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara. c. Proses Pembelajaran Pembelajaran menggunakan pendekatan saintifi k dengan proses pembelajaran aktif menekankan pada Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Literasi, Critical Thinking, Creativity, Collaboration, dan Communication (4C). Pelaksanaan pembelajaran secara umum dibagi tiga tahapan, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. No Uraian Kegiatan 1. Kegiatan Pendahuluan 1) Guru mempersiapkan suasana belajar yang menyenangkan. 2) Guru meminta salah satu siswa untuk memimpin berdoa sesuai dengan agamanya masing-masing. ( PPK ) 3) Guru mendiskusikan materi yang sudah dipelajari dan dikembangkan sebelumnya, yaitu substansi hak dan kewajiban warga negara dalam nilai praksis Pancasila dan mengaitkan dengan materi yang akan dipelajari, yaitu kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara. 4) Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. 5) Guru menyampaikan garis besar cakupan materi yaitu 1. penyebab terjadinya pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara; 2. kasus pelanggaran hak warga negara; 3. kasus pengingkaran kewajiban warga negara. 6) Guru menyampaikan kegiatan yang akan dilakukan yaitu diskusi kelompok. 2. Kegiatan Inti 1) Siswa dibagi menjadi 6 kelompok dengan pembagian tugas sebagai berikut. a) Kelompok 1, 2 dan 3 membahas kasus-kasus pelanggaran hak warga negara. b) Kelompok 4, 5 dan 6 membahas kasus-kasus pengingkaran kewajiban warga negara. 2) Siswa membaca Buku Teks PPKn Kelas XII Bab 1, Subbab C tentang kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara, kemudian guru dapat menambahkan penjelasan terkait dengan wacana tersebut dengan berbagai fakta baru yang berhubungan dengan kasuskasus pelanggaran hak asasi dan pengingkaran kewajiban warga negara. ( Literasi ) 3) Siswa sesuai dengan tugas kelompoknya mencari informasi lanjutan dengan membaca berbagai sumber lain yang relevan baik dari internet; web, maupun media sosial lainnya untuk menjawab pertanyaan terdapat pada wacana kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara sebagaimana terdapat pada buku teks. (Literasi, Collaboration, Critical Thinking) 4) Peran guru dalam tahap ini adalah sebagai berikut. a) Menyediakan berbagai sumber belajar seperti buku teks siswa dan buku referensi lain. b) Guru dapat juga menunjukkan buku atau sumber belajar lain yang dapat dijadikan referensi untuk menjawab pertanyaan. 5) Siswa berdiskusi dalam kelompoknya untuk mendapatkan pendalaman pemahaman materi, menganalisis dan menyimpulkan informasi yang didapat sesuai dengan permasalahan yang didiskusikan serta menyajikan dalam bentuk laporan tertulis dan bahan presentasi berkaitan dengan pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara. (Literasi, Collaboration, Critical Thinking) 3. Kegiatan Penutup 1) Guru dan siswa melakukan refl eksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan. 2) Guru memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil belajar. 3) Melakukan refl eksi terhadap kegiatan pembelajaran, terutama hal-hal yang kurang berkenan sebagai masukan untuk perbaikan dalam pertemuan berikutnya. 4) Memberi tahu siswa bahwa dalam pertemuan keenam adalah menyajikan hasil diskusi kelompok. 5) Guru dan siswa menutup pelajaran dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan YME karena pembelajaran berlangsung lancar. ( PPK ) 6. Pertemuan Keenam ( 2 x 45 menit ) Pertemuan keenam merupakan kelanjutan dari pertemuan kelima yaitu mengomunikasikan hasil diskusi analisis kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara. a. Proses Pembelajaran Pembelajaran menggunakan pendekatan saintifi k dengan proses pembelajaran aktif menekankan pada Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Literasi, Critical Thinking, Creativity, Collaboration, dan Communication (4C). Pelaksanaan pembelajaran secara umum dibagi tiga tahapan, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. No Uraian Kegiatan 1. Kegiatan Pendahuluan 1) Memberikan salam. 2) Menanyakan kepada siswa tentang kesiapan dan kenyamanan untuk belajar. ( PPK ) 3) Menanyakan kehadiran siswa. 4) Mempersilahkan salah satu siswa memimpin doa. ( PPK ) 5) Menyampaikan teknis pembelajaran pada pertemuan keenam, yaitu mempresentasikan hasil diskusi analisis kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara. 2. Kegiatan Inti 1) Diskusi pertama membahas kasus pelanggaran hak warga negara a) Salah satu kelompok yang membahas kasus pelanggaran hak warga negara diminta untuk mempresentasi hasil diskusi kelompoknya. ( Communication ) b) Kelompok lain diminta untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan terkait dengan kasus pelanggaran hak warga negara. (Critical Thinking) c) Kelompok penyaji menjawab pertanyaan dari kelompok lain. ( Creativity, Communication ) d) Kelompok penyaji menyimpulan hasil diskusi. 2) Diskusi kedua membahas kasus pengingkaran kewajiban warga negara. a) Salah satu kelompok yang membahas kasus kewajiban warga negara diminta untuk mempresentasi hasil diskusi kelompoknya. ( Communication ) b) Kelompok lain diminta untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan terkait dengan kasus pengingkaran kewajiban warga negara. ( Creativity, Communication ) c) Kelompok Penyaji menjawab pertanyaan dari kelompok lain. ( Communication ) d) Kelompok penyaji menyimpulkan hasil diskusi. 3) Setiap kelompok melakukan perbaikan-perbaikan sesuai dengan masukan dalam diskusi, kemudian hasil diskusi dikumpulkan kepada guru sebagai laporan tertulis. ( Creativity, Communication ) 3. Kegiatan Penutup 1) Guru dan siswa membuat rangkuman atau simpulan kompetensi yang telah dipelajari. 2) Guru dan siswa melakukan refl eksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan. 3) Guru memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil belajar. 4) Guru menyampaikan menugaskan kepada siswa untuk mengerjakan proyek kewarganegaraan ”Mari Meneliti” sebagaimana terdapat pada buku teks Bab 1. Dalam mengerjakan proyek ini, guru membagi kelas menjadi 4 kelompok. Setiap kelompok diminta untuk memilih salah satu tema yang berkaitan dengan kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara. Hasil tugas akan dipresentasikan pada pertemuan kedelapan. (Collaboration) 5) Guru dan siswa menutup pelajaran dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan YME karena pembelajaran berlangsung aman dan tertib. ( PPK ) b. Penilaian 1) Penilaian sikap Penilaian sikap terhadap siswa dapat dilakukan selama proses belajar berlangsung. Penilaian dapat dilakukan dengan observasi. Dalam observasi ini misalnya dilihat aktivitas dan tingkat perhatian siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Format penilaian sikap dapat menggunakan contoh Penilaian Jurnal Perkembangan Sikap sebagai berikut; Jurnal Perkembangan Sikap Kelas : ……..............……. Semester : ……..............……. No Tanggal Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap 2) Penilaian Pengetahuan a) Siswa menjawab pertanyaan sebagai berikut; • Jelaskan faktor-faktor penyebab terjadinya pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara! • Berilah contoh-contoh kasus pelanggaran hak warga negara. • Berilah contoh-contoh kasus pengingkaran kewajiban warga negara. b) Penugasan, yaitu hasil diskusi kelompok analisis kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara. 3) Penilaian Keterampilan Penilaian Keterampilan dilakukan guru dengan melihat kemampuan siswa dalam presentasi, kemampuan bertanya, kemampuan menjawab pertanyaan atau mempertahankan argumentasi kelompok, kemampuan dalam memberikan masukan/saran pada saat menyampaikan hasil telaah/analisis tentang pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara. Lembar penilaian penyajian dan laporan hasil telaah dapat menggunakan format sebagaimana terdapat pada lampiran, dengan ketentuan aspek penilaian dan rubriknya dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi serta keperluan guru. 7. Pertemuan ketujuh (2 x 45 menit) a. Indikator Pencapaian Kompetensi 1) Menerima perbedaan sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa dalam rangka menghormati hak warga negara. 2) Menghargai perbedaan sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa dalam rangka menghormati hak warga negara. 3) Memiliki sikap responsif dan proaktif terhadap pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 4) Bersikap responsif dan proaktif terhadap pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 5) Mengidentifi kasi upaya pemerintahan dalam penanganan kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara 6) Mengidentifi kasi contoh perilaku upaya pencegahan terjadinya pelanggaran hak dan kewajiban warga negara. 7) Menalar hasil analisis kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban sebagai warga negara beserta solusinya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. 8) Menyaji hasil analisis kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban sebagai warga negara beserta solusinya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. b. Materi Pembelajaran Materi yang disampaikan pada pertemuan ketujuh adalah Bab 1, subbab D yaitu penanganan pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara. c. Proses Pembelajaran Pembelajaran menggunakan pendekatan saintifi k dengan proses pembelajaran aktif menekankan pada Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Literasi, Critical Thinking, Creativity, Collaboration, dan Communication (4C). Pelaksanaan pembelajaran secara umum dibagi tiga tahapan, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. No Uraian Kegiatan 1. Kegiatan Pendahuluan 1) Guru mempersiapkan suasana belajar yang menyenangkan. 2) Guru meminta salah satu siswa untuk memimpin doa sesuai dengan agamanya masing-masing. ( PPK ) 3) Guru mendiskusikan kompetensi yang sudah dipelajari dan dikembangkan sebelumnya, yaitu tentang kasus-kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga dikaitkan dengan kompetensi yang akan dipelajari/dikembangkan pada pertemuan keempat, yaitu tentang upaya penanganan pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara. 4) Guru mendiskusikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. 5) Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan. 2. Kegiatan Inti 1) Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok masing-masing berjumlah 5-6 orang. 2) Siswa membaca dan mencatat hal-hal penting yang terdapat pada Bab 1, Subbab D tentang penanganan pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara. Guru dapat menambahkan penjelasan terkait dengan wacana tersebut dengan berbagai fakta baru yang berhubungan dengan upaya penanganan pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara. ( Literasi ) 3) Siswa membuat identifi kasi pertanyaan sebanyak mungkin terkait upaya penanganan pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara. ( Critical Thinking ) 4) Siswa mencari informasi untuk menjawab pertanyaan yang terdapat pada Tugas Mandiri 1.4. dan identifi kasi contoh perilaku dalam upaya pencegahan terjadinya pelanggaran hak dan kewajiban warga negara. (Collaboration, Critical Thinking) 5) Siswa berdiskusi untuk menganalisis upaya penyelesaian dan penanganan kasus-kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara, mengidentifi kasi contoh perilaku dalam upaya pencegahan terjadinya pelanggaran hak dan kewajiban warga negara. (Collaboration, Critical Thinking) 6) Siswa menyajikan hasil pengumpulan informasi dan diskusi kelompok tentang upaya penyelesaian dan penanganan kasus-kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara, serta hasil identifi kasi contoh perilaku dalam upaya pencegahan terjadinya pelanggaran hak dan kewajiban warga negara. ( Communication ) 3. Kegiatan Penutup 1) Guru dan siswa membuat rangkuman atau simpulan kompetensi yang telah dipelajari. 2) Guru dan siswa melakukan refl eksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan. 3) Guru memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil belajar 4) Guru menginformasikan kepada siswa bahwa pada pertemuan berikutnya akan mempresentasikan proyek kewarganegaraan ”Mari Meneliti”. 5) Guru dan siswa menutup pelajaran dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan YME karena pembelajaran berlangsung aman dan tertib. ( PPK ) d. Penilaian 1) Penilaian sikap Penilaian sikap terhadap siswa dapat dilakukan selama proses belajar berlangsung. Penilaian dapat dilakukan dengan observasi. Dalam observasi ini, dilihat aktivitas dan tingkat perhatian siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Format penilaian sikap dapat menggunakan contoh Penilaian Jurnal Perkembangan Sikap sebagai berikut; Jurnal Perkembangan Sikap Kelas : ……..............……. Semester : ……..............……. No Tanggal Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap 2) Penilaian Pengetahuan a) Jawablah pertanyaan di bawah ini • Jelaskan upaya pemerintahan dalam penanganan kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara! • Berilah contoh perilaku upaya pencegahan terjadinya pelanggaran hak dan kewajiban warga negara! b) Penugasan yaitu Tugas Mandiri 1.4. 3) Penilaian Keterampilan Penilaian Keterampilan dilakukan guru dengan melihat kemampuan siswa dalam presentasi, kemampuan bertanya, kemampuan menjawab pertanyaan atau mempertahankan argumentasi kelompok, kemampuan dalam memberikan masukan/saran pada saat menyampaikan hasil telaah/analisis tentang pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara. Lembar penilaian penyajian dan laporan hasil telaah dapat menggunakan format sebagaimana terdapat pada lampiran, dengan ketentuan aspek penilaian dan rubriknya dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi serta keperluan guru. 8. Pertemuan Kedelapan (2 x 45 menit) a. Indikator Pencapaian Kompetensi 1) Menerima perbedaan sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa dalam rangka menghormati hak warga negara. 2) Menghargai perbedaan sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa dalam rangka menghormati hak warga negara. 3) Memiliki sikap responsif dan proaktif terhadap pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 4) Bersikap responsif dan proaktif terhadap pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 5) Menganalisis kasus pelanggaran hak warga negara. 6) Menganalisis kasus pengingkaran kewajiban warga negara. 7) Menyaji hasil analisis kasus pelanggaran hak warga negara. 8) Menyaji hasil analisis kasus pengingkaran kewajiban warga negara. b. Materi Pembelajaran Materi yang disampaikan pada pertemuan kedelapan adalah menganalisis kasus-kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara dengan studi literatur. Siswa secara kelompok memilih literatur (buku, jurnal, majalah, koran, buletin dan internet) yang memuat topik yang terdapat di buku siswa. c. Proses Pembelajaran Pelaksanaan pembelajaran secara umum dibagi tiga tahapan yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. No Uraian Kegiataan 1. Kegiatan Pendahuluan 1) Guru mempersiapkan suasana belajar yang menyenangkan. 2) Guru mendiskusikan kompetensi yang sudah dipelajari dan dikembangkan sebelumnya, yaitu Penanganan Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban Warga Negara. 3) Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan. 4) Guru menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan digunakan. 2. Kegiatan Inti 1) Setiap kelompok secara bergantian diberikan kesempatan untuk menyajikan hasil proyek kewarganegaraan yang telah dikerjakan sesuai dengan tema yang telah dipilih kelompoknya. (Communication) 2) Kelompok lain diminta untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan atau masukannya terkait dengan tema yang dibahas. 3) Kelompok penyaji menjawab pertanyaan dari kelompok lain. 4) Kelompok penyaji menyimpulkan hasil diskusi. 3. Kegiatan Penutup 1) Guru dan siswa membuat rangkuman atau simpulan kompetensi yang telah dipelajari. 2) Guru dan siswa melakukan refl eksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan. 3) Guru memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil belajar. 4) Siswa mengerjakan penilaian diri dan uji kompetensi Bab 1. 5) Guru dan siswa menutup pelajaran dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena pembelajaran berlangsung aman dan tertib. ( PPK ) d. Penilaian 1) Penilaian Sikap Siswa mengisi daftar perilaku yang terdapat di buku siswa. Pedoman Penskoran : 1. Untuk pernyataan positif, yaitu nomor 1, 2, 3, 4, 6, 7; Skor 4 jika selalu, skor 3 jika sering, skor 2 jika kadang kadang, skor 1 jika tidak pernah. 2. Untuk pernyataan negatif, yaitu nomor 5, 9, 10; Skor 1 jika selalu, skor 2 jika sering, skor 3 jika kadang-kadang, skor 4 jika tidak pernah. e. Nilai = (Skor yang diperoleh) x 100 40 Interval Nilai Kualitatif 81 – 100 A ( Sangat Baik) 70 – 80 B ( Baik ) 50 – 69 C ( Cukup ) < 50 D ( Kurang) Uji Kompetensi Bab 1 Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan di buku siswa secara jelas dan akurat! Kunci Jawaban No Kunci Jawaban Skor 1. 1) Hak asasi manusia adalah hak yang melekat pada diri setiap pribadi manusia yang merupakan anugerah dari Tuhan YME sejak dalam kandungan. 2) Hak warga negara merupakan seperangkat hak yang melekat dalam diri manusia dalam kedudukannya sebagai anggota dari sebuah negara. 3) Perbedaannya • Hak asasi sifatnya universal, tidak terpengaruh status kewarganegaraan seseorang. • Hak warga negara dibatasi oleh status kewarganegaraannya. Dengan kata lain, tidak semua hak warga negara adalah hak asasi manusia. Akan tetapi, dapat dikatakan bahwa semua hak asasi manusia juga merupakan hak warga negara, misalnya hak setiap warga negara untuk menduduki jabatan dalam pemerintahan Republik Indonesia adalah hak asasi warga negara Indonesia, sehingga tidak berlaku bagi setiap orang yang bukan warga negara Indonesia. 6 2. 1) Hak atas kewarganegaraan Pasal 26 ayat 1 dan 2 2) Kesamaan Kedudukan dalam Hukum dan Pemerintahan Pasal 27 ayat 1 3) Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan Pasal 27 ayat 2 4) Hak dan kewajiban bela negara Pasal 27 ayat 3 5) Kemerdekaan berserikat dan berkumpul Pasal 28. 6) Kemerdekaan memeluk agama Pasal 29 ayat 1 dan 2 7) Pertahanan dan keamanan negara Pasal 30 Ayat 1 dan 2. 8) Hak mendapat pendidikan pasal 31 ayat 1, 2 dan 3 9) Kebudayaan nasional Indonesia Pasal 32 ayat 1dan 2 10) Perekonomian nasional Pasal 33 11) Kesejahteraan sosial Pasal 34 11 3. 1) 2) 3) 4) 5) 6) Sikap egois atau terlalu mementing diri sendiri Sikap ini akan menyebabkan seseorang untuk selalu menuntut haknya, sementara kewajibannya sering diabaikan. Seseorang yang mempunyai sikap seperti ini, akan menghalalkan segala cara supaya haknya bisa terpenuhi, meskipun caranya tersebut dapat melanggar hak orang lain. Rendahnya kesadaran berbangsa dan bernegara Hal ini akan menyebabkan pelaku pelanggaran berbuat seenaknya. Pelaku tidak mau tahu bahwa orang lain pun mempunyai hak yang harus dihormati. Sikap tidak mau tahu ini berakibat muncul perilaku atau tindakan penyimpangan terhadap hak dan kewajiban warga negara. Sikap tidak toleran Sikap ini akan menyebabkan munculnya saling tidak menghargai dan tidak menghormati atas kedudukan atau keberadaan orang lain. Sikap ini pada akhirnya akan mendorong orang untuk melakukan diskriminasi kepada orang lain. Penyalahgunaan kekuasaan Di dalam masyarakat terdapat banyak kekuasaan yang berlaku. Kekuasaan di sini tidak hanya menunjuk pada kekuasaan pemerintah, tetapi juga bentuk-bentuk kekuasaan lain yang terdapat di dalam masyarakat. Ketidaktegasan aparat penegak hukum Aparat penegak hukum yang tidak bertindak tegas terhadap setiap pelanggaran hak dan kewajiban warga negara, tentu saja akan mendorong timbulnya pelanggaran lainnya. Penyelesaian kasus pelanggaran yang tidak tuntas akan menjadi pemicu bagi munculnya kasus-kasus lain, para pelaku tidak akan merasa jera, karena mereka tidak menerima sanksi yang tegas atas perbuatannya itu. Penyalahgunaan teknologi Kemajuan teknologi dapat memberikan pengaruh yang positif, tetapi bisa juga memberikan pengaruh negatif bahkan dapat memicu timbulnya kejahatan. 6 4. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Supremasi hukum dan demokrasi harus ditegakkan. Mengoptimalkan peran lembaga-lembaga selain lembaga tinggi negara yang berwenang dalam penegakan hak dan kewajiban warga negara. Meningkatkan kualitas pelayanan publik untuk mencegah terjadinya berbagai bentuk pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara oleh pemerintah. Meningkatkan pengawasan dari masyarakat dan lembagalembaga politik terhadap setiap upaya penegakan hak dan kewajiban warga negara. Meningkatkan penyebarluasan prinsip-prinsip kesadaran bernegara kepada masyarakat melalui lembaga pendidikan formal (sekolah/perguruan tinggi) maupun non-formal (kegiatankegiatan keagamaan dan kursus-kursus). Meningkatkan profesionalisme lembaga keamanan dan pertahanan negara. Meningkatkan kerja sama yang harmonis antarkelompok atau golongan dalam masyarakat agar mampu saling memahami dan menghormati keyakinan dan pendapat masing-masing. 7 5. 1) 2) 3) 4) 5) Menjauhkan diri dari sikap egois atau mementingkan diri sendiri Meningkatkan kesadaran diri sebagai warga negara yang mempunyai hak dan kewajiban. Bersikap toleran terhadap segala perbedaan. Mematuhi segala norma dan peraturan yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Mengembangkan sikap tenggang rasa kepada sesama manusia. 5 Jumlah skor 35 Penilaian soal uraian f. ( Skor yang diperoleh) x 100 35 E. Pengayaan Kegiatan pengayaan merupakan kegiatan pembelajaran yang diberikan kepada siswa yang telah menguasai materi pembelajaran, yaitu materi pada Bab 1. Pengayaan ini dapat dilakukan dengan beberapa cara dan pilihan. Sebagai contoh, siswa dapat diberikan bahan bacaan yang relevan dengan materi seperti persoalan-persoalan penyelesaian kasus pelanggaran hak asasi manusia dalam pergaulan masyarakat internasional, perbandingan proses penegakan hak asasi manusia di Indonesia dengan negara lain. F. Remedial Kegiatan remedial diberikan kepada siswa yang belum menguasai materi pelajaran dan belum mencapai kompetensi yang telah ditentukan. Bentuk yang dilakukan antara lain siswa secara terencana mempelajari Buku Teks PPKn Kelas XII pada bagian tertentu yang belum dikuasainya. Guru menyediakan soal-soal latihan atau pertanyaan yang merujuk pemahaman kembali tentang isi Buku Teks PPKn Kelas XII Bab 1. Siswa diminta komitmennya untuk belajar secara disiplin dalam rangka memahami materi pelajaran yang belum dikuasainya. Guru kemudian mengadakan uji kompetensi kembali pada materi yang belum dikuasai siswa yang bersangkutan G. Interaksi Guru dan Orang Tua Maksud dari kegiatan ini adalah agar terjalin komunikasi antara guru dan orang tua berkaitan dengan kemajuan proses dan hasil belajar yang dilaksanakan dan dicapai siswa. Guru harus selalu mengingatkan dan meminta siswa mempelihatkan hasil tugas atau pekerjaan yang telah dinilai dan diberi komentar oleh guru kepada orang tua siswa, yaitu: 1. Penilaian sikap selama siswa mengikuti proses pembelajaran pada Bab 1. 2. Penilaian pengetahuan melalui penugasan dan kegiatan uji kompetensi Bab 1. 3. Penilaian Keterampilan melalui Proyek Belajar Kewarganegaraan. Orang tua juga harus memberikan komentar hasil pekerjaan atau tugas yang dicapai oleh siswa sebagai apresiasi dan komitmen untuk bersama-sama mengantarkan siswa mencapai prestasi yang lebih baik. Bentuk apresiasi orang tua ini akan menambah semangat siswa untuk mempertahankan dan meningkatkan keberhasilannya baik dalam konteks pemahaman dan penguasaan materi pengetahuan, sikap maupun keterampilan. Hasil penilaian yang telah diparaf atau ditandatangani guru dan orang tua kemudian disimpan untuk menjadi bagian dari portofolio siswa. Untuk itu, pihak sekolah atau guru harus menyediakan format tugas/pekerjaan siswa. Adapun interaksi antara guru dan orang tua dapat menggunakan format di bawah ini: Aspek Penilian Nilai Rerata Komentar Guru Komentar Orang Tua Sikap Pengetahuan Keterampilan Paraf/Tanda tangan   Perlindungan dan Penegakan Hukum di Indonesia A. Kompetensi Inti ( KI): 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. 2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. 3. Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifi k sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. 4. Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan. B. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Kompetensi Dasar ( KD) Indikator Pencapaian Kompetensi ( IPK ) 1.2 Menjalankan perilaku orang beriman dalam praktis perlindungan dan penegakan hukum untuk menjamin ke adilan dan kedamaian. 1.1.1 Menunjukkan perilaku orang beriman dalam praktis perlindungan dan penegakan hukum untuk menjamin keadilan dan kedamaian 1.1.2 Menjalankan perilaku orang beriman dalam praktis perlindungan dan penegakan hukum untuk menjamin keadilan dan kedamaian. 2.2 Berperilaku jujur dalam praktik perlindungan dan penegakan hukum di tengah masyarakat. 2.2.1 Memiliki perilaku jujur dalam praktik perlindungan dan penegakan hukum di tengah masyarakat. 2.2.2 Menjalankan perilaku jujur dalam praktik perlindungan dan penegakan hukum di tengah masyarakat. 3.2 Mengevaluasi praktek perlindungan dan penegakan hukum untuk menjamin keadilan dan kedamaian. 3.2.1 3.2.2 Menjelaskan konsep perlindungan dan penegakan hukum. Menjelaskan pentingnya perlindungan dan penegakan hukum. 3.2.3 Menjelaskan peran kepolisian dalam menjamin keadilan dan kedamaian. 3.2.4 Menjelaskan peran hakim dalam menjamin keadilan dan kedamaian. 3.2.5 Menguraikan peran kejaksaan dalam menjamin keadilan dan kedamaian. 3.2.6 Menuraikan peran advokat dalam menjamin keadilan dan kedamaian. 3.2.7 Menguraikan peran Komisi Pemberantasan Korupsi dalam menjamin keadilan dan kedamaian. 3.2.8 Mengidentifi kasi macammacam sanksi atas pelanggaran hukum. 3.2.9 Mengidentifi kasi bentuk partisipasi masyarakat dalam perlindungan dan penegakan hukum. 3.2.10 Mengevaluasi berbagai kasus pelanggaran hukum di masyarakat. 4.2 Mendemonstrasikan hasil evaluasi praktik perlindungan dan penegakan hukum untuk menjamin keadilan dan kedamaian. 4.2.1 Menalar hasil evaluasi praktik perlindungan dan penegakan hukum untuk menjamin keadilan dan kedamaian. 4.2.2 Mendemonstrasikan hasil evaluasi praktik perlindungan dan penegakan hukum untuk menjamin keadilan dan kedamaian. C. Materi Pembelajaran Bab 2 Secara garis besar materi pembelajaran Bab 2 adalah sebagai berikut : Hakikat Perlindungan dan Penegakan Hukum 1. Konsep perlindungan dan penegakan hukum 2. Pentingnya perlindungan dan penegakan hukum Peran lembaga penegak hukum dalam menjamin keadilan dan kedamaian 1. Peran Kepolisian Negara Republik Indonesia 2. Peran Kejaksaan Republik Indonesia 3. Peran hakim sebagai pelaksana kekuasaan kehakiman 4. Peran advokat dalam penegakan hukum 5. Peran Komisi Pemberantasan Korupsi dalam penegakan hukum Dinamika pelanggaran hukum 1. Berbagai kasus pelanggaran hukum 2. Macam-macam sanksi atas pelanggaran hukum 3. Partisipasi masyarakat dalam perlindungan dan penegakan hukum D. Proses Pembelajaran 1. Pertemuan Pertama (2 x 45 Menit ) Pertemuan pertama diawali dengan mengulas isu-isu yang ada di sekitar siswa. Pada pertemuan pertama, guru dapat menyampaikan gambaran umum materi yang akan dipelajari, kegiatan apa yang akan dilaksanakan, menjelaskan pentingnya mempelajari materi ini, bagaimana guru dapat menumbuhkan ketertarikan siswa terhadap materi yang akan dipelajari. Setelah itu, guru menyampaikan batasan materi apa saja yang akan dipelajari. a. Indikator Pencapaian Kompetensi 1) Menunjukkan perilaku orang beriman dalam praksis perlindungan dan penegakan hukum untuk menjamin keadilan dan kedamaian. 2) Menjalankan perilaku orang beriman dalam praksis perlindungan dan penegakan hukum untuk menjamin keadilan dan kedamaian. 3) Memiliki perilaku jujur dalam praktik perlindungan dan penegakan hukum di tengah masyarakat. 4) Menjalankan perilaku jujur dalam praktik perlindungan dan penegakan hukum di tengah masyarakat. 5) Menganalisis konsep perlindungan dan penegakan hukum. 6) Menganalisis pentingnya perlindungan dan penegakan hukum. 7) Menalar hasil evaluasi praktik perlindungan dan penegakan hukum dalam masyarakat untuk menjamin keadilan dan kedamaian. 8) Mendemonstrasikan hasil evaluasi praktik perlindungan dan penegakan hukum dalam masyarakat untuk menjamin keadilan dan kedamaian. b. Materi Pembelajaran 1) Hakikat perlindungan dan penegakan hukum. 2) Pentingnya perlindungan dan penegakan hukum. c. Proses Pembelajaran Pembelajaran menggunakan pendekatan saintifi k dengan proses pembelajaran aktif menekankan pada Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Literasi, Critical Thinking, Creativity, Collaboration, dan Communication (4 C). Pelaksanaan pembelajaran secara umum dibagi tiga tahapan, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. No Uraian Kegiatan 1. Kegiatan Pendahuluan 1) Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif dan menyenangkan untuk proses belajar mengajar, kerapian dan kebersihan ruang kelas, presensi (kehadiran, agenda kegiatan) media, alat dan buku yang diperlukan. (PPK) 2) Guru meminta salah satu siswa untuk memimpin doa sesuai dengan agamanya masing-masing. ( PPK ) 3) Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. 4) Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan. 5) Menyampaikan teknis pembelajaran pada Bab 2, yaitu dengan model discovery learning melalui diskusi kelompok. 2. Kegiatan Inti 1) Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok beranggotakan 5-6 orang. 2) Siswa membaca Buku Teks PPKn Kelas XII Bab 2, Subbab A tentang hakikat perlindungan dan penegakan hukum untuk, mencatat hal-hal penting, guru dapat menambahkan penjelasan terkait dengan wacana tersebut dengan berbagai fakta baru yang berhubungan dengan hakikat perlindungan dan penegakan hukum. ( Literasi ) 3) Siswa membuat identifi kasi pertanyaan sebanyak mungkin tentang hakikat perlindungan dan penegakan hukum. (Critical Thinking) 4) Siswa memilih salah satu dari identifi kasi pertanyaan kemudian merumuskan hipotesis, yakni pernyataan (statemen) sebagai jawaban sementara atas pertanyaan yang telah disusun. Kompetensi yang dikembangkan adalah kreativitas, rasa ingin tahu dan kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis. ( Critical Thinking ) 5) Siswa mencari informasi lanjutan dengan membaca sumber lain yang relevan baik dari internet, web, maupun media lainnya untuk menjawab pertanyaan atau membuktikan benar atau tidaknya hipotesis. ( Literasi, Critical Thinking ) 6) Mengumpulkan informasi tentang dasar hukum penegakan dan perlindungan hukum (Tugas Mandiri 2.1) dan mengumpulkan informasi tentang pelaksanakan hukuman mati terhadap pelaku kasus narkoba (Tugas Mandiri 2.2). (Collaboration, Creativity) 7) Peran guru dalam langkah tahap ini adalah sebagai berikut a) Menyediakan berbagai sumber belajar seperti buku teks siswa dan buku referensi lain. b) Guru dapat juga menunjukkan buku atau sumber belajar lain yang dapat dijadikan referensi untuk menjawab pertanyaan. 8) Siswa berdiskusi dalam kelompoknya untuk mendapatkan pendalaman pemahaman materi, menganalisis dan menyimpulkan informasi yang didapat berkaitan dengan pelaksanakan hukuman mati terhadap pelaku kasus narkoba dan menyajikan hasil diskusi dalam bentuk laporan tertulis dan bahan presentasi. Laporan disusun secara kelompok dan dikumpulkan pada akhir pertemuan ini. (Collaboration, Creativity, Communication, PPK) 9) Siswa secara acak (2 – 3 orang) diminta untuk menyajikan hasil diskusi kelompoknya, siswa yang lain diminta untuk menanggapi atau melengkapi hasil telaah tersebut. ( Communication ) 10) Guru memberikan konfi rmasi/penguatan atas jawaban siswa. 11) Siswa mengumpulkan hasil analisis diskusi kelompok secara tertulis untuk diberikan penilaian. 3. Kegiatan Penutup 1) Guru dan siswa membuat rangkuman atau simpulan kompetensi yang telah dipelajari. 2) Guru dan siswa melakukan refl eksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan. 3) Guru memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil belajar. 4) Guru menyampaikan rencana pembelajaran untuk pertemuan berikutnya serta tugas individu atau kelompok untuk pertemuan berikutnya 5) Guru dan siswa menutup pelajaran dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan YME karena pembelajaran berlangsung aman dan tertib. ( PPK ) d. Penilaian 1) Penilaian Sikap Penilaian sikap terhadap siswa dapat dilakukan selama proses belajar berlangsung. Penilaian dapat dilakukan dengan observasi. Dalam observasi ini misalnya dilihat aktivitas dan tingkat perhatian siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Format penilaian sikap dapat menggunakan contoh Penilaian Jurnal Perkembangan Sikap sebagai berikut; Jurnal Perkembangan Sikap Kelas : ……..............……. Semester : ……..............……. 2). Penilaian Pengetahuan Penilaian pengetahuan dilakukan dalam bentuk penugasan, yaitu mengerjakan Tugas mandiri 2.1 dan Tugas Mandiri 2.2. 3) . Penilaian Keterampilan a) Penilaian Keterampilan dilakukan guru dengan melihat kemampuan siswa dalam diskusi dan presentasi, yaitu kejelasan dan kedalaman informasi, keaktifan dalam diskusi, kejelasan dan kerapian dalam presentasi menyampaikan hasil telaah/ analisis tentang hakikat perlindungan dan penegakan hukum. Lembar penilaian dapat menggunakan format sebagaimana terdapat dalam lampiran, dengan ketentuan aspek penilaian dan rubriknya dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi serta keperluan guru. b) Portofolio tulisan hasil analisis terhadap pelaksanaan hukuman mati terhadap pelaku kasus narkoba (Tugas mandiri 2.2). 2. Pertemuan Kedua (2 x 45 menit) a. Indikator Pencapaian Kompetensi 1) Menunjukkan perilaku orang beriman dalam praksis perlindungan dan penegakan hukum untuk menjamin keadilan dan kedamaian. 2) Menjalankan perilaku orang beriman dalam praksis perlindungan dan penegakan hukum untuk menjamin keadilan dan kedamaian. 3) Memiliki perilaku jujur dalam praktik perlindungan dan penegakan hukum di tengah masyarakat. 4) Menjalankan perilaku jujur dalam praktik perlindungan dan penegakan hukum di tengah masyarakat. 5) Menganalisis peran Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam menjamin keadilan dan kedamaian. 6) Menganalisis peran Kejaksaan Republik Indonesia dalam menjamin keadilan dan kedamaian. 7) Menganalisis peran hakim sebagai pelaksana kekuasaan kehakiman dalam menjamin keadilan dan kedamaian. 8) Menganalisis peran advokat dalam penegakan hukum dalam menjamin keadilan dan kedamaian. 9) Menganalisis peran Komisi Pemberantasan Korupsi dalam penegakan hukum dalam menjamin keadilan dan kedamaian. 10) Menalar hasil evaluasi praktik perlindungan dan penegakan hukum dalam masyarakat untuk menjamin keadilan dan kedamaian. 11) Mendemonstrasikan hasil evaluasi praktik perlindungan dan penegakan hukum dalam masyarakat untuk menjamin keadilan dan kedamaian. b. Materi Pembelajaran Materi pembelajaran adalah Bab 2, Subbab B, yaitu Peran Lembaga Penegak Hukum dalam Menjamin Keadilan dan Kedamaian 1) Peran Kepolisian Negara Republik Indonesia 2) Peran Kejaksaan Republik Indonesia 3) Peran Hakim sebagai Pelaksana Kekuasaan Kehakiman 4) Peran Advokat dalam Penegakan Hukum 5) Peran Komisi Pemberantasan Korupsi Materi subbab B akan dibahas selama 3 kali pertemuan, yaitu pertemuan kedua, ketiga dan kempat, sehingga pertemuan tersebut merupakan satu rangkaian. Pertemuan kedua akan mendiksusikan secara kelompok berkaitan dengan tema peran lembaga penegak hukum dalam menjamin keadilan dan kedamaian. Guru dapat membagi kelas menjadi lima kelompok, yang masing-masing mendiskusikan satu tema peran lembaga penegak hukum, yaitu kepolisian, kejaksaan, kehakiman, advokat dan KPK. Hasil diskusi kelompok akan dipresentasikan oleh setiap kelompok pada pertemuan ketiga dan keempat. Presentasi dapat menggunakan power point/display atau makalah sederhana. c. Proses Pembelajaran Pembelajaran menggunakan pendekatan saintifi k dengan proses pembelajaran aktif menekankan pada Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Literasi, Critical Thinking, Creativity, Collaboration, dan Communication (4 C). Pelaksanaan pembelajaran secara umum dibagi tiga tahapan, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. No Uraian Kegiatan 1. Kegiatan Pendahuluan 1) Guru mempersiapkan suasana belajar yang menyenangkan dilanjutkan dengan berdoa sesuai dengan agamanya masingmasing. (PPK) 2) Guru mendiskusikan kompetensi yang sudah dipelajari dan dikembangkan sebelumnya, yaitu hakikat perlindungan dan penegakan hukum, dikaitkan dengan kompetensi yang akan dipelajari dikembangkan pada pertemuan kedua, yaitu peran lembaga penegak hukum dalam menjamin keadilan dan kedamaian. 3) Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. 4) Guru menyampaikan garis besar cakupan materi, yaitu Peran Lembaga Penegak Hukum dalam Menjamin Keadilan dan Kedamaian. 5) Guru menyampaikan kegiatan yang akan dilakukan, yaitu diskusi kelompok. 2. Kegiatan Inti 1) Siswa dibagi menjadi 5 kelompok dengan pembagian tugas sebagai berikut : a) Kelompok 1: Peran Kepolisian Negara Republik Indonesia b) Kelompok 2 : Peran Kejaksaan Republik Indonesia c) Kelompok 3 : Peran hakim sebagai pelaksana kekuasaan kehakiman d) Kelompok 4 : Peran advokat dalam penegakan hukum e) Kelompok 5 : Peran Komisi Pemberantasan Korupsi dalam penegakan hukum 2) Setiap kelompok membaca buku Teks PPKn Kelas XII Bab 2, Subbab B tentang peran lembaga penegak hukum dalam menjamin keadilan dan kedamaian sesuai dengan pembagian materinya, misalnya kelompok 1 membaca peran Kepolisian Negara RI, kelompok 2 membaca peran Kejaksaan Republik Indonesia, kelompok 3 membaca peran hakim sebagai pelaksana kekuasaan kehakiman, kelompok 4 membaca peran advokat dalam penegakan hukum, kelompok 5 membaca peran KPK dalam penegakan hukum, kemudian guru dapat menambahkan penjelasan terkait dengan wacana tersebut dengan berbagai fakta baru yang berhubungan dengan peran lembaga penegak hukum dalam menjamin keadilan dan kedamaian. (Literasi, Collaboration) 3) Siswa didalam kelompoknya masing-masing berdiskusi mengidentifi kasi permasalahan-permasalahan sesuai dengan tema diskusi kelompoknya. (Critical Thinking, Collaboration, Communication) 4) Siswa menyusun hipotesis atau jawaban sementara atas pertanyaan yang disusun. Kompetensi yang dikembangkan adalah kreativitas, rasa ingin tahu dan kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis. (Critical Thinking) 5) Secara berkelompok, siswa mencari dan mengumpulkan informasi lanjutan untuk membuktikan benar tidaknya jawaban yang telah disusun berkaitan dengan materi tema kelompoknya, baik dari buku, sumber tertulis lainya, guru dan atau internet. ( Collaboration, Critical Thinking ) 6) Peran guru dalam langkah tahap ini adalah sebagai berikut, a) Menyediakan berbagai sumber belajar seperti buku teks siswa dan buku referensi lain. b) Guru dapat juga menunjukkan buku atau sumber belajar lain yang dapat dijadikan referensi untuk menjawab pertanyaan. 7) Siswa berdiskusi dalam kelompoknya untuk mendapatkan pendalaman pemahaman materi, menganalisis dan menyimpulkan informasi yang didapat, serta menyajikan dalam bentuk laporan tertulis dan bahan presentasi berkaitan dengan peran lembaga penegak hukum dalam menjamin keadilan dan kedamaian. ( Collaboration, Critical Thinking ) 3. Kegiatan Penutup 1) Guru bersama-sama dengan siswa memberikan penekanan dalam bentuk kesimpulan penting berkaitan dengan tahapan atau langkahlangkah penyusunan makalah dan bahan presentasi yang baik. 2) Memberikan evaluasi terhadap kegiatan pembelajaran pertemuan 2, terutama hal-hal yang kurang berkenan sebagai masukan untuk perbaikan dalam pertemuan 3. 3) Memberitahu siswa bahwa dalam pertemuan 3, adalah menyajikan hasil diskusi kelompok. 4) Siswa mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan YME atas pembelajaran yang telah berlangsung dengan baik. ( PPK ) d. Penilaian 1) . Penilaian Sikap Penilaian sikap terhadap siswa dapat dilakukan selama proses belajar berlangsung. Penilaian dapat dilakukan dengan observasi. Dalam Observasi ini misalnya dilihat aktivitas dan tingkat perhatian siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Format penilaian sikap dapat menggunakan contoh Penilaian Jurnal Perkembangan Sikap sebagai berikut; Jurnal Perkembangan Sikap Kelas : ……..............……. 3. Pertemuan Ketiga ( 2 x 45 menit ) a. Indikator Pencapaian Kompetensi 1) Menunjukkan perilaku orang beriman dalam praksis perlindungan dan penegakan hukum untuk menjamin keadilan dan kedamaian. 2) Menjalankan perilaku orang beriman dalam praksis perlindungan dan penegakan hukum untuk menjamin keadilan dan kedamaian. 3) Memiliki perilaku jujur dalam praktik perlindungan dan penegakan hukum di tengah masyarakat. 4) Menjalankan perilaku jujur dalam praktik perlindungan dan penegakan hukum di tengah masyarakat. 5) Menjelaskan peran Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam menjamin keadilan dan kedamaian. 6) Menjelaskan peran Kejaksaan Republik Indonesia dalam menjamin keadilan dan kedamaian. 7) Menalar hasil evaluasi praktik perlindungan dan penegakan hukum dalam masyarakat untuk menjamin keadilan dan kedamaian. 8) Mendemonstrasikan hasil evaluasi praktik perlindungan dan penegakan hukum dalam masyarakat untuk menjamin keadilan dan kedamaian. b. Materi Pembelajaran Materi yang disampaikan pada minggu ketiga adalah Bab 2, Subbab B, yaitu peran lembaga penegak hukum dalam menjamin keadilan dan kedamaian 1) Peran Kepolisian Negara Republik Indonesia 2) Peran Kejaksaan Republik Indonesia c. Proses Pembelajaran Pembelajaran menggunakan pendekatan saintifi k dengan proses pembelajaran aktif menekankan pada Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Literasi, Critical Thinking, Creativity, Collaboration, dan Communication (4C). Pelaksanaan pembelajaran secara umum dibagi tiga tahapan, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. PPKn 89 https://matematohir.wordpress.com/ No Uraian Kegiatan 1. Kegiatan Pendahuluan 1) Memberikan salam. 2) Menanyakan kepada siswa tentang kesiapan dan kenyamanan untuk belajar kegiatan dilanjutkan dengan berdoa menurut agamannya masing-masing. ( PPK ) 3) Menanyakan kehadiran siswa. 4) Menyampaikan teknis pembelajaran pada pertemuan 3 adalah diskusi kelompok, yakni; a. Kelompok 1: membahas peran Kepolisian Negara RI dalam menjamin kedamaian dan keadilan b. Kelompok 2: membahas peran Kejaksaan RI dalam menjamin kedamaian dan keadilan 2. Kegiatan Inti 1) Diskusi Pertama a) Kelompok 1 presentasi materi peran Kepolisian Negara RI dalam menjamin kedamaian dan keadilan. (Communication) b) Kelompok lain diminta untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan terkait dengan peran Kepolisian Negara RI dalam menjamin kedamaian dan keadilan. (Critical Thinking) c) Kelompok penyaji menjawaban pertanyaan dari kelompok lain d) Kelompok penyaji menyimpulan hasil diskusi. 2) Diskusi Kedua a) Kelompok 2 presentasi materi peran Kejaksaan RI dalam menjamin kedamaian dan keadilan. ( Communication ) b) Kelompok lain diminta untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan terkait dengan peran Kejaksaan RI dalam menjamin kedamaian dan keadilan. (Critical Thinking) c) Kelompok penyaji menjawaban pertanyaan dari kelompok lain d) Kelompok penyaji menyimpulan hasil diskusi. 3) Setiap kelompok melakukan perbaikan-perbaikan sesuai dengan masukan-masukan dalam diskusi, kemudian makalah dikumpulkan kepada guru sebagai laporan tertulis. ( Creativity, PPK ) 3. Kegiatan Penutup 1) Guru dan siswa membuat rangkuman atau simpulan kompetensi yang telah dipelajari. 2) Guru dan siswa melakukan refl eksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan. 3) Guru memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil belajar. 4) Guru memberikan tugas individu atau kelompok untuk pertemuan berikutnya. 5) Guru menyampaikan rencana pembelajaran untuk pertemuan keempat. 6) Guru dan siswa menutup pelajaran dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena pembelajaran berlangsung aman dan tertib. ( PPK ) d. Penilaian 1. Penilaian Sikap Penilaian sikap terhadap siswa dapat dilakukan selama proses belajar berlangsung. Penilaian dapat dilakukan dengan observasi. Dalam observasi ini misalnya dilihat aktivitas dan tingkat perhatian siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Format penilaian sikap dapat menggunakan contoh Penilaian Jurnal Perkembangan Sikap sebagai berikut; Jurnal Perkembangan Sikap Kelas : ……..............……. Semester : ……..............……. 2. Penilaian Pengetahuan Jawablah pertanyaan di bawah ini. a) Jelaskan peran Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam menjaamin keadilan dan kedamaian! b) Jelaskan peran Kejaksaan Republik Indonesia dalam menjamin keadilan dan kedamaian. 3. Penilaian Keterampilan Penilaian Keterampilan dilakukan guru dengan teknik portofolio untuk menilai kemampuan siswa dalam menulis dan menyajikan makalah tentang peran lembaga penegak hukum dalam menjamin keadilan dan kedamaian. Aspek penilaian meliputi kemampuan dalam mempresentasikan hasil tulisan, sistematika, isi gagasan, bahasa, estetika. Format penilaian dapat menggunakan contoh sebagaimana terdapat pada lampiran. 4. Pertemuan Keempat (2 x 45 Menit) a. Indikator Pencapaian Kompetensi 1) Menunjukkan perilaku orang beriman dalam praksis perlindungan dan penegakan hukum untuk menjamin keadilan dan kedamaian. 2) Menjalankan perilaku orang beriman dalam praksis perlindungan dan penegakan hukum untuk menjamin keadilan dan kedamaian. 3) Memiliki perilaku jujur dalam praktik perlindungan dan penegakan hukum di tengah masyarakat. 4) Menjalankan perilaku jujur dalam praktik perlindungan dan penegakan hukum di tengah masyarakat. 5) Menganalisis peran hakim sebagai pelaksana kekuasaan kehakiman dalam menjaamin keadilan dan kedamaian. 6) Menganalisis peran advokat dalam penegakan hukum dalam menjaamin keadilan dan kedamaian. 7) Menganalisis peran komisi pemberantasan korupsi dalam penegakan hukum dalam menjaamin keadilan dan kedamaian. 8) Menalar hasil evaluasi praktik perlindungan dan penegakan hukum dalam masyarakat untuk menjamin keadilan dan kedamaian. 9) Mendemonstrasikan hasil evaluasi praktik perlindungan dan penegakan hukum dalam masyarakat untuk menjamin keadilan dan kedamaian. b. Materi Pembelajaran 1) Peran Hakim sebagai Pelaksana Kekuasaan Kehakiman 2) Peran Advokat 3) Peran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK ) c. Proses Pembelajaran Pembelajaran menggunakan pendekatan saintifi k dengan proses pembelajaran aktif menekankan pada Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Literasi, Critical Thinking, Creativity, Collaboration, dan Communication (4C). Pelaksanaan pembelajaran secara umum dibagi tiga tahapan, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. No Uraian Kegiatan 1. Kegiatan Pendahuluan 1) Guru memberikan salam. 2) Guru menanyakan kepada siswa tentang kesiapan dan kenyamanan untuk belajar. 3) Guru menanyakan kehadiran siswa. 4) Guru mempersilakan salah satu siswa memimpin doa. ( PPK ) 5) Menyampaikan teknis pembelajaran pada pertemuan 4 adalah diskusi kelompok yakni; a. Kelompok 3: membahas peran hakim dalam menjamin kedamaian dan keadilan. b. Kelompok 4: membahas peran advokat dalam menjamin kedamaian dan keadilan. c. Kelompok 5: membahas peran KPK dalam menjamin kedamaian dan keadilan. 2. Kegiatan Inti 1) Diskusi Pertama a) Kelompok 3 presentasi materi peran hakim dalam menjamin kedamaian dan keadilan. ( Communication ) b) Kelompok lain diminta untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan terkait dengan peran Hakim dalam menjamin kedamaian dan keadilan. ( Critical Thinking ) c) Kelompok Penyaji menjawaban pertanyaan dari kelompok lain. ( Communication, Collaboration ) d) Kelompok penyaji menyimpulan hasil diskusi. (Communication) 2) Diskusi Kedua a) Kelompok 4 presentasi materi peran advokat dalam menjamin kedamaian dan keadilan. ( Communication ) b) Kelompok lain diminta untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan terkait dengan peran advokat dalam menjamin kedamaian dan keadilan. ( Critical Thinking ) c) Kelompok penyaji menjawaban pertanyaan dari kelompok lain. (Communication, Collaboration) d) Kelompok penyaji menyimpulkan hasil diskusi. 3) Diskusi Ketiga a) Kelompok 5 presentasi materi peran KPK dalam menjamin kedamaian dan keadilan. (Communication) b) Kelompok lain diminta untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan terkait dengan peran KPK dalam menjamin kedamaian dan keadilan. (Critical Thinking) c) Kelompok menyaji menjawab pertanyaan dari kelompok lain. ( Communication ) d) Kelompok penyaji menyimpulkan hasil diskusi. (Comunication) 4) Setiap kelompok melakukan perbaikan-perbaikan sesuai dengan masukan-masukan dalam diskusi, kemudian makalah dikumpulkan kepada guru sebagai laporan tertulis. ( Collaboration, Creativity, PPK) 3. Kegiatan Penutup 1) Guru dan siswa membuat rangkuman atau simpulan kompetensi yang telah dipelajari. 2) Guru dan siswa melakukan refl eksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan. 3) Guru memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil belajar. 4) Guru menyampaikan rencana pembelajaran untuk pertemuan keempat. 5) Guru dan siswa menutup pelajaran dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena pembelajaran berlangsung aman dan tertib. ( PPK ) d. Penilaian 1) Penilaian Sikap Penilaian sikap terhadap siswa dapat dilakukan selama proses belajar berlangsung. Penilaian dapat dilakukan dengan observasi. Dalam observasi ini misalnya dilihat aktivitas dan tingkat perhatian siswa pada saat berdiskusi. 2) Penilaian pengetahuan a) Jawablah pertanyaan di bawah ini! • Jelaskan peran hakim sebagai pelaksana kekuasaan kehakiman dalam menjamin keadilan dan kedamaian. • Jelaskan peran advokat dalam penegakan hukum dalam menjamin keadilan dan kedamaian. • Jelaskan peran Komisi Pemberantasan Korupsi dalam penegakan hukum dalam menjamin keadilan dan kedamaian. b) Mengerjakan Tugas Kelompok 2.1. 3) Penilaian Keterampilan Penilaian Keterampilan dilakukan guru dengan teknik produksi untuk menilai kemampuan siswa dalam menulis dan menyajikan makalah tentang peran lembaga penegak hukum dalam menjamin keadilan dan kedamaian. Aspek penilaian meliputi kemampuan dalam mempresentasikan hasil tulisan, sistematika, isi gagasan, bahasa, estetika. Format penilaian dapat menggunakan contoh sebagaimana terdapat pada lampiran. 5. Pertemuan Kelima (2 x 45 menit) a. Indikator Pencapaian Kompetensi 1) Menunjukkan perilaku orang beriman dalam praksis perlindungan dan penegakan hukum untuk menjamin keadilan dan kedamaian. 2) Menjalankan perilaku orang beriman dalam praksis perlindungan dan penegakan hukum untuk menjamin keadilan dan kedamaian. 3) Memiliki perilaku jujur dalam praktik perlindungan dan penegakan hukum di tengah masyarakat. 4) Menjalankan perilaku jujur dalam praktik perlindungan dan penegakan hukum di tengah masyarakat. 5) Mengevaluasi berbagai kasus pelanggaran hukum. 6) Menalar hasil evaluasi praktik perlindungan dan penegakan hukum dalam masyarakat untuk menjamin keadilan dan kedamaian. 7) Mendemonstrasikan hasil evaluasi praktik perlindungan dan penegakan hukum dalam masyarakat untuk menjamin keadilan dan kedamaian. b. Materi Pembelajaran Berbagai kasus pelanggaran hukum, yaitu menganalisis kasus pelanggaran hukum sebagaimana terdapat pada Tugas Mandiri 2.3. c. Proses Pembelajaran Pembelajaran menggunakan pendekatan saintifi k dengan proses pembelajaran aktif menekankan pada Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Literasi, Critical Thinking, Creativity, Collaboration, dan Communication (4C). Pelaksanaan pembelajaran secara umum dibagi tiga tahapan yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. No Uraian Kegiatan 1. Kegiatan Pendahuluan 1) Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif dan menyenangkan untuk proses belajar mengajar, kerapian dan kebersihan ruang kelas, presensi (kehadiran, agenda kegiatan) media, alat dan buku yang diperlukan dilanjutkan berdoa menurut agamanya masing-masing. (PPK) 2) Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. 3) Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan. 4) Menyampaikan teknis pembelajaran pada pertemuan kelima, yaitu diskusi kelompok. 2. Kegiatan Inti 1) Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok masing-masing berjumlah 5-6 orang. 2) Siswa membaca Buku Teks PPKn Kelas XII Bab 2, Subbab C tentang dinamika pelanggaran hukum, mencatat hal-hal penting, guru dapat menambahkan penjelasan terkait dengan wacana tersebut dengan berbagai fakta baru yang berhubungan dengan dinamika pelanggaran hukum. (Literasi) 3) Siswa membuat identifi kasi pertanyaan sebanyak mungkin terkait dengan kasus pelanggaran hukum, misalnya (Creatical Thinking) 4) Siswa mencari informasi lanjutan dengan membaca sumber lain yang relevan baik dari internet; web, maupun media sosial lainnya untuk menjawab pertanyaan yang telah disusun dan mengumpulkan informasi untuk menganalisis kasus pelanggaran hukum (Tugas Mandiri 2.3) ( Literasi, Critical Thinking, Collaboration ) 5) Peran guru dalam langkah tahap ini adalah sebagai berikut a) Menyediakan berbagai sumber belajar seperti buku teks siswa dan buku referensi lain. b) Guru dapat juga menunjukkan buku atau sumber belajar lain yang dapat dijadikan referensi untuk menjawab pertanyaan. 6) Siswa berdiskusi dalam kelompoknya untuk mendapatkan pendalaman pemahaman materi, menganalisis dan menyimpulkan informasi yang didapat. (Critical Thinking, Collaboration) Siswa secara acak (2-3 orang) diminta untuk menyajikan hasil diskusi kelompoknya, siswa yang lain diminta untuk menanggapi atau melengkapi hasil telaah tersebut. 7) Guru memberikan konfi rmasi/penguatan atas jawaban siswa. ( Communication ) 8) Siswa mengumpulkan hasil analisis diskusi kelompok secara tertulis untuk diberikan penilaian. (Communication) 3. Kegiatan Penutup 1) Siswa melakukan refl eksi dan menyimpulkan materi yang telah dibahas pada pertemuan kelima. 2) Guru memberikan informasi kegiatan pada pertemuan berikutnya. 3) Guru dan siswa menutup kegiatan dengan mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan YME bahwa pertemuan kali ini telah berlangsung dengan baik dan lancar. (PPK) d. Penilaian 1) Penilaian Sikap Penilaian sikap terhadap siswa dapat dilakukan selama proses belajar berlangsung. Penilaian dapat dilakukan dengan observasi. Dalam observasi ini misalnya dilihat aktivitas dan tingkat perhatian siswa pada saat berdiskusi. Aspek penilaian meliputi iman, takwa, disiplin dan gotong royong. Format observasi penilaian sikap dapat menggunakan contoh format sebagaimana terdapat pada lampiran. 2) Penilaian Pengetahuan Penilaian pengetahuan dilakukan dalam bentuk lisan, dengan menjawab pertanyaan berikut. a) Apa yang dimaksud dengan pelanggaran hukum? b) Berilah contoh kasus pelanggaran hukum. c) Apakah sanksi yang diberikan terhadap kasus pelanggaran hukum tersebut? d) Bagaimana wujud partisipasi masyarakat agar kasus pelanggaran hukum itu tidak terulang kembali? 3) Penilaian Keterampilan Penilaian Keterampilan dilakukan guru dengan melihat kemampuan siswa dalam presentasi, kemampuan bertanya, kemampuan menjawab pertanyaan atau mempertahankan argumentasi kelompok, kemampuan dalam memberikan masukan/saran pada saat menyampaikan hasil telaah/ analisis tentang hakikat hak dan kewajiban warga negara. Lembar penilaian penyajian dan laporan hasil telaah dapat menggunakan format sebagaimana terdapat pada lampiran, dengan ketentuan aspek penilaian dan rubriknya dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi serta keperluan guru. 6. Pertemuan Keenam (2 x 45 menit) a. Indikator Pencapaian Kompetensi 1) Menunjukkan perilaku orang beriman dalam praksis perlindungan dan penegakan hukum untuk menjamin keadilan dan kedamaian. 2) Menjalankan perilaku orang beriman dalam praksis perlindungan dan penegakan hukum untuk menjamin keadilan dan kedamaian. 3) Memiliki perilaku jujur dalam praktik perlindungan dan penegakan hukum di tengah masyarakat. 4) Menjalankan perilaku jujur dalam praktik perlindungan dan penegakan hukum di tengah masyarakat. 5) Mengidentifi kasi macam-macam sanksi pelanggaran hukum. 6) Mengidentifi kasi contoh perilaku yang mendukung partisipasi masyarakat dalam perlindungan dan penegakan hukum. 7) Menalar hasil evaluasi praktik perlindungan dan penegakan hukum dalam masyarakat untuk menjamin keadilan dan kedamaian. 8) Mendemonstrasikan hasil evaluasi praktik perlindungan dan penegakan hukum dalam masyarakat untuk menjamin keadilan dan kedamaian. b. Materi Pembelajaran Macam-Macam Sanksi atas Pelanggaran Hukum. c. Proses Pembelajaran Pembelajaran menggunakan pendekatan saintifi k dengan proses pembelajaran aktif menekankan pada Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Literasi, Critical Thinking, Creativity, Collaboration, dan Communication (4C). Pelaksanaan pembelajaran secara umum dibagi tiga tahapan, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. No Uraian Kegiatan 1. Kegiatan Pendahuluan 1) Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif dan menyenangkan untuk proses belajar mengajar; kerapian dan kebersihan ruang kelas, presensi (kehadiran, agenda kegiatan), menyiapkan media dan alat serta buku yang diperlukan dilanjutkan berdoa menurut agamanya masing-masing. ( PPK ) 2) Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. 3) Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan. 2. Kegiatan Inti 1) Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok berjumlah 5–6 orang. 2) Siswa membaca subbab C Materi 2 tentang Macam-Macam Sanksi atas Pelanggaran Hukum dan materi 3 tentang Partisipasi Masyarakat dalam Perlindungan dan Penegakan Hukum. ( Literasi ) 3) Guru dapat menambahkan penjelasan terkait dengan wacana tersebut dengan berbagai fakta baru yang berhubungan dengan apa yang telah dibaca. (Literasi) 4) Siswa membuat identifi kasi pertanyaan sebanyak mungkin dari wacana tersebut. Guru membimbing dan terus mendorong siswa untuk terus menggali rasa ingin tahu dengan pertanyaan yang mendalam tentang MacamMacam Sanksi atas Pelanggaran Hukum dan Partisipasi Masyarakat dalam Perlindungan dan Penegakan Hukum. ( Critical Thinking, Collaboration ) Upayakan pertanyaan siswa mengarah pada materi yang akan dibahas, yaitu macam-macam sanksi atas pelanggaran hukum dan partisipasi masyarakat dalam perlindungan dan penegakan hukum.( Communication ) 5) Siswa dapat mengajukan pertanyaan dengan mengisi daftar pertanyaan sebagai berikut. No. Pertanyaan 1. 2. 3. 6) Siswa merumuskan hipotesis, yakni pernyataan sebagai jawaban sementara atas pertanyaan yang diajukan. Kompetensi yang dikembangkan adalah kreativitas, rasa ingin tahu dan kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis. ( Critical Thinking, Collaboration ) 7) Siswa mengumpulkan data/informasi dari berbagai sumber yaitu dengan membaca buku yang relevan ataupun sumber, lain yang relevan dari internet; web, media sosial lainnya untuk menjawab pertanyaan atau membuktikan benar atau tidaknya hipotesis dan mengumpulkan informasi untuk mengerjakan Tugas Kelompok 2.2 ( Literasi, Collaboration ) 8) Peran guru dalam tahap ini adalah sebagai berikut. a) Menyediakan berbagai sumber belajar seperti buku teks siswa dan buku referensi lain. b) Guru menjadi sumber belajar bagi siswa dengan memberikan konfi rmasi atas jawaban siswa, atau menjelaskan jawaban pertanyaan kelompok yang tidak terjawab. c) Guru dapat juga menunjukkan buku atau sumber belajar lain yang dapat dijadikan referensi untuk menjawab pertanyaan. 9) Siswa mengidentifi kasi dan menyimpulkan macam-macam sanksi atas pelanggaran hukum dan partisipasi masyarakat dalam perlindungan dan penegakan hukum. (Critical Thinking) 10) Siswa melaporkan hasil kesimpulan pengumpulan infromasi tentang macam-macam sanksi atas pelanggaran hukum dan partisipasi masyarakat dalam perlindungan dan penegakan hukum. (Communication) 11) Siswa lainnya diminta untuk menanggapi hasil penyajian yang telah disampaikan. Hasil analisis dan kesimpulan dikumpulkan untuk mendapatkan penilaian dari guru. (Critical Thinking) 3. Penutup 1) Guru dan siswa menyimpulkan materi yang telah dibahas pada pertemuan ini. 2) Siswa diminta mengerjakan proyek kewarganegaraan, yaitu ”Mari Menyelesaikan Masalah” 3) Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang proyek kewarganegaraan, sebagaimana terdapat pada buku teks siswa Bab 2. Kemudian, siswa dibagi menjadi 4 kelompok dan menentukan masalah apa yang akan dibahas di kelas. Ada 3 masalah, yaitu maraknya tawuran pelajar, geng motor yang meresahkan masyarakat. Makin meningkatnya kasus tindak pidana korupsi oleh para pejabat. Siswa diminta untuk mencari referensi dari berbagai sumber untuk menyelesaikan masalah yang telah ditentukan. ( Collaboration ) 4) Guru dan siswa menutup kegiatan dengan mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa bahwa pertemuan kali ini telah berlangsung dengan baik dan lancar. (PPK) d. Penilaian 1) Penilaian Sikap Penilaian sikap terhadap siswa dapat dilakukan selama proses belajar berlangsung. Penilaian dapat dilakukan dengan observasi. Dalam observasi ini misalnya dilihat aktivitas dan tingkat perhatian siswa pada saat berdiskusi. Format observasi penilaian sikap dapat menggunakan contoh format sebagaimana terdapat pada lampiran. 2) Penilaian Pengetahuan Penilaian pengetahuan dilakukan dalam bentuk lisan dengan menjawab pertanyaan, yaitu: a) Jelaskan macam-macam sanksi pelanggaran terhadap hukum! b) Berilah contoh perilaku yang mendukung partisipasi masyarakat dalam perlindungan dan penegakan hukum! 3) Penilaian Keterampilan a) Penilaian Keterampilan dilakukan guru dengan melihat kemampuan siswa dalam presentasi, kemampuan bertanya, kemampuan menjawab pertanyaan atau mempertahankan argumentasi kelompok, kemampuan dalam memberikan masukan/saran pada saat menyampaikan hasil telaah/analisis tentang hakikat hak dan kewajiban warga negara. Lembar penilaian penyajian dan laporan hasil telaah dapat menggunakan format sebagaimana terdapat pada lampiran, dengan ketentuan aspek penilaian dan rubriknya dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi serta keperluan guru. b) Laporan hasil wawancara. (Tugas Kelompok 2.2) 7. Pertemuan Ketujuh (2 x 45 menit) a. Indikator Pencapaian Kompetensi 1) Menunjukkan perilaku orang beriman dalam praksis perlindungan dan penegakan hukum untuk menjamin keadilan dan kedamaian. 2) Menjalankan perilaku orang beriman dalam praksis perlindungan dan penegakan hukum untuk menjamin keadilan dan kedamaian. 3) Memiliki perilaku jujur dalam praktik perlindungan dan penegakan hukum di tengah masyarakat. 4) Menjalankan perilaku jujur dalam praktik perlindungan dan penegakan hukum di tengah masyarakat. 5) Menganalisis kasus pelanggaran hukum yang terjadi di masyarakat. 6) Menganalisis alternatif penyelesaian kasus pelanggaran hukum yang terjadi di masyarakat. 7) Merumuskan kebijakan alternatif untuk mengatasi kasus pelanggaran hukum. 8) Menalar hasil evaluasi praktik perlindungan dan penegakan hukum dalam masyarakat untuk menjamin keadilan dan kedamaian. 9) Mendemonstrasikan hasil evaluasi praktik perlindungan dan penegakan hukum dalam masyarakat untuk menjamin keadilan dan kedamaian. b. Materi Pembelajaran Materi yang disampaikan pada pertemuan kedelapan adalah Proyek Kewarganegaraan, yaitu menganalisis kasus pelanggaran hukum, dengan pilihan masalah sebagai berikut; 1) Maraknya tawuran pelajar 2) Geng motor yang meresahkan masyarakat 3) Makin meningkatnya kasus tindak pidana korupsi oleh para pejabat c. Proses Pembelajaran Pembelajaran menggunakan pendekatan saintifi k dengan proses pembelajaran aktif menekankan pada Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Literasi, Critical thinking, Creativity, Collaboration dan Communication (4C). Pelaksanaan pembelajaran secara umum dibagi tiga tahapan, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. No Uraian Kegiatan 1. Kegiatan Pendahuluan 1) Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif dan menyenangkan untuk proses belajar mengajar; kerapian dan kebersihan ruang kelas, presensi (kehadiran, agenda kegiatan), menyiapkan media dan alat serta buku yang diperlukan dilanjutkan berdoa menurut agamannya masing-masing. ( PPK ) 2) Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. 3) Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan. 2. Kegiatan Inti 1) Siswa dibangi menjadi 4 kelompok. 2) Siswa mengamati tanyangan gambar/ fi lm atau video singkat tentang kasus-kasus pelanggaran hukum, yaitu maraknya tawuran pelajar, yang meresahkan masyarakat, dan makin meningkatnya kasus tindak pidana korupsi oleh para pejabat. Guru dapat menabahkan informasi yang berkaitan dengan tayangan fi lm tersebut. (Literasi) 3) Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang pembagian tugas setiap kelompok. 4) Siswa diminta untuk mengajukan pertanyaan atau tanggapan terkait dengan tayangan fi lm/video/gambar. 5) Siswa secara kelompok mengumpulkan informasi dengan membaca berbagai sumber untuk membahas masalah di kelompoknya. ( Collaboration, Creativity ) 6) Peran guru dalam langkah tahap ini adalah sebagai berikut. a) Menyediakan berbagai sumber belajar seperti buku teks siswa dan buku referensi lain. b) Guru dapat juga menunjukkan buku atau sumber belajar lain yang dapat dijadikan referensi untuk menjawab pertanyaan. 7) Berdiskusi dalam kelompoknya untuk mendapatkan jawaban atas penyelesaian masalah di kelompoknya, menganalisis dan mengkaji masalah yang ada di dalam kelompoknya dengan informasi yang didapat dari berbagai sumber, serta menyajikan dalam bentuk laporan tertulis dan bahan presentasi. (Collaboration, Critical Thinking, Creativity)) Adapun pembagian tugasnya adalah sebagai berikut; a) Kelompok I: Menjelaskan masalah secara tertulis dilengkapi gambar, foto, karikatur, judul surat kabar dan ilustrasi lain disertai sumber-sumber informasinya tentang hal-hal berikut ini. 1) Bagaimana jalannya masalah? 2) Seberapa luas masalah tersebar pada bangsa dan negara? 3) Mengapa masalah harus ditangani pemerintah dan haruskah seseorang bertanggung jawab memecahkan masalah? 4) Adakah kebijakan tentang masalah tersebut? 5) Adakah perbedan pendapat, siapa organisasi yang berpihak pada masalah ini? 6) Pada tingkat atau lembaga pemerintah apa yang bertanggung jawab tentang masalah ini? b. Kelompok II: Merumuskan kebijakan alternatif untuk mengatasi masalah. Menjelaskan secara tertulis dilengkapi gambar, foto, karikatur dan ilustrasi lain disertai sumber-sumber informasinya tentang : 1) Kebijakan alternatif yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber informasi yang dikumpulkan. 2) Kajian terhadap setiap kebijakan alternatif tersebut dengan menjawab pertanyaan kebijakan apakah yang diusulkan dan apakah keuntungan dan kerugian kebijakan tersebut. c. Kelompok III: Mengusulkan kebijakan publik untuk mengatasi masalah dilengkapi gambar, foto, karikatur, judul surat kabar, dan ilustrasi lain disertai sumber-sumber informasi tentang: 1) Kebijakan yang diyakini akan dapat mengatasi masalah. 2) Keuntungan dan kerugian dari kebijakan tersebut. 3) Kebijakan tersebut tidak melanggar peraturan perundangundangan. 4) Tingkat atau lembaga pemerintah mana yang harus bertanggung jawab menjalankan kebijakan yang diusulkan. d. Kelompok IV: Membuat rencana tindakan yang mencakup langkah-langkah yang dapat diambil agar kebijakan yang diusulkan diterima dan dilaksanakan oleh pemerintah. Hal ini berupa penjelasan tentang hal-hal berikut. 1) Bagaimana dapat menumbuhkan dukungan pada individu dan kelompok dalam masyarakat terhadap rancangan tindakan yang diusulkan. 2) Mendeskripsikan individu atau kelompok yang berpengaruh dalam masyarakat yang mungkin hendak mendukung rancangan tindakan kelas dan bagaimana kalau dapat memperoleh dukungan tersebut. 3) Menggambarkan pula kelompok di masyarakat yang mungkin menentang rancangan tindakan dan bagaimana kalian dapat meyakinkan mereka untuk mendukung rencana tindakan. 4) Setiap kelompok menyajikan/ mempersatukan hasilnya di hadapan dewan juri atau guru yang mewakili sekolah. 3. Kegiatan Penutup 1) Bersama-sama dengan siswa, guru memberikan penekanan dalam bentuk kesimpulan penting berkaitan dengan tahapan atau langkahlangkah penyusunan makalah dan bahan presentasi yang baik. 2) Memberikan evaluasi terhadap kegiatan pembelajaran pertemuan ketujuh, terutama hal-hal yang kurang berkenan sebagai masukan untuk perbaikan dalam pertemuan berikutnya. 3) Memberi tahu siswa bahwa dalam pertemuan kedelapan adalah mempresentasikan hasil diskusi kelompok. 4) Kelompok yang belum menyelesaikan tugasnya diminta untuk menyelesaikan tugas Proyek Kewarganegaraan tersebut di luar kegiatan pembelajaran. 5) Guru dan siswa menutup kegiatan dengan mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa bahwa kegiatan belajar berlangsung dengan baik dan lancar. (PPK) 8. Pertemuan Kedelapan (2 x 45 menit) Pertemuan kedelapan merupakan satu rangkaian dengan pertemuan ketujuh, yaitu dalam bentuk kegiatan mempresentasikan hasil proyek kewarganegaraan sebagaimana telah dikerjakan oleh setiap kelompok pada pertemuan sebelumnya. a. Indikator Pencapaian Kompetensi 1) Menunjukkan perilaku orang beriman dalam praksis perlindungan dan penegakan hukum untuk menjamin keadilan dan kedamaian. 2) Menjalankan perilaku orang beriman dalam praksis perlindungan dan penegakan hukum untuk menjamin keadilan dan kedamaian. 3) Memiliki perilaku jujur dalam praktik perlindungan dan penegakan hukum di tengah masyarakat. 4) Menjalankan perilaku jujur dalam praktik perlindungan dan penegakan hukum di tengah masyarakat. 5) Menganalisis kasus pelanggaran hukum yang terjadi di masyarakat. 6) Menganalisis alternatif penyelesaian kasus pelanggaran hukum yang terjadi di masyarakat. 7) Merumuskan kebijakan alternatif untuk mengatasi kasus pelanggaran hukum. 8) Menalar hasil evaluasi praktik perlindungan dan penegakan hukum dalam masyarakat untuk menjamin keadilan dan kedamaian. 9) Mendemonstrasikan hasil evaluasi praktik perlindungan dan penegakan hukum dalam masyarakat untuk menjamin keadilan dan kedamaian. b. Materi Pembelajaran Materi yang disampaikan pada pertemuan ketujuh adalah Proyek Kewarganegaraan yaitu menganalisis kasus pelanggaran hukum, dengan pilihan masalah sebagai berikut; 1. Maraknya tawuran pelajar 2. Geng motor yang meresahkan masyarakat 3. Semakin meningkatnya kasus tindak pidana korupsi oleh para pejabat c. Proses Pembelajaran Pembelajaran menggunakan pendekatan saintifi k dengan proses pembelajaran aktif yang menekankan pada Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Literasi, Critical thinking, Creativity, Collaboration dan Communication (4C). Pelaksanaan pembelajaran secara umum dibagi tiga tahapan yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. NO Uraian Kegiatan 1. Pendahuluan 1) Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif dan menyenangkan untuk proses belajar mengajar; kerapian dan kebersihan ruang kelas, presensi (kehadiran, agenda kegiatan), menyiapkan media dan alat serta buku yang diperlukan dilanjutakan berdoa menurut agamanya masing-masing. ( Literasi ) 2) Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. 3) Guru menyampaikan garis besar kegiatan yang akan dilakukan yaitu presentasi hasil proyek kewarganegaraan. 2. Kegiatan Inti 1) Siswa secara berkelompok mulai dari kelompok 1, 2, 3, dan 4 diminta untuk menyajikan hasil Proyek Kewarganegaraan, yaitu ”Mari Menyelesaikan Masalah”. ( Communication ) 2) Setiap kelompok diminta untuk menanggapi hasil penyajian kelompok lain. (Critical Thinking) 3) Guru memberikan konfi rmasi/penguatan atas jawaban siswa. 4) Masing-masing kelompok diminta untuk mengumpulkan hasil proyek kewarganegaraan untuk disatukan dengan hasil proyek kelompok lain sehingga menjadi portofolio kelas. ( Collaboration, Creativity ) 3. Kegiatan Penutup 1) Guru dan siswa menyimpulkan materi yang telah dibahas pada pertemuan ini. 2) Siswa dengan bimbingan guru diminta untuk melakukan refl eksi dan melakukan penilaian diri. 3) Siswa mengerjakan uji kompetensi Bab 2. 4) Guru dan siswa menutup kegiatan dengan mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa bahwa pertemuan kali ini telah berlangsung dengan baik dan lancar. (PPK) d. Penilaian 1. Penilaian Sikap Siswa diminta untuk mengisi tugas pada Buku Siswa Pedoman Penskoran : Skor 4 jika selalu, skor 3 jika sering, skor 2 jika kadang-kadang, skor 1 jika tidak pernah. Interval Nilai Kualitatif 81 – 100 A ( Sangat Baik) 70 – 80 B ( Baik ) 50 – 69 C ( Cukup ) < 50 D ( Kurang) 2. Penilaian Pengetahuan Uji Kompetensi Bab 2 Jawablah pertanyaan di bawah ini secara singkat, jelas dan akurat. 1. Apa yang dimasud dengan perlindungan dan penegakan hukum? 2. Mengapa perlindungan hukum tidak akan terwujud apabila penegakan hukum tidak dilaksanakan? 3. Mengapa perlindungan dan penegakan hukum mutklak harus dilakukan dalam sebuah negara demokrasi? 4. Bedakan peran polisi, jaksa, hakim dan advokat serta KPK dalam proses penegakan hukum di Indonesia. 5. Mengapa terjadi pelanggaran hukum? 6. Deskripsikan contoh-contoh perilaku yang menunjukkan ketidakpatuhan terhadap hukum di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat dan sekolah. Kunci Jawaban No Kunci jawaban Skor 1. Perlindungan hukum dimaknai sebagai daya upaya yang dilakukan secara sadar oleh setiap orang maupun lembaga pemerintah dan swasta yang bertujuan mengusahakan pengamanan, penguasaan dan pemenuhan kesejahteraan hidup sesuai dengan hak-hak asasi yang ada. Makna tersebut tidak terlepas dari fungsi hukum itu sendiri, yaitu untuk melindungi kepentingan manusia. Simanjuntak mengartikan perlindungan hukum sebagai segala upaya pemerintah untuk menjamin adanya kepastian hukum untuk memberi perlindungan kepada warganya agar hak-haknya sebagai seorang warga negara tidak dilanggar, dan bagi yang melanggarnya akan dapat dikenakan sanksi sesuai peraturan yang berlaku. 5 2. Perlindungan hukum dapat terwujud apabila proses penegakan hukum dilaksanakan. Proses penegakan hukum merupakan salah satu upaya untuk menjadikan hukum sebagai pedoman dalam setiap perilaku masyarakat maupun aparat atau lembaga penegak hukum. Dengan kata lain, penegakan hukum merupakan upaya untuk melaksanakan ketentuan-ketentuan hukum dalam berbagai macam bidang kehidupan. Penegakan hukum merupakan syarat terwujudnya perlindungan hukum. Kepentingan setiap orang akan terlindungi apabila hukum yang mengaturnya dilaksanakan baik oleh masyarakat ataupun aparat penegak hukum. Misalnya, perlindungan hukum konsumen akan terwujud apabila undang-undang perlindungan konsumen dilaksanakan, hak cipta yang dimiliki oleh seseorang juga akan terlindungi apabila ketentuan mengenai hak cipta juga dilaksanakan. 5 3. Sebagai negara hukum, Indonesia wajib melaksanakan proses perlindungan dan penegakan hukum. Negara wajib melindungi warga negaranya dari berbagai macam ketidakadilan, ketidaknyaman dan penyimpangan hukum lainnya. Selain itu, negara mempunyai kekuasaan untuk memaksa seluruh warga negaranya untuk melaksanakan semua ketentuan-ketentuan yang berlaku. 5 4. a) Kepolisian Negara Republik Indonesia atau yang sering disingkat dengan Polri merupakan lembaga negara yang berperan dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka terpeliharanya keamanan dalam negeri. Selain itu, dalam bidang penegakan hukum khususnya yang berkaitan dengan penanganan tindak pidana sebagaimana yang diatur dalam KUHP, Polri sebagai penyidik utama yang menangani setiap kejahatan secara umum dalam rangka menciptakan keamanan dalam negeri. b) Kejaksaan Republik Indonesia adalah lembaga negara yang melaksanakan kekuasaan negara, khususnya di bidang penuntutan. Penuntutan merupakan tindakan jaksa untuk melimpahkan perkara pidana ke pengadilan negeri yang berwenang dalam hal dan menurut cara yang diatur dalam undang-undang dengan permintaan supaya diperiksa dan diputus oleh hakim di sidang pengadilan. c) Hakim adalah pejabat peradilan negara yang diberi wewenang oleh undang-undang untuk mengadili. Mengadili merupakan serangkaian tindakan hakim untuk menerima, memeriksa, dan memutuskan perkara hukum berdasarkan asas bebas, jujur dan tidak memihak di sebuah sidang pengadilan berdasarkan ketentuan perundang-undangan. 4. d) Advokat adalah orang yang diberi kuasa untuk memberi bantuan di bidang hukum baik perdata atau pidana kepada yang memerlukannya, baik berupa nasihat (konsultasi) maupun bantuan hukum aktif baik di dalam maupun di luar pengadilan dengan jalan mewakili, mendampingi, membela dan melakukan tindakan hukum lain untuk kepentingan hukum para pengguna jasanya. e) Komisi Pemberantasan Korupsi atau disingkat ‘KPK’ adalah sebuah komisi yang dibentuk pada tahun 2003 berdasarkan Undang-Undang RI No. 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Tujuan dibentuknya KPK adalah untuk mengatasi, menanggulangi dan memberantas korupsi. 15 5. Pelanggaran hukum merupakan bentuk ketidakpatuhan terhadap hukum. Ketidakpatuhan terhadap hukum dapat disebabkan oleh tiga hal, yaitu: a. Pelanggaran hukum oleh si pelanggar sudah dianggap sebagai kebiasaan. b. Hukum yang berlaku sudah tidak sesuai lagi dengan tuntutan kehidupan. c. Ketidaktegasan aparat hukum terhadap pelaku. 3 6. a. Lingkungan keluarga: 1) Melawan perintah orang tua. 2) Malas beribadah. 3) Tidak menghormati anggota keluarga yang lain seperti ayah, ibu, kakak, adik dan sebagainya. 4) Melanggar aturan yang dibuat dan disepakati keluarga. b. Lingkungan sekolah: 1) Melawan kepala sekolah, guru dan karyawan lainnya. 2) Tidak memakai seragam sesuai ketentuan. 3) Menyontek ketika sedang ulangan. 4) Tidak memperhatikan penjelasan guru. 5) Terlambat masuk sekolah. 6) Membolos. c. Lingkungan masyarakat: 1) Tidak melaksanakan setiap norma yang berlaku di masyarakat. 2) Tidak melaksanakan tugas ronda. 3) Tidak mengikuti kegiatan kerja bakti. 4) Bertengkar dengan tetangga di sekitar rumah. 5) Melakukan perbuatan yang menyebabkan kekacauan di masyarakat seperti tawuran, judi, mabuk-mabukan dan sebagainya. 6) Tidak membayar iuran warga. 12 Total Skor 45 Penilaian Soal Uraian ( Skor yang diperoleh) x 100 4 Penilaian Keterampilan a) Penilaian Keterampilan dilakukan guru dengan melihat kemampuan siswa dalam presentasi, kemampuan bertanya, kemampuan menjawab pertanyaan atau mempertahankan argumentasi kelompok, kemampuan dalam memberikan masukan/saran pada saat menyampaikan hasil telaah/analisis tentang hakikat hak dan kewajiban warga negara. Lembar penilaian penyajian dan laporan hasil telaah dapat menggunakan format sebagaimana terdapat pada lampiran, dengan ketentuan aspek penilaian dan rubriknya dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi serta keperluan guru. b) Hasil portofolio proyek kewarganegaraan E. Pengayaan Kegiatan pengayaan merupakan kegiatan pembelajaran yang diberikan kepada siswa yang telah menguasai materi pembelajaran, yaitu materi pada Bab 2. Pengayaan ini dapat dilakukan dengan beberapa cara dan pilihan. Sebagai contoh siswa dapat diberikan bahan bacaan yang relevan dengan materi atau mencari kliping tentang kasus-kasus pelangaran hukum, kemudian siswa diminta untuk menilai kasus tersebut berdasar tinjuan hukum yang berlaku. F. Remedial Kegiatan remedial diberikan kepada siswa yang belum menguasai materi pelajaran dan belum mencapai kompetensi yang telah ditentukan. Bentuk yang dilakukan antara lain siswa secara terencana mempelajari Buku Teks PPKn Kelas XII pada bagian tertentu yang belum dikuasainya. Guru menyediakan soal-soal latihan atau pertanyaan yang merujuk pemahaman kembali tentang isi Buku Teks PPKn Kelas XII Bab 2. Siswa diminta komitmennya untuk belajar secara disiplin dalam rangka memahami materi pelajaran yang belum dikuasainya. Guru kemudian mengadakan uji kompetensi kembali pada materi yang belum dikuasai siswa yang bersangkutan. G. Interaksi Guru dan Orang tua Maksud dari kegiatan ini adalah agar terjalin komunikasi antara guru dan orang tua berkaitan dengan kemajuan proses dan hasil belajar yang dilaksanakan dan dicapai siswa. Guru harus selalu mengingatkan dan meminta siswa memperihatkan hasil tugas atau pekerjaan yang telah dinilai dan diberi komentar oleh guru kepada orang tua siswa, yaitu: 1. Penilaian sikap selama siswa mengikuti proses pembelajaran pada Bab 2. 2. Penilaian pengetahuan melalui penugasan dan kegiatan uji kompetensi Bab 2. 3. Penilaian Keterampilan melalui Proyek Belajar Kewarganegaraan Orang tua juga harus memberikan komentar hasil pekerjaan atau tugas yang dicapai oleh siswa sebagai apresiasi dan komitmen untuk bersama-sama mengantarkan siswa mencapai prestasi yang lebih baik. Bentuk apresiasi orang tua ini akan menambah semangat siswa untuk mempertahankan dan meningkatkan keberhasilannya baik dalam konteks pemahaman dan penguasaan materi pengetahuan, sikap maupun keterampilan. Hasil penilaian yang telah di paraf atau ditandatangani guru dan orang tua kemudian disimpan untuk menjadi bagian dari portofolio siswa. Untuk itu, pihak sekolah atau guru harus menyediakan format tugas/pekerjaan siswa. Adapun interaksi antara guru dan orang tua dapat menggunakan format di bawah ini. Aspek Penilian Nilai Rerata Komentar Guru Komentar Orang Tua Sikap Pengetahuan Keterampilan Paraf/Tanda Tangan terhadap NKRI A. Kompetensi Inti ( KI): 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. 2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. 3. Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifi k sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. 4. Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan. B. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Kompetensi Dasar ( KD) Indikator Pencapaian Kompetensi ( IPK) 1.3 Menyikapi pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan tetap memegang nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. 1.3.1 Menerima pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan tetap memegang nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. 1.3.2 Menunjukkan sikap positif terhadap pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan tetap memegang nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. 2.3 Bertanggung jawab dalam menyikapi pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. 2.3.1 Memiliki tanggung jawab dalam menyikapi pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. 2.3.2 Bertanggung jawab dalam menyikapi pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika 3.3 Mengidentifi kasi pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap negara dalam bingkai BhinnekaTunggal Ika . 3.3.1 Mengidentifi kasi pengaruh positif kemajuan iptek dalam aspek politik. 3.3.2 Mengidentifi kasi pengaruh positif kemajuan iptek dalam aspek ekonomi. 3.3.3 Mengidentifi kasi pengaruh positif kemajuan iptek dalam aspek sosial budaya. 3.3.4 Mengidentifi kasi pengaruh positif kemajuan iptek dalam pertahanan keamanan. 3.3.5 Mengidentifi kasi pengaruh negatif kemajuan iptek dalam aspek politik. 3.3.6 Mengidentifi kasi pengaruh negatif kemajuan iptek dalam aspek ekonomi. 3.3.7 Mengidentifi kasi pengaruh negatif kemajuan iptek dalam aspek sosial budaya. 3.3.8 Mengidentifi kasi pengaruh negatif kemajuan iptek dalam pertahanan keamanan. 3.3.9 Memilih strategi mengatasi berbagai pengaruh negatif kemajuan iptek. 3.3.10 Mengidentifi kasi sikap selektif dalam menghadapi berbagai pengaruh kemajuan iptek. 4.3 Mempresentasikan hasil identifi kasi pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap negara dalam bingkai BhinnekaTunggal Ika. 4.3.1 4.3.2 Menalar hasil identifi kasi pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap negara dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Mempresentasikan hasil identifi kasi pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap negara dalam bingkai BhinnekaTunggal Ika. C. Materi Pembelajaran Bab 3. 1. Mengidentifi kasi Pengaruh Kemajuan Iptek terhadap NKRI a. Pengaruh positif kemajuan iptek bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara b. Pengaruh negatif kemajuan iptek bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara 2. Membangun Sikap Selektif dalam Menghadapi Berbagai Pengaruh Kemajuan Iptek a. Sikap tanggung jawab dalam pengembangan iptek b. Sikap selektif terhadap pengaruh kemajuan iptek D. Proses Pembelajaran 1. Pertemuan Pertama (2 x 45 Menit) Pertemuan pertama diawali dengan mengulas isu-isu yang ada di sekitar siswa berkaitan dengan pengaruh negatif kemajuan iptek terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. sebagai contoh misalnya siswa diminta untuk membaca wacana yang berjudul “Internet Bikin Kemajuan Sekaligus Kehancuran Negara, Mengapa?” Setelah itu siswa diminta untuk mengajukan pertanyaan atau memberikan tanggapan terhadap wacana tersebut. Pada pertemuan pertama, guru dapat menyampaikan gambaran umum materi yang akan dipelajari pada Bab 3, kegiatan apa yang akan dilaksanakan, menjelaskan pentingnya mempelajari materi ini, bagaimana guru dapat menumbuhkan ketertarikan siswa terhadap materi yang akan dipelajari. Setelah itu, guru menyampaikan batasan materi apa saja yang akan dipelajari pada Bab 3. a. Indikator Pencapaian Kompetensi 1) Menerima pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan tetap memegang nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. 2) Menunjukan sikap positif terhadap pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan tetap memegang nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. 3) Memiliki tanggung jawab dalam menyikapi pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. 4) Bertanggung jawab dalam menyikapi pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika 5) Mengidentifi kasi pengaruh positif kemajuan iptek dalam aspek politik. 6) Mengidentifi kasi pengaruh positif kemajuan iptek dalam aspek ekonomi. 7) Mengidentifi kasi pengaruh positif kemajuan iptek dalam aspek sosial budaya. 8) Mengidentifi kasi pengaruh positif kemajuan iptek dalam pertahanan keamanan. 9) Menalar hasil identifi kasi pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap negara dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. 10) Mempresentasikan hasil identifi kasi pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap negara dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. b. Materi Pembelajaran Materi yang disampaikan pada pertemuan pertama adalah subBab A tentang Pengaruh Kemajuan iptek terhadap NKRI dengan rincian materi sebagai berikut: 1) Pengaruh positif kemajuan iptek dalam aspek politik. 2) Pengaruh positif kemajuan iptek dalam aspek ekonomi. 3) Pengaruh positif kemajuan iptek dalam aspek sosial budaya. 4) Pengaruh positif kemajuan iptek dalam pertahanan keamanan. c. Proses Pembelajaran Pembelajaran menggunakan pendekatan saintifi k dengan proses pembelajaran aktif menekankan pada Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Literasi, Critical thinking, Creativity, Collaborasi, dan Communication (4 C). Pelaksanaan pembelajaran secara umum dibagi tiga tahapan, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. No Uraian Kegiatan 1. Kegiatan Pendahuluan 1) Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif dan menyenangkan untuk proses belajar mengajar, kerapian dan kebersihan ruang kelas, presensi (kehadiran, agenda kegiatan) media, alat dan buku yang diperlukan, dilanjutkan dengan berdoa bersama sesuai dengan agamanya masingmasing. ( PPK ) 2) Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. 3) Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan. 4) Menyampaikan teknis pembelajaran pada pertemuan pertama, yaitu dengan melalui diskusi kelompok. 2. Kegiatan Inti 1) Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri atas 5–6 orang . 2) Siswa membaca Buku Teks PPKn Kelas XII Bab 3, SubBab A tentang Mengidentifi kasi Pengaruh Kemajuan iptek terhadap NKRI, Materi 1: pengaruh positif kemajuan iptek bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, kemudian mencatat hal-hal penting terkait dengan materi, guru dapat menambahkan penjelasan terkait dengan wacana tersebut dengan berbagai fakta baru yang berhubungan dengan pengaruh positif kemajuan iptek bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. (Literasi) 3) Siswa membuat identifi kasi pertanyaan sebanyak mungkin tentang pengaruh positif kemajuan iptek bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, dengan mengisi daftar pertanyaan sebagai berikut: (Critical Thinking ) No. Pertanyaan 1. 2. 3. dst 4) Siswa memilih salah satu dari identifi kasi pertanyaan kemudian merumuskan hipotesis, yakni pernyataan (statement) sebagai jawaban sementara atas pertanyaan yang telah disusun. Kompetensi yang dikembangkan adalah kreativitas, rasa ingin tahu dan kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis. (Critical Thinking, Creativity) 5) Siswa mencari informasi lanjutan dengan membaca sumber lain yang relevan baik dari internet; web, maupun media sosial lainnya untuk menjawab pertanyaan atau membuktikan benar atau tidaknya hipotesis. ( Literasi, Collabolasi ) 6) Peran guru dalam langkah tahap ini adalah : a) Menyediakan berbagai sumber belajar seperti buku teks siswa dan buku referensi lain. b) Guru dapat juga menunjukkan buku atau sumber belajar lain yang dapat dijadikan referensi untuk menjawab pertanyaan. 7) Siswa berdiskusi dalam kelompoknya untuk mendapatkan pendalaman pemahaman materi, menganalisis dan menyimpulkan informasi yang diperoleh. ( Collaborasi, Critical Thinking ) 8) Menyusun hasil diskusi dalam bentuk laporan tertulis/makalah dan bahan presentasi. ( Creativity ) 9) Setiap kelompok diminta untuk menyajikan hasil analisis dan penilaian tentang pengaruh positif kemajuan iptek dalam aspek politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan. Kelompok lainnya diminta untuk memberikan tanggapan dan masukan. Hasil identifi kasi dan diskusi kemudian dikumpulkan untuk diberikan penilaian. (Communication) 3. Kegiatan Penutup 1) Guru dan siswa menyimpulkan materi yang telah dibahas pada pertemuan ini. 2) Siswa diminta untuk mengerjakan Tugas Mandiri 3.1 dan dikumpulkan pada pertemuan kedua. ( PPK ) 3) Guru dan siswa menutup kegiatan dengan mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa bahwa pertemuan kali ini telah berlangsung dengan baik dan lancar. ( PPK ) d. Penilaian 1) Penilaian Sikap Penilaian sikap terhadap siswa dapat dilakukan selama proses belajar berlangsung. Penilaian dapat dilakukan dengan observasi. Dalam observasi ini misalnya dilihat aktivitas dan tingkat perhatian siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Format penilaian sikap dapat menggunakan contoh Penilaian Jurnal Perkembangan Sikap sebagai berikut; Jurnal Perkembangan Sikap Kelas : ……..............……. 2) Penilaian Pengetahuan Penilaian pengetahuan dilakukan dalam bentuk penugasan dengan menjawab pertanyaan yang telah disusun dalam diskusi kelompok dan Tugas Mandiri 3.1. 3) Penilaian Keterampilan Penilaian Keterampilan dilakukan guru dengan melihat kemampuan siswa dalam diskusi dan presentasi yaitu kejelasan dan kedalaman informasi, keaktifan dalam diskusi, kejelasan dan kerapian dalam presentasi menyampaikan hasil telaah/analisis tentang Pengaruh Positif Kemajuan Iptek bagi Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara. Lembar penilaian penyajian dan laporan hasil analisis dapat menggunakan format sebagaimana terdapat pada lampiran, dengan ketentuan aspek penilaian dan rubriknya dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi serta keperluan guru. 2. Pertemuan Kedua (2 x 45 menit) a. Indikator Pencapaian Kompetensi 1) Menerima pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan tetap memegang nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. 2) Menunjukkan sikap positif terhadap pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan tetap memegang nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. 3) Memiliki tanggung jawab dalam menyikapi pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. 4) Bertanggung jawab dalam menyikapi pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. 5) Mengidentifi kasi pengaruh negatif kemajuan iptek dalam aspek politik. 6) Mengidentifi kasi pengaruh negatif kemajuan iptek dalam aspek ekonomi. 7) Mengidentifi kasi pengaruh negatif kemajuan iptek dalam aspek sosial budaya. 8) Mengidentifi kasi pengaruh negatif kemajuan iptek dalam pertahanan keamanan. 9) Menalar hasil identifi kasi pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap negara dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. 10) Mempresentasikan hasil identifi kasi pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap negara dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. b. Materi Pembelajaran Materi yang disampaikan pada pertemuan ketiga adalah subbab A materi 2 tentang pengaruh negatif iptek bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. c. Proses Pembelajaran Pembelajaran menggunakan pendekatan saintifi k dengan proses pembelajaran aktif menekankan pada Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Literasi, Critical thinking, Creativity, Collaborasi, dan Communication (4 C). Pelaksanaan pembelajaran secara umum dibagi tiga tahapan, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. No Uraian Kegiatan 1. Kegiatan Pendahuluan 1) Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif dan menyenangkan untuk proses belajar mengajar, kerapian dan kebersihan ruang kelas, presensi (kehadiran, agenda kegiatan) media, alat dan buku yang diperlukan, dilanjutkan dengan berdoa menurut agamanya masing-masing. ( PPK ) 2) Guru meminta salah satu siswa membahas tugas Mandiri 3.1 yang telah ditugaskan pada pertemuan pertama Setelah itu hasil tugas dikumpulkan. ( PPK ) 3) Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan. 2. Kegiatan Inti 1) Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri atas 5 – 6 orang . 2) Siswa membaca Buku Teks PPKn Kelas XII Bab 3, Subbab A tentang Mengidentifi kasi Pengaruh kemajuan iptek terhadap NKRI, Materi 2. Pengaruh negatif kemajuan iptek bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, kemudian mencatat hal-hal penting terkait dengan materi, guru dapat menambahkan penjelasan terkait dengan wacana tersebut dengan berbagai fakta baru yang berhubungan dengan pengaruh negatif kemajuan iptek bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. ( Literasi ) 3) Siswa membuat identifi kasi pertanyaan sebanyak mungkin tentang pengaruh negatif kemajuan iptek bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, dengan mengisi daftar pertanyaan sebagai berikut: (Critical thinking) No. Pertanyaan 1. 2. 3. Dst 4) Siswa memilih salah satu dari identifi kasi pertanyaan kemudian merumuskan hipotesis, yakni pernyataan (statemen) sebagai jawaban sementara atas pertanyaan yang telah disusun. Kompetensi yang dikembangkan adalah kreativitas, rasa ingin tahu dan kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis. (Critical thinking, Creativity) 5) Siswa mencari informasi lanjutan dengan membaca sumber lain yang relevan baik dari internet; web, maupun media sosial lainnya untuk menjawab pertanyaan atau membuktikan benar atau tidaknya hipotesis. ( Literasi, Critical Thinking, Collaborasi ) 6) Peran guru dalam langkah tahap ini adalah : a) Menyediakan berbagai sumber belajar seperti buku teks siswa dan buku referensi lain. b) Guru dapat juga menunjukkan buku atau sumber belajar lain yang dapat dijadikan referensi untuk menjawab pertanyaan. 7) Siswa berdiskusi dalam kelompoknya untuk mendapatkan pendalaman pemahaman materi, menganalisis dan menyimpulkan informasi yang didapat dan mendiskusikan Tugas Kelompok 3.1. (Literasi, Critical Thinking, Collaborasi) 8) Menyusun hasil diskusi dalam bentuk laporan tertulis dan bahan presentasi. (Literasi, Critical Thinking, Collaborasi) 3. Kegiatan Penutup 1) Guru dan siswa menyimpulkan materi yang telah di bahas pada pertemuan ini. 2) Siswa diminta untuk mempresntasikan hasil diskusi kelompoknya pada pertemuan ketiga. 3) Siswa diminta untuk mengerjakan Tugas Mandiri 3.2 dan dikumpulkan pada pertemuan ketiga. 4) Guru dan siswa menutup kegiatan dengan mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan YME bahwa pertemuan kali ini telah berlangsung dengan baik dan lancar. ( PPK ) 3. Pertemuan Ketiga (2 x 45 menit) Pertemuan ketiga merupakan kelanjutan dari pembelajaran pada pertemuan kedua, yaitu siswa akan mengomunikasikan hasil diskusinya secara bergantian sesuai dengan kelompoknya, dengan demikian indikator pencapaian kompetensi, materi pembelajaran sama dengan pertemuan kedua. a. Proses Pembelajaran Pembelajaran menggunakan pendekatan saintifi k dengan proses pembelajaran aktif menekankan pada Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Literasi, Critical thinking, Creativity, Collaborasi, dan Communication (4C). Pelaksanaan pembelajaran secara umum dibagi tiga tahapan, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. No Uraian Kegiatan 1. Kegiatan Pendahuluan 1) Memberikan salam. 2) Menanyakan kepada siswa tentang kesiapan dan kenyamanan untuk belajar. 3) Menanyakan kehadiran siswa. 4) Mempersilahkan salah satu siswa memimpin doa. ( PPK ) 5) Menyampaikan teknis pembelajaran pada pertemuan 3 adalah presentasi hassil diskusi kelompok. 2. Kegiatan Inti 1) Guru meminta masing-masing kelompok secara bergantian mempresentasikan hasil diskusi tentang analisis dan penilaian tentang pengaruh negatif kemajuan iptek dalam aspek politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan dan hasil diskusi tentang penilaian atas strategi yang diterapkan menghadapi ancaman terhadap negara sebagai dampak dari kemajuan iptek. (Communication, Collaborasi) 2) Kelompok lainnya diminta untuk memberikan tanggapan dan masukan. ( Critical Thinking ) 3) Hasil diskusi kelompok dikumpulkan untuk diberikan penilaian. 4) Guru memberikan konfi rmasi atau penguatan atas jawaban dari masing-masing kelompok. 3. Kegiatan Penutup 1) Guru dan siswa membuat rangkuman atau simpulan kompetensi yang telah dipelajari. 2) Guru dan siswa melakukan refl eksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan. 3) Guru memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil belajar. 4) Guru menyampaikan rencana pembelajaran untuk pertemuan keempat. 5) Guru dan siswa menutup pelajaran dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan YME karena pembelajaran berlangsung aman dan tertib. ( PPK ) b. Penilaian 1) Penilaian Sikap Penilaian sikap terhadap siswa dapat dilakukan selama proses belajar berlangsung. Penilaian dapat dilakukan dengan observasi. Dalam observasi ini, misalnya dilihat aktivitas dan tingkat perhatian siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Format penilaian sikap dapat menggunakan contoh Jurnal Perkembangan Sikap sebagai berikut. Jurnal Perkembangan Sikap Kelas : ……..............……. Semester : ……..............……. 2) Penilaian Pengetahuan Penilaian pengetahuan dilakukan dalam bentuk penugasan dengan menjawab pertanyaan yang telah disusun dalam diskusi kelompok dan Tugas Mandiri 3.2. 3) Penilaian Keterampilan Penilaian Keterampilan dilakukan guru dengan melihat kemampuan siswa dalam diskusi dan presentasi, yaitu kejelasan dan kedalaman informasi, keaktifan dalam diskusi, kejelasan dan kerapian dalam presentasi menyampaikan hasil telaah/analisis tentang pengaruh positif kemajuan iptek bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. lembar penilaian penyajian dan laporan hasil analisis dapat menggunakan format sebagaimana terdapat pada lampiran, dengan ketentuan aspek penilaian dan rubriknya dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi serta keperluan guru. 4. Pertemuan Keempat dan Kelima (4 x 45 Menit) a. Indikator Pencapaian Kompetensi 1) Menerima pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan tetap memegang nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. 2) Menunjukan sikap positif terhadap pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan tetap memegang nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. 3) Memiliki tanggung jawab dalam menyikapi pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. 4) Bertanggung jawab dalam menyikapi pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. 5) Mengidentifi kasi pengaruh kemajuan iptek di bidang politik. 6) Mengidentifi kasi pengaruh kemajuan iptek di bidang ekonomi. 7) Mengidentifi kasi pengaruh kemajuan iptek di bidang sosial budaya. 8) Mengidentifi kasi pengaruh kemajuan iptek di bidang pertahanan dan keamanan. 9) Menalar hasil identifi kasi pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap negara dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. 10) Mempresentasikan hasil identifi kasi pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap negara dalam bingkai BhinnekaTunggal Ika. b. Materi Pembelajaran Materi yang disampaikan pada pertemuan keempat adalah Bab 3, subbab B membangun sikap selektif dalam menghadapi berbagai pengaruh kemajuan iptek. c. Proses Pembelajaran Pembelajaran menggunakan pendekatan saintifi k dengan proses pembelajaran aktif menekankan pada Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Literasi, Critical thinking, Creativity, Collaborasi, dan Communication (4C). Pelaksanaan pembelajaran secara umum dibagi tiga tahapan, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. No Uraian Kegiatan Pertemuan Ke-4 1. Kegiatan Pendahuluan 1) Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif dan menyenangkan untuk proses belajar-mengajar; kerapian dan kebersihan ruang kelas, presensi (kehadiran, agenda kegiatan), menyiapkan media dan alat serta buku yang diperlukan. 2) Mempesilakan salah satu siswa memimpin doa. ( PPK ) 3) Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. 4) Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan. 5) Guru menyampaikan teknik penilaian yang akan digunakan. 6) Menyampaikan teknis pembelajaran pada pertemuan keempat. 2. Kegiatan Inti 1) Siswa membaca Buku Teks PPKn Kelas XII Bab 3, Subbab B tentang Membangun Sikap Selektif dalam Menghadapi Berbagai Pengaruh Kemajuan iptek. ( Literasi ) 2) Guru dapat menambahkan penjelasan terkait dengan wacana tersebut dengan berbagai fakta baru yang berhubungan dengan strategi mengatasi berbagai pengaruh negatif kemajuan iptek. (Literasi) 3) Siswa membuat identifi kasi pertanyaan sebanyak mungkin tentang membangun sikap selektif dalam menghadapi berbagai pengaruh kemajuan iptek, dengan mengisi daftar pertanyaan sebagai berikut. ( Critical Thinking ) No. Pertanyaan 1. 2. 3. 4. 4) Kompetensi yang dikembangkan adalah kreativitas, rasa ingin tahu dan kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis. 5) Siswa mencari informasi lanjutan dengan membaca sumber lain yang relevan baik dari internet; web, maupun media sosial lainnya untuk menjawab pertanyaan atau membuktikan benar atau tidaknya hipotesis. ( Collaborasi, Critical Thinking ) 6) Peran guru dalam langkah tahap ini adalah : a) Menyediakan berbagai sumber belajar seperti buku teks siswa dan buku referensi lain. b) Guru dapat juga menunjukkan buku atau sumber belajar lain yang dapat dijadikan referensi untuk menjawab pertanyaan. 7) Siswa berdiskusi dalam kelompoknya untuk mendapatkan pendalaman pemahaman materi, menganalisis dan menyimpulkan informasi yang diperoleh.( Collaborasi, Critical Thinking ) 8) Siswa diminta untuk menganalisis sikap selektif dalam menghadapi berbagai pengaruh kemajuan iptek, berdiskusi secara berkelompok mengenai usaha-usaha yang telah dilakukan oleh bangsa Indonesia dalam menentukan posisi terhadap implikasi kemajuan iptek dalam bidang politik, ekonomi, dan sosial budaya. (Collaborasi, Critical Thinking) 3. Kegiatan Penutup 1) Guru dan siswa membuat rangkuman atau simpulan kompetensi yang telah dipelajari. 2) Guru dan siswa melakukan refl eksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan. 3) Guru memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil belajar. 4) Guru menginfomasikan bahwa pada pertemuan keenam melanjutkan kegiatan pada pertemuan kelima yaitu mempresentasikan hasil diskusi kelompok. 5) Guru dan siswa menutup pelajaran dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan YME karena pembelajaran berlangsung aman dan tertib. ( PPK ) No Uraian Kegiatan Pertemuan Ke-5 1. Kegiatan Pendahuluan 1) Memberikan salam. 2) Menanyakan kepada siswa tentang kesiapan dan kenyamanan untuk belajar. 3) Menanyakan kehadiran siswa. 4) Mempersilahkan salah satu siswa memimpin doa. (PPK) 5) Menyampaikan teknis pembelajaran pada pertemuan kelima adalah presentasi hasil diskusi kelompok. 2. Kegiatan Inti 1) Guru meminta setiap kelompok secara bergantian mempresentasikan hasil diskusi tentang membangun sikap selektif dalam menghadapi berbagai pengaruh kemajuan iptek. ( Communication ) 2) Kelompok lainnya diminta untuk memberikan tanggapan dan masukan. ( Critical Thinking, collaboration ) 3) Hasil diskusi kelompok dikumpulkan untuk diberikan penilaian. 4) Guru memberikan konfi rmasi atau penguatan atas jawaban dari masingmasing kelompok. 3. Kegiatan Penutup 1) Guru dan siswa membuat rangkuman atau simpulan kompetensi yang telah dipelajari. 2) Guru dan siswa melakukan refl eksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan. 3) Guru memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil belajar. 4) Guru menugaskan siswa secara berkelompok untuk mengerjakan proyek kewarganegaraan ”Mari Berinquiri Kepustakaan”. Tugas proyek akan dipresentasikan pada pertemuan keenam. (Collaboration, PPK) 5) Guru dan siswa menutup pelajaran dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena pembelajaran berlangsung aman dan tertib. ( PPK ) d. Penilaian 1) Penilaian Sikap Penilaian sikap terhadap siswa dapat dilakukan selama proses belajar berlangsung. Penilaian dapat dilakukan dengan observasi. Dalam observasi ini, misalnya dilihat aktivitas dan tingkat perhatian siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Format penilaian sikap dapat menggunakan contoh Jurnal Perkembangan Sikap berikut. Jurnal Perkembangan Sikap Kelas : ……..............……. Semester : ……..............……. 2) Penilaian pengetahuan Penilaian pengetahuan dilakukan dalam bentuk penugasan, tes tertulis/ lisan dengan menjawab soal-soal yang berkaitan dengan sikap tanggung jawab dalam pengembangan iptek dan sikap selektif terhadap pengaruh kemajuan iptek. Tugas Kelompok 3.2 Diskusikan secara berkelompok mengenai usaha-usaha yang telah dilakukan oleh bangsa Indonesia dalam menentukan posisi terhadap implikasi kemajuan iptek dalam bidang politik, ekonomi, dan sosial budaya! Laporkan hasil diskusi tersebut secara tertulis! 3) Penilaian Keterampilan Penilaian keterampilan dilakukan guru dengan teknik portofolio untuk menilai kemampuan siswa dalam menulis dan menyajikan simulasi mengajukan usul/petisi kepada pemerintah tentang strategi mengatasi berbagai pengaruh negatif kemajuan iptek. Aspek penilaian meliputi kemampuan dalam mempresentasikan hasil tulisan, sistematika, isi gagasan, bahasa, estetika. Format penilaian dapat menggunakan contoh sebagaimana terdapat pada lampiran. 5. Pertemuan keenam (2 x 45 menit) a. Indikator Pencapaian Kompetensi 1) Menerima pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan tetap memegang nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. 2) Menunjukan sikap positif terhadap pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan tetap memegang nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. 3) Memiliki tanggung jawab dalam menyikapi pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. 4) Bertanggung jawab dalam menyikapi pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. 5) Menganalisis pengaruh kemajuan iptek terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. 6) Menalar hasil identifi kasi pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap negara dalam bingkai BhinnekaTunggal Ika. 7) Mempresentasikan hasil identifi kasi pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap negara dalam bingkai BhinnekaTunggal Ika. b. Materi Pembelajaran Materi yang disampaikan pada pertemuan keenam adalah proyek kewarganegaraan dengan topik mencegah timbulnya gerakan-gerakan radikalisme dan terorisme di Indonesia. c. Proses Pembelajaran Pembelajaran menggunakan pendekatan saintifi k dengan proses pembelajaran aktif menekankan pada Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Literasi, Critical thinking, Creativity, Collaboration, dan Communication (4C). Pelaksanaan pembelajaran secara umum dibagi tiga tahapan yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. No Uraian Kegiatan 1. Kegiatan Pendahuluan 1) Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif dan menyenangkan untuk proses belajar-mengajar, kerapian dan kebersihan ruang kelas, presensi (kehadiran, agenda kegiatan) media, alat dan buku yang diperlukan, dilanjutkan dengan berdoa sesuai dengan agamanya masing-masing. ( PPK ) 2) Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. 3) Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan. 4) Menyampaikan teknis pembelajaran pada pertemuan keenam, yaitu dengan, metode diskusi. 2. Kegiatan Inti 1) Guru meminta setiap kelompok secara bergantian mempresentasikan hasil proyek kewarganegaraan dengan topik mencegah timbulnya gerakan-gerakan radikalisme dan terorisme di Indonesia. ( Communication, Collaborasi ) 2) Kelompok lainnya diminta untuk memberikan tanggapan dan masukan. ( Critical Thinking, Collaborasi ) 3) Hasil diskusi kelompok dikumpulkan untuk diberikan penilaian. 4) Guru memberikan konfi rmasi atau penguatan atas jawaban dari setiap kelompok. 3. Kegiatan Penutup 1) Guru dan siswa melakukan refl eksi dan menyampaikan kesimpulan terhadap pembelajaran pada pertemuan keenam. 2) Siswa mengerjakan uji kompetensi Bab 3. 3) Guru dan siswa menutup kegiatan dengan mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan YME bahwa pertemuan kali ini telah berlangsung dengan baik dan lancar. ( PPK ) d. Penilaian 1) Penilaian Sikap Penilaian sikap terhadap siswa dapat dilakukan dengan penilaian diri. Guru dapat menggunakan lembar penilaian diri yang terdapat pada buku teks atau membuat sendiri sesuai dengan kebutuhan. Pedoman Penskoran: Skor 4 jika selalu, skor 3 jika sering, skor 2 jika kadang-kadang, skor 1 jika tidak pernah. Interval Nilai Kualitatif 81 – 100 A ( Sangat Baik) 70 – 80 B ( Baik ) 50 – 69 C ( Cukup ) < 50 D ( Kurang) 2) Penilaian Pengetahuan Penilaian pengetahuan dilakukan dengan mengerjakan Uji kompetensi Bab 3. Kunci Jawaban dan skor nilai No Jawaban Skor 1. Ancaman pengaruh ideologi liberalisme dan munculnya gerakan-gerakan radikalisme dan terorisme, munculnya gaya hidup konsumtif, dan sifat hedonisme, sikap individualisme dan westernisasi, memudarnya nilai-nilai gotong royong dan solidaritas, kepedulian dan kesetiakawanan sosial, makin lunturnya nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat, munculnya tindakan anarkis dari masyarakat yang dapat mengganggu stabilitas nasional, ketahanan nasional bahkan persatuan dan kesatuan bangsa. 5 2. Dengan adanya keterbukaan dalam proses penyelenggaraan negara, dimungkinkan akan dapat dicegahnya praktik korupsi, kolusi dan nepotisme sehingga dapat dicapai pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Dengan adanya pemerintahan yang demokratis, sangat dimungkinkan akan meningkatnya kualitas dan kuantitas partisipasi politik rakyat dalam penentuan kebijakan publik oleh pemerintah. 5 3. Jawaban siswa akan beragam (kunci jawaban sesuai dengan kebijakan guru) 5 4. Agar tidak menimbulkan permasalahan dan dampak negatif, manusia perlu memiliki tanggung jawab etis di dalam mengembangkan dan menerapkan iptek. Bagi bangsa Indonesia, didalam mengembangkan dan menerapkan iptek perlu mengingat landasan idielnya, yaitu Pancasila dan landasan konstitusionalnya, yaitu UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Dalam kaitannya dengan Pancasila terutama sila Ketuhanan Yang Maha Esa, sebenarnya telah memberikan peringatan kepada kita bahwa semua ilmu yang ada di dunia berasal dari Tuhan. 5 5. Kita harus berusaha untuk mencegah terjadinya tawuran kalau tidak memungkinkan kita menghindarinya. Tawuran adalah perbuatan yang tidak terpuji, sangat memprihatinkan karena dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa dan mengancam keutuhan negara. 5 Total skor 25 Penilaian Soal Uraian 3) Penilaian Keterampilan Penilaian keterampilan dilakukan guru dengan melihat hasil proyek kewarganegaraan dan kemampuan siswa dalam mempresentasikan, mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan. Lembar penilaian penyajian dan laporan hasil telaah dapat menggunakan format sebagaimanan terdapat pada lampiran, dengan ketentuan aspek penilaian dan rubriknya dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi serta keperluan guru. E. Pengayaan Kegiatan pengayaan merupakan kegiatan pembelajaran yang diberikan kepada siswa yang telah menguasai materi pembelajaran, yaitu materi pada Bab 3. Pengayaan ini dapat dilakukan dengan beberapa cara dan pilihan. Sebagai contoh, siswa dapat diberikan bahan bacaan yang relevan dengan materi. Pembelajaran Bab 3 yang berkaitan dengan pengaruh positif dan negatif kemajuan iptek terhadap negara dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. F. Remedial Kegiatan remedial diberikan kepada siswa yang belum menguasai materi pelajaran dan belum mencapai kompetensi yang telah ditentukan. Bentuk yang dilakukan antara lain siswa secara terencana mempelajari Buku Teks PPKn Kelas XII pada bagian tertentu yang belum dikuasainya. Guru menyediakan soal-soal latihan atau pertanyaan yang merujuk pemahaman kembali tentang isi Buku Teks PPKn Kelas XII Bab 3. Siswa diminta komitmennya untuk belajar secara disiplin dalam rangka memahami materi pelajaran yang belum dikuasainya. Guru kemudian mengadakan uji kompetensi kembali pada materi yang belum dikuasai siswa yang bersangkutan. G. Interaksi Guru dan Orang Tua Maksud dari kegiatan ini adalah agar terjalin komunikasi antara guru dan orang tua berkaitan dengan kemajuan proses dan hasil belajar yang dilaksanakan dan dicapai siswa. Guru harus selalu mengingatkan dan meminta siswa memperlihatkan hasil tugas atau pekerjaan yang telah dinilai dan diberi komentar oleh guru kepada orang tua siswa, yaitu: 1. Penilaian sikap selama siswa mengikuti proses pembelajaran pada Bab 3. 2. Penilaian pengetahuan melalui penugasan dan kegiatan uji kompetensi Bab 3. 3. Penilaian keterampilan melalui kegiatan presentasi hasil karya dan Proyek Belajar Kewarganegaraan Orang tua juga harus memberikan komentar hasil pekerjaan atau tugas yang dicapai oleh siswa sebagai apresiasi dan komitmen untuk bersama-sama mengantarkan siswa mencapai prestasi yang lebih baik. Bentuk apresiasi orang tua ini akan menambah semangat siswa untuk mempertahankan dan meningkatkan keberhasilannya baik dalam konteks pemahaman dan penguasaan materi pengetahuan, sikap maupun keterampilan. Hasil penilaian yang telah di paraf atau ditandatangani guru dan orang tua, kemudian disimpan untuk menjadi bagian dari portofolio siswa. Untuk itu, pihak sekolah atau guru harus menyediakan format tugas/pekerjaan siswa. Adapun interaksi antara guru dan orang tua dapat menggunakan format di bawah ini. Aspek Penilian Nilai Rerata Komentar Guru Komentar Orang Tua Sikap Pengetahuan Keterampilan Paraf/Tanda tangan   Dinamika Persatuan dan Kesatuan Bangsa Dalam Konteks NKRI A. Kompetensi Inti (KI): 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. 2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. 3. Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifi k sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. 4. Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan. B. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Kompetensi Dasar ( KD) Indikator Pencapaian Kompetensi ( IPK) 1.4 Mensyukuri persatuan dan kesatuan bangsa sebagai upaya dalam menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk pengabdian. 1.4.1 1.4.2 Menyakini persatuan dan kesatuan bangsa sebagai upaya dalam menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mensyukuri persatuan dan kesatuan bangsa sebagai upaya dalam menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 2.4 Bersikap proaktif dalam mengembangkan persatuan dan kesatuan bangsa sebagai upaya dalam menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 2.4.1 2.4.2 Menunjukkan sikap proaktif dalam mengembangkan persatuan dan kesatuan bangsa sebagai upaya dalam menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bersikap proaktif dalam mengembangkan persatuan dan kesatuan bangsa sebagai upaya dalam menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 3.4 Mengevaluasi dinamika persatuan dan kesatuan bangsa sebagai upaya menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 3.4.1 3.4.2 3.4.3 3.4.4 Menganalisis konsep negara kesatuan. Menganalisis karakteristik Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mengidentifi kasi kelebihan konsep Negara Kesatuan. Menilai persatuan dan kesatuan bangsa pada masa Revolusi Kemerdekaan (18 Agustus 1945 sampai dengan 27 Desember 1949). 3.4.5 Menilai persatuan dan kesatuan bangsa pada masa Republik Indonesia Serikat (27 Desember 1949 sampai dengan 17 Agustus 1950). 3.4.6 Menilai persatuan dan kesatuan bangsa pada masa Demokrasi Liberal (17 Agustus 1950 sampai dengan 5 Juli 1959). 3.4.7 Menilai persatuan dan kesatuan bangsa pada masa Orde Lama (5Juli 1959 sampai dengan 11 Maret 1966). 3.4.8 Menilai Persatuan dan Kesatuan pada Masa Orde Baru (11 Maret 1966 sampai dengan 21 Mei 1998). 3.4.9 Menilai persatuan dan kesatuan pada masa Reformasi (Periode 21 Mei 1998-sekarang). 4.4 Merancang dan mengampanyekan persatuan dan kesatuan bangsa sebagai upaya menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 4.4.1 4.4.1 Merancang persatuan dan kesatuan bangsa sebagai upaya menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mengampanyekan persatuan dan kesatuan bangsa sebagai upaya menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. C. Materi Pembelajaran Bab 4 Dinamika Persatuan dan Kesatuan Bangsa dalam Konteks NKRI 1. Hakikat Negara Kesatuan Republik Indonesia a. Konsep Negara Kesatuan (Unitarisme) b. Karakteristik Negara Kesatuan Republik Indonesia 2. Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia dari Masa ke Masa a. Persatuan dan Kesatuan Bangsa pada Masa Revolusi Kemerdekaan (18 Agustus 1945 sampai dengan 27 Desember 1949) b. Persatuan dan Kesatuan Bangsa pada Masa Republik Indonesia Serikat (27 Desember 1949 sampai dengan 17 Agustus 1950) c. Persatuan dan Kesatuan Bangsa pada Masa Demokrasi Liberal (17 Agustus 1950 sampai dengan 5 Juli 1959) d. Persatuan dan Kesatuan Bangsa pada Masa Orde Lama (5 Juli 1959 sampai dengan 11 Maret 1966 ) e. Persatuan dan Kesatuan pada Masa Orde Baru (11 Maret 1966 sampai dengan 21 Mei 1998) f. Persatuan dan Kesatuan pada Masa Reformasi (Periode 21 Mei 1998-sekarang) D. Proses Pembelajaran 1. Pertemuan Pertama (2 x 45 Menit) Pertemuan pertama diawali dengan mengulas isu-isu yang ada di sekitar siswa berkaitan dengan dinamika persatuan dan kesatuan bangsa dalam konteks NKRI. Pada pertemuan pertama, guru dapat menyampaikan gambaran umum materi yang akan dipelajari pada Bab 4, kegiatan apa yang akan dilaksanakan, menjelaskan pentingnya mempelajari materi ini, bagaimana guru dapat menumbuhkan ketertarikan siswa terhadap materi yang akan dipelajari. Setelah itu, guru menyampaikan batasan materi apa saja yang akan dipelajari pada Bab 4. a. Indikator Pencapaian Kompetensi 1) Menyakini persatuan dan kesatuan bangsa sebagai upaya dalam menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 2) Mensyukuri persatuan dan kesatuan bangsa sebagai upaya dalam menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 3) Menunjukkan sikap proaktif dalam mengembangkan persatuan dan kesatuan bangsa sebagai upaya dalam menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan republik Indonesia. 4) Bersikap proaktif dalam mengembangkan persatuan dan kesatuan bangsa sebagai upaya dalam menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 5) Menganalisis konsep negara kesatuan. 6) Mengidentifi kasi kelebihan konsep negara kesatuan. 7) Merancang persatuan dan kesatuan bangsa sebagai upaya menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 8) Mengampanyekan persatuan dan kesatuan bangsa sebagai upaya menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. b. Materi Pembelajaran Pertemuan pertama siswa akan mempelajari materi subbab A, yaitu Hakikat Negara Kesatuan Republik Indonesia, meliputi materi Konsep Negara Kesatuan dan Karakteristik Negara Kesatuan. c. Proses Pembelajaran Pembelajaran menggunakan pendekatan saintifi k dengan proses pembelajaran aktif menekankan pada Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Literasi, Critical thinking, Creativity, Collaborasi, dan Communication (4C). Pelaksanaan pembelajaran secara umum dibagi tiga tahapan, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. No Uraian Kegiatan 1. Kegiatan Pendahuluan 1) Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif dan menyenangkan untuk proses belajar mengajar, kerapian dan kebersihan ruang kelas, presensi (kehadiran, agenda kegiatan) media, alat dan buku yang diperlukan, dilanjutkan berdoa menurut agamannya masing-masing. ( PPK ) 2) Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. 3) Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan. 2. 1) 2) 3) 4) 6) Kegiatan Inti Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok terdiri atas 5-6 orang. Siswa mengamati gambar ”NKRI harga mati”. Setelah itu, siswa diminta untuk memberikan tanggapan/pernyataan terhadap hal tersebut. ( Literasi ) Siswa membaca Buku Teks PPKn Kelas XII Bab 4, Subbab A tentang Hakikat Negara Kesatuan Republik Indonesia, kemudian mencatat halhal penting terkait dengan materi. Guru dapat menambahkan penjelasan terkait dengan wacana tersebut dengan berbagai fakta baru yang berhubungan dengan Hakikat Negara Kesatuan Republik Indonesia. ( Literasi ) Siswa membuat identifi kasi pertanyaan sebanyak mungkin tentang Hakikat Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan mengisi daftar pertanyaan sebagai berikut. ( Critical Thinking ) No. Pertanyaan 1. 2. 3. dst Siswa memilih salah satu dari identifi kasi pertanyaan, kemudian merumuskan hipotesis, yakni pernyataan (statemen) sebagai jawaban sementara atas pertanyaan yang telah disusun. Kompetensi yang dikembangkan adalah kreativitas, rasa ingin tahu dan kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis. (Critical Thinking, Collaboration) Siswa mencari informasi lanjutan dengan membaca sumber lain yang relevan, baik dari internet; web, maupun media sosial lainnya untuk menjawab pertanyaan atau membuktikan benar atau tidaknya hipotesis dan mencari informasi untuk mengerjakan Tugas Kelompok 4.1. (Literasi, Critical Thinking, Collaboration). Peran guru dalam langkah tahap ini adalah sebagai berikut. a) Menyediakan berbagai sumber belajar seperti buku teks siswa dan buku referensi lain. b) Guru dapat juga menunjukkan buku atau sumber belajar lain yang dapat dijadikan referensi untuk menjawab pertanyaan. 7) Siswa berdiskusi dalam kelompoknya untuk mendapatkan pendalaman pemahaman materi, menganalisis dan menyimpulkan informasi yang didapat berkaitan dengan hakikat negara kesatuan, pesamaan dan perbedaan makna negara kesatuan menurut para ahli, kelebihan konsep negara kesatuan. (Literasi, Critical Thinking, Collaboration). 8) Siswa menyusun hasil diskusi dalam bentuk laporan tertulis/makalah dan bahan presentasi. 9) Siswa secara kelompok mempresentasikan hasil analisis tentang hakikat Negara Kesatuan Republik Indonesia. ( Communication ) 10) Siswa dari kelompok lain menanggapi presentasi yang telah disampaikan oleh kelompok penyaji. (Critical Thinking, Collaboration) 3. Kegiatan Penutup 1) Bersama-sama dengan siswa guru memberikan penekanan dalam bentuk kesimpulan penting berkaitan materi yang telah dipelajari. 2) Memberikan evaluasi terhadap kegiatan pembelajaran pertemuan pertama, terutama hal-hal yang kurang berkenan sebagai masukan untuk perbaikan dalam pertemuan berikutnya. 3) Guru dan siswa menutup pelajaran dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan YME karena pembelajaran berlangsung aman dan tertib. ( PPK ) d. Penilaian 1) Penilaian Sikap Penilaian sikap terhadap siswa dapat dilakukan selama proses belajar berlangsung. Penilaian dapat dilakukan dengan observasi. Dalam observasi, misalnya dilihat aktivitas dan tingkat perhatian siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Format penilaian sikap dapat menggunakan contoh jurnal perkembangan sikap sebagai berikut. Jurnal Perkembangan Sikap Kelas : ……..............……. 2) Penilaian Pengetahuan Penilaian pengetahuan dilakukan dalam bentuk penugasan, yaitu Tugas Kelompok 4.1 3) Penilaian Keterampilan Penilaian Keterampilan dilakukan guru dengan melihat kemampuan siswa dalam diskusi dan presentasi, yaitu kejelasan dan kedalaman informasi, keaktifan dalam diskusi, kejelasan dan kerapian dalam presentasi menyampaikan hasil telaah/analisis tentang Hakikat Negara Kesatuan Republik Indonesia. Lembar penilaian penyajian dan laporan hasil telaah dapat menggunakan format sebagaimana terdapat pada lampiran, dengan ketentuan aspek penilaian dan rubriknya dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi serta keperluan guru. 2. Pertemuan kedua (2 x 45 Menit) a. Indikator Pencapaian Kompetensi 1) Menyakini persatuan dan kesatuan bangsa sebagai upaya dalam menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 2) Mensyukuri persatuan dan kesatuan bangsa sebagai upaya dalam menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 3) Menunjukan sikap proaktif dalam mengembangkan persatuan dan kesatuan bangsa sebagai upaya dalam menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 4) Bersikap proaktif dalam mengembangkan persatuan dan kesatuan bangsa sebagai upaya dalam menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 5) Mengidentifi kasi karakteristik Negara Kesatuan Republik Indonesia. 6) Mengidentifi kasi keunggulan Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam berbagai dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara. 7) Merancang persatuan dan kesatuan bangsa sebagai upaya menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 8) Mengampanyekan persatuan dan kesatuan bangsa sebagai upaya menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. b. Materi Pembelajaran Materi pembelajaran pada pertemuan kedua adalah Karakteristik Negara Kesatuan Republik Indonesia. Buku Guru Kelas XII SMA/MA/SMK/MAK https://matematohir.wordpress.com/ c. Proses Pembelajaran Pembelajaran menggunakan pendekatan saintifi k dengan proses pembelajaran aktif menekankan pada Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Literasi, Critical thinking, Creativity, Collaboration, dan Communication (4C). Pelaksanaan pembelajaran secara umum dibagi tiga tahapan yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. No Uraian Kegiatan 1. Kegiatan Pendahuluan 1) Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif dan menyenangkan untuk proses belajar mengajar, kerapian dan kebersihan ruang kelas, presensi (kehadiran, agenda kegiatan) media, alat, dan buku yang diperlukan, dilanjutkan dengan berdoa menurut agamanya masing-masing. ( PPK ) 2) Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. 3) Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan. 2. Kegiatan Inti 1) Siswa membaca Buku Teks PPKn Kelas XII Bab 4, Subbab A materi 2, yaitu karakteristik Negara Kesatuan Republik Indonesia, kemudian mencatat hal-hal penting terkait dengan materi. Guru dapat menambahkan penjelasan terkait dengan wacana tersebut dengan berbagai fakta baru yang berhubungan karakteristik Negara Kesatuan Republik Indonesia. ( Literasi ) 2) Siswa membuat identifi kasi pertanyaan sebanyak mungkin tentang Karakteristik Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan mengisi daftar pertanyaan sebagai berikut; ( Critical Thinking ) No. Pertanyaan 1. 2. 3. dst 3) Siswa memilih salah satu dari identifi kasi pertanyaan, kemudian merumuskan hipotesis, yakni pernyataan (statement) sebagai jawaban sementara atas pertanyaan yang telah disusun. Kompetensi yang dikembangkan adalah kreativitas, rasa ingin tahu dan kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis. (Critical Thinking) 4) Siswa mencari informasi lanjutan dengan membaca sumber lain yang relevan baik dari internet web, maupun media sosial lainnya untuk menjawab pertanyaan atau membuktikan benar atau tidaknya hipotesis. ( Literasi, Collaboration, Critical Thinking ) 5) Siswa mencari informasi untuk mengerjakan Tugas Kelompok 4.2. ( Literasi, Collaboration, Critical Thinking ) 6) Peran guru dalam langkah tahap ini adalah sebagai berikut. a) Menyediakan berbagai sumber belajar seperti buku teks siswa dan buku referensi lain. b) Guru dapat juga menunjukkan buku atau sumber belajar lain yang dapat dijadikan referensi untuk menjawab pertanyaan. 7) Siswa berdiskusi dalam kelompoknya untuk mendapatkan pendalaman pemahaman materi, menganalisis, dan menyimpulkan informasi yang didapat berkaitan dengan karakteristik Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Literasi, Collaboration, Critical Thinking) 8) Menyusun hasil diskusi dalam bentuk laporan tertulis/makalah dan bahan presentasi. ( Collaboration ) 9) Siswa secara kelompok mempresentasikan hasil analisis tentang karakteristik Negara Kesatuan Republik Indonesia. ( Communication ) 10) Siswa dari kelompok lain menanggapi presentasi yang telah disampaikan oleh kelompok penyaji. (Critical Thinking) 3. Kegiatan Penutup 1) Bersama-sama dengan siswa, guru memberikan penekanan dalam bentuk kesimpulan penting berkaitan materi yang telah dipelajari. (Critical Thinking, Communication) 2) Siswa melakukan refl eksi terhadap kegiatan pembelajaran pertemuan kedua, terutama hal-hal yang kurang berkenan sebagai masukan untuk perbaikan dalam pertemuan berikutnya. (Communication) 3) Guru dan siswa menutup pelajaran dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan YME karena pembelajaran berlangsung aman dan tertib. ( PPK ) d. Penilaian 1) Penilaian Sikap Penilaian sikap terhadap siswa dapat dilakukan selama proses belajar berlangsung. Penilaian dapat dilakukan dengan observasi. Dalam observasi ini, misalnya dilihat aktivitas dan tingkat perhatian siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Format penilaian sikap dapat menggunakan contoh Jurnal Perkembangan Sikap sebagai berikut; Jurnal Perkembangan Sikap Kelas : ……..............……. 2) Penilaian Pengetahuan Penilaian pengetahuan dilakukan dalam bentuk penugasan, yaitu Tugas Kelompok 4.2 3) Penilaian Keterampilan Penilaian keterampilan dilakukan guru dengan melihat kemampuan siswa dalam diskusi dan presentasi, yaitu kejelasan dan kedalaman informasi, keaktifan dalam diskusi, kejelasan dan kerapian dalam presentasi menyampaikan hasil telaah/analisis tentang Hakikat Negara Kesatuan Republik Indonesia. Lembar penilaian penyajian dan laporan hasil telaah dapat menggunakan format sebagaimana terdapat pada lampiran, dengan ketentuan aspek penilaian dan rubriknya dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi serta keperluan guru. 3. Pertemuan Ketiga (2 x 45 menit) a. Indikator Pencapaian Kompetensi 1) Menunjukkan perilaku orang yang beriman dan bertaqwa dalam upaya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di masa yang akan datang dalam menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 2) Membangun nilai-nilai kejujuran dalam upaya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dimasa yang akan datang dalam menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 3) Membangun nilai-nilai toleran dalam upaya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di masa yang akan datang dalam menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 4) Menilai persatuan dan kesatuan bangsa pada masa revolusi kemerdekaan (18 Agustus 1945 sampai dengan 27 Desember 1949). 5) Menilai persatuan dan kesatuan bangsa pada masa Republik Indonesia Serikat (27 Desember 1949 sampai dengan 17 Agustus 1950). 6) Menyajikan hasil penilaian persatuan dan kesatuan bangsa pada masa Revolusi Kemerdekaan (18 Agustus 1945 sampai dengan 27 Desember 1949). 7) Menyaji hasil penilaian persatuan dan kesatuan bangsa pada masa Republik Indonesia Serikat (27 Desember 1949 sampai dengan 17 Agutus 1950). b. Materi Pembelajaran 1) Persatuan dan Kesatuan Bangsa pada Masa Revolusi Kemerdekaan (18 Agustus 1945 sampai dengan 27 Desember 1949). 2) Persatuan dan Kesatuan Bangsa pada Masa Republik Indonesia Serikat (27 Desember 1949 sampai dengan 17 Agustus 1950). c. Proses Pembelajaran Pembelajaran menggunakan pendekatan saintifi k dengan proses pembelajaran aktif menekankan pada Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Literasi, Critical Thinking, Creativity, Collaboration, dan Communication (4C). Pelaksanaan pembelajaran secara umum dibagi tiga tahapan, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. No. Uraian Kegiatan 1. Kegiatan Pendahuluan 1) Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif dan menyenangkan untuk proses belajar-mengajar, kerapian, dan kebersihan ruang kelas, presensi (kehadiran dan agenda kegiatan) media, alat, dan buku yang diperlukan, dilanjutkan dengan berdoa sesuai dengan agamanya masingmasing. (PPK) 2) Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. 3) Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan. 2. Kegiatan Inti 1) Siswa membaca Buku Teks PPKn Kelas XII Bab 4, Subbab B tentang Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia dari Masa Ke Masa Indonesia, yaitu Persatuan dan Kesatuan Bangsa pada Masa Revolusi Kemerdekaan (18 Agustus 1945 sampai dengan 27 Desember 1949), Persatuan dan Kesatuan Bangsa pada Masa Republik Indonesia Serikat (27 Desember 1949 sampai dengan 17 Agustus 1950). ( Literasi ) 2) Siswa mencatat hal-hal penting terkait dengan materi, guru dapat menambahkan penjelasan terkait dengan wacana tersebut dengan berbagai fakta baru yang berhubungan karakteristik Negara Kesatuan Republik Indonesia. 3) Siswa membuat identifi kasi pertanyaan sebanyak mungkin tentang Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia dari Masa Ke Masa Indonesia, yaitu Persatuan dan Kesatuan Bangsa pada Masa Revolusi Kemerdekaan (18 Agustus 1945 sampai dengan 27 Desember 1949), Persatuan dan Kesatuan Bangsa pada Masa Republik Indonesia Serikat (27 Desember 1949 sampai dengan 17 Agustus 1950) dengan mengisi daftar pertanyaan sebagai berikut. ( Critical Thinking, Collaboration ) No. Pertanyaan 1. 2. 3. dst 5) Siswa memilih salah satu dari identifi kasi pertanyaan, kemudian merumuskan hipotesis, yakni pernyataan (statement) sebagai jawaban sementara atas pertanyaan yang telah disusun. Kompetensi yang dikembangkan adalah kreativitas, rasa ingin tahu, dan kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis. (Critical Thinking dan Collaboration) 6) Siswa mencari informasi lanjutan dengan membaca sumber lain yang relevan baik dari internet; web, maupun media sosial lainnya untuk menjawab pertanyaan atau membuktikan benar atau tidaknya hipotesis. (Literasi, Critical Thinking, dan Collaboration) 7) Peran guru dalam langkah tahap ini adalah : a) Menyediakan berbagai sumber belajar seperti buku teks siswa dan buku referensi lain. b) Guru dapat juga menunjukkan buku atau sumber belajar lain yang dapat dijadikan referensi untuk menjawab pertanyaan. 8) Siswa berdiskusi dalam kelompoknya untuk mendapatkan pendalaman pemahaman materi, menganalisis, dan menyimpulkan informasi yang didapat berkaitan dengan Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia dari Masa ke Masa Indonesia, yaitu Persatuan dan Kesatuan Bangsa pada Masa Revolusi Kemerdekaan (18 Agustus 1945 sampai dengan 27 Desember 1949), Persatuan dan Kesatuan Bangsa pada Masa Republik Indonesia Serikat (27 Desember 1949 sampai dengan 17 Agustus 1950). (Literasi, Critical Thinking, Collaboration, dan Communication) 9) Siswa menyusun hasil diskusi dalam bentuk laporan tertulis/makalah dan bahan presentasi. ( Collaboration ) 10) Siswa secara kelompok mempresentasikan hasil analisis tentang Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia dari Masa ke Masa Indonesia, yaitu Persatuan dan Kesatuan Bangsa pada Masa Revolusi Kemerdekaan (18 Agustus 1945 sampai dengan 27 Desember 1949), Persatuan dan Kesatuan Bangsa pada Masa Republik Indonesia Serikat (27 Desember 1949 sampai dengan 17 Agustus 1950). (Collaboration dan Communication) 11) Siswa dari kelompok lain menanggapi presentasi yang telah disampaikan oleh kelompok penyaji. ( Critical Thinking ) 3. Kegiatan Penutup 1) Bersama-sama dengan siswa guru memberikan penekanan dalam bentuk kesimpulan penting berkaitan materi yang telah dipelajari. 2) Melakukan refl eksi terhadap kegiatan pembelajaran pertemuan ketiga, terutama hal-hal yang kurang berkenan sebagai masukan untuk perbaikan dalam pertemuan berikutnya. ( Communication ) 3) Guru dan siswa menutup pelajaran dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan YME karena pembelajaran berlangsung lancar dan tertib. ( PPK ) d. Penilaian 1) Penilaian Sikap Penilaian sikap terhadap siswa dapat dilakukan selama proses belajar berlangsung. Penilaian dapat dilakukan dengan observasi. Dalam observasi ini misalnya dilihat aktivitas dan tingkat perhatian siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Format penilaian sikap dapat menggunakan contoh jurnal perkembangan sikap sebagai berikut. Jurnal Perkembangan Sikap Kelas : ……..............……. 2) Penilaian Pengetahuan Penilaian pengetahuan dilakukan dalam bentuk penugasan, yaitu dengan menjawab pertanyaan yang telah disusun dalam diskusi kelompok atau menjawab pertanyaan di bawah ini; a) Bagaimana kondisi persatuan dan kesatuan bangsa pada masa Revolusi Kemerdekaan (18 Agustus 1945 sampai dengan 27 Desember 1949)? b) Bagaimana kondisi persatuan dan kesatuan bangsa pada masa Republik Indonesia Serikat (27 Desember 1949 sampai dengan 17 Agutus 1950)? 3) Penilaian Keterampilan Penilaian keterampilan dilakukan guru dengan melihat kemampuan siswa dalam diskusi dan presentasi, yaitu kejelasan dan kedalaman informasi, keaktifan dalam diskusi, kejelasan dan kerapian dalam presentasi menyampaikan hasil telaah/analisis tentang persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dari masa ke masa Indonesia, yaitu persatuan dan kesatuan bangsa pada masa Revolusi Kemerdekaan (18 Agustus 1945 sampai dengan 27 Desember 1949), persatuan dan kesatuan bangsa pada masa Republik Indonesia Serikat (27 Desember 1949 sampai dengan 17 Agustus 1950). Penilaian penyajian dan laporan hasil telaah dapat menggunakan format sebagaimana terdapat pada lampiran, dengan ketentuan aspek penilaian dan rubriknya dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi serta keperluan guru. 4. Pertemuan Keempat (2 x 45 menit) a. Indikator Pencapaian Kompetensi 1) Menyakini persatuan dan kesatuan bangsa sebagai upaya dalam menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 2) Mensyukuri persatuan dan kesatuan bangsa sebagai upaya dalam menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 3) Menunjukan sikap proaktif dalam mengembangkan persatuan dan kesatuan bangsa sebagai upaya dalam menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 4) Bersikap proaktif dalam mengembangkan persatuan dan kesatuan bangsa sebagai upaya dalam menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 5) Menilai persatuan dan kesatuan bangsa pada masa Demokrasi Liberal (17 Agustus 1950 sampai dengan 5 Juli 1959). 6) Menilai persatuan dan kesatuan bangsa pada masa Orde Lama (5 Juli 1959 sampai dengan 11 Maret 1966). 7) Merancang persatuan dan kesatuan bangsa sebagai upaya menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 8) Mengkampanyekan persatuan dan kesatuan bangsa sebagai upaya menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. b. Materi Pembelajaran 1) Persatuan dan Kesatuan Bangsa Pada Masa Demokrasi Liberal (17 Agustus 1950 sampai dengan 5 Juli 1959). 2) Persatuan dan Kesatuan Bangsa pada Masa Orde Lama (5 Juli 1959 sampai dengan 11 Maret 1966 ). c. Proses Pembelajaran Pembelajaran menggunakan pendekatan saintifi k dengan proses pembelajaran aktif menekankan pada Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Literasi, Critical Thinking, Creativity, Collaboration, dan Communication (4C). Pelaksanaan pembelajaran secara umum dibagi tiga tahapan, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. No. Uraian Kegiatan 1. Kegiatan Pendahuluan 1) Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif dan menyenangkan untuk proses belajar-mengajar, kerapian dan kebersihan ruang kelas, presensi (kehadiran dan agenda kegiatan) media, alat dan buku yang diperlukan, dilanjutkan dengan berdoa menurut agamanya masingmasing. ( PPK ) 2) Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. 3) Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan. 2. Kegiatan Inti 1) Siswa membaca Buku Teks PPKn Kelas XII Bab 4, Subbab B tentang Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia dari Masa ke Masa Indonesia, yaitu Persatuan dan Kesatuan Bangsa pada Masa Demokrasi Liberal (17 Agustus 1950 sampai dengan 5 Juli 1959), Persatuan dan Kesatuan Bangsa pada Masa Orde Lama (5 Juli 1959 sampai dengan 11 Maret 1966 ). ( Literasi ) 2) Siswa mencatat hal-hal penting terkait dengan materi. Guru dapat menambahkan penjelasan terkait dengan wacana tersebut dengan berbagai fakta baru yang berhubungan dengan karakteristik Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Literasi) 3) Siswa membuat identifi kasi pertanyaan sebanyak mungkin tentang Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia dari Masa ke Masa, yaitu Persatuan dan Kesatuan Bangsa pada Masa Demokrasi Liberal (17 Agustus 1950 sampai dengan 5 Juli 1959), Persatuan dan Kesatuan Bangsa pada Masa Orde Lama (5 Juli 1959 sampai dengan 11 Maret 1966) dengan mengisi daftar pertanyaan sebagai berikut; (Critical Thinking, dan Collaboration) No. Pertanyaan 1. 2. 3. dst 4) Siswa memilih salah satu dari identifi kasi pertanyaan, kemudian merumuskan hipotesis, yakni pernyataan (statement) sebagai jawaban sementara atas pertanyaan yang telah disusun. Kompetensi yang dikembangkan adalah kreativitas, rasa ingin tahu dan kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis. (Critical Thinking dan PPK) 5) Siswa mencari informasi lanjutan dengan membaca sumber lain yang relevan, baik dari internet, web, maupun media sosial lainnya untuk menjawab pertanyaan atau membuktikan benar atau tidaknya hipotesis. (Literasi, Collaboration, dan Critical Thinking) 6) Peran guru dalam langkah tahap ini adalah sebagai berikut. a) Menyediakan berbagai sumber belajar seperti buku teks siswa dan buku referensi lain. b) Guru dapat juga menunjukkan buku atau sumber belajar lain yang dapat dijadikan referensi untuk menjawab pertanyaan. 7) Siswa berdiskusi dalam kelompoknya untuk mendapatkan pendalaman pemahaman materi, menganalisis dan menyimpulkan informasi yang didapat berkaitan dengan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dari masa ke masa Indonesia, yaitu persatuan dan kesatuan bangsa pada masa demokrasi liberal (17 Agustus 1950 sampai dengan 5 Juli 1959), persatuan dan kesatuan bangsa pada masa Orde Lama (5 Juli 1959 sampai dengan 11 Maret 1966) dan mengerjakan Tugas Mandiri 4.1. (Literasi, Collaboration, dan Critical Thinking) 8) Menyusun hasil diskusi dalam bentuk laporan tertulis/makalah dan bahan presentasi. ( Collaborasi ) 9) Siswa secara kelompok mempresentasikan hasil analisis tentang persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dari masa ke masa Indonesia, yaitu persatuan dan kesatuan bangsa pada masa demokrasi liberal (17 Agustus 1950 sampai dengan 5 Juli 1959), persatuan dan kesatuan bangsa pada masa Orde Lama (5 Juli 1959 sampai dengan 11 Maret 1966) dan hasil Tugas Mandiri 4.1. ( Communication ) 10) Siswa dari kelompok lain menanggapi presentasi yang telah disampaikan oleh kelompok penyaji. (Critical Thinking, dan Communication) 3. Kegiatan Penutup 1) Bersama-sama dengan siswa, guru memberikan penekanan dalam bentuk kesimpulan penting berkaitan materi yang telah dipelajari. 2) Siswa melakukan refl eksi terhadap kegiatan pembelajaran pertemuan keempat, terutama hal-hal yang kurang berkenan sebagai masukan untuk perbaikan dalam pertemuan berikutnya. (Communication) 3) Guru dan siswa menutup pelajaran dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena pembelajaran berlangsung aman dan tertib. ( PPK ) d. Penilaian 1) Penilaian Sikap Penilaian sikap terhadap siswa dapat dilakukan selama proses belajar berlangsung. Penilaian dapat dilakukan dengan observasi. Dalam observasi, misalnya dilihat aktivitas dan tingkat perhatian siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Format penilaian sikap dapat menggunakan contoh jurnal perkembangan sikap sebagai berikut. Jurnal Perkembangan Sikap Kelas : ……..............……. Penilaian pengetahuan dilakukan dalam bentuk penugasan, yaitu dengan menjawab pertanyaan yang telah disusun dalam diskusi kelompok dan Tugas Mandiri 4.1. 3) Penilaian Keterampilan Penilaian keterampilan dilakukan guru dengan melihat kemampuan siswa dalam diskusi dan presentasi yaitu kejelasan dan kedalaman informasi, keaktifan dalam diskusi, kejelasan dan kerapian dalam presentasi menyampaikan hasil telaah/analisis tentang persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dari masa ke masa Indonesia, yaitu persatuan dan kesatuan bangsa pada masa demokrasi Liberal (17 Agustus 1950 sampai dengan 5 Juli 1959), persatuan dan kesatuan bangsa pada Masa Orde Lama (5 Juli 1959 sampai dengan 11 Maret 1966). Penilaian penyajian dan laporan hasil telaah dapat menggunakan format sebagaimana terdapat pada lampiran, dengan ketentuan aspek penilaian dan rubriknya dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi serta keperluan guru. 5. Pertemuan Kelima (2 x 45 menit) a. Indikator Pencapaian Kompetensi 1) Meyakini persatuan dan kesatuan bangsa sebagai upaya dalam menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 2) Mensyukuri persatuan dan kesatuan bangsa sebagai upaya dalam menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 3) Menunjukkan sikap proaktif dalam mengembangkan persatuan dan kesatuan bangsa sebagai upaya dalam menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 4) Bersikap proaktif dalam mengembangkan persatuan dan kesatuan bangsa sebagai upaya dalam menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 5) Menilai Persatuan dan Kesatuan pada Masa Orde Baru (11 Maret 1966 sampai dengan 21 Mei 1998). 6) Menilai Persatuan dan Kesatuan pada Masa Reformasi (Periode 21 Mei 1998-sekarang). 7) Merancang persatuan dan kesatuan bangsa sebagai upaya menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 8) Mengampanyekan persatuan dan kesatuan bangsa sebagai upaya menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. b. Materi Pembelajaran 1) Persatuan dan Kesatuan pada Masa Orde Baru (11 Maret 1966 sampai dengan 21 Mei 1998). 2) Persatuan dan Kesatuan pada Masa Reformasi (21 Mei 1998-sekarang ). c. Proses Pembelajaran Pembelajaran menggunakan pendekatan saintifi k dengan proses pembelajaran aktif menekankan pada Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Literasi, Critical Thinking, Creativity, Collaboration, dan Communication (4C). Pelaksanaan pembelajaran secara umum dibagi tiga tahapan, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. No. Uraian Kegiatan 1. Kegiatan Pendahuluan 1) Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif dan menyenangkan untuk proses belajar-mengajar, kerapian dan kebersihan ruang kelas, presensi (kehadiran dan agenda kegiatan) media, alat dan buku yang diperlukan dilanjutkan berdoa menurut agamanya masing-masing. ( PPK ) 2) Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. 3) Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan. 2. Kegiatan Inti 1) Siswa membaca Buku Teks PPKn Kelas XII Bab 4, Subbab B tentang Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia dari Masa ke Masa, yaitu Persatuan dan Kesatuan pada Masa Orde Baru (11 Maret 1966 sampai dengan 21 Mei 1998), Persatuan dan Kesatuan pada Masa Reformasi (Periode 21 Mei 1998-sekarang). (Literasi) 2) Siswa mencatat hal-hal penting terkait dengan materi, guru dapat menambahkan penjelasan terkait dengan wacana tersebut dengan berbagai fakta baru yang berhubungan Persatuan dan Kesatuan pada Masa Orde Baru (11 Maret 1966 sampai dengan 21 Mei 1998), Persatuan dan Kesatuan pada Masa Reformasi (Periode 21 Mei 1998-sekarang). ( Literasi ) 3) Siswa membuat identifi kasi pertanyaan sebanyak mungkin tentang Persatuan dan Kesatuan pada Masa Orde Baru (11 Maret 1966 sampai dengan 21 Mei 1998), Persatuan dan Kesatuan pada Masa Reformasi (Periode 21 Mei 1998-sekarang) dengan mengisi daftar pertanyaan sebagai berikut. ( Critical Thinking ) No. Pertanyaan 1. 2. 3. dst 4) Siswa memilih salah satu dari identifi kasi pertanyaan kemudian merumuskan hipotesis, yakni pernyataan (statement) sebagai jawaban sementara atas pertanyaan yang telah disusun. Kompetensi yang dikembangkan adalah kreativitas, rasa ingin tahu dan kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis. (Collaboration dan Critical Thinking) 5) Siswa mencari informasi lanjutan dengan membaca sumber lain yang relevan baik dari internet; web, maupun media sosial lainnya untuk menjawab pertanyaan atau membuktikan benar atau tidaknya hipotesis. (Literasi dan Collaboration) Peran guru dalam langkah tahap ini adalah sebagai berikut. a) Menyediakan berbagai sumber belajar seperti buku teks siswa dan buku referensi lain. b) Guru dapat juga menunjukkan buku atau sumber belajar lain yang dapat dijadikan referensi untuk menjawab pertanyaan. 6) Siswa berdiskusi dalam kelompoknya untuk mendapatkan pendalaman pemahaman materi, menganalisis dan menyimpulkan informasi yang didapat berkaitan dengan Persatuan dan Kesatuan pada Masa Orde Baru (11 Maret 1966 sampai dengan 21 Mei 1998), Persatuan dan Kesatuan pada Masa Reformasi (Periode 21 Mei 1998-sekarang. (Collaboration, dan Critical Thinking) 7) Siswa menyusun hasil diskusi dalam bentuk laporan tertulis/makalah dan bahan presentasi. ( Collaboration ) 8) Siswa secara kelompok mempresentasikan hasil analisis tentang persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dari masa ke masa Indonesia, yaitu persatuan dan kesatuan pada masa Orde Baru (11 Maret 1966 sampai dengan 21 Mei 1998), persatuan dan kesatuan pada Masa Reformasi (Periode 21 Mei 1998-sekarang). ( Communication ) 9) Siswa dari kelompok lain menanggapi presentasi yang telah disampaikan oleh kelompok penyaji. (Communication dan Collaboration) 3. Kegiatan Penutup 1) Bersama-sama dengan siswa guru memberikan penekanan dalam bentuk kesimpulan penting berkaitan materi yang telah dipelajari. 2) Siswa melakukan refl eksi terhadap kegiatan pembelajaran pertemuan keempat, terutama hal-hal yang kurang berkenan sebagai masukan untuk perbaikan dalam pertemuan berikutnya. ( Communicaation ) 3) Menugaskan siswa untuk mengerjakan Tugas Mandiri 4.2. dan Proyek Kewarganegaraan “Mari Mengamati Wilayah” yang akan dipresentasikan pada pertemuan ke enam. 4) Guru dan siswa menutup pelajaran dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena pembelajaran berlangsung aman dan tertib. ( PPK ) d. Penilaian 1) Penilaian Sikap Penilaian sikap terhadap siswa dapat dilakukan selama proses belajar berlangsung. Penilaian dapat dilakukan dengan observasi. Dalam observasi, ini misalnya dilihat aktivitas dan tingkat perhatian siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Format penilaian sikap dapat menggunakan contoh jurnal perkembangan sikap sebagai berikut. Jurnal Perkembangan Sikap Kelas : ……..............……. 2) Penilaian Pengetahuan Penilaian pengetahuan dilakukan dalam bentuk penugasan, yaitu dengan menjawab pertanyaan yang telah disusun dalam diskusi kelompok atau menjawab pertanyaan di bawah ini. a) Jelaskan kondisi Persatuan dan Kesatuan bangsa Indonesia pada Masa Orde Baru (11 Maret 1966 sampai dengan 21 Mei 1998)! b) Jelaskan kondisi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia pada Masa Reformasi (periode 21 Mei 1998–sekarang)! 3) Penilaian Keterampilan a) Penilaian keterampilan dilakukan guru dengan melihat kemampuan siswa dalam diskusi dan presentasi, yaitu kejelasan dan kedalaman informasi, keaktifan dalam diskusi, kejelasan, dan kerapian dalam presentasi menyampaikan hasil telaah/analisis tentang Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia dari Masa Ke Masa Indonesia, yaitu Persatuan dan Kesatuan pada Masa Orde Baru (11 Maret 1966 sampai dengan 21 Mei 1998) , Persatuan dan Kesatuan pada Masa Reformasi (Periode 21 Mei 1998-sekarang). Penilaian penyajian dan laporan hasil telaah dapat menggunakan format sebagaimana terdapat pada lampiran, dengan ketentuan aspek penilaian dan rubriknya dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi serta keperluan guru. b) Portofolio hasil tulisan artikel tentang munculnya paham-paham radikalisme dan terorisme yang diwujudkan dalam bentuk tindakan kekerasan, tawuran, dan sebagainya. 6. Pertemuan Keenam (2 x 45 menit) Pertemuan keenam siswa akan mempresentasikan Tugas Mandiri 4.2 dan Proyek Kewarganegaraan. a. Proses Pembelajaran Pembelajaran menggunakan pendekatan saintifi k dengan proses pembelajaran aktif menekankan pada Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Literasi, Critical thinking, Creativity, Collaboration, dan Communication (4C). Pelaksanaan pembelajaran secara umum dibagi tiga tahapan, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. No. Uraian Kegiatan 1. Kegiatan Pendahuluan 1) Memberikan salam. 2) Menanyakan kepada siswa tentang kesiapan dan kenyamanan untuk belajar. 3) Menanyakan kehadiran siswa. 4) Mempersilakan salah satu siswa memimpin doa. ( PPK ) 5) Menyampaikan teknis pembelajaran pada pertemuan keenam adalah presentasi hasil diskusi kelompok. 2. Kegiatan Inti 1) Guru meminta siswa secara bergantian mempresentasikan hasil analisis tentang upaya pemerintah dalam menangani paham-paham radikalisme dan terorisme yang diwujudkan dalam bentuk tindakan kekerasan, tawuran, dan sebagainya. ( Communication ) 2) Siswa yang lain diminta untuk memberikan tanggapannya. (Critical Thinking, dan Communication) 3) Guru memberikan konfi rmasi dan penguatan terhadap presentasi siswa. 4) Siswa secara kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil proyek kewarganegaraan. ( Communication ) 5) Siswa dari kelompok lain diminta untuk memberikan tanggapannya. ( Communication ) 6) Guru memberikan konfi rmasi dan tanggapan terhadap presentasi kelompok. 7) Hasil Tugas Mandiri 4. 2 dan Proyek kewarganegaraan dikumpulkan untuk diberikan penilaian. 3. Kegiatan Penutup 1) Guru dan siswa membuat rangkuman atau simpulan kompetensi yang telah dipelajari. 2) Guru dan siswa melakukan refl eksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan. 3) Siswa melaksanakan Uji Kompetensi Bab 4. 4) Guru dan siswa menutup pelajaran dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena pembelajaran berlangsung aman dan tertib. ( PPK ) b. Penilaian 1) Penilaian Sikap Penilaian sikap dapat menggunakan penilaian diri sebagaimana yang terdapat pada buku teks siswa atau bisa juga membuat sendiri. Pedoman Penskoran: Skor 4 jika Selalu, skor 3 jika Sering, skor 2 jika Kadang-Kadang, skor 1 jika tidak pernah. Perolehan Nilai Interval Nilai Kualitatif 81 – 100 A ( Sangat Baik) 70 – 80 B ( Baik ) 50 – 69 C ( Cukup ) < 50 D ( Kurang) 2) Penilain Pengetahuan Penilaian Pengetahuan dengan menggunakan Ujian Kompetensi Bab 4. Kunci jawaban No. Jawaban Skor 1. Bentuk negara kesatuan menjadi pilihan para pendiri negara didasarkan pada 5 (lima) alasan berikut. a. Unitarisme sudah merupakan cita-cita gerakan kemerdekaan Indonesia. b. Negara tidak memberikan tempat hidup bagi provinsialisme. c. Tenaga-tenaga terpelajar kebanyakan berada di Pulau Jawa sehingga tidak ada tenaga di daerah untuk membentuk negara federal. d. Wilayah-wilayah di Indonesia tidak sama potensi dan kekayaannya. e. Dari sudut geopolitik, dunia internasional akan melihat Indonesia kuat apabila sebagai negara kesatuan. Dengan demikian negara kita lebih cocok pada bentuk negara kesatuan daripada bentuk negara serikat. 5 2. Dengan persatuan dan kesatuan yang kuat, suatu bangsa atau negara akan dapat mempertahankan eksistensi dan kelangsungannya sebagai sebuah negara/bangsa. Dengan persatuan dan kesatuan, suatu bangsa/ negara dapat melaksanakan pembangunan nasional guna untuk mencapai tujuannya, perpecahan bangsa/negara akan menghambat pelaksanaan pembangunan nasional karena segala perhatian, daya dan upaya akan tercurah guna untuk meredakan konfl ik yang terjadi. 5 3. a. Membangun kesadaran warga negara akan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa. b. Mencegah terjadinya konfi k horizontal antarwarga dan menindak tegas pelakunya. c. Memberikan tindakan tegas terhadap pelaku disintegarsi bangsa. d. Meningkatkan kesejahteraan rakyat di seluruh wilayah Indonesia. 4 4. Sejarah mencatat ada enam periode besar proses penyelanggaraan negara dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal tersebut terjadi terutama karena adanya pergantian undang-undang dasar, yaitu sebagai berikut. a. Periode 18 Agustus 1945 sampai dengan 27 Desember 1949 Dalam periode ini yang dipakai sebagai pegangan adalah Undang-Undang Dasar 1945. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya belum dapat dijalankan secara murni dan konsekuen. Hal ini dikarenakan bangsa Indonesia baru saja memproklamirkan kemerdekaannya. Pada waktu itu, semua kekuatan negara difokuskan pada upaya mempertahankan kemerdekaan yang baru saja diraih dari rongrongan kekuatan asing yang ingin kembali menjajah Indonesia. Pada periode ini, juga ditandai dengan munculnya gerakan-gerakan separatis dengan tujuan mendirikan negara baru yang memisahkan diri dari NKRI. Adapun gerakangerakan tersebut di antaranya. 1) Pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) Madiun 1948. 2) Gerakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di Daerah Jawa Barat. b. Periode 27 Desember 1949 sampai dengan 17 Agustus 1950 Federalisme pernah diterapkan di Indonesia pada rentang 27 Desember 1949 sampai dengan 17 Agustus 1950. Pada masa ini dasar pegangan adalah Konstitusi Republik Indonesia Serikat tahun 1949. Berdasarkan konstitusi tersebut, bentuk negara kita adalah serikat atau federasi dengan 15 negara bagian. Pada masa Republik Indonesia Serikat juga terdapat gerakan-gerakan separatis yang terjadi beberapa wilayah Indonesia, di antaranya: 1) Gerakan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) 2) Pemberontakan Andi Azis di Makassar 3) Gerakan Republik Maluku Selatan (RMS) c. Periode 17 Agustus 1950 sampai dengan 5 Juli 1959 Pada periode ini, Indonesia menggunakan Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia Tahun 1950 (UUDS 1950) yang berlaku mulai tanggal 17 Agustus 1950. UUDS RI 1950 merupakan perubahan dari Konstitusi RIS yang diselenggarakan sesuai dengan Piagam Persetujuan antara pemerintah RIS dan pemerintah RI pada tanggal 19 Mei 1950. Bentuk negara Indonesia pada periode ini adalah kesatuan yang kekuasaannya dipegang oleh pemerintah pusat. Hubungan dengan daerah didasarkan pada asas desentralisasi. Bentuk pemerintahan yang diterapkan adalah republik, dengan kepala negara adalah seorang presiden yang dibantu oleh seorang wakil presiden. Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta kembali mengisi dua jabatan tersebut. Pada periode ini juga terjadi beberapa gerakan separatis di daerah di anataranya: 1) Gerakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di Sulawesi Selatan, Aceh, Kalimantan Selatan. 2) Pemberontakan PRRI/Permesta (Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia/Perjuangan Rakyat Semesta) 30 d. Periode 5 Juli 1959 sampai dengan 11 Maret 1966 (Masa Orde Lama), Dekrit presiden tanggal 5 Juli 1959 telah membawa kepastian di negara Indonesia. Negara kita kembali menggunakan UUD 1945 sebagai konstitusi negara yang berkedudukan sebagai asas penyelenggaraan negara. Sejak berlakunya kembali UUD 1945, Presiden berkedudukan sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Kabinet yang dibentuk pada tanggal 9 Juli 1959 dinamakan Kabinet Kerja yang terdiri atas: a. Kabinet Inti, yang terdiri atas seorang perdana menteri yang dijabat oleh Presiden dan 10 orang menteri. b. Menteri-menteri ex offi cio, yaitu pejabat-pejabat negara yang karena jabatannya diangkat menjadi menteri. Pejabat tersebut adalah Kepala Staf Angkatan Darat, Laut, Udara, Kepolisian Negara, Jaksa agung, Ketua Dewan Perancang Nasional dan Wakil Ketua Dewan pertimbangan Agung. c. Menteri-menteri muda sebanyak 60 orang. Pelaksanaan pemerintahan pada periode ini, meskipun berdasarkan UUD 1945, akan tetapi kenyataanya banyak terjadi penyimpangan terhadap Pancasila dan UUD 1945. e. Periode 11 Maret 1966 sampai dengan 21 Mei 1998 (masa Orde Baru), Prioritas utama yang dilakukan oleh Pemerintahan Orde Baru bertumpu pada pembangunan ekonomi dan stabilitas nasional yang mantap. Ekses dari kebijakan tersebut adalah digunakannya pendekatan keamanan dalam rangka mengamankan pembangunan nasional. Oleh karena itu, jika terdapat pihak-pihak yang dinilai mengganggu stabilitas nasional, aparat keamanan akan menindaknya dengan tegas. Sebab jika stabilitas keamanan terganggu, maka pembangunan ekonomi akan terganggu. Jika pembangunan ekonomi terganggu, maka pembangunan nasional tidak akan berhasil. Selain banyak keberhasilan ternyata banyak pula penyimpangan. Segala penyimpangan yang disebutkan di atas telah melahirkan kekuasaan pemerintahan Orde Baru menjadi absolut. Hal itu mengakibatkan negara Indonesia terjerembab pada suatu keadaan krisis multidimensional. Kondisi yang mencemaskan ini telah membangkitkan gerakan reformasi menumbangkan rezim otoriter. Maka pada tanggal 21 Mei 1998, Presiden Soeharto menyatakan mengundurkan diri. Sebagai gantinya, B.J Habibie yang ketika itu menjabat sebagai wakil presiden, dilantik sebagai Presiden RI yang ketiga. f. Periode 21 Mei 1998-sekarang (masa reformasi). Memasuki masa Reformasi, bangsa Indonesia bertekad untuk menciptakan sistem pemerintahan yang demokratis. Untuk itu, perlu disusun pemerintahan yang konstitusional atau pemerintahan yang berdasarkan pada konstitusi. Pemerintah konstitusional bercirikan bahwa konstitusi negara itu berisi 1. adanya pembatasan kekuasaan pemerintahan atau eksekutif 2. jaminan atas hak asasi manusia dan hak-hak warga negara. Berdasarkan hal itu, salah satu bentuk reformasi yang dilakukan oleh bangsa Indonesia adalah melakukan perubahan atau amandemen atas Undang-Undang Dasar 1945. Dengan mengamandemen UUD 1945 menjadi konstitusi yang bersifat konstitusional, diharapkan dapat terbentuk sistem pemerintahan yang lebih baik dari yang sebelumnya. Amandemen atas UUD 1945 telah dilakukan oleh MPR sebanyak empat kali, yaitu pada tahun 1999, 2000, 2001, dan 2002. Perubahan UUD 1945 pada hakikatnya tidak mengubah sistem pemerintahan Indonesia. Baik sebelum maupun seseudah perubahan, sistem pemerintahan Indonesia tetap presidensial. Tetapi perubahan tersebut telah mengubah peran dan hubungan presiden dengan DPR. Jika dulu presiden memiliki peranan yang dominan, bahkan dalam praktiknya dapat menekan lembaga-lembaga negara yang lain, maka kini Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 memberi peran yang lebih proporsional (berimbang) terhadap lembaga-lembaga negara. Begitu pula kontrol terhadap kekuasaan presiden menjadi lebih ketat. 5. Jawaban siswa akan beragam sehingga diserahkan kepada kebijakan guru 6 Total 50 Penilaian soal uraian: E. Pengayaan Kegiatan pengayaan merupakan kegiatan pembelajaran yang diberikan kepada siswa yang telah menguasai materi pembelajaran yaitu materi pada Bab 4. Dalam pengayaan ini dapat dilakukan dengan beberapa cara dan pilihan. Sebagai contoh siswa dapat di berikan bahan bacaan atau mencari materi dari berbagai sumber yang relevan dengan materi dinamika persatuan dan kesatuan bangsa dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia. F. Remedial Kegiatan remedial diberikan kepada siswa yang belum menguasai materi pelajaran dan belum mencapai kompetensi yang telah ditentukan. Bentuk yang dilakukan antara lain siswa secara terencana mempelajari Buku Teks PPKn Kelas XII pada bagian tertentu yang belum dikuasainya. Guru menyediakan soal-soal latihan atau pertanyaan yang merujuk pemahaman kembali tentang isi buku teks PPKn Kelas XII Bab 4. Siswa diminta komitmennya untuk belajar secara disiplin dalam rangka memahami materi pelajaran yang belum dikuasainya. Guru kemudian mengadakan uji kompetensi kembali pada materi yang belum dikuasai siswa yang bersangkutan. G. Interaksi Guru dan Orang tua Maksud dari kegiatan ini adalah agar terjalin komunikasi antara guru dan orang tua berkaitan dengan kemajuan proses dan hasil belajar yang dilaksanakan dan dicapai siswa. Guru harus selalu mengingatkan dan meminta siswa memperihatkan hasil tugas atau pekerjaan yang telah dinilai dan diberi komentar oleh guru kepada orang tua siswa yaitu: 1. Penilaian sikap selama siswa mengikuti proses pembelajaran pada Bab 4. 2. Penilaian pengetahuan melalui penugasan dan kegiatan uji kompetensi Bab 4 3. Penilaian keterampilan melalui Proyek Belajar Kewarganegaraan Orang tua juga harus memberikan komentar hasil pekerjaan atau tugas yang dicapai oleh siswa sebagai apresiasi dan komitmen untuk bersama-sama mengantarkan siswa mencapai prestasi yang lebih baik. Bentuk apresiasi orang tua ini akan menambah semangat siswa untuk mempertahankan dan meningkatkan keberhasilannya, baik dalam konteks pemahaman dan penguasaan materi pengetahuan, sikap maupun keterampilan. Hasil penilaian yang telah diparaf atau ditandatangani guru dan orang tua kemudian disimpan untuk menjadi bagian dari portofolio siswa. Untuk itu pihak sekolah atau guru harus menyediakan format tugas/pekerjaan siswa. Adapun interaksi antara guru dan orang tua dapat menggunakan format di bawah ini: Aspek Penilian Nilai Rerata Komentar Guru Komentar Orang Tua Sikap Pengetahuan Keterampilan Paraf/Tanda Tangan DAFTAR PUSTAKA Affandi, Idrus dan Karim Suryadi. 2008. Hak Asasi Manusia (HAM). Jakarta: Universitas Terbuka. Asshiddiqie, Jimly. 2007. Membangun Budaya Sadar Berkonstitusi untuk Mewujudkan Negara Hukum yang Demokratis. [Online]. Tersedia: http://www.jimly.com. Html [27 September 2013]. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia. 2013. Pedoman Penilaian Hasil Belajar. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Jakarta. Bakry, Noor Ms. 2009. Pendidikan Kewarganegaraan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Budiardjo, Miriam. 2008. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Budimansyah, Dasim. 2002. Model Pembelajaran dan Penilaian Portofolio. Bandung: Ganesindo. Busroh, Abu Daud. 2009. Ilmu Negara. Jakarta: Bumi Aksara. Gadjong, Agussalim Andi. 2007. Pemerintahan Daerah; Kajian Politik dan Hukum. Bogor: Ghalia Indonesia. Kaelan. 2012. Problem Epistemologis Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara. Yogyakarta: Paradigma. Kansil, C.S.T dan Christine S.T Kansil. 2001. Ilmu Negara. Jakarta: Pradnya Paramita. Kansil, C.S.T. 1992. Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Kantaprawira, Rusadi. 2004. Sistem Politik Indonesia; Suatu Model Pengantar. Bandung: Sinar Baru Algensindo. Komalasari, Kokom. 2008. Pendidikan Pancasila: Panduan bagi Para Politisi. Surabaya: Lentera Cendikia. Kusnardi, Mohammad dan Hermaily Ibrahim. 1983. Pengantar Hukum Tata Negara. Jakarta: Pusat Studi Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Latif, Yudi. 2012. Negara Paripurna; Historisitas, Rasionalitas, dan Aktualitas Pancasila. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Lemhanas. 1997. Wawasan Nusantara. Jakarta: PT Balai Pustaka Lubis, Yusnawan. 2009. Pengaruh Pendidikan Kewarganegaraan terhadap Tingkat Kesadaran Berkonstitusi Warga Negara Muda. Tesis pada Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia: tidak diterbitkan. Marbun, B.N. 2007. Kamus Politik. Jakarta: Pustka Sinar Harapan. Marbun, B.N. 2010. Otonomi Daerah 1945–2010; Proses dan Realita. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. MPR RI. 2012. Panduan Pemasyarakatan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Sesuai dengan Urutan Bab, Pasal, dan Ayat. Jakarta: Sekretariat Jenderal MPR RI. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional dan Kebudayaan Nomor 54 Tahun 2013, tentang Kompetensi Lulusan. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional dan Kebudayaan Nomor 64 Tahun 2013, tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional dan Kebudayaan Nomor 65 Tahun 2013, tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional dan Kebudayaan Nomor 66 Tahun 2013, tentang Standar Penilaian Pendidikan. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional dan Kebudayaan Nomor 103 Tahun 2014, tentang Pembelajaran Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional dan Kebudayaan Nomor 104 Tahun 2014, tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional dan Kebudayaan Nomor 59 Tahun 2014 tentang Kurikulum SMA/MA. Peraturan Pemerintah RI No. 32 tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Republik Indonesia. 2002. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Jakarta: Sinar Grafi ka. Riyanto, Astim. 2006. Negara Kesatuan; Konsep, Asas dan Aktualisasinya. Bandung: Yapemdo Sahrasad, Al Chaidar Zukfi kar Salahudin Herdi. 2000. Federasi atau Disintegrasi; Telaah Wacana Unitaris Versus Federalis dalam Perspektif Islam, Nasionalisme, dan Sosial Demokrasi. Jakarta: Madani Press. Soeharyo, Sulaeman, dan Nasri Efendi. 2001. Sistem Penyelenggaraan Pemerintah Negara Republik Indonesia. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara. Soekanto, Soerjono. 2002. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum. Jakarta. Raja Grafi ndo Persada. Strong, C.F. 1960. Modern Political Constitutions. London: Sidgwick &Jackson Limited. Winataputra, Udin S., Dasim Budimansyah. 2012. Pendidikan Kewarganegaraan dalam Perspektif Internasional (Konteks, Teori, dan Profi l Pembelajaran). Bandung : Widya Aksara Press. ______. 1997. Ketahanan Nasional. Jakarta: Balai Pustaka. _________. 1998. Ketetapan MPR Nomor XVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia. [Online]. Tersedia: http://www.mpr.go.id. Html [12 September 2013]. _________. 1998. Undang-Undang RI Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. [Online]. Tersedia: http://www.dpr. go.id. Html [12 September 2013]. _________. 1999. Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia. [Online]. Tersedia: http://www.dpr.go.id. Html [12 September 2013]. _________. 1999. Undang-Undang RI Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. [Online]. Tersedia: http://www.dpr.go.id. Html [12 September 2013] _________. 2000. Undang-Undang RI Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia. [Online]. Tersedia: http://www.dpr.go.id. Html [12 September 2013]. _________. 2002. Undang-Undang RI Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia . [Online]. Tersedia: http://www.dpr.go.id. Html [12 September 2013]. _________. 2003. Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. [Online]. Tersedia: http://www.dpr.go.id. Html [12 September 2013]. _________. 2003. Undang-Undang RI Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat. [ Online]. Tersedia: http://www.dpr.go.id. Html [12 September 2013] _________. 2003. Undang-Undang RI Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi. [Online]. Tersedia: http://www.dpr.go.id. Html [12 September 2013] _________. 2004. Undang-Undang RI 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara . [Online]. Tersedia: http://www.dpr.go.id. Html [12 September 2013] _________. 2004. Undang-Undang RI 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah . [Online]. Tersedia: http://www.dpr.go.id. Html [12 September 2013]. _________. 2004. Undang-Undang RI Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia . [Online]. Tersedia: http://www.dpr.go.id. Html [12 September 2013]. _________. 2006. Undang-Undang RI Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan. [Online]. Tersedia: http://www.dpr.go.id. Html [12 September 2013]. _________. 2008. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2008 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara . [Online]. Tersedia: http://www. dpr.go.id. Html [12 September 2013]. _________. 2009. Undang-Undang RI Nomor 51 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara. [Online]. Tersedia: http://www.dpr.go.id. Html [12 September 2013]. _________. 2009. Undang-Undang RI Nomor 27 Tahun 2009 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. [Online]. Tersedia: http://www.dpr.go.id. Html [12 September 2013]. _________. 2009. Undang-Undang RI Nomor 3 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung. [Online]. Tersedia: http://www.dpr.go.id. Html [12 September 2013]. _________. 2009. Undang-Undang RI Nomor 48 tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman. [Online]. Tersedia: http://www.dpr.go.id. Html [12 September 2013]. _________. 2009. Undang-Undang RI Nomor 49 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1986 Tentang Peradilan Umum. [Online]. Tersedia: http://www.dpr.go.id. Html [12 September 2013]. _________. 2009. Undang-Undang RI Nomor 50 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama. [Online]. Tersedia: http://www.dpr.go.id. Html [12 September 2013]. _________. 2010. Otonomi Daerah 1945 – 2010; Proses dan Realita. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. _________. 2011. Undang-Undang RI Nomor 2 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik. [Online]. Tersedia: http://www.dpr.go.id. Html [12 September 2013]. _________.2012 . Bahan Tayangan Materi Sosialisasi Undang-Undang dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Jakarta: Sekretariat Jenderal MPR RI. _________.2012. Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara. Jakarta: Sekretariat Jenderal MPR RI. __________. 2008. Membangun Budaya Sadar Berkonstitusi. [Online]. Tersedia: http://www.jimly.com. Html [27 September 2013]. __________. 2008. Buku Putih Pertahanan Tahun 2008. Jakarta: Departemen Pertahanan RI. Glosarium indikator merupakan perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran. jurnal merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan siswa yang berkaitan dengan sikap dan perilaku. kegiatan pembelajaran a. Pendahuluan Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian siswa untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. a. Inti Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fi sik serta psikologis siswa. Kegiatan ini dilakukan melalui Pembelajaran saintifi k (mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, Mengasosiasi dan mengkomunikasikan) b. Penutup Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan, penilaian dan refl eksi, umpan balik, dan tindak lanjut. kompetensi adalah kemampuan bersikap, berpikir, dan bertindak secara konsisten sebagai perwujudan dari pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dimiliki siswa. kompetensi dasar merupakan kemampuan spesifi k yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang terkait muatan atau mata pelajaran. kompetensi inti merupakan gambaran secara kategorial mengenai kompetensi dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang harus dipelajari siswa untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan mata pelajaran. materi pembelajaran memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi. media belajar berupa alat bantu proses pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran mengetahui pencapaian tingkat kompetensi merupakan kegiatan pengukuran yang dilakukan oleh pemerintah. metode pembelajaran merupakan cara yang dilakukan guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa mencapai kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan. observasi merupakan teknik penilaian yang dilakukan secara berkesinambungan dengan menggunakan indera, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan pedoman observasi yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar siswa. penilaian otentik adalah proses pengumpulan informasi oleg guru tentang perkembangan dan pencapaian pembelajaran yang dilakukan oleh siswa melalui berbagai teknik yang mampu mengungkapkan, membuktikan atu menunjukkan secara tepat bahwa tujuan pembelajaran telah benar-benar dikuasai dan dicapai. penilaian antarsiswa merupakan teknik penilaian dengan cara meminta siswa untuk saling menilai terkait dengan pencapaian kompetensi sikap tertentu penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta siswa untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks pencapaian kompetensi sikap penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan siswa dalam satu periode tertentu. Informasi tersebut dapat berupa karya siswa dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik oleh siswa. penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. penilaian unjuk kerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan siswa dalam melakukan sesuatu. siswa adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu. rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana pembelajaran yang dikembangkan secara rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu yang mengacu pada silabus. sikap spiritual adalah sikap yang terkait dengan pembentukan siswa yang beriman dan bertakwa. sikap sosial adalah sikap yang terkait dengan pembentukan siswa yang berakhlak mulia, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab. standar isi merupakan kriteria mengenai ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi siswa untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. standar kompetensi lulusan adalah kriteria mengenai kualifi kasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. standar penilaian pembelajaran adalah kriteria mengenai mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar siswa. standar proses adalah kriteria mengenai pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan sumber belajar dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan. tes praktik adalah penilaian yang menuntut respons berupa keterampilan melakukan suatu aktivitas atau perilaku sesuai dengan tuntutan kompetensi. tingkat kompetensi merupakan kriteria capaian kompetensi yang bersifat generik yang harus dipenuhi oleh siswa pada setiap tingkat kelas dalam rangka pencapaian standar kompetensi lulusan. tujuan pembelajaran merupakan tujuan yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. ulangan merupakan proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk memantau kemajuan dan perbaikan hasil belajar siswa. ulangan akhir semester merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut. ulangan harian merupakan kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk menilai kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih. ulangan tengah semester merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa setelah melaksanakan 8– 9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan tengah semester meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 adalah hukum dasar tertulis (basic law), konstitusi pemerintahan negara Republik Indonesia saat ini. Ujian Mutu Tingkat Kompetensi (UMTK) merupakan kegiatan pengukuran yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengetahui pencapaian tingkat kompetensi. Ujian Nasional (UN) merupakan kegiatan pengukuran kompetensi tertentu yang dicapai siswa dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan, yang dilaksanakan secara nasional. ujian Sekolah/Madrasah merupakan kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi di luar kompetensi yang diujikan pada UN, dilakukan oleh satuan pendidikan. Indeks A akuntabel 2, 27, 171 analisis ix, 5, 11, 13, 15, 21, 24, 41-42, 46-47, 50-51, 5455, 58, 61-62, 64, 66-67, 69-70, 83-84, 96-97, 100, 109, 117-118, 121-122, 139-140, 142-143, 145146, 149-150, 152, 154155 , 171 autentik 171 B Bhinneka Tunggal Ika iii, 4, 6-9, 22, 113, 115, 118, 123, 127, 131, 171 C civic responsibility 171 civic commitment 171 civic competence 8, 171 civic confi dances 171 civic engagement 171 civic knowledge 8, 171 civic literasi 171 civic skill 171 D damai 4, 17, 20, 23, 44, 78, 112, 134, 171 direct teaching 171 discovery learning 16, 171 disiplin 4, 15, 35, 39, 44, 75, 78, 97, 110, 112, 131, 134, 160, 171, 174 E edukatif 171 F faktual 171 fi losofi s 6 , 171 fungsional 171 H harmonisasi 171 hukum 73, 79-81, 83, 87, 96, 171 , v I identifi kasi 5, 25, 34, 38, 50, 54, 68, 82, 96, 99, 114-120, 123- 124, 127, 138, 141, 144- 145 , 148, 152, 171 iii, vi, 1, ii, vii, v, 2-16, 20-26, 28-41, 44-58, 6075, 78-84, 86-88, 90-91, 93-102, 104-106, 108110, 113-114, 116-131, 134-160, x, 161-162, 164-180, 182-184, 186- 187 , 189 indikator pencapaian kompetensi 41 , 45, 79, 113, 135, 171 indirect teaching 171 instrumen penilaian 31, 169, 171, 175-176 interaksi vi, 11, 41, 75-76, 110, 131-132, 160 , 171, v J jurnal 171 K kejujuran 143 , 171 keterampilan iii, vii, 2-3, 6-8, 1011, 25, 27, 33, 37-38, 40, 50, 52, 54, 56, 58, 60-61, 66, 69, 75-76, 84, 92, 95, 97, 100, 109-110, 118, 122, 127, 130-132, 140, 143, 146, 150, 154, 160, ix, 167, 169, 171-172, 185 kompetensi inti kompetensi dasar 171 kompetensi inti vi, 7, 41, 44, 78, 112, 134, 171, v kurikulum v, ii, 1-3, 5-6, 10-11, 16, 27, 39, 42, iii, viii, 163, 171, 187-188 M materi pembelajaran vi, 17, 85, 171, v mengamalkan 3-4, 35, 44, 78, 112, 134, 171 menghargai 3, 15, 45, 47, 50, 58, 62, 67, 70, 73, 171, 179 menghayati 3-4, 35, 44, 78, 112, 134, 171 mensyukuri 3, 135, 137, 140, 147, 150, 171 metode pembelajaran 10, 16, 168, 171, 187-188 model pembelajaran vii, 2, 7, 1617, 25, 34, 161, 171 N nilai-nilai iii, ix, 3-5, 8, 16, 21-25, 45-47, 51, 54-55, 58, 62, 67, 113, 115, 118, 123, 127, 129, 143, 171 nilai Pancasila 4-5, 8, 22, 25, 45-47, 51, 55, 58, 62, 67, 171 O observasi 13-14, 28-29, 35, 41, 49, 53, 57, 61, 66, 69, 84, 88, 91, 94, 97, 100, 117, 122, 126, 139, 142, 146, 149, 153 , 168, 171, 173 P pengayaan vi, 32-33, 38-41, 75, 109, 131 , 159, 172, v penilaian 28, 30, 33-34, 40, 53, 57, 61, 66, 69, 84, 88, 91, 117, 143, 161, 169, 171, 175 , 182 penilaian antarsiswa 171 penilaian diri 172 penilaian keterampilan 33, 50, 54, 58, 61, 66, 69, 75, 84, 92, 95, 97, 100, 109-110, 118, 122, 127, 130-131, 140, 143, 146, 150, 154, 160 , 172 penilaian otentik 8 , 172 penilaian pengetahuan 27, 31, 36, 50, 53, 57, 61, 66, 69, 75, 84, 91, 94, 97, 100, 106, 110, 118, 122, 126, 129, 131, 140, 143, 146, 150, 153, 156 , 160, 172 penilaian sikap 27-29, 34, 49, 53, 57, 61, 66, 69, 71, 75, 84, 88, 91, 94, 97, 100, 106, 110, 117, 122, 126, 129, 131, 139, 142, 146, 149, 153, 155, 160, 172- 174 portofolio 21, 26, 33-34, 37-38, 40, 76, 84, 92, 105, 109-110, 127, 132, 154, 160-161, 168 , 172, 187 problem based learning 172 project based learning 12, 172 proses pembelajaran vi, v, 2, 7-8, 10-11, 25-26, 28, 41-42, 46-47, 49, 51, 53, 55, 57, 59, 61-62, 64, 66-67, 69, 75, 81-82, 84, 86, 88-89, 91-92, 95, 98, 101, 105, 110, 114-115, 117, 119, 121-123, 126, 128, 131, 136-137, 139, 141-142, 144, 146-147, 149, 151, 153-154, 160, viii, 167- 170 , 172, 174 proyek kewarganegaraan ix, 42, 65, 68, 71, 77, 100-101, 104-105, 109, 111, 126128, 130, 133, 153-155, 172 R remedial 38-41, 75, 110, 131, 160, 172 , v responsif 4, 35, 44-45, 47, 50, 58, 62, 67, 70, 78, 112, 134, 172 , 181 S scientifi c approach 7 , 12, 172 sikap sosial 3, 7, 28-29, 34-35, 169, 172 sikap spiritual 3, 7, 28-30, 34-35, 169 , 172 sumber belajar 172 T tanggung jawab 8, 35, 44, 55, 112-115, 118, 123, 126127, 130, 134, 172, 179, 181 toleransi 10, 15, 34, 172, 174-176, 179 U uji kompetensi ix, 71-72, 75, 106, 110, 128-129, 131, 155, 160 , 172, 182 Undang-Undang Dasar 172 LAMPIRAN-LAMPIRAN Lampiran 1 Jurnal Perkembangan Sikap Kelas : ……..............……. Semester : ……..............……. Catatan : • Lembar observasi ini diisi oleh guru pada saat pelaksanaan pembelajaran. • Observasi terhadap siswa dilaksanakan selama 1 (satu) semester. • Untuk memudahkan penilaian sikap terkait dengan observasi, pada tahap awal guru dapat menetapkan bahwa seluruh siswa pada dasarnya memiliki sikap yang baik. Hanya siswa yang berkecenderungan ekstrim sangat/kurang (+/-) yang dapat menjadi fokus observasi guru dan di catat dalam jurnal. Lampiran 2 LEMBAR PENILAIAN SIKAP PENILAIAN DIRI Nama Siswa : ............................................. Kelas/Semester : XII ….. / I Indikator : 1. Memiliki motivasi selama proses pembelajaran dan menjelang ulangan harian. 2. Penguasaan materi yang akan diujikan. 3. Bekerja sama dalam menyelesaikan tugas kelompok. 4. Menunjukkan sikap disiplin dalam menyelesaikan tugas individu maupun kelompok. 5. Menunjukkan rasa percaya diri dalam mengemukakan gagasan, bertanya, atau menyajikan hasil diskusi. 6. Menunjukkan sikap toleransi terhadap perbedaan pendapat/cara dalam menyelesaikan masalah. Untuk pertanyaan 1 sampai dengan 6, tulis masing-masing huruf (A/B/ C/D) sesuai dengan pendapatmu jika : • A = Selalu • B = Sering • C = Jarang • D = Tidak pernah 1 Saya memiliki motivasi selama proses pembelajaran dan kesiapan menjelang Ulangan Harian. 2 Saya menguasai materi Bab/Sub-bab yang akan diujikan dalam ulangan harian nanti. 3 Saya bekerja sama dalam menyelesaikan tugas kelompok. 4 Saya menunjukkan sikap disiplin dalam menyelesaikan tugas individu maupun kelompok. 5 Saya menunjukkan rasa percaya diri dalam mengemukakan gagasan, bertanya, atau menyajikan hasil diskusi. 6 Saya menunjukkan sikap toleransi terhadap perbedaan pendapat/ cara dalam menyelesaikan masalah. a. = ( Jumlah Skor Perolehan ) 24 Pedoman Penskoran: Skor 4, jika A = Selalu, Skor 3, jika B = Sering, Skor 2 , jika C = Jarang, dan Skor 1, jika D = Tidak pernah Skor Perolehan = Lampiran 3 Contoh instrumen penilaian (lembar pengamatan) antarteman (peer assessment) menggunakan daftar cek (checklist)pada waktu kerja kelompok. Petunjuk 1. Amati perilaku 2 orang temanmu selama mengikuti kegiatan kelompok. 2. Isilah kolom yang tersedia dengan tanda cek (√) jika temanmu menunjukkan perilaku yang sesuai dengan pernyataan untuk indikator yang kamu amati atau tanda strip (-) jika temanmu tidak menunjukkan perilaku tersebut. 3. Serahkan hasil pengamatan kepada bapak/ibu Guru. Nama Teman : 1. …………. 2. …………. Nama : Penilai …………………………………. Kelas/ : Semester …………………………………. 3. 4. 5. 6. Teman saya menerima kekurangan orang lain Teman saya memaafkan kesalahan orang lain Teman saya menerima kesepakatan meskipun berbeda dengan pendapatnya Teman saya menjawab pertanyaan yang diajukan teman lain Catatan : Pernyataan-pernyataan untuk indikator yang diamati pada format di atas merupakan contoh pernyataan tersebut bersifat positif. Pendidik dapat berkreasi membuat sendiri pernyataan atau pertanyaan dengan memperhatikan kriteria instrumen penilaian antarteman. Lampiran 4 LEMBAR PENILAIAN DISKUSI Petunjuk Lembar ini diisi oleh guru pada saat diskusi kelompok. Lembar ini mencatat keefektifan peserta diskusi dalam 4 (empat) kode nilai akhir, yaitu: A (Sangat Baik), B (Baik), C (Cukup), dan K (Kurang). Pada kolom Aspek Penilaian yang terdiri dari sikap, pendapat dan bahasa, tuliskan skor angka 0 - 100 Pada kolom Penilaian, tuliskan Rata-Rata Skor Angka dan konversi Kode Nilainya. No. Nama Siswa Aspek Penilaian Penilaian Sikap Pendapat Bahasa Rata- Rata Skor Angka Kode Nilai Keterangan: 1. Sikap : kesopanan, kerja sama, semangat, toleransi meluruskan penyimpangan, dan menunjukkan sikap terpuji. 2. Pendapat : rasional, teliti, jelas, relevan, sistematis dan keaktifan pendapat. 3. Bahasa : jelas, teliti, tepat, menarik dan wajar. Siswa memperoleh nilai : Interval Nilai Kualitatif 81 – 100 A (Sangat Baik) 70 – 80 B (Baik) 50 – 69 C (Cukup) < 60 K (Kurang) Lampiran 5 LEMBAR KINERJA PRESENTASI Materi : ................................................ Kelompok : ............................................... No Nama Siswa Kinerja Presentasi Jml Skor Nilai Kreativitas Kebenaran Substansi Penyajian Materi Visual/ Grafi s 1. 2. 3. 4. ... Keterangan pengisian skor Interval Nilai Kualitatif 81 – 100 A (Sangat Baik) 61 – 80 B (Baik) 50 – 60 C (Cukup) < 60 K (Kurang) Keterangan: NO. INDIKATOR URAIAN 1. Kreativitas Baru, unik, tidak asal berbeda 2. Kebenaran substansi materi § Sesuai dengan konsep dan teori yang benar dari sisi keilmuan § Tidak ada bagian yang salah/keliru § Tidak ada kesalahan penempatan gambar, suara dan teks 3. Penyajian Materi § Runtut sesuai dengan struktur keilmuan § Mengikuti alur logika yang jelas (sistematis) § Bervariasi 4. Grafi s § Tampilan layar (warna, tata letak (layout) § Ilustrasi Lampiran 6 FORMAT PENILAIAN PRAKTIK KEWARGANEGRAAN Petunjuk Lembar ini diisi oleh guru atau teman selama proses penyusunan laporan oleh kelompok. Lembaran ini mencatat perilaku siswa secara perorangan. Pada kolom Aspek Penilaian yang terdiri dari sikap, pendapat dan bahasa, tuliskan skor angka 0 – 100 Pada kolom Penilaian, tuliskan Rata-Rata Skor Angka dan konversi Kode Nilainya. Kelas :........................... Kelompok :............................ Topik :........................... No. Nama Siswa Aspek Penilaian Penilaian Partisipasi Sikap Kerja sama Ratarata Skor Angka Kode Nilai 1. 2. 3. 4. Keterangan: 1. Partisipasi: persiapan, keaktifan kerja dan tanggung jawab melaksanakan tugas 2. Sikap: menghargai pendapat orang lain, toleransi, dan antusiasme dalam mengerjakan tugas bersama anggota tim lainnya 3. Kerja sama: koordinasi dengan teman, kesediaan untuk menolong orang lain dan tidak hanya terpaku pada tugas yang menjadi tanggung jawabnya Keterangan pengisian skor Interval Nilai Kualitatif 81 – 100 A (Sangat Baik) 61 – 80 B (Baik) 50 – 60 C (Cukup) < 60 K (Kurang) Lampiran 7 LEMBAR PENILAIAN LAPORAN PRAKTIK BELAJAR KEWARGANEGARAAN Petunjuk: Lembar ini diisi oleh guru untuk menilai dokumen laporan hasil Praktik Belajar Kewarganegaraan. Pada akhirnya, siswa akan mendapatkan salah satu dari 4 (empat) kode nilai akhir berikut: A (Sangat Baik), B (Baik), C (Cukup), dan K (Kurang). Pada kolom Nilai, tuliskan skor angka 0 - 100 . Kemudian, tuliskan jumlah nilai pada kolom yang tersedia Nama : ............................ Kelompok : ............................ Topik : ............................ No Aspek Penilaian Nilai Catatan A Menjelaskan Masalah 1 . Kelengkapan 2 . Kejelasan 3 . Sumber 4 . Data Pendukung 5. Grafi s/Ilustrasi/Tabel 6 . Dokumentasi B Keaslian/bukan Flagiat C Sistematis dalam Laporan D Penulisan Bahasa E Tandan Tangan Orang Tua Jumlah Nilai Keterangan pengisian skor Interval Nilai Kualitatif 81 – 100 A (Sangat Baik) 61 – 80 B (Baik) 50 – 60 C (Cukup) < 60 K (Kurang) Lampiran 8 LEMBAR PENGAMATAN PRESENTASI HASIL PRAKTIK BELAJAR KEWARGANEGARAAN Petunjuk Lembar ini diisi oleh guru untuk menilai perilaku siswa dalam presentasi laporan Praktik Belajar Kewarganegaraan. Pada akhirnya, siswa akan mendapatkan salah satu dari 4 (empat) kode nilai akhir berikut: A (Sangat Baik), B (Baik), C (Cukup), dan K (Kurang). Pada kolom Nilai, tuliskan skor angka 0 - 100. Kemudian, tuliskan jumlah nilai pada kolom yang tersedia. Nilai Akhir didapat dengan rumus jumlah nilai yang diperoleh dibagi nilai maksimum X 4. Konversikan Nilai Akhir tersebut ke dalam Kode Nilai A, B, C atau K. Kelas :.............................. Kelompok :.............................. Topik :.............................. No Aspek Penilaian Nilai Catatan 1 Signifi kansi (kebermaknaan informasi) 2 Pemahaman terhadap materi 3 Kemampuan melakukan argumentasi (alasan usulan, mempertahankan pendapat) 4 Responsif (memberikan respon yang sesuai dengan permasalahan/ pertanyaan) 5 Kerja sama kelompok (berpartisipasi, memiliki tanggung jawab bersama) Jumlah Nilai Nilai Akhir Keterangan pengisian skor Interval Nilai Kualitatif 81 – 100 A (Sangat Baik) 61 – 80 B (Baik) 50 – 60 C (Cukup) < 60 K (Kurang) Lampiran 9 FORMAT PENILAIAN AKHIR Petunjuk Format ini merupakan rangkuman penilaian untuk semua kegiatan yang telah dilaksanakan oleh siswa. Jumlah Tugas/Diskusi yang dinilai tergantung pada penilaian yang dilakukan oleh guru. Jadi, pada akhir pembelajaran setiap bab, siswa akan mendapatkan Nilai Akhir beserta rincian dan catatan guru. Kemudian, siswa diminta menunjukkan format ini kepada orang tua untuk diberikan umpan balik dan paraf pada kolom yang tersedia. Lembar ini dapat disalin atau diadaptasi oleh guru. Kemudian, sekolah sebaiknya menfasilitasi untuk penggandaannya sesuai kebutuhan. Buku Guru Kelas XII SMA/MA/SMK/MAK https://matematohir.wordpress.com/ Tanda Tangan Orang Tua Nama Siswa : ................................ Kelas : ................................... Materi/Bab : ................................... Aspek Yang Dinilai Penilaian Skor Angka Nilai Kualitatif 1. Tugas Mandiri 2. Tugas Kelompok 3 . Uji Kompetensi 4. Penilaian Afektif/(spiritual dan sosial) 5. Praktik Belajar Kewarganegaraan Catatan perilaku siswa dalam menyelesaikan tugas/ diskusi dari awal sampai akhir Total Skor: Rata-rata/Nilai Akhir: Bidang Keahlian: - Riwayat pekerjaan/profesi dalam 10 tahun terakhir: 1. Wakil Kepala sekolah Tahun 2007 – 2013 dan 2016 2. Guru Mata Pelajaran PPKn Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar: 1. S2 : Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Program Pasca Sarjana Universitas Indraprasta PGRI Jakarta ( 2012 lulus 2015). 2. S1: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Jurusan PMP-Kn IKIP Jakarta (1990 – 1995). Judul Buku dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): 1. - Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): 1. Pengaruh Minat Belajar dan Persepsi Siswa Pada Kompetensi Profesional guru Terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (Survei pada SMA Negeri di Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur ) Nama Lengkap : YUSNAWAN LUBIS Telp Kantor/HP : (0265) 331359/0813 23251478 E-mail : yusnawan.lubis@gmail.com Akun Facebook : https://www.facebook.com/yusnawan.lubis Alamat Kantor : Jalan Mancogeh No.26 Kota Tasikmalaya Jawa Barat Bidang Keahlian: PPKn Riwayat pekerjaan/profesi dalam 10 tahun terakhir: 1. Guru Mata Pelajaran PPKn di SMKN 1 Tasikmalaya Tahun 2009 s.d sekarang 2. Tutor Mata Kuliah Pemeblajaran PKN di SD dan Materi/Pembelajaran PKn di SD pada Program Pendidikan Dasar Universitas Terbuka UPBJJ Bandung Tahun 2008 s.d sekarang 3. Dosen Mata Kuliah Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan di Puskom Amik Hass Tahun 2012 s.d sekarang Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar: 1. S2: Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) – Sekolah Pascasarjana – Universitas Pendidikan Indonesia (2007 – 2009) 2. S1: Jurusan Pendidikan Moral Pancasila dan Kewarganegaraan (PMPKn) – Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial – Universitas Pendidikan Indonesia (2002 – 2006) Judul Buku dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): 1. Memahami Pendidikan Kewarganegaraan Untuk SD/MI Kelas I diterbitkan oleh PT Arfi no Raya Tahun 2008 2. Memahami Pendidikan Kewarganegaraan Untuk SD/MI Kelas II diterbitkan oleh PT Arfi no Raya Tahun 2008 3. Memahami Pendidikan Kewarganegaraan Untuk SD/MI Kelas III diterbitkan oleh PT Arfi no Raya Tahun 2008 4. Memahami Pendidikan Kewarganegaraan Untuk SD/MI Kelas IV diterbitkan oleh PT Arfi no Raya Tahun 2008 5. Memahami Pendidikan Kewarganegaraan Untuk SD/MI Kelas V diterbitkan oleh PT Arfi no Raya Tahun 2008 6. Memahami Pendidikan Kewarganegaraan Untuk SD/MI Kelas VI diterbitkan oleh PT Arfi no Raya Tahun 2008 7. Pendidikan Kewarganegaraan untuk SMA/MA/SMK Kelas X diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Tahun 2010 8. Pendidikan Kewarganegaraan untuk SMA/MA/SMK Kelas XI diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Tahun 2010 9. Pendidikan Kewarganegaraan untuk SMA/MA/SMK Kelas XII diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Tahun 2010 10. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Tahun 2014 11. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Tahun 2015 12. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Tahun 2015 13. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Tahun 2016 14. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Tahun 2016 Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): 1. Pengaruh Pendidikan Kewarganegaraan terhadap Kesadaran Berkonstitusi Warga Negara Muda (Studi deskriptif analitis terhadap siswa SMA di Kota Tasikmalaya) Tahun 2009 2. Upaya Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMK Melalui Pembelajaran Berbasis Isu-isu kontoversial (Penelitian Tindakan Kelas Pada Siswa Kelas X Akuntansi 2, SMKN 1 Tasikmalaya) Tahun 2014 Profi l Penelaah Nama Lengkap : Dr. Nasiwan, M.Si. Telp. Kantor/HP : (0274) 586168 ext.247 / 081578007988 E-mail : nasiwan3@gmail.com Akun Facebook : Raden Nasiwan Alamat Kantor : Fakultas Ilmu Sosial UNY, Kampus Karangmalang, Yogyakarta Bidang Keahlian: Politik Riwayat pekerjaan/profesi dalam 10 tahun terakhir: 1. Dosen pada Fakultas Ilmu Sosial UNY 2002-2016 2. Reviewer Buku Ajar Puskurbuk 2005-2015 3. Penelaah Buku PKn SMP SMA Puskurbuk 2015 Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar: 1. S3: Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM (tahun masuk: 2007 – tahun lulus: 2014) 2. S2: Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM (tahun masuk: 1999 – tahun lulus: 2001) 3. S1: IKIP Negeri Yogyakarta (tahun masuk: 1990 – tahun lulus: 1994) Judul Buku yang Pernah Ditelaah (10 Tahun Terakhir): 1. Teori-Teori Politik / Penerbit: Onbak Yogyakarta 2012 2. Dasar-dasar Ilmu Politik / Penerbit: Onbak Yogyakarta 2013 3. Filsafat Ilmu Sosial / Penerbit: Fistrans Institute FIS UNY 2014 4. Indigenousasi Ilmu Sosial / Penerbit: Fistrans Institute FIS UNY 2012 5. Seri Teori Sosial Indonesia / Penerbit: UNY Press 2016 Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): 1. Model Pengembangan Ilmu Sosial Profetik 2014-2015 2. 2 . Dilema Transformasi Partai Keadilan Sejahtera 2015 3. 3. Pengaruh Diskursus Ilmu Sosial pada Dinamika Keilmuan Sosial di FIS UNY2013-2014 Nama Lengkap : Dr. Dadang Sundawa, M.Pd Telp. Kantor/HP : 022 2013163 / 08122171079 E-mail : d_sundawa@yahoo.com Akun Facebook : sundawadadang@yahoo.com Alamat Kantor : Jl. DR. Setiabudhi 229 Bandung Bidang Keahlian: Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Riwayat pekerjaan/profesi dalam 10 tahun terakhir: 1. PNS ( Dosen UPI di Bandung ), dari tahun 1988 sampai sekarang 2. Pengembang Kurikulum di Direktorat PSMP, dari tahun 2001 sampai sekarang 3. Pengembang Panduan Tendik Berprestasi di Direktorat Tendik, dari tahun 2015 sampai sekarang Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar: 1. S3; Prodi PKn di SPS UPI Bandung, tahun masuk 2008 dan lulus tahun 2011 2. S2; Prodi IPS Pendidikan Dasar IKIP Bandung tahun masuk 1995 dan tahun lulus 1997 3. S1; Prodi PKn-Hukum IKIP Bandung, tahun masuk 1981 dan lulus tahun 1986 Judul Buku yang Pernah Ditelaah (10 Tahun Terakhir): 1. Buku IPS SD tahun 2006 2. PPKn SD tahun 2006 3. PPKn SMP 4. PPKn SMA 5. PKn SMP Kurikulum 2013 6. PKn SMA Kurikulum 2013 7. Materi dan Pembelajaran PKn 8. Konsep Dasar PKn 9. PPKn SMP Kurikulum 2013 10. PPKn SMA Kurikulum 2013 Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): 1. Dampak Sertifi kasi Guru Melalui Jalur Penilaian Portofolio Terhadap Pengembangan Kompetensi Kewarganegaraan Guru Pkn Di Kota Bandung, 2009 2. Penyuluhan Hukum Dan Ham Untuk Perlindungan Hak-Hak Perempuan Dalam Rumah Tangga Di Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, 2009 3. Membangun Kelas Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Laboratorium Pendidikan Demokrasi, 2010 4. Pengembangan Model Penyuluhan AIDDA (Awareness, Interest, Desire, Decision, dan Action) Untuk Mengatasi Kekerasan Anak di Kecamatan Rongga Kabupaten Bandung, tahun 2013 5. Metode Pembelajaran Klik Berbasis Mind Map dalam Memanfaatkan Cara Kerja Otak Sebagai Mesin Asosiasi Untuk Mengatasi Kesulitan Belajar Mahasiswa Pada Mata Kuliah Pengantar Ilmu Hukum, tahun 2013 6. Pengembangan Model Penyuluhan AIDDA (Awareness, Interest, Desire, Decision, dan Action) Untuk Mengatasi Perilaku Menyimpang dalam Membuang Sampah Pada Kalangan Siswa di Bandung, tahun 2014 7. Metode Pembelajaran Klik Berbasis Mind Map dalam Memanfaatkan Cara Kerja Otak Sebagai Mesin Asosiasi Untuk Mengatasi Kesulitan Belajar Mahasiswa Pada Mata Kuliah Hukum Pidana, 2014 8. Persepsi Dan Pemahaman Guru Peserta Plpg Ips Terhadap Penerapan Pendekatan Saintifi k Pada Kurikulum 2013, 2014 9. Pendidikan Pembangunan Berkelanjutan Melalui Green Constitution Dalam Meningkatkan Kesadaran Berkonstitusi Mahasiswa, 2015  Profi l Editor Nama Lengkap : Muhamad Taupan, S.Pd Telp. Kantor/HP : (022) 5403533/082316440896 E-mail : muhamadtaupan03@gmail.com Akun Facebook : https://www.facebook.com/muhamad.taupan Alamat Kantor : Jl. Permai 28 Nomor 100 Bandung 40218 Bidang Keahlian: geografi , sosiologi, dan PPKn Riwayat pekerjaan/profesi dalam 10 tahun terakhir: 1. 2007 – sekarang: Editor IPS di CV Yrama Widya 2. 2005 – 2007: Guru IPS Terpadu di SMP Pasundan 5 Bandung 3. Dst. Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar: 1. S1: Ilmu Pemerintahan UT Bandung (2016-sekarang) 2. S1: Pendidikan Geografi UPI Bandung (2001-2007) Judul Buku yang Pernah Ditelaah (10 Tahun Terakhir): 1. Buku siswa PPKn untuk SMP/Mts. Kelas VII, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan 2. Buku guru PPKn untuk SMP/Mts. Kelas VII, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan 3. Buku siswa PPKn untuk SMA/MA Kelas XI, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan 4. Buku guru PPKn untuk SMA/MA. Kelas XI, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan 5. Buku siswa PPKn untuk SMA/MA Kelas XII, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan 6. Buku guru PPKn untuk SMA/MA. Kelas XII, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan 7. Dst. Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): 1. -

COMMENTS

ad300
Name

'Kelas 1,24,'Kelas 10,24,'Kelas 11,10,'Kelas 12,20,'Kelas 2,12,'Kelas 3,36,'Kelas 4,22,'Kelas 5,27,'Kelas 6,22,'Kelas 7,9,'Kelas 8,20,'Kelas 9,19,Buku Agama Guru 1,4,Buku Agama Guru 10,5,Buku Agama Guru 12,4,Buku Agama Guru 3,5,Buku Agama Guru 5,4,Buku Agama Guru 6,5,Buku Agama Guru 7,4,Buku Agama Guru 8,3,Buku Agama Guru 9,5,Buku Agama Siswa 1,4,Buku Agama Siswa 10,5,Buku Agama Siswa 12,4,Buku Agama Siswa 3,5,Buku Agama Siswa 4,5,Buku Agama Siswa 5,5,Buku Agama Siswa 6,5,Buku Agama Siswa 7,5,Buku Agama Siswa 8,4,Buku Agama Siswa 9,4,Buku Guru 1,8,Buku Guru 10,3,Buku Guru 12,6,Buku Guru 2,8,Buku Guru 3,14,Buku Guru 4,8,Buku Guru 5,9,Buku Guru 6,6,Buku Guru 8,1,Buku Guru 9,9,Buku Guru Agama 11,5,Buku Siswa 1,7,Buku Siswa 10,11,Buku Siswa 12,6,Buku Siswa 2,4,Buku Siswa 3,12,Buku Siswa 4,10,Buku Siswa 5,9,Buku Siswa 6,6,Buku Siswa 8,12,Buku Siswa 9,1,Buku Siswa Agama 11,5,SMK 10,1,SMK 11,11,
ltr
item
File Buku BSD/BSE Kurikulum 2013: PPKn Buku Guru Kelas 12-XII Kurikulum 2013 Revisi 2018
PPKn Buku Guru Kelas 12-XII Kurikulum 2013 Revisi 2018
https://2.bp.blogspot.com/-Ys8oIPy5k4s/Wwg3xqk0JtI/AAAAAAAAM5I/Bx9hSJ5EyfoiYReYuGyQHr2PVa_InHorwCLcBGAs/s320/PPKn-Buku-Guru-Kelas-12-XII-Kurikulum-2013-Revisi-2018.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-Ys8oIPy5k4s/Wwg3xqk0JtI/AAAAAAAAM5I/Bx9hSJ5EyfoiYReYuGyQHr2PVa_InHorwCLcBGAs/s72-c/PPKn-Buku-Guru-Kelas-12-XII-Kurikulum-2013-Revisi-2018.jpg
File Buku BSD/BSE Kurikulum 2013
https://www.filebuku.com/2018/05/ppkn-buku-guru-kelas-12-xii-kurikulum.html
https://www.filebuku.com/
https://www.filebuku.com/
https://www.filebuku.com/2018/05/ppkn-buku-guru-kelas-12-xii-kurikulum.html
true
2466078301116664360
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy