Buku Guru Tema 1 Indahnya Kebersamaan Kelas 4 Kurikulum 2013 Revisi 2017

Kelas 4 Judul Buku Guru Tema 1 Indahnya Kebersamaan Kelas 4 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Tahun 2017 Keterangan Katalog Dalam...

Buku Guru Tema 1 Indahnya Kebersamaan Kelas 4 Kurikulum 2013 Revisi 2017
Kelas 4
Judul Buku Guru Tema 1 Indahnya Kebersamaan Kelas 4 Kurikulum 2013 Revisi 2017
Tahun 2017
Keterangan Katalog Dalam Terbitan (KDT)
Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Indahnya Kebersamaan : buku guru / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.-- Edisi
Revisi Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017.
viii, 232 hlm. : ilus. ; 29,7 cm. (Tema ; 1)
Tematik Terpadu Kurikulum 2013
Untuk SD/MI Kelas IV
ISBN 978-602-282-895-2
1. Tematik Terpadu -- Studi dan Pengajaran I. Judul
II. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
372.1
Penulis : Angi St. Anggari, Afriki, Dara Retno Wulan, Nuniek Puspitawati,
Lely Mifthachul Khasanah, dan Santi Hendriyeti.
Penelaah : Nur Wahyu Rochmadi, Lise Chamisijatin, Daru Wahyuni, Encep Supriatna,
Rini Solihat, H. Andoyo Sastromiharjo, Meilani Hartono, Eddy Budiono,
Mugiyo Hartono, dan Enok Maryani.
Penyelia Penerbitan : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
Cetakan Ke-1, 2013 (ISBN 978-602-282-002-4)
Cetakan Ke-2, 2014 (Edisi Revisi, ISBN 978-602-282-146-5)
Cetakan Ke-3, 2016 (Edisi Revisi,
Disusun dengan huruf Baar Metanoia, 12 pt.
Cetakan Ke-4, 2017 (Edisi Revisi)
ISBN 978-602-282-895-2)
Download Server 1 [ Mediafire ]
Server 2 [ GDrive ]

[next]Hak Cipta © 2017 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang-Undang Disklaimer: Buku ini merupakan buku guru yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi Kurikulum 2013. Buku guru ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan dipergunakan dalam tahap awal penerapan Kurikulum 2013. Buku ini merupakan “dokumen hidup” yang senantiasa diperbaiki, diperbarui, dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan yang dialamatkan kepada penulis dan laman http://buku.kemdikbud.go.id atau melalui email buku@kemdikbud.go.id diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku ini. Katalog Dalam Terbitan (KDT) Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Indahnya Kebersamaan : buku guru / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.-- Edisi Revisi Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017. viii, 232 hlm. : ilus. ; 29,7 cm. (Tema ; 1) Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Untuk SD/MI Kelas IV ISBN 978-602-282-895-2 1. Tematik Terpadu -- Studi dan Pengajaran I. Judul II. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 372.1 Penulis : Angi St. Anggari, Afriki, Dara Retno Wulan, Nuniek Puspitawati, Lely Mifthachul Khasanah, dan Santi Hendriyeti. Penelaah : Nur Wahyu Rochmadi, Lise Chamisijatin, Daru Wahyuni, Encep Supriatna, Rini Solihat, H. Andoyo Sastromiharjo, Meilani Hartono, Eddy Budiono, Mugiyo Hartono, dan Enok Maryani. Penyelia Penerbitan : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. Cetakan Ke-1, 2013 (ISBN 978-602-282-002-4) Cetakan Ke-2, 2014 (Edisi Revisi, ISBN 978-602-282-146-5) Cetakan Ke-3, 2016 (Edisi Revisi, Disusun dengan huruf Baar Metanoia, 12 pt. Cetakan Ke-4, 2017 (Edisi Revisi) ISBN 978-602-282-895-2)Tema 1: Indahnya Kebersamaan iii Kata Pengantar Kurikulum 2013 dirancang untuk mengembangkan kompetensi siswa dalam ranah pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara utuh. Proses pencapaiannya dilaksanakan dengan memadukan ketiga ranah tersebut melalui pendekatan pembelajaran tematik terpadu. Untuk mendukung ketercapaian tujuan kurikulum, maka diperlukan buku tematik berbasis aktivitas yang mendorong peserta didik untuk mencapai standar yang telah ditentukan. Buku tematik terpadu ini menjabarkan proses pembelajaran yang akan membantu siswa mencapai setiap kompetensi yang diharapkan melalui pembelajaran aktif, kreatif, menantang, dan bermakna serta mendorong mereka untuk berpikir kritis berlandaskan kepada nilai-nilai luhur. Peran guru sangat penting untuk meningkatkan dan menyesuaikan daya serap siswa dengan ketersediaan kegiatan pada buku ini. Guru dapat mengembangkan dan memperkaya pengalaman belajar siswa dengan daya kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang relevan dan disesuaikan dengan potensi siswa di sekolah masing-masing. Buku ini adalah merupakan penyempurnaan dari edisi terdahulu. Buku ini bersifat terbuka dan terus dilakukan perbaikan dan penyempurnaan di masa mendatang. Untuk itu, kami mengundang para pembaca memberikan sumbang saran, kritikan, dan masukan yang membangun untuk perbaikan dan penyempurnaan pada edisi berikutnya. Kami mengucapkan terima kasih atas kontribusi dari semua pihak dalam penyempurnaan buku ini. Semoga kita dapat memberikan yang terbaik bagi kemajuan dunia pendidikan dalam rangka mempersiapkan generasi Indonesia yang lebih berkualitas. Jakarta, Maret 2016 Tim Penulisiv Buku Guru SD/MI Kelas IV Tentang Buku Guru Buku ini disusun agar guru mendapat gambaran yang jelas dan rinci dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Adapun buku ini berisi sebagai berikut. 1. Jaringan tema yang memberi gambaran kepada guru tentang suatu tema yang melingkupi beberapa kompetensi dasar (KD) dan indikator dari berbagai mata pelajaran. 2. Kegiatan pembelajaran tematik terpadu untuk menggambarkan kegiatan pembelajaran yang menyatu dan mengalir. 3. Pengalaman belajar yang bermakna untuk membangun sikap dan perilaku positif, penguasaan konsep, keterampilan berpikir saintifik, berpikir tingkat tinggi, kemampuan menyelesaikan masalah, inkuiri, kreativitas, dan pribadi reflektif. 4. Berbagai teknik penilaian peserta didik. 5. Informasi yang menjadi acuan kegiatan remedial dan pengayaan. 6. Kegiatan interaksi guru dan orang tua yang memberikan kesempatan kepada orang tua untuk ikut berpartisipasi aktif melalui kegiatan belajar peserta didik di rumah. 7. Petunjuk penggunaan buku peserta didik. Kegiatan pembelajaran di buku ini didesain untuk mengembangkan kompetensi (sikap, pengetahuan, dan keterampilan) peserta didik melalui aktivitas yang bervariasi sebagai berikut. 1. Membuka pelajaran yang menarik perhatian peserta didik seperti membacakan cerita, bertanya jawab, bernyanyi, permainan, demonstrasi, memberikan masalah, dan sebagainya. 2. Menginformasikan tujuan pembelajaran sehingga peserta didik dapat mengorganisasi informasi yang disampaikan (apa yang dilihat, didengar, dirasakan, dan dikerjakan). 3. Memantik pengetahuan peserta didik yang diperoleh sebelumnya agar peserta didik bisa mengaitkan pengetahuan terdahulu dan yang akan dipelajari. 4. Pemberian tugas yang bertahap guna membantu peserta didik memahami konsep. 5. Penugasan yang membutuhkan keterampilan tingkat tinggi. 6. Pemberian kesempatan untuk melatih keterampilan atau konsep yang telah dipelajari. 7. Pemberian umpan balik yang akan menguatkan pemahaman peserta didik. Ketika pembelajaran Matematika dan PJOK dalam buku tematik terpadu kelas IV SD terkait dengan mata pelajaran lainnya (tanda biru) maka guru tetap menggunakan buku ini. Namun, ketika Matematika dan PJOK tidak terkait dengan mata pelajaran lainnya (tanda merah) guru menggunakan buku Matematika dan PJOK yang telah ditetapkan kelayakan penggunaannya di sekolah berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.Tema 1: Indahnya Kebersamaan v Bagaimana Menggunakan Buku Guru Buku Panduan Guru memiliki dua fungsi, yaitu sebagai petunjuk penggunaan buku peserta didik dan sebagai acuan kegiatan pembelajaran di kelas. Mengingat pentingnya buku ini, disarankan memperhatikan hal-hal sebagai berikut. 1. Bacalah halaman demi halaman dengan teliti. 2. Pahamilah setiap Kompetensi Dasar dan Indikator yang dikaitkan dengan tema. 3. Upayakan untuk mencakup Kompetensi Inti KI-1 dan KI-2 dalam semua kegiatan pembelajaran. Guru diharapkan melakukan penguatan untuk mendukung pembentukan sikap, pengetahuan, dan perilaku positif. 4. Dukunglah ketercapaian Kompetensi Inti KI-I dan KI-2 dengan kegiatan pembiasaan, keteladanan, dan budaya sekolah. 5. Cocokkanlah setiap langkah kegiatan yang berhubungan dengan buku peserta didik sesuai dengan halaman yang dimaksud. 6. Kembangkan ide-ide kreatif dalam memilih metode pembelajaran. Temukan juga kegiatan alternatif apabila kondisi yang terjadi kurang sesuai dengan perencanaan (misalnya, peserta didik tidak bisa mengamati tanaman di luar kelas pada saat hujan). 7. Beragam strategi pembelajaran yang akan dikembangkan (misalnya peserta didik bermain peran, mengamati, bertanya, bercerita, bernyanyi, dan menggambar), selain melibatkan peserta didik secara langsung, diharapkan melibatkan warga sekolah dan lingkungan sekolah. 8. Guru diharapkan mengembangkan: a. metode pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM), b. keterampilan bertanya yang berorientasi pada kemampuan berpikir tingkat tinggi, c. keterampilan membuka dan menutup pembelajaran, dan d. keterampilan mengelola kelas dan pajangan kelas. 9. Gunakanlah media atau sumber belajar alternatif yang tersedia di lingkungan sekolah. 10. Pada semester I terdapat 5 tema. Setiap tema terdiri atas 3 subtema. Masing-masing subtema diuraikan menjadi 6 pembelajaran. Setiap pembelajaran diharapkan selesai dalam 1 hari. 11. Tiga subtema yang ada direncanakan selesai dalam jangka waktu 3 minggu. 12. Aktivitas minggu ke-4 adalah kegiatan Aku Cinta Membaca. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan membaca siswa dan menanamkan rasa cinta membaca.vi Buku Guru SD/MI Kelas IV 13. Perkiraan alokasi waktu dapat merujuk pada struktur kurikulum. Meskipun demikian, alokasi waktu menurut mata pelajaran hanyalah petunjuk umum. Guru diharapkan menentukan sendiri alokasi waktu berdasarkan situasi dan kondisi di sekolah dan pendekatan tematik-terpadu. 14. Buku peserta didik dilengkapi dengan bahan-bahan latihan yang sejalan dengan pencapaian kompetensi. 15. Hasil karya peserta didik dan bukti penilaiannya dapat dimasukkan ke dalam portofolio peserta didik. 16. Sebagai upaya perbaikan diri, buatlah catatan refleksi setelah satu subtema selesai. Misalnya faktor-faktor yang menyebabkan pembelajaran berlangsung dengan baik, kendala-kendala yang dihadapi, dan ide-ide kreatif untuk pengembangan lebih lanjut. 17. Libatkan semua peserta didik tanpa kecuali dan yakini bahwa setiap peserta didik cerdas dalam keunikan masing-masing. Dengan demikian, pemahaman tentang kecerdasan majemuk, gaya belajar peserta didik serta beragam faktor penyebab efektivitas dan kesulitan belajar peserta didik, sangat dibutuhkan. 18. Demi pencapaian tujuan pembelajaran, diperlukan komitmen guru untuk mendidik sepenuh hati (antusias, kreatif, penuh cinta, dan kesabaran). Kerja Sama dengan Orang Tua Secara khusus, di setiap awal sub tema Buku Peserta didik terdapat lembar untuk orang tua yang berjudul ‘Kerjasama dengan Orang tua’. Halaman ini berisi materi yang akan dipelajari, aktivitas belajar yang dilakukan anak bersama orangtua di rumah, serta saran agar anak dan orang tua bisa belajar dari lingkungan. Orang tua diharapkan berdiskusi dan terlibat dengan aktivitas belajar anak. Saran-saran untuk kegiatan bersama antara peserta didik dan orang tua dicantumkan juga pada akhir setiap pembelajaran. Guru diharapkan membangun komunikasi dengan orang tua sehubungan dengan kegiatan pembelajaran yang akan melibatkan orang tua dan peserta didik di rumah.Tema 1: Indahnya Kebersamaan vii Kompetensi Inti Kelas VI 1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya. 2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangga. 3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, serta benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah. 4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia. “Buku memberi peluang untuk belajar dari ribuan guru terbaik di dunia.”viii Buku Guru SD/MI Kelas IV Daftar Isi Kata Pengantar iii Tentang Buku Panduan Guru iv Bagaimana Menggunakan Buku Panduan Guru v Standar Kompetensi Lulusan dan Kompetensi Inti Kelas VI vii Daftar Isi viii Tema 1 Indahnya Kebersamaan Subtema 1 Keberagaman Budaya Bangsaku 1 Subtema 2 Kebersamaan dalam Keberagaman 79 Subtema 3 Bersyukur atas Keberagaman 145 Proyek Kelas 205 Sumber Bacaan 222 Profil Penulis 223 Profil Penelaah 226 Profil Editor 231 Profil Ilustrator 232Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 1 Pemetaan Kompetensi Dasar Subtema 1 Keberagaman Budaya Bangsaku IPA 3.6 Menerapkan sifat-sifat bunyi dan keterkaitannya dengan indera pendengaran. 4.6 Menyajikan laporan hasil percobaan tentang sifatsifat bunyi. Bahasa Indonesia 3.1 Mencermati gagasan pokok dan gagasan pendukung yang diperoleh dari teks lisan, tulis, atau visual. 4.1 Menata informasi yang didapat dari teks berdasarkan keterhubungan antargagasan ke dalam kerangka tulisan. PJOK 3.1 Memahami variasi gerak dasar lokomotor, nonlokomotor, dan manipulatif sesuai dengan konsep tubuh, ruang, usaha, dan keterhubungan dalam permainan bola besar sederhana dan atau tradisional*. 4.1 Mempraktikkan prosedur variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif sesuai dengan konsep tubuh, ruang, usaha, dan keterhubungan dalam permainan bola besar sederhana dan atau tradisional. Matematika 3.8 Menganalisis sifat-sifat segibanyak beraturan dan segibanyak tidak beraturan. 4.8 Mengidentifikasi segibanyak beraturan dan segibanyak tidak beraturan. PPKn 1.4 Mensyukuri berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa. 2.4 Menampilkan sikap kerja sama dalam berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. 3.4 Mengidentifikasi berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. 4.4 Menyajikan berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. Subtema 1 SBdP 3.3 Memahami dasar-dasar gerak tari daerah. 4.3 Meragakan dasar-dasar gerak tari daerah. IPS 3.2 Mengidentifikasi keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang. 4.2 Menyajikan hasil identifikasi mengenai keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang. • Pembelajaran Matematika dan PJOK masing-masing dilaksanakan sebagai mata pelajaran tersendiri dan menggunakan buku yang terpisah dari buku ini. • Materi-materi terkait dengan Matematika dan PJOK dalam buku ini dapat digunakan sebagai penguatan dalam penguasaan Matematika dan PJOK. • Pembelajaran Matematika dan PJOK sebagai mata pelajaran tersendiri tidak menambah total alokasi waktu.2 Buku Guru SD/MI Kelas IV KEGIATAN PEMBELAJARAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN • Menemukan gagasan pokok dan pendukung dari teks tulis. • Mengidentifikasi keberagaman yang ada di sekitar. • Melakukan percobaan cara menghasilkan bunyi. Sikap: • Peduli, santun. Pengetahuan: • Gagasan pokok dan pendukung. • Keberagaman sosial dan budya. • Sifat-sifat bunyi. Keterampilan: • Mencari informasi, mengomunikasikan hasil, analisis, dan menyimpulkan. • Menemukan ciri-ciri dari segi banyak. • Menari tarian daerah (Bungong Jeumpa). • Mengidentifikasi keberagaman yang ada di sekitar. Sikap: • Peduli, santun. Keterampilan: • Olah tubuh, mengklasifikasikan, mengkomunikasikan hasil. Pengetahuan: • Segi banyak. • Gerakan dasar tarian. • Keberagaman. • Menemukan pola yang terbentuk dari data masuk dan data keluar. • Mencari informasi keanekaragaman sumber daya unggulan daerah. • Menjelaskan pengaruh perbedaan waktu. Sikap: • Peduli, santun. Keterampilan: • Jalan, lari, lompat, analisi dan menyimpulkan, mencari informasi. Pengetahuan: • Gerak dasar lokomotor, nonlokomotor • Sifat-sifat bunyi merambat. • Gagasan pokok dan pendukung. • Membedakan segi banyak beraturan dan tidak beraturan. • Menemukan gagasan pokok dan pendukung dari teks. • Mendemostrasikan pentingnya persatuan dan kesatuan. Sikap: • Peduli, santun. Keterampilan: • mengklasifikasikan, mencari informasi, mengomunikasikan hasil. Pengetahuan: • Segi banyak beraturan dan tak beraturan. • Gagasan pokok dan pendukung. • Persatuan dan kesatuan. • Membedakan segi banyakberaturan dan tidak beraturan. • Menari tarian daerah (Bungong Jeumpa). • Menyajikan keberagaman yang terdapat di sekitar. Sikap: • Santun. Keterampilan: • mengklasifikasikan, mencari informasi, mengomunikasikan hasil. Pengetahuan: • Mengklasifikasikan, mengomunikasikan hasil, olah tubuh. • Menemukan gagasan pokok dan gagasan pendukung dari teks. • Menyajikan keberagaman yang terdapat di wilayah sekitar. • Mempraktikkan prosedur gerak dasar jalan, lari, lompat dalam permainan bentengbentengan dan gobak sodor. Sikap: • Santun. Keterampilan: • Mencari informasi, mengomunikasikan hasil, lokomotor. Pengetahuan: • Gagasan pokok dan gagasan pendukung. • Persatuan dan Kesatuan. • Gerak dasar lokomotor. Subtema 1 Keberagaman Budaya BangsakuSubtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 3 Pemetaan Kompetensi Dasar dalam Pembelajaran Pembelajaran 1 1 IPA 3.6 Menerapkan sifat-sifat bunyi dan keterkaitannya dengan indera pendengaran. 4.6 Menyajikan laporan hasil percobaan tentang sifatsifat bunyi. Bahasa Indonesia 3.1 Mencermati gagasan pokok dan gagasan pendukung yang diperoleh dari teks lisan, tulis, atau visual. 4.1 Menata informasi yang didapat dari teks berdasarkan keterhubungan antargagasan ke dalam kerangka tulisan. IPS 3.2 Mengidentifikasi keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang. 4.2 Menyajikan hasil identifikasi mengenai keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang.4 Buku Guru SD/MI Kelas IV Fokus Pembelajaran: Bahasa ndonesia, IPS, IPA Tujuan Pembelajaran 1. Setelah membaca teks tentang keragaman budaya, siswa mampu mengidentifikasi gagasan pokok dan gagasan pendukung di setiap paragraf dari teks tersebut dengan mandiri. 2. Setelah membaca teks tentang keragaman budaya, siswa mampu menyajikan gagasan pokok dan gagasan pendukung di setiap paragraf dari teks tersebut dalam bentuk peta pikiran dengan tepat. 3. Setelah wawancara sederhana, siswa mampu menyebutkan keragaman budaya, etnis, dan agama dari teman-teman di kelas sebagai identitas bangsa Indonesia dengan lengkap. 4. Setelah diskusi, siswa mampu mengomunikasikan keragaman budaya, etnis, dan agama teman di kelas sebagai identitas bangsa Indonesia secara lisan dan tulisan dengan sistematis. 5. Setelah eksplorasi, siswa mampu menjelaskan cara menghasilkan bunyi dari beragam benda di sekitar dengan lengkap. 6. Setelah eksplorasi dan diskusi, siswa mampu menyajikan laporan hasil pengamatan tentang cara menghasilkan bunyi dari beragam benda di sekitar dengan sistematis. Media, Alat Bantu, dan Sumber Belajar • Teman-teman di sekolah sebagai narasumber kegiatan wawancara. • Alat musik tradisional daerah masingmasing. • Beragam benda di kelas dan sekitarnya. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran • Sebelum memulai pembelajaran, guru menempelkan gambar seorang anak Bali yang memakai baju tradisional. Di belakang anak ada rumah tradisional Bali. 1 Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 1 Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku Tahukah kamu bahwa Indonesia terdiri atas banyak pulau, suku bangsa, tarian, rumah adat, serta agama? Ayo, kita cari tahu lebih jauh tentang keberagaman itu. Indonesia terdiri atas berbagai macam suku bangsa dan budaya, namun tetap dalam satu wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Keberagaman tersebut merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Kita wajib mensyukurinya. Berikut adalah bacaan tentang keberagaman budaya Indonesia. Bacalah teks berikut dalam hati! Pawai Budaya Pawai Budaya sangat menarik bagi warga Kampung Babakan. Pawai ini selalu menampilkan keragaman budaya Indonesia. Udin dan teman-teman tidak pernah bosan menanti rombongan pawai lewat. Tahun ini mereka datang ke alun-alun untuk melihat pawai tersebut. Kakek Udin pun terlihat sabar menanti. Terdengar suara gendang yang menandakan rombongan pawai semakin dekat. 1Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 5 • Guru mengajak siswa untuk mendiskusikan pakaian adat, rumah tradisional dan makanannya. • Guru menyampaikan kepada siswa bahwa hari ini mereka akan belajar banyak tentang budaya Indonesia. • Siswa diajak berdiskusi tentang Keragaman Budaya Indonesia. Guru mengajukan pertanyaan pembuka, - siapa di antara kalian yang berasal dari suku Sunda, Suku Jawa, Suku Minang, dan seterusnya. • Siswa secara berpasangan diminta untuk saling menginformasikan tentang asal suku mereka kepada teman di sebelahnya. Apabila mayoritas siswa berasal dari suku yang sama, siswa bisa menceritakan suku lainnya yang mereka ketahui 4 Buku Siswa SD/MI Kelas IV Bacalah paragraf kedua dan temukan gagasan pokok dan gagasan pendukungnya. Kamu bisa berdiskusi dengan teman kelompokmu. Sampaikan hasilnya di depan kelas. Perhatikan diagram berikut ini! Temukan gagasan pokok dan gagasan pendukung untuk paragraf 3, 4, dan 5. Paragraf 36 Buku Guru SD/MI Kelas IV Guru melakukan penilaian terhadap satu kelompok saat mereka berdiskusi. Saat menilai, guru menggunakan rubrik. Siswa yang belum dinilai pada kesempatan ini dapat dinilai saat mereka melakukan diskusi di kesempatan lain. • Hasil diskusi siswa dibahas secara klasikal dan disimpulkan bersama. Indonesia terdiri atas berbagai macam suku bangsa dan budaya, namun tetap dalam satu wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Keragaman tersebut merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Kita wajib mensyukurinya. • Siswa kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang terdiri dari 3-4 siswa dalam setiap kelompok. Siswa bisa diminta untuk menghitung 1 sampai 4 secara berurutan. Setiap siswa kemudian diminta untuk membentuk kelompok berdasarkan nomor urut yang sama. • Guru menyampaikan kepada siswa bahwa mereka akan mendapatkan beragam informasi tentang keragaman budaya Indonesia dari teks bacaan yang akan dipelajari. Siswa kemudian diajak untuk mengamati gambar keragaman budaya yang ada di buku dan membaca teksnya dalam hati. Saat siswa membaca teks, guru berkeliling kelas untuk memastikan seluruh siswa melakukan kegiatan yang dimaksud dengan tertib. • Siswa kemudian diminta untuk menuliskan nomor urut di sebelah kiri pada setiap paragraf. • Siswa dalam kelompok diminta berdiskusi untuk menjawab pertanyaan tentang isi dari paragraf satu. • Setiap kelompok kemudian diminta untuk membacakan hasil diskusi mereka di depan kelompok yang lain. Siswa dari kelompok lain diminta untuk memberikan masukan. Setiap siswa diminta mencatat masukan dan komentar sebagai bahan untuk perbaikan dari hasil diskusi mereka. Guru juga dapat memberikan masukan kepada setiap kelompok untuk mengarahkan siswa pada jawaban yang benar. • Setelah semua kelompok selesai mengomunikasikan hasil diskusi, guru memberikan penguatan tentang strategi dalam menemukan isi cerita yang biasa dinamakan gagasan pokok/gagasan utama/ide utama/ide pokok/ pokok pikiran, dari suatu paragraf.Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 7 Setiap bacaan biasanya terdiri atas beberapa paragraf. Setiap paragraf memiliki gagasan pokok yang diperkuat oleh gagasan pendukung. Gagasan pokok adalah ide utama yang dibahas dalam suatu bacaan, bisa berupa kalimat inti atau pokok paragraf. Gagasan pendukung adalah uraian atau tambahan informasi untuk gagasan pokok. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menentukan gagasan pokok setiap paragraf. 1. Bacalah paragraf dengan cermat! 2. Cermati kalimat pertama hingga terakhir! - Apakah kalimat pertama merupakan gagasan pokok atau gagasan penjelas? Apakah kalimat kedua yang merupakan gagasan pokok? Teruslah membaca kalimat demi kalimat hingga gagasan pokok paragraf ditemukan. - Ingat, gagasan pokok sebagai isi atau inti paragraf dapat terletak di awal, akhir, awal dan akhir, atau di seluruh paragraf. • Siswa masih dalam kelompok diminta untuk menemukan gagasan pokok dan gagasan pendukung paragraf kedua. Guru membimbing jalannya kerja kelompok, berjalan berkeliling dari kelompok satu ke kelompok lain untuk memastikan bahwa setiap anggota berpartisipasi aktif. • Setiap kelompok kemudian mengomunikasikan hasilnya kepada kelompok lainnya. Guru dan siswa dari kelompok lain dapat saling memberikan masukan untuk mendapatkan jawaban yang tepat. Tugas Mandiri Siswa diminta untuk menemukan gagasan utama dan gagasan pendukung dari paragraf ketiga, keempat, dan kelima dari teks yang ada di buku dan menuliskannya pada diagram yang tersedia. • Siswa mendapatkan penjelasan bagaimana mengisi diagram dari guru. Mengisi Diagram 1. Pastikan siswa memiliki diagram. 2. Minta siswa menuliskan ‘Gagasan Pokok’ di tengah diagram. 3. Siswa diminta menemukan paling sedikit 5 gagasan pendukung untuk setiap satu gagasan pokok.8 Buku Guru SD/MI Kelas IVI 4. Siswa menuliskan setiap satu gagasan di satu kolom di sekitar gagasan utama. 5. Isi sisi bintang searah jarum jam. Peta pikiran siswa diperiksa guru menggunakan rubrik • Siswa kembali diingatkan pada kegiatan di awal pembelajaran tentang keragaman suku dari teman-teman di kelas. Tugas wawancara Setiap siswa diminta untuk mencari informasi dengan cara mewawancarai paling sedikit 8 orang teman di kelas. Informasi yang harus dicari adalah tentang daerah asal dan ciri khas dari daerah tersebut. Siswa menuliskan informasi pada tabel yang tersedia. Motivasi siswa untuk menemukan beragam suku yang berbeda dari teman-teman di kelas. Guru mengawasi jalannya wawancara dan berjalan berkeliling untuk memastikan dan memotivasi siswa untuk aktif menjalankan tugasnya. Guru juga memastikan siswa bersikap sopan, berbahasa santun, dan saling menghargai saat wawancara berlangsung. Kegiatan wawancara ini dapat dilakukan lintas kelas untuk memperkaya informasi yang didapat siswa tentang keragaman budaya dan etnis di antara mereka. • Usai kegiatan wawancara, siswa kembali ke tempat duduk masing-masing untuk mendapatkan pengarahan pada tugas berikutnya. • Guru mengajukan pertanyaan terbuka: - Bagaimana sikap kalian kepada teman yang berasal dari suku yang berbeda dan memiliki agama/kepercayaan yang berbeda? - Ceritakan satu pengalaman yang berkesan bersama teman yang berasal dari suku berbeda dan memiliki agama/kepercayaan yang berbeda! 8 Buku Siswa SD/MI Kelas IV Indonesia adalah negara yang sangat beragam budaya, agama, dan bahasa daerahnya. Sebagai warga negara yang baik, kita wajib menghargai keberagaman tersebut. Bertanyalah kepada temanmu untuk mencari informasi tentang keberagaman suku bangsa di kelasmu! No. Nama Siswa Daerah Asal Ciri Khas Daerah 1. Siti Padang Rendang, Rumah Gadang Setelah mendapatkan informasi di atas, jawablah pertanyaan berikut. 1. Apakah kalian semua berasal dari daerah asal yang sama? Jelaskan! 2. Apakah kalian mempunyai ciri khas daerah yang sama? Jelaskan!Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 9 • Beberapa siswa diberikan kesempatan untuk menjawab pertanyaan tersebut. - Siswa kemudian secara berpasangan dapat saling menceritakan pengalaman masing-masing bersama teman yang berasal dari suku berbeda dan memiliki agama/kepercayaan yang berbeda. • Guru memberikan penguatan tentang pentingnya sikap saling menghargai dalam keragaman budaya, suku, dan agama, serta menjadikan keragaman tersebut sebagai identitas bangsa Indonesia. Indonesia terdiri atas berbagai macam suku bangsa dan budaya, namun tetap dalam satu wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Keragaman tersebut merupakan identitas bangsa Indonesia yang membuat bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang memiliki kekayaan budaya, suku, dan agama yang berbeda-beda. Keragaman tersebut merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Kita wajib mensyukurinya. Wujud syukur tersebut dapat dilakukan dalam bentuk sikap saling menghargai antarsuku dan pemeluk agama/kepercayaan yang berbeda. • Siswa menjawab pertanyaan dan mengisi tabel tentang sikap saling menghargai yang terdapat di buku secara mandiri. Guru berkeliling untuk memastikan setiap siswa mengerjakan tugasnya. Guru dapat mendampingi siswa yang mendapatkan kesulitan dalam menjawab pertanyaan. • Siswa akan saling berbagi jawaban tentang pengalaman melaksanakan sikap saling menghargai dan contoh sikap tidak menghargai secara berpasangan bersama teman di sebelahnya. • Siswa dapat mendiskusikan pengalaman yang menurut mereka menarik. Dari pengalaman belajar ini, siswa diharapkan dapat: • Saling belajar dan melakukan refleksi diri untuk memperbaiki sikap yang belum sesuai. • Memperkaya informasi tentang pentingnya sikap saling menghargai. • Meningkatkan sikap saling menghargai dan menjadikannya sebagai suatu kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.10 Buku Guru SD/MI Kelas IVI Tugas dan sikap belajar siswa dinilai menggunakan rubrik (penilaian 2) • Guru menampilkan satu alat musik tradisional dari daerah asal sekolah. Guru diharapkan dapat menyiapkan satu/lebih alat musik yang mudah didapat dari daerah masing-masing. Jika memungkinkan, akan lebih baik jika alat musik yang dihadirkan beragam guna memperkaya pengetahuan dan pengalaman belajar siswa. Siswa dapat juga diminta untuk membawa alat musik tradisional yang mereka miliki di rumah. • Guru mengajukan pertanyaan sebagai kegiatan pembuka: - Bagaimana cara memainkan alat musik ini sehingga dapat menghasilkan bunyi? • Beberapa siswa diminta membunyikan alat musik tersebut di depan kelas. • Minta satu/beberapa siswa untuk menjelaskan tentang cara alat musik tersebut dibunyikan. (dipukul, ditiup, digoyang, dipetik, digesek, dan sebagainya.) Kerja Mandiri Siswa membaca teks tentang beragam alat musik tradisional yang ada di buku, kemudian mengisi tabel yang tersedia. Guru berkeliling untuk memastikan setiap siswa mengerjakan tugas dengan tertib. Guru dapat mendampingi siswa yang mendapatkan kesulitan dalam menjawab pertanyaan. • Siswa kemudian akan melakukan kegiatan eksplorasi menggunakan benda-benda yang dapat menghasilkan bunyi yang terdapat di kelas dan sekitarnya. • Setiap siswa diminta mengambil lima benda yang ada di kelas dan sekitarnya. Ingatkan siswa untuk memilih benda-benda yang dapat menghasilkan bunyi dengan cara yang berbeda.Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 11 Guru dapat menyiapkan beragam benda yang menghasilkan bunyi dengan cara berbeda, seperti peluit (ditiup) , dua tutup panci (dipukul), sendok dan botol kaca (dipukul), kantong plastik (diremas), botol plastik diisi benda-benda kecil (digoyang), dsb. Jika jumlah benda terbatas, setiap siswa dapat mengambil dua benda, yang kemudian akan digunakan secara bergantian. • Siswa diminta untuk membunyikan benda-benda tersebut dengan cara yang berbeda. • Siswa mengisi tabel yang tersedia berdasarkan hasil eksplorasi. • Siswa menjawab pertanyaan berdasarkan hasil eksplorasi. Tugas siswa diperiksa guru menggunakan rubrik (penilaian 3) • Guru memberikan penguatan. Segala macam bentuk bunyi berasal dari benda yang bergetar. Getaran dari suatu benda akan mengakibatkan udara di sekitarnya bergetar. Getaran tersebut menimbulkan gelombang bunyi di udara. Benda-benda yang bergetar dan menghasilkan bunyi disebut sumber bunyi. Bunyi dapat merambat melalui benda padat, cair, dan gas. Akan tetapi, bunyi tidak dapat merambat pada ruang hampa. • Siswa dibagi dalam kelompok besar yang dapat terdiri dari 8-10 siswa. Siswa dapat menentukan kelompok secara mandiri berdasarkan jenis alat musik yang disukai. • Setiap kelompok diminta untuk menciptakan satu kombinasi bunyi dari beragam benda.12 Buku Guru SD/MI Kelas IVI Siswa dalam kelompok diberikan kepercayaan untuk mengatur pembagian tugas benda-benda yang mereka telah pilih. Motivasi siswa untuk dapat tertib dan bekerjasama guna menghasilkan satu kesatuan bunyi yang enak di dengar. Ingatkan siswa untuk saling menghargai saat kegiatan berlangsung. Guru berkeliling memastikan setiap kelompok dapat bekerjasama dengan baik. • Setiap kelompok dapat menampilkan hasil karya ansambel bunyi mereka secara bergantian. • Siswa kemudian menjawab pertanyaan yang terdapat di buku berdasarkan hasil kerjasama mereka dalam menciptakan ansambel bunyi yang enak didengar. • Siswa menyimpulkan kegiatan belajar. • Siswa melakukan refleksi dengan menjawab pertanyaan yang terdapat dalam buku siswa. • Guru dapat menambahkan pertanyaan refleksi berdasarkan panduan yang terdapat pada lampiran di Buku Guru. 16 Buku Siswa SD/MI Kelas IV Menghargai perbedaan akan memperkuat persatuan dan kesatuan. Semua orang harus hidup rukun meskipun memiliki perbedaan. • Apa yang kamu pelajari dari kegiatan hari ini? • Apa yang akan kamu lakukan untuk menghargai perbedaan di sekitarmu? Mintalah orang tuamu untuk menceritakan pengamalannya menghargai perbedaan di lingkungan sekitar rumah. Ceritakan hasilnya kepada gurumu!Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 13 Pengayaan • Apabila memiliki waktu, siswa dapat memainkan ansambel bunyi mereka kepada kelas lain. Remedial • Siswa yang belum terampil dalam menemukan gagasan utama dan gagasan pokok dapat diberikan contoh-contoh tambahan teks sebagai latihan tambahan. Siswa dapat dibantu oleh siswa lain yang telah sangat terampil dalam menemukan gagasan pokok dan gagasan utama. Penilaian 1. Diskusi Saat siswa melakukan diskusi, guru menilai mereka dengan menggunakan rubrik. Centang () pada bagian yang memenuhi kriteria. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Mendengarkan Selalu mendengarkan teman yang sedang berbicara. Mendengarkan teman yang berbicara, namun sesekali masih perlu diingatkan. Masih perlu diingatkan untuk mendengarkan teman yang sedang berbicara.  Sering diingatkan untuk mendengarkan teman yang sedang berbicara namun tidak mengindahkan. Komunikasi non verbal (kontak mata, bahasa tubuh, postur, ekspresi wajah, suara) Merespon dan menerapkan komunikasi non verbal dengan tepat. Merespon dengan tepat terhadap komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman.  Sering merespon kurang tepat terhadap komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman. Membutuhkan bantuan dalam memahami bentuk komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman. Partisipasi (menyampaikan ide, perasaan, pikiran) Isi pembicaraan menginspirasi teman. Selalu mendukung dan memimpin teman lainnya saat diskusi. Berbicara dan menerangkan secara rinci, merespon sesuai dengan topik. Berbicara dan menerangkan secara rinci,namun terkadang merespon kurang sesuai dengan topik. Jarang berbicara selama proses diksusi berlangsung.  Penilaian (penskoran) : total nilai siswa total nilai maksimal x 10 Contoh : 2+3+1 12 = 6 12 x 10 = 514 Buku Guru SD/MI Kelas IVI 2. Bahasa Indonesia Tugas siswa menemukan gagasan pokok dan gagasan utama dari setiap paragraf dinilai menggunakan rubrik Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Gagasan pokok. Menemukan gagasan pokok pada semua paragraf dengan benar. Menemukan sebagian besar gagasan pokok pada semua paragraf dengan benar.  Menemukan sebagian kecil gagasan pokok pada semua paragraf dengan benar. Belum dapat menemukan gagsan pokok. Gagasan pendukung. Menemukan gagasan pendukung pada semua paragraf dengan benar. Menemukan sebagian besar gagasan pendukung pada semua paragraf dengan benar. Menemukan sebagian kecil gagasan pendukung pada semua paragraf dengan benar.  Belum dapat menemukan gagasan pendukung. Penyajian gagasan pokok dan gagasan pendukukung dalam peta pikiran. Isi pembicaraan menginspirasi teman. Selalu mendukung dan memimpin teman lainnya saat diskusi.  Menyajikan gagasan pokok dan gagasan pendukung dalam peta pikiran dengan tepat. Menyajikan sebagian kecil gagasan pokok dan gagasan pendukung dalam peta pikiran dengan tepat. Belum dapat menyajikan gagasan pokok dan gagasan pendukung dalam peta pikiran. Sikap: Mandiri Sebagian besar tugas diselesaikan dengan mandiri. Tugas diselesaikan dengan motivasi dan bimbingan guru. Tugas diselesaikan dengan motivasi dan bimbingan guru.  Belum dapat menyeselesaikan tugas meski telah diberikan motivasi dan bimbingan. Penilaian (penskoran) : total nilai siswa total nilai maksimal x 10 Contoh : 3+2+4+2 16 = 11 16 x 10 = 6,9Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 15 3. IPS a. Tugas siswa menemukan dan menuliskan informasi tentang keragaman budaya, serta mengomunikasikannya dinilai menggunakan rubrik. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Informasi tentang keragaman budaya, etnis, dan agama. Menuliskan informasi tentang keragaman budaya, etnis, dan agama teman-teman di kelas berdasarkan hasil wawancara dengan lengkap. Menuliskan sebagian besar informasi tentang keragaman budaya, etnis, dan agama teman-teman di kelas berdasarkan hasil wawancara cukup lengkap.  Menuliskan sebagian kecil informasi tentang keragaman budaya, etnis, dan agama teman-teman di kelas berdasarkan hasil wawancara kurang lengkap. Belum dapat menuliskan informasi tentang keragaman budaya, etnis, dan agama teman-teman di kelas berdasarkan hasil wawancara. Komunikasi lisan tentang keragaman budaya, etnis, dan agama. Mengomunikasikan secara lisan tentang keragaman budaya, etnis, dan agama teman-teman berdasarkan hasil wawancara dengan sistematis. Mengomunikasikan secara lisan sebagian besar keragaman budaya, etnis, dan agama teman-teman berdasarkan hasil wawancara cukup sistematis. Mengomunikasikan secara lisan sebagian kecil keragaman budaya, etnis, dan agama teman-teman berdasarkan hasil wawancara kurang sistematis.  Belum dapat mengomunikasikan secara lisan tentang keragaman budaya, etnis, dan agama teman-teman berdasarkan hasil wawancara. Sikap kerjasama. Menunjukkan sikap kerjasama dengan semua teman secara konsisten.  Menunjukkan sikap kerjasama dengan semua teman namun belum konsisten. Menunjukkan sikap kerjasama hanya dengan beberapa teman. Perlu dimotivasi untuk dapat bekerjasama. Santun dan saling menghargai. Menunjukkan sikap santun dan saling menghargai dengan semua teman secara konsisten. Menunjukkan sikap santun dan saling menghargai dengan semua teman namun belum konsisten. Menunjukkan sikap santun dan saling menghargai hanya dengan beberapa teman.  Perlu dimotivasi untuk bersikap santun dan saling menghargai dengan semua teman. Penilaian (penskoran) : total nilai siswa total nilai maksimal x 10 Contoh : 3+2+4+2 16 = 11 16 x 10 = 6,916 Buku Guru SD/MI Kelas IVI 4. IPA a. Tugas siswa menjelaskan dan menyajikan laporan pengamatan tentang cara menghasilkan bunyi dinilai menggunakan rubrik. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Cara menghasilkan bunyi. Menjelaskan cara menghasilkan bunyi dari semua benda berdasarkan hasil eksplorasi dengan lengkap. Menjelaskan cara menghasilkan bunyi dari sebagian besar benda berdasarkan hasil eksplorasi cukup lengkap. Menjelaskan cara menghasilkan bunyi dari sebagian kecil benda berdasarkan hasil eksplorasi kurang lengkap.  Belum dapat menemukan menjelaskan cara menghasilkan bunyi dari benda berdasarkan hasil eksplorasi. Laporan pengamatan tentang cara menghasilkan bunyi. Menyajikan laporan pengamatan tentang cara menghasilkan bunyi dari semua benda berdasarkan hasil eksplorasi dengan sistematis. Menyajikan laporan pengamatan tentang cara menghasilkan bunyi dari sebagian besar benda berdasarkan hasil eksplorasi cukup sistematis.  Menyajikan laporan pengamatan tentang cara menghasilkan bunyi dari sebagian kecil benda berdasarkan hasil eksplorasi kurang sistematis. Belum dapat menyajikan laporan pengamatan tentang cara menghasilkan bunyi dari benda berdasarkan hasil eksplorasi. Sikap rasa ingin tahu. Tampak antusias dan mengajukan banyak ide dan pertanyaan selama kegiatan. Tampak cukup antusias dan terkadang mengajukan ide dan pertanyaan selama kegiatan. Tampak kurang antusias dan tidak mengajukan ide dan pertanyaan selama kegiatan. Tidak tampak antusias dan perlu dimotivasi untuk mengajukan ide dan pertanyaan.  Penilaian (penskoran) : total nilai siswa total nilai maksimal x 10 Contoh: 2+3+1 12 = 6 12 x 10 = 5Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 17 b. Percobaan IPA dinilai menggunakan rubrik. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Penerapan Konsep Memperlihatkan pemahaman konsep dengan menunjukkan bukti pendukung dan menyampaikan pemahaman inti dari konsep yang sedang dipelajari dengan benar. Memperlihatkan pemahaman konsep dengan menunjukkan bukti pendukung namun perlubantuan saat menyampaikan pemahaman inti dari konsep yang yang sedang dipelajari. Memperlihatkan pemahaman konsep dengan menunjukkan bukti yang terbatas dan penyampaian pemahaman inti dari konsep tidak jelas.  Perlu bimbingan saat menyampaikan bukti dan pemahaman inti dari konsep yang dipelajari. Komunikasi Hasil percobaan disampaikan dengan jelas, obyektif dengan didukung data penunjang. Hasil percobaan disampaikan dengan jelas dan didukung sebagian data penunjang.  Hasil percobaan disampaikan denga njelas namun hanya didukung sebagian kecil data penunjang. Hasil percobaan disampaikan dengan kurang jelas dan tanpa data penunjang. Prosedur dan Strategi Seluruh data dicatat, langkah kegiatan dilakukan secara sistematis dan strategi yang digunakan membuat percobaan berhasil. Seluruh data dicatat, langkah kegiatan dilakukan secara sistematis namun masih membutuhkan bimbingan dalam menemukan strategi agar percobaan berhasil. Sebagian besar data dicatat, langkah kegiatan dan strategi dilakukan secara sistematis setelah mendapat bantuan guru. Sebagian kecil data dicatat, langkah kegiatan tidak sistematis dan strategi yang dipilih tidak tepat.  Penilaian (penskoran) : total nilai siswa total nilai maksimal x 10 Contoh: 2+3+1 12 = 6 12 x 10 = 518 Buku Guru SD/MI Kelas IVI 5. Catatan Anekdot untuk mencatat sikap (Disiplin) Contoh terlampir di bagian lampiran Buku Guru • Siswa diminta berdiskusi bersama orang tua di rumah untuk berbagi cerita tentang pengalaman menghargai perbedaan di lingkungan sekitar rumah. • Siswa diminta melaporkan hasil diskusi kepada guru.Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 19 Pembelajaran 2 Matematika 3.8 Menganalisis sifat-sifat segibanyak beraturan dan segibanyak tidak beraturan. 4.8 Mengidentifikasi segibanyak beraturan dan segibanyak tidak beraturan. PPKn 3.4 Mengidentifikasi berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. 4.4 Menyajikan berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. Pemetaan Kompetensi Dasar dalam Pembelajaran SBdP 3.3 Memahami dasar-dasar gerak tari daerah. 4.3 Meragakan dasar-dasar gerak tari daerah. 220 Buku Guru SD/MI Kelas IVI 2 Fokus Pembelajaran: Matematika, PPKn, SBdP Tujuan Pembelajaran • Setelah mengamati berbagai bentuk bangun datar, siswa mampu menyebutkan contoh-contoh segi banyak di sekitar dengan benar. • Setelah bereksplorasi, siswa mampu menuliskan konsep segi banyak dalam bentuk diagram frayer (contoh, bukan contoh, ciri-ciri, dan definisi) dengan benar. • Setelah mengamati, siswa mampu mengidentifikasi dasar-dasar gerakan tari Bungong Jeumpa dengan posisi tubuh berdiri dengan benar. • Setelah melihat contoh, siswa membuat mempraktikkan dasar-dasar gerakan tari Bungong Jeumpa (posisi tubuh berdiri) diiringi hitungan dari guru dengan benar. • Setelah mencari informasi, siswa mampu mempresentasi keberagaman Indonesia. • Setelah berdiskusi, siswa mampu menemukan menjelaskan makna pesatuan dan kesatuan dalam keberagaman. Media, Alat Bantu, dan Sumber Belajar • Tangram • Video tari Bungong Jeumpa Langkah-langkah Pembelajaran • Pada awal pembelajaran, guru mengingatkan siswa kembali cerita tentang pawai budaya. • Guru menunjukkan gambar tentang pawai budaya. Guru bisa mencetak gambar pawai budaya yang ada di buku siswa dalam ukuran besar.Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 21 • Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Satu kelompok terdiri dari lima siswa. • Siswa mengamati gambar pawai budaya yang ada di buku siswa. • Dalam kelompoknya, siswa diminta mengidentifikasi bangun datar yang ada pada gambar. (Siswa menuliskan nama dan bangun bangun yang ditemukan. Jika ada bangun yang sulit diberi nama, siswa tidak perlu menuliskan namanya). • Siswa menuliskan jawabannya di kertas plano atau kalender bekas. • Setiap kelompok menukarkan jawabannya dengan kelompok lain. • Guru meminta satu kelompok untuk menyampaikan jawabannya, sementara kelompok lain memberikan tanda jika jawabannya benar. • Guru memberi kesempatan kepada kelompok lain jika ada jawaban yang berbeda. • Guru meminta siswa mengelompokkan bangun datar yang ditemukan. • Guru berkeliling melihat hasil pekerjaan siswa. Guru menanyakan kepada tiap kelompok alasan pengelompokannya. • Guru menulis di papan tulis segi banyak dan bukan segi banyak. • Guru menanyakan kepada siswa, apa yang mereka ketahui tentang segi banyak. Siswa menjawab secara bergantian. • Secara klasikal siswa dan guru menyimpulkan tentang segi banyak. Segi banyak adalah bentuk tertutup dengan sisi yang terdiri atas garis lurus. • Siswa secara individu mengelompokkan bangun-bangun tersebut ke dalam tabel yang sudah disiapkan di buku siswa (segi banyak dan bukan segi banyak). • Siswa secara berpasangan akan menukarkan jawaban dengan temannya. Siswa menjelaskan kepada pasangannya alasan bangun tersebut dinamakan segi banyak atau bukan segi banyak. Guru berkeliling untuk melihat dan menanyakan jawaban siswa. M Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 17 2 Pada saat menyaksikan Pawai Budaya, Udin sangat kagum dengan keindahan keberagaman budaya. Temukan sebanyak-banyaknya bangun datar yang ada pada gambar di atas. Menyaksikan pawai budaya membuat Edo semakin kagum akan keberagaman budaya di Indonesia. Inginkah kamu mengetahui keberagaman budaya Indonesia lainnya? Ayo kita cari tahu bersama!22 Buku Guru SD/MI Kelas IVI • Secara individu, siswa diminta menemukan contoh-contoh segi banyak dan bukan segi banyak yang ada di kelas. Siswa menuliskan jawabannya pada tabel yang sudah disiapkan. • Setelah semua siswa selesai menemukan contoh-contoh, guru akan melakukan diskusi klasikal untuk menemukan manfaat dari segi banyak. • Guru bisa membawa berbagai gambar yang menunjukkan manfaat dari segi banyak. Misalkan sarang lebah. Siswa secara bergantian akan menjelaskan manfaat dari segi banyak dalam kehidupan sehari-hari. Guru memberikan penguatan kepada siswa untuk bersyukur atas segala hal yang sudah Tuhan ciptakan untuk manusia. (siswa bisa membaca cerita tentang lebah) • Siswa mengerjakan diagram frayer tentang segi banyak. Siswa menuliskan contoh, bukan contoh, ciri-ciri, dan definisi dari segi banyak. Keterampilan Belajar Diagram frayer merupakan salah satu keterampilan belajar yang terfokus pada salah satu konsep. Diagram ini membantu untuk memahami konsep secara utuh. Langkah-langkah mengisi diagram ini adalah: 1. Menuliskan konsep yang ingin difokuskan di bagian tengah. 2. Menuliskan contoh dari konsep. (Bisa berupa gambar dan atau tulisan) 3. Menuliskan bukan contoh dari konsep. (Bisa berupa gambar dan atau tulisan). 4. Menuliskan ciri-ciri dari konsep yang sedang dibahas. 5. Menuliskan definisi dengan kalimat sendiri setelah melihat contoh, bukan contoh, serta ciri-ciri. • Pokok bahasan segi banyak kali ini adalah latihan awal siswa membuat diagram frayer. Guru membimbing siswa dengan memberikan instruksi satu persatu. Mulai dari mengisi bagian contoh setelah selesai bukan contoh dan seterusnya. Guru mencontohkan menuliskan ciri-ciri dari sebuah konsep dengan terperinci. Setelah menulis contoh, bukan contoh, ciri-ciri dan definisi, guru mencontohkan cara menulis definisi dengan kalimat yang dibuat sendiri. Diharapkan dengan hal ini siswa akan Berdasarkan bangun datar yang kamu temukan pada gambar pawai budaya, kelompokkan mana yang termasuk segi banyak dan bukan segi banyak. Jelaskan alasanmu! Segi banyak Bukan Segi banyak Diskusikan hasil jawabanmu dengan temanmu! Apakah hasil pengelompokanmu sama dengan temanmu? Jelaskan! Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 19Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 23 semakin paham akan konsep yang dipelajari. Pada pertemuan selanjutnya siswa sudah mandiri membuat diagram ini. • Jika diagram frayer di buku siswa dirasa terlalu kecil, guru bisa memfotokopi dan memperbesar contoh diagram yang ada. • Di akhir pembelajaran siswa membuat tangram. Tangram ini akan digunakan untuk membuat kolase. Guru akan membimbing siswa membuat tangram. • Pada sesi kali ini, siswa akan belajar tari daerah. Tari yang dipelajari adalah Bungong Jeumpa atau tarian daerah lainnya. Guru menyiapkan video tarian, musik. Jika memungkinkan, guru bisa menari di depan siswa sebagai contoh. • Siswa diminta mengamati video atau tarian langsung. Siswa mendiskusikan dasar-dasar gerakan tarian. Siswa juga bisa mengamati dasar-dasar gerakan yang ada di buku siswa. • Guru mempraktikkan satu persatu dasar-dasar gerakan tarian. Guru menjelaskan posisi tubuh setiap dasar gerakan. • Siswa mempraktikkan bersama-sama setiap dasar-dasar gerakan. Guru memberi aba-aba dengan hitungan sampai 8. Guru mengamati siswa dan membetulkan jika ada gerakan yang kurang tepat. • Siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok yang terdiri dari delapan siswa. • Dalam kelompoknya, siswa mempraktikkan dasar-dasar gerakan A sampai D dengan aba-aba dari guru. • Siswa mempraktikkan setiap dasar-dasar gerakan di depan kelompoknya. Siswa lain menilai dan memberikan komentar. • Siswa duduk secara berkelompok. • Siswa membaca dan mengamati gambar yang ada di buku siswa. • Secara berkelompok, siswa mengidentifikasi keberagaman yang ada. Hal-hal yang diidentifikasi ada pada tabel yang disiapkan di buku siswa. M 28 Buku Siswa SD/MI Kelas IV Keberagaman Indonesia indah sekali. Bagaimana menjaga keberagaman tersebut? Ayo kita pelajari lebih lanjut! Pak Sammy, Pak Encep, Pak Made, Pak Udin, dan Pak Nur tinggal di Kampung Babakan. Mereka berasal dari suku yang berbeda-beda. Mereka juga mempunyai kesukaan makanan yang berbeda-beda. Makanan kesukaan mereka adalah makanan khas daerahnya. Mereka juga sangat ahli dalam memainkan alat musik daerah masing-masing. Mereka menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa sehari-hari meskipun masih sangat terpengaruh dengan logat bahasa daerah mereka. Pak Sammy berasal dari Maluku Pak Udin berasal dari Betawi Pak Nur berasal dari Jawa Pak Made berasal dari Bali Pak Encep berasal dari Sunda24 Buku Guru SD/MI Kelas IVI • Siswa bisa mencari informasi dari berbagai sumber untuk melengkapi informasinya. • Setiap kelompok akan menukar hasil pekerjaannya dengan kelompok lain. • Guru menambahkan dan menguatkan jika ada hal-hal yang belum jelas. • Guru menguatkan bahwa masyarakat Indonesia sangat beragam suku bangsa, budaya, dan sosial. • Guru menanyakan kepada siswa, apakah mereka hidup berdampingan dengan baik? • Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab. • Siswa membaca teks “Sigap Membantu Sesama”. • Secara individu siswa membaca teks yang ada di buku siswa dengan membaca dalam hati. • Bersama dengan kelompoknya, siswa menjawab yang ada di buku siswa. Siswa menulis jawabannya di kertas plano atau kalender bekas. • Siswa menempel jawabannya pada dinding kelas. • Satu siswa dalam kelompok akan berdiri di depan hasil kerjaannya untuk dipresentasikan kepada siswa lain yang mengunjungi. Sementara, siswa yang lain akan berkunjung ke pekerjaan kelompok lain dengan abaaba tepuk tangan. Guru memastikan bahwa semua siswa tenang dan berdiskusi berjalan dengan baik. Siswa yang mengunjungi hasil pekerjaan siswa lain bisa memberikan pertanyaan ataupun saran. • Ketika diskusi sudah selesai, setiap siswa akan duduk di tempat masingmasing untuk mendiskusikan kembali hasil pekerjaannya. • Guru dan siswa mendiskusikan jawaban dari setiap pertanyaan satu persatu. Guru menyimpulkan bahwa setiap orang itu berbeda. Baik dari suku bangsa, sosial dan budaya. Pengikat dari keberagaman adalah persatuan dan kesatuan. Dengan sikap persatuan dan kesatuan, setiap orang bisa bekerjasama dengan baik dengan orang-orang yang berbeda. • Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan memberikan pendapat. Guru memotivasi siswa untuk menguatkan nilainilai persatuan dan kesatuan dalam kehidupan sehari-hari. • Guru menanyakan contoh-contoh sikap persatuan dan kesatuan dalam kehidupan sehari-hari. • Siswa menjawab secara bergantian.Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 25 • Siswa melakukan perenungan dengan menjawab pertanyaan yang terdapat dalam buku siswa. • Guru dapat menambahkan pertanyaan perenungan berdasarkan panduan yang terdapat pada lampiran buku guru. Remedial • Siswa yang belum memahami konsep segi banyak dapat mengulang kegiatan bersama guru. Kegiatan bisa dilakukan seusai jam belajar. Kegiatan dilakukan sekitar 30 menit–60 menit. • Kegiatan dapat dilakukan untuk beberapa siswa sekaligus. Pengayaan • Siswa bisa membuat kolase lain dari segi banyak. Penilaian 1. Matematika: Diagram frayer Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Contoh Menyebutkan minimal 4 contoh segi banyak dengan benar. Menyebutkan minimal 3 contoh segi banyak dengan benar. Menyebutkan minimal 2 contoh segi banyak dengan benar. Menyebutkan minimal 1 segi banyak dengan benar. Bukan Contoh Menyebutkan minimal 4 contoh bukan segi banyak dengan benar. Menyebutkan minimal 3 contoh bukan segi banyak dengan benar. Menyebutkan minimal 2 contoh bukan segi banyak dengan benar. Menyebutkan minimal 1 contoh bukan segi banyak dengan benar. Ciri-ciri Menjelaskan 4 ciri segi banyak dengan benar. Menjelaskan 3 ciri-ciri segi banyak dengan benar. Menjelaskan 2 ciri-ciri segi banyak dengan benar. Menjelaskan 1 ciri-ciri segi banyak dengan benar. Definisi Menjelaskan definisi segi banyak dengan bahasa sendiri secara benar dan terperinci. Menjelaskan definisi segi banyak dengan bahasa dengan benar, namun kurang terperinci. Menjelaskan definisi segi banyak dengan bahasa sendiri, namun ada beberapa hal yang kurang tepat. Definisi yang dibuat tidak tepat. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 126 Buku Guru SD/MI Kelas IVI 2. SBdP: Menari tarian Bungong Jeumpa Catatan Anekdot untuk mencatat untuk melihat kemampuan siswa. 3. PPKn: Presentasi Keberagaman di Indonesia Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Mencari Informasi Menemukan semua hal yang diharapkan dengan mencari dari berbagai sumber. Menemukan sebagian besar informasi yang diharapkan dengan mencari dari berbagai sumber. Menemukan sebagian informasi yang diharapkan dengan mencari dari berbagai sumber. Menemukan sebagian kecil informasi yang diharapkan dengan mencari dari berbagai sumber. Mengolah Informasi Menuliskan seluruh informasi ke dalam tabel dengan benar. Menuliskan sebagian besar informasi ke dalam tabel dengan benar. Menuliskan sebagian informasi ke dalam tabel dengan benar. Menuliskan sebagian kecil informasi ke dalam tabel dengan benar. Menyajikan Informasi Menyajikan semua informasi dengan sistematis sehingga mudah dipahami. Menyajikan sebagian besar informasi dengan sistematis sehingga cukup mudah dipahami. Menyajikan sebagian informasi dengan sistematis sehingga kurang bisa dipahami. Menyajikan informasi dengan tidak sistematis sehingga sulit dipahami. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1.Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 27 4. Diskusi: Pada saat diskusi keberagamaan. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Mendengarkan Selalu mendengarkan teman yang sedang berbicara. Mendengarkan teman yang berbicara, namun sesekali masih perlu diingatkan. Masih perlu diingatkan untuk mendengarkan teman yang sedang berbicara. Sering diingatkan untuk mendengarkan teman yang sedang berbicara, namun tidak mengindahkan. Komunikasi non verbal (kontak mata, bahasa tubuh, postur, ekspresi wajah, suara). Merespon dan menerapkan komunikasi non verbal dengan tepat. Merespon dengan tepat terhadap komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman. Sering merespon kurang tepat terhadap komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman. Membutuhkan bantuan dalam memahami bentuk komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman. Partisipasi (menyampaikan ide, perasaan, pikiran) Isi pembicaraan menginspirasi teman. Selalu mendukung dan memimpin lainnya saat diskusi. Berbicara dan menerangkan secara rinci, merespon sesuai dengan topik. Berbicara dan menerangkan secara rinci, namun terkadang merespon kurang sesuai dengan topik. Jarang berbicara selama proses diksusi berlangsung. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1 5. Catatan Anekdot untuk mencatat sikap (santun dan peduli) (Contoh terlampir dalam lampiran pada Buku Guru). • Siswa akan mendiskusikan dengan orang tuanya nilai-nilai persatuan dan kesatuan dalam keberagaman. • Siswa membahas nilai-nilai tersebut di keluarga masing-masing.28 Buku Guru SD/MI Kelas IVI IPA 3.6 Menerapkan sifat-sifat bunyi dan keterkaitannya dengan indera pendengaran. 4.6 Menyajikan laporan hasil percobaan tentang sifatsifat bunyi. Bahasa Indonesia 3.1 Mencermati gagasan pokok dan gagasan pendukung yang diperoleh dari teks lisan, tulis, atau visual. 3.2 Mencermati keterhubungan antargagasan yang didapat dari teks lisan, tulis, atau visual. 4.1 Menata informasi yang didapat dari teks berdasarkan keterhubungan antargagasan ke dalam kerangka tulisan. 4.2 Menyajikan hasil pengamatan tentang keterhubungan antargagasan ke dalam tulisan. PJOK 3.1 Memahami variasi gerak dasar lokomotor, nonlokomotor, dan manipulatif sesuai dengan konsep tubuh, ruang, usaha, dan keterhubungan dalam permainan bola besar sederhana dan atau tradisional*. 4.1 Mempraktikkan variasi gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif sesuai dengan konsep tubuh, ruang, usaha, dan keterhubungan dalam permainan bola besar sederhana dan atau tradisional*. 3 Pemetaan Kompetensi Dasar dalam Pembelajaran Pembelajaran 3Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 29 Fokus Pembelajaran: PJOK, IPA, Bahasa Indonesia Tujuan Pembelajaran 1. Dengan permainan tradisional Benteng dan Gobak Sodor, siswa mampu menjelaskan aturan main dan manfaat permainan tersebut untuk melatih keterampilan pola gerak dasar lokomotor dengan tepat. 2. Dengan permainan tradisional Benteng dan Gobak Sodor, siswa mampu mempraktikkan keterampilan pola gerak dasar lokomotor dengan mandiri. 3. Setelah percobaan, siswa mampu menjelaskan sifat-sifat bunyi merambat dengan lengkap. 4. Setelah percobaan, siswa mampu menyajikan laporan tentang sifat-sifat bunyi merambat dengan sistematis. 5. Setelah membaca teks tentang “Membantu Sesama”, siswa mampu mengidentifikasi gagasan pokok dan gagasan pendukung setiap paragraf dari teks tulis dengan mandiri. 6. Setelah membaca teks tentang “Membantu Sesama”, siswa mampu menyajikan gagasan utama dan gagasan pendukung setiap paragraf dari teks tulis dalam bentuk peta pikiran dengan tepat. Media, Alat Bantu, dan Sumber Belajar • Untuk percobaan IPA - Selang plastik, gelas plastik, benang kasur, paku - Ember besar, Air, Batu koral, Corong kecil Langkah-Langkah Pembelajaran • Siswa diingatkan kembali tentang Keragaman Budaya Indonesia, salah satunya adalah keragaman permainan tradisional. 3 34 Buku Siswa SD/MI Kelas IV 3 Tahukah kamu, bahwa Indonesia juga kaya dengan permainan tradisional? Bacalah teks berikut sebelum kamu mempraktikkannya! Benteng-Bentengan Benteng-bentengan atau Rerebonan adalah permainan yang dimainkan oleh dua kelompok penawan dan tertawan. Masing-masing kelompok terdiri atas empat sampai dengan delapan orang dan memiliki satu tempat sebagai markas. Markas atau ‘benteng’ bisa berupa sebuah tiang, pohon, atau pilar. Gobak Sodor Permainan Gobak Sodor atau Galah Asin atau Galasin dilakukan di lapangan. Arena bermainnya merupakan kotak persegi panjang dan dibagi menjadi beberapa bagian secara horizontal dan vertikal. Permainan tradisional apa yang ada di daerahmu? Bagaimana cara memainkannya? Hari ini kamu akan mengenal dan mencoba beberapa permainan tradisional.30 Buku Guru SD/MI Kelas IV Guru mengajukan pertanyaan pembuka: - Siapakah diantara kalian yang mengetahui jenis permainan tradisional yang dimiliki bangsa Indonesia? • Siswa secara berpasangan diminta untuk saling menginformasikan tentang jenis permainan tradisional yang mereka ketahui kepada teman di sebelahnya. • Hasil diskusi siswa dibahas secara klasikal dan disimpulkan bersama. Indonesia yang kaya akan keragaman budaya, suku, agama dan kepercayaan, juga memiliki jenis permainan tradisional yang beragam. Permainan tradisional yang cukup banyak dimainkan oleh anak-anak Indonesia adalah Benteng dan Gobak Sodor. • Siswa membaca teks tentang permainan tradisional Benteng dan Gobak Sodor yang ada di buku. • Guru memberikan penguatan tentang aturan permainan tersebut serta gerak dasar lokomotor dan non-lokomotor yang dipraktikkan dalam permainan tersebut. Keterampilan Lokomotor Keterampilan lokomotor adalah kemampuan untuk melakukan gerakan anggota tubuh agar dapat berpindah tempat. Keterampilan lokomotor sangat penting untuk mengukur kemampuan motorik siswa berdasarkan usia dan dapat digunakan sebagai indikator tingkat perkembangan siswa. Berikut adalah keterampilan lokomotor dasar yang perlu dikuasai siswa. • Berjalan • Berlari • Melompat • Meloncat • Merosot Keterampilan Nonlokomotor Keterampilan nonlokomotor adalah kemampuan untuk melakukan gerakan anggota tubuh yang tidak menyebabkan seluruh tubuh berpindah tempat. Keterampilan nonlokomotor biasanya diajarkan sebagai keterampilan yang mendukung siswa untuk melakukan berbagai aktivitas dalam posisi tubuh tetap di tempat.Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 31 Berikut adalah contoh keterampilan nonlokomotor dasar yang perlu dikuasai siswa dalam tahap perkembangannya. • Memutar pinggang • Menekuk badan, tangan, dan kaki, • Memiringkan badan • Membentang tangan dan kaki • Memutar badan menghadap ke kiri, ke kanan, dan ke belakang • Siswa berdoa sebelum melakukan kegiatan olah raga. • Siswa melakukan pemanasan dengan mempraktikkan gerakan non lokomotor. Minta satu/beberapa siswa untuk memimpin pemanasan di depan teman-teman yang lain. • Siswa dibagi dalam kelompok sesuai kebutuhan. • Guru memberikan penguatan tentang permainan Benteng dan Gobak Sodor yang akan dimainkan. Benteng adalah permainan yang dimainkan oleh dua grup. Setiap grup terdiri dari 4- 8 orang. Setiap grup memilih suatu tempat sebagai markas, biasanya sebuah tiang, sebagai ‘benteng’. Cara Bermain Tujuan utama permainan adalah untuk menyerang dan mengambil alih ‘benteng’ lawan dengan menyentuh tiang yang telah dipilih oleh lawan dan meneriakkan kata benteng. Kemenangan juga bisa diraih dengan ‘menawan’ seluruh anggota lawan dengan menyentuh tubuh mereka. Tawanan biasanya ditempatkan di sekitar benteng musuh. Tawanan juga bisa dibebaskan bila rekannya dapat menyentuh dirinya. Dalam permainan ini, biasanya setiap anggota mempunyai tugas seperti ‘penyerang’, ‘mata-mata, ‘pengganggu’, dan ‘penjaga benteng’. Permainan ini sangat membutuhkan kecepatan berlari dan juga kemampuan strategi yang handal.32 Buku Guru SD/MI Kelas IVI Galasin atau Gobak Sodor Sebelum bermain perlu membuat garis-garis penjagaan dengan kapur tulis yang membentuk lapangan segi empat yang kemudian dibagi menjadi 6 bagian. Buatlah garis di tengah lapangan yang memotong keempat persegi panjang tersebut sebagai tempat atau jalan kapten (sodor). Selanjutnya, bagi siswa menjadi dua tim. Masing-masing terdiri dari 3-5 siswa. Satu tim akan menjadi tim “jaga” dan tim yang lain akan menjadi tim “lawan”. Penentuan tim jaga dan tim lawan biasanya dilakukan dengan ping sut oleh kapten dari masing-masing tim. Anggota tim yang mendapat giliran “jaga” akan menjaga lapangan, yaitu di garis horizontal dan garis batas vertikal (kapten). Penjaga garis horizontal bertugas menghalangi lawan yang juga berusaha untuk melewati garis batas yang sudah ditentukan. Penjaga garis horizontal bisa bergerak ke kanan dan ke kiri, sedangkan penjaga garis batas vertikal adalah menjaga keseluruhan garis batas vertikal yang terletak di tengah lapangan dengan bergerak dari depan ke belakang atau sebaliknya. Tim yang menjadi lawan, harus berusaha melewati baris pertama hingga baris paling belakang, kemudian kembali lagi melewati penjagaan lawan hingga sampai ke baris awal tanpa tersentuh oleh tim jaga. Manfaat yang dapat kita ambil dari permainan ini adalah kebersamaan dan kerja sama. • Siswa melakukan permainan dengan mempraktikkan nilai kerjasama, kejujuran, dan sportifitas. • Guru mengawasi jalannya permainan dan dapat memberikan penilaian menggunakan rubrik . Keterampilan dasar Lokomotor dan Non-Lokomotor siswa diperiksa menggunakan rubrik dan daftar periksa (penilaian 1)Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 33 • Usai berolahraga, siswa masih dalam kelompok yang sama menjawab pertanyaan yang ada di buku. • Siswa mendiskusikan jawaban bersama teman dalam kelompok. Guru membimbing jalannya diskusi kelompok, berjalan berkeliling dari kelompok satu ke kelompok lain untuk memastikan bahwa setiap anggota berpartisipasi aktif. • Siswa diingatkan kembali pada pembelajaran sebelumnya tentang keragaman alat musik tradisional Indonesia. • Guru mengajukan pertanyaan sebagi kegiatan pembuka. - Bagaimana bunyi dapat sampai ke telinga kita? • Siswa dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan 3 jenis alat musik tradisional daerah yang mereka sukai. Setiap kelompok akan melakukan 3 jenis percobaan yang berbeda tentang sifat bunyi merambat. • Siswa dalam kelompok diminta berdiskusi membuat pertanyaan tentang sifat bunyi merambat. • Setiap kelompok menyampaikan pertanyaan hasil diskusi di depan kelas. Setiap kelompok dapat menuliskan pertanyaan yang telah mereka buat di selembar kertas, kemudian ditempelkan di papan tulis depan kelas. Rangkaian pertanyaan tersebut akan dijawab bersama setelah kegiatan percobaan selesai dilakukan. • Siswa dalam kelompok kemudian melakukan tiga jenis percobaan secara bergantian tentang sifat bunyi merambat berdasarkan instruksi yang ada di buku. 36 Buku Siswa SD/MI Kelas IV 4. Sikap apa yang sebaiknya kamu tunjukkan saat kelompokmu menang atau kalah dalam permainan? 5. Hal baik apa saja yang dapat kamu pelajari dari permainan itu? Indonesia memiliki banyak permainan tradisional yang sangat menarik. Banyaknya jenis permainan tradisional ini menunjukkan keragaman budaya yang harus kita jaga. Selain memiliki permainan tradisional yang beragam, Indonesia memiliki musik tradisional yang beragam pula. Bunyi yang dihasilkan suatu benda berbeda-beda. Demikian pula dengan bunyi yang dihasilkan oleh alat musik tradisional.34 Buku Guru SD/MI Kelas IVI Pastikan alat dan bahan telah tersedia sebelum kegiatan dilakukan. Siswa dapat diminta untuk membawa sendiri alat dan bahan yang diperlukan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan tanggung jawab dan rasa percaya diri siswa. Guru berkeliling memastikan setiap kelompok melakukan percobaan dengan tertib dan bertanggung jawab. • Siswa mengisi tabel yang tersedia berdasarkan hasil percobaan. • Siswa masih dalam kelompok yang sama berdiskusi menjawab pertanyaan yang ada di buku berdasarkan hasil percobaan. • Guru memberikan penguatan tentang sifat bunyi merambat. Sifat Bunyi Merambat Bunyi merupakan gelombang yang perambatan arahnya sejajar dengan arah getarnya. Bunyi dapat terdengar jika memenuhi syarat berikut. 1. Ada sumber bunyi 2. Ada media penghantar 3. Ada pendengar Bunyi yang berasal dari sumber bunyi sampai kepada pendengar dengan cara merambat. Bunyi dapat merambat melalui media perantara: udara, zat cair, dan benda padat. Bunyi tidak dapat merambat tanpa adanya media perantara. Bunyi yang merambat melalui benda padat dan zat cair akan terdengar lebih jelas dibandingkan bunyi yang merambat melalui udara. Kerja mandiri Siswa menuliskan hasil percobaan dalam bentuk laporan yang ada di buku. Guru berkeliling untuk memastikan setiap siswa mengerjakan tugas dengan tertib. Guru dapat mendampingi siswa yang mendapatkan kesulitan dalam menjawab pertanyaan.Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 35 Laporan siswa diperiksa guru menggunakan rubrik (penilaian 2) • Siswa diingatkan kembali tentang gagasan pokok dan gagasan pendukung yang telah dipelajari pada pembelajaran sebelumnya. • Siswa membaca kembali teks berjudul “Sigap Membantu Sesama” yang terdapat pada pembelajaran sebelumnya. • Siswa menemukan gagasan pokok dan gagasan pendukung pada teks tersebut dan menuliskannya dalam peta pikiran yang tersedia. Guru berkeliling untuk memastikan setiap siswa mengerjakan tugas dengan tertib. Guru dapat mendampingi siswa yang mendapatkan kesulitan dalam menjawab pertanyaan. Peta pikiran siswa diperiksa guru menggunakan rubrik (penilaian 1) • Siswa mendiskusikan peta pikiran bersama teman dan guru. Sebagai variasi kegiatan diskusi, guru dapat menginstruksikan siswa untuk saling menginformasikan peta pikiran mereka menggunakan metode “komidi putar”. Siswa membentuk dua lingkaran besar. Setiap lingkaran memiliki jumlah siswa yang sama. Satu lingkaran akan berada di dalam lingkaran lainnya. Siswa dalam dua lingkaran tersebut akan berpasanagn dan saling berhadapan. Lingkaran bagian dalam akan berputar searah jarum jam, sehingga setiap siswa akan mendapatkan pasangan yang berbeda. Siswa dapat berputar beberapa kali sesuai kebutuhan berdasarkan waktu yang tersedia.36 Buku Guru SD/MI Kelas IVI • Siswa melakukan perenungan dengan menjawab pertanyaan yang terdapat dalam buku siswa • Guru dapat menambahkan pertanyaan perenungan berdasarkan panduan yang terdapat pada Buku Guru. Pengayaan • Apabila memiliki waktu, siswa dapat memainkan ansambel bunyi yang telah mereka kreasikan pada pembelajaran sebelumnya kepada kelas lain. Remedial • Siswa yang belum memahami sifat bunyi merambat akan mengulang percobaan dengan pendampingan. Siswa dapat dibantu oleh siswa lain yang telah menguasai konsep tersebut. Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 45 Diskusikanlah hasilnya dengan teman dan gurumu! • Apa yang kamu pelajari dari kegiatan hari ini? • Keragaman apa yang kamu pelajari? • Apa yang akan kamu lakukan agar alat musik tradisional Indonesia tidak punah? Cobalah lakukan salah satu percobaan tentang perambatan bunyi di rumah. Ceritakan hasilnya kepada teman dan gurumu di sekolah.Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 37 Penilaian 1. PJOK a. Keterampilan siswa dalam melakukan variasi gerakan lokomotor dan nonlokomotor dalam permainan Benteng dan Gobak Sodor dinilai menggunakan rubrik. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Aturan main Benteng dan Gobak Sodor, serta manfaatnya. Mampu menjelaskan aturan main Benteng dan Gobak Sodor dan manfaatnya dalam meningkatkan keterampilan gerak dasar lokomotor dan non-lokomotor dengan jelas dan benar. Menjelaskan aturan main Benteng dan Gobak Sodor dan manfaatnya dalam meningkatkan keterampilan gerak dasar lokomotor dan non-lokomotor dengan benar namun kurang jelas. Menjelaskan aturan main Benteng dan Gobak Sodor dan manfaatnya dalam meningkatkan keterampilan gerak dasar lokomotor dan non-lokomotor dengan kurang tepat. Belum dapat menjelaskan aturan main Benteng dan Gobak Sodor dan manfaatnya dalam meningkatkan keterampilan gerak dasar lokomotor dan non-lokomotor. Variasi pola gerak dasar lokomotor dan nonlokomotor dalam permainan Benteng dan Gobak Sodor Mampu mempraktikan semua variasi pola gerak dasar lokomotor dan non-lokomotor dalam permainan Benteng dan Gobak Sodor dengan teknik yang benar. Mempraktikan sebagian besar variasi pola gerak dasar lokomotor dan non-lokomotor dalam permainan Benteng dan Gobak Sodor dengan teknik yang benar. Mempraktikan sebagian kecil variasi pola gerak dasar lokomotor dan nonlokomotor dalam permainan Benteng dan Gobak Sodor dengan teknik yang benar. Belum dapat mempraktikan variasi pola gerak dasar lokomotor dan nonlokomotor dalam permainan Benteng dan Gobak Sodor. Kerja Sama Menunjukkan sikap kerjasama selama permainan secara konsisten. Menunjukkan sikap kerjasama selama permainan namun belum konsisten. Perlu motivasi untuk dapat bekerjasama selama permainan namun belum konsisten. Belum dapat menunjukkan sikap kerjasama selama permaianan meskipun telah dimotivasi. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1.38 Buku Guru SD/MI Kelas IVI b. Keterampilan dasar Lokomotor dan Non-Lokomotor dinilai menggunakan daftar periksa. Kriteria 1 2 3 4 5 Lokomotor: • Berjalan tegak • Berlari • Melompat dengan tumpuan satu kaki • Meloncat dengan tumpuan dua kaki Non-Lokomotor: • Memutar pinggang • Menekuk badan, tangan, dan kaki, • Memiringkan badan • Membentang tangan dan kaki • Memutar badan menghadap ke kiri, ke kanan, dan ke belakang Keterangan 1. Tidak pernah menunjukkan kriteria yang diharapkan. 2. Menunjukkan sikap sesuai kriteria sebesar 50%. 3. Menunjukkan sikap sesuai kriteria lebih dari 50% namun kurang dari 75%. 4. Menunjukkan kriteria lebih dari 75% namun kurang dari 100%. 5. Menunjukkan sikap sesuai kriteria yang diharapkan. 2. IPA a. Laporan hasil percobaan tentang sifat-sifat bunyi merambat dinilai menggunakan rubrik. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Sifat-sifat bunyi merambat Menjelaskan semua sifat bunyi merambat berdasarkan hasil percobaan dengan benar. Menjelaskan sebagian besar sifat bunyi merambat berdasarkan hasil percobaan dengan benar. Menjelaskan sebagian kecil sifat bunyi merambat berdasarkan hasil percobaan dengan benar. Belum dapat menjelaskan sifat-sifat bunyi merambat. Laporan pengamatan tentang sifat bunyi merambat Menyajikan laporan pengamatan tentang sifat bunyi merambat berdasarkan hasil percobaan dengan sistematis. Menyajikan laporan pengamatan tentang sebagian besar sifat bunyi merambat berdasarkan hasil percobaan cukup sistematis. Menyajikan laporan pengamatan tentang sebagian kecil sifat bunyi merambat berdasarkan hasil percobaan kurang sistematis. Belum dapat menyajikan laporan pengamatan tentang sifat bunyi merambat berdasarkan hasil percobaan. Sikap Rasa Ingin Tahu dan Berfikir Kritis Tampak antusias dan mengajukan banyak ide dan pertanyaan selama kegiatan. Tampak cukup antusias dan terkadang mengajukan ide dan pertanyaan selama kegiatan. Tampak kurang antusias dan tidak mengajukan ide dan pertanyaan selama kegiatan. Tidak tampak antusias dan perlu dimotivasi untuk mengajukan ide dan pertanyaan.Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 39 Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1. b. Percobaan IPA dinilai menggunakan rubrik. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Penerapan Konsep Memperlihatkan pemahaman konsep dengan menunjukkan bukti pendukung dan menyampaikan pemahaman inti dari konsep yang sedang dipelajari dengan benar. Memperlihatkan pemahaman konsep dengan menunjukkan bukti pendukung namun perlu bantuan saat menyampaikan pemahaman inti dari konsep yang yang sedang dipelajari Memperlihatkan pemahaman konsep dengan menunjukkan bukti yang terbatas dan penyampaian pemahaman inti dari konsep tidak jelas. Perlu bimbingan saat menyampaikan bukti dan pemahaman inti dari konsep yang dipelajari. Komunikasi Hasil percobaan disampaikan dengan jelas, obyektif dengan didukung data penunjang. Hasil percobaan disampaikan dengan jelas dan didukung sebagian data penunjang. Hasil percobaan disampaikan dengan jelas, namun hanya didukung sebagian kecil data penunjang. Hasil percobaan disampaikan dengan kurang jelas dan tanpa data penunjang. Prosedur dan strategi Seluruh data dicatat, langkah kegiatan dilakukan secara sistematis dan strategi yang digunakan membuat percobaan berhasil. Seluruh data dicatat, langkah kegiatan dilakukan secara sistematis, namun masih membutuhkan bimbingan dalam menemukan strategi agar percobaan berhasi. Sebagian besar data dicatat, langkah kegiatan dan strategi dilakukan secara sistematis setelah mendapat bantuan guru. Sebagian kecil data dicatat, langkah kegiatan tidak sistematis dan strategi yang dipilih tidak tepat. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 140 Buku Guru SD/MI Kelas IV VI 3. Bahasa Indonesia Tugas siswa menemukan gagasan pokok dan gagasan utama dari setiap paragraf dinilai menggunakan rubrik Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Gagasan pokok Menemukan gagasan pokok pada semua paragraf dengan benar. Menemukan sebagian besar gagasan pokok pada semua paragraf dengan benar. Menemukan sebagian kecil gagasan pokok pada semua paragraf dengan benar. Belum dapat menemukan gagsan pokok. Gagasan Pendukung Menemukan gagasan pendukung pada semua paragraf dengan benar. Menemukan sebagian besar gagasan pendukung pada semua paragraf dengan benar. Menemukan sebagian kecil gagasan pendukung pada semua paragraf dengan benar. Belum dapat menemukan gagsan pendukung. Penyajian gagasan pokok dan gagasan pendukukung dalam peta pikiran. Menyajikan gagasan pokok dan gagasan pendukung dalam peta pikiran dengan tepat. Menyajikan sebagian besar gagasan pokok dan gagasan pendukung dalam peta pikiran dengan tepat. Menyajikan sebagian kecil gagasan pokok dan gagasan pendukung dalam peta pikiran dengan tepat. Belum dapat menyajikan gagasan pokok dan gagasan pendukung dalam peta pikiran. Sikap: Mandiri Tugas diselesaikan dengan mandiri . Sebagian besar tugas diselesaikan dengan mandiri. Tugas diselesaikan dengan motivasi dan bimbingan guru. Belum dapat menyelesaikan tugas meski telah diberikan motivasi dan bimbingan. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 41 4. Catatan Anekdot untuk mencatat sikap (peduli) (contoh terlampir dalam lampiran pertama Buku Guru). • Siswa mengulang percobaan tentang sifat bunyi merambat di rumah. • Siswa dimotivasi untuk menemukan sebanyak mungkin fakta tentang sifat bunyi merambat dalam kehidupan sehari-hari. Fakta-fakta Perambatan Bunyi dalam Kehidupan • Bunyi merambat melalui media udara: semua suara yang terdengar: saat bercakap-cakap, dan suara bergema di sekitar kita. • Bunyi merambat melalui zat cair: sura lumba-lumba yang tertangkap radar kapal selam. • Bunyi merambat melalui benda padat: saat menempelkan telinga di rel kereta api, maka suara roda kereta api yang masih berjarak belasan km akan terdengar dengan cukup jelas. Siswa diminta melaporkan hasil diskusi kepada guru.42 Buku Guru SD/MI Kelas IVI Pemetaan Kompetensi Dasar dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia 3.1 Mencermati gagasan pokok dan gagasan pendukung yang diperoleh dari teks lisan, tulis, atau visual. 4.1 Menata informasi yang didapat dari teks berdasarkan keterhubungan antargagasan ke dalam kerangka tulisan. Matematika 3.8 Menganalisis sifat-sifat segibanyak beraturan dan segibanyak tidak beraturan. 4.8 Mengidentifikasi segibanyak beraturan dan segibanyak tidak beraturan. PPKn 3.4 Mengidentifikasi berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. 4.4 Menyajikan berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. Pembelajaran 4 4Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 43 Fokus Pembelajaran: Bahasa Indonesia, PPKn, Matematika Tujuan Pembelajaran 1. Setelah melakukan pengamatan, siswa mampu memberikan contoh segi banyak beraturan dan segi banyak tidak beraturan dengan benar. 2. Setelah bereksplorasi, siswa mampu menunjukkan perbedaan segi banyak beraturan dan tidak beraturan dengan benar. 3. Setelah membaca teks, siswa mampu menuliskan gagasan pokok dan gagasan pendukung dari setiap paragraf teks yang dibaca dengan terstruktur. 4. Setelah membaca teks, siswa mampu menyusun gagasan pokok dan gagasan pendukung dari teks yang dibaca menjadi kerangka tulisan dengan sistematis. 5. Setelah melakukan demontrasi, siswa mampu menjelaskan pentingnya sikap persatuan dan kesatuan dalam keberagaman dengan terperinci. 6. Setelah berdiskusi, siswa mampu menemukan contoh-contoh sikap persatuan dan kesatuan dalam keberagaman di lingkungan dengan benar. Media, Alat Bantu, dan Sumber Belajar • Segitiga. • Sapu lidi. Langkah-langkah Pembelajaran • Guru membawa kain-kain tradisional yang mempunyai pola segi banyak. Jika tidak ada, guru bisa membawa gambar-gambar kain tradisional. Guru menyampaikan bahwa Indonesia kaya akan budaya termasuk kain-kain tradisional. Kekayaan budaya tersebut adalah identitas bangsa. Setiap warga negara harus bangga dengan keberagaman yang ada. Sebagai generasi penerus, siswa harus meneruskan budaya yang ada. 4 46 Buku Siswa SD/MI Kelas IV 4 Indonesia juga kaya akan keberagaman kain tradisional. Misalnya batik, songket, dan ulos. Jenis-jenis kain tersebut merupakan kekayaan budaya bangsa. Ayo kita cari tahu lebih lanjut. Amatilah kain tradisional nusantara berikut ini. Temukan segi banyak pada pola kain-kain di atas.44 Buku Guru SD/MI Kelas IVI • Siswa mengamati gambar kain tradisional yang ada di buku siswa. Siswa mengidentifikasi bentuk segi banyak yang ada di buku siswa. Siswa menuliskan hasilnya di kolom yang disediakan di buku siswa. • Siswa bereksplorasi untuk menemukan konsep segi banyak beraturan dan segi banyak tidak beraturan. • Siswa berkelompok secara berpasangan. Guru menyiapkan potongan segitiga sama sisi dan segitiga sembarang dengan ukuran yang cukup besar. Guru bisa menjiplaknya pada kertas karton kemudian mengguntingnya. Contoh bentuk yang bisa dijiplak. • Siswa bereksplorasi dengan menjawab pertanyaan yang ada di tabel buku siswa. Catatan saat ini siswa belum belajar mengukur sudut. Siswa akan menemukan besar sudut sama atau berbeda dengan cara menggunting salah satu ujung segitiga dan menempelkan pada sudut lainnya seperti gambar berikut. • Siswa menyimpulkan mana segi banyak beraturan dan mana yang tak beraturan. • Setiap siswa menuliskan hasil kesimpulannya di buku tulis. • Siswa mengelompokkan segi banyak beraturan dan tidak beraturan dari pola kain tradisional. • Siswa mendiskusikan hasilnya dengan teman sebelahnya. MSubtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 45 • Siswa mencari 3 segi banyak beraturan dan tidak beraturan yang ada di sekitarnya. Siswa membuktikan dan menggambar hasilnya di tabel yang sudah disiapkan. Siswa membuktikan hasil temuannya secara tertulis. Misalkan bangun ini adalah segi banyak beraturan karena seluruh sisinya panjangnya sama yaitu … Seluruh sudutnya juga besarnya sama, aku menempelkan ujung sudutnya ternyata besarnya sama. produk dinilai dengan penilain 1 • Siswa menukar jawaban dengan temannya. Siswa saling menilai apakah jawaban temannya sudah sesuai. • Siswa mengerjakan soal-soal di buku siswa. • Siswa membaca teks Tari Kipas Pakarena yang ada di buku siswa. Siswa membaca teks tersebut dengan membaca senyap. • Setelah membaca siswa mengidentifikasi gagasan pokok dan gagasan pendukung dari teks. Guru memberikan bimbingan kepada siswa untuk membaca teks dengan perlahan. Guru bisa memberikan pertanyaan-pertanyaan berikut utuk membantu membimbing siswa. - Apa yang dibicarakan di paragraf 1? - Apa inti dari paragraf 1? • Siswa mengisi gagasan pokok dan gagasan pendukung dari diagram yang ada di buku siswa. • Setelah selesai, siswa saling menukar jawaban dengan temannya. M Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 51 Bacalah teks tersebut kemudian carilah gagasan pokok dan gagasan pendukungnya. Tuliskan pada diagram-diagram yang tersedia! Tari Kipas Pakarena Tari Kipas Pakarena merupakan kesenian tari yang berasal dari Gowa, Sulawesi Selatan. Tarian ini sudah menjadi tradisi di kalangan masyarakat Gowa yang merupakan bekas Kerajaan Gowa. Kisahnya berawal dari perpisahan antara penghuni Boting Langi (negeri khayangan) dan penghuni Lino (bumi) pada zaman dahulu. Konon, sebelum berpisah, penghuni Boting Langi sempat mengajarkan kepada penghuni Lino cara menjalani hidup, seperti bercocok tanam, beternak, dan berburu. Cerita itu diabadikan dalam gerakan tarian. Makna gerakan tari Kipas Pakarena, seperti gerakan berputar searah jarum jam, melambangkan siklus hidup manusia. Gerakan naik turun mencerminkan roda kehidupan yang kadang berada di bawah dan kadang di atas. Cara menari yang lembut mencerminkan karakter perempuan Gowa yang sopan, setia, patuh, dan hormat. Secara keseluruhan gerakan tari ini mengungkapkan rasa syukur.46 Buku Guru SD/MI Kelas IVI • Salah satu siswa maju ke depan untuk menjawab gagasan pokok dan gagasan pendukung tiap paragraf. • Setelah siswa selesai, guru membahas dan memastikan bahwa setiap siswa paham. • Siswa membaca teks dan melakukan simulasi tentang makna persatuan dan kesatuan pada buku siswa. • Guru membwa sapu lidi ke dalam kelas untuk membantu siswa memahami konsep makna bersatu dengan mengacu pada buku siswa. • Siswa menyapu sampah kertas yang ada di lantai (yang telah dilakukan guru sebelumnya) menggunakan sapu lidi. • Guru meminta siswa mengamati apa yang terjadi. • Selanjutnya, guru meminta siswa menyapu sampah kertas tersebut menggunakan sebatang lidi, kemudian bertanya kepada siswa, apa perbedaan yang kalian lihat? • Guru memandu siswa untuk menyimpulkan bahwa persatuan dan kesatuan memberi manfaat sebagai berikut. - Bersatu membuat sebuah keluarga, masyarakat, dan bangsa menjadi kuat. - Bersatu dan bekerja sama dapat memudahkan dan mempercepat pekerjaan. • Secara individu, siswa mengidentifikasi sikap-sikap yang menunjukkan persatuan dan kesatuan. Siswa menuliskan hasilnya pada tabel. • Secara klasikal, guru mendiskusikan sikap-sikap tersebut. Guru menulisnya di papan tulis. • Siswa dibagi ke dalam kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 5 siswa. Siswa berdiskusi tentang pertanyaan berikut. • Menurutmu, apa yang akan terjadi jika kita memiliki sikap persatuan dan kesatuan? • Apa yang akan terjadi jika kita tidak memiliki sikap persatuan dan kesatuan? Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 55 Diskusikan hasilmu dengan hasil temanmu. Seperti yang telah kamu ketahui sebelumnya, kita hidup penuh dengan keberagaman. Di dalam keluarga, hampir setiap anggotanya berbeda. Di sekolah, kamu mempunyai teman-teman yang berbeda. Di masyarakat, kamu mempunyai tetangga yang berbeda-beda. Tahukah kamu? Perbedaan yang ada di keluarga, sekolah, dan masyarakat akan menjadi indah apabila dilandasi oleh persatuan dan kesatuan. Apa sebenarnya makna persatuan dan kesatuan? Untuk menjawabnya, mari kita lakukan kegiatan berikut. • Ambil sebuah sapu lidi, cabut sebatang lidi dari sapu tersebut. • Gunakan sapu dan sebatang lidi tersebut untuk menyapu. • Bandingkan hasilnya. Tulislah kesimpulanmu pada kolom di bawah ini dan diskusikan jawabanmu secara berpasangan! Kaitkan jawabanmu dengan keadaan masyarakat Indonesia yang berbedabedaSubtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 47 • Satu kelompok diminta mempresentasikan jawabannya. Sementara kelompok yang lain menanggapi. • Guru menyimpulkan tentang pendapat siswa. • Siswa melakukan perenungan dengan menjawab pertanyaan yang terdapat dalam buku siswa. • Guru dapat menambahkan pertanyaan perenungan berdasarkan panduan yang terdapat pada lampiran buku guru. Pengayaan • Siswa bisa membuat kolase lain dari segi banyak. Remedial • Siswa yang belum memahami konsep segi banyak dapat mengulang kegiatan bersama guru seusai jam belajar selama sekitar 30–60 menit.48 Buku Guru SD/MI Kelas IVI Penilaian 1. Matematika: Menemukan segi banyak beraturan dan tidak beraturan. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Segi banyak beraturan Menemukan 3 segi banyak beraturan dengan benar. Menemukan 2 segi banyak beraturan dengan benar. Menemukan 1 segi banyak beraturan dengan benar. Belum mampu menemukan Pembuktian Membuktikan semua bangun segi banyak yang ditemukan (dilihat dari sisi dan sudutnya) dengan benar. Membuktikan sebagian besar bangun segi banyak yang ditemukan (dilihat dari sisi dan sudutnya) dengan benar. Membuktikan sebagian bangun segi banyak yang ditemukan (dilihat dari sisi dan sudutnya) dengan benar. Membuktikan sebagian kecil bangun segi banyak yang ditemukan (dilihat dari sisi dan sudutnya) dengan benar. Segi banyak tidak beraturan Menemukan 3 segi banyak beraturan dengan benar. Menemukan 2 segi banyak beraturan dengan benar. Menemukan 1 segi banyak beraturan dengan benar. Belum mampu menemukan Pembuktian Membuktikan semua bangun segi banyak tidak beraturan yang ditemukan (dilihat dari sisi dan sudutnya) dengan benar. Membuktikan sebagian besar bangun segi banyak tidak beraturan yang ditemukan (dilihat dari sisi dan sudutnya) dengan benar. Membuktikan sebagian bangun segi banyak tidak beraturan yang ditemukan (dilihat dari sisi dan sudutnya) dengan benar. Membuktikan sebagian kecil bangun segi banyak tidak beraturan yang ditemukan (dilihat dari sisi dan sudutnya) dengan benar. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 49 2. Bahasa Indonesia: Gagasan Pokok Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Mengidentifi kasi gagasan pokok Mengidentifikasi gagasan pokok dari 4 paragraf dengan benar. Mengidentifikasi gagasan pokok dari 3 paragraf dengan benar. Mengidentifikasi gagasan pokok dari 2 paragraf dengan benar. Mengidentifikasi gagasan pokok dari 1 paragraf dengan benar. Mengidentifikasi Gagasan Pendukung Mengidentifikasi gagasan pendukung dari 4 paragraf dengan benar. Mengidentifikasi gagasan pendukung dari 3 paragraf dengan benar. Mengidentifikasi gagasan pendukung dari 2 paragraf dengan benar. Mengidentifikasi gagasan pendukung dari 1 paragraf dengan benar. Mengkomuni kasikan Menuliskan secara sistematis, mudah dipahami, dan menggunakan bahasa baku. Memenuhi 2 dari 3 kriteria yang diharapkan. Memenuhi 1 dari 3 kriteria yang diharapkan. Belum memenuhi kriteria yang diharapkan. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1 3. PPKn Kriteria ya tidak Menjelaskan pentingnya sikap persatuan dan kesatuan dalam keberagaman. Menemukan 3 contoh sikap persatuan dan kesatuan dalam keberagaman di lingkungan.50 Buku Guru SD/MI Kelas IVI 4. Diskusi: Pada saat diskusi persatuan dan kesatuan Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Mendengarkan Selalu mendengarkan teman yang sedang berbicara. Mendengarkan teman yang berbicara, namun sesekali masih perlu diingatkan. Masih perlu diingatkan untuk mendengarkan teman yang sedang berbicara. Sering diingatkan untuk mendengarkan teman yang sedang berbicara namun tidak mengindahkan Komunikasi non verbal (kontak mata, bahasa tubuh, postur, ekspresi wajah, suara) Merespon dan menerapkan komunikasi non verbal dengan tepat. Merespon dengan tepat terhadap komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman. Sering merespon kurang tepat terhadap komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman. Membutuhkan bantuan dalam memahami bentuk komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman. Partisipasi (menyampaikan ide, dan perasaan, pikiran) Isi pembicaraan menginspirasi teman. Selalu mendukung dan memimpin lainnya saat diskusi. Berbicara dan menerangkan secara rinci, merespon sesuai dengan topik. Berbicara dan menerangkan secara rinci, namun terkadang merespon kurang sesuai dengan topik. Jarang berbicara selama proses diksusi berlangsung. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1. 5. Catatan Anekdot untuk mencatat sikap (santun dan peduli) (Contoh terlampir di bagian lampiran Buku Guru). Siswa menyampaikan kepada orang tuanya akan pentingnya sikap persatuan dan kesatuan. Siswa melakukan refleksi bagaimana persatuan dan kesatuan di lingkungannya.Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 51 Pemetaan Kompetensi Dasar dalam Pembelajaran Matematika 3.8 Menganalisis sifat-sifat segibanyak beraturan dan segibanyak tidak beraturan. 4.8 Mengidentifikasi segibanyak beraturan dan segibanyak tidak beraturan. SBdP 3.3 Memahami dasar-dasar gerak tari daerah. 4.3 Meragakan dasar-dasar gerak tari daerah. IPS 3.2 Mengidentifikasi keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang. 4.2 Menyajikan hasil identifikasi mengenai keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang. Pembelajaran 552 Buku Guru SD/MI Kelas IVI Fokus Pembelajaran: IPS, SBdP, Matematika 1. Dengan membaca teks tentang suku Minang, siswa mampu menjelaskan keragaman sosial dan budaya provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia secara tertulis dan lisan secara terperinci. 2. Dengan membaca teks tentang suku Minang, siswa mampu menyajikan keragaman sosial dan budaya provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia secara tertulis dan lisan secara terperinci. 3. Dengan mengamati gambar dan langkah-langkah serta peragaan dari guru, siswa mampu menjelaskan dasar-dasar gerak tari Bungong Jeumpa dalam posisi duduk dengan benar. 4. Setelah berdiskusi tentang bangun segi banyak pada tangram, siswa mampu menjelaskan perbedaan segi banyak beraturan dan segi banyak tidak beraturan dengan benar. Media/Alat Bantu dan Sumber Belajar • Tangram • Lagu Bungong Jeumpa Langkah-Langkah Pembelajaran • Guru menyampaikan bahwa warga yang baik adalah warga yang mampu memahami dan menghargai keragaman serta perbedaan yang ada di sekitar mereka, baik keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama. a • Siswa membaca informasi yang ada di buku siswa. • Siswa membaca teks tentang Suku Minang dalam hati (membaca senyap). Guru meminta siswa menggarisbawahi poinpoin penting dalam bacaan tersebut. 58 Buku Siswa SD/MI Kelas IV Apakah kamu masih ingat tentang cerita pawai budaya? Suku apa saja yang kamu ingat dalam pawai tersebut? Sekarang, kita akan mengenal salah satu suku yang ada di Indonesia, yaitu Suku Minang. Warga yang baik adalah warga yang mampu memahami dan menghargai keragaman serta perbedaan yang ada di sekitar mereka, baik keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, maupun agama. Bacalah teks berikut dalam hati! Suku Minang Suku Minang adalah kelompok etnis yang terdapat di Provinsi Sumatra Barat. Suku Minang sering disebut sebagai orang Padang atau Urang Awak. Bahasa daerah suku Minang adalah bahasa Minang. Orang Minang gemar berdagang dan merantau ke daerah lain. Legenda Suku Minang yang sangat terkenal adalah “Malin Kundang”. Suku Minang mempunyai rumah adat yang sangat khas yang disebut Rumah Gadang. Rumah Gadang ini terbuat dari kayu dan mempunyai bentuk dasar seperti balok. Lengkung atap rumahnya sangat tajam seperti tanduk kerbau, sedangkan lengkung badan rumah landai seperti badan kapal. Atap rumah terbuat dari ijuk. Bentuk atap rumah yang melengkung dan runcing ke atas itu disebut gonjong. Karena atapnya berbentuk gonjong, maka disebut rumah Bagonjong. Suku Minang mempunyai alat musik tradisional Minang yang disebut talempong. Talempong dimainkan dengan cara dipukul. Alat musik khas Minang lainnya adalah saluang. Saluang ini dimainkan dengan cara ditiup.Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 53 • Siswa menuliskan pertanyaan tentang hak yang ingin mereka ketahui lagi tentang Suku Minang. • Siswa menuliskan pertanyaan sebanyak-banyaknya tentang suku Minang. • Siswa mendiskusikan jawabannya dengan teman satu kelompok. Guru menyampaikan kepada siswa bahwa keragaman yang terdapat di sekitar kita tidak hanya terbatas kepada suku, namun juga mencakup keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama. Kita sudah seharusnya menghargai perbedaan tersebut dan menunjukkan sikap santun kepada teman-teman yang memiliki budaya yang berbeda. • Siswa dipandu mencari informasi lebih lanjut tentang keragaman sosial dan budaya yang terdapat di lingkungan provinsi mereka masing-masing. Guru membantu mengarahkan siswa untuk mencari informasi tentang keragaman sosial dan budaya yang terdapat di lingkungan provinsi mereka masing-masing dari berbagai sumber di antaranya buku bacaan, buku perpustakaan, media internet, serta sumber bacaan lain yang tersedia di sekolah masing-masing. • Siswa menuliskan hasil temuan mereka pada kolom yang disediakan. • Setelah mendapat informasi yang cukup, siswa mempresentasikan informasi yang mereka peroleh dalam kelompok. Guru menilai presentasi yang disajikan siswa secara tertulis dan lisan menggunakan rubrik. Setelah siswa selesai mempresentasikan tentang keragaman sosial dan budaya di lingkungan provinsi mereka, guru menginformasikan kepada siswa bahwa mereka akan melanjutkan mempelajari tari Bungong Jeumpa. • Siswa mendiskusikan dan memperagakan gerakan dasar tari Bungong Jeumpa setelah mengamati gambar, membaca penjelasan, menyaksikan peragaan dari guru.54 Buku Guru SD/MI Kelas IVI Guru memandu siswa dalam melakukan gerakan dasar tari Bungong Jeumpa. Guru bisa mempelajari gerakan tari ini dari berbagai sumber, misalnya video dari youtube atau buku-buku tari. Gerakan Tari Bungong Jeumpa dalam Posisi Duduk • Tangan kanan di bahu dan tangan kiri di paha. Ditepuk dua kali secara bersamaan. Lakukan secara bergantian kanan dan kiri. Hitungan 4 x 8 • Tangan kanan berdiri dan tangan kiri memegang siku. Tangan kiri berdiri dan tangan kanan memegang siku. Kemudian tepuk 2X. Dilakukan bergantian. Hitungan 2 x 8Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 55 • Kedua tangan tepuk lurus ke depan. Tepuk ke tengah. Tepuk ke atas. Tepuk ke tengah. Ketika tepuk atas badan diangkat Hitungan 4 x 8 • Kedua tangan memegang lantai. Serong ke kanan dan ke kiri. Ditarik ke atas tangan lurus serong ke kanan dan ke kiri. Bergantian. Hitungan 2 x 8. Guru menilai proses pembelajaran menari dengan menggunakan catatan anekdot. • Setelah selesai menari, guru menyampaikan bahwa tari Bungong Jeumpa adalah satu dari sekian banyak tarian yang ada di Indonesia. Kita semestinya bersyukur dan menghargai keberagaman tersebut. Ketika kita saling menghargai dalam keanekaragaman sosial dan budaya, maka akan tercipta kehidupan yang harmonis. • Guru bertanya kepada siswa, apakah mereka masih ingat hasil karya tangram yang telah mereka buat? Guru mengingatkan bahwa tangram tersebut terdiri atas bentuk yang berbeda-beda, namun ketika bentuk yang berbeda-beda tersebut ditata sedemikian rupa, maka akan tercipta gambar baru yang harmonis.56 Buku Guru SD/MI Kelas IVI • Siswa mengamati tangram yang telah mereka buat. • Secara berpasangan, siswa mendiskusikan bangun yang digunakan untuk membentuk tangram tersebut. • Siswa menemukan segi banyak yang terdapat dalam tangram tersebut. • Siswa menjelaskan tentang segi banyak yang mereka temukan. • Siswa mengidentifkasi segi banyak beraturan dalam tangram yang mereka buat. • Siswa menjelaskan mengapa segi banyak tersebut dinamai demikian. • Siswa menyajikan segi banyak beraturan dan tidak beraturan, ciri-cirinya, serta ciri-cirinya dalam bentuk diagram frayer. Guru menilai karya siswa dengan rubrik • Siswa melakukan perenungan dengan menjawab pertanyaan yang terdapat dalam buku siswa. • Guru dapat menambahkan pertanyaan perenungan berdasarkan panduan yang terdapat pada lampiran di buku guru. Pengayaan • Apabila ada waktu tersisa, siswa bisa berlatih tari Bungong Jeumpa secara berpasangan. Remedial • Siswa yang belum memahami ciri-ciri segi banyak beraturan dan segi banyak tidak beraturan dapat diberikan bentuk-bentuk kongkret tentang materi terkait dan mendiskusikannya. Dengan mengelompokkan bangunan beraturan dan tidak beraturan, siswa diminta menjelaskan persamaan dan perbedaannya. Penilaian 1. IPS Tulisan dan presentasi tentang keragaman sosial dan budaya di provinsi masing-masing dinilai dengan rubrik. MSubtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 57 Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Struktur Presentasi Presentasi memuat pembukaan, inti dan penutup serta dikomunikasikan secara runtut. Presentasi memuat pembukaan atau penutup dan inti serta dikomunikasikan secara runtut. Presentasi hanya memuat inti dan disampaikan dengan runtut. Presentasi hanya memiliki pembuka atau penutup saja. Tema Seluruh gagasan pokok dan gagasan pendukung sesuai dengan tema. Sebagian besar gagasan pokok dan gagasan pendukung sesuai dengan tema. Sebagian kecil gagasan pokok dan gagasan pendukung sesuai dengan tema. Gagasan pokok dan gagasan pendukung tidak sesuai tema. Fakta Pendukung Seluruh fakta tentang keragaman sosial dan budaya yang terdapat di lingkungan provinsi masingmasing disajikan dengan benar. Sebagian besar fakta tentang keragaman sosial dan budaya yang terdapat di lingkungan provinsi masingmasing disajikan dengan benar. Sebagian kecil fakta tentang keragaman sosial dan budaya yang terdapat di lingkungan provinsi masingmasing disajikan dengan benar. Fakta tentang keragaman sosial dan budaya yang terdapat di lingkungan provinsi masingmasing tidak benar. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1 2. SBdP Proses pembelajaran tari Bungong Jeumpa dinilai dengan catatan anekdot. 3. Matematika Diagram frayer segi banyak beraturan dan segi banyak tidak beraturan dinilai dengan daftar periksa. No. Indikator Ya Tidak 1. Mampu menggambar 5 contoh segi banyak beraturan dengan benar. 2. Mampu menggambar 5 contoh segi banyak tidak beraturan. 3. Mampu menuliskan 3 ciri-ciri segi banyak beraturan. 4. Mampu menuliskan 3 ciri-ciri segi banyak beraturan. 5. Mampu mendefinisikan segi banyak beraturan. 6. Mampu mendefinisikan segi banyak tidak beraturan. 4. Catatan anekdot untuk mencatat sikap (Santun)58 Buku Guru SD/MI Kelas IVI Contoh dapat dilihat pada bagian akhir (lampiran) buku ini. • Siswa menyampaikan kepada orang tua mereka mengenai pentingnya memahami, menghargai, dan bersikap santun kepada orang lain yang memiliki latar belakang sosial dan budaya yang beragam dan berbeda yang ditemui di sekitar mereka. Siswa meminta orang tua mereka menulis kesimpulan diskusi pada kolom berikut.Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 59 Pemetaan Kompetensi Dasar dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia 3.1 Mencermati gagasan pokok dan gagasan pendukung yang diperoleh dari teks lisan, tulis, atau visual. 4.1 Menata informasi yang didapat dari teks berdasarkan keterhubungan antargagasan ke dalam kerangka tulisan. PJOK 3.1 Memahami variasi gerak dasar lokomotor, nonlokomotor, dan manipulatif sesuai dengan konsep tubuh, ruang, usaha, dan keterhubungan dalam permainan bola besar sederhana dan atau tradisional*. 4.1 Mempraktikkan variasi gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif sesuai dengan konsep tubuh, ruang, usaha, dan keterhubungan dalam permainan bola besar sederhana dan atau tradisional*. PPKn 3.4 Mengidentifikasi berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. 4.4 Menyajikan berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. Pembelajaran 6 660 Buku Guru SD/MI Kelas IVI Fokus Pembelajaran: Bahasa Indonesia, PPKn, PJOK 1. Dengan membaca teks tentang suku Minang, siswa mampu menemukan gagasan pokok dan gagasan pendukung yang diperoleh dari teks tulis tentang keragaman sosial dan budaya suku Minang secara dengan benar. 2. Dengan membaca teks tentang suku Minang, siswa mampu menyajikan gagasan pokok dan gagasan pendukung yang diperoleh dari teks tulis tentang keragaman sosial dan budaya suku Minang dengan benar. 3. Setelah membaca teks tentang suku Minang, siswa mampu menjelaskan rencana kegiatan yang mencerminkan sikap persatuan dan kesatuan dalam perbedaan di lingkungan sekolah. Caranya dengan membua rencana kegiatan yang mencerminkan sikap persatuan dan kesatuan dalam perbedaan di lingkungan sekolah secara terstruktur. 4. Setelah membaca teks tentang suku Minang, siswa mampu membuat rencana kegiatan yang mencerminkan sikap persatuan dan kesatuan dalam perbedaan di lingkungan sekolah dengan Buatlah rencana kegiatan yang mencerminkan sikap persatuan dan kesatuan dalam perbedaan di lingkungan sekolah secara terstruktur. 5. Setelah berdiskusi dan mengamati peragaan dari guru, siswa mampu menjelaskan prosedur variasi pola gerak dasar jalan, lari, lompat melalui permainan benteng-bentengan dan gobak sodor dengan teknik yang benar. 6. Setelah berdiskusi dan mengamati peragaan dari guru, siswa mampu mempraktikkan variasi pola gerak dasar jalan, lari, lompat melalui permainan benteng-bentengan dan gobak sodor dengan teknik yang benar. Media, Alat Bantu, dan Sumber Belajar • Area bermain benteng-bentengan • Area bermain gobak sodor Langkah-Langkah Pembelajaran • Guru menyampaikan bahwa warga yang baik adalah warga yang mampu memahami dan menghargai keragaman serta perbedaan yang ada di sekitar mereka, baik keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama. 6 66 Buku Siswa SD/MI Kelas IV 6 Setelah membaca teks tentang Suku Minang, apa yang dapat kamu simpulkan dari teks tersebut? Setiap suku memiliki ciri khas masing-masing. Apakah kamu masih ingat tentang ciri khas Suku Minang? Apa saja yang kamu ingat tentang suku tersebut? Baca kembali teks tentang Suku Minang, kemudian temukan dan tuliskan gagasan pokok dan gagasan pendukung untuk paragraf berikut.Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 61 • Siswa membaca informasi di buku siswa. • Siswa membaca kembali teks tentang Suku Minang. • Siswa menemukan dan menuliskan gagasan pokok dan gagasan pendukung untuk setiap paragraf pada diagram yang terdapat dalam buku siswa seperti berikut. • Guru meminta siswa menuliskan gagasan utama setiap pragraf pada diagram dan menuliskan gagasan pendukung di sekitar gagasan pokok. • Guru menilai gagasan pokok dan gagasan pendukung menggunakan rubrik. • Siswa menuliskan kesimpulan tentang perbedaan gagasan pokok dan gagasan pendukung di buku siswa. Guru menyampaikan bahwa setiap suku memiliki ciri khas masing-masing62 Buku Guru SD/MI Kelas IVI Setelah membaca teks tentang suku Minang, guru menyampaikan bahwa Indonesia terdiri atas beragam suku, budaya, agama, dan sosial. Keragaman tersebut merupakan identitas bangsa Indonesia. Sebagai warga negara yang baik kita harus menjaga persatuan dan kesatuan dalam perbedaan dan keberagaman tersebut. • Siswa membuat rencana kegiatan yang mencerminkan sikap persatuan dan kesatuan dalam perbedaan di lingkungan sekolah mereka. • Guru menilai kegiatan ini menggunakan rubrik • Guru menyampaikan kepada siswa bahwa permainan tradisional adalah merupakan salah satu bentuk keragaman budaya yang ada di Indonesia, seperti permainan benteng-bentengan dan gobak sodor. • Siswa mendiskusikan secara berkelompok tentang permainan bentengbentengan dan gobak sodor yang telah mereka pelajari sebelumnya. • Siswa menuliskan hasil diskusi pada kolom yang terdapat di buku siswa. • Siswa mempraktikkan permainan benteng-bentengan dan gobak sodor setelah berdiskusi dan mengamati penjelasan dari guru, khususnya untuk keterampilan dasar jalan, lari, dan lompat. Guru menilai keterampilan dasar jalan dan lari dalam permainan benteng-bentengan dan gobak sodor menggunakan daftar periksa. Ayo Renungkan • Siswa melakukan perenungan dengan menjawab pertanyaan yang terdapat dalam buku siswa. • Guru dapat menambahkan pertanyaan perenungan berdasarkan panduan yang terdapat pada lampiran di buku guru.Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 63 Pengayaan • Apabila ada waktu tersisa, siswa bisa berlatih menulis gagasan pokok dan gagasan pendukung dari teks tambahan yang disediakan guru. Remedial • Siswa yang belum mampu menentukan gagasan pokok dan gagasan pendukung dengan baik dapat diberikan beberapa bahan bacaan yang lebih sederhana dan diminta untuk menggarisbawahi gagasan pokok paragraf demi paragraf di bawah arahan dari guru. Penilaian 1. Bahasa Indonesia Diagram gagasan pokok dan gagasan pendukung dinilai dengan rubrik. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Gagasan Pokok Seluruh gagasan pokok ditulis dengan tepat untuk setiap paragraf. Sebagian besar gagasan pokok ditulis dengan tepat untuk setiap paragraf. Sebagian kecil gagasan pokok ditulis dengan tepat untuk setiap paragraf. Seluruh gagasan pokok tidak ditulis dengan tepat untuk setiap paragraf. Gagasan Pendukung Seluruh gagasan pendukung ditulis dengan tepat untuk setiap paragraf. Sebagian besar gagasan pendukung ditulis dengan tepat untuk setiap paragraf. Sebagian kecil gagasan pendukung ditulis dengan tepat untuk setiap paragraf. Seluruh gagasan pendukung tidak ditulis dengan tepat untuk setiap paragraf. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 164 Buku Guru SD/MI Kelas IVI 2. PPKn Rencana kegiatan yang mencerminkan sikap persatuan dan kesatuan dalam keberagaman dinilai dengan rubrik. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Rencana penerapan nilai persatuan dan kesatuan di rumah Menyebutkan paling sedikit 4 contoh perilaku yang sudah dan belum mencerminkan nilai persatuan dan kesatuan di rumah dengan benar. Menyebutkan paling sedikit 3 contoh perilaku yang sudah dan belum mencerminkan nilai persatuan dan kesatuan di rumah dengan benar. Menyebutkan paling sedikit 2 contoh perilaku yang sudah dan belum mencerminkan nilai persatuan dan kesatuan di rumah dengan benar. Menyebutkan paling sedikit 1 contoh perilaku yang sudah dan belum mencerminkan nilai persatuan dan kesatuan di rumah dengan benar. Rencana penerapan nilai persatuan dan kesatuan di lingkungan rumah Menyebutkan paling sedikit 4 contoh perilaku yang sudah dan belum mencerminkan nilai persatuan dan kesatuan di lingkungan rumah dengan benar. Menyebutkan paling sedikit 3 contoh perilaku yang sudah dan belum mencerminkan nilai persatuan dan kesatuan di lingkungan rumah dengan benar. Menyebutkan paling sedikit 2 contoh perilaku yang sudah dan belum mencerminkan nilai persatuan dan kesatuan di lingkungan rumah dengan benar. Menyebutkan paling sedikit 1 contoh perilaku yang sudah dan belum mencerminkan nilai persatuan dan kesatuan di lingkungan rumah dengan benar. Rencana penerapan nilai persatuan dan kesatuan di lingkungan sekolah. Menyebutkan paling sedikit 4 contoh perilaku yang sudah dan belum mencerminkan nilai persatuan dan kesatuan di lingkungan sekolah dengan benar. Menyebutkan paling sedikit 3 contoh perilaku yang sudah dan belum mencerminkan nilai persatuan dan kesatuan di lingkungan sekolah dengan benar. Menyebutkan paling sedikit 2 contoh perilaku yang sudah dan belum mencerminkan nilai persatuan dan kesatuan di lingkungan sekolah dengan benar. Menyebutkan paling sedikit 1 contoh perilaku yang sudah dan belum mencerminkan nilai persatuan dan kesatuan di lingkungan sekolah dengan benar. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 65 3. PJOK Keterampilan jalan dan lari dalam permainan bentengbentengan dan gobak sodor dinilai dengan daftar periksa. No. Kriteria Ya Tidak Komentar Guru 1. Siswa dapat mempraktikkan teknik dasar atletik jalan dengan benar. 2. Siswa dapat mempraktikkan teknik dasar atletik lari dengan benar. 4. Catatan anekdot untuk mencatat sikap (Santun) Contoh dapat dilihat pada bagian akhir (lampiran) buku ini. Siswa menyampaikan hasil refleksi mereka selama belajar satu minggu ini kepada orang tua mereka di rumah. Siswa menyampaikan bagaimana perasaan mereka saat belajar, apa yang sudah mereka pelajari, dan kegiatan apa saja yang sangat bermanfaat dan sangat menarik bagi mereka. siswa menyampaikan hasilnya kepada guru.66 Buku Guru SD/MI Kelas IVI Bahan Bacaan Guru Rumah Adat Rumah adat di Indonesia sangatlah beragam. Itulah kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia. Rumah adat masing-masing daerah di Indonesia mempunyai sejarah dan karakteristik yang berbeda-beda. Kegotongroyongan yang dilakukan untuk membangun sebuah rumah adat menghasilkan peninggalan yang mempunyai nilai sejarah. Itulah indahnya kebersamaan dimana masyarakat di suatu daerah bahu-membahu untuk membangun sebuah rumah adat baik sebagai tempat tinggal maupun sebagai tempat penyimpanan benda lain. A. Rumah Adat Baduy Rumah adat yang ada di daerah Banten, Jawa Barat ini bukan hanya sekadar tempat tinggal tetapi mempunyai nilai kehidupan. Bentuk rumah di sana disebut Julang Ngapak. Rumah Baduy berbentuk panggung. Jika tanahnya tidak rata maka tidak boleh meratakannya. Untuk menyamakan tingginya mereka menyesuaikannya dengan tinggi rendahnya tiang. Rumah adat Baduy mempunyai ciri khas berikut. • Rumah yang dibangun tidak boleh menyentuh tanah. • Tiang-tiang kolong harus dialasi batu. • Dindingnya terbuat dari anyaman bambu (bilik). • Atap terdiri atas dua bagian, kiri dan kanan. Atap sebelah kiri berukuran lebih panjang. • Atap terbuat dari ijuk atau daun kelapa. • Tidak mempunyai jendela. • Lantainya terbuat dari bambu (palupuh). B. Rumah Adat Tongkonan Tongkonan merupakan rumah adat khas Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Indahnya kebersamaan pada rumah adat Toraja tercermin dalam kata tongkonan itu sendiri. Tongkonan berasal dari kata tongkon yang berarti tempat duduk, yang difungsikan sebagai tempat berdiskusi para bangsawan Toraja. Begitu banyak filosofi yang terkandung dalam rumah adat Tongkonan ini seperti adanya kepercayaan, kebanggaan, tradisi kuno, dan peradaban yang semuanya tersirat dalam bangunan rumahnya.Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 67 Rumah adat Tongkonan ini mempunyai empat warna dasar (Aluk To Dolo), yaitu hitam, merah, kuning, dan putih. Semua warna ini mempunyai arti bagi masyarakat Tana Toraja. Warna hitam melukiskan kematian dan kegelapan, sedangkan kuning menyimbolkan anugerah dan kekuasaan Tuhan. Merah diartikan sebagai warna darah yang melambangkan kehidupan manusia. Warna putih melambangkan daging dan tulang yang berarti suci. Ciri khas rumah Tongkonan adalah sebagai berikut. • Terbuat dari kayu tanpa adanya logam seperti paku untuk memperkuat bangunan. • Berbentuk panggung di mana kolongnya dipakai untuk kandang kerbau. • Atap rumah terbuat dari ijuk hitam berbentuk melengkung terlihat seperti perahu tertelungkup bersama buritan. • Ujung atapnya runcing ke atas • Rumah Tongkonan mengarah ke utara. • Kepala kerbau atau tanduknya ditempel di tiang utama depan rumah. • Banyak sedikitnya tanduk kerbau menandakan tinggi rendahnya derajat pemilik rumahnya. C. Rumah Adat Papua Honai merupakan rumah adat daerah Papua yang banyak ditemukan di lembah dan pegunungan bagian tengah Pulau Papua. Rumah Honai berbentuk bulat, difungsikan untuk menahan tiupan angin yang kencang dan mengurangi hawa dingin pegunungan. Rumah Honai merupakan sebuah rumah adat yang mencerminkan indahnya kebersamaan. Hal ini dilihat dari bentuk rumah yang melingkar atau bulat melambangkan persatuan yang tinggi antarsesama suku. Menurut mereka, tinggal dalam satu Honai berarti mempunyai tujuan yang sama dalam mengerjakan suatu pekerjaan.68 Buku Guru SD/MI Kelas IVI Rumah adat ini mempunyai karakteristik sebagai berikut. • Tinggi rumah kurang lebih 2,5 meter. • Bentuk atap bulat kerucut terbuat dari jerami atau ilalang, berfungsi untuk melindungi dinding dari air hujan. • Dinding rumah terbuat dari kayu dengan satu pintu pendek dan tidak berjendela. • Terdiri dari dua lantai di mana lantai pertama untuk tidur dan lantai kedua untuk bersantai. Rumah Honai ini selain untuk rumah tinggal, berfungsi juga sebagai: 1. Tempat menyimpan alat-alat perang dan berburu 2. Tempat melatih anak lelaki supaya menjadi orang yang kuat, sehingga ketika dia dewasa dapat melindungi sukunya. 3. Tempat untuk menyusun strategi perang, jika terjadi peperangan. 4. Tempat menyimpan alat-alat atau simbol dari adat suku yang sudah ditekuni sejak dulu. Sudut Jenis-Jenis Sudut Selain sudut siku-siku, sudut lancip, dan sudut tumpul, ada jenis-jenis sudut yang lain, yaitu. 1. Sudut Refleks Sudut refleks adalah sudut yang memiliki ukuran antara 180º dan 360º. e 3350 p r 2. Sudut Perigon Suatu perigon atau satu putaran adalah sudut yang memiliki ukuran tepat 360º. a o Hubungan Antarsudut Sudut-Sudut yang Saling Berkomplemen (Berpelengkap). Dua sudut dikatakan saling berkomplemen jika jumlah ukuran sudut-sudutnya sama dengan 90 derajat.Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 69 Contoh berikut adalah dua sudut yang saling berkomplemen. 580 320 320 580 Perhatikan bahwa kedua sudut tersebut dapat saling ditempelkan untuk membentuk sudut siku-siku! Sudut-Sudut yang Saling Bersuplemen (Berpelurus) Dua sudut dikatakan saling bersuplemen jika jumlah ukuran ke dua sudutnya sama dengan 180 derajat. Contoh berikut adalah dua sudut yang saling bersuplemen. 1390 410 1390 410 Tampak bahwa dua sudut ini jika saling ditempelkan akan menghasilkan satu garis lurus. Bisektor Sudut Bisektor suatu sudut adalah suatu sinar garis yang membagi suatu sudut menjadi dua sudut sama besar. Contoh : Sinar garis yang biru pada gambar di bawah ini adalah bisektor dari sudut yang terletak di sebelah kirinya. 480 240 240 = Sinar garis merah di sebelah kanan adalah bisektor sudut yang di sebelah kiri. = 1350 67.50 67.5070 Buku Guru SD/MI Kelas IVI Garis-Garis Tegak Lurus Dua garis yang bertemu di suatu sudut siku-siku disebut saling tegak lurus. Tiga gambar di bawah, semuanya menyatakan sudut siku-siku. Fakta Tentang Sudut Setiap segitiga memiliki sudut berjumlah 180º. 450 800 Semua segi empat memiliki jumlah sudut 360º. 900 900 900 900 900 1350 900 450 500 1200 800 1100Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 71 Tarian Tradisonal Indonesia Gending Sriwijaya Tari Gending Sriwijaya merupakan tarian adat masyarakat Sumatera Selatan. Tarian ini biasa ditampilkan untuk menyambut tamu kehormatan yang berkunjung ke Sumatera Selatan. Gerakan dalam tarian ini menunjukkan sikap masyarakat Sumatera Selatan yang ramah, tulus, dan terbuka terhadap tamu. Tarian ini dimainkan oleh 9 orang penari wanita yang berbusana adat aesan gede, dan dikawal oleh 2 orang penari lainnya yang membawa payung dan tombak. Tarian ini juga diiringi penyanyi dan musik pengiring tarian. Musik pengiring tarian adalah alat musik tradisional Sumatera Selatan, yaitu gamelan Sumatera Selatan dan gong. Penari paling depan membawa tepak sekapur sirih untuk dipersembahkan kepada tamu agung, diiringi oleh 2 penari yang membawa pridon terbuat dari kuningan. Tari Gending Sriwijaya dan lagu pengiringnya diciptakan tahun 1944 dengan tujuan agar para generasi muda selalu mengingat bahwa nenek moyang bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Dengan semangat kebersamaan, sebuah bangsa akan menjadi semakin kuat. Tari Hudoq Tari Hudoq berasal dari Kalimantan Timur. Tarian ini mencerminkan kebersamaan karena dilakukan pada saat akan memulai masa tanam padi, membersihkan desa, ataupun saat panen. Tarian ini sarat dengan unsur magis, dipimpin oleh seorang pawang yang menyediakan sesaji kepada dewi padi dan Sang Pencipta alam semesta.72 Buku Guru SD/MI Kelas IVI Tari Hudoq mencerminkan kebersamaan. Tari Hudoq yang dilakukan pada saat akan menanam padi bertujuan untuk meminta kesuburan tanah yang akan mereka garap kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tari Hudoq yang dilaksanakan pada saat membersihkan desa bertujuan untuk memohon kesejahteraan bagi masyarakat desa. Tari Hudoq yang dilakukan saat panen bertujuan untuk menyampaikan rasa syukur atas panen yang telah mereka dapatkan. Salah satu keunikan tarian ini adalah topeng kayu yang dikenakan penarinya. Kostum yang digunakan terbuat dari daun pisang. Gerakan tarian ini, antara lain maju sambil menghentak-hentakkan kaki, dilanjutkan dengan gerakan menghentakkan kaki setinggi tumit, serta mengepakkan sayap seakan burung akan terbang. Tarian ini biasanya ditarikan oleh 13 orang penari. Tari Serimpi Tari Serimpi merupakan tarian yang berasal dari daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Tari Serimpi termasuk ke dalam tarian klasik. Ada berbagai jenis Tari Serimpi yang dikenal masyarakat Jawa Tengah dan Yogyakarta. Pada zaman dahulu, tari Serimpi hanya ditampilkan pada waktu dan tempat yang terbatas. Tarian-tarian klasik semacam itu hanya dimainkan di depan raja serta kerabat kerajaan. Tari Serimpi memiliki keunikan, antara lain sebelum para penari menarikan tarian ini harus menjalani upacara ritual tertentu. Selain itu, ada masa-masa tertentu kapan tarian itu diperagakan, misalnya ketika raja sedang makan. Pada awalnya tari Serimpi ditampilkan dalam waktu yang lama, yaitu sekitar satu jam, dan dalam gerakannya terdapat beberapa pengulangan. Gerakan tari ini sangat gemulai dan harmonis, menggambarkan gerakan air yang mengalir. Gerakan tari Serimpi juga mencerminkan sikap masyarakat Jawa, khususnya masyarakat sekitar keraton yang memiliki budaya yang halus. Sejalan dengan perkembangan waktu, tari Serimpi mengalami perubahan, terutama dalam hal durasi waktu saat tarian ini disajikan. Tari Serimpi diiringi oleh gending yang mengikuti gerakan para penari. Kini, tarian ini sering ditampilkan dalam jamuan tamu kehormatan yang berkunjung ke keraton.Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 73 Tari Saman Tari Saman merupakan tarian yang berasal dari suku Aceh Gayo. Tarian ini mencerminkan kebersamaan dan kekompakan dalam menarikannya. Tarian ini tidak menggunakan iringan musik dalam penyajiannya, hanya menggunakan suara dari para penarinya, ditambah dengan suara tepukan tangan, suara tepukan dada, serta tepukan pada pangkal paha penarinya. Tari Saman biasanya dimainkan oleh puluhan atau belasan penari lakilaki. Namun, ada juga yang dimainkan oleh 10 orang penari laki-laki, 8 di antaranya melakukan gerakan tarian, dan 2 orang lagi memberi aba-aba sambil bernyanyi. Untuk mengatur gerakannya, dipilih seorang pemimpin yang disebut syekh, yang juga bertugas menyanyikan lagu-lagu Saman. Tari Saman biasa ditampilkan pada berbagai acara, seperti peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw., pembukaan sebuah festival, dan kunjungan tamu kehormatan. Bunyi Seperti kita ketahui bersama, bahwa bunyi suara kereta api yang sedang melintas, suara kicauan burung, dan suara orang mendengkur sangat jelas berbeda. Bunyi sangat berkaitan erat dengan kehidupan kita sehari-hari. Saat kita tidak bersuara pun, akan menghasilkan bunyi. Bunyi kereta api yang melintas akan berbeda dengan bunyi burung yang berkicau.74 Buku Guru SD/MI Kelas IVI A. Definisi Bunyi Garpu Tala Bunyi merupakan hasil dari getaran suatu benda yang merambat dalam bentuk gelombang. Oleh karena itu, bunyi sering disebut sebagai gelombang bunyi. Bunyi dihasilkan oleh bendabenda yang bergetar. B. Sifat-Sifat Bunyi Sifat-sifat bunyi ada tiga, yaitu sebagai berikut. 1. Termasuk gelombang longitudinal (gelombang yang arah rambatnya sejajar dengan arah getarnya). 2. Perambatannya membutuhkan medium. 3. Dapat dipantulkan. C. Sumber-Sumber Bunyi Setiap benda yang bergetar pasti akan menghasilkan bunyi. Benda-benda itu dinamakan sumber bunyi. Sumber bunyi adalah benda-benda yang dapat menghasilkan bunyi. Contoh sumber bunyi adalah garpu tala, alatalat musik seperti gamelan, suling, dan trompet, serta benda-benda lain seperti drum dan bedug yang dipukul. D. Jenis-Jenis Bunyi Bunyi mempunyai jenis yang berbeda-beda. Hal ini bergantung dari frekuensinya. Frekuensi adalah banyaknya getaran yang terjadi setiap satu detik. Satuan frekuensi adalah Hertz (Hz). Berdasarkan frekuensinya, bunyi dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu: 1. Bunyi Infrasonik adalah bunyi yang mempunyai frekuensi sangat rendah, yaitu kurang dari 20 Hz. Bunyi infrasonik ini dapat didengar oleh kelelawar, anjing, jangkrik, dan kuda. 2. Bunyi Audiosonik adalah bunyi yang mempunyai frekuensi di antara 20-20.000 Hz. Bunyi audiosonik ini dapat didengar oleh manusia. 3. Bunyi Ultrasonik adalah bunyi yang mempunyai frekuensi sangat tinggi, yaitu lebih dari 20.000 Hz. Bunyi ultrasonik ini dapat didengar oleh lumba-lumba. E. Perambatan Bunyi Ketika ada terompet ditiup dan gitar dipetik, kita akan mendengar kedua bunyi tersebut secara bersamaan. Bunyi trompet dan gitar tersebut merambat melalui medium udara. Udara merupakan medium yang sering JangkrikSubtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 75 dilalui oleh gelombang bunyi. Cepat rambat bunyi dipengaruhi oleh dua hal, yaitu jenis dan suhu medium. Pada umumnya, bunyi dapat merambat melalui medium padat, cair, dan udara. Bunyi tidak merambat di ruang hampa udara karena bunyi memerlukan medium untuk merambat. Benda padat dan cair merupakan penghantar bunyi yang baik daripada udara. Hal ini disebabkan susunan partikel zat padat dan cair lebih rapat daripada susunan partikel udara. Selain jenis medium, faktor yang memengaruhi cepat rambat bunyi adalah suhu medium. Semakin besar (meningkat) suhu medium, maka cepat rambat bunyi akan semakin besar. Hal ini dikarenakan pada saat suhu medium meningkat, molekul-molekul medium akan bergerak lebih cepat. Gerakan tersebut akan menimbulkan tumbukan antarpartikel medium yang frekuensinya semakin besar. Dengan meningkatnya frekuensi tumbukan ini, energi akan berpindah dalam waktu singkat, sehingga cepat rambat bunyi akan semakin cepat. F. Pemantulan Bunyi Bunyi merupakan suatu gelombang sehingga bunyi mengalami pemantulan. Berikut ini adalah jenis-jenis bunyi pantul. 1. Bunyi yang Memperkuat Bunyi Asli Bunyi ini terjadi apabila sumber bunyi mempunyai jarak yang sangat dekat dengan dinding pemantulnya. Dengan demikian, bunyi pantulnya akan terdengar jelas dan bersamaan dengan bunyi aslinya. Contohnya adalah suara seseorang yang berada di dalam ruangan kecil akan terdengar jelas. 2. Gaung Gaung adalah bunyi pantul yang terdengar hampir bersamaan dengan bunyi asli sehingga bunyi terpantul berulang-ulang. Gaung terjadi jika bunyi dipantulkan pada permukaan yang keras. Contohnya adalah pemantulan bunyi yang terjadi di dalam bioskop. Untuk menghindari terjadinya gaung, maka dinding di dalam bioskop atau gedung konser dilapisi oleh bahan-bahan yang lunak, seperti karpet, busa karet, dan gabus. 3. Gema Gema adalah bunyi pantul yang terdengar setelah bunyi asli. Gema terjadi karena jarak antara sumber bunyi dengan dinding pemantulnya. Contohnya adalah bunyi pantul yang dihasilkan oleh dinding antarbangunan dan dasar suatu ruangan. G. Jenis Bunyi yang Lain Berikut ini adalah jenis-jenis bunyi yang lain 1. Nada adalah bunyi yang mempunyai frekuensi yang teratur. 2. Desah adalah bunyi yang memiliki frekuensi yang tidak teratur.76 Buku Guru SD/MI Kelas IVI 3. Dentum adalah bunyi yang mempunyai amplitudo yang sangat besar dan terdengar mendadak. 4. Warna bunyi atau timbre adalah bunyi yang memiliki frekuensi yang sama, tetapi terdengarnya berbeda. H. Resonansi Bunyi Peristiwa resonansi banyak terjadi di dalam kehidupan sehari-hari. Resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya suatu benda karena ada benda lain yang bergetar. Frekuensi benda yang bergetar bernilai sama dengan frekuensi benda yang dipengaruhinya. Berikut ini adalah contoh peristiwa resonansi yang menguntungkan dan merugikan. 1. Resonansi yang menguntungkan, yaitu resonansi yang terjadi pada alat musik, seperti gitar, gamelan, dan genderang. 2. Resonansi yang merugikan, yaitu resonansi yang terjadi pada suara deru pesawat terbang yang dapat membuat kaca pecah. Deru pesawat merupakan contoh resonansi yang merugikan. Resonansi pada gitar merupakan contoh resonansi yang menguntungkan.Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 77 Tuliskan jenis sudut dari gambar-gambar di bawah ini. 1. 6. 11. 12. 13. 14. 15. 2. 7. 3. 8. 4. 9. 5. 10. Tebak dan Ukur Besar Sudut Berikut. 1. 2. Tebakanku: ......... Ukuran Sebenarnya: ......... 0 B A N L M 3. 4. M L N 0 R P Alternatif Latihan Soal Tebakanku: ......... Ukuran Sebenarnya: ......... Tebakanku: ......... Ukuran Sebenarnya: ......... Tebakanku: ......... Ukuran Sebenarnya: .........78 Buku Guru SD/MI Kelas IVI 5. 7. 6. 8. V W U Z Y S X R Z T Y X Soal Tambahan Poligon 1. Berapa banyak segiempat yang terdapat pada gambar di bawah ini? 2. Berapa banyak segitiga yang terdapat pada gambar di bawah ini? b. b. a. a. Tebakanku: ......... Ukuran Sebenarnya: ......... Tebakanku: ......... Ukuran Sebenarnya: ......... Tebakanku: ......... Ukuran Sebenarnya: ......... Tebakanku: ......... Ukuran Sebenarnya: .........Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 79 Pemetaan Kompetensi Dasar Subtema 2 Kebersamaan dalam Keberagaman IPA 3.6 Menerapkan sifat-sifat bunyi dan keterkaitannya dengan indera pendengaran. 4.6 Menyajikan laporan hasil percobaan tentang sifatsifat bunyi. Bahasa Indonesia 3.2 Mencermati keterhubungan antargagasan yang didapat dari teks lisan, tulis, atau visual. 4.2 Menyajikan hasil pengamatan tentang keterhubungan antargagasan ke dalam tulisan. PJOK 3.1 Memahami variasi gerak dasar lokomotor, nonlokomotor, dan manipulatif sesuai dengan konsep tubuh, ruang, usaha, dan keterhubungan dalam permainan bola besar sederhana dan atau tradisional*. 4.1 Mempraktikkan variasi gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif sesuai dengan konsep tubuh, ruang, usaha, dan keterhubungan dalam permainan bola besar sederhana dan atau tradisional*. Matematika 3.12 Menjelaskan dan menentukan ukuran sudut pada bangun datar dalam satuan baku dengan menggunakan busur derajat. 4.12 Mengukur sudut pada bangun datar dalam satuan baku dengan menggunakan busur derajat. SBdP 3.3 Memahami dasar-dasar gerak tari daerah. 4.3 Meragakan dasar-dasar gerak tari daerah. IPS 3.2 Mengidentifikasi keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang. 4.2 Menyajikan hasil identifikasi mengenai keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang. PPKn 1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya. 1.4 Mensyukuri berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa 2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru 2.4 Menampilkan sikap kerja sama dalam berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. 3.4 Mengidentifikasi berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. 4.4 Menyajikan berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. Subtema 2 • Pembelajaran Matematika dan PJOK masing-masing dilaksanakan sebagai mata pelajaran tersendiri dan menggunakan buku yang terpisah dari buku ini. • Materi-materi terkait dengan Matematika dan PJOK dalam buku ini dapat digunakan sebagai penguatan dalam penguasaan Matematika dan PJOK. • Pembelajaran Matematika dan PJOK sebagai mata pelajaran tersendiri tidak menambah total alokasi waktu.80 Buku Guru SD/MI Kelas IV KEGIATAN PEMBELAJARAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN • Menemukan gagasan pokok dan pendukung dari teks tulis • Melakukan percobaan • Mendiskusikan pentingnya kerjasama dan saling menghargai dalam keberagaman Sikap: • Peduli, santun Pengetahuan: • Gagasan pokok dan pendukung • Sumber bunyi dan proses terjadinya bunyi • Keberagaman agama Keterampilan: • Menemukan informasi, menganalisis dan menyimpulkan, mengomunikasikan hasil • Mendiskusikan pentingnya kerjasama • Mengukur sudut • Menari tarian daerah (Bongong Jeumpa) Sikap: • Peduli, santun Keterampilan: • Olah tubuh, mengukur, mengomunikasikan hasil Pengetahuan: • Sudut • Kerjasama • Pola lantai tari • Melakukan permainan tradisional Bakiak • Melakukan percobaan • Menemukan gagasan pokok dan pendukung dari teks tulis Sikap: • Peduli, santun Keterampilan: • Jalan, menganalisis dan menyimpulkan, menemukan informasi Pengetahuan: • Gerak dasar lokomotor • Bagian-bagian indera telinga • Gagasan pokok dan pendukung • Menemukan gagasan pokok dan pendukung dari teks • Mendiskusikan pentingnya kerjasama dalam keberagaman • Mengukur sudut pada bangun datar Sikap: • Peduli, santun Keterampilan: • Mengukur, Mengidentifikasi, mengomunikasikan hasil Pengetahuan: • Sudut • Kerjasama • Gagasan pokok dan pendukung • Mengukur sudut • Menceritakan perayaan hari besar agama • Menari tarian daerah Bungong Jeumpa Sikap: • Peduli, santun Keterampilan: • Mengukur, mengomunikasikan hasil, olah tubuh Pengetahuan: • Sudut • Keberagaman di Wilayah Sekitar • Pola Lantai dalam Tari • Menceritakan pengalaman bekerja sama • Meringkas teks “Perbedaan Bukanlah Penghalang” • Mempraktikkan gerak dasar jalan dalam permainan bakiak Sikap: • Peduli, santun Keterampilan: • Gerak dasar lokomotor • Mengomunikasikan hasil Pengetahuan: • Kerja sama • Meringkas • Gerakan lokomotor dalam permainan bakiak Subtema 2 Kebersamaan dalam KeberagamanSubtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 81 Pemetaan Kompetensi Dasar dalam Pembelajaran Pembelajaran 1 1 IPA 3.6 Menerapkan sifat-sifat bunyi dan keterkaitannya dengan indera pendengaran. 4.6 Menyajikan laporan hasil percobaan tentang sifatsifat bunyi. Bahasa Indonesia 3.1 Mencermati gagasan pokok dan gagasan pendukung yang diperoleh dari teks lisan, tulis, atau visual. 4.1 Menata informasi yang didapat dari teks berdasarkan keterhubungan antargagasan ke dalam kerangka tulisan. IPS 3.2 Mengidentifikasi keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang. 4.2 Menyajikan hasil identifikasi mengenai keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang.82 Buku Guru SD/MI Kelas IV Fokus Pembelajaran: Bahasa Indonesia, IPA, IPS Tujuan Pembelajaran 1. Setelah membaca, siswa mampu mengidentifikasi gagasan pokok dan gagasan pendukung setiap paragraf dari teks tulis dengan mandiri. 2. Setelah membaca, siswa mampu menyajikan gagasan utama dan gagasan pendukung setiap paragraf dari teks tulis dalam bentuk peta pikiran dengan tepat. 3. Setelah percobaan, siswa mampu menjelaskan proses terjadinya bunyi dari sumber bunyi hingga ke indera pendengaran dengan runtut. 4. Setelah percobaan, siswa mampu menyajikan laporan tentang proses terjadinya bunyi dari sumber bunyi hingga ke indera pendengaran dengan sistematis. 5. Setelah diskusi dan membaca, siswa mampu menjelaskan pengalaman sikap toleransi dan kerja sama antar teman berbeda agama sebagai identitas bangsa Indonesia dengan sistematis. 6. Setelah diskusi dan membaca, siswa mampu mengomunikasikan pengalaman sikap toleransi dan kerja sama antar teman berbeda agama sebagai identitas bangsa Indonesia dengan sistematis. Media, Alat Bantu, dan Sumber Belajar • Beragam alat musik tradisional daerah setempat untuk percobaan sumber bunyi. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran • Siswa diingatkan kembali tentang keragaman budaya dan suku yang menjadi identitas bangsa Indonesia. • Guru mengajukan pertanyaan pembuka. - Siapa di antara kalian yang beragama Islam? Kristen Protestan? Katolik? Hindu? Budha? Kong Hu Chu? - Bagaimana sikap kalian kepada temanteman yang berbeda agama? 1 Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 75 Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman Sebelumnya kamu sudah banyak belajar tentang indahnya keberagaman budaya Indonesia. Sekarang kamu akan belajar tentang menjalin kebersamaan dalam keberagaman agama. Suku, budaya, dan agama yang berbeda tidak menghalangi Udin, Siti, Dayu, Beni, Lani, dan Edo menjalani kebersamaan. Mereka berbagi cerita tentang budaya masing-masing dan saling belajar. Hari-hari mereka penuh keceriaan dalam kebersamaan. Hari ini mereka berkumpul bersama untuk bekerja sama. Bacalah teks berikut dalam hati! Bekerja Sama dalam Keberagaman Edo dan kelima temannya mendapat tugas untuk melakukan percobaan tentang bunyi. Sepulang sekolah, mereka berkumpul di rumahnya. Setiap orang sudah menyiapkan peralatan yang dibutuhkan. Lani dan Siti membawa beberapa kaleng yang sudah dilubangi. Udin dan Beni membawa benang kasur. Mereka berkumpul di halaman depan rumah. Keenam sekawan siap bekerja sama melakukan percobaan. 1Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 83 • Siswa diminta untuk saling menginformasikan pengalaman mereka saat berinteraksi dengan teman yang memiliki agama yang berbeda dalam kelompok. Guru melakukan penilaian terhadap satu kelompok saat mereka berdiskusi. Saat menilai, guru menggunakan rubrik. Siswa yang belum dinilai pada kesempatan ini dapat dinilai saat mereka melakukan diskusi di kesempatan lain. Sebagai variasi kegiatan berbagi pengalaman secara berpasangan, bisa kembali menggunakan metode “komidi putar” yang telah dipakai pada pembelajaran sebelumnya. Guru memberikan batasan waktu saat berbagi pengalaman tidak lebih dari tiga menit untuk bercerita dengan satu pasangan. Guru dapat menggunakan beragam kode saat tiba waktu bagi siswa untuk berganti pasangan, misalnya dengan tepukan tangan, tiupan peluit, bunyi alat musik tradisional daerah setempat, atau kata-kata seperti “putar”, dan beragam kode lain yang menarik minat siswa. • Hasil berbagi pengalaman dibahas secara klasikal dan disimpulkan bersama. Indonesia terdiri atas berbagai macam suku bangsa dengan agama yang berbeda, namun tetap dalam satu wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Perbedaan agama bukan menjadi penghalang untuk tetap menjunjung persatuan dan kesatuan. Sikap saling menghargai dan bekerjasama antar pemeluk agama yang berbeda menjadi modal dasar untuk menjaga keutuhan NKRI. Tugas Mandiri • Siswa diminta untuk membaca senyap teks yang tersedia dan menemukan gagasan utama dan gagasan pendukung dari paragraf kesatu, kedua, dan ketiga, kemudian menuliskannya pada diagram yang tersedia. Peta pikiran siswa diperiksa guru menggunakan rubrik84 Buku Guru SD/MI Kelas IV Sebelum siswa melakukan tugas mandiri membaca senyap, guru dapat meminta siswa untuk membaca berantai teks yang tersedia. Satu siswa diminta untuk membaca nyaring dua hingga empat kalimat dari teks, kemudian berpindah pada siswa lain, demikian seterusnya hingga teks selesai dibaca. Komunikasikan pada siswa bahwa mereka akan ditunjuk secara acak untuk melanjutkan membaca teks tersebut. Tujuan dari membaca berantai selain untuk menarik minat siswa, adalah juga untuk melatih fokus dan tanggung jawab siswa terhadap tugas membaca. Guru juga dapat mengetahui siswa yang telah/belum dapat membaca dengan memperhatikan tanda baca titik dan koma secara benar. • Siswa diingatkan kembali pada pembelajaran sebelumnya tentang sifat rambat bunyi. • Guru mengajukan pertanyaan sebagai kegiatan pembuka. - Bagaimana kita dapat mengetahui asal sumber bunyi? Tugas berpasangan • Siswa secara berpasangan akan melakukan percobaan sederhana untuk membuktikan tentang asal sumber bunyi hingga sampai ke telinga pendengar. Guru dapat menggunakan beragam cara saat menentukan siswa secara berpasangan. Siswa dapat menentukan pasangan berdasarkan jenis kelamin, berdasarkan nomor yang sama (1 dan 2), atau berdasarkan kesamaan yang mereka miliki. Gunakan beragam cara yang berbeda untuk meningkatkan minat siswa pada tugas yang akan dilakukan. • Siswa melakukan percobaan sederhana untuk membuktikan tentang sumber bunyi berdasarkan instruksi yang terdapat di buku. Guru diharapkan dapat menyiapkan satu/lebih alat musik yang mudah didapat dari daerah masing-masing. Jika memungkinkan, akan lebih baik lagi jika alat musik yang dihadirkan beragam guna memperkaya pengetahuan dan pengalaman belajar siswa.Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 85 Siswa dapat juga diminta untuk membawa alat musik tradisional yang mereka miliki di rumah. Guru berkeliling memastikan siswa melakukan tugas dengan tertib. • Siswa kemudian menuliskan laporan tentang sumber bunyi berdasarkan hasil percobaan. Laporan siswa diperiksa guru menggunakan rubrik • Guru memberikan penguatan. Beragam bunyi berasal dari benda yang bergetar. Getaran dari suatu benda akan mengakibatkan udara di sekitarnya bergetar. Getaran tersebut menimbulkan gelombang bunyi di udara. Bendabenda yang bergetar dan menghasilkan bunyi disebut sumber bunyi. Bunyi kemudian merambat melalui udara dan ditangkap oleh telinga kita. Getaran bunyi mengenai gendang telinga yang berupa selembar kulit tipis. Getaran dari gendang telinga menjadi lebih besar di telinga bagian tengah dan diubah menjadi pesan/ sinyal listrik di telinga bagian dalam. Sinyal tersebut kemudian diteruskan oleh saraf pendengaran menuju otak yang kemudian menterjemahkan jenis dari bunyi tersebut. Kita harus bersyukur pada Tuhan Yang Maha Esa dengan dianugerahkannya indera telinga. Merawat telinga dan menggunakannya secara benar adalah bentuk dari rasa syukur tersebut. Guru memotivasi siswa untuk menuliskan pengalamannya dengan rinci. Siswa juga diminta untuk menuliskan penyebab sakit/ gangguan tersebut dan cara pengobatan dan pencegahannya. Siswa juga menuliskan perasaannya saat menderita penyakit/ gangguan pada telinga, serta menuliskan solusi untuk lebih baik lagi dalam menjaga kesehatan telinga. • Siswa dapat menceritakan isi tulisan mereka secara berpasangan.86 Buku Guru SD/MI Kelas IV • Siswa diingatkan kembali tentang keragaman agama yang menjadi identitas bangsa Indonesia. Perbedaan agama tersebut menuntut para pemeluknya untuk melaksanakan sikap toleransi, saling menghargai, dan tetap bekerja sama guna menjaga persatuan dan kesatuan NKRI. • Siswa membaca senyap teks tentang sikap toleransi dan kerja sama antar pemeluk agama yang berbeda. • Siswa secara berpasangan atau dalam kelompok kecil mendiskusikan sikap yang bisa ditauladani dari isi cerita tersebut (penilaian 4) Guru membimbing jalannya diskusi, berjalan berkeliling dari kelompok satu ke kelompok lain untuk memastikan bahwa setiap siswa berpartisipasi aktif. • Memberikan penguatan tentang pentingnya mempraktikkan sikap toleransi dan kerja sama antar teman yang berbeda agama. • Siswa kemudian menjawab pertanyaan tentang sikap toleransi dan kerja sama mereka selama ini, di dalam buku yang tersedia. Tugas dan sikap belajar siswa dinilai menggunakan rubrik • Siswa melakukan perenungan dengan menjawab pertanyaan yang terdapat dalam buku siswa. • Guru dapat menambahkan pertanyaan perenungan berdasarkan panduan yang terdapat pada lampiran 1 di Buku Guru. Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 85 3. Ceritakan pengalamanmu memiliki teman yang berbeda agama. Perbedaan apa yang kamu ketahui? Bagaimana sikapmu terhadap perbedaan tersebut? • Apa yang kamu pelajari dari kegiatan hari ini? • Apa manfaatnya bagi kehidupanmu sehari-hari? • Bagaimana cara kamu mensyukuri nikmat yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa? Diskusikan dengan orang tua mengenai contoh-contoh kerukunan dalam keragaman agama di sekitar rumahmu.Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 87 Pengayaan • Apabila memiliki waktu, siswa dapat melakukan wawancara sederhana dengan teman lintas kelas atau dengan guru-guru di sekolah, tentang pengalaman toleransi dan kerja sama antar pemeluk agama yang berbeda. Remedial • Siswa yang belum memahami proses terjadinya bunyi akan mengulang percobaan dengan pendampingan. Siswa dapat dibantu oleh siswa lain yang telah menguasai konsep tersebut. Penilaian 1. Diskusi Saat siswa melakukan diskusi tentang peta pikiran mengapa penting menjaga kelestarian dan sumber daya alam. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Mendengarkan Selalu mendengarkan teman yang sedang berbicara. Mendengarkan teman yang berbicara namun sesekali masih perlu diingatkan. Masih perlu diingatkan untuk mendengarkan teman yang sedang berbicara.  Sering diingatkan untuk mendengarkan teman yang sedang berbicara namun tidak mengindahkan. Komunikasi non verbal (kontak mata, bahasa tubuh, postur, ekspresi wajah, suara). Merespon dan menerapkan komunikasi non verbal dengan tepat. Merespon dan menerapkan komunikasi non verbal dengan tepat.  Sering merespon kurang tepat terhadap komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman. Membutuhkan bantuan dalam memahami bentuk komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman. Partisipasi (menyampaikan ide, perasaan, pikiran) Isi pembicaraan menginspira si teman. Selalu mendukung dan memimpin lainnya saat diskusi. Berbicara dan menerangkan secara rinci, merespon sesuai dengan topik. Berbicara dan menerangkan secara rinci,namun terkadang merespon kurang sesuai dengan topik. Jarang berbicara selama proses diskusi berlangsung.  Penilaian (skoring): total nilai siswa total nilai maksimal x 10 Contoh : 2+3+1 12 = 6 12 x 10 = 588 Buku Guru SD/MI Kelas IV 2. Bahasa Indonesia Tugas siswa menemukan gagasan pokok dan gagasan utama dari setiap paragraf dinilai menggunakan rubrik. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Gagasan pokok Menemukan gagasan pokok pada semua paragraf dengan benar. Menemukan sebagian besar gagasan pokok pada semua paragraf dengan benar. Menemukan sebagian kecil gagasan pokok pada semua paragraf dengan benar.  Belum dapat menemukan gagsan pokok. Gagasan Pendukung Menemukan gagasan pendukung pada semua paragraf dengan benar. Menemukan sebagian besar gagasan pendukung pada semua paragraf dengan benar.  Menemukan sebagian kecil gagasan pendukung pada semua paragraph dengan benar. Belum dapat menemukan gagsan pendukung. Penyajian gagasan pokok dan gagasan pendukukung dalam peta pikiran Menyajikan gagasan pokok dan gagasan pendukung dalam peta pikiran dengan tepat. Menyajikan sebagian besar gagasan pokok dan gagasan pendukung dalam peta pikiran dengan tepat. Menyajikan sebagian kecil gagasan pokok dan gagasan pendukung dalam peta pikiran dengan tepat. Belum dapat menyajikan gagasan pokok dan gagasan pendukung dalam peta pikiran.  Sikap: Mandiri Tugas diselesaikan dengan mandiri. Sebagian besar tugas diselesaikan dengan mandiri.  Tugas diselesaikan dengan motivasi dan bimbingan guru. Belum dapat menyeselesaikan tugas meski telah diberikan motivasi dan bimbingan. Penilaian (skoring): total nilai siswa total nilai maksimal x 10 Contoh : 2+3+1+3 16 = 9 16 x 10 = 7Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 89 3. IPS Tugas siswa menemukan dan menuliskan informasi tentang sikap toleransi dan kerja sama antar umat beragama, serta mengomunikasikannya dinilai menggunakan rubrik. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Informasi tentang sikap toleransi dan kerja sama antar umat agama Menuliskan informasi tentang pengalaman melakukan sikap toleransi dan kerjasama antar teman berbeda agama dengan sistematis. Menuliskan informasi tentang pengalaman melakukan sikap toleransi dan kerjasama antar teman berbeda agama dengan cukup sistematis. Menuliskan informasi tentang pengalaman melakukan sikap toleransi dan kerjasama antar teman berbeda agama dengan kurang sistematis.  Belum dapat menuliskan informasi tentang pengalaman melakukan sikap toleransi dan kerjasama antar teman berbeda agama. Komunikasi lisan tentang sikap toleransi dan kerja sama antar umat agama Mengomunikasikan pengalaman melakukan sikap toleransi dan kerjasama antar teman berbeda agama dengan sistematis. Mengomunikasikan pengalaman melakukan sikap toleransi dan kerjasama antar teman berbeda agama dengan cukup sistematis.  Mengomunikasikan pengalaman melakukan sikap toleransi dan kerjasama antar teman berbeda agama dengan kurang sistematis. Belum dapat mengomunikasi kan pengalaman melakukan sikap toleransi dan kerjasama antar teman berbeda agama. Sikap Kerjasama Menunjukkan sikap kerjasama dengan semua teman secara konsisten. Menunjukkan sikap kerjasama dengan semua teman, namun belum konsisten. Menunjukkan sikap kerjasama hanya dengan beberapa teman. Perlu dimotivasi untuk dapat bekerjasama.  Sikap menghargai makanan tradisional Mau mencoba makanan tradisional dan menunjukkan sikap bangga dengan keragaman budaya Indonesia. Mau mencoba makanan tradisional dan tampak cukup bangga dengan keragaman budaya Indonesia.  Dimotivasi untuk mau mencoba makanan tradisional Indonesia. Belum mau mencoba makanan tradisional Indonesia. Penilaian (skoring): total nilai siswa total nilai maksimal x 10 Contoh : 2+3+1+3 16 = 9 16 x 10 = 790 Buku Guru SD/MI Kelas IV 4. IPA a. Tugas siswa menjelaskan dan menyajikan laporan hasil percobaan tentang proses terjadinya bunyi dinilai menggunakan rubrik. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Proses terjadinya bunyi Sumber bunyi Menjelaskan semua proses terjadinya bunyi dengan runtut dan benar. Mengidentifikasi semua sumber bunyi dengan tepat. Menjelaskan semua proses terjadinya bunyi dengan benar, meski kurang runtut Mengidentifikasi sebagian besar sumber bunyi dengan tepat. Menjelaskan sebagian proses terjadinya bunyi dengan runtut dan benar. Mengidentifikasi sebagian kecil sumber bunyi dengan tepat.  Belum mampu menjelaskan proses terjadinya bunyi Belum mampu mengidentifikasi sumber bunyi dengan tepat. Laporan percobaan tentang proses terjadinya bunyi dan sumber bunyi Menyajikan laporan percobaan tentang proses terjadinya bunyi dan sumber bunyi dengan sistematis. Menyajikan laporan percobaan tentang proses terjadinya bunyi dan sumber bunyi dengan cukup sistematis.  Menyajikan laporan percobaan tentang proses terjadinya bunyi dan sumber bunyi dengan kurang sistematis. Belum mampu menyajikan laporan percobaan tentang proses terjadinya bunyi dan sumber bunyi. Sikap Rasa Ingin Tahu Tampak antusias dan mengajukan banyak ide dan pertanyaan selama kegiatan. Tampak cukup antusias dan terkadang mengajukan ide dan pertanyaan selama kegiatan. Tampak kurang antusias dan tidak mengajukan ide dan pertanyaan selama kegiatan. Tidak tampak antusias dan perlu dimotivasi untuk mengajukan ide dan pertanyaan.  Penilaian (skoring): total nilai siswa total nilai maksimal x 10 Contoh : 2+3+1 12 = 6 12 x 10 = 5Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 91 b. Percobaan IPA dinilai menggunakan rubrik. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Penerapan Konsep Memperlihatkan pemahaman konsep dengan menunjukkan bukti pendukung dan menyampaikan pemahaman inti dari konsep yang sedang dipelajari dengan benar. Memperlihatkan pemahaman konsep dengan menunjukkan bukti pendukung namun perlu bantuan saat menyampaikan pemahaman inti dari konsep yang yang sedang dipelajari. Memperlihatkan pemahaman konsep dengan menunjukkan bukti yang terbatas dan penyampaian pemahaman inti dari konsep tidak jelas.  Perlu bimbingan saat menyampaikan bukti dan pemahaman inti dari konsep yang dipelajari. Komunikasi Hasil percobaan disampaikan dengan jelas, obyektif dengan didukung data penunjang. Hasil percobaan disampaikan dengan jelas dan didukung sebagian data penunjang.  Hasil percobaan disampaikan dengan jelas, namun hanya didukung sebagian kecil data penunjang. Hasil percobaan disampaikan dengan kurang jelas dan tanpa data penunjang. Prosedur dan strategi Seluruh data dicatat, langkah kegiatan dilakukan secara sistematis dan strategi yang digunakan membuat percobaan berhasil. Seluruh data dicatat, langkah kegiatan dilakukan secara sistematis, namun masih membutuhkan bimbingan dalam menemukan strategi agar percobaan berhasil. Sebagian besar data dicatat, langkah kegiatan dan strategi dilakukan secara sistematis setelah mendapat bantuan guru. Sebagian kecil data dicatat, langkah kegiatan tidak sistematis dan strategi yang dipilih tidak tepat.  Penilaian (skoring): total nilai siswa total nilai maksimal x 10 Contoh : 2+3+1 12 = 6 12 x 10 = 592 Buku Guru SD/MI Kelas IV 5. Catatan Anekdot untuk mencatat sikap (Santun) (Contoh terlampir di bagian lampiran Buku Guru). • Siswa mendiskusikan dengan orang tua mengenai contoh-contoh makanan tradisional di Indonesia. • Siswa menuliskan hasil diskusi di buku dan melaporkannya kepada guru.Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 93 Pembelajaran 2 2 Matematika 3.12 Menjelaskan dan menentukan ukuran sudut pada bangun datar dalam satuan baku dengan menggunakan busur derajat. 4.12 Mengukur sudut pada bangun datar dalam satuan baku dengan menggunakan busur derajat. PPKn 3.4 Mengidentifikasi berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. 4.4 Menyajikan berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. SBdP 3.3 Memahami dasar-dasar gerak tari daerah. 4.3 Meragakan dasar-dasar gerak tari daerah. Pemetaan Kompetensi Dasar dalam Pembelajaran94 Buku Guru SD/MI Kelas IV 2 Fokus Pembelajaran: Matematika, PPKn, dan SBdP Tujuan Pembelajaran 1. Setelah berdiskusi, siswa mampu mengidentifikasi teknik mengukur sudut dengan satuan baku busur derajat dengan benar. 2. Setelah mengamati contoh, siswa mampu mengukur benda-benda dengan menggunakan busur dengan cermat. 3. Setelah mengamati contoh, siswa mampu mengidentifikasi formasi berdiri tarian Bungong Jeumpa dengan benar. 4. Setelah mengamati contoh, siswa mampu mempraktikkan tarian Bungong Jeumpa formasi berdiri diiringi dengan musik dan hitungan dengan tepat. 5. Setelah membaca teks dan berdikusi, siswa mampu menjelaskan pentingnya kerjasama dalam keberagaman dengan terperinci. 6. Setelah berdiskusi, siswa mampu menceritakan satu contoh bentuk kerjasama dalam keberagaman dengan terperinci. Media, Alat Bantu, dan Sumber Belajar • Musik lagu Bungong Jeumpa. Langkah-langkah Pembelajaran • Siswa membaca senyap teks tentang Tong Sampah Gotong Royong. • Setelah membaca teks, siswa secara individu mengidentifikasi keberagaman, kerjasama dan manfaatnya. Siswa menuliskan hasilnya pada diagram yang ada di buku siswa. • Guru meminta siswa untuk duduk berkelompok. Satu kelompok terdiri dari 5 siswa. Siswa akan menyampaikan hasil pekerjaannya kepada teman dalam kelompok. Kelompok akan menghasilkan satu produk yang merupakan kesepakatan setiap anggotanya. 88 Buku Siswa SD/MI Kelas IV Berdasarkan teks yang kamu baca, isilah grafik berikut! Keberagaman Kerja sama Manfaat Kerja samaSubtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 95 • Siswa menuliskan kembali hasil kesepakatan mengenai identifikasi keberagaman, kerjasama dan manfaatnya pada kertas kalender. • Hasil produk siswa di tempel di dinding kelas. • Setiap anggota kelompok akan melihat hasil pekerjaan temannya secara bergantian. • Guru dan siswa menyimpulkan secara klasikal. • Guru bisa memberikan pertanyaan kepada siswa: - Apa itu kerjasama? - Apa manfaat kerjasama? - Bagaimana cara kita supaya bisa bekerjasama dalam keberagaman. • Siswa secara individu mengidentifikasi keberagaman dan kerjasama yang ada di lingkungannya. Siswa juga menuliskannya di buku siswa. Produk ini akan dinilai dengan penilai 1. Guru menjelaskan rubrik yang diharapkan. Siswa bisa menuliskan dalam bentuk grafik yang disiapkan. • Hal-hal yang ada dalam tulisan siswa adalah hal yang kamu tulis. 1. Keberagaman di lingkunganmu. 2. Satu contoh bentuk kerjasama dan menjelaskannya. 3. Contoh 3 (tiga) sikap yang menunjukkan persatuan dan kesatuan saat kerjasama. 4. Manfaat kerjasama. 5. Kesimpulan (apa pentingnya persatuan dan kesatuan dalam keberagaman). Di akhir kegiatan siswa menjawab pertanyaan yang ada di buku siswa. 1. Apakah warga di sekitar tempat tinggalmu sudah bisa bekerjasama dalam keberagaman? Jelaskan! 2. Apa manfaat kerjasama tersebut?96 Buku Guru SD/MI Kelas IV • Siswa mengamati gambar rumah adat. • Secara individu siswa melingkari sudut-sudut yang ada pada rumah adat. Siswa menuliskan jenis sudut yang sudah ditemukan. Guru memotvasi siswa untuk lebih teliti menemukan sudutsudut. Jika siswa belum pernah mendapatkan materi sudut di kelas sebelumnya, guru menjelaskan terlebih dahulu konsep sudut. • Sebelum mengajakan sudut, guru perlu memahami konsep sudut. Dua sinar garis yang memiliki titik pangkal yang sama akan membentuk suatu sudut. Titik pangkal yang sama itu disebut titik sudut, sedangkan dua sinar garis disebut kaki sudut. Jenis-Jenis Sudut 1. Sudut Siku-Siku Suatu sudut disebut sudut siku-siku jika kaki-kaki sudutnya tegak lurus, yaitu ukurannya adalah 90 derajat. MSubtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 97 2. Sudut Lancip Suatu sudut disebut sudut lancip jika ukuran sudutnya lebih kecil dari sudut siku-siku, yaitu antara 0 dan 90 derajat (00 < sudut lancip < 900). Sudut-sudut berikut adalah sudut lancip. 70 180 22,50 330 450 3. Sudut Tumpul Suatu sudut disebut sudut tumpul jika ukuran sudutnya lebih besar dari sudut siku-siku, yaitu antara 90 dan 180 derajat (900 < sudut tumpul < 1800). Sudut-sudut berikut adalah sudut tumpul. 1350 930 1100 1170 1570 • Siswa akan duduk secara berpasangan. Pastikan setiap siswa membawa busur. • Guru menyiapkan berbagai gambar tentang sudut. • Gambar-gambar yang bisa digunakan. • Awalnya guru meminta siswa mengukur sudut dengan pengetahuan yang mereka miliki. • Guru meminta satu kelompok maju ke depan untuk mempraktikkan cara mengukur sudut. • Guru meminta siswa lain untuk memberikan pendapatnya atau menyampaikan cara berbeda. • Siswa diminta membaca cara mengukur sudut yang ada di buku siswa. • Siswa dalam kelompok saling menilai apakah cara yang dilakukan temannya sudah benar. • Guru mencontohkan di depan kelas cara mengukur sudut. Guru menggunakan busur berukuran besar. • Guru menggambar sudut yang berukuran besar di papan tulis. • Guru menjelaskan dengan detail cara mengukurnya (letak busur, cara membaca). • Siswa diberikan untuk mengukur kembali sudut yang sudah dibagikan dengan teknik yang benar. • Guru mencermati satu persatu teknik mengukur sudut yang dilakukan oleh siswa.98 Buku Guru SD/MI Kelas IV Mengukur Sudut Untuk mengukur sudut ABC, tempatkan busur derajat di atas gambar sudut sehingga titik pusat busur terletak di titik sudut B; dan alas busur berimpit dengan sisi BA. Perhatikan gambar berikut. A P Q R B A B C C Kita menggunakan skala bagian dalam untuk menentukan ukuran sudut ABC.Kita lihat bahwa sudut tersebut berukuran 600. Kita tuliskan besar sudut ini sebagai berikut. ∠ABC= 600 Untuk Menentukan besar sudut PQR, letakkan busur seperti semula dan gunakan skala dari luar. Lihatlah bahwa sudut PQR adalah 1200. Kita tuliskan sudut ini sebagai berikut. ∠PQR= 1200 • Siswa mencari 5 benda yang ada di sekitarnya yang mempunyai sudut. • Siswa menuliskan hasilnya di buku siswa. • Awalnya siswa memperkirakan besar sudut dan jenis sudut (lancip, tumpul, dan siku-siku) benda-benda yang dipilihnya. Siswa membuktikan hasil terkaannya dengan mengukur besar sudut dengan busur. • Siswa mengurutkan benda-benda berdasarkan besar sudut yang ditemukan. Siswa diminta mengurutkan dari yang terkecil ke yang terbesar atau sebaliknya. • Setelah selesai, siswa menukar jawaban dengan teman satu kelompoknya. • Teman satu kelompok memeriksa jawaban dengan melihat benda, dan mengukurnya. • Guru meminta beberapa siswa untuk mempresentasikan jawaban.Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 99 Kegiatan alternatif Bermain tali • Dalam kelompok siswa membuat cerita bersama. Siswa pertama sambil memegang ujung benang mengucapkan satu kalimat. Benang dilempar ke teman di depannya dan yang dilempat benang membuat kalimat selanjutnya. Sesudah selesai, dia melempar benang lagi. Siswa yang memperoleh benag menyambung kalimat yang ada dengan kalimat lanjutan dan seterusnya. • Benang-benang yang sudah saling menumpuk dijiplak dilantai dengan menggunakan kapur atau tanda lain sehingga sudut terlihat. Masing-masing perpotongan diberi huruf capital. • Siswa menentukan berbagai macam sudut yang ada dan menyalin nama-namanya di kertas. • Siswa diminta membuat perkiraan ukuran sudut dan membandingkan dengan ukuran sebenarnya. • Siswa mengurutkan besar sudut yang ditemukan dari yang besar ke kecil atau sebaliknya. • Siswa diminta kembali menemukan 3 benda yang mempunyai sudut. Kali ini siswa diminta mengukur sudut dan menggambar sudutnya. • Siswa menuliskan hasil pekerjaan di buku siswa. Guru berkeliling mengamati pekerjaan siswa. Guru membimbing siswa yang masih kesulitan. • Guru mengembangkan keterampilan siswa dalam hal menalar.100 Buku Guru SD/MI Kelas IV Pertanyaan Guru • Apakah kamu menemukan benda yang besar sudutnya sama? • Apakah gambar sudutnya sama? • Apa yang bisa kamu simpulkan? • Guru menguatkan bahwa besar sudut benda sama, namun ukuran bendanya bisa berbeda. • Siswa diminta mengukur sudut yang ada di buku siswa. • Apakah besar sudut gambar berikut sama besar? Jelaskan! • Mana yang sudutnya lebih besar? Jelaskan! Dari pertanyaan tersebut diharapkan menyimpulkan. Besar dipengaruhi oleh jarak sinar garis. Sudut tidak dipengaruhi oleh panjang sinar garis. • Guru bisa memberikan contoh bentuk-bentuk lain yang mendukung konsep tersebut. • Siswa mengamati formasi gerakan tarian Bungong Jeumpa yang ada di buku siswa. • Guru meminta 8 siswa untuk maju ke depan. Guru mengarahkan delapan siswa tersebut untuk menari dengan formasi. Guru memberikan aba-aba dengan hitungan. Siswa yang lain mengamati. • Siswa dengan kelompoknya akan mempraktikkan formasi gerakan. Guru memberikan aba-aba dengan hitungan.Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 101 • Ketika sudah lancar, siswa mempraktikkan formasi dengan dengan iringan musik dan hitungan dari guru. Jika sudah sangat lancar hanya diiringi dengan musik. • Guru menguatkan siswa untuk menari dengan kompak dan gerakan yang benar. • Guru juga memotivasi siswa untuk menghayati tarian. • Setiap kelompok diminta maju ke depan untuk mempraktikkan formasi berdiri. Siswa kelompok lain memberikan komentar. • Setiap kelompok juga mendata keperluan menari misalkan kostum dan aksesoris. Kostum diharapkan tidak beli atau menyewa siswa bisa menggunakan baju yang sama dan diberi hiasan dari barang-barang bekas atau yang sudah tersedia. • Siswa melakukan perenungan dengan menjawab pertanyaan yang terdapat dalam buku siswa. • Guru dapat menambahkan pertanyaan perenungan berdasarkan panduan yang terdapat pada lampiran buku guru. Pengayaan • Siswa bisa mengukur sudut-sudut lain yang ditemukan di sekitarnya. Remedial • Siswa yang belum memahami konsep sudut dapat mengulang kegiatan bersama guru. Kegiatan bisa dilakukan seusai jam belajar. Kegiatan dilakukan sekitar 30 menit–60 menit. Kegiatan dapat dilakukan untuk beberapa siswa sekaligus. Penilaian 1. Matematika: Teknik Mengukur Sudut Kriteria Ya Tidak Memegang busur dengan benar Meletakkan busur pada sudut dengan tepat Membaca hasil pengukuran dengan benar Menuliskan nama sudut dan hasil pengukuran dengan benar102 Buku Guru SD/MI Kelas IV 2. SBdP: Menari Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Gerakan Seluruh gerakan yang ditunjukkan saat menari sesuai dengan ketentuan tarian. Sebagian besar gerakan yang ditunjukkan saat menari sesuai dengan ketentuan tarian. Sebagian gerakan yang ditunjukkan saat menari sesuai dengan ketentuan tarian. Hanya sebagian kecil gerakan yang ditunjukkan saat menari sesuai dengan ketentuan tarian. Teknik Menari Menarikan tarian dengan menunjukkan: • Sikap tubuh yang sesuai dengan tarian yang dibawakan. • Gerakan yang dibawakan sesuai dengan irama. • Gerakan yang dibawakan sesuai dengan tempo sehingga tarian yang ditunjukkan terlihat harmonis. Hanya menunjukkan 2 hal dari 3 kriteria yang diharapkan. Tarian yang dihasilkan cukup harmonis. Hanya menunjukkan 1 hal dari 3 kriteria yang diharapkan. Tarian yang dihasilkan kurang harmonis. Tidak memenuhi kriteria yang diharapkan. Ekspresi Memberikan penjiwaan saat menari yang memperhatikan jenis tarian sehingga pesan dari tarian bisa dimengerti oleh penonton. Ada beberapa penjiwaan yang kurang sesuai dengan jenis tarian. Pesan dari tarian tetap bisa dimengerti oleh penonton. Kurang bisa memberikan penjiwaan saat menari sehingga pesan dari tarian kurang dimengerti oleh penonton. Tidak bisa memberikan penjiwaan saat menari sehingga pesan dari tarian tidak dimengerti oleh penonton. Sikap Saat menari selalu menunjukkan sikap: • Percaya diri saat menari sehingga bisa menguasai panggung. • Bisa berinteraksi baik dengan penari lainnya. Saat menari selalu menunjukkan sikap percaya diri saat menari sehingga bisa menguasai panggung, namun kurang bisa berinteraksi dengan penari lain Saat menari menunjukkan sikap kurang percaya diri dan kurang bisa berinteraksi dengan penari lain. Saat menari menunjukkan sikap tidak percaya diri dan bisa berinteraksi dengan penari lainnya. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 103 3. PPKn: Cerita pengalaman kerjasama Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Keberagaman Menjelaskan 3 keberagaman yang ada di lingkungan tempat tinggal (suku bangsa, sosial, dan budaya). Menjelaskan 2 keberagaman yang ada di lingkungan tempat tinggal (suku bangsa, sosial, dan budaya). Menjelaskan 1 keberagaman yang ada di lingkungan tempat tinggal (suku bangsa, sosial, dan budaya). Belum mampu menyebutkan keberagaman. Kerjasama Memberikan satu contoh dan menjelaskan kegiatan yang menunjukkan kerjasama yang pernah dilakukan dengan benar. Mampu memberikan contoh, namun menjelaskan dengan kurang tepat. Contoh yang diberikan masih belum menunjukkan kerjasama dalam keberagaman. Belum mampu menberikan contoh. Persatuan dan Kesatuan Menjelaskan 3 contoh sikap yang menunjukkan persatuan dan kesatuan saat kerjasama dengan benar. Menjelaskan 2 contoh sikap yang menunjukkan persatuan dan kesatuan saat kerjasama dengan benar. Menjelaskan 1 contoh sikap yang menunjukkan persatuan dan kesatuan saat kerjasama dengan benar. Belum mampu memberikan contoh. Manfaat Menjelaskan 3 manfaat dari kerjasama dengan benar. Menjelaskan 2 manfaat dari kerjasama dengan benar. Menjelaskan 1 manfaat dari kerjasama dengan benar. Belum mampu menjelaskan manfaat. Kesimpulan Menjelaskan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam keberagaman dengan benar dan terperinci. Menjelaskan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam keberagaman dengan benar namun kurang terperinci. Menjelaskan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam keberagaman dengan namun masih kurang tepat. Belum mampu menjelaskan. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1104 Buku Guru SD/MI Kelas IV 4. Diskusi: Membahas cerita Tong Sampah Gotong Royong Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Mendengarkan Selalu mendengarkan teman yang sedang berbicara. Mendengarkan teman yang berbicara namun sesekali masih perlu diingatkan. Masih perlu diingatkan untuk mendengarkan teman yang sedang berbicara. Sering diingatkan untuk mendengarkan teman yang sedang berbicara namun tidak mengindahkan. Komunikasi non verbal (kontak mata, bahasa tubuh, postur, ekspresi wajah, suara) Merespon dan menerapkan komunikasi non verbal dengan tepat. Merespon dengan tepat terhadap komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman. Sering merespon kurang tepat terhadap komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman. Membutuhkan bantuan dalam memahami bentuk komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman. Partisipasi (menyampaikan ide, perasaan, pikiran) Isi pembicaraan menginspirasi teman. Selalu mendukung dan memimpin lainnya saat diskusi. Berbicara dan menerangkan secara rinci, merespon sesuai dengan topik. Berbicara dan menerangkan secara rinci,namun terkadang merespon kurang sesuai dengan topik. Jarang berbicara selama proses diksusi berlangsung. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1 5. Catatan Anekdot untuk mencatat sikap (santun dan peduli) Kerja Sama dengan Orang Tua Siswa menyampaikan hasil montasenya kepada orangtuanya. Siswa meminta pendapat orangtuanya.Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 105 IPA 3.6 Menerapkan sifat-sifat bunyi dan keterkaitannya dengan indera pendengaran. 4.6 Menyajikan laporan hasil percobaan tentang sifatsifat bunyi. Bahasa Indonesia 3.1 Mencermati gagasan pokok dan gagasan pendukung yang diperoleh dari teks lisan, tulis, atau visual. 3.2 Mencermati keterhubungan antargagasan yang didapat dari teks lisan, tulis, atau visual. 4.1 Menata informasi yang didapat dari teks berdasarkan keterhubungan antargagasan ke dalam kerangka tulisan. 4.2 Menyajikan hasil pengamatan tentang keterhubungan antargagasan ke dalam tulisan. PJOK 3.1 Memahami variasi gerak dasar lokomotor, nonlokomotor, dan manipulatif sesuai dengan konsep tubuh, ruang, usaha, dan keterhubungan dalam permainan bola besar sederhana dan atau tradisional*. 4.1 Mempraktikkan variasi gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif sesuai dengan konsep tubuh, ruang, usaha, dan keterhubungan dalam permainan bola besar sederhana dan atau tradisional*. 3 Pemetaan Kompetensi Dasar dalam Pembelajaran Pembelajaran 3106 Buku Guru SD/MI Kelas IV 3 Fokus Pembelajaran: PJOK, Bahasa Indonesia, IPA Tujuan Pembelajaran: 1. Setelah mencoba permainan tradisional Bakiak, siswa mampu menjelaskan aturan main dan manfaat permainan tersebut untuk melatih keterampilan pola gerak dasar lokomotor dengan tepat. 2. Dengan permainan tradisional Bakiak, siswa mampu mempraktikkan keterampilan variasi pola gerak dasar lokomotor dengan mandiri. 3. Setelah percobaan, siswa mampu menjelaskan fungsi sifat bunyi terkait telinga sebagai alat pendengaran dengan lengkap. 4. Setelah percobaan, siswa mampu menyajikan laporan tentang sifat bunyi terkait telinga sebagai alat pendengaran dan dengan sistematis. 5. Setelah membaca teks tentang sikap kerja sama, siswa mampu mengidentifikasi gagasan pokok dan gagasan pendukung setiap paragraf dari teks tulis dengan mandiri. 6. Setelah membaca teks tentang sikap kerja sama, siswa mampu menyajikan gagasan utama dan gagasan pendukung setiap paragraf dari teks tulis dalam bentuk peta pikiran dengan tepat. Media dan Alat Bantu dan Sumber Belajar • Terompah Bakiak untuk kegiatan olahraga. Langkah-Langkah Pembelajaran: • Siswa diingatkan kembali tentang keragaman permainan tradisional Indonesia seperti Benteng dan Gobak Sodor yang telah mereka mainkan pada minggu sebelumnya. • Guru memperlihatkan terompah bakiak yang telah dipersiapkan sebelumya dan mengajukan pertanyaan pembuka. - Siapakah diantara kalian yang mengetahui jenis permainan tradisional Bakiak? • Siswa yang mengangkat tangannya diminta untuk menerangkan secara singkat tentang jenis permainan tersebut. 100 Buku Siswa SD/MI Kelas IV 3 Bekerja sama bisa dilakukan kapan saja. Saat kita bermain pun kita bisa bekerja sama. Tahukah kamu, bahwa kita dapat belajar bekerja sama dari permainan tradisional? Ayo, kita pelajari bersama! Salah satu permainan tradisional Indonesia yang sangat menarik adalah permainan bakiak. Permainan ini berasal dari Sumatra Barat. Bakiak, atau biasa disebut Terompa Bakuak di Sumatra Barat merupakan permainan yang membutuhkan kekompakkan. Hari ini kamu akan mencoba permainan tradisional bakiak dengan teman-temanmu.Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 107 • Guru memberikan penguatan informasi tentang permainan Bakiak dan gerak dasar lokomotor jalan yang dipraktikkan dalam permainan tersebut. Indonesia kaya akan keragaman permainan tradisional yang menarik dan menantang. Bakiak atau Terompah Bakuak berasal dari Sumatera Barat, adalah salah satu jenis permainan tradisional Indonesia yang memerlukan kerja sama dan kekompakan para pemainnya. Dengan melakukan permainan Bakiak, diharapkan siswa akan semakin terlatih dalam melakukan kerja sama dan kekompakan. Keterampilan lokomotor yang akan dilatih dalam permainan Bakiak adalah Jalan. Siswa diharapkan berjalan dengan sikap tubuh tegak serta mengayunkan kaki dengan tegas dan bertenaga. Guru diharapkan dapat mempersiapkan terompah Bakiak. Bakiak dapat dibuat sendiri menggunakan potongan kayu sebagai alas dan lembaran karet dari ban dalam bekas sebagai penahan/penjempit telapak/jarijari kaki. Panjang kayu bervariasi tergantung pada jumlah pemain. Pastikan kondisi kayu aman bagi siswa. Jumlah pemain Bakiak paling sedikit 3 hingga 10 pemain. Karena semakin banyak anggota yang memainkan sepasang Bakiak, maka tingkat kesulitan akan semakin tinggi dan memerlukan kerjasama dan kekompakan yang semakin tinggi pula. • Siswa berdoa sebelum melakukan kegiatan olahraga. • Siswa melakukan pemanasan dengan mempraktikkan gerakan nonlokomotor. Salah satu siswa diminta untuk memimpin pemanasan di depan teman-teman yang lain. • Siswa dibagi dalam kelompok sesuai kebutuhan. • Guru memberikan penguatan tentang aturan permainan Bakiak yang akan dilakukan. Siswa dapat diberikan tantangan untuk berdiskusi menentukan sendiri jarak yang akan ditempuh dan menentukan garis start dan garis finish. Untuk meningkatkan tantangan, siswa dapat dimotivasi untuk membuat jalur tempuh bakiak berkelok atau zig-zag. Siswa juga dapat diminta untuk secara mandiri berdiskusi dan membuat kesepakatan bersama tentang aturan mainnya. Guru mengawasi jalannya diskusi dan dapat memberikan masukan agar kesepakatan yang dibuat cukup mudah untuk dilaksanakan. Guru dapat menggunakan beberapa cara saat menentukan kelompok, seperti undian, atau berdasarkan nomor urut. Pastikan setiap kelompok memiliki anggota dengan kemampuan fisik yang sama.108 Buku Guru SD/MI Kelas IV • Siswa melakukan permainan dengan mempraktikkan nilai kerjasama, saling menghargai, dan sportifitas. • Guru mengawasi jalannya permainan dan dapat memberikan penilaian menggunakan rubrik. Keterampilan dasar Lokomotor dan NonLokomotor siswa diperiksa menggunakan rubrik dan daftar periksa (penilaian 1) • Usai berolahraga, siswa–masih dalam kelompok yang sama–menjawab pertanyaan yang tersedia tentang sikap kerjasama dan sikap saling menghargai terhadap teman yang memiliki kemampuan berbeda. • Siswa bersama guru mendiskusikan jawaban secara klasikal dan menyimpulkan hasil diskusi tentang nilai-nilai yang bisa dipelajari dalam permainan Bakiak untuk dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Setiap orang dianugerahi kemampuan yang berbeda-beda. Namun, hal tersebut tidak menghalangi kita untuk tetap bekerjasama. Saling menghargai perbedaan dalam bekerjasama akan membantu tim mencapai tujuan. • Siswa diingatkan kembali pada pembelajaran sebelumnya tentang proses terjadinya bunyi dari sumber bunyi hingga sampai ke indera pendengar. • Guru mengajukan pertanyaan sebagai kegiatan pembuka: - Apa yang kamu ketahui tentang fungsi dari setiap alat/organ dari indera pendengaran? - Bagaimana cara merawat telinga sebagai indera yang sangat penting bagi kita? • Siswa dibagi dalam beberapa kelompok kecil dan diminta berdiskusi untuk menjawab pertanyaan yang tersedia . Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 103 Bagian-bagian Cara Kerja Cara Merawat Fungsi Indra Pendengar Telinga sangat penting bagi kita. Dengan telinga kita dapat mendengar bunyi-bunyian. Kamu sudah melakukan percobaan tentang sumber bunyi. Kamu bisa mendengar alat musik tradisional karena telingamu berfungsi dengan baik. Oleh sebab itu, rawatlah telingamu dengan baik. Saat bermain Bakiak, kamu tentunya harus mendengarkan peluit yang ditiupkan guru dan aba-aba temanmu. Kegiatan tersebut tentunya membutuhkan pendengaran yang baik. Masih ingatkah kamu tentang pentingnya indra pendengar? Ayo, kita mengingatnya kembali. Bekerjalah dalam kelompok. Buat peta pikiran tentang indra pendengar dan sajikan di depan kelas.Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 109 Jawaban siswa diperiksa guru menggunakan rubrik (penilaian 2) Guru membimbing jalannya diskusi kelompok, berjalan berkeliling dari kelompok satu ke kelompok lain untuk memastikan bahwa setiap anggota berpartisipasi aktif. • Setiap kelompok menyampaikan hasil diskusi kepada kelompok lainnya. Guru bisa menggunakan beragam cara saat menginstruksikan siswa dalam kelompok untuk berbagi hasil diskusi kepada kelompok lainnya. Cara yang paling sederhana adalah secara klasikal, setiap kelompok maju ke depan kelas dan setiap anggota dalam kelompok secara bergantian menjelaskan hasil diskusi. Cara lain adalah dengan meminta setiap kelompok untuk menentukan satu atau dua juru bicara. Juru bicara akan berputar mendatangi setiap kelompok lainnya dan menerangkan hasil diskusi. Sisa anggota tetap berada dalam kelompok dan mendengarkan penjelasan dari para juru bicara dari kelompok lain. • Siswa bersama guru secara klasikal kemudian menyimpulkan hasil diskusi tentang pentingnya merawat indera pendengaran. • Siswa mempraktikkan permainan sumber bunyi di luar kelas. Sebelumnya, guru meminta mereka untuk membaca aturan main. Apabila telah siap, guru dapat mengajak siswa keluar untuk bermain. • Mintalah siswa untuk menjawab pertanyaan yang ada pada buku pelajaran setelah bermain kemudian membuat laporannya. • Siswa diingatkan kembali tentang gagasan pokok dan gagasan pendukung yang telah dipelajari pada pembelajaran sebelumnya. • Siswa membaca senyap teks berjudul “Tong Sampah Gotong Royong” yang terdapat pada pembelajaran sebelumnya. • Siswa menemukan gagasan pokok dan gagasan pendukung pada teks tersebut dan menuliskannya dalam peta pikiran yang tersedia.110 Buku Guru SD/MI Kelas IV Guru berkeliling untuk memastikan setiap siswa mengerjakan tugas dengan tertib. Guru dapat mendampingi siswa yang mendapatkan kesulitan dalam menjawab pertanyaan. Peta pikiran siswa diperiksa guru menggunakan rubrik (penilaian 3) • Siswa melakukan perenungan tentang pentingnya saling menghormati perbedaan. • Guru dapat menambahkan pertanyaan perenungan berdasarkan panduan yang terdapat pada lampiran 1 Buku Guru. Pengayaan • Apabila memiliki waktu, siswa dapat melakukan wawancara sederhana dengan teman lintas kelas atau dengan guru-guru di sekolah, tentang pengalaman sikap saling menghargai saat melakukan kerjasama dengan teman yang memiliki kemampuan berbeda. Remedial • Siswa yang belum memahami manfaat alat-alat indera pendengaran, dapat diberikan sumber bacaan yang dilengkapi gambar. Siswa dimotivasi untuk membaca dengan teliti. Siswa dapat mengerjakan latihan tertulis (kuis, pertanyaan essay) terkait materi yang belum dipahami.Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 111 Penilaian 1. PJOK Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Aturan main Bakiak, serta manfaatnya. Mampu menjelaskan aturan main Bakiak dan manfaatnya dalam meningkatkan keterampilan gerak dasar lokomotor Jalan dengan jelas dan benar. Mampu menjelaskan aturan main Bakiak dan manfaatnya dalam meningkatkan keterampilan gerak dasar lokomotor Jalan dengan cukup jelas dan benar. Mampu menjelaskan aturan main Bakiak dan manfaatnya dalam meningkatkan keterampilan gerak dasar lokomotor Jalan namun kuran jelas. Belum mampu menjelaskan aturan main Bakiak dan manfaatnya dalam meningkatkan keterampilan gerak dasar lokomotor Jalan. Gerak lokomotor(jalan) dalam permainan Bakiak Variasi pola gerak nonlokomotor saat pemanasan Mampu mempraktikan gerak dasar lokomotor Jalan dengan benar. Mampu mempraktikkan variasi gerak non-lokomotor saat pemanasan dengan benar. Mempraktikan gerak dasar lokomotor Jalan dengan sikap tubuh yang cukup benar. Mampu mempraktikkan sebagian besar variasi gerak non-lokomotor saat pemanasan dengan benar. Mempraktikan gerak dasar lokomotor Jalan dengan sikap tubuh yang kurang benar. Mampu mempraktikkan sebagian kecil variasi gerak non-lokomotor saat pemanasan dengan benar. Belum mampu mempraktikan gerak dasar lokomotor Jalan. Belum mampu mempraktikkan variasi gerak non-lokomotor saat pemanasan. Kerja Sama dan Saling Menghargai Menunjukkan sikap kerjasama dan saling menghargai selama permainan secara konsisten. Menunjukkan sikap kerjasama dan saling menghargai selama permainan namun belum konsisten. Perlu motivasi untuk dapat bekerjasama dan saling menghargai selama permainan. Belum dapat menunjukkan sikap kerjasama dan saling menghargai selama permainan meski telah dimotivasi. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1112 Buku Guru SD/MI Kelas IV a. Ketrampilan siswa dalam melakukan gerakan lokomotor (jalan) dan non-lokomotor dalam permainan Bakiak dinilai menggunakan rubrik. Penilaian (skoring): total nilai siswa total nilai maksimal x 10 Contoh : 2+3+1 12 = 6 12 x 10 = 5 b. Keterampilan dasar Lokomotor dan Non Lokomotor dinilai menggunakan daftar periksa. Kriteria 1 2 3 4 5 Lokomotor: • Berjalan tegak • Berlari • Melompat dengan tumpuan satu kaki • Meloncat dengan tumpuan dua kaki Non-Lokomotor: • Memutar pinggang • Menekuk badan, tangan, dan kaki, • Memiringkan badan • Membentang tangan dan kaki • Memutar badan menghadap ke kiri, ke kanan, dan ke belakang Keterangan 1. Tidak pernah menunjukkan kriteria yang diharapkan. 2. Menunjukkan sikap sesuai kriteria sebesar 50% 3. Menunjukkan sikap sesuai kriteria lebih dari 50% namun kurang dari 75%. 4. Menunjukkan kriteria lebih dari 75% namun kurang dari 100%. 5. Menunjukkan sikap sesuai kriteria yang diharapkan.Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 113 2. IPA Tugas siswa menjawab pertanyaan dan mengomunikan hasilnya dinilai menggunakan rubrik Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Penerapan Konsep Memperlihatkan pemahaman konsep dengan menunjukkan bukti pendukung dan menyampaikan pemahaman inti dari konsep yang sedang dipelajari dengan benar. Memperlihatkan pemahaman konsep dengan menunjukkan bukti pendukung namun perlu bantuan saat menyampaikan pemahaman inti dari konsep yang yang sedang dipelajari. Memperlihatkan pemahaman konsep dengan menunjukkan bukti yang terbatas dan penyampaian pemahaman inti dari konsep tidak jelas. Perlu bimbingan saat menyampaikan bukti dan pemahaman inti dari konsep yang dipelajari. Komunikasi Hasil percobaan disampaikan dengan jelas, obyektif dengan didukung data penunjang. Hasil percobaan disampaikan dengan jelas dan didukung sebagian data penunjang. Hasil percobaan disampaikan denga njelas namun hanya didukung sebagian kecil data penunjang. Hasil percobaan disampaikan dengan kurang jelas dan tanpa data penunjang. Prosedur dan strategi Seluruh data dicatat, langkah kegiatan dilakukan secara sistematis dan strategi yang digunakan membuat percobaan berhasil. Seluruh data dicatat, langkah kegiatan dilakukan secara sistematis namun masih membutuhkan bimbingan dalam menemukan strategi agar percobaan berhasi. Sebagian besar data dicatat, langkah kegiatan dan strategi dilakukan secara sistematis setelah mendapat bantuan guru. Sebagian kecil data dicatat, langkah kegiatan tidak sistematis dan strategi yang dipilih tidak tepat. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1114 Buku Guru SD/MI Kelas IV 3. Bahasa Indonesia Tugas siswa menemukan gagasan pokok dan gagasan utama dari setiap paragraf dinilai menggunakan rubrik. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Gagasan pokok Menemukan gagasan pokok pada semua paragraf dengan benar. Menemukan sebagian besar gagasan pokok pada semua paragraf dengan benar. Menemukan sebagian kecil gagasan pokok pada semua paragraf dengan benar. Belum dapat menemukan gagasan pokok. Gagasan pendukung Menemukan gagasan pendukung pada semua paragraf dengan benar. Menemukan sebagian besar gagasan pendukung pada semua paragraf dengan benar. Menemukan sebagian kecil gagasan pendukung pada semua paragraph dengan benar. Belum dapat menemukan gagasan pendukung. Penyajian gagasan pokok dan gagasan pendukukung dalam peta pikiran. Menyajikan gagasan pokok dan gagasan pendukung dalam peta pikiran dengan tepat.  Menyajikan sebagian besar gagasan pokok dan gagasan pendukung dalam peta pikiran dengan tepat. Menyajikan sebagian kecil gagasan pokok dan gagasan pendukung dalam peta pikiran dengan tepat. Belum dapat menyajikan gagasan pokok dan gagasan pendukung dalam peta pikiran. Sikap: Mandiri Tugas diselesaikan dengan mandiri. Sebagian besar tugas diselesaikan dengan mandiri. Tugas diselesaikan dengan motivasi dan bimbingan guru. Belum dapat menyeselesaikan tugas meski telah diberikan motivasi dan bimbingan. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1 4. Catatan Anekdot untuk mencatat sikap (Peduli) Contoh dapat dilihat pada bagian akhir (lampiran) buku ini. • Siswa berdiskusi bersama orang tua tentang pentingnya memelihara indra pendengaran. • Siswa mencatat contoh-contoh kegiatan merawat indra tersebut dan memberikan hasilnya kepada guru.Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 115 Pemetaan Kompetensi Dasar dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia 3.2 Mencermati keterhubungan antargagasan yang didapat dari teks lisan, tulis, atau visual. 4.2 Menyajikan hasil pengamatan tentang keterhubungan antargagasan ke dalam tulisan. PPKn 3.4 Mengidentifikasi berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. 4.4 Menyajikan berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. Matematika 3.12 Menjelaskan dan menentukan ukuran sudut pada bangun datar dalam satuan baku dengan menggunakan busur derajat. 4.12 Mengukur sudut pada bangun datar dalam satuan baku dengan menggunakan busur derajat. Pembelajaran 4 4116 Buku Guru SD/MI Kelas IV 4 Fokus Pembelajaran: Bahasa Indonesia, PPKn, Matematika Tujuan Pembelajaran 1. Setelah membaca teks, siswa mampu mengidentifikasi gagasan pokok dan gagasan pendukung dengan benar. 2. Setelah membaca teks siswa mampu menuliskan gagasan pokok dan gagasan pendukung ke dalam grafik yang sudah disiapkan dengan sistematis. 3. Setelah berdiskusi, siswa mampu menjelaskan bentuk-bentuk kerjasama dalam keberagaman dengan benar. 4. Setelah mencari informasi, siswa mampu mempresentasikan contohcontoh kerjasama dalam keberagaman (kerja bakti, siskamling, gotongroyong, dll.). 5. Setelah mengamati, siswa mampu menentukan banyak sudut pada bangun datar dengan benar 6. Setelah bereksplorasi, siswa mampu mengukur besar sudut pada bangun datar dengan benar Media, Alat Bantu, dan Sumber Belajar • Busur, teks cerita, gambar-gambar Langkah-langkah Pembelajaran • Siswa membaca teks yang ada di buku siswa. • Siswa membaca teks dengan membaca berantai. Guru menunjuk satu siswa dan siswa lain mendengarkan. Siswa yang ditunjuk kemudian melanjutkan bacaan siswa sebelumnya. • Guru meminta setiap siswa untuk menemukan gagasan pokok dan gagasan pendukung. Siswa membaca setiap paragraf dengan hati-hati. 110 Buku Siswa SD/MI Kelas IV 4 Sebelumnya kita sudah banyak belajar tentang indahnya keberagaman budaya Indonesia. Bagaimana cara menjalin kebersamaan dalam keberagaman tersebut? Mari kita gali lebih jauh! Dengan kerja sama maka kebersamaan dalam keberagaman akan semakin terjalin dengan baik. Seperti apa, ya, bentuk kerja sama yang lain? Bacalah teks berikut. Perbedaan Bukanlah Penghalang Tidak seperti biasa, hari Minggu ini sekolah terlihat ramai. Hari itu, semua siswa diminta datang ke sekolah untuk menghias kelas masing-masing. Hari Senin akan diadakan lomba menyambut hari kemerdekaan. Bapak kepala sekolah berpesan, tiap kelas harus terlihat unik dengan kreasi anak-anak. Udin dan teman-teman sekelasnya juga datang ke sekolah. Pembagian tugas membuat hiasan telah dilakukan Udin dan teman-teman di hari Jumat yang lalu. Menghias kelas merupakan tanggung jawab bersama. Pagi-pagi hampir semua siswa di kelas Udin sudah hadir. Hanya Edo dan Martha yang belum terlihat. Edo dan Martha sudah meminta izin pada teman-temannya untuk hadir terlambat. Mereka harus pergi ke Sekolah Minggu di gereja untuk melakukan ibadah pagi. Udin dan teman-teman lainnya tidak keberatan. Sebelum ke sekolah, Udin dan Siti mampir ke rumah Edo, lalu ke rumah Martha untuk mengambil bahan dan hiasan kelas yang telah disiapkan. Udin dan teman-teman memahami bahwa hari Minggu pagi merupakan waktu ibadah bagi Edo dan Martha yang beragama Katolik. Perbedaan waktu dan cara beribadah tidak menghalangi niat kerja sama mereka. Siang hari sekolah semakin ramai. Kelas-kelas sudah terlihat indah dan semarak dengan hiasan merah putih buatan siswa sekelas. BegituSubtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 117 • Siswa menuliskan gagasan pokok dan gagasan pendukung pada grafik yang disiapkan di buku siswa. Penilaian 1 • Siswa saling menukar jawaban dengan temannya. • Guru memberikan aba-aba tepuk tangan, siswa akan mencari pasangan lagi dan menyampaikan jawabannya. Begitu seterusnya sampai siswa berganti 3 pasangan. • Siswa secara individu menganalisis persamaan dan perbedaan jawabannya dengan temannya. • Guru meminta siswa untuk mempresentasikan jawabannya (fokus 1 paragraf) di depan. Siswa juga menyampiakan persamaan dan perbedaan jawabannya dengan temannya. • Guru menguatkan dengan memberikan pertanyaan - Apa isi paragraf 1? - Apa yang mendukungnya? • Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya. • Guru meminta kembali satu siswa untuk mempresentasikan jawabannya (paragraf 2) tekniknya sama dengan 1. • Di akhir sesi, guru menanyakan bagaimana menemukan gagasan pokok? Bagaimana menemukan gagasan pendukung? Siswa bisa menyampaikan jawabannya. Guru menguatkan berbagai cara untuk menemukan gagasan pokok dan gagasan pendukung. • Siswa akan dibagi ke dalam kelompok. Satu kelompok terdiri dari 5 siswa. Dalam kelompok guru meminta siswa mengamati bentuk-bentuk kerjasama masyarakat Indonesia. Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 113 Duduklah dalam kelompok. Satu kelompok terdiri dari 5 siswa. Carilah informasi tentang salah satu kerja sama di lingkunganmu. Presentasikan hasilnya di depan kelas. Kerja Sama118 Buku Guru SD/MI Kelas IV Guru menyampaikan contoh-contoh kerjasama masyarakat di Indonesia yang sudah menjadi kebiasaan. Seperti ronda, kerja bakti dan gotong-royong. Guru bisa meminta satu siswa menceritakan pengalaman yang pernah dilihatnya mengenai kebiasaan tersebut. Guru juga bisa menceritakan pengalaman dirinya mengikuti ronda, kerja bakti dan gotong royong. • Setiap kelompok ditugaskan untuk mencari informasi mengenai satu kebiasaan kerjasama. Siswa bisa bertanya kepada pegawai sekolah, mencari informasi di buku atau bahan bacaan. Siswa juga bisa bertanya ke siswa lain. • Siswa menulis hasil temuaanya di buku siswa. Hal-hal yang harus ditulis adalah pengertian, contoh, kegiatan yang dilakukan, manfaat dan hal-hal baik yang bisa dicontoh dari kegiatan ini. • Setiap kelompok mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelas. • Kelompok lain bisa memberikan masukan atau menceritakan pengalamannya. • Guru menguatkan bahwa kebiasaan-kebiasaan tersebut adalah hal baik yang harus tetap kita lestarikan. Guru memotivasi siswa jika ada kegiatan tersebut di lingkungannya bisa ikut membantu • Siswa mengamati jam gadang. • Siswa mengamati sudut-sudut yang ada di jam gadang. • Siswa melingkari dan memberikan nomor. • Siswa memprediksi besar sudut dan membuktikannya. Siswa membuktikan dengan mengukur menggunakan busur. Guru berkeliling dan memastikan bahwa setiap siswa sudah mengukur dengan teknik yang benar. Guru mendampingi siswa yang dirasa masih kesulitan. • Siswa mencari pasangan dengan abaaba tepuk tangan dari guru. Siswa menyampaikan hasil jawabannnya kepada temannya. Siswa saling mengomentari hasil. M 114 Buku Siswa SD/MI Kelas IV Tahukah kamu tentang Jam Gadang. Jam Gadang adalah menara jam yang terletak di pusat kota Bukittinggi, di Provinsi Sumatra Barat. Dinamai Jam Gadang karena menara ini memiliki jam dengan ukuran besar pada empat sisinya. Temukan sudut-sudut yang ada di Jam Gadang tersebut! Ukurlah besarnya sudut dengan menggunakan busur! Bagian rumah gadang Prediksiku Besar Sudut Sebenarnya MSubtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 119 • Dengan aba-aba tepuk tangan, siswa akan berganti pasangan. Siswa juga menyampaikan hasil jawabnnya dan saling mengomentari. (pergantian pasangan dilakukan sebanyak 3 kali) • Satu siswa maju ke depan, siswa mempresentasikan hasil pekerjaannya. Ia juga menyampaikan komentar-komentar dari temannya. • Diskusi klasikal, guru menguatkan setiap jawaban. Siswa membetulkan jawaban yang masih belum tepat. Guru memotivasi siswa bahwa ketika mengukur sudut haruslah teliti. Guru juga menguatkan bahwa untuk memprediksi sudut haruslah ingat sudut siku-siku (900) untuk dijadikan acuan. • Guru menyampaikan bahwa bangun datar juga mempunyai sudut. • Guru membawa segitiga dengan ukuran besar. Guru menanyakan banyaknya sudut pada segitiga. Guru menunjuk sudut-sudut dan memberikan nama. • Siswa mengerjakan lembar kerja yang ada di buku siswa. Siswa mengukur besar setiap sudut pada bangun datar. • Setelah selesai, siswa bisa mendiskusikan hasil dengan teman sebelahnya. Ayo Renungkan • Siswa melakukan perenungan dengan menjawab pertanyaan yang terdapat dalam buku siswa. • Guru dapat menambahkan pertanyaan perenungan berdasarkan panduan yang terdapat pada lampiran buku guru. Pengayaan Siswa bisa mengukur sudut-sudut pada bangun datar yang lebih rumit. Misalkan Remedial Siswa yang belum bisa mengukur sudut dapat mengulang kegiatan bersama guru. Kegiatan bisa dilakukan seusai jam belajar. Kegiatan dilakukan sekitar 30 menit–60 menit. Kegiatan dapat dilakukan untuk beberapa siswa sekaligus.120 Buku Guru SD/MI Kelas IV Penilaian 1. Bahasa Indonesia: Gagasan Pokok Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Mengidentifikasi gagasan pokok Mengidentifikasi gagasan pokok dari 4 paragraf dengan benar. Mengidentifikasi gagasan pokok dari 3 paragraf dengan benar. Mengidentifikasi gagasan pokok dari 2 paragraf dengan benar. Mengidentifikasi gagasan pokok dari 1 paragraf dengan benar. Mengidentifikasi Gagasan Pendukung Mengidentifikasi gagasan pendukung dari 4 paragraf dengan benar. Mengidentifikasi gagasan pendukung dari 3 paragraf dengan benar. Mengidentifikasi gagasan pendukung dari 2 paragraf dengan benar. Mengidentifikasi gagasan pendukung dari 1 paragraf dengan benar. Mengkomunikasikan Menuliskan secara sistematis, mudah dipahami, menggunakan bahasa baku. Memenuhi 2 dari 3 kriteria yang diharapkan. Memenuhi 1 dari 3 kriteria yang diharapkan. Belum memenuhi kriteria yang diharapkan. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1 2. PPKn: Diskusi pada saat membahasa tentang kerjasama di lingkungan. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Mendengarkan Selalu mendengarkan teman yang sedang berbicara. Mendengarkan teman yang berbicara namun sesekali masih perlu diingatkan. Masih perlu diingatkan untuk mendengarkan teman yang sedang berbicara. Sering diingatkan untuk mendengarkan teman yang sedang berbicara, namun tidak mengindahkan. Komunikasi non verbal (kontak mata, bahasa tubuh, postur, ekspresi wajah, suara) Merespon dan menerapkan komunikasi non verbal dengan tepat. Merespon dengan tepat terhadap komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman. Sering merespon kurang tepat terhadap komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman. Membutuhkan bantuan dalam memahami bentuk komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman. Partisipasi (menyampaikan ide, perasaan, pikiran) Isi pembicaraan menginspirasi teman. Selalu mendukung dan memimpin lainnya saat diskusi. Berbicara dan menerangkan secara rinci, merespon sesuai dengan topik. Berbicara dan menerangkan secara rinci,namun terkadang merespon kurang sesuai dengan topik. Jarang berbicara selama proses diksusi berlangsung. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 121 3. Matematika: Teknik Mengukur Sudut Kriteria Ya Tidak Memegang busur dengan benar Meletakkan busur pada sudut dengan tepat Membaca hasil pengukuran dengan benar Menuliskan nama sudut dan hasil pengukuran dengan benar 4. Catatan Anekdot untuk mencatat sikap (santun dan peduli) (Contoh terlampir di bagian lampiran Buku Guru). a Siswa mendiskusikan dengan orangtua rencana supaya kerjasama antar anggota keluarga bisa berjalan dengan baik.122 Buku Guru SD/MI Kelas IV Pemetaan Kompetensi Dasar dalam Pembelajaran Matematika 3.8 Menganalisis sifat-sifat segibanyak beraturan dan segibanyak tidak beraturan 4.8 Mengidentifikasi segibanyak beraturan dan segibanyak tidak beraturan SBdP 3.3 Memahami dasar-dasar gerak tari daerah. 4.3 Meragakan dasar-dasar gerak tari daerah. IPS 3.2 Mengidentifikasi keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang. 4.2 Menyajikan hasil identifikasi mengenai keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang. Pembelajaran 5Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 123 Fokus Pembelajaran: SBdP, Matematika, IPS Tujuan Pembelajaran 1. Setelah berdiskusi dan memperhatikan peragaan dari guru , siswa mampu menjelaskan dasar-dasar gerak tari Bungong Jeumpa dalam posisi duduk dengan teknik benar. 2. Setelah berdiskusi dan memperhatikan peragaan dari guru, siswa mampu mempraktikkan dasar-dasar gerak tari Bungong Jeumpa dalam posisi duduk dengan teknik benar. 3. Dengan mengamati dan mengukur sudut-sudut yang terdapat pada segi banyak pada tangram, siswa mampu membandingkan hasil penaksiran dan pengukuran dengan tepat. 4. Dengan mengamati dan mengukur sudut-sudut yang terdapat pada segi banyak pada tangram, siswa mampu menyajikan hasil penaksiran dan pengukuran dengan tepat. 5. Dengan menggunakan gambar yang dibuat sendiri, siswa mampu menjelaskan perayaan hari besar agama sebagai bentuk keragaman sosial, budaya, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia secara tertulis dan lisan. 6. Dengan menggunakan gambar yang dibuat sendiri, siswa mampu menceritakan perayaan hari besar agama sebagai bentuk keragaman sosial, budaya, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia secara tertulis dan lisan. Media, Alat Bantu, dan Sumber Belajar • Gambar gerakan dasar tari Bungong Jeumpa • Lagu Bungong Jeumpa untuk mengiringi tari • Tangram • Gambar tentang perayaan hari besar keagamaan yang digambar siswa • Kertas HVS 116 Buku Siswa SD/MI Kelas IV Sebelumnya, kamu telah belajar teknik menari Bungong Jeumpa. Tari Bungong Jeumpa dapat ditampilkan dalam formasi duduk atau berdiri. Ayo, menari dalam formasi duduk. Apakah kamu masih ingat gerakan tari Bungong Jeumpa dalam formasi duduk?124 Buku Guru SD/MI Kelas IV Langkah-Langkah Pembelajaran Guru mengajukan pertanyaan: • Apakah kamu masih ingat gerakan tari Bungong Jeumpa yang telah kamu pelajari sebelumnya? • Siswa diajak berdiskusi tentang gerakan dasar tari Bungong Jeumpa untuk mengingatkan mereka tentang keterampilan yang telah mereka pelajari sebelumnya. • Siswa memperagakan secara berpasangan menarikan tarian tersebut. Ketika siswa memperagakan secara berpasangan, guru berkeliling sambil mengamati bagaimana setiap pasangan memperagakan gerakan. Guru memberikan saran dan masukan ketika menemukan ada siswa yang masih belum dapat melakukan gerakan dengan sempurna. • Setelah cukup menguasai gerakan, siswa diajak berlatih secara berkelompok dengan iringan musik. Sebelum berlatih secara berkelompok, siswa mendengarkan penjelasan dari guru tentang hal yang masih perlu mereka tingkatkan berdasarkan hasil pengamatan ketika siswa berlatih secara berpasangan. Guru menilai keterampilan tari dengan catatan anekdot. • Setelah selesai berlatih tari, guru memberikan penguatan terhadap nilainilai yang berkaitan dengan sikap peduli dan menghargai keragaman budaya. Guru menyampaikan bahwa salah satu cara menghargai keberagaman budaya adalah dengan mempelajari dan memunculkan sikap peduli untuk melestarikan budaya tersebut, seperti yang telah dilakukan siswa ketika mereka mempelajari tari Bungong Jeumpa.Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 125 • Setelah berlatih menari, siswa diajak untuk merenungkan bahwa Tuhan menciptakan budaya yang berbeda agar kita saling mengenal dan saling menghargai. Kita mempunyai tanggung jawqb untuk menjaga dan menciptakan keselarasan di tengah-tengah perbedaan. Guru mengajukan pertanyaan: • Apakah kamu masih ingat tangram yang telah kamu pelajari sebelumnya? Apakah kamu memperhatikan bahwa pada tangram tersebut terdapat bentuk yang berbeda-beda? • Apakah kamu juga mengamati bahwa bentuk-bentuk yang berbeda tersebut bisa ditata sedemikian rupa sehingga tercipta bentuk yang selaras. • Siswa diajak mengamati kembali berbagai segi banyak pada tangram yang telah mereka buat. Guru juga menambahkan bahwa dengan bentuk yang berbeda-beda, kita bisa membentuk bangun atau gambar baru yang menarik dan kreatif. • Siswa diminta memberi label huruf (A, B, C, D, dan seterusnya) di setiap sudut pada segi banyak yang terdapat pada tangram . • Siswa diminta menulis taksiran mereka untuk besar masing-masing sudut yang sudah mereka beri huruf dan dituliskan pada tabel yang terdapat dalam buku siswa. • Setelah siswa menuliskan taksiran mereka tentang besar sudut, kemudian melakukan pembuktian dengan mengukur sudut-sudut tersebut menggunakan busur derajat. • Siswa menuliskan kesimpulan tentang hasil penaksiran dan pembuktian pengukuran sudut pada tangram. Guru menilai hasil pengukuran dengan nilai angka (penskoran). M126 Buku Guru SD/MI Kelas IV Sebagai pengait untuk melanjutkan pada kegiatan berikutnya, sekaligus melakukan penguatan, guru menyampaikan bahwa perbedaan itu indah, perbedaan itu anugerah. Kita harus mensyukurinya dengan menunjukkan sikap saling menghargai dan peduli yang ditunjukkan melalui sikap santun terhadap orang-orang yang berbeda keyakinan. Guru mengajukan pertanyaan: Apakah kamu pernah mengikuti atau melihat perayaan hari besar agama di sekitar tempat tinggalmu? • Siswa diminta membuat gambar yang berkaitan dengan perayaan hari besar agama yang pernah mereka ikuti atau yang pernah mereka saksikan. • Siswa menceritakan secara tertulis tentang perayaan hari besar keagamaan yang pernah mereka ikuti atau yang pernah kamu lihat di lingkungan tempat tinggalmu berdasarkan gambar yang telah mereka buat. • Siswa mempresentasikan dan mendiskusikan secara berkelompok cerita yang telah mereka tulis. Kemudian guru mengajukan pertanyaan. • Seperti apa keragaman umat beragama di lingkungan provinsimu? • Bagaimana antarumat beragama saling menjalin persatuan? • Siswa diminta mencari tahu lebih lanjut dan menggali dari berbagai sumber informasi tentang keragaman umat beragama di lingkungan provinsi mereka masing-masing dan bagaimana antarumat beragama saling menjalin persatuan. • Siswa diminta menuliskan informasi yang mereka peroleh pada kertas HVS. • Siswa mempresentasikan informasi yang mereka peroleh dalam kelompok. 118 Buku Siswa SD/MI Kelas IV Sekarang buktikan taksiranmu dengan mengukur menggunakan busur derajat dan tuliskan hasilnya pada tabel di atas. Tulis kesimpulanmu tentang hasil pengukuran sudut tersebut. Perbedaan itu indah, perbedaan itu anugerah. Kita harus mensyukurinya dengan menunjukkan sikap saling menghargai.Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 127 Guru menilai tulisan dan presentasi dengan rubrik • Siswa melakukan perenungan dengan menjawab pertanyaan yang terdapat dalam buku siswa. • Guru dapat menambahkan pertanyaan perenungan berdasarkan panduan yang terdapat pada lampiran di buku guru. Pengayaan Apabila ada waktu tersisa, siswa dapat bereksplorasi dengan berbagai segi banyak dalam menaksir dan mengukur sudut yang terdapat pada segi banyak. Remedial Siswa yang belum mampu menaksir dan mengukur besar sudut pada segi banyakdapat diberikan bentuk-bentuk konret tentang materi terkait dan berlatih menaksir dan mengukur besar sudut.128 Buku Guru SD/MI Kelas IV Penilaian 1. IPS Tulisan dan presentasi tentang keragaman sosial dan budaya (agama) di provinsi masing-masing dinilai dengan rubrik. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Struktur Presentasi Presentasi memuat pembukaan, inti dan penutup serta dikomunikasikan secara runtut. Presentasi memuat pembukaan atau penutup dan inti serta dikomunikasik an secara runtut. Presentasi hanya memuat inti dan disampaikan dengan runtut. Presentasi hanya memiliki pembuka atau penutup saja. Tema Seluruh gagasan pokok dan gagasan pendukung sesuai dengan tema. Sebagian besar gagasan pokok dan gagasan pendukung sesuai dengan tema. Sebagian kecil gagasan pokok dan gagasan pendukung sesuai dengan tema. Gagasan pokok dan gagasan pendukung tidak sesuai tema. Fakta Pendukung Seluruh fakta tentang keragaman agama yang terdapat di lingkungan provinsi masingmasing disajikan dengan benar. Sebagian besar fakta tentang keragaman agama yang te dapat di lingkungan provinsi masingmasing disajikan dengan benar. Sebagian kecil fakta tentang keragaman agama yang terdapat di lingkungan provinsi masingmasing disajikan dengan benar. Fakta tentang keragaman agama yang terdapat di lingkungan provinsi masingmasing tidak benar. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1 2. SBdP Proses pembelajaran tari Bungong Jeumpa dinilai dengan catatan anekdot. 3. Matematika Penaksiran dan pengukuran sudut pada segi banyak dinilai dengan angka (penskoran) 4. Catatan anekdot untuk mencatat sikap (Peduli, Santun) Contoh dapat dilihat pada bagian akhir (lampiran) buku ini.Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 129 Siswa diminta mendiskusikan dengan orang tua mereka tentang perayaan hari besar agama yang pernah mereka ikuti atau lihat. Siswa juga mendiskusikan kerja sama antarumat beragama di ligkungan tempat tinggal mereka. Siswa menuliskan hasilnya dan dilaporkan kepada guru Siswa diminta membandingkan hasil yang mereka peroleh dengan temanmu pada pelajaran yang akan datang.130 Buku Guru SD/MI Kelas IV Bahasa Indonesia 3.1 Mencermati gagasan pokok dan gagasan pendukung yang diperoleh dari teks lisan, tulis, atau visual. 4.1 Menata informasi yang didapat dari teks berdasarkan keterhubungan antargagasan ke dalam kerangka tulisan. PJOK 3.3 Memahami variasi gerak dasar jalan, lari, lompat, dan lempar melalui permainan/olahraga yang dimodifikasi dan atau olahraga tradisional. 4.3 Mempraktikkan variasi pola dasar jalan, lari, lompat, dan lempar melalui permainan/olahraga yang dimodifikasi dan atau olahraga tradisional. PPKn 3.4 Mengidentifikasi berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. 4.4 Menyajikan berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. Pemetaan Kompetensi Dasar dalam Pembelajaran Pembelajaran 6 6Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 131 6 Fokus Pembelajaran: PPKn, PJOK, Bahasa Indonesia Tujuan Pembelajaran 1. Dengan membaca teks tentang persahabatan Udin, Edo, dan Beni, siswa mampu menjelaskan kegiatan yang mencerminkan sikap kerja sama dalam keberagaman agama. 2. Dengan membaca teks tentang persahabatanUdin, Edo, dan Beni, siswa mampu Menceritakan kegiatan yang mencerminkan sikap kerja sama dalam keberagaman agama. 3. Setelah berdiskusi dan mengamati peragaan dari guru, siswa mampu Menjelaskan prosedur variasi pola gerak dasar jalan, lari, lompat melalui permainan bakiak dengan teknik yang benar. 4. Setelah berdiskusi dan mengamati peragaan dari guru, siswa mampu Mempraktikkan variasi pola gerak dasar jalan, lari, lompat melalui permainan bakiak dengan teknik yang benar. 5. Setelah membaca teks tentang cerita Perbedaan Bukanlah Penghalang, siswa mampu menemukan gagasan pokok dan gagasan pendukung yang untuk membuat ringkasan secara terstruktur. 6. Setelah membaca teks tentang cerita Perbedaan Bukanlah Penghalang, siswa mampu meringkas teks tulis berdasarkan gagasan pokok dan gagasan pendukung secara terstruktur. Media, Alat Bantu, dan Sumber Belajar • Bakiak (4-6 pasang) • Teks Perbedaan Bukanlah Penghalang Langkah-Langkah Pembelajaran • Guru mengajukan pertanyaan: - Apakah kamu pernah bekerja sama dengan orang yang berbeda-beda? - Sikap apa yang perlu kamu tunjukkan ketika bekerja sama? 122 Buku Siswa SD/MI Kelas IV 6 Apakah kamu pernah bekerja sama dengan orang yang berbedabeda? Sikap apa yang perlu kamu tunjukkan ketika bekerja sama? Amati gambar dan baca teks dalam hati. Udin, Edo, dan Beni merupakan sahabat dekat. Mereka berasal dari latar belakang budaya yang berbeda-beda. Mereka juga memeluk keyakinan yang berbeda pula. Udin beragama Islam, Edo beragama Katolik, sedangkan Beni beragama Kristen. Perbedaan budaya dan agama bukanlah merupakan penghalang bagi mereka untuk bekerja sama. Mereka saling bahu-membahu mengerjakan tugas atau pekerjaan yang harus dikerjakan bersamasama.132 Buku Guru SD/MI Kelas IV • Siswa diminta mengamati gambar dan teks sederhana pada buku siswa. • Siswa diminta menjawab pertanyaan yang terdapat dalam buku siswa. • Siswa menceritakan secara tertulis pengalaman mereka bekerja sama dengan teman-teman yang berbeda agama. Jika di wilayah tempat tinggal siswa hanya terdapatsatu agama yang sama (homogen), siswa bisa diminta untuk menuliskan sikap mereka ketika suatu saat bekerja sama dengan teman-teman berbeda agama. • Siswa menuliskan apa yang mereka pelajari dari cerita persahabatan Udin, Edo, dan Beni. Guru menilai cerita tertulis menggunakan rubrik Guru menyampaikan bahwa seluruh siswa akan mengikuti lomba bakiak secara berkelompok. Guru mengajukan pertanyaan: - Apakah kamu masih ingat tentang gerak dasar yang diperlukan dalam bermain bakiak? • Siswa diminta mendiskusikan dan memperagakan secara berpasangan gerak dasar bermain bakiak secara berkelompok. Guru kembali memperagakan gerak dasar yang diperlukan dalam bermain bakiak dengan teknik yang benar.Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 133 • Siswa diminta memperhatikan kembali cara guru memperagakan gerakan dasar yang diperlukan dalam bermain bakiak. • Sebelum berlomba, siswa diminta mendiskusikan dengan anggota kelompok untuk menentukan strategi dan gerak dasar yang harus diterapkan agar kelompok mereka bisa memenangkan pertandingan. • Siswa menuliskan hasil diskusi mereka di buku siswa. • Setelah mendengar penjelasan dari guru tentang aturan, siswa melaksanakan lomba secara berkelompok. • Setelah selesai mengikuti lomba, siswa mendiskuiskan kembali dengan kelompok mereka tentang kerja sama yang telah mereka lakukan. Guru menilai keterampilan gerak dasar jalan dalam permainan bakiak menggunakan daftar periksa. Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa: • Apakah kamu masih ingat tentang cerita ‘Perbedaan Bukanlah Penghalang’? • Apa hal penting yang kamu ketahui dari cerita tersebut? • Siswa diminta mendiskusikan dengan teman secara berpasangan jawaban atas pertanyaan yang diajukan guru di atas. • Siswa diminta membuat ringkasan dari cerita Perbedaan Bukanlah Penghalang. Guru menjelaskan langkah-langkah membuat ringkasan kepada siswa.134 Buku Guru SD/MI Kelas IV Cara Membuat Ringkasan 1. Membaca Naskah Asli • Baca naskah asli sekali atau dua kali, kalau perlu berulang kali. • Mengetahui kesan umum (inti) dari tulisan. • Mengetahui maksud dan sudut pandangan penulis naskah asli. 2. Mencatat Gagasan Utama • Baca tulisan bagian demi bagian sambil mencatat gagasan pokok. • Gagasan pokok yang telah dicatat digunakan untuk menyusun ringkasan. 3. Gunakan Kalimat Baru • Gunakan kesan umum (inti) untuk membuat ringkasan. • Urutan isi disesuaikan dengan naskah asli. • Kalimat dalam ringkasan sebaiknya menggunakan kalimat baru. • Semua kalimat baru harus menggambarkan tulisan asli. 4. Ketentuan Tambahan • Susun ringkasan dalam kalimat tunggal. • Ringkas kalimat menjadi frasa, frasa menjadi kata. • Siswa diminta kembali membaca cerita ‘Perbedaan Bukanlah Penghalang’.Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 135 • Setelah itu, siswa membuat ringkasan pada bagan yang terdapat dalam buku siswa, seperti berikut ini. Ringkasan Guru menilai ringkasan menggunakan rubrik. • Siswa melakukan perenungan dengan menjawab pertanyaan yang terdapat dalam buku siswa. • Guru dapat menambahkan pertanyaan perenungan berdasarkan panduan yang terdapat pada lampiran di buku guru.136 Buku Guru SD/MI Kelas IV Pengayaan Apabila ada waktu tersisa, siswa bisa berlatih menulis ringkasan berdasarkan gagasan pokok dan gagasan pendukung dari teks tambahan yang disediakan guru. Remedial Siswa yang belum mampu meringkas berdasarkan gagasan pokok dan gagasan pendukung dengan baik dapat diberikan beberapa bahan bacaan tmabhan yang lebih sederhana dan mereka dan dengan panduan guru siswa mengikuti langkah-langkah dalam membuat ringkasan. Penilaian 1. Bahasa Indonesia Membuat ringkasan dinilai dengan rubrik Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Gagasan Pokok Seluruh gagasan pokok ditulis dengan tepat untuk setiap paragraf  Sebagian besar gagasan pokok ditulis dengan tepat untuk setiap paragraf. Sebagian kecil gagasan pokok ditulis dengan tepat untuk setiap paragraf. Seluruh gagasan pokok tidak ditulis dengan tepat untuk setiap paragraf. Gagasan Pendukung Seluruh gagasan pendukung ditulis dengan tepat untuk setiap paragraf. Sebagian besar gagasan pendukung ditulis dengan tepat untuk setiap paragraf  Sebagian kecil gagasan pendukung ditulis dengan tepat untuk setiap paragraf. Seluruh gagasan pendukung tidak ditulis dengan tepat untuk setiap paragraf. Ringkasan Seluruh kalimat dalam ringkasan merupakan inti dari cerita. Sebagian besar kalimat dalam ringkasan merupakan inti dari cerita.  Sebagian kecil kalimat dalam ringkasan merupakan inti dari cerita. Seluruh kalimat dalam ringkasan tidak mencerminka n inti dari cerita. Catatan: centang () pada bagian yang memenuhi kriteriaSubtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 137 2. PPKn Cerita tentang pengalaman bekerja sama/sikap ketika berkerja sama dengan teman yang berbeda dinilai dengan rubrik. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Kerja sama di lingkungan rumah Menceritakan 4 contoh kegiatan yang memerlukan kerja sama di lingkungan rumah dengan teman yang berbeda agama. Menceritakan 3 contoh kegiatan yang memerlukan kerja sama di lingkungan rumah dengan teman yang berbeda agama. Menceritakan 2 contoh kegiatan yang memerlukan kerja sama di lingkungan rumah dengan teman yang berbeda agama. Menceritakan 1 contoh kegiatan yang memerlukan kerja sama di lingkungan rumah dengan teman yang berbeda agama. Kerja sama di lingkungan sekolah Menceritakan 4 contoh kegiatan yang memerlukan kerja sama di lingkungan sekolah dengan teman yang berbeda agama. Menceritakan 3 contoh kegiatan yang memerlukan kerja sama di lingkungan sekolah dengan teman yang berbeda agama. Menceritakan 2 contoh kegiatan yang memerlukan kerja sama di lingkungan sekolah dengan teman yang berbeda agama. Menceritakan 1 contoh kegiatan yang memerlukan kerja sama di lingkungan sekolah dengan teman yang berbeda agama. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1 3. PJOK Keterampilan jalan dalam permainan bakiak dinilai dengan catatan anekdot. 4. Catatan anekdot untuk mencatat sikap (Peduli, Santun) Contoh dapat dilihat pada bagian akhir (lampiran) buku ini. Siswa mempraktikkan sikap kerja sama bersama teman-teman mereka di lingkungan rumah. Siswa menulis pengalaman kerja sama tersebut dan diskusikan dengan orang tua. Tulisan diserahkan kepada guru pada pertemuan berikutnya.138 Buku Guru SD/MI Kelas IV Interaksi Sosial Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antarmanusia, baik individu dengan individu, individu dengan kelompok, maupun kelompok dengan kelompok yang saling memengaruhi satu sama lain. Dalam proses interaksi sosial terjadi aktivitas yang saling memengaruhi. Dalam kehidupan seharihari terdapat berbagai bentuk interaksi sosial, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun lingkungan masyarakat sekitar. 1. Interaksi Sosial Di Lingkungan Sekolah Para siswa bermain bersama teman-teman, bercanda, dan tertawa bersama termasuk bentuk interaksi sosial yang bersifat asosiatif. Saat siswa melakukan kegiatan bersama, bermain, dan bergerak, mereka pun telah bergerak secara dinamis dan berinteraksi dengan teman-temannya. 2. Interaksi di Lingkungan Keluarga Keluarga merupakan tempat pertama kali seseorang melakukan interaksi. Sebelum mengenal dunia luar, lingkungan keluargalah yang pertama kali dikenal anak-anak. Salah satu bentuk interaksi di dalam keluarga adalah makan bersama. Contoh lainnya adalah menonton televisi di ruang keluarga. Bagi keluarga yang memiliki lebih dari satu buah televisi, akan lebih baik menyalakan satu televisi saja agar lebih menghemat energi. Di samping menghemat energi, manfaat menonton bersama keluarga adalah menjadikan keluarga semakin dekat dan semakin akrab. 3. Interaksi Sosial di Lingkungan Sekitar Selain di lingkungan sekolah dan lingkungan rumah, interaksi sosial juga terjadi di lingkungan sekitar tempat tinggal. Salah satu contoh interaksi di lingkungan sekitar adalah bermain sepeda dan bermain petak umpet bersama teman-teman, ataupun permainan lainnya. Manfaat bermain bersama teman-teman di luar rumah antara lain memupuk jiwa kebersamaan, kesetiakawanan, dan bahkan dapat menghemat energi dibandingkan jika bermain komputer, ataupun menonton televisi. Bahan Bacaan GuruPengubinan Contoh pengubinan dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai Contoh Pengubinan Menggunakan Berbagai Bentuk Geometri. Puzzles Lantai Halaman Sarang Lebah Dinding Tembok www.unandlearnmath.wikispaces.com www.us.123rf.com www.youwall.com http://www.genealogyintime.com Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 139140 Buku Guru SD/MI Kelas IVSubtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 141 Bangun Datar Bentuk dua dimensi adalah bentuk-bentuk yang memiliki panjang dan lebar saja. Bentuk ini juga disebut dengan bangun datar. Segi Empat Segi empat adalah salah satu bentuk dua dimensi. Berikut adalah bentukbentuk segi empat Persegi memiliki empat sisi yang sama panjang dan memiliki empat sudut. Masingmasing sudutnya adalah 90 derajat. Garis lurus yang menghubungkan sudut yang berhadapan disebut diagonal. Jajar genjang memiliki dua pasang sisi yang sejajar. Sisi-sisi dan sudut-sudut yang berhadapan sama. Jajar genjang memiliki diagonal yang tidak sama panjang. Persegi panjang memiliki dua pasang sisi yang sama dan empat sudut yang besarnya 90 derajat. Persegi panjang memiliki diagonal yang sama panjang. Belah ketupat memiliki empat sisi yang sama panjang. Sudut-sudut yang berhadapan sama besar. Kedua diagonalnya berpotongan membentuk sudut siku-siku. Trapesium memiliki sepasang sisi yang sejajar. Ada 3 jenis trapesium, yaitu: y Trapesium samakaki. y Trapesium siku-siku. y Trapesium sembarang.142 Buku Guru SD/MI Kelas IV Permainan Tradisional Congklak Congklak adalah salah satu permainan tradisional yang ada di Indonesia. Di masing-masing daerah permainan ini memiliki nama yang berbeda. Ada yang menyebutnya congklak, ada juga yang mengenalnya dengan permainan dakon. Dalam permainan ini terdapat unsur persaingan yang sportif, kejujuran, dan interaksi antardua pemain. 1. Pemain Dalam permainan congklak terdapat dua orang pemain yang menjalankan biji-biji congklak dalam papan congklak. 2. Persiapan Sebelum memulai permainan, kedua orang pemain mengisi papan congklak dengan biji- bijian atau kulit kerang. Ada juga yang menggunakan kelereng atau batu-batuan. Dalam papan congklak terdapat 16 buah lubang yang terdiri dari 14 buah lubang kecil, dan 2 buah lubang besar di kedua ujungnya. Setiap 7 lubang kecil di sisi pemain dan satu lubang besar di sisi kanannya dianggap sebagai milik pemain. Masing-masing pemain mengisi lubang yang dianggap miliknya dengan 7 buah biji-bijian. Sebelum memulai permainan, kedua pemain yang berhadap-hadapan melakukan undian siapa yang bermain terlebih dahulu. Biasanya undian dilakukan dengan cara suten menggunakan jari-jari tangan. 3. Cara Memainkan Permainan congklak dimainkan dengan cara pemain yang menang suten terlebih dahulu mengambil biji dari lobang yang dipilihnya, lalu diisikan satu per satu ke lubang—lubang sebelah kanannya. Bila biji habis di lubang kecil yang terisi biji lainnya, ia dapat mengambil biji tersebut, lalu mengisikannya kembali ke lubang-lubang di sebelah kanannya. Bila biji habis di lubang besar miliknya, maka ia bisa memilih lubang kecil di sisinya, dan bila biji habis di lubang miliknya, sedangkan di hadapan terdapat biji pada lubang lawan, maka biji tersebut diambilnya. Namun, bila berhenti di lubang kosong, maka ia tidak mendapatkan apa-apa. Permainan dianggap berhenti, apabila sudah tidak ada papan yang terisi biji congklak. Sumber : http://2.bp.blogspot.comSubtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 143 Manfaat Permainan Congklak Manfaat yang dapat diambil dari permainan congklak, antara lain sebagai berikut: 1. Melatih kejujuran dan sportivitas dari masing-masing pemain. 2. Melatih cara mengatur keuangan. 3. Melatih untuk terampil dan cermat. 4. Melatih diri untuk berinteraksi sosial dengan orang lain. Indera Pendengar (Telinga) Telinga merupakan indra untuk mendengar. Setiap hari kita mendengarkan bermacammacam suara, tetapi tidak semua suara dapat kita dengar. Telinga kita hanya mampu mendengarkan suara yang berfrekuensi antara 20 – 20.000 getaran per detik (Hertz/Hz). A. Bagian-Bagian Telinga dan Fungsinya Daun telinga terdiri atas tulang rawan yang dapat ditekuk. Daun telinga berfungsi untuk menangkap suara dari luar. Suara yang telah ditangkap kemudian diteruskan lewat lubang telinga menuju ke gendang telinga. Gendang telinga kemudian bergetar sesuai dengan jumlah getaran yang diterima daun telinga. Telinga bagian tengah terdiri atas tulang martil, tulang landasan, dan tulang sanggurdi. Ketiga tulang itu disebut tulangtulang pendengaran. Telinga bagian tengah berfungsi menerima suara yang ditangkap oleh telinga bagian luar. Pada bagian ini terdapat saluran eustachius yang menghubungkan telinga tengah dengan rongga mulut. Fungsi saluran eustachius adalah untuk menyeimbangkan tekanan udara antara telinga luar dengan telinga tengah. Telinga bagian dalam terdiri atas tingkap jorong, bundar, tiga saluran setengah lingkaran, serta rumah siput (koklea). Pada rumah siput terdapat ujung-ujung saraf pendengaran dan alat keseimbangan tubuh. 1 4 6 7 9 10 13 12 14 11 8 3 2 Keterangan: Telinga beserta bagian-bagian. (1) Daun telinga, (2) Tulang martil, (3) Tulang landasan, (4) Tulang sanggurdi, (5) Tulang- tulang pendengaran, (6) Saluran setengah lingkaran bawah, (7) Saluran setengah lingkaran atas, (8) Saluran setengah lingkaran datar, (9) Saraf serambi, (10) Saraf rumah siput, (11) Tuba Eustachius, (12) Serambi, (13) Gendang telinga, dan (14) Liang dengar.144 Buku Guru SD/MI Kelas IV B. Cara Kerja Telinga Bagaimana prosesnya sehingga kita dapat mendengar? Suara yang berasal dari luar masuk ke telinga melalui udara. Suara tersebut ditangkap oleh gendang telinga. Akibatnya, gendang telinga bergetar. Getaran ini lalu diteruskan oleh tulang-tulang pendengar ke telinga bagian dalam, tepatnya di ujung saraf. Oleh saraf, getaran tersebut disampaikan ke otak agar diolah sehingga kita dapat mendengar. Selain sebagai indra pendengar, telinga juga berfungsi sebagai alat keseimbangan tubuh. Bunyi atau suara yang sangat keras dapat memecahkan gendang telinga. Mengapa demikian? Karena gendang telinga hanyalah selaput tipis yang mudah pecah atau robek. Tindakan apa yang dapat kamu lakukan ketika mendengar suara yang keras seperti suara petir? C. Kelainan pada Telinga Telinga merupakan salah satu organ yang penting. Sebagai organ tubuh yang lemah, telinga bisa mengalami kelainan maupun terserang penyakit. Misalnya, tuli dan congek. • Tuli Tuli adalah ketidakmampuan telinga untuk mendengarkan bunyi atau suara. Tuli dapat disebabkan oleh adanya kerusakan pada gendang telinga, tersumbatnya ruang telinga, atau rusaknya saraf pendengaran. Pada orang yang telah berusia lanjut, ketulian biasanya disebabkan oleh kakunya gendang telinga dan kurang baiknya hubungan antartulang pendengaran. • Congek Congek adalah penyakit telinga yang biasanya disebabkan oleh infeksi pada bagian telinga yang tersembunyi di tengah-tengah. Infeksi ini disebabkan oleh bakteri. D. Memelihara Kesehatan Telinga Agar telinga kita selalu sehat, maka kita harus selalu membersihkan telinga dengan teratur. Membersihkannya dapat dilakukan dengan menggunakan benda yang lunak seperti kapas pembersih. Jangan sekali-kali membersihkan telinga dengan benda yang keras dan tajam karena dapat merobek gendang telinga! Coba praktikkan cara-cara memelihara kesehatan telinga di rumah!Subtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 145 Pemetaan Kompetensi Dasar Subtema 3 Bersyukur atas Keberagaman • Pembelajaran Matematika dan PJOK masing-masing dilaksanakan sebagai mata pelajaran tersendiri dan menggunakan buku yang terpisah dari buku ini. • Materi-materi terkait dengan Matematika dan PJOK dalam buku ini dapat digunakan sebagai penguatan dalam penguasaan Matematika dan PJOK. • Pembelajaran Matematika dan PJOK sebagai mata pelajaran tersendiri tidak menambah total alokasi waktu. IPA 3.6 Menerapkan sifat-sifat bunyi dan keterkaitannya dengan indera pendengaran. 4.6 Menyajikan laporan hasil percobaan tentang sifatsifat bunyi. Bahasa Indonesia 3.2 Mencermati keterhubungan antargagasan yang didapat dari teks lisan, tulis, atau visual. 4.2 Menyajikan hasil pengamatan tentang keterhubungan antargagasan ke dalam tulisan. PJOK 3.1 Memahami variasi gerak dasar lokomotor, nonlokomotor, dan manipulatif sesuai dengan konsep tubuh, ruang, usaha, dan keterhubungan dalam permainan bola besar sederhana dan atau tradisional*. 4.1 Mempraktikkan variasi gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif sesuai dengan konsep tubuh, ruang, usaha, dan keterhubungan dalam permainan bola besar sederhana dan atau tradisional*. Matematika 3.12 Menjelaskan dan menentukan ukuran sudut pada bangun datar dalam satuan baku dengan menggunakan busur derajat. 4.12 Mengukur sudut pada bangun datar dalam satuan baku dengan menggunakan busur derajat. SBdP 3.3 Memahami dasar-dasar gerak tari daerah. 4.3 Meragakan dasar-dasar gerak tari daerah. IPS 3.2 Mengidentifikasi keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang. 4.2 Menyajikan hasil identifikasi mengenai keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang. PPKn 1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya. 1.4 Mensyukuri berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa 2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru 2.4 Menampilkan sikap kerja sama dalam berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. 3.4 Mengidentifikasi berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. 4.4 Menyajikan berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. Subtema 3146 Buku Guru SD/MI Kelas IV KEGIATAN PEMBELAJARAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN • Menemukan gagasan pokok dan pendukung dari teks lisan. • Menceritakan pengalaman diri bekerjasama dalam keberagaman. • Melakukan percobaan. Sikap: • Peduli, santun Pengetahuan: • Gagasan pokok dan pendukung • Kerjasama • Sifat bunyi memantul dan meyerap Keterampilan: • Menemukan informasi, mengomunikasikan hasil, menganalisis dan menyimpulkan • Menemukan hubungan antara sisi dan sudut pada segi banyak beraturan. • Menari tarian daerah (Bongong Jeumpa). • Mendiskusikan pentingnya kerjasama dalam keberagaman. Sikap: • Peduli, santun Keterampilan: • Mengukur, mengkomunikasikan hasil Pengetahuan: • Sudut • Kerjasama • Gagasan pokok dan pendukung • Melakukan permainan tradisional engklek. • Menemukan gagasan pokok dan pendukung dari teks lisan. • Melakukan percobaan. Sikap: • Peduli, santun Keterampilan: • Lompat, menemukan informasi, menganalisis dan menyimpulkan, Pengetahuan: • Gerak dasar lokomotor • Gagasan pokok dan pendukung • Sifat bunyi memantul dan menyerap • Menceritakan pengalaman diri bekerjasama dalam keberagaman. • Menemukan jumlah sudut pada segitiga. • Menemukan gagasan pokok dan pendukung dari teks. Sikap: • Peduli, santun Keterampilan: • Mengukur, Menyimpulkan, mengkomunikasikan hasil Pengetahuan: • Sudut pada segitiga • Kerjasama • Gagasan pokok dan pendukung • Mempresentasikan keragaman sosial dan budaya. • Menari tari Bungong Jeumpa. • Mengukur sudut. Sikap: • Peduli, santun Keterampilan: • Mengukur, olah tubuh, mengomunikasikan hasil Pengetahuan: • Sudut • Gerak dasar tari Bungong Jeumpa • Keragaman sosial dan budaya • Menceritakan sikap kerja sama. • Meringkas teks lisan Wedang Jahe. • Mempraktikkan gerak dasar lokomotor dalam permainan engklek. Sikap: • Peduli, santun Keterampilan: • Gerak dasar lokomotor • Meringkas • Mengomunikasikan hasil Pengetahuan: • Kerja sama • Gagasan pokok dan pendukung • Gerak dasar lokomotor Subtema 3 Bersyukur atas KeberagamanSubtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 147 Pemetaan Kompetensi Dasar dalam Pembelajaran Pembelajaran 1 IPA 3.6 Menerapkan sifat-sifat bunyi dan keterkaitannya dengan indera pendengaran. 4.6 Menyajikan laporan hasil percobaan tentang sifatsifat bunyi. Bahasa Indonesia 3.2 Mencermati keterhubungan antargagasan yang didapat dari teks lisan, tulis, atau visual. 4.2 Menyajikan hasil pengamatan tentang keterhubungan antargagasan ke dalam tulisan. IPS 3.2 Mengidentifikasi keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang. 4.2 Menyajikan hasil identifikasi mengenai keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang. 1148 Buku Guru SD/MI Kelas IV 1 Fokus Pembelajaran: Bahasa Indonesia, IPA, IPS Tujuan Pembelajaran 1. Dengan menyimak teks lisan, siswa mampu mengidentifikasi gagasan pokok dan gagasan pendukung setiap paragraf dari teks tulis dengan mandiri. 2. Dengan menyimak teks lisan, siswa mampu menyajikan gagasan utama dan gagasan pendukung setiap paragraf dari teks tulis dalam bentuk peta pikiran dengan tepat. 3. Dengan diskusi dan membaca, siswa mampu menjelaskan pengalaman sikap menghargai makanan tradisional sebagai identitas bangsa Indonesia dengan sistematis. 4. Setelah diskusi dan membaca, siswa mampu mengomunikasikan pengalaman sikap menghargai makanan tradisional sebagai identitas bangsa Indonesia dengan sistematis. 5. Dengan percobaan, siswa mampu mengidentifikasi sifat-sifat bunyi memantul dan menyerap dengan lengkap. 6. Setelah percobaan , siswa mampu menyajikan laporan sifat-sifat bunyi memantul dan menyerap dengan sistematis. Media, Alat Bantu, dan Sumber Belajar • Arloji, piring dan gelas kaca, kayu, gabus, kapas, dan tabung terbuat dari kaleng untuk percobaan IPA. • Makanan tradisional daerah setempat untuk kegiatan IPS. Langkah-Langkah Pembelajaran • Siswa diingatkan kembali tentang pembelajaran sebelumya tentang Keragaman Budaya Indonesia, seperti alat musik dan permainan tradisional. Salah satu jenis keragaman yang memperkaya kebudayaan bangsa Indonesia adalah makanan tradisional. Subtema 3: Bersyukur Atas Keberagaman 129 Subtema 3 Bersyukur atas keberagamaan Indonesia memiliki keberagaman adat istiadat, makanan, permainan tradisional, lagu, tarian, serta lainnya. Kita perlu mensyukurinya karena dapat menikmatinya. 1 Makanan tradisional Indonesia membutuhkan waktu dalam mengolahnya. Pembuatnya pun harus ahli membuatnya. Kamu akan belajar tentang seorang ibu pembuat dodol Betawi, makanan tradisional Betawi. Dengarkan gurumu bercerita. Tulislah gagasan pokok dan gagasan pendukungnya pada diagram yang telah disediakan. Diskusikan dengan temanmu diagram yang kamu hasilkan. Dengarkan kembali cerita selanjutnya dari gurumu. Lakukan hal yang sama pada diagram berikutnya.Subtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 149 • Guru memperlihatkan satu/beberapa jenis makanana tradisional daerah setempat. Guru mengajukan pertanyaan pembuka. - Siapakah diantara kalian yang mengetahui jenis makanan tradisional ini? Bagaimana bahan dasarnya dan proses pembuatannya? • Siswa yang mengangkat tangannya diminta untuk menerangkan secara singkat informasi tentang makanan tradisional tersebut. Guru diharapkan dapat menyiapkan beberapa jenis makanan tradisional daerah setempat. Akan lebih baik lagi jika jenis makanan tradsional tersebut beragam dan mewakili banyak daerah di Indonesia. Siswa juga dapat diminta untuk membawa satu jenis makanan tradisional dari berbgai daerah di Indonesia. • Siswa menyimak cerita tentang tentang seorang ibu pembuat dodol, makanan tradisional Betawi, yang dilisankan oleh guru. • Siswa diminta untuk menyimak dengan teliti, kemudian menemukan gagasan pokok dan gagasan pendukung dari setiap paragraf tersebut. Dodol Betawi Mak Salmah Sebentar lagi kota Jakarta akan berulang tahun. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Mak Salmah menerima banyak pesanan. Mak Salmah adalah pembuat dodol tradisional betawi di kampungnya. Biasanya, ketika menyambut ulang tahun kota Jakarta banyak pertokoan yang mengadakan Festival Betawi. Makanan betawi menjadi jajanan di festival. Kerak telor, bir pletok, dan dodol betawi menjadi primadona makanan dalam menyambut dirgahayu Jakarta. Sudah sejak seminggu yang lalu Mak Salmah bekerja keras. Ia dan beberapa ibu-ibu tetangganya membuat adonan dodol. Ketan, gula merah, gula pasir, dan santan dicampur menjadi satu. Membuat dodol betawi membutuhkan kerja sama. Tidak hanya perempuan. Laki-laki pun terlibat dalam pembuatannya. Biasanya, Mak Salmah dan ibu-ibu menyiapkan bahan, memarut kelapa, dan menumbuk beras ketan. Adonan dituang kawa, lalu diaduk hingga kental. Proses mengaduk ini dilakukan terus menerus selama 8-12 jam. Pembuatannya memang berat dan lama. Oleh karena itu, pembuatan dodol betawi membutuhkan kerja sama. Untuk memenuhi pesanannya, Mak Salmah selalu melibatkan tetangga- tetangganya. Mak Salmah ingin rejeki yang diperolehnya dari dodol betawi tidak dirasakannya sendiri. Mak Salmah juga ingin dodol betawi selalu dikenal. Ia ingin warga di sekitarnya juga ikut melestarikan150 Buku Guru SD/MI Kelas IV makanan tradisional milik kampung sendiri. Dodol Betawi Mak Salmah ikut melestarikan budaya, memupuk kerja sama, serta menjalin keakraban antarwarga. Guru diharapkan membaca cerita dengan suara yang cukup nyaring untuk dapat didengar oleh semua siswa di kelas. Perhatikan intonasi saat membaca untuk memudahkan siswa dalam memahami isi cerita. Bacakan cerita per paragraf dan berikan waktu bagi siswa untuk menuliskan gagasan pokok dan gagasan pendukung setiap selesai membacakan satu paragraf. • Setelah selesai memetakan hasil paragraf 1, siswa mendiskusikan jawaban bersama teman kelompok. Guru memperhatikan siswa yang berdiskusi. Guru melakukan penilaian terhadap satu kelompok saat mereka berdiskusi. Saat menilai, guru menggunakan rubrik. Siswa yang belum dinilai pada kesempatan ini dapat dinilai saat mereka melakukan diskusi di kesempatan lain. • Lakukan hal yang sama untuk paragraf ke dua. Selesai teks dibacakan dan siswa juga selesai menuliskan jawaban pada peta pikiran yang tersedia, guru meminta siswa mendiskusikannya dengan teman sebelahnya. • Siswa kemudian saling membandingkan peta pikiran mereka dengan peta pikiran milik beberapa teman lainnya. • Paragraf ke tiga dilakukan tanpa diskusi. Hasilnya langsung diserahkan kepada guru untuk dinilai. Peta pikiran siswa diperiksa guru menggunakan rubrik.Subtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 151 • Siswa diingatkan kembali tentang keragaman makanan yang menjadi identitas bangsa Indonesia. • Guru mengajukan pertanyaan pembuka - Siapa yang mengetahui jenis makanan tradisional yang dimiliki bangsa Indonesia? Darimana asalnya? • Siswa membaca senyap informasi tentang beberapa jenis makanan tradisional yang ada di buku. • Siswa secara berpasangan diminta untuk saling berbagi informasi tentang jenis makanan tradisional beserta yang mereka ketahui dan nama daerah tempat makanan tersebut berasal. • Hasil diskusi siswa dibahas secara klasikal dan disimpulkan bersama. Indonesia yang kaya akan keragaman budaya, suku, agama dan kepercayaan, juga memiliki ribuan jenis makanan tradisional . Makanan tradisional yang berasal dari berbagai suku bangsa di Indonesia juga merupakan bagian dari Identitas bangsa kita. Tentunya kita bangga dengan kekayaan budaya Indonesa. Salah satu wujud kebanggaan tersebut adalah dengan mempelajari dan mencoba beragam makanan tradisonal tersebut. Tugas Mandiri • Siswa diminta menuliskan pengalaman mereka saat mencicipi makanan tradisional dari daerah lain. Guru dapat menyiapkan kertas untuk siswa menulis. Isi tulisan memuat informasi tentang nama makanan dan nama daerah tempat makanan tersebut berasal. Siswa juga menuliskan waktu dan tempat saat mereka mendapatkan makanan tersebut. Akan lebih baik lagi jika siswa juga dapat menuliskan bahan dasar dan proses pembuatan makanan tersebut. Siswa juga diingatkan untuk menutup tulisan mereka dengan sikap yang perlu dipraktikkan sebagai wujud dari rasa bangga sebagai bangsa Indonesia yang memiliki beragam jenis makanan tradisional sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia.152 Buku Guru SD/MI Kelas IV • Siswa dimotivasi untuk menulis dengan rinci, rapi, dan boleh disertai dengan ilustrasi yan g menarik. Tulisan dan sikap belajar siswa dinilai menggunakan rubrik • Tulisan siswa dapat dipajang di kelas sebagai bahan belajar teman yang lain. • Siswa diingatkan kembali pada pembelajaran sebelumnya tentang sifat rambat bunyi. • Guru mengajukan pertanyaan berikut. - Apakah bunyi memiliki sifat-sifat yang lain? Tugas kelompok Siswa dalam kelompok kecil kemudian melakukan percobaan tentang sifat bunyi yang lain yaitu bunyi memantul dan bunyi menyerap, berdasarkan instruksi yang terdapat di buku. Guru diharapkan dapat menyiapkan alat dan bahan untuk percobaan. Untuk meningkatkan rasa tanggung jawab, siswa dalam kelompok dapat berbagi tugas untuk menyiapkan alat dan bahan tersebut di hari sebelumnya. Guru berkeliling ke setiap kelompok untuk memastikan siswa aktif dan melakukan tugas dengan tertib. • Masih dalam kelompok yang sama, siswa kemudian berdiskusi menjawab pertanyaan berdasarkan hasil percobaan. • Siswa dalam kelompok kemudian diberikan kesempatan untuk melakukan percobaan yang sama dengan menggunakan bahan-bahan yang berbeda, yaitu kayu, logam, dan kapas. • Siswa kemudian mendiskusikan hasil percobaan. • Guru memberikan penguatan.Subtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 153 Bunyi sebagai sebuah gelombang memiliki sifat dapat dipantulkan dan diserap. Bunyi akan dipantulkan dengan baik jika mengenai benda-benda yang keras, seperti permukaan dinding batu, semen, besi, kaca dan seng. Bunyi akan diserap jika mengenai benda-benda yang lunak, seperti gabus, kapas, dan spons. Tugas Mandiri Siswa menuliskan laporan kegiatan percobaan tentang sifat bunyi merambat dan bunyi memantul berdasarkan hasil percobaan. Laporan siswa diperiksa guru menggunakan rubrik. • Siswa melakukan perenungan dengan menjawab pertanyaan yang terdapat dalam buku. • Guru dapat menambahkan pertanyaan perenungan berdasarkan panduan yang terdapat pada Buku Guru. Pengayaan • Apabila memiliki waktu, siswa dapat mengadakan acara “Hari Makanan Tradisional Nusantara” • Setiap siswa membawa satu jenis makanan tradisional dari daerah yang berbeda. Siswa juga dimotivasi untuk mencari informasi sederhana tentang makanan tersebut, seperti nama daerah makanan berasal, bahan dasar dan proses pembuatan, serta manfaat makanan tersebut bagi kesehatan. • Siswa dapat saling berbagi informasi tentang makanan tersebut, kemudian makan bersama. • Kegiatan ini dapat dilakukan bersama semua teman dari kelas paralel.154 Buku Guru SD/MI Kelas IV Remedial • Siswa yang belum memahami sifat bunyi merambat dan memantulakan mendapatkan penguatan dari guru. Siswa dapat dibantu oleh siswa lain yang telah menguasai konsep tersebut. Penilaian 1. Diskusi Saat siswa melakukan diskusi, guru menilai mereka dengan menggunakan rubrik. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Mendengarkan Selalu mendengarkan teman yang sedang berbicara. Mendengarkan teman yang berbicara namun sesekali masih perlu diingatkan. Masih perlu diingatkan untuk mendengarkan teman yang sedang berbicara.  Sering diingatkan untuk mendengarkan teman yang sedang berbicara, namun tidak mengindahkan. Komunikasi non verbal (kontak mata, bahasa tubuh, postur, ekspresi wajah, suara). Merespon dan menerapkan komunikasi non verbal dengan tepat. Merespon dengan tepat terhadap komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman.  Sering merespon kurang tepat terhadap komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman. Membutuhkan bantuan dalam memahami bentuk komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman. Partisipasi (menyampaikan ide, perasaan, pikiran) Isi pembicaraan menginspirasi teman. Selalu mendukung dan memimpin lainnya saat diskusi. Berbicara dan menerangkan secara rinci, merespon sesuai dengan topik. Berbicara dan menerangkan secara rinci,namun terkadang merespon kurang sesuai dengan topik. Jarang berbicara selama proses diksusi berlangsung.  Penilaian (skoring): total nilai siswa total nilai maksimal x 10 Contoh : 2+3+1 12 = 6 12 x 10 = 5Subtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 155 2. Bahasa Indonesia Tugas siswa menemukan gagasan pokok dan gagasan utama dari setiap paragraf dinilai menggunakan rubrik. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Gagasan pokok Menemukan gagasan pokok pada semua paragraf dengan benar. Menemukan sebagian besar gagasan pokok pada semua paragraf dengan benar. Menemukan sebagian kecil gagasan pokok pada semua paragraf dengan benar.  Belum dapat menemukan gagsan pokok. Gagasan pendukung Menemukan gagasan pendukung pada semua paragraf dengan benar. Menemukan sebagian besar gagasan pendukung pada semua paragraf dengan benar.  Menemukan sebagian kecil gagasan pendukung pada semua paragraph dengan benar. Belum dapat menemukan gagsan pendukung. Penyajian gagasan pokok dan gagasan pendukuku ng dalam peta pikiran Menyajikan gagasan pokok dan gagasan pendukung dalam peta pikiran dengan benar. Menyajikan sebagian besar gagasan pokok dan gagasan pendukung dalam peta pikiran dengan benar. Menyajikan sebagian kecil gagasan pokok dan gagasan pendukung dalam peta pikiran dengan benar. Belum dapat menyajikan gagasan pokok dan gagasan pendukung dalam peta pikiran.  Sikap: Mandiri Tugas diselesaikan dengan mandiri . Sebagian besar tugas diselesaikan dengan mandiri.  Tugas diselesaikan dengan motivasi dan bimbingan guru. Belum dapat menyeselesaikan tugas meski telah diberikan motivasi dan bimbingan. Penilaian (skoring): total nilai siswa total nilai maksimal x 10 Contoh : 2+3+1+3 16 = 9 16 x 10 = 5,7156 Buku Guru SD/MI Kelas IV 3. IPS Tugas siswa menemukan dan menuliskan informasi tentang keragaman makanan tradisional, serta mengomunikasikannya dinilai menggunakan rubrik. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Informasi tentang pengalaman menghargai keragaman makanan tradisional Menuliskan informasi tentang pengalaman menghargai keragaman makanan tradisional dengan sistematis. Menuliskan informasi tentang pengalaman menghargai keragaman makanan tradisional cukup sistematis. Menuliskan informasi tentang pengalaman menghargai keragaman makanan tradisional kurang sistematis.  Belum mampu menuliskan informasi tentang pengalaman menghargai keragaman makanan tradisional dengan sistematis. Komunikasi lisan tentang pengalaman menghargai keragaman makanan tradisional Mengomunikasi kan secara lisan tentang pengalaman menghargai keragaman makanan tradisional dengan sistematis. Mengomunikasi kan secara lisan tentang pengalaman menghargai keragaman makanan tradisional cukup sistematis.  Mengomunikasi kan secara lisan tentang pengalaman menghargai keragaman makanan tradisional kurang sistematis. Belum mampu mengomunikasi kan secara lisan tentang pengalaman menghargai keragaman makanan tradisional dengan sistematis. Sikap Kerjasama Menunjukkan sikap kerjasama dengan semua teman secara konsisten. Menunjukkan sikap kerjasama dengan semua teman namun belum konsisten. Menunjukkan sikap kerjasama hanya dengan beberapa teman. Perlu dimotivasi untuk dapat bekerjasama.  Sikap menghargai makanan tradisional Mau mencoba makanan tradisional dan menunjukkan sikap bangga dengan keragaman budaya Indonesia. Mau mencoba makanan tradisional dan tampak cukup bangga dengan keragaman budaya Indonesia.  Dimotivasi untuk mau mencoba makanan tradisional Indonesia. Belum mau mencoba makanan tradisional Indonesia. Penilaian (skoring): total nilai siswa total nilai maksimal x 10 Contoh : 2+3+1+3 16 = 9 16 x 10 = 5,7Subtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 157 4. IPA a. Tugas siswa menjelaskan dan menyajikan laporan percobaan tentang sifat bunyi memantul dan menyerap dinilai menggunakan rubrik. Aspek Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Sifat bunyi memantul dan menyerap Menjelaskan sifat bunyi memantul dan menyerap berdasarkan hasil percobaan dengan lengkap. Menjelaskan sifat bunyi memantul dan menyerap berdasarkan hasil percobaan dengan cukup lengkap. Menjelaskan sifat bunyi memantul dan menyerap berdasarkan hasil percobaan kurang lengkap.  Belum mampu menjelaskan sifat bunyi memantul dan menyerap berdasarkan hasil percobaan. Laporan percobaan tentang sifat bunyi memantul dan menyerap Menyajikan laporan percobaan tentang sifat bunyi memantul dan menyerap dengan sistematis. Menyajikan laporan percobaan tentang sifat bunyi memantul dan menyerap dengan cukup sistematis.  Menyajikan laporan percobaan tentang sifat bunyi memantul dan menyerap kurang sistematis. Belum mampu menyajikan laporan percobaan tentang sifat bunyi memantul dan menyerap dengan sistematis. Sikap Rasa Ingin Tahu dan Berfikir Kritis Tampak antusias dan mengajukan banyak ide dan pertanyaan selama kegiatan. Tampak cukup antusias dan terkadang mengajukan ide dan pertanyaan selama kegiatan. Tampak kurang antusias dan tidak mengajukan ide dan pertanyaan selama kegiatan. Tidak tampak antusias dan perlu dimotivasi untuk mengajukan ide dan pertanyaan.  Penilaian (penskoran): total nilai siswa total nilai maksimal x 10 Contoh : 2+3+1 12 = 6 12 x 10 = 5158 Buku Guru SD/MI Kelas IV b. Percobaan IPA dinilai menggunakan rubrik. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Penerapan Konsep Memperlihatkan pemahaman konsep dengan menunjukkan bukti pendukung dan menyampaikan pemahaman inti dari konsep yang sedang dipelajari dengan benar. Memperlihatkan pemahaman konsep dengan menunjukkan bukti pendukung namun perlubantuan saat menyampaikan pemahaman inti dari konsep yang yang sedang dipelajari. Memperlihatkan pemahaman konsep dengan menunjukkan bukti yang terbatas dan penyampaian pemahaman inti dari konsep tida kjelas.  Perlu bimbingan saat menyampaikan bukti dan pemahaman inti dari konsep yang dipelajari. Komunikasi Hasil percobaan disampaikan dengan jelas, obyektif dengan didukung data penunjang. Hasil percobaan disampaikan dengan jelas dan didukung sebagian data penunjang.  Hasil percobaan disampaikan denga njelas namunhanya didukung sebagian kecil data penunjang. Hasil percobaan disampaikan dengan kurang jelas dan tanpa data penunjang. Prosedurd anstrategi Seluruh data dicatat, langkah kegiatan dilakukan secara sistematis dan strategi yang digunakan membuat percobaan berhasil. Seluruh data dicatat, langkah kegiatan dilakukan secara sistematis namun masih membutuhkan bimbingan dalam menemukan strategi agar percobaan berhasi. Sebagian besar data dicatat, langkah kegiatan dan strategi dilakukan secara sistematis setelah mendapat bantuan guru. Sebagian kecil data dicatat, langkah kegiatan tidak sistematis dan strategi yang dipilih tidak tepat.  Penilaian (penskoran): total nilai siswa total nilai maksimal x 10 Contoh : 2+3+1 12 = 6 12 x 10 = 5Subtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 159 5. Catatan Anekdot untuk mencatat sikap (santun) (Contoh terlampir di bagian lampiran Buku Guru). • Siswa mendiskusikan dengan orang tua mengenai contoh-contoh makanan tradisional di Indonesia. • Siswa menuliskan hasil diskusi di buku dan melaporkannya kepada guru.160 Buku Guru SD/MI Kelas IV Pembelajaran 2 SBdP 3.3 Memahami dasar-dasar gerak tari daerah. 4.3 Meragakan dasar-dasar gerak tari daerah. Matematika 3.12 Menjelaskan dan menentukan ukuran sudut pada bangun datar dalam satuan baku dengan menggunakan busur derajat. 4.12 Mengukur sudut pada bangun datar dalam satuan baku dengan menggunakan busur derajat. PPKn 3.4 Mengidentifikasi berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. 4.4 Menyajikan berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. 2 Pemetaan Kompetensi Dasar dalam PembelajaranSubtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 161 2 Fokus Pembelajaran: Matematika, PPKn, SBdP Tujuan Pembelajaran 1. Setelah bereksplorasi, siswa mampu menentukan besar sudut dalam pada segi banyak dengan benar. 2. Setelah berdiskusi, siswa mampu membuktikan hubungan banyak sisi dan besar sudut pada segi banyak beraturan dengan benar. 3. Setelah berdiskusi, siswa mampu menjelaskan bahwa keberagaman akan memperkaya ketika bekerjasama dengan terperinci. 4. Setelah berdiskusi, siswa mampu menceritakan pengalaman diri bekerjasama dalam keberagaman dengan terperinci. 5. Setelah berlatih, siswa mampu mempraktikkan tarian Tari Bungong Jeumpa dengan formasi dan iringan musik dengan benar. Media, Alat Bantu, dan Sumber Belajar • Musik tarian Tari Bungong Jeumpa, bangun datar yang sudah dipotongpotong. Langkah-langkah Pembelajaran • Guru meminta siswa mengamati gambar-gambar rumah adat yang ada di buku siswa. • Guru menyampaikan bahwa Indonesia sangatlah kaya akan keberagaman budaya. Rumah adat adalah salah satu keberagaman budaya Indonesia. Sudut dimanfaatkan dalam kehidupan seharihari untuk bangunan. Sudut-sudut pada rumah adat terlihat berbeda-beda. Hal itu adalah salah satu keunikannya. • Guru meminta siswa untuk mengidentifikasi sudut-sudut yang ada di rumah adat. Guru menunjuk siswa secara bergantian. • Siswa dibagi secara berkelompok. Setiap kelompok terdiri dari 5 siswa. Guru menyiapkan gambar-gambar bangun datar Subtema 3: Bersyukur Atas Keberagaman 139 Indonesia memiliki rumah Adat 2 yang beragam. Kita harus mensyukurinya. Ayo, kita cari tahu lebih lanjut. Keberagaman Indonesia tercermin pada rumah adat. Kita harus mensyukuri keberagaman dan keindahan rumah adat tersebut. Berikut adalah rumah adat dari berbagai provinsi di Indonesia. Rumah Gadang (Rumah Adat Sumatera Barat/Sumbar) Rumoh Aceh (Rumah Adat Nanggroe Aceh Darussalam) Rumah Balai Batak Toba (Rumah Adat Sumatera Utara/ Sumut) Rumah Adat Tongkonan (Rumah Adat Provinsi Sulawesi Selatan/ Sulsel/Suku Toraja) Baileo (Rumah Adat Provinsi Maluku) Rumah Adat Bangka Belitung162 Buku Guru SD/MI Kelas IV yang sudah dipotong-potong. Gambar-gambar yang disiapkan adalah segi banyak beraturan dan tidak beraturan. Contoh: (guru bisa menambahkan gambar lainnya) • Siswa mengklarifikasikan segi banyak beraturan dan tidak beraturan. • Siswa mengukur panjang sisi dan besar sudutnya. • Siswa menyampaikan jawabannya di kepada kelompok lain. Guru menguatkan bahwa segi banyak beraturan memiliki sudut dan sisi yang sama. • Setiap siswa diminta mengerjakan tabel yang ada di buku siswa. Siswa mengidentifikasi nama bangun, banyak sisi, besar sudut dalam dan jumlah sudut dalam pada segi banyak. • Siswa mendiskusikan hasil pekerjaannya dengan kelompoknya. • Siswa dalam kelompok mendiskusikan pertanyaan berikut. Apa yang kamu simpulkan? Apa hubungan besar sudut dalam, pada segi banyak dengan sisinya. Eksplorasi dan kesimpulan siswa dinilai dengan penilaian 1. • Diskusi kelas, setiap kelompok diberi kesempatan untuk menyampaikan hasil kesimpulannya. • Siswa akan mengerjakan latihan yang ada di buku siswa. Siswa akan memperkirakan besarnya sudut dalam pada segi banyak dan membuktikannya dengan pengukuran. • Siswa menjelaskan apakah kesimpulannya mengenai hubungan sudut dan banyak sisi pada segi banyak tetap berlaku. MSubtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 163 • Siswa membaca teks cerita yang ada di buku siswa secara individu. Siswa membaca dengan membaca senyap. • Siswa dibagi ke dalam kelompok. Guru bisa mengubah pengelompokkan dari kelompok yang ada di sesi 1. • Siswa mendiskusikan pertanyaan berikut. Siswa menulis jawabannya pada kalender bekas. Siswa menulis dalam ukuran yang cukup besar supaya mudah terbaca. 1. Bantuan apa yang diberikan oleh teman-teman Lani kepada Lani? 2. Apakah bantuan itu membantu lani? Mengapa? 3. Kerjasama apa yang terlihat pada cerita di atas? 4. Apa manfaat kerjasama dalam keberagaman? 5. Hal baik apa yang bisa didapatkan ketika mereka bekerjasama dalam keberagaman? 6. Nilai-nilai apa yang bisa kita contoh dari cerita lani di atas? • Setiap kelompok memajang menempel jawabannya di jendela. Satu siswa akan berdiri di depan jawaban dan siswa lain akan mengunjungi jawaban kelompok lain. Siswa berputar searah jarum jam. Guru memberikan aba-aba tepuk tangan. Siswa yang berdiri di depan jawaban akan mempresentasika n kepada siswa yang berkunjung jawabannya. Siswa yang berkunjung bisa memberikan pertanyaan dan masukan. • Guru menanyakan kepada siswa, pengalaman mereka bekerjasama dalam perbedaan. Siswa bisa menyampaikan pengalamannya kepada teman sebelahnya. Guru juga bisa berbagi cerita pengalamannya bekerjsama dalam keberagaman. • Siswa diminta menuliskan pengalamannya bekerjsama dalam perbedaan. Hal-hal yang ditulis: 1. Jenis kerjasama. 2. Perbedaan yang ada. 3. Manfaat dari kerjasama dalam perbedaan. 4. Nilai-nilai baik yang bisa kamu ambil. 142 Buku Siswa SD/MI Kelas IV Mozaik Kreasi Bersama Lani duduk termenung di meja ruang tengah rumahnya. Di hadapannya terbentang sebuah karton besar. Masih kosong. Pak Burhan memberi tugas kepada anak-anak untuk membuat mozaik kreasi sendiri. Tugas tersebut harus dilakukan secara berpasangan. Lani berpasangan dengan Edo. Sejak kemarin Lani sudah mencari ide untuk tugas tersebut, tetapi ia belum menemukan yang sesuai. “Ah, tunggu Edo saja,” pikir Lani. Tugas bersama akan lebih baik hasilnya jika dikerjakan bersama. Beberapa saat kemudian Edo datang. Benar saja dugaan Lani, Edo sudah mempunyai ide untuk mozaik mereka. Usul Edo adalah membuat mozaik rumah adat. Edo berasal dari Maluku. Ia sudah punya contoh gambar rumah adat Maluku. Baileo namanya. Menarik. Lani pun memberi usul untuk membuat juga mozaik rumah adat dari daerah lain. Rumah Gadang dari Padang, Rumah Kebaya dari Betawi, Rumoh Aceh, Rumah Joglo dari Jawa, atau Rumah Limas dari Sumatera Selatan. Rumah adat daerah-daerah di Indonesia memang beragam dan unik. Mozaik rumah adat akan menjadi kreasi yang menarik. Selain itu, ketika nanti teman-teman mencoba merangkai mozaik, mereka akan belajar juga tentang keragaman rumah adat Indonesia. Pak Burhan memang sengaja memberikan tugas membuat mozaik secara berpasangan. Bukan hanya untuk mengasah kreativitas, tetapi juga memunculkan diskusi, mengasah kerja sama, serta memecahkan masalah bersama-sama. Sama seperti mozaik. Ketika keping-kepingnya digabungkan menjelma menjadi gambar yang indah. Berdasarkan teks di atas. Diskusikan pertanyaan berikut dengan kelompokmu. Presentasikan hasilnya di depan kelas. 1. Apa ide yang dimiliki Lani? 2. Apa ide yang dimiliki oleh Edo? 3. Bagaimana mereka menyikapi ide-ide berbeda? 4. Apakah ide mereka yang berbeda memberikan manfaat? Jelaskan! 5. Kerja sama apa yang terlihat pada cerita di atas?164 Buku Guru SD/MI Kelas IV Penilaian 2 • Siswa menukarkan jawabannya dengan temannya. • Siswa kembali berlatih tarian Tari Bungong Jeumpa dengan kelompoknya. • Siswa berlatih dengan gerakan dasar dan formasi yang benar. • Siswa berlatih dengan iringan musik tanpa aba-aba hitungan. • Guru memotivasi siswa bahwa menari menggunakan penghayatan. • Guru menyampaikan rubrik yang akan digunakan pada penilaian pembelajaran ke 6. Penilaian 3 • Setiap kelompok tampil di depan dan kelompok lain akan memberikan komentar. Hal ini untuk persiapan penilaian di pertemuan ke 6. Siswa lain bisa menilai dengan menggunakan rubrik yang ada. • Setiap kelompok memastikan peralatan yang digunakan menari pada pertemuan ke 6 sudah siap seperti kostum. Kostum diharapkan tidak beli atau menyewa siswa bisa menggunakan baju yang sama dan diberi hiasan dari barang-barang bekas atau yang sudah tersedia. • Siswa melakukan perenungan dengan menjawab pertanyaan yang terdapat dalam buku siswa. • Guru dapat menambahkan pertanyaan perenungan berdasarkan panduan yang terdapat pada lampiran buku guru. Pengayaan Siswa bisa memprediksi besar sudut pada segi banyak n. Remedial Siswa yang belum bisa mengukur sudut dapat mengulang kegiatan bersama guru. Kegiatan bisa dilakukan seusai jam belajar. Kegiatan dilakukan sekitar 30 menit–60 menit. Kegiatan dapat dilakukan untuk beberapa siswa sekaligusSubtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 165 Penilaian 1. Matematika: Hubungan sisi segi banyak dan sudut Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Keterampilan berpikir Membuat rencana dan melaksanakannya untuk menemukan masalah. Strategi yang digunakan sesuai dan dapat menyelesaikan masalah. Membuat rencana dan melaksanakannya untuk menemukan masalah. Strategi yang digunakan sesuai namun tidak dapat menyelesaikan masalah. Membuat rencana dan melaksanakannya untuk menemukan masalah. Strategi yang digunakan tidak sesuai sehingga tidak dapat menyelesaikan masalah. Rencana yang dihasilkan tidak sesuai dengan kebutuhan. Tidak ada strategi yang digunakan. Pengetahuan dan Pemahaman Pemahaman ditunjukkan saat: • Mengukur sudut pada segi banyak beraturan. • Menghitung banyak sisi pada sisi pada segi banyak. • Menghitung jumlah sudut Pemahaman ditunjukkan saat mendemonstrasikan 2 dari 3 hal yang diharapkan. Pemahaman ditunjukkan saat mendemonstrasikan 1 dari 3 yang diharapkan. Pemahaman ditunjukkan saat mendemons trasi kan tidak sesuai dengan konsep. Mengkoneksikan Pola sudut Pola sisi ditemukan Menuliskan kesimpulan hubungan banyak sisi dan besar sudut pada segi banyak beraturan. Memenuhi 2 dari 3 kriteria yang diharapkan. Memenuhi 1 dari 3 kriteria yang diharapkan. Belum memenuhi kriteria yang diharapkan. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1 2. PPKn: Cerita pengalaman bekerjasama Kriteria Ya Tidak Menceritakan satu pengalamam kerjasama dengan terperinci Menjelaskan perbedaan yang ada pada saat kerjasama Menuliskan manfaat kerjasama tersebut bagi dirinya Menuliskan manfaat kerjasama tersebut bagi dirinya Menjelasakan hal-hal baik yang bisa diambil166 Buku Guru SD/MI Kelas IV 3. SBdP: Menari Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Gerakan Seluruh gerakan yang ditunjukkan saat menari sesuai dengan ketentuan tarian. Sebagian besar gerakan yang ditunjukkan saat menari sesuai dengan ketentuan tarian. Sebagian gerakan yang ditunjukkan saat menari sesuai dengan ketentuan tarian. Hanya sebagian kecil gerakan yang ditunjukkan saat menari sesuai dengan ketentuan tarian. Teknik Menari Menarikan sebuah tarian dengan menunjukkan. • sikap tubuh yang sesuai dengan tarian yang dibawakan • gerakan yang dibawakan sesuai dengan irama • gerakan yang dibawakan sesuai dengan tempo sehingga tarian yang ditunjukkan terlihat harmonis Hanya menunjukkan 2 hal dari 3 kriteria yang diharapkan. Tarian yang dihasilkan cukup harmonis. Hanya menunjukkan 1 hal dari 3 kriteria yang diharapkan. Tarian yang dihasilkan kurang harmonis. Tidak memenuhi kriteria yang diharapkan. Ekspresi Memberikan penjiwaan saat menari yang memperhatikan jenis tarian sehingga pesan dari tarian bisa dimengerti oleh penonton. Ada beberapa penjiwaan yang kurang sesuai dengan jenis tarian. Pesan dari tarian tetap bisa dimengerti oleh penonton. Kurang bisa memberikan penjiwaan saat menari sehingga pesan dari tarian kurang dimengerti oleh penonton. Tidak bisa memberikan penjiwaan saat menari sehingga pesan dari tarian tidak dimengerti oleh penonton. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1.Subtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 167 4. Diskusi: Diskusi hubungan sisi dan sudut pada segi banyak Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Mendengarkan Selalu mendengarkan teman yang sedang berbicara. Mendengarkan teman yang berbicara namun sesekali masih perlu diingatkan. Masih perlu diingatkan untuk mendengarkan teman yang sedang berbicara. Sering diingatkan untuk mendengarkan teman yang sedang berbicara namun tidak mengindahkan. Komunikasi non verbal (kontak mata, bahasa tubuh, postur, ekspresi wajah, suara). Merespon dan menerapkan komunikasi non verbal dengan tepat. Merespon dengan tepat terhadap komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman. Sering merespon kurang tepat terhadap komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman. Membutuhkan bantuan dalam memahami bentuk komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman. Partisipasi (menyampaikan ide, perasaan, pikiran) Isi pembicaraan menginspirasi teman. Selalu mendukung dan memimpin lainnya saat diskusi. Berbicara dan menerangkan secara rinci, merespon sesuai dengan topik. Berbicara dan menerangkan secara rinci,namun terkadang merespon kurang sesuai dengan topik. Jarang berbicara selama proses diksusi berlangsung. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1. 5. Catatan Anekdot untuk mencatat sikap (santun dan peduli) (Contoh terlampir di lampiran pada Buku Guru). Siswa mendiskusikan dengan orangtua rencana supaya kerjasama antar anggota keluarga bisa berjalan dengan baik.168 Buku Guru SD/MI Kelas IV IPA 3.6 Menerapkan sifat-sifat bunyi dan keterkaitannya dengan indera pendengaran. 4.6 Menyajikan laporan hasil percobaan tentang sifatsifat bunyi. Bahasa Indonesia 3.2 Mencermati keterhubungan antargagasan yang didapat dari teks lisan, tulis, atau visual. 4.2 Menyajikan hasil pengamatan tentang keterhubungan antargagasan ke dalam tulisan. PJOK 3.1 Memahami variasi gerak dasar lokomotor, nonlokomotor, dan manipulatif sesuai dengan konsep tubuh, ruang, usaha, dan keterhubungan dalam permainan bola besar sederhana dan atau tradisional*. 4.1 Mempraktikkan variasi gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif sesuai dengan konsep tubuh, ruang, usaha, dan keterhubungan dalam permainan bola besar sederhana dan atau tradisional*. 3 Pemetaan Kompetensi Dasar dalam Pembelajaran Pembelajaran 3Subtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 169 Fokus Pembelajaran: PJOK, Bahasa Indonesia, IPA Tujuan Pembelajaran 1. Setelah bermain permainan tradisional Engklek, siswa mampu menjelaskan aturan main dan manfaat permainan tersebut untuk melatih keterampilan pola gerak dasar lokomotor dengan tepat. 2. Setelah bermain permainan tradisional Engklek, siswa mampu mempraktikkan keterampilan pola gerak dasar lokomotor dengan mandiri. 3. Setelah melakukan percobaan, siswa mampu menjelaskan sifat bunyi memantul dan menyerap dengan benar. 4. Setelah melakukan percobaan, siswa mampu menyajikan laporan tentang sifat bunyi memantul dan menyerap dengan sistematis. 5. Setelah menyimak teks permainan tradisional, siswa mampu mengidentifikasi gagasan pokok dan gagasan pendukung setiap paragraf dari teks tulis dengan mandiri. 6. Setelah menyimak teks tentang permainan tradisional, siswa mampu menyajikan gagasan utama dan gagasan pendukung setiap paragraf dari teks tulis dalam bentuk peta pikiran dengan tepat. Media/Alat Bantu dan Sumber Belajar • Botol atau alat lainnya yang menghasilkan bunyi seperti ember, gelas atau kaleng untuk percobaan IPA. Langkah-Langkah Pembelajaran • Siswa diingatkan kembali tentang keragaman permainan tradisional Indonesia seperti Bakiak yang telah mereka mainkan pada pertemuan sebelumnya. • Guru memperlihatkan area permainan yang telah dipersiapkan sebelumya dan mengajukan pertanyaan pembuka - Siapakah diantara kalian yang mengetahui jenis permainan tradisional Engklek? 3 Subtema 3: Bersyukur Atas Keberagaman 145 3 Sebelumnya kamu telah belajar tentang permainan Bakiak. Menarik, bukan? Kamu tentunya senang dapat mencobanya. Permainan tradisional lain yang cukup menarik adalah Engklek. Tahukah kamu permainan ini? Ayo, kita coba bersama! Pernahkan kamu bermain Engklek? Permainan ini adalah permainan tradisional yang sangat banyak dimainkan oleh anak-anak di Indonesia. Engklek merupakan permainan lompat pada bidang datar yang digambar di atas tanah. Permainan Engklek biasa dimainkan oleh dua sampai lima orang. Mau tahu cara bermainnya? Ayo, kita coba! Sebelumnya kamu harus mendiskusikan dengan temanmu cara bermainnya. Permainan Engklek Jumlah Pemain: Dua sampai lima orang. Peralatan: • Gacuk/pecahan genting • Kapur/tepung untuk garis batas Cara Bermain: • Lompatlah dengan menggunakan satu kaki di setiap petak-petak yang telah digambar. • Siapkanlah gacuk sebelum bermain. • Lemparlah gacuk ke salah satu petak. • Petak yang ada gacuk-nya tidak boleh diinjak/ditempati oleh setiap pemain. • Lompatlah ke petak berikutnya dengan satu kaki mengelilingi petakpetak yang ada. • Pilihlah sebuah petak yang dijadikan sawah setelah menyelesaikan satu putaran. Petak itu boleh diinjak dengan dua kaki. Pemain lain tidak boleh menginjak petak itu selama permainan. • Pemain yang memiliki sawah yang paling banyak adalah pemenangnya.170 Buku Guru SD/MI Kelas IV • Siswa yang mengangkat tangannya diminta untuk menerangkan secara singkat tentang jenis permainan tersebut. • Guru memberikan penguatan informasi tentang permainan Engklek dan gerak dasar lokomotor yang dipraktikkan dalam permainan tersebut. Indonesia kaya akan keragaman permainan tradisional yang menarik dan menantang, salah satunya adalah Engklek. Dengan melakukan permainan Engklek, diharapkan siswa akan semakin terlatih dalam melakukan keterampilan dasar lokomotor Lompat. Siswa diharapkan dapat melompat dengan menggunakan satu kaki sebagai tumpuan. Guru diharapkan dapat mempersiapkan pola bangun datar untuk permainan Engklek di area/lapangan tempat olahrga. Pola bangun datar ini bisa dibuat menggunakan kapur jika area permainan berupa lapangan keras/semen. Jika area permaianan berupa tanah lapang, maka pola tersebut bisa dibuat menggunakan tali yang dipancangkan pada sepotong kayu. Pola bangun datar bisa dibuat bervariasi. Jumlah pemain Engklek dalam satu pola bangun datar paling sedikit 2 hingga 5 pemain. Hindari jumlah pemain yang terlalu banyak karena siswa akan menjadi terlalu lama menunggu giliran untuk melompat. Siswa berdoa sebelum melakukan kegiatan olahraga. • Siswa melakukan pemanasan dengan mempraktikkan gerakan nonlokomotor. Salah satu siswa diminta untuk memimpin pemanasan di depan teman-teman yang lain. • Siswa dibagi dalam kelompok sesuai kebutuhan. • Guru memberikan penguatan tentang aturan permainan Engklek yang akan dilakukan. Siswa dapat diberikan tantangan untuk berdiskusi menentukan sendiri pola bangun datar yang akan digunakan untuk permainan. Berikan motivasi pada siswa untuk berkreasi membuat pola yang unik seperti pesawat terbang, pola layangan, atau mungkin pola kupu-kupu. Siswa juga dapat diminta untuk secara mandiri berdiskusi dan membuat kesepakatan bersama tentang aturan mainnya. Guru mengawasi jalannya diskusi dan dapat memberikan masukan agar kesepakatan yang dibuat cukup mudah untuk dilaksanakan. Guru dapat menggunakan beberapa cara saat menentukan kelompok, seperti undian, atau berdasarkan nomor urut. Pastikan setiap kelompok memiliki anggota dengan kemampuan fisik yang berimbang.Subtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 171 • Siswa melakukan permainan dengan mempraktikkan sikap saling menghargai dan sportifitas. • Guru mengawasi jalannya permainan dan dapat memberikan penilaian. Keterampilan dasar Lokomotor siswa diperiksa menggunakan rubrik dan daftar periksa. • Usai berolahraga, siswa masih dalam kelompok yang sama menjawab pertanyaan refleksi yang tersedia tentang kesulitan yang dihadapi saat bernain engklek serta manfaat dari permainan tersebut. • Siswa dapat saling menceritakan refleksi mereka kepada teman yang lain. • Siswa bersama guru mendiskusikan jawaban secara klasikal dan menyimpulkan hasil diskusi tentang nilai-nilai yang bisa dipelajari dalam permainan Engklek, untuk dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. • Siswa menyimak cerita tentang tentang permainan tradisional lainnya yaitu Fahombo Batu atau lompat batu dari kepulauan Nias, yang dilisankan oleh guru. • Siswa diminta untuk menyimak dengan teliti, kemudian menemukan gagasan pokok dan gagasan pendukung dari setiap paragraf tersebut.172 Buku Guru SD/MI Kelas IV Guru diharapkan membaca cerita dengan suara yang cukup keras untuk dapat didengar oleh semua siswa di kelas. Perhatikan intonasi saat membaca untuk memudahkan siswa dalam memahami isi cerita. Teks ini terdiri dari dua paragraf. Bacakan cerita per paragraf dan berikan waktu bagi siswa untuk menuliskan gagasan pokok dan gagasan pendukung setiap selesai membacakan satu paragraf. • Untuk paragraf pertama, siswa mendiskusikan jawaban bersama teman di sebelah. • Paragraf ke dua dan ketiga dikerjakan secara individu dan langsung disampaikan kepada guru. Peta pikiran siswa diperiksa guru menggunakan rubrik (penilaian 3). • Siswa diingatkan kembali pada pembelajaran sebelumnya tentang sifat bunyi menyerap dan memantul. Guru mengajukan pertanyaan sebagai kegiatan pembuka - Di mana kalian bisa menemukan bunyi memantul dan menyerap? • Siswa membaca informasi tentang bunyi memantul dan menyerap yang biasanya terjadi di area lapangan yang luas. Bunyi pantul juga terdapat pada beberapa jenis alat musik seperti gendang dan angklung. Guru dapat menyiapkan gendang, angklung atau jenis alat musik lain yang menghasilkan bunyi pantul. Siswa dapat bereksplorasi menggunakan alat musik tersebut untuk membuktikan sifat bunyi pantul. • Siswa kemudian membaca senyap informasi yang terdapat di buku, tentang sifat bunyi memantul dan menyerap serta jenis-jenis bunyi.Subtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 173 untuk memperkaya informasi bagi siswa, guru dapat menyiapkan sumber bacaan lain tentang sifat bunyi, seperti artikel, buku ilmu pengetahuna dll. bahan-bahan bacaan tersebut dapat dilatakkan dipojok kelas, sehingga siswa dapat membaca tidak hanya saat kegiatan belajar, namun juga waktu luang lainnya, seperti di saat istirahat. • Siswa dalam kelompok melakukan percobaan sederhana membunyikan beragam benda yang dpat menghasilkan bunyi seperti botol, ember, gelas atau kaleng. • Siswa membunyikan beragam benda tersebut di dalam dan di luar ruang kelas. • Siswa mencatat dan mendiskusikan hasilnya, kemudian melaporkannya kepada guru. Jawaban siswa diperiksa guru menggunakan rubrik. Ayo Renungkan • Siswa melakukan perenungan tentang kegiatan belajar hari ini. • Guru dapat menambahkan pertanyaan perenungan berdasarkan panduan yang terdapat pada Buku Guru. Pengayaan • Apabila memiliki waktu, siswa dapat melakukan percobaan bunyi memantul dan menyerap di lapangan yang luas. Remedial • Siswa yang belum memahami sifat bunyi memantul dan menyerap akan diberikan bacaan sederhana terkait materi. Siswa dimotivasi untuk membaca dengan teliti. Siswa dapat mengerjakan latihan tertulis (kuis, pertanyaan esay) terkait materi yang belum dipahami.174 Buku Guru SD/MI Kelas IV Penilaian 1. PJOK a. Ketrampilan siswa dalam melakukan gerakan lokomotor (lompat) dalam permainan Engklek dinilai menggunakan rubrik. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Aturan main Engklek, serta manfaatnya. Mampu menjelaskan aturan main Engklek dan manfaatnya dalam meningkatkan keterampilan gerak dasar lokomotor lompat dengan jelas dan benar. Mampu menjelaskan aturan main Engklek dan manfaatnya dalam meningkatkan keterampilan gerak dasar lokomotor lompat dengan cukup jelas dan benar. Mampu menjelaskan aturan main Engklek dan manfaatnya dalam meningkatkan keterampilan gerak dasar lokomotor lompat namun kurang jelas. Belum mampu menjelaskan aturan main Engklek dan manfaatnya dalam meningkatkan keterampilan gerak dasar lokomotor lompat. Gerak lokomotor(lo mpat) dalam permainan Engklek Mampu mempraktikkan gerak dasar lokomotor lompat dengan benar dan konsisten. Mempraktikkan gerak dasar lokomotor lompat dengan tumpuan satu kaki cukup konsisten. Mempraktikkan gerak dasar lokomotor lompat dengan satu kaki tampak masih belum seimbang. Belum mampu mempraktikkan gerak dasar lokomotor lompat. Kerja Sama dan saling Menghargai Menunjukkan sikap kerja sama dan saling menghargai selama permainan secara konsisten. Menunjukkan sikap kerja sama dan saling menghargai selama permainan namun belum konsisten. Perlu motivasi untuk dapat bekerja sama dan saling menghargai selama permainan. Belum dapat menunjukkan sikap kerja sama dan saling menghargai selama permainan meski telah dimotivasi. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1.Subtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 175 b. Keterampilan dasar Lokomotor dan Non Lokomotor dinilai menggunakan daftar periksa. Kriteria 1 2 3 4 5 Lokomotor: • Berjalan tegak • Berlari • Melompat dengan tumpuan satu kaki • Meloncat dengan tumpuan dua kaki Keterangan 1. Tidak pernah menunjukkan kriteria yang diharapkan. 2. Menunjukkan sikap sesuai kriteria sebesar 50% 3. Menunjukkan sikap sesuai kriteria lebih dari 50% namun kurang dari 75%. 4. Menunjukkan kriteria lebih dari 75% namun kurang dari 100%. 5. Menunjukkan sikap sesuai kriteria yang diharapkan 2. Bahasa Indonesia Tugas siswa menemukan gagasan pokok dan gagasan utama dari setiap paragraf dinilai menggunakan rubrik Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Gagasan pokok Menemukan gagasan pokok pada semua paragraf dengan benar. Menemukan sebagian besar gagasan pokok pada semua paragraf dengan benar. Menemukan sebagian kecil gagasan pokok pada semua paragraf dengan benar. Belum dapat menemukan gagsan pokok. Gagasan pendukung Menemukan gagasan pendukung pada semua paragraf dengan benar. Menemukan sebagian besar gagasan pendukung pada semua paragraf dengan benar. Menemukan sebagian kecil gagasan pendukung pada semua paragraph dengan benar. Belum dapat menemukan gagsan pendukung. Penyajian gagasan pokok dan gagasan pendukukung Menyajikan gagasan pokok dan gagasan pendukung dalam peta pikiran dengan benar. Menyajikan sebagian besar gagasan pokok dan gagasan pendukung pikiran dengan benar. Menyajikan sebagian kecil gagasan pokok dan gagasan pendukung pikiran dengan benar. Belum dapat menyajikan gagasan pokok dan gagasan pendukung pikiran dengan. Sikap: Mandiri Tugas diselesaikan dengan mandiri . Sebagian besar tugas diselesaikan dengan mandiri. Tugas diselesaikan dengan motivasi dan bimbingan guru. Belum dapat menyeselesaikan tugas meski telah diberikan motivasi dan bimbingan. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1.176 Buku Guru SD/MI Kelas IV 3. IPA Laporan hasil percobaan tentang sifat bunyi memantul dan menyerap dinilai menggunakan rubrik. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Kurang (1) Sifat bunyi memantul dan menyerap Menjelaskan sifat bunyi memantul dan menyerap berdasarkan hasil percobaan dengan lengkap. Menjelaskan sifat bunyi memantul dan menyerap berdasarkan hasil percobaan dengan cukup lengkap. Menjelaskan sifat bunyi memantul dan menyerap berdasarkan hasil percobaan kurang lengkap. Belum mampu menjelaskan sifat bunyi memantul dan menyerap berdasarkan hasil percobaan. Laporan percobaan tentang sifat bunyi memantul dan menyerap Menyajikan laporan percobaan tentang sifat bunyi memantul dan menyerap dengan sistematis. Menyajikan laporan percobaan tentang sifat bunyi memantul dan menyerap dengan cukup sistematis. Menyajikan laporan percobaan tentang sifat bunyi memantul dan menyerap kurang sistematis. Belum mampu menyajikan laporan percobaan tentang sifat bunyi memantul dan menyerap dengan sistematis. Sikap Rasa Ingin Tahu dan Berfikir Kritis Tampak antusias dan mengajukan banyak ide dan pertanyaan selama kegiatan. Tampak cukup antusias dan terkadang mengajukan ide dan pertanyaan selama kegiatan. Tampak kurang antusias dan tidak mengajukan ide dan pertanyaan selama kegiatan. Tidak tampak antusias dan perlu dimotivasi untuk mengajukan ide dan pertanyaan. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1. 3. Catatan Anekdot untuk mencatat sikap (Santun) Contoh terlampir di bagian lampiran Buku Guru). • Siswa dapat mempraktikkan pemantulan dan penyerapan bunyi di rumah bersama teman. • Siswa melaporkan hasilnya kepada guru.Subtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 177 Pemetaan Kompetensi Dasar dalam Pembelajaran 3.2 Mencermati keterhubungan antargagasan yang didapat dari teks lisan, tulis, atau visual. 4.2 Menyajikan hasil pengamatan tentang keterhubungan antargagasan ke dalam tulisan. 3.4 Mengidentifikasi berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. 4.4 Menyajikan berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. 3.12 Menjelaskan dan menentukan ukuran sudut pada bangun datar dalam satuan baku dengan menggunakan busur derajat. 4.12 Mengukur sudut pada bangun datar dalam satuan baku dengan menggunakan busur derajat. Matematika PPKn Bahasa Indonesia Pembelajaran 4178 Buku Guru SD/MI Kelas IV Fokus Pembelajaran: Bahasa Indonesia, PPKn, dan Matematika Tujuan Pembelajaran 1. Setelah diberikan masalah, siswa mampu menjelaskan keberagaman yang ada dari teman-temannya dengan terperinci. 2. Setelah diberikan masalah, siswa mampu menceritakan pengalaman bekerjasama dalam keberagaman dengan terperinci. 3. Setelah berekplorasi, siswa mampu membuktikan jumlah besar sudut dalam pada segitiga yang berbeda-beda dengan benar. 4. Setelah berdiskusi, siswa mampu memberikan nama segitiga berdasarkan sudutnya dengan benar. 5. Setelah mendengarkan, siswa mampu mengidentifikasi gagasan pokok dan gagasan pendukung dari teks yang didengar dengan sistematis. 6. Setelah mendengarkan, siswa mampu menulis gagasan pokok dan gagasan pendukung dari teks yang didengar dengan sistematis. Media, Alat Bantu, dan Sumber Belajar • Berbagai segitiga, teks yang akan dibaca oleh guru. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran • Siswa dibagi dalam kelompok. Dalam pembagian kelompok, guru memperhatikan keberagaman yang ada, misalkan cara berpendapat, sifat dan lainlain. • Diusahakan dalam satu kelompok tampak keberagamannya. Kali ini guru akan mengamati bagaimana siswa bekerjasama dengan teman-teman yang berbeda. • Siswa diberikan masalah mengenai Ibu Mimip penjaga kantin. Siswa membacanya di buku siswa. • Siswa mendiskusikan pertanyaanpertanyaan berikut. 154 Buku Siswa SD/MI Kelas IV 4 temannya selalu Siti dan temanmengajarkan kita untuk tetap bekerja sama dalam keberagaman. Ayo kita cari tahu cerita mereka. Meskipun Siti dan teman-temannya berasal dari daerah yang berbeda, mereka tetap bekerja sama membantu sesama. Akhirakhir ini, Bu Mimin, penjual makanan di kantin SDN 01 Nusantara, sering kali tampak sedih. Siti memberanikan diri bertanya kepada Bu Mimin tentang apa yang sedang terjadi padanya. Bu Mimin bercerita bahwa anaknya sedang sakit di rumah. Permasalahannya, Bu Mimin tidak dapat meninggalkan kantin sekolah. Ia membutuhkan biaya untuk membayar pengobatan anaknya dengan berjualan makanan. Siti pun menemui teman-temannya dan mengajak mereka berdiskusi untuk membantu memecahkan masalah Bu Mimin. Mereka memutuskan akan bekerja sama membantu Bu Mimin dengan menjaga kantin sekolah pada jam itu.Subtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 179 • Jenis bantuan apa yang dapat kamu dan teman-temanmu berikan? • Apa yang akan kamu lakukan saat berhadapan dengan para pembeli? • Apa yang akan kamu lakukan terhadap makanan di kantin Bu Mimin agar disukai pembeli? • Apa yang akan kamu lakukan terhadap uang hasil penjualannya? • Sikap apa saja yang dapat kamu praktikkan ketika membantu Bu • Mimin menjaga kantinnya? • Guru mengamati bagaimana siswa bisa bekerjasama dalam kelompok. • Siswa diminta menyampaikan hasil pekerjaannya di depan kelas. • Refleksi kelompok, setiap siswa dalam kelompok menyampaikan penilaiannya tentang temannya. Siswa menilai bagaimana mereka bekerjasama dalam keberagaman. • Guru meminta beberapa anak untuk menyampaikan pendapatnya. • Siswa menuliskan pengalaman tadi di buku siswa. Hal-hal yang ditulis adalah. • Apakah kamu sudah bisa bekerjasama dengan baik dengan Temanmu. • Perbedaan pada kamu dan temanmu yang kamu lihat saat bekerjasama tadi? • Hal-hal baik yang kamu dapat dari kerjasama. • Hal yang sudah baik dari kamu. • Hal yang masih perlu diperbaiki dari dirimu. • Rencana perbaikan diri. Penilaian 1 • Siswa duduk dalam kelompok. Setiap kelompok berisi 5 siswa. • Siswa dalam kelompok mengamati berbagai segi tiga yang ada di buku siswa. • Secara individu, siswa mengukur besar setiap sudut dalam pada segitiga dan menuliskan hasilnya di buku siswa. • Siswa membuktikan jumlah sudut dalam segitiga dan mendiskusikan hasil temuannya dengan kelompoknya.180 Buku Guru SD/MI Kelas IV • Apa yang bisa kamu simpulkan? Apakah jumlah besar sudut dalam segitiga sama? • Siswa mendiskusikan cara pembuktian yang berbeda untuk menunjukkan jumlah sudut dalam pada segitiga. • Siswa bisa mempraktikkan dengan menggambar segitiga dan memotong ujungnya. Lihat contoh yang ada di buku siswa. Siswa dalam kelompok mendiskusikan hasil kesimpulannya. Penilaian 2 Guru menguatkan bahwa semua segitiga mempunyai jumlah sudut 180º. • Siswa menuliskan nama pada segitiga berdasarkan besar sudut dengan kelompoknya. Siswa mengisi jawabannya pada tabel yang ada di buku siswa. • Siswa mendiskusikan jawabannya dengan temannya. • Siswa mengerjakan soal latihan yang ada di buku siswa. Siswa menghitung besarnya sudut yang belum diketahui pada segitiga. Hitunglah sudut yang belum diketahui. Guru menguatkan bahwa jumlah sudut dalam segitiga adalah 180º. Ketika sudut yang diketahui adalah 30 dan 60 maka sudut yang lain adalah 180º-(30º+60º)=90º • Guru menanyakan kembali apakah siswa bisa bekerjasama dengan baik saat diskusi berlangsung. • Guru membaca teks cerita. Guru membaca dengan intonasi dan artikulasi yang jelas. M Subtema 3: Bersyukur Atas Keberagaman 157 Kamu sudah belajar sudut pada segi banyak beraturan. Sekarang, bagaimana sudut pada segitiga dan segi empat? Pada saat pembuktian di pertemuan sebelumnya, kamu mengukur segitiga sama sisi. Berapakah besar sudutnya? Berapakah jumlah besar semua sudutnya? Apakah itu berlaku juga untuk segitiga yang lainnya? Ayo kita buktikan. Ukurlah semua sudut dalam pada segitiga berikut! A B C D Tulislah hasil pengukuranmu pada tabel berikut Segitiga Besar jumlah sudut dalam pada segitiga MSubtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 181 Teks cerita yang bisa guru bacakan. Sigap Membantu Sesama Malam itu beberapa warga Kampung Babakan berkumpul di pos jaga. Tiba-tiba terlihat seorang bapak tua yang berjalan pelan. Ia memanggul kardus besar di pundaknya. Oh, rupanya Pak Sammy. Pak Sammy baru pulang dari kampungnya di Maluku. Sudah dua minggu Pak Sammy pulang ke Maluku. Ia harus menghadiri acara adat di sana. Ia menggunakan kapal laut. Perjalanannya membutuhkan waktu dua sampai tiga hari. Tentu Pak Sammy sangat lelah. Apalagi usianya sudah cukup tua. Pak Encep menawarkan bantuan untuk membawa kardusnya. Sampai di rumah, Pak Sammy mengeluh kepalanya pusing. Pak Encep memanggil warga yang lain untuk membantu. Datanglah Pak Made, Pak Udin dan Pak Nur. Mereka dengan cepat membantu Pak Sammy. Pak Made dan Pak Encep membersihkan tempat tidur. Pak Udin mengambilkan menghangatkan air untuk membuat teh. Pak Nur membeli makanan. Setelah makan dan meminum teh hangat Pak Sammy beristirahat. Ia senang warga desa membantunya. Di Kampung ini Pak Sammy merasa memiliki keluarga. Manfaat yang dapat kita ambil dari permainan ini adalah kebersamaan dan kerja sama. • Siswa mendengarkan dengan seksama. Guru membacakan satu-persatu paragraf. • Guru meminta setiap siswa untuk menemukan gagasan pokok dan gagasan pendukung setiap paragraf yang didengarnya. • Siswa menuliskan gagasan pokok dan gagasan pendukung pada grafik yang disiapkan di buku siswa. Penilaian 3 • Siswa saling menukar jawaban dengan temannya. • Guru memberikan aba-aba tepuk tangan, siswa akan mencari pasangan lagi dan menyampaikan jawabannya. Begitu seterusnya sampai siswa berganti 3 pasangan. • Siswa secara individu menganalisis persamaan dan perbedaan jawabannya dengan temannya. • Guru meminta siswa untuk mempresentasikan jawabannya (fokus 1 paragraf) di depan. Siswa juga menyampaikan persamaan dan perbedaan jawabannya dengan temannya.182 Buku Guru SD/MI Kelas IV • Guru menguatkan dengan memberikan pertanyaan - Apa isi paragraf 1? - Apa yang mendukungnya? • Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya. • Guru meminta kembali satu siswa untuk mempresentasikan jawabannya (paragraf 2) tekniknya sama dengan 1. • Di akhir sesi, guru menanyakan bagaimana menemukan gagasan pokok? Bagaimana menemukan gagasan pendukung? • Siswa bisa menyampaikan jawabannya. Guru menguatkan berbagai cara untuk menemukan gagasan pokok dan gagasan pendukung dari teks lisan yang dibaca. • Siswa melakukan perenungan dengan menjawab pertanyaan yang terdapat dalam buku siswa. • Guru dapat menambahkan pertanyaan perenungan berdasarkan panduan yang terdapat pada lampiran buku guru. Pengayaan Siswa bisa diberikan soal-soal yang memerlukan tingkat analisis. Misalkan, segitiga mempunyai dua sudut yang sama besar. Jika salah satu sudutnya adalah 30º, berapakah besar sudut lainnya? Remedial Siswa yang masih kesulitan mencari sudut yang tidak diketahui pada segitiga diberikan latihan. Kegiatan bisa dilakukan seusai jam belajar. Kegiatan dilakukan sekitar 30 menit–60 menit. Kegiatan dapat dilakukan untuk beberapa siswa sekaligus.Subtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 183 Penilaian 1. Matematika : Segitiga Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Identifikasi. Mengidentifika si besar sudut dari seluruh segitiga yang dieksplorasi. Mengidentifikasi besar sudut dari sebagian besar segitiga yang dieksplorasi. Mengidentifikasi besar sudut dari sebagian segitiga yang dieksplorasi. Mengidentifikasi besar sudut dari sebagian kecil segitiga yang dieksplorasi. Menganalisis • Menghubungkan besar setiap sudut pada segitiga dengan namanya dengan benar. • Menyimpulkan jumlah sudut pada segitiga dengan benar. • Menghubungkan besar setiap sudut pada segitiga dengan namanya dengan benar. • Namun, untuk menyimpulkan jumlah sudut masih kurang tepat. Melakukan dua hal dengan kurang tepat. Belum bisa menganalisis. Komunikasi Mengomunikasikan hasil pekerjaan dengan logis, sistematis, dan menggunakan kalimat matematika dengan benar. Mengomunikasikan hasil pekerjaan dengan logis dan menggunakan kalimat matematika dengan benar, namun kurang sistematis. Mengomunikasikan hasil pekerjaan dengan logis, namun kurang sistematis atau menggunakan kalimat matematika yang tidak tepat. Masih membutuhkan bimbingan saat mengomunikasikan hasil. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1.184 Buku Guru SD/MI Kelas IV 2. PPKn: Refleksi Kerjasama Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Keberagaman yang ada Menjelaskan 3 keberagaman yang ada. Menjelaskan 2 keberagaman yang ada. Menjelaskan 1 keberagaman yang ada. Belum memenuhi kriteria yang diharapkan. Hal baik Menuliskan 3 sikap (baik atau perlu diperbaiki) yang ditunjukkan dilengkapi alasan. Menuliskan 2 sikap (baik atau perlu diperbaiki) yang ditunjukkan dilengkapi alasan. Menuliskan 1 sikap (baik atau perlu diperbaiki) yang ditunjukkan dilengkapi alasan. Belum memenuhi kriteria yang diharapkan. Manfaat Menjelaskan 3 manfaat yang didapat dari kerja sama. Menjelaskan 2 manfaat yang didapat dari kerja sama. Menjelaskan 1 manfaat yang didapat dari kerja sama. Belum memenuhi kriteria yang diharapkan. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1. 3. Bahasa Indonesia: Gagasan pokok dan pendukung dari teks lisan Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Mengidentifikasi gagasan pokok Menjelaskan 3 keberagaman yang ada. Menjelaskan 2 keberagaman yang ada. Menjelaskan 1 keberagaman yang ada. Belum memenuhi kriteria yang diharapkan. Mengidentifikasi Gagasan Pendukung Mengidentifikasi gagasan pendukung dari 4 paragraf dengan benar. Mengidentifikasi gagasan pendukung dari 3 paragraf dengan benar. Mengidentifikasi gagasan pendukung dari 2 paragraf dengan benar. Mengidentifikasi gagasan pendukung dari 1 paragraf dengan benar. Mengkomunikasikan Menuliskan secara sistematis, mudah dipahami, menggunakan bahasa baku. Memenuhi 2 dari 3 kriteria yang diharapkan. Memenuhi 1 dari 3 kriteria yang diharapkan. Belum memenuhi kriteria yang diharapkan. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1.Subtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 185 4. Diskusi: Membahas cerita Ibu Mimin Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Mendengarkan Selalu mendengarkan teman yang sedang berbicara Mendengarkan teman yang berbicara namun sesekali masih perlu diingatkan. Masih perlu diingatkan untuk mendengarkan teman yang sedang berbicara. Sering diingatkan untuk mendengarkan teman yang sedang berbicara namun tidak mengindahkan Komunikasi non verbal (kontak mata, bahasa tubuh, postur, ekspresi wajah, suara) Merespon dan menerapkan komunikasi non verbal dengan tepat. Merespon dengan tepat terhadap komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman. Sering merespon kurang tepat terhadap komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman. Membutuhkan bantuan dalam memahami bentuk komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman. Partisipasi (menyampaikan ide, perasaan, pikiran) Isi pembicaraan menginspirasi teman. Selalu mendukung dan memimpin lainnya saat diskusi. Berbicara dan menerangkan secara rinci, merespon sesuai dengan topik. Berbicara dan menerangkan secara rinci, namun terkadang merespon kurang sesuai dengan topik. Jarang berbicara selama proses diskusi berlangsung. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1. 5. Catatan Anekdot untuk mencatat sikap (santun dan peduli). (Contoh terlampir di lampiran pada Buku Guru). Tua Siswa diminta menceritakan pengalaman kerjasama yang sudah dilakukan di sekolah. Siswa meminta pendapat orangtuanya mengenai sikapnya.186 Buku Guru SD/MI Kelas IV Pemetaan Kompetensi Dasar dalam Pembelajaran Pembelajaran 5 Matematika Kompetensi Dasar 3.12 Menjelaskan dan menentukan ukuran sudut pada bangun datar dalam satuan baku dengan menggunakan busur derajat. 4.12 Mengukur sudut pada bangun datar dalam satuan baku dengan menggunakan busur derajat. SBdP Kompetensi Dasar: 3.3 Memahami dasar-dasar gerak tari daerah. 4.3 Meragakan dasar-dasar gerak tari daerah. IPS Kompetensi Dasar: 3.2 Mengidentifikasi keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang. 4.2 Menyajikan hasil identifikasi mengenai keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang.Subtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 187 Fokus Pembelajaran: SBdP, Matematika, IPS Tujuan Pembelajaran 1. Setelah melalui proses latihan, siswa mampu menjelaskan dasar-dasar gerak tari Bungong Jeumpa dengan benar. 2. Setelah melalui proses latihan, siswa mampu menampilkan serangkaian gerak tari Bungong Jeumpa dengan teknik yang benar. 3. Dengan menggali informasi dari berbagai sumber, siswa mampu menjelaskan keragaman sosial di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia secara tertulis dan lisan. 4. Dengan menggali informasi dari berbagai sumber, siswa mampu menyajikan keragaman sosial di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia secara tertulis dan lisan. 5. Dengan mengamati sudut-sudut yang diketahui besarnya pada segiempat, siswa mampu menentukan ukuran sudut yang tidak diketahui dengan tanpa mengukur. 6. Dengan mengamati sudut-sudut yang diketahui besarnya pada segiempat, siswa mampu menyajikan keterkaitan antarsudut pada bangun segiempat dengan tanpa mengukur. Media, Alat Bantu, dan Sumber Belajar • Lagu Bungong Jeumpa untuk mengiringi tari. • Tangram. • Gambar-gambar bangun segiempat. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Guru menyampaikan kepada siswa bahwa seluruh siswa akan menampilkan tari Bungong Jeumpa secara berkelompok. • Siswa diajak berdiskusi tentang gerakan dasar tari Bungong Jeumpa untuk mengingatkan mereka tentang keterampilan yang telah mereka pelajari sebelumnya. • Siswa menuliskan hasil diskusi.188 Buku Guru SD/MI Kelas IV Guru menjelaskan kriteria penilaian untuk penampilan tari Bungong Jeumpa kepada seluruh siswa. • Siswa dapat mengajukan pertanyaan kepada guru jika ada hal yang masih belum dipahami. Ketika kelompok lain tampil, guru memberi tugas kepada siswa untuk membuat catatan sebagai bentuk apresiasi menggunakan tabel seperti yang terdapat dalam buku siswa. Apresiasi seni adalah merupakan suatu penilaian terhadap suatu karya seni, mulai dari mengenali, menilai, dan menghargai makna atau nilai-nilai yang terkandung dalam karya seni tersebut. • Siswa memilih salah satu kelompok. Siswa menulis apresiasi atas penampilan tari dari kelompok tersebut dengan menjawab pertanyaan berikut yang terdapat dalam buku siswa. Guru menilai keterampilan tari dengan rubrik. Guru menyampaikan kepada siswa bahwa mereka telah mengenal tentang keragaman sosial dan budaya pada pelajaran sebelumnya. Guru menjelaskan kepada siswa bahwa setiap siswa mendapat tugas menulis tentang keragaman sosial yang ada di provinsi masing-masing. • Sebelum menulis, siswa diminta melakukan wawancara kepada masyarakat sekitar (teman, guru, dan orang tua). 164 Buku Siswa SD/MI Kelas IV Kamu telah belajar dan berlatih melakukan tari Bungong Jeumpa dari Aceh. Sekarang, kamu akan menampilkan tari tersebut secara berkelompok. Sebelum kamu melakukan penampilan tari Bungong Jeumpa, diskusikan secara berkelompok keterampilan yang harus dilakukan ketika menari. Tuliskan hasil diskusi pada kolom berikut!Subtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 189 • Siswa juga diminta melengkapi hasil wawancara mereka dengan berbagai sumber bacaan, seperti buku perpustakaan, surat kabar, atau berbagai sumber dari internet. • Siswa diminta menuliskan informasi yang mereka peroleh secara terperinci. Guru menilai tulisan siswa tentang keragaman sosial di wilayah provinsi masing-masing menggunakan rubrik. Setelah siswa menyampaikan hasil tulisan mereka tentang keragaman sosial di wilayah tempat tinggal mereka, guru mengajukan pertanyaan berikut: • Apakah kamu masih ingat bangun apa saja yang terdapat pada tangram yang telah kamu buat? • Apakah terdapat bangun segiempat? • Siswa diajak memperhatikan kembali tangram yang telah mereka buat. • Siswa diminta mencermati bangun segiempat yang terdapat pada tangram tersebut. Guru mengajukan pertanyaan berikut: - Apakah kamu dapat memperkirakan besar sudut pada segiempat tersebut? • Siswa diminta mendiskusikan dengan teman satu kelompok. • Siswa diminta mengamati gambar segiempat yang terdapat dalam buku siswa, seperti yang di bawah ini. M190 Buku Guru SD/MI Kelas IV Berdasarkan gambar di atas, guru mengajukan pertanyaan berikut. • Apakah kamu dapat menemukan besar sudut yang belum diketahui dari segiempat di atas tanpa mengukur menggunakan busur? • Siswa diminta memberikan penjelasan atas jawaban yang mereka berikan. • Siswa diminta menyimpulkan hubungan antarsudut pada bangun segiempat? • Siswa mengomunikasikan kesimpulan mereka kepada teman yang berada di satu meja secara berpasangan. Menyajikan hasil analisis hubungan antarsudut pada bangun segiempat dinilai dengan rubrik. • Siswa melakukan perenungan dengan menjawab pertanyaan yang terdapat dalam buku siswa. • Guru dapat menambahkan pertanyaan perenungan berdasarkan panduan yang terdapat pada lampiran di buku guru. Pengayaan Siswa dapat bereksplorasi dengan berbagai bangun segiempat untuk melihat hubungan antarsudut dengan menentukan besar sudut tanpa mengukur (dari beberapa besar sudut yang sudah diketahui). Remedial Siswa yang belum mampu menganalisis hubungan antarsudut pada bangun segiempat, dapat diberikan benda konkret, dimana 3 dari 4 sudut diketahui besarnya dan siswa harus berlatih mencari besar satu sudut yang belum diketahui dengan tanpa mengukur menggunakan busur derajat.Subtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 191 Penilaian 1. IPS Tulisan dan presentasi tentang keragaman sosial di provinsi masingmasing dinilai dengan rubrik. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Struktur Presentasi Presentasi memuat pembukaan, inti dan penutup serta dikomunikasikan secara runtut. Presentasi memuat pembukaan atau penutup dan inti serta dikomunikasikan secara runtut. Presentasi hanya memuat inti dan disampaikan dengan runtut. Presentasi hanya memiliki pembuka atau penutup saja. Tema Seluruh gagasan pokok dan gagasan pendukung sesuai dengan tema. Sebagian besar gagasan pokok dan gagasan pendukung sesuai dengan tema. Sebagian kecil gagasan pokok dan gagasan pendukung sesuai dengan tema. Gagasan pokok dan gagasan pendukung tidak sesuai tema Fakta Pendukung Seluruh fakta tentang keragaman agama yang terdapat di lingkungan provinsi masingmasing disajikan dengan benar. Sebagian besar fakta tentang keragaman agama yang terdapat di lingkungan provinsi masingmasing disajikan dengan benar. Sebagian kecil fakta tentang keragaman agama yang terdapat di lingkungan provinsi masingmasing disajikan dengan benar. Fakta tentang keragaman agama yang terdapat di lingkungan provinsi masingmasing tidak benar 2. SBdP Penampilan tari dinilai dengan rubrik. 3. Matematika Dinilai dengan penilaian angka (penskoran). 4. Catatan anekdot untuk mencatat sikap (Peduli, Santun) Contoh dapat dilihat pada bagian akhir (lampiran) buku ini. Siswa diminta menyampaikan kepada orang tua mereka tentang tari Bungong Jeumpa yang telah mereka tampilkan. Orang tua menuliskan pendapat mereka tentang cerita siswa. Siswa diminta menyampaikan hasilnya kepada guru. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1192 Buku Guru SD/MI Kelas IV Pemetaan Kompetensi Dasar dalam Pembelajaran 3.1 Mencermati gagasan pokok dan gagasan pendukung yang diperoleh dari teks lisan, tulis, atau visual. 4.1 Menata informasi yang didapat dari teks berdasarkan keterhubungan antargagasan ke dalam kerangka tulisan. 3.4 Mengidentifikasi berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. 4.4 Menyajikan berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. 3.3 Memahami variasi gerak dasar jalan, lari, lompat, dan lempar melalui permainan/olahraga yang dimodifikasi dan atau olahraga tradisional. 4.3 Mempraktikkan variasi pola dasar jalan, lari, lompat, dan lempar melalui permainan/olahraga yang dimodifikasi dan atau olahraga tradisional. PJOK PPKn Bahasa Indonesia Pembelajaran 6Subtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 193 Fokus Pembelajaran: Bahasa Indonesia, PPKn, dan PJOK Tujuan Pembelajaran 1. Setelah berdiskusi dan mengamati peragaan dari guru, siswa mampu menjelaskan prosedur variasi pola gerak dasar jalan, lari, lompat melalui permainan engklek dengan teknik yang benar. 2. Setelah berdiskusi dan mengamati peragaan dari guru, siswa mampu mempraktikkan variasi pola gerak dasar jalan, lari, lompat melalui permainan engklek dengan teknik yang benar. 3. Setelah bermain engklek, siswa mampu menjelaskan sikap kerja sama antarindividu yang berbeda dalam permainan engklek. 4. Setelah bermain engklek, siswa mampu menceritakan sikap kerja sama antarindividu yang berbeda dalam permainan engklek. 5. Dengan mendengarkan teks lisan dengan judul “Wedang Jahe” yang dibacakan guru, siswa mampu membuat ringkasan yang berisikan inti dari cerita. 6. Dengan membaca teks tentang persahabatan, Udin, Edo, dan Beni, siswa mampu menjelaskan kegiatan yang mencerminkan sikap kerja sama dalam keberagaman agama. Media, Alat Bantu, dan Sumber Belajar • 3 Jenis pola engklek (pesawat, gunungan, kitiran/baling-baling). • Gacuk. • Teks Wedang Jahe. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran • Siswa membaca teks tentang permainan englek yang terdapat dalam buku siswa. • Guru menyampaikan bahwa sebelumnya kamu telah belajar bagaimana bermain engklek. • Guru mengajukan pertanyaan. - Apa saja keterampilan dasar yang diperlukan dalam permainan engklek? 170 Buku Siswa SD/MI Kelas IV 6 Sebelumnya kamu telah mengenal dan berlatih bagaimana melakukan permainan Engklek. Ayo, kita mengenal dan berlatih permainan tersebut lebih lanjut. Permainan tradisional merupakan salah satu bentuk keragaman budaya yang ada di Indonesia. Sebelumnya, kamu telah mengenal dan mempelajari permainan tradisional tersebut. Apakah kamu masih ingat cara memainkannya? Ceritakan apa yang kamu ketahui kepada teman satu kelompok. TAHUKAH KAMU? • Permainan tradisional Engklek dapat dimainkan dengan beberapa cara yang berbeda? Permainan tradisional Engklek dikenal juga dengan istilah Angklek atau Ingkling. Permainan Engklek merupakan permainan berjalan atau melompat dengan menggunakan satu kaki pada bidang datar dengan peraturan yang disederhanakan dan disepakati oleh para pemainnya. • Permainan tradisional ini memiliki banyak variasi tergantung kesepakatan yang memainkannya. • Berdasarkan penelitian, ditemukan 43 jenis permainan Engklek, namanya pun berbeda-beda di tiap daerah. Istilah Engklek yang biasa digunakan di daerah Jawa. Pola petak Engklek ada 11 macam. Yang biasa digunakan di Jawa jenis Engklek Ebrek dan Engklek Gunungan. Bagaimana di tempat tinggalmu? Apakah kamu juga menemukan permainan194 Buku Guru SD/MI Kelas IV Guru menyampaikan bahwa salah satu alat yang digunakan dalam permainan engklek adalah gacuk. Gacuk tersebut biasanya dilemparkan ke kotak-kotak tertentu pada pola sesuai aturan bermain. Guru menambahkan bahwa pada permainan kali ini, siswa akan mempraktikkan memindahkan gacuk dengan menendang. Guru menjelaskan dan memperagakan cara memindahkan gacuk dengan menendang menggunakan ujung jari kaki. Guru juga memperkenalkan 3 pola petak engklek yang berbeda-beda seperti gambar yang terdapat dalam buku siswa. • Siswa mempraktikkan permainan englek secara berkelompok. Gerak dasar dalam permainan engklek dinilai dengan rubrik. • Setelah selesai bermain engklek, siswa diminta menulis pengalaman mereka bermain engklek bersama teman-teman yang berbeda. • Siswa menjawab pertanyaan berikut yang terdapat dalam buku siswa. • Siswa mendiskusikan pentingnya kerja sama dalam permainan engklek. Guru mengarahkan siswa mendiskusikan tentang kerja sama antarindividu yang berbeda dalam permaianan engklek. Cerita siswa tentang bekerja sama dengan teman yang berbedabeda dinilai dengan penilaian diri dalam bentuk daftar periksa.Subtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 195 Guru membacakan cerita yang berjudul “Wedang Jahe”. Wedang Jahe Buatan Ibu Siang ini hujan turun deras sekali. Udin berjalan kaki pulang dari sekolah. Udin tidak membawa payung, sehingga tubuhnya basah kuyup. Sampai di rumah Udin segera mengganti pakaiannya. Ibu memasakkan air hangat untuk membasuh badan. Setelah makan siang, Udin mulai merasa kurang sehat. Udin kedinginan. Ibu melihat Udin yang mulai terbaring lemas. Wah, besok ada ulangan matematika. Malam ini Udin harus belajar. Ibu tahu apa yang harus dilakukan agar Udin segera pulih. Ibu membuat Wedang Jahe untuk Udin. Wedang Jahe artinya minuman yang terbuat dari jahe, yaitu minuman khas Jawa Tengah yang memberikan rasa hangat bagi tubuh. Bahan-bahan Wedang Jahe adalah jahe dan gula pasir atau gula merah. Bisa juga ditambahkan kayu manis dan serai untuk menambahkan rasa dan aroma. Semua bahan direbus hingga mendidih dan harum. Untuk meredakan gejala kurang sehat, Wedang Jahe sebaiknya diminum segera setelah mendidih. Ibu sering membuat Wedang Jahe untuk Udin dan keluarganya. Ketika ada acara di kampung pun Ibu selalu menyajikan Wedang Jahe buatannya. Tidak sampai satu jam, Wedang Jahe buatan ibu sudah siap. Ibu membawakan segelas ke kamar Udin. Hmm..hangat. Rasa dingin dari tubuh Udin perlahan hilang. Malam itu Udin pun bisa melanjutkan belajar matematika untuk menghadapi ulangan besok. Minuman tradisional Indonesia memang mengagumkan. Enak dan sehat bagi tubuh. • Siswa menyimak cerita yang disampaikan guru secara lisan. • Siswa diminta membuat catatan tentang gagasan pokok dan gagasan pendukung dari cerita tersebut. • Siswa diminta menuliskan gagasan pokok dan gagasan pendukung beserta ringkasan pada diagram yang terdapat di dalam buku siswa, seperti bagan berikut.196 Buku Guru SD/MI Kelas IV Ringkasan Membuat ringkasan berdasarkan teks lisan dinilai dengan rubrik. Guru menyampaikan bahwa Tuhan Yang Maha Esa menganugerahi kita keragaman, mulai dari keragaman suku, agama, sosial dan budaya, hingga makanan tradisional. Keragaman tersebut perlu kita hargai dan syukuri. Selalu menunjukkan sikap yang santun dan peduli kepada orang yang memiliki latar belakang yang berbeda dengan kita adalah merupakan hal terpuji. • Siswa menjawab pertanyaan yang terdapat dalam buku siswa.Subtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 197 • Siswa melakukan perenungan dengan menjawab pertanyaan yang terdapat dalam buku siswa. • Guru dapat menambahkan pertanyaan perenungan berdasarkan panduan yang terdapat pada lampiran di buku guru. Pengayaan Siswa bisa berbagi cerita lebih banyak lagi tentang pengalaman mereka bekerja sama dengan individu yang berbeda di lingkungan rumah dan lingkungan sekolah. Remedial Siswa yang belum mampu meringkas teks lisan dengan baik dapat diberikan beberapa bahan bacaan tambahan yang lebih sederhana dan dengan panduan guru, siswa mengikuti langkah-langkah dalam membuat ringkasan. Penilaian 1. Bahasa Indonesia Membuat ringkasan berdasarkan teks lisan dinilai dengan rubrik. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Gagasan Pokok Seluruh gagasan pokok ditulis dengan tepat untuk setiap paragraf. Sebagian besar gagasan pokok ditulis dengan tepat untuk setiap paragraf. Sebagian kecil gagasan pokok ditulis dengan tepat untuk setiap paragraf. Seluruh gagasan pokok tidak ditulis dengan tepat untuk setiap paragraf. Gagasan Pendukung Seluruh gagasan pendukung ditulis dengan tepat untuk setiap paragraf. Sebagian besar gagasan pendukung ditulis dengan tepat untuk setiap paragraf. Sebagian kecil gagasan pokok ditulis dengan tepat untuk setiap paragraf. Seluruh gagasan pendukung tidak ditulis dengan tepat untuk setiap paragraf. Ringkasan Seluruh kalimat dalam ringkasan merupakan inti dari cerita. Sebagian besar kalimat dalam ringkasan merupakan inti dari cerita. Sebagian kecil kalimat dalam ringkasan merupakan inti dari cerita. Seluruh kalimat dalam ringkasan tidak mencerminkan inti dari cerita.198 Buku Guru SD/MI Kelas IV Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1. 2. PPKn Cerita tentang pengalaman bekerja sama dengan individu yang berbedabeda dinilai dengan penilaian diri dalam bentuk daftar periksa. No. Kriteria Ya Tidak Contoh Sikap 1. Saya dapat bekerja sama dengan baik dengan teman-teman yang berbeda pada saat permainan engklek. 2. Saya dapat menghargai teman-teman yang berbeda selama bermain dengan mengucapkan kata-kata yang baik. 3. Saya bersikap santun dan peduli kepada teman-teman saat bermain.Subtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 199 3. PJOK Keterampilan jalan dalam permainan engklek dinilai dengan rubrik. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Aturan main Engklek, serta manfaatnya. (KD 3.1) Mampu menjelaskan aturan main Engklek dan manfaatnya dalam meningkatkan keterampilan gerak dasar lokomotor Lompat dengan jelas dan benar. Mampu menjelaskan aturan main Engklek dan manfaatnya dalam meningkatkan keterampilan gerak dasar lokomotor Lompat dengan cukup jelas dan benar. Mampu menjelaskan aturan main Engklek dan manfaatnya dalam meningkatkan keterampilan gerak dasar lokomotor Lompat namun kurang jelas.  Belum mampu menjelaskan aturan main Engklek dan manfaatnya dalam meningkatkan keterampilan gerak dasar lokomotor Lompat. Gerak lokomotor (lompat) dalam permainan Engklek Variasi pola gerak nonlokomotor saat pemanasan (KD 4,1) Mampu mempraktikan gerak dasar lokomotor Lompat dengan benar dan konsisten. Mampu mempraktikkan variasi gerak nonlokomotor saat pemanasan dengan benar. Mempraktikan gerak dasar lokomotor Lompat dengan tumpuan satu kaki cukup konsisten. Mampu mempraktikkan sebagian besar variasi gerak nonlokomotor saat pemanasan dengan benar.  Mempraktikan gerak dasar lokomotor Lompat dengan satu kaki tampak masih belum seimbang. Mampu mempraktikkan sebagian kecil variasi gerak nonlokomotor saat pemanasan dengan benar Belum mampu mempraktikan gerak dasar lokomotor Lompat. Belum mampu mempraktikkan variasi gerak nonlokomotor saat pemanasan. Kerja Sama dan Saling Menghargai Menunjukkan sikap kerjasama dan saling menghargai selama permainan secara konsisten.  Menunjukkan sikap kerjasama dan saling menghargai selama permainan namun belum konsisten. Perlu motivasi untuk dapat bekerjasama dan saling menghargai selama permainan. Belum dapat menunjukkan sikap kerjasama dan saling menghargai selama permainan meski telah dimotivasi. 4. Catatan anekdot untuk mencatat sikap (Peduli, Santun) Contoh dapat dilihat pada bagian akhir (lampiran) buku ini.200 Buku Guru SD/MI Kelas IV Siswa diminta menyampaikan hasil refleksi mereka selama belajar satu pekan ini kepada orang tua mereka di rumah. Siswa diminta menyampaikan bagaimana perasaan mereka saat belajar, apa yang sudah mereka pelajari, dan kegiatan apa saja yang sangat bermanfaat dan sangat menarik bagi mereka. Orang tua menulis pendapat mereka tentang cerita siswa. Siswa menyampaikan hasilnya kepada guru.Subtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 201 Kunci Jawaban Evaluasi 1. Ukur masing-masing sudut pada bangun berikut menggunakan busur. Catat hasilnya pada tabel. A. C. D. B. a k g h l e f d q m n p b c Gambar Sudut Besar Sudut A a 70° b 45° c 65° B d 110° e 23° f 47° C g 45° h 135° j 45° k 135° D m 115° n 65° p 90° q 90°202 Buku Guru SD/MI Kelas IV 2. Tentukan besar masing-masing sudut dari bangun berikut tanpa mengukur. Besar sudut C adalah 180° – 80° – 65° = 35° Besar sudut C adalah 180° – 110° – 37° = 33° Besar sudut C adalah 360° – 70° – 70° = 105° Besar sudut C adalah 360° – 120° – 86° – 120° = 34° 3. Tulislah 3 sifat bunyi yang kamu ketahui. 1. Bunyi merambat melalui benda padat, cair, dan gas 2. Bunyi dapat dipadukan 3. Bunyi dapat dipantulkan 4. Bunyi dapat diserapSubtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 203 4. Jelaskan proses terjadinya bunyi. Bunyi berasal dari benda yang bergetar. Getaran dari suatu benda akan mengakibatkan udara di sekitarnya bergetar. Getaran tersebut menimbulkan gelombang bunyi di udara. Benda-benda yang bergetar dan menghasilkan bunyi. 5. Apakah yang dimaksud dengan bunyi pantul? Bagaimana proses terjadinya? Jelaskan. Bunyi pantul adalah bunyi yang terdengar kembali kepada sumber bunyi berasal. Bunyi pantul terjadi jika dalam perambatannya dihalangi oleh benda yang permukaannya keras seperti kayu, kaca, dinding, atau besi. 6. Bagaimana caramu membuat ringkasan dengan baik berdasarkan teks lisan? Jelaskan. Mendengarkan teks dengan seksama. Menuliskan gagasan pokok dan gagasan pendukung. Mengetahui kesan umum dari teks. Menuliskan kalimat baru berdasarkan kesan umum dan gagasan pokok. 7. Apa persamaan dan perbedaan dalam membuat ringkasan teks tertulis dan teks lisan. Jelaskan. Membaca teks dengan seksama sekali atau dua kali. Mendengarkan teks yang dibacakan dengan seksama. Menuliskan gagasan pokok dan gagasan pendukung. Mengetahui kesan umum dari teks. Menuliskan kalimat baru berdasarkan kesan umum dan gagasan pokok. Teks Tertulis Teks Lisan204 Buku Guru SD/MI Kelas IV 8. Sebutkan contoh-contoh keberagaman yang telah kamu pelajari. Keberagaman suku bangsa seperti Jawa, Sunda, Minangkabau, Bali, Ambon, dsb. Keberagaman bahasa seperti bahasa Aceh, bahasa Betawi, bahasa Jawa, dll. Keberagaman agama seperti Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Konghuchu, dll. 9. Apa sikap yang perlu kamu terapkan ketika bekerja sama dengan temanteman yang berbeda? Jelaskan. Kita harus saling menghargai walaupun memiliki perbedaan. Selain itu, kita sebaiknya mementingkan kepentingan umum dan tidak memaksakan kehendak sehingga kekompakan dan persatuan tetap terjaga. 10.Bagaimana kamu mensyukuri keberagaman yang ada di sekitarmu? Kita dapat mensyukuri keberagaman dengan saling menghargai dan menjadikan perbedaan itu sebagai hal yang saling melengkapi dan pemersatu.Tema 1: Indahnya Kebersamaan 205 Bahan Bacaan Untuk Guru Makanan Khas Makanan khas tradisional merupakan salah satu kekayaan dari Budaya Indonesia yang disuguhkan oleh berbagai daerah yang ada di Indonesia. Beragam bahan, bentuk, cara penyajian dan cara pembuatannya disuguhkan dalam makanan khas ini. A. Lempah Kuning Lempah kuning merupakan makanan ciri khas daerah Pangkal Pinang. Bahan utama dalam masakan lempah kuning ini adalah ikan. Makanan yang sering disertakan dalam berbagai upacara adat ini merupakan makanan utama. Sepintu sedulang yang berarti segala sesuatu dikerjakan secara bersamasama merupakan tradisi masyarakat Pangkal Pinang di mana lempah kuning merupakan lauk pauk utama yang dimasak dan dimakan secara bersamasama. B. Ketan Uli Ketan uli merupakan makanan khas bagi masyarakat Betawi yang dibuat dari beras ketan. Makna dalam pembuatan ketan uli ini melambangkan kekeluargaan atau silaturahmi yang terjaga antara keluarga. Kebersamaan yang terlihat dalam proses pembuatan makanan khas ini adalah adanya pemisahan tugas dalam cara pembuatannya. Di sini para pria bertugas untuk menumbuk beras ketannya, sedangkan wanita melakukan tugas memasak ketan ulinya. Bahanbahan pokok dari pembuatan ketan uli ini pun adalah memakai bahan lokal. Pengolahan yang baik menghasilkan makanan yang bercita rasa tinggi. C. Seruit Seruit merupakan makanan khas Lampung yang bahan utamanya adalah ikan dengan sambel terasi. Masakan yang berbahan lokal dan bergizi tinggi Gambar: Lempah kuning Sumber : www.visitbangkabelitung.com Gambar: Ketan uli makanan khas betawi Sumber: www.kulinernusantara.net206 Buku Guru SD/MI Kelas IV ini harus tetap dipertahankan. Lampung dikenal menghasilkan berbagai tumbuhan yang cocok untuk lalapan menjadikan seruit ini menjadi lebih bervariasi. Masyarakat Lampung yang dikenal dengan senang berkumpul untuk silaturahmi memerlukan makanan yang bisa dinikmati secara bersamasama. Seruit inilah yang dijadikan makanan untuk disantap secara bersama-sama atau lebih dikenal dengan tradisi nyeruwit. Tradisi nyeruwit ini terus berlangsung secara turun temurun dan menjadi budaya makan bagi masyarakat Lampung. D. Tumpeng Tumpeng merupakan cara penyajian nasi beserta lauk pauknya berbentuk kerucut dan sering ditemukan saat upacara keagamaan atau upacara tradisional ataupun selamatan lainnya. Lauk pauk yang berjumlah tujuh macam melambangkan tujuh pertolongan. Tumpeng ini bertujuan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan secara bersama-sama. Tumpeng berwarna kuning mempunyai arti kekayaan dan moral yang luhur. Sedangkan tumpeng putih dalam adat jawa melambangkan kesucian dan biasanya disajikan dalam upacara sakral. Grebeg maulid Nabi sebagai tradisi kraton Solo yang mengusung empat tumpeng raksasa setinggi tiga meter dinanti-nanti oleh ribuan warga yang ingin berebut isi dari tumpeng raksasa tersebut. E. Ketupat Ketupat merupakan makanan khas Indonesia terbuat dari nasi yang dibungkus oleh janur dan berbentuk jajaran genjang. Ketupat ini sering disajikan pada saat hari raya keagamaan. Tradisi ketupat lebaran mempunyai arti mengakui kesalahan. Di daerah Bali, ketupat ini dipersembahkan sebagai sesajen dalam upacara. Gambar: makanan khas Lampung “Seruit” Sumber: www.zablog-ulunlampung.blogspot. com Gambar: Tumpeng Sumber: www.griyacerita.wordpress.comTema 1: Indahnya Kebersamaan 207 Pembuatan cangkang ketupat ini diawali oleh pengambilan janur dan setelah itu baru dibentuk seperti jajaran genjang. Proses dari mulai pengambilan bahan untuk cangkang ketupat sampai menjadi hidangan melibatkan kerjasama dan kebersamaan dalam pembuatannya. Di Bantul, Yogyakarta terdapat sebuah tradisi grebeg ketupat. Sebuah tradisi tahunan setelah Idul Fitri bertujuan untuk meningkatkan keimanan serta menjaga identitas bangsa melalui sebuah budaya. Grebeg Ketupat yang melibatkan banyak orang menjadi bentuk rasa syukur masyarakat Bantul. Gambar: makanan khas Lampung “Seruit” Sumber: www.zablog-ulunlampung.blogspot.com208 Buku Guru SD/MI Kelas IV Alternatif Kegiatan Pembelajaran 1. Taksiran dari 634 + 489 kira-kira .... a. 900 b. 1.000 c. 1.100 d. 1.200 Jawaban: Taksiran dari 634 + 489 kira-kira 600 + 500 = 1.100. 2. Hasil perkalian 23 dan 76 jika dibulatkan ke ribuan terdekat menjadi .... a. 1.000 b. 2.000 c. 3.000 d. 4.000 Jawaban: 23 x 76 = 1.748. Jika dibulatkan ke ribuan terdekat menjadi 2.000. 3. 25.678 + 1.256 = .... Taksiran dalam ratusan terdekat dari operasi hitung di atas adalah .... a. 26.800 b. 27.800 c. 26.000 d. 27.000 Jawaban: Taksiran ke ratusan terdekat dari 25.678 + 1.256 adalah 25.700 + 1.300 = 27.000. 4. Hasil pengurangan dari 1.576 dari 5.344 jika dibulatkan ke ratusan terdekat menjadi .... a. 3.700 b. 3.800 c. 3.000 d. 4.000 Jawaban: 5.342 - 1.578 = 3.768 jika dibulatkan ke ratusan terdekat menjadi 3.800. 5. Taksiran dari 583 : 34 kira-kira .... a. 10 b. 20 c. 30 d. 40 Jawaban: Taksiran dari 583 : 34 kira-kira 600 : 30 = 20.Tema 1: Indahnya Kebersamaan 209 6. Hasil penjumlahan 579 dan 188 jika dibulatkan ke puluhan terdekat menjadi .... a. 800 b. 700 c. 760 d. 770 Jawaban: 579 + 188 = 767 jika dibulatkan ke puluhan terdekat menjadi 770. 7. Bibi Siti berbelanja buku seharga Rp145.650,00 dan majalah seharga Rp134.750,00. Taksiran jumlah belanja bibi Siti dalam ribuan terdekat adalah .... a. Rp280.400,00 b. Rp281.000,00 c. Rp279.000,00 d. Rp280.000,00 Jawaban: Jumlah harga belanjaan bibi Siti = Rp145.650,00 + Rp134.750,00 Taksiran ke ribuan terdekat dari Rp146.000,00 + Rp135.000,00 = Rp281.000,00 8. 65.345 - 4.896 = .... Taksiran dalam ribuan terdekat dari operasi hitung di atas adalah .... a. 61.000 b. 60.000 c. 51.000 d. 50.000 Jawaban: Taksiran ke ribuan terdekat dari 65.345 - 4.896 adalah 65.000 - 5.000 = 60.000. 9. Pembulatan dalam ribuan terdekat dari bilangan 287.687 adalah .... a. 287.600 b. 287.700 c. 288.000 d. 287.000 Jawaban: Pada bilangan 287.687, angka ratusannya 6. 6 > 5, maka 6 dibulatkan menjadi 1 ribuan. Jadi, 287.687 dibulatkan dalam ribuan terdekat menjadi 288.000.210 Buku Guru SD/MI Kelas IV 10. Hasil dari operasi 447 : 52 x 279 jika ditaksir dalam puluhan terdekat adalah .... a. 2.500 b. 2.510 c. 2.520 d. 2.530 Jawaban: Taksiran ke puluhan terdekat dari 447 : 52 x 279 adalah 450 : 50 x 280 = (450 : 50) x 280 = 2.520. Soal Isian 1. Hasil taksiran dari 725 + 612 kira-kira .... Jawaban: 725 + 612 = 700 + 600 = 1.300 2. Hasil taksiran 427 - 187 kira-kira .... Jawaban: 427 - 187 = 400 - 200 = 200 3. Hasil taksiran 5.435 : 613 kira-kira .... Jawaban: 5.435 : 613= 5.400 : 600 = 9 4. Hasil taksiran 62 + 48 kira-kira .... Jawaban: 62 + 48 = 60 + 50 = 110 5. Hasil taksiran dari 48 x 82 kira-kira .... Jawaban: 48 x 82 = 50 x 80 = 4.000 6. Hasil taksiran dari 82 + 73 kira-kira .... Jawaban: 82 + 73 = 80 + 70 = 150 7. Hasil taksiran 79 x 32 kira-kira .... Jawaban: 79 x 32 = 80 x 30 =2.400 8. Hasil taksiran dari 575 - 286 kira-kira .... Jawaban: 575 - 286 = 600-300= 300 9. Hasil taksiran dari 58x 48 kira-kira .... Jawaban: 58 x 48 = 60 x 50 =3.000 10. Taksiran dari 1.274 + 655 adalah .... Jawaban: 1.274 + 655 = 1.300 + 700 = 2.000 Soal Uraian 1. Udin membeli 7 kotak kue moci. Setiap kotak berisi 28 kue. Berapa kirakira banyak kue yang dibeli oleh Udin? Jawaban: 7 x 28 kira-kira 10 x 30 = 300 2. Taksirlah hasil operasi hitung berikut dalam puluhan terdekat. a. 28 x 33 kira-kira .... b. 47 x36 kira-kira ....Tema 1: Indahnya Kebersamaan 211 c. 19 x 24 kira-kira .... Jawaban: a. 28 x 33 kira-kira 30 x 30 = 900 b. 47 x 36 kira-kira 50 x 40 = 2.000 c. 19 x 24 kira-kira 20 x 20 = 400 3. Sebuah pabrik tahu selama 7 hari menjual 723 tahu. Berapa kira-kira banyak tahu yang dibuat dalam satu hari? Jawaban: 723 : 7 kira-kira 700 : 10 = 70 4. Berikut daftar harga barang di sebuah toko pakaian. Nama Barang Harga Barang Kemeja Rp98.500,00 Celana Rp124.800,00 Rok Rp148.300,00 Sepatu Rp87.700,00 a. Tentukan taksiran harga masing-masing barang ke ribuan terdekat. b. Ibu Lani berbelanja 2 buah kemeja, 1 buah celana, 2 buah rok, dan 1 pasang sepatu. Berapa kira-kira jumlah harga barang yang ibu Lani beli? Jawaban: a. Taksiran harga: Kemeja = Rp100.000,00, Celana = Rp125.000,00, Rok = Rp150.000,00, Sepatu = Rp90.000,00. b. Jumlah harga barang belanjaan = (2 x Rp100.000,00) + Rp125.000,00 + (2 x Rp150.000,00) + Rp90.000,00 = Rp200.000,00 + Rp125.000,00 + Rp300.000,00 + Rp90.000,00 = Rp715.000,00. 5. Sumbangan siswa kelas IV yang berhasil dikumpulkan sebanyak Rp78.500,00. Jika banyak siswa kelas IV 39 anak, berapa kira-kira sumbangan yang diberikan oleh setiap anak? Jawaban: Rp78.500,00 : 39 kira-kira Rp80.000,00 : 40 = Rp2.000,00212 Buku Guru SD/MI Kelas IV Proyek Kelas Berbagai kegiatan pada subtema 4 dirancang sebagai aplikasi dari keterpaduan gagasan pada subtema 1-3. Berbeda dengan subtema 1-3, kegiatan di sini diarahkan untuk mengasah daya nalar dan berpikir tingkat tinggi. Rancangan kegiatan merupakan kegiatan-kegiatan besar yang membuka kesempatan bertanya dan menggali informasi yang dekat dengan keseharian siswa. Guru sebaiknya membaca seluruh pembelajaran terlebih dahulu. Perhatikan kebutuhan alat dan bahan. Mengamati dan Mendeskripsikan • Siswa mengamati secara cermat salah satu aspek dari tema Indahnya Kebersamaan. • Siswa boleh mengamati benda atau peristiwa yang ada kaitannya dengan tema tersebut. Pada pembelajaran 1 ini, siswa diarahkan untuk mengamati pakaian adat setempat. Langkah pertama, siswa mengumpulkan fakta-fakta, antara lain. 1. Terbuat dari apa bahannya? 2. Apa saja hiasan pelengkap dan terbuat dari bahan apa? 3. Berapa luas bahan yang diperlukan untuk membuatnya? 4. Di manakah bahan itu bisa diperoleh? 5. Apakah bahan untuk pakaian anak-anak sama dengan bahan untuk pakaian orang dewasa? 6. Berapa harga satu set pakaian adat tersebut?Tema 1: Indahnya Kebersamaan 213 Siswa mengumpulkan sedikitnya 20 fakta dan mendeskripsikan secara lengkap. Guru mengarahkan kemampuan pengamatan siswa. Semakin lengkap uraian berarti siswa sudah mencapai daya nalar yang cukup baik. Kegiatan dilakukan berkelompok, namun siswa akan membuat laporan individual. Mempertanyakan dan Menganalisis Setelah siswa mendeskripsikan secara lengkap semua fakta-fakta hasil pengamatan pada kegiatan sebelumnya, langkah berikutnya siswa diajak berpikir kritis untuk mempertanyakan fakta-fakta tersebut. Andaikan diketahui suatu fakta bahwa “bahan kain tenun pakaian adat terasa tebal, panas, dan berat saat dikenakan”, siswa dapat mempertanyakan: 1. Bisakah kain tenun yang terasa tebal, panas, dan berat tersebut diganti dengan kain kaos? 2. Seandainya bahannya diganti dengan kain kaos, apakah tampilannya akan sama anggunnya dengan pakaian adat yang asli? Siswa diajak menganalisis. Misalnya, adakah bagian-bagian dari pakaian adat itu yang tidak tepat kalau diganti dengan kain katun? Atau bahan kaos? Dari kegiatan analisis ini, siswa memperoleh gagasan tentang apa yang perlu dikaji lebih jauh. Menggali Informasi Setelah mengidentifikasi hal-hal yang perlu dikaji lebih jauh, siswa menindaklanjuti hal tersebut dengan mengumpulkan informasi yang relevan sebanyak mungkin. Siswa boleh melakukan hal tersebut dengan berbagai macam cara, antara lain: 1. Membaca buku-buku referensi dari perpustakaan, 2. Bertanya atau mewawancarai narasumber atau tokoh adat di lingkungan terdekat, 3. Mengenakan dan mencari tahu lebih jauh tentang pakaian tradisional yang meliputi bahan, corak, warna, aksesoris, cara memakai, keunikan, dan filosofi.214 Buku Guru SD/MI Kelas IV Mengamati dan Mendeskripsikan Setelah mengamati pakaian adat, pada hari kedua ini, siswa diarahkan mengamati hal lain dari tema Indahnya Kebersamaan. Misalnya, makanan tradisional, yang ditinjau dari: 1. bahan, 2. penampilan, 3. rasa, 4. cara memasak, 5. cara penyajian, 6. cara memakan, dan 7. waktu penyajian terkait upacara adat. Mempertanyakan dan Menganalisis Setelah mendeskripsikan secara lengkap semua fakta hasil pengamatan, selanjutnya siswa diajak berpikir kritis untuk mempertanyakan fakta-fakta tersebut. Contoh: 1. Apakah makanan tradisional ini merupakan makanan yang paling enak yang pernah siswa kenal? Apa yang perlu siswa tambahkan agar rasa makanan lebih enak? 2. Apa gagasan yang bisa siswa berikan untuk menyajikan makanan tradisional secara lebih menarik? Menggali Informasi Setelah mengidentifikasi hal-hal yang perlu dikaji lebih jauh, siswa perlu menindaklanjuti hal tersebut dengan mengumpulkan informasi yang relevan sebanyak mungkin. Siswa boleh melakukan itu dengan berbagai macam cara, antara lain: 1. Membaca buku-buku referensi tentang makanan tradisional; 2. Bertanya kepada orang tua, juru masak makanan tradisional, atau narasumber terkait; 3. Membawa dan menata makanan tradisional, menceritakan tentang bahan, cara memakan, cara memasak, keunikan, dan kebanggaan.Tema 1: Indahnya Kebersamaan 215 Mengamati dan Mendeskripsikan Berbeda dengan pembelajaran sebelumnya yang lebih ditekankan pada pengamatan benda (pakaian adat, makanan tradisional), kali ini guru mengajak siswa mengamati proses. Misalnya, tata cara bermain (persiapan, alat atau bahan yang diperlukan, jumlah pemain, dan peraturan). Guru meminta siswa memilih satu jenis permainan tradisional setempat. Siswa diajak ke luar kelas untuk bermain bersama. Usai permainan, siswa kembali ke dalam kelas. Guru meminta siswa berdiskusi dalam kelompok untuk mengumpulkan fakta-fakta, antara lain: 1. Bagaimana persiapan permainan? 2. Apa saja alat yang diperlukan? 3. Bagaimana cara bermain? 4. Tahukah siswa aturan main yang benar? 5. Apakah permainan ini ada kemiripan dengan permainan lain yang siswa ketahui? 6. Apakah siswa bisa membuat model atau aturan bermain baru yang lebih menantang? Mempertanyakan dan Menganalisis Setelah melakukan permainan, siswa berdiskusi dengan teman dan diajak berpikir kritis untuk mempertanyakan fakta-fakta tersebut. Siswa diajak mengkritisi permainan tradisional yang telah mereka mainkan dengan pertanyaan pemantik berikut. Contoh: 1. Menurut siswa, apakah permainan ini cukup seru? Jelaskan. 2. Bagian mana dari permainan tersebut yang menyulitkan siswa? 3. Apa usulmu agar permainan tradisional ini lebih menarik? Menggali Informasi Setelah mengidentifikasi hal-hal yang perlu dikaji lebih jauh tentang permainan tradisional, siswa perlu menindaklanjuti hal tersebut dengan mengumpulkan informasi yang relevan sebanyak mungkin. Siswa boleh melakukan itu dengan berbagai macam cara, antara lain: 1. Membaca buku-buku referensi tentang permainan tradisional, 2. Bertanya kepada orang tua atau narasumber, dan 3. Siswa mensimulasikan cara bermain yang lebih menantang dan menarik.216 Buku Guru SD/MI Kelas IV Mengamati dan Mendeskripsikan Pada hari ke-4 ini, siswa mempersiapkan semua bahan untuk keperluan pameran yang akan dilaksanakan pada hari berikutnya. • Guru membagi siswa menjadi 3 kelompok (pakaian adat, makanan tradisional, dan permainan tradisional). • Siswa menyiapkan bahan presentasi, pajangan, dan simulasi sesuai dengan pilihan kelompok. • Siswa diberi motivasi agar percaya diri ketika pameran berlangsung.Tema 1: Indahnya Kebersamaan 217 Menyampaikan Hasil Pada pembelajaran ini, siswa menyampaikan hasil kerja mereka kepada teman atau rang tua, dan mempertahankan pemikiran bilamana ada pertanyaan dari pengunjung yang mendatangi pajangan atau penjelasan siswa. Sebelum kegiatan dilaksanakan, siswa mengundang kelas lain untuk datang ke pameran. Sekolah bisa mengundang orang tua dan guru lain untuk mengunjungi pameran. Guru bisa menata ruang kelas seperti ilustrasi di bawah untuk kebutuhan pameran. Alternatif lain bisa dibuat sesuai dengan kebutuhan.218 Buku Guru SD/MI Kelas IV Melakukan Refleksi Pada pertemuan penutup tema ini, siswa perlu membiasakan menulis secara reflektif, yaitu: 1. Mengingat-ingat dan menuliskan kejadian-kejadian yang telah siswa lalui selama satu minggu terakhir ini, 2. Menuliskan kesan terhadap pengalaman tersebut (puas atau tidak puas, senang atau tidak senang, gelisah atau mantap), dan 3. Menuliskan rencana perbaikan ke depannya. Tulisan renungan siswa ini selanjutnya perlu dipajang di ruang-ruang kelas siswa agar bisa dipelajari dan dipahami teman-teman.Tema 1: Indahnya Kebersamaan 219 Refleksi Guru Refleksi guru dilakukan setiap akhir pekan (pada pembelajaran 6 di setiap subtema). 1. Bagaimana pelaksanaan pembelajaran pekan ini? Pembelajaran mana yang sudah berjalan efektif? Jelaskan! 2. Pembelajaran atau kegiatan mana yang masih memerlukan peningkatan? 3. Materi apa yang sudah dikuasai siswa dengan baik? Jelaskan! 4. Apakah ada materi yang sulit dipahami oleh siswa? Jelaskan! 5. Apa rencana perbaikan yang akan dilakukan untuk pembelajaran yang akan datang? Jelaskan langkah-langkahnya!220 Buku Guru SD/MI Kelas IV • Lampiran 1 Perenungan (diadaptasi dari Taxonomy of Reflection, Peter Pappas) 1. Mengingat • Apa yang kamu lakukan? 2. Memahami • Apa yang penting dari yang kamu pelajari/lakukan? • Apakah tujuan kegiatan yang kamu lakukan sudah tercapai? 3. Menerapkan • Kapan kamu melakukan kegiatan ini sebelumnya? • Di mana kamu bisa melakukan kegiatan tersebut kembali? 4. Menganalisis • Apakah kamu melihat pola dan hubungan dari apa yang kamu lakukan? 5. Mengevaluasi • Seberapa baik kamu melakukan kegiatan tadi? • Apakah kegiatan yang telah kamu lakukan berjalan dengan baik? • Apa yang kamu perlukan untuk lebih meningkatkannya? 6. Menciptakan • Apa yang harus kamu lakukan selanjutnya? • Apa rencana kamu? • Apa desain yang kamu buat? Sumber: http://www.peterpappas.com/2010/01/taxonomy-reflection-criticalthinkingstudents-teachers-principals-.htmlTema 1: Indahnya Kebersamaan 221 • Lampiran 2 Contoh catatan pengamatan sikap dan keterampilan 25 Juli 2013 Ali menunjukkan rasa ingin tahunya tentang keragaman budaya. Hal ini ditunjukkannya saat ia mengamati peta budaya. Dengan teliti Ali mencari informasi yang dibutuhkan lewat peta tersebut. Ia mencatat hal-hal penting dan terkadang bertanya kepada guru untuk melengkapi data. Saat Ita mengalami kesulitan memahami peta tersebut, dengan senang hati Ali menerangkannya. Saat kegiatan mewawancarai teman tentang keragaman budaya, Ali dapat mengajukan pertanyaan dengan baik, mendengarkan jawaban teman dan memberikan pendapat saat berdiskusi. Catatan pengamatan sikap dan keterampilan (Catat sikap dan keterampilan yang menjadi fokus) Catatan: 1. Guru dapat menggunakan kata-kata berikut untuk menyatakan kualitas sikap dan keterampilan. • Belum terlihat • Mulai terlihat • Mulai berkembang • Sudah terlihat/membudaya 2. Setiap hari guru dapat menilai minimal 6 siswa atau disesuaikan dengan jumlah siswa di kelas. Contoh alternatif penilaian sikap No. Sikap Belum Terlihat Mulai Terlihat Mulai Berkembang Membudaya Keterangan 1. Teliti  2. Bertanggung jawab  3.222 Buku Guru SD/MI Kelas IV Sumber Bacaan Alley, S. P., et. al. 1999. A mathematics handbook math at hand. USA: Great Source Education Group, Inc. Antonio, M., et. al. 2004. Don’t forget your whistle! ‘You can do it’ physical education activities for young children. Australia: Robert Anderson and Associates Pty Ltd. Ardley, N. 2003. Buku ilmu pengetahuanku: bunyi. Semarang: Krisna Sakti. Banks, J. A. 2005. Our communities teacher’s edition. New York: Macmillan/Mc-Graw-Hill. Banks, J. A. 2005. People and places teacher’s edition. New York: Macmillan/ Mc-Graw-Hill. Banks, J. A. 2005. We live together teacher’s edition. New York: Macmillan/ Mc-Graw-Hill. Bellanca, J., et. al. 1997. Multiple assessments for multiple intelligences (3rd ed.). Illinois: SkyLight Training and Publishing. Bingham, J. 2005. Percobaan-percobaan sains (fisika, kimia, biologi dengan peralatan sederhana) (Rudiyanto) (alih bahasa). Bandung: PT. Intan Sejati. Budi, Y. dkk. 2013. Detik-detik ujian nasional tahun pelajaran 2011/2012. Klaten: PT. Intan Pariwara. Cavanagh, C. M. 2000. Math to know a mathematics handbook. USA: Great Source Education Group. Chew, T. 2008. Math olympiad unleash the maths olympian in you! Junior 1 and 2. Singapore: Singapore Asian Publications (S) Pte Ltd. Darmawati, U. dkk. 2012. Detik-detik ujian nasional tahun pelajaran 2011/2012. Klaten: PT. Intan Pariwara. Devi, P. K., & Anggraeni S. 2008. Ilmu pengetahuan alam: untuk SD/MI kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Evans, J. 2001. How to teach art to children. USA: Evan-Moor Educational Publishers. Hoover, E., & Mercier, S. 1996. Primarily earth AIMS activity grades K-3. USA: AIMS Education Foundation. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi Keempat). 2012. Jakarta: PT. Gramedia Pusaka Utama. McIntosh, A., et. al. 1997. Number sense grades 3–4. USA: Dale Seymour Publications. Mustaqiem, B., & Ary, A. 2008. Ayo belajar matematika 4: untuk SD dan MI kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan NasionalTema 1: Indahnya Kebersamaan 223 Nama Lengkap : Angie St. Anggari, S.Pd., MS.c, Telp. Kantor/HP : 021 7490865. E-mail : asa1mad@yahoo.com Akun facebook : Tidak Ada. Alamat Kantor : Sekolah Tara Salvia, Jl Menjangan no.1, Pondok Ranji, Ciputat Tangerang Selatan. Bidang Keahlian : Pendidikan Kelas Awal dan Literasi Riwayat Pekerjaan/Profesi dalam 10 tahun terakhir: 1. 2006 – Sekarang, Direktur Pendidikan Sekolah Tara Salvia. 2. 2015 – Sekarang, Penulis Buku cerita anak . 3. 2013 – Sekarang, Penulis Buku Tematik SD kelas 4 dan 6. 4. 2012 – Sekarang, Konsultan Pendidikan USAID, Program PRIORITAS. 5. 2008 – 2011, Konsultan Pendidikan UNICEF, MGPBE Program Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar: 1. S2, University of New York College at Buffalo (2007-2010) 2. S1, Fakultas Pendidikian, Bahasa Inggris , IKIP Jakarta (1983-1989) Judul Buku dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): 1. Buku Tematik SD Kurikulum 2013 Kelas 4 (Puskurbuk-2013) 2. Buku Tematik SD Kurikulum 2013 Kelas 6 (Puskurbuk-2013) 3. Buku cerita anak, Coba Lagi, Coba Lagi, 2015 4. Buku cerita anak, Di Mana?, 2015 5. Buku cerita anak, Wuss,….Angin Membawa Telur Terbang, 2015 6. Buku cerita anak, Mengapa Harus Marah?, 2015 7. Buku cerita anak, Ya, Kami Berbeda, 2015 8. Buku Tematik SD Kurikulum 2013, revisi Kelas 4 (Puskurbuk-2016) 9. Buku Tematik SD Kurikulum 2013, revisi Kelas 6 (Puskurbuk-2016) Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): Tidak ada. Nama Lengkap : Afriki, S.E. Telp. Kantor/HP : (021) 7490865 E-mail : afriki0710@yahoo.com Akun Facebook : Tidak ada. Alamat Kantor : Jl. Menjangan Raya No. 1, Pondok Ranji, Bintaro, Tangerang Selatan, Banten. Bidang Keahlian : Bahasa Inggris, Ekonomi (Manajemen), dan Multidisciplinary Studies Riwayat Pekerjaan/Profesi dalam 10 tahun terakhir: 1. 2011 – Sekarang, Kepala sekolah Tara Salvia. 2. 2010 – Sekarang, Konsultan Akademik. 3. 2007 – 2011, Principal Sekolah Islam Fitrah Al Fikri. 4. 2001 – 2007, Manajemen Sekolah Berwawasan Internasional Madania. Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar: 1. Advanced Certifcate in Teaching and Learning (ACTL), Foundation for Excellence in Education (FEE) (2003-2006) 2. S1, Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen Keuangan, Universitas Indonesia (1994 -1997) 3. D3, Fakultas Sastra, jurusan Bahasa Inggris, Universitas Sumatera Utara (USU) (1988-1992) Profl Penulis224 Buku Guru SD/MI Kelas IVI Judul Buku dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): 1. Buku Tematik SD Kurikulum 2013 Kelas 4 (Puskurbuk-2013) 2. Buku Tematik SD Kurikulum 2013 Kelas 6 (Puskurbuk-2013) 3. Buku Tematik SD Kurikulum 2013 revisi Kelas 4 (Puskurbuk-2016) 4. Buku Tematik SD Kurikulum 2013 revisi Kelas 6 (Puskurbuk-2016) Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): Tidak ada. Nama Lengkap : Dara Retno Wulan, S.Pd, Telp. Kantor/HP. : 0217490865/08561806995 E-mail : dr.wulan1986@gmail.com Akun Facebook : Tidak ada. Alamat Kantor : Jl. Menjangan Raya No.9, Pondok Ranji (Bintaro) Tangerang 15413. Bidang Keahlian : Matematika Riwayat pekerjaan/profesi dalam 10 tahun terakhir: 1. 2008 – 2010: Guru di SD Tara Salvia Jakarta. 2. 2010 – Sekarang: Managament Sekolah Tara Salvia Jakarta. Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar: S1: Universitas Negeri Malang; Jurusan Pendidikan Matematika (2009-2013). Judul Buku dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): 1. Buku Tematik SD Kurikulum 2013 Kelas 4 (Puskurbuk-2013) 2. Buku Tematik SD Kurikulum 2013 Kelas 6 (Puskurbuk-2013) 3. Buku Tematik SD Kurikulum 2013 revisi Kelas 4 (Puskurbuk-2016) 4. Buku Tematik SD Kurikulum 2013revisi Kelas 6 (Puskurbuk-2016) Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): Tidak ada. Nama Lengkap : Nuniek Puspitawati, S.Pd, Telp. Kantor/HP : 0217490865/081296633131 E-mail : nuniekpuspitawati@gmail.com Akun Facebook : Nuniek Puspitawati Alamat Kantor : Jl. Menjangan Raya No.9, Pondok Ranji (Bintaro) Tangerang 15413. Bidang Keahlian : Bahasa Inggris dan IPA Riwayat pekerjaan/profesi dalam 10 tahun terakhir: 1. 2008 – Sekarang : Guru SD di SDS Tara Salvia Jakarta. 2. 2004 – 2008 : Guru TK Madania Jakarta. Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar: S1: IKIP Muhammadiyah Jakarta (2004-2008). Judul Buku dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): 1. Buku Sains Pertamaku: Planet Bumi (Gramedia-2010-2011) 2. Buku Sains Pertamaku: Gejala alam (Gramedia-2010-2011) 3. Buku Sains Pertamaku: Matahari dan Bulan (Gramedia-2010-2011) 4. Buku Sains Pertamaku: Angkasa Luar (Gramedia-2010-2011) 5. Buku Tematik SD Kurikulum 2013 Kelas 4 (Puskurbuk-2013) 6. Buku Tematik SD Kurikulum 2015 Kelas 6 (Puskurbuk-2013) 7. Buku Tematik SD Kurikulum 2013 _revisi Kelas 4 (Puskurbuk-2016) 8. Buku Tematik SD Kurikulum 2013_revisi Kelas 6 (Puskurbuk-2016) Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): Tidak ada.Tema 1: Indahnya Kebersamaan 225 Nama Lengkap : Lely Mifthachul Khasanah, S.Pd Telp. Kantor/HP : 0217490865/08111722223 E-mail : lelymk@gmail.com Akun Facebook : Lely M Khasanah Alamat Kantor : Jl. Menjangan Raya No.9, Pondok Ranji (Bintaro Tangerang 15413. Bidang Keahlian: Matematika Riwayat pekerjaan/profesi dalam 10 tahun terakhir: 1. 2013 – 2015: Guru Matematika di SMP Tara Salvia Jakarta. 2. 2016 – Sekarang: Pustakawati di SD Tara Salvia Jakarta. Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar: S1: Universitas Negeri Malang; Jurusan Pendidikan Matematika (2009-2013). Judul Buku dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): 1. Buku Tematik SD Kurikulum 2013 revisi Kelas 4 (Puskurbuk-2016) 2. Buku Tematik SD Kurikulum 2013 revisi Kelas 6 (Puskurbuk-2016) Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): Cooperative Learning Instruction Based On Modifed Procedure of Polya and Newman to Improve Problem Solving Ability in Solving Mathematics Words Problem Served in English of Bilingual Students in SMAN 1 Malang. Nama Lengkap : Santi Hendriyeti Telp. Kantor/HP : 0217490865 E-mail : santi.hendriyeti@gmail.com Akun Facebook : Tidak ada. Alamat Kantor : Jl. Menjangan Raya No.9, Pondok Ranji (Bintaro) Tangerang 15413. Bidang Keahlian : Bahasa Inggris dan IPA Riwayat pekerjaan/profesi dalam 10 tahun terakhir: 1. 2011 – 2012 : Staf Humas dan Kesiswaan Sekolah Tara Salvia. 2. 2012 – Sekarang: Pustakawati SMP Tara Salvia. Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar: S1: Fakultas Teknik Universitas Indonesia (1991-1996). Judul Buku dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): 1. Buku Tematik SD Kurikulum 2013 Kelas 4 (Puskurbuk 2013) 2. Buku Tematik SD Kurikulum 2013 Kelas 6 (Puskurbuk-2013) 3. Buku Tematik SD Kurikulum 2013 _revisi Kelas 4 (Puskurbuk-2016) 4. Buku Tematik SD Kurikulum 2013_revisi Kelas 6 (Puskurbuk-2016) Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): Tidak ada.226 Buku Guru SD/MI Kelas IVI Nama Lengkap : Dr. Nur Wahyu Rochmadi, M.Pd., M.Si. Telp. Kantor/HP : 0341-551312/08155508949 E-mail : nurwahyu.fs@um.ac.id Akun Facebook : - Alamat Kantor : Program Studi PPKn, Jurusan HKn, FIS, Universitas Negeri Malang; Jl. Semarang No. 5 , Malang. Riwayat Pekerjaan/Profesi dalam 10 Tahun Terakhir: 1. Dosen pada program studi PPKn, Jurusan HKn, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. 2. Penulis buku pelajaran; peneliti; instruktur dan fasilitator di lembaga P4TK PKn dan IPS. 3. Fasilitator dalam berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan guru PPKn. Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar 1. Program Studi PMP&Kn, FPIPS, IKIP Ujung Pandang Masuk tahun 1984, lulus 1989 2. Magister Pendidikan pada program studi Pendidikan IPS-SD, Program Pasca Sarjana, IKIP Bandung masuk tahun 1995, lulus tahun 1997 3. Magister of Science pada program studi Administrasi Negara, Program Pasca Sarjana, Universitas Brawijaya masuk tahun 1998 dan lulus tahun 2001 4. Doktor pendidikan pada program studi Teknologi Pembelajaran, Program Pasca Sarjana, Universitas Negeri Malang masuk tahun 2010 lulus tahun 2013 Judul Buku yang Pernah Ditelaah (10 Tahun Terakhir): 1. Buku Siswa Sekolah Dasar, 2013; 2014; 2015 2. Buku Guru Sekolah Dasar, 2013; 2014; 2015 3. Buku PPKn, sejak tahun 2005. Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): 1. Pengaruh Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap Keterampilan Intelektual siswa yang Memiliki Gaya Kognitif Berbeda dalam Mata Pelajaran PKn; 2013. 2. Kapabilitas Keterampilan Intelektual Mahasiswa Jurusan HKn terhadap Materi Pelajaran PPKn; 2014. 3. Keterampilan Intelektual sebagai Warga Negara Indonesia siswa SMA di Kota Malang; 2015. Nama Lengkap : Dra. Lise Chamisijatin, M.Pd Telp. Kantor/HP : 08123381579 E-mail : lisechamisijatin@gmail.com Akun Facebook : lise_chin@yahoo.co.id Alamat Kantor : Jalan Raya Tlogomas No. 246 Malang 65144 Bidang Keahlian : Pendidikan Biologi Riwayat Pekerjaan/Profesi dalam 10 Tahun Terakhir: 1. 2008-2010 menjadi Advisor Pendidikan, di Learning Assistance Program for Islamic School – Primary Teacher Education (LAPIS-PGMI), Coffey International Development, AusAID 2. 2005-2007: Konsultan Pendidikan Dasar di Indonesia Australia Partnership in Basic Education (IAPBE, Ausaid project) 3. 2002-2007: Kepala sekolah SD binaan Universitas Muhammadiyah sejak tahun 2002 s.d 2007 4. 1987-sekarang: Dosen Kopertis Wilayah VII dpk di Universitas Muhammadiyah Malang pada Pendidikan Biologi FKIP dan diperbantukan pada prodi PGSD untuk mengajar pembelajaran tematik dan pengembangan kurikulum. Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar: 1. S2: Pendidikan Biologi Universitas Negeri Malang (1995-2000) 2. S1: Jurusan Pendidikan MIPA, Prodi Pendidikan Biologi Universitas Sebelas Maret, Surakarta (1980- 1986) Judul Buku yang Pernah Ditelaah (10 Tahun Terakhir): 1. Bahan Perkuliahan Tematik di LAPIS-PGMI AUSAID (2009) Profl PenelaahTema 1: Indahnya Kebersamaan 227 2. Bahan Perkuliahan Microteaching di LAPIS-PGMI AUSAID (2009) 3. Bahan Perkuliahan Pembelajaran Perencanaan Pembelajaran di LAPIS-PGMI AUSAID (2008) 4. Bahan Perkuliahan Strategi Pembelajaran di LAPIS-PGMI AUSAID (2007) 5. Buku Pendidikan IPA (Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. Direktur Ketenagaan, 2007) Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): 1. Analisis Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Sekolah Dasar Kelas IV (DiaBermutu, 2014), 2. Konsep Scientifc dalam Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar Muhammadiyah Kota Malang (DPP UMM, 2013) 3. Peningkatan keterlaksanaan pembelajaran tematik kelas awal SD Muhammadiyah 8 Kabupaten Malang dengan menggunakan LKS terintegrasi” (DiaBermutu, 2013) 4. Konsep Integrasi Lembar Kerja Siswa (LKS) Tematik di Sekolah Dasar Kelas Awal (DPP UMM, 2012), Penerapan Metode Bermain SMS dan Berdagang untuk Meningkatkan Pencapaian Kompetensi Dasar pada Pembelajaran Tematik Siswa Kelas II SD Muhammadiyah VIII Kabupaten Malang (Dia Bermutu, 2011) 5. Pengembangan Model “Penilaian Kolaboratif Berkelanjutan” dengan Melibatkan PSM sebagai alternatif strategi penilaian autentik dengan portofolio di Sekolah Dasar (Hibah Bersaing-Dikti 2007) Paradigma Life Skills dalam Muatan Kurikulum Berbasis Kompetensi di Sekolah Dasar Kelas Rendah (Analisis Perilaku Guru Berwawasan Life Skills, dalam Mengembangkan dan Melaksanakan Pembelajaran Berbasis Kompetensi ) (Penelitian Dasar-Dikti 2006). Nama Lengkap : Daru Wahyuni, MSi. Telp. Kantor/HP : 0274-586168 psw 387/081578705969 E-mail : daruwahyuni@yahoo.co.id Akun Facebook : darutpe Alamat Kantor : Jurusan Pendidikan Ekonomi, FE UNY, Kampus, Karangmalang Yogyakarta Bidang Keahlian : Pendidikan Ekonomi Riwayat pekerjaan/profesi dalam 10 tahun terakhir: Dosen pada Prodi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta dari Tahun 1995 - sekarang Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar: 1. S2: Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, Magister Sain, Program Pasca Sarjana Universitas Gadjahmada Yogyakarta ( 1997-2001 ) 2. S1: Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Gadjahmada Yogyakarta (1987 – 1992 Judul Buku yang Ditelaah (10 Tahun Terakhir): Buku Tematik SD/MI Kelas IV Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): 1. Kajian Pengembangan Sistem Manajemen Perawatan dan Penataan Sarana Prasarana Sekolah Menengah Kejuruan 2. Pendapat Mahasiswa Pendidikan Ekonomi terhadap Kinerja Jurusan Pendidikan Ekonomi FISE UNY 3. Penerapan Metode Pembelajaran Simulasi untuk Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar Ekonomika Mikro 4. Analisis Konsumsi Ikan, Daging Sapi, dan Daging Ayam Sebagai Makanan Sumber Protein Hewani pada Rumah Tangga di Indonesia. 5. Studi Eksplorasi Program Dana Penguatan Modal pada Pelaku Usaha di Kabupaten Sleman 6. Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Perbankan Syariah dan Perbankan Konvensional (Studi pada Perbankan di Provinsi DIY Periode 2009 - 2013) 7. Analisis Tingkat Pengembalian Investasi Pendidikan di DIY 8. Daya Saing, Tingkat Keterserapan, dan Relevansi Lulusan Pendidikan Ekonomi FE UNY dalam Dunia Kerja 9. Persepsi Pegawai Universitas Negeri Yogyakarta Terhadap Badan Usaha Koperasi 10. Studi Mengenai Pelaksanaan Program PPG SM-3T Pada Prodi Pendidikan Ekonomi 11. Studi Implementasi Student Company di Sekolah Menengah Atas/Kejuruan Kabupaten Sleman 12. Pengaruh Pendidikan Terhadap Pengurangan Kemiskinan Di Daerah Istimewa Yogyakarta228 Buku Guru SD/MI Kelas IVI Nama Lengkap : Rini Solihat S.Pd.,M.Si. Telp. Kantor/HP : 022 2001937 E-mail : rinisolihat@upi.edu Akun Facebook : - Alamat Kantor : Jl.Dr.Setiabudi No.229 Bandung-Jawa barat Bidang Keahlian : Pendidikan IPA-Biologi Riwayat Pekerjaan/Profesi dalam 10 Tahun Terakhir: 2010 – 2016: Staf dosen di Departemen Pendidikan Biologi-FPMIPA UPI Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar: 1. S2: SITH/Ekologi/ITB (2004 – 2006) 2. S1: FPMIPA/Pendidikan biologi/Pendidikan biologi/UPI (1997–2001) Judul Buku yang Pernah Ditelaah (10 Tahun Terakhir): Modul Guru Pembelajar Mata Pelajaran Biologi (Bidang Keahlian Agribisnis & Agroteknologi) sekolah menengah kejuruan 1. Modul Kompetensi keahlian 1 2. Modul Kompetensi keahlian 2 3. Modul Kompetensi keahlian 3 4. Modul Kompetensi keahlian 4 Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): 1. Solihat, R., et al. (2015b). Perkembangan pertimbangan pemilihan konten biologi oleh peserta PPG dalam merencanakan dan melaksanakan PTK. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi, pedago-Biologi. Vol.3. No.1. (88-100) 2. ISSN: 2338-8935 3. Solihat, R., et.al. (2015a). Keterampilan riset mahasiswa biologi dan pendidikan biologi: Analisis berdasarkan refleksi personal. Jurnal Pendidikan, Metode Didaktik. Vol.9 No.2. (16-24) 4. ISSN: 1907-6967 5. Solihat, R., et al., (2015c). Pedagogical action justifcation: Lessons from classroom action research process of student-teacher researcher. Proceeding MSCEIS 2015. Bandung: FPMIPA UPI 6. Rahmat, A., Riandi, Solihat, R., Wuyung, W, Zaputra, R., Ferazona, S. (2014). Peta kompetensi guru biologi di SMA Kota Bandung berdasarkan Analisis Kesesuaian Proses Pembelajaran di Kelas dengan Tuntutan Kompetensi Dasar. Jurnal Pengajaran MIPA. Vol. 19, No.2. (179-187). 7. ISSN: 9772-4443 8. Solihat, R. et al., (2013). Konteks Penelitian Pendidikan Biologi Mahasiswa Calon Guru pada Pembelajaran Konsep Ekologi dan Lingkungan. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan dan Penelitian Biologi. Bandung: FPMIPA UPI 9. Solihat, R. et al., (2012). Identifyng a Problem of Biology Education Research; Preliminary Study of Research Skills Participants of Professional Teacher Education Program. Proceeding 1st International Conference on Current Issues in Education. Yogyakarta: FIP UNY & University of Malaysia. Nama Lengkap : Dr. H. Andoyo Sastromiharjo, M.Pd. Telp. Kantor/HP : - E-mail : andoyo@upi.edu dan andoyo_sastro@yahoo.com Akun Facebook : Andoyo Sastromiharjo Alamat Kantor : Departemen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FPBS UPI Jalan Setiabudhi 229 Bandung Bidang Keahlian : Pembelajaran Bahasa Indonesia Riwayat Pekerjaan/Profesi dalam 10 Tahun Terakhir: Sejak tahun 1986 ia menjadi dosen di Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (saat ini menjadi Departemen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).Tema 1: Indahnya Kebersamaan 229 Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar 1. Program Doktoral Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang (2002 – 2007) 2. S2 Program Studi Pengajaran Bahasa Indonesia Program Pascasarjana IKIP Bandung (1993-1997). 3. S1 Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni IKIP Bandung (1980-1985). Judul Buku yang Pernah Ditelaah (10 Tahun Terakhir): - Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): - Nama Lengkap : Dr. Meilani Hartono, S.Si., M.Pd. Telp. Kantor/HP : 021-5327630 ext 3822 / 082122055069 E-mail : hartono.meilani@gmail.com Akun Facebook : Meilani Hartono Alamat Kantor : Jln. Kemanggisan Ilir III No 45, Palmerah, Jakarta Barat - 11480. Bidang Keahlian : Pendidikan Matematika dan Manajemen Pendidikan. Riwayat Pekerjaan/Profesi dalam 10 tahun terakhir: 1. 2000 – 2010: Guru Matematika di SMA Negeri 1 Pekalongan. 2. 2010 – 2015: Dosen S1 Pendidikan Matematika STKIP Surya Tangerang. 3. 2015 – sekarang : Dosen S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Bina Nusantara. Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar: 1. S3: Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Semarang, Snadwich Program Indiana University, USA (2007 – 2014). 2. S2: Pendidikan Matematika – Porgram Pasca Sarjana Universitas Negeri Semarang (2005-2007). 3. S1: Matematika – FMIPA Universitas Terbuka (2000 - 2010). Judul Buku yang Pernah Ditelaah (10 Tahun Terakhir): 1. Buku Teks Kurikulum 2013. 2. Buku Teks Kurikulum 2013 untuk PKLK. Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): 1. Keefektifan Model Pembelajaran Quantum Learning Berdasarkan Analisis SWOT dalam Kemasan CD Interaktif Bernuansa Musik Instrumental pada Pembelajaran Matematika – 2007. 2. Supervision Model Based Professional Compenetce for Mathematics Tutor in Community Learning Center – 2013. 3. Peran Guru Senior dalam Model Supervisi Berbasis Kompetensi Profesional bagi Guru Ekonomi – 2014. Nama Lengkap : Drs. Eddy Budiono, M.Pd. Telp. Kantor/HP : (0341)551312 / 081343408113. E-mail : eddymatum@gmail.com. Akun Facebook : - Alamat Kantor : Jl. Semarang 5, Malang. Bidang Keahlian : Pendidikan Matematika. Riwayat Pekerjaan/Profesi dalam 10 tahun terakhir: 1. 1988 - sekarang, Dosen Jurs. Matematika Univ.Negeri Malang. 2. 2003- 2007, Counsultant in Managing Basic Education Project (MBE) USAID. 3. 2008 - 2011, Counsultant in Mainstreaming Good Practices Basic Education (MGPBE) UNICEF. 4. 2013 - sekarang, Trainer in PRIORITAS Project USAID. 5. 2011 - sekarang, Konsultan di Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar Kemendikbud. Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar: 1. S2, IKIP Malang Jurusan Pendidikan Matematika SD, lulus tahun 1997 2. S1, Universitas Padjadjaran Bandung Jurusan Statistika, tahun 1987.230 Buku Guru SD/MI Kelas IVI Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): 1. Pemotongan Uji Banding Peluang Sekuensial, 2004. 2. Menentukan Hubungan antara Dua Sistem Dinamik Linier atas Suatu Lapangan (Fields) yang merealisasikan Suatu Barisan Matriks atas Lapangan, 2004. 3. Pengaruh Kemampuan Awal Matematika, Motivasi Memilih Jurusan, dan Motivasi Berprestasi pada Penguasaan Materi Kuliah Kalkulus I, 2005. 4. Pembelajaran Berorientasi Struktur pada matakuliah Kalkulus, 2012. 5. Pengembangan Pembelajaran Matematika Berbasis Masalah Melalui Computer Based Instruction Siswa Kelas Unggulan Sekolah Dasar, 2014. 6. Pembelajaran Kalkulus Berbasis Konstruktivisme dan Pengaruhnya pada Kemampuan Pembuktian Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika, 2015. Nama Lengkap : Drs. Mugiyo Hartono, M.Pd. Telp. Kantor/HP : 024. 8508007 E-mail : hartonofkunnes@gmail.com Akun Facebook: - Alamat Kantor : Kampus Universitas Negeri Semarang. Bidang Keahlian : Pendidikan Jasmani dan Olahraga. Riwayat Pekerjaan/Profesi dalam 10 tahun terakhir: 1. Tahun 1996 - 1988 menjadi Guru SMA di Semarang. 2. Tahun 1988 - Sekarang menjadi Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang. Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar: 1. S2 Pendidikan Olahraga/Universitas Negeri Jakarta (tahun 1990 s.d 1994). 2. S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga/IKIP Negeri Semarang (Tahun 1982 s.d 1986). Judul Buku yang Pernah Ditelaah (10 tahun terakhir): 1. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas II PJOK Tema 3: Tugasku Sehari-Hari Th 2013. 2. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas II PJOK Tema 4: Aku Dan Sekolahku Th 2013. 3. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas V PJOK Tema 4: Sehat Itu Penting Th 2013. 4. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas I PJOK Tema 6 : Lingkungan Bersih, Sehat, dan Asri Th 2014. 5. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas I PJOK Tema 7: Benda, Hewan dan Tanaman di Sekitarku Th 2014. 6. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas IV PJOK Tema 7: Cita-Citaku Th 2014. 7. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas IV PJOK Tema 8 : Tempat Tinggalku Th 2014. 8. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas II PJOK Tema 8: Keselamatan di rumah dan di perjalanan Th 2014. 9. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas II PJOK Tema 6: Air Bumi, dan Matahari Th 2014. 10. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas V PJOK Tema 9: Akrab dengan Lingkungan Th 2014. 11. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas V PJOK Tema 9: Lingkungan Sahabat Kita Th 2014. 12. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas III PJOK Tema 8: Bumi Dan Alam Semesta Th 2014. 13. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas VI PJOK Tema 1: Selamatkan Mahluk Hidup Th 2014. 14. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas VI PJOK Tema 2 : Persatuan Dalam Perbedaan Th 2014. 15. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas II PJOK Tema 1: Hidup Rukun Th 2014. 16. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas II PJOK Tema 4: Aku Dan Sekolahku Th 2014. 17. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas IV PJOK Tema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku Th 2015. 18. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas IV PJOK Tema 2: Selalu Berhemat Energi Th 2015. 19. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas IV PJOK Tema 3: Peduli Terhadap Makhluk Hidup Th 2015. 20. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas III PJOK Tema 8: Bumi Dan Alam Semesta Th 2015. 21. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas VI PJOK Tema 1: Selamatkan Mahluk Hidup Th 2015. 22. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas VI PJOK Tema 2: Persatuan Dalam Perbedaan Th 2015. 23. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas IV PJOK Tema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku Th 2016. 24. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas IV PJOK Tema 2: Selalu Berhemat Energi Th 2016. 25. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas IV PJOK Tema 3: Peduli Terhadap Makhluk Hidup Th 2016. 26. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas V PJOK Tema 1: Organ Gerak Hewan Dan Manusia Th 2016. 27. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas VI PJOK Tema 4: Globalisasi Di Sekitarku Th 2016. Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): 1. Model Pengembangan Bola Multifungsi Untuk Penjasorkes pada Anak Sekolah Menengah Pertama 2013. 2. Profl Kesegaran Jasmani Mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Semester I Tahun 2015.Tema 1: Indahnya Kebersamaan 231 Nama Lengkap : Ingrid Veronica Kusumawardani, S.S., M.Pd. Telp Kantor/HP : (021) 7864754-55/0821 1349 1588 E-mail : Ingridvkh@yahoo.co.id Akun Facebook : Ingrid Veronica Kusumawardani H. Alamat Kantor : Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta Jl. Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan Bidang Keahlian: Bahasa Indonesia, Sastra, dan Editing Kebahasaan Riwayat pekerjaan/profesi dalam 10 tahun terakhir: 1. 2010 – 2016, Dosen Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta 2. 2010 – 2013, Guru Bahasa Indonesia SMAK 5 Penabur Jakarta 3. 2010 – 2010, Guru Bahasa Indonesia Internarional School Mutiara Bangsa Jakarta 4. 1995 – 2010, Guru Bahasa Indonesia Yayasan Perguruan F. Tendean Tebing Tinggi Sumatera Selatan Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar: 1. S2 Fakultas Pascasarjana Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Indraprasta PGRI Jakarta, 2013-2015 2. S1, Fakultas Sastra, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Univeritas Sumatera Utara, 1988-1992 Judul Buku yang Pernah Diedit 1. Buku Tematik Tema 1, Siswa Kelas I, Tahun 2016 2. Buku Tematik Tema 1, Guru Kelas I, Tahun 2016 3. Buku Tematik Tema 2, Siswa Kelas I, Tahun 2016 4. Buku Tematik Tema 2, Guru Kelas I, Tahun 2016 5. Buku Tematik Tema 1, Siswa Kelas IV, Tahun 2016 6. Buku Tematik Tema 1, Guru Kelas IV, Tahun 2016 7. Buku Tematik Tema 5, Siswa Kelas IV, Tahun 2016 8. Buku Tematik Tema 5, Guru Kelas IV, Tahun 2016 9. Buku Agama Kristen, Siswa Kelas V, Tahun 2016 10. Buku Agama Kristen, Guru Kelas V, Tahun 2016 11. Buku Tematik Tema 5, Siswa Kelas I, Tahun 2015 12. Buku Tematik Tema 5, Guru Kelas I, Tahun 2015 13. Buku Agama Katolik, Siswa Kelas I, Tahun 2013 14. Buku Agama Katolik, Guru Kelas I, Tahun 2013 15. Buku Agama Katolik, Siswa Kelas IV, Tahun 2013 16. Buku Agama Katolik, Guru Kelas IV, Tahun 2013 17. Buku Agama Katolik, Siswa Kelas VII, Tahun 2013 18. Buku Agama Katolik, Guru Kelas VII, Tahun 2013 19. Buku Tematik Tema 1, Siswa Kelas I, Tahun 2013 20. Buku Tematik Tema 1, Guru Kelas I, Tahun 2013 21. Buku Tematik Tema 2, Siswa Kelas I, Tahun 2013 22. Buku Tematik Tema 2, Guru Kelas I, Tahun 2013 23. Buku Tematik Tema 3, Siswa Kelas I, Tahun 2013 24. Buku Tematik Tema 3, Guru Kelas I, Tahun 2013 25. Buku Tematik Tema 4, Siswa Kelas I, Tahun 2013 26. Buku Tematik Tema 4, Guru Kelas I, Tahun 2013 Judul Penelitian dan Tahun Terbit 1. Pengaruh Kemampuan Mewawancarai dan Menulis Terhadap Keterampilan Menulis Teks Jurnalistik (Survei pada Perguruan Tinggi di Jakarta) 2. Penelitian Penelaahan Buku Teks Pelajaran Kurikulum 2013 Ditinjau dari Aspek Kelayakan Isi, Penyajian, Bahasa, dan Kegrafkan. Profl Editor232 Buku Guru SD/MI Kelas IV Nama Lengkap : Muhammad Isnaeni S.Pd Telp. Kantor/HP : 081320956022 E-mail : misnaeni73@yahoo.co.id Akun Facebook : Muhammad isnaeni Alamat Kantor : Komplek Permatasari/Pasopati, Jl. Permatasari I No. 14 Rt 03 Rw 11 Arcamanik Bandung Bidang Keahlian : Ilustrator Riwayat pekerjaan/profesi dalam 10 tahun terakhir: 1997 - sekarang: pemilik Nalarstudio Media Edukasi Indonesia Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar: S1: Pendidikan Seni dan Kerajinan UPI Bandung 1997 Karya/Pameran/Eksebisi dan Tahun Pelaksanaan (10 Tahun Terakhir): 1. Pameran di kampus-kampus, 1991-2000 2. Terlibat dalam beberapa tim proyek animasi Buku yang Pernah dibuat Ilustrasi dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): Sudah seribu lebih buku terbitan penerbit-penerbit besar di IndonesiTema 1: Indahnya Kebersamaan iii Kata Pengantar Kurikulum 2013 dirancang untuk mengembangkan kompetensi siswa dalam ranah pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara utuh. Proses pencapaiannya dilaksanakan dengan memadukan ketiga ranah tersebut melalui pendekatan pembelajaran tematik terpadu. Untuk mendukung ketercapaian tujuan kurikulum, maka diperlukan buku tematik berbasis aktivitas yang mendorong peserta didik untuk mencapai standar yang telah ditentukan. Buku tematik terpadu ini menjabarkan proses pembelajaran yang akan membantu siswa mencapai setiap kompetensi yang diharapkan melalui pembelajaran aktif, kreatif, menantang, dan bermakna serta mendorong mereka untuk berpikir kritis berlandaskan kepada nilai-nilai luhur. Peran guru sangat penting untuk meningkatkan dan menyesuaikan daya serap siswa dengan ketersediaan kegiatan pada buku ini. Guru dapat mengembangkan dan memperkaya pengalaman belajar siswa dengan daya kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang relevan dan disesuaikan dengan potensi siswa di sekolah masing-masing. Buku ini adalah merupakan penyempurnaan dari edisi terdahulu. Buku ini bersifat terbuka dan terus dilakukan perbaikan dan penyempurnaan di masa mendatang. Untuk itu, kami mengundang para pembaca memberikan sumbang saran, kritikan, dan masukan yang membangun untuk perbaikan dan penyempurnaan pada edisi berikutnya. Kami mengucapkan terima kasih atas kontribusi dari semua pihak dalam penyempurnaan buku ini. Semoga kita dapat memberikan yang terbaik bagi kemajuan dunia pendidikan dalam rangka mempersiapkan generasi Indonesia yang lebih berkualitas. Jakarta, Maret 2016 Tim Penulisiv Buku Guru SD/MI Kelas IV Tentang Buku Guru Buku ini disusun agar guru mendapat gambaran yang jelas dan rinci dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Adapun buku ini berisi sebagai berikut. 1. Jaringan tema yang memberi gambaran kepada guru tentang suatu tema yang melingkupi beberapa kompetensi dasar (KD) dan indikator dari berbagai mata pelajaran. 2. Kegiatan pembelajaran tematik terpadu untuk menggambarkan kegiatan pembelajaran yang menyatu dan mengalir. 3. Pengalaman belajar yang bermakna untuk membangun sikap dan perilaku positif, penguasaan konsep, keterampilan berpikir saintifik, berpikir tingkat tinggi, kemampuan menyelesaikan masalah, inkuiri, kreativitas, dan pribadi reflektif. 4. Berbagai teknik penilaian peserta didik. 5. Informasi yang menjadi acuan kegiatan remedial dan pengayaan. 6. Kegiatan interaksi guru dan orang tua yang memberikan kesempatan kepada orang tua untuk ikut berpartisipasi aktif melalui kegiatan belajar peserta didik di rumah. 7. Petunjuk penggunaan buku peserta didik. Kegiatan pembelajaran di buku ini didesain untuk mengembangkan kompetensi (sikap, pengetahuan, dan keterampilan) peserta didik melalui aktivitas yang bervariasi sebagai berikut. 1. Membuka pelajaran yang menarik perhatian peserta didik seperti membacakan cerita, bertanya jawab, bernyanyi, permainan, demonstrasi, memberikan masalah, dan sebagainya. 2. Menginformasikan tujuan pembelajaran sehingga peserta didik dapat mengorganisasi informasi yang disampaikan (apa yang dilihat, didengar, dirasakan, dan dikerjakan). 3. Memantik pengetahuan peserta didik yang diperoleh sebelumnya agar peserta didik bisa mengaitkan pengetahuan terdahulu dan yang akan dipelajari. 4. Pemberian tugas yang bertahap guna membantu peserta didik memahami konsep. 5. Penugasan yang membutuhkan keterampilan tingkat tinggi. 6. Pemberian kesempatan untuk melatih keterampilan atau konsep yang telah dipelajari. 7. Pemberian umpan balik yang akan menguatkan pemahaman peserta didik. Ketika pembelajaran Matematika dan PJOK dalam buku tematik terpadu kelas IV SD terkait dengan mata pelajaran lainnya (tanda biru) maka guru tetap menggunakan buku ini. Namun, ketika Matematika dan PJOK tidak terkait dengan mata pelajaran lainnya (tanda merah) guru menggunakan buku Matematika dan PJOK yang telah ditetapkan kelayakan penggunaannya di sekolah berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.Tema 1: Indahnya Kebersamaan v Bagaimana Menggunakan Buku Guru Buku Panduan Guru memiliki dua fungsi, yaitu sebagai petunjuk penggunaan buku peserta didik dan sebagai acuan kegiatan pembelajaran di kelas. Mengingat pentingnya buku ini, disarankan memperhatikan hal-hal sebagai berikut. 1. Bacalah halaman demi halaman dengan teliti. 2. Pahamilah setiap Kompetensi Dasar dan Indikator yang dikaitkan dengan tema. 3. Upayakan untuk mencakup Kompetensi Inti KI-1 dan KI-2 dalam semua kegiatan pembelajaran. Guru diharapkan melakukan penguatan untuk mendukung pembentukan sikap, pengetahuan, dan perilaku positif. 4. Dukunglah ketercapaian Kompetensi Inti KI-I dan KI-2 dengan kegiatan pembiasaan, keteladanan, dan budaya sekolah. 5. Cocokkanlah setiap langkah kegiatan yang berhubungan dengan buku peserta didik sesuai dengan halaman yang dimaksud. 6. Kembangkan ide-ide kreatif dalam memilih metode pembelajaran. Temukan juga kegiatan alternatif apabila kondisi yang terjadi kurang sesuai dengan perencanaan (misalnya, peserta didik tidak bisa mengamati tanaman di luar kelas pada saat hujan). 7. Beragam strategi pembelajaran yang akan dikembangkan (misalnya peserta didik bermain peran, mengamati, bertanya, bercerita, bernyanyi, dan menggambar), selain melibatkan peserta didik secara langsung, diharapkan melibatkan warga sekolah dan lingkungan sekolah. 8. Guru diharapkan mengembangkan: a. metode pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM), b. keterampilan bertanya yang berorientasi pada kemampuan berpikir tingkat tinggi, c. keterampilan membuka dan menutup pembelajaran, dan d. keterampilan mengelola kelas dan pajangan kelas. 9. Gunakanlah media atau sumber belajar alternatif yang tersedia di lingkungan sekolah. 10. Pada semester I terdapat 5 tema. Setiap tema terdiri atas 3 subtema. Masing-masing subtema diuraikan menjadi 6 pembelajaran. Setiap pembelajaran diharapkan selesai dalam 1 hari. 11. Tiga subtema yang ada direncanakan selesai dalam jangka waktu 3 minggu. 12. Aktivitas minggu ke-4 adalah kegiatan Aku Cinta Membaca. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan membaca siswa dan menanamkan rasa cinta membaca.vi Buku Guru SD/MI Kelas IV 13. Perkiraan alokasi waktu dapat merujuk pada struktur kurikulum. Meskipun demikian, alokasi waktu menurut mata pelajaran hanyalah petunjuk umum. Guru diharapkan menentukan sendiri alokasi waktu berdasarkan situasi dan kondisi di sekolah dan pendekatan tematik-terpadu. 14. Buku peserta didik dilengkapi dengan bahan-bahan latihan yang sejalan dengan pencapaian kompetensi. 15. Hasil karya peserta didik dan bukti penilaiannya dapat dimasukkan ke dalam portofolio peserta didik. 16. Sebagai upaya perbaikan diri, buatlah catatan refleksi setelah satu subtema selesai. Misalnya faktor-faktor yang menyebabkan pembelajaran berlangsung dengan baik, kendala-kendala yang dihadapi, dan ide-ide kreatif untuk pengembangan lebih lanjut. 17. Libatkan semua peserta didik tanpa kecuali dan yakini bahwa setiap peserta didik cerdas dalam keunikan masing-masing. Dengan demikian, pemahaman tentang kecerdasan majemuk, gaya belajar peserta didik serta beragam faktor penyebab efektivitas dan kesulitan belajar peserta didik, sangat dibutuhkan. 18. Demi pencapaian tujuan pembelajaran, diperlukan komitmen guru untuk mendidik sepenuh hati (antusias, kreatif, penuh cinta, dan kesabaran). Kerja Sama dengan Orang Tua Secara khusus, di setiap awal sub tema Buku Peserta didik terdapat lembar untuk orang tua yang berjudul ‘Kerjasama dengan Orang tua’. Halaman ini berisi materi yang akan dipelajari, aktivitas belajar yang dilakukan anak bersama orangtua di rumah, serta saran agar anak dan orang tua bisa belajar dari lingkungan. Orang tua diharapkan berdiskusi dan terlibat dengan aktivitas belajar anak. Saran-saran untuk kegiatan bersama antara peserta didik dan orang tua dicantumkan juga pada akhir setiap pembelajaran. Guru diharapkan membangun komunikasi dengan orang tua sehubungan dengan kegiatan pembelajaran yang akan melibatkan orang tua dan peserta didik di rumah.Tema 1: Indahnya Kebersamaan vii Kompetensi Inti Kelas VI 1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya. 2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangga. 3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, serta benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah. 4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia. “Buku memberi peluang untuk belajar dari ribuan guru terbaik di dunia.”viii Buku Guru SD/MI Kelas IV Daftar Isi Kata Pengantar iii Tentang Buku Panduan Guru iv Bagaimana Menggunakan Buku Panduan Guru v Standar Kompetensi Lulusan dan Kompetensi Inti Kelas VI vii Daftar Isi viii Tema 1 Indahnya Kebersamaan Subtema 1 Keberagaman Budaya Bangsaku 1 Subtema 2 Kebersamaan dalam Keberagaman 79 Subtema 3 Bersyukur atas Keberagaman 145 Proyek Kelas 205 Sumber Bacaan 222 Profil Penulis 223 Profil Penelaah 226 Profil Editor 231 Profil Ilustrator 232Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 1 Pemetaan Kompetensi Dasar Subtema 1 Keberagaman Budaya Bangsaku IPA 3.6 Menerapkan sifat-sifat bunyi dan keterkaitannya dengan indera pendengaran. 4.6 Menyajikan laporan hasil percobaan tentang sifatsifat bunyi. Bahasa Indonesia 3.1 Mencermati gagasan pokok dan gagasan pendukung yang diperoleh dari teks lisan, tulis, atau visual. 4.1 Menata informasi yang didapat dari teks berdasarkan keterhubungan antargagasan ke dalam kerangka tulisan. PJOK 3.1 Memahami variasi gerak dasar lokomotor, nonlokomotor, dan manipulatif sesuai dengan konsep tubuh, ruang, usaha, dan keterhubungan dalam permainan bola besar sederhana dan atau tradisional*. 4.1 Mempraktikkan prosedur variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif sesuai dengan konsep tubuh, ruang, usaha, dan keterhubungan dalam permainan bola besar sederhana dan atau tradisional. Matematika 3.8 Menganalisis sifat-sifat segibanyak beraturan dan segibanyak tidak beraturan. 4.8 Mengidentifikasi segibanyak beraturan dan segibanyak tidak beraturan. PPKn 1.4 Mensyukuri berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa. 2.4 Menampilkan sikap kerja sama dalam berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. 3.4 Mengidentifikasi berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. 4.4 Menyajikan berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. Subtema 1 SBdP 3.3 Memahami dasar-dasar gerak tari daerah. 4.3 Meragakan dasar-dasar gerak tari daerah. IPS 3.2 Mengidentifikasi keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang. 4.2 Menyajikan hasil identifikasi mengenai keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang. • Pembelajaran Matematika dan PJOK masing-masing dilaksanakan sebagai mata pelajaran tersendiri dan menggunakan buku yang terpisah dari buku ini. • Materi-materi terkait dengan Matematika dan PJOK dalam buku ini dapat digunakan sebagai penguatan dalam penguasaan Matematika dan PJOK. • Pembelajaran Matematika dan PJOK sebagai mata pelajaran tersendiri tidak menambah total alokasi waktu.2 Buku Guru SD/MI Kelas IV KEGIATAN PEMBELAJARAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN • Menemukan gagasan pokok dan pendukung dari teks tulis. • Mengidentifikasi keberagaman yang ada di sekitar. • Melakukan percobaan cara menghasilkan bunyi. Sikap: • Peduli, santun. Pengetahuan: • Gagasan pokok dan pendukung. • Keberagaman sosial dan budya. • Sifat-sifat bunyi. Keterampilan: • Mencari informasi, mengomunikasikan hasil, analisis, dan menyimpulkan. • Menemukan ciri-ciri dari segi banyak. • Menari tarian daerah (Bungong Jeumpa). • Mengidentifikasi keberagaman yang ada di sekitar. Sikap: • Peduli, santun. Keterampilan: • Olah tubuh, mengklasifikasikan, mengkomunikasikan hasil. Pengetahuan: • Segi banyak. • Gerakan dasar tarian. • Keberagaman. • Menemukan pola yang terbentuk dari data masuk dan data keluar. • Mencari informasi keanekaragaman sumber daya unggulan daerah. • Menjelaskan pengaruh perbedaan waktu. Sikap: • Peduli, santun. Keterampilan: • Jalan, lari, lompat, analisi dan menyimpulkan, mencari informasi. Pengetahuan: • Gerak dasar lokomotor, nonlokomotor • Sifat-sifat bunyi merambat. • Gagasan pokok dan pendukung. • Membedakan segi banyak beraturan dan tidak beraturan. • Menemukan gagasan pokok dan pendukung dari teks. • Mendemostrasikan pentingnya persatuan dan kesatuan. Sikap: • Peduli, santun. Keterampilan: • mengklasifikasikan, mencari informasi, mengomunikasikan hasil. Pengetahuan: • Segi banyak beraturan dan tak beraturan. • Gagasan pokok dan pendukung. • Persatuan dan kesatuan. • Membedakan segi banyakberaturan dan tidak beraturan. • Menari tarian daerah (Bungong Jeumpa). • Menyajikan keberagaman yang terdapat di sekitar. Sikap: • Santun. Keterampilan: • mengklasifikasikan, mencari informasi, mengomunikasikan hasil. Pengetahuan: • Mengklasifikasikan, mengomunikasikan hasil, olah tubuh. • Menemukan gagasan pokok dan gagasan pendukung dari teks. • Menyajikan keberagaman yang terdapat di wilayah sekitar. • Mempraktikkan prosedur gerak dasar jalan, lari, lompat dalam permainan bentengbentengan dan gobak sodor. Sikap: • Santun. Keterampilan: • Mencari informasi, mengomunikasikan hasil, lokomotor. Pengetahuan: • Gagasan pokok dan gagasan pendukung. • Persatuan dan Kesatuan. • Gerak dasar lokomotor. Subtema 1 Keberagaman Budaya BangsakuSubtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 3 Pemetaan Kompetensi Dasar dalam Pembelajaran Pembelajaran 1 1 IPA 3.6 Menerapkan sifat-sifat bunyi dan keterkaitannya dengan indera pendengaran. 4.6 Menyajikan laporan hasil percobaan tentang sifatsifat bunyi. Bahasa Indonesia 3.1 Mencermati gagasan pokok dan gagasan pendukung yang diperoleh dari teks lisan, tulis, atau visual. 4.1 Menata informasi yang didapat dari teks berdasarkan keterhubungan antargagasan ke dalam kerangka tulisan. IPS 3.2 Mengidentifikasi keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang. 4.2 Menyajikan hasil identifikasi mengenai keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang.4 Buku Guru SD/MI Kelas IV Fokus Pembelajaran: Bahasa ndonesia, IPS, IPA Tujuan Pembelajaran 1. Setelah membaca teks tentang keragaman budaya, siswa mampu mengidentifikasi gagasan pokok dan gagasan pendukung di setiap paragraf dari teks tersebut dengan mandiri. 2. Setelah membaca teks tentang keragaman budaya, siswa mampu menyajikan gagasan pokok dan gagasan pendukung di setiap paragraf dari teks tersebut dalam bentuk peta pikiran dengan tepat. 3. Setelah wawancara sederhana, siswa mampu menyebutkan keragaman budaya, etnis, dan agama dari teman-teman di kelas sebagai identitas bangsa Indonesia dengan lengkap. 4. Setelah diskusi, siswa mampu mengomunikasikan keragaman budaya, etnis, dan agama teman di kelas sebagai identitas bangsa Indonesia secara lisan dan tulisan dengan sistematis. 5. Setelah eksplorasi, siswa mampu menjelaskan cara menghasilkan bunyi dari beragam benda di sekitar dengan lengkap. 6. Setelah eksplorasi dan diskusi, siswa mampu menyajikan laporan hasil pengamatan tentang cara menghasilkan bunyi dari beragam benda di sekitar dengan sistematis. Media, Alat Bantu, dan Sumber Belajar • Teman-teman di sekolah sebagai narasumber kegiatan wawancara. • Alat musik tradisional daerah masingmasing. • Beragam benda di kelas dan sekitarnya. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran • Sebelum memulai pembelajaran, guru menempelkan gambar seorang anak Bali yang memakai baju tradisional. Di belakang anak ada rumah tradisional Bali. 1 Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 1 Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku Tahukah kamu bahwa Indonesia terdiri atas banyak pulau, suku bangsa, tarian, rumah adat, serta agama? Ayo, kita cari tahu lebih jauh tentang keberagaman itu. Indonesia terdiri atas berbagai macam suku bangsa dan budaya, namun tetap dalam satu wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Keberagaman tersebut merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Kita wajib mensyukurinya. Berikut adalah bacaan tentang keberagaman budaya Indonesia. Bacalah teks berikut dalam hati! Pawai Budaya Pawai Budaya sangat menarik bagi warga Kampung Babakan. Pawai ini selalu menampilkan keragaman budaya Indonesia. Udin dan teman-teman tidak pernah bosan menanti rombongan pawai lewat. Tahun ini mereka datang ke alun-alun untuk melihat pawai tersebut. Kakek Udin pun terlihat sabar menanti. Terdengar suara gendang yang menandakan rombongan pawai semakin dekat. 1Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 5 • Guru mengajak siswa untuk mendiskusikan pakaian adat, rumah tradisional dan makanannya. • Guru menyampaikan kepada siswa bahwa hari ini mereka akan belajar banyak tentang budaya Indonesia. • Siswa diajak berdiskusi tentang Keragaman Budaya Indonesia. Guru mengajukan pertanyaan pembuka, - siapa di antara kalian yang berasal dari suku Sunda, Suku Jawa, Suku Minang, dan seterusnya. • Siswa secara berpasangan diminta untuk saling menginformasikan tentang asal suku mereka kepada teman di sebelahnya. Apabila mayoritas siswa berasal dari suku yang sama, siswa bisa menceritakan suku lainnya yang mereka ketahui 4 Buku Siswa SD/MI Kelas IV Bacalah paragraf kedua dan temukan gagasan pokok dan gagasan pendukungnya. Kamu bisa berdiskusi dengan teman kelompokmu. Sampaikan hasilnya di depan kelas. Perhatikan diagram berikut ini! Temukan gagasan pokok dan gagasan pendukung untuk paragraf 3, 4, dan 5. Paragraf 36 Buku Guru SD/MI Kelas IV Guru melakukan penilaian terhadap satu kelompok saat mereka berdiskusi. Saat menilai, guru menggunakan rubrik. Siswa yang belum dinilai pada kesempatan ini dapat dinilai saat mereka melakukan diskusi di kesempatan lain. • Hasil diskusi siswa dibahas secara klasikal dan disimpulkan bersama. Indonesia terdiri atas berbagai macam suku bangsa dan budaya, namun tetap dalam satu wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Keragaman tersebut merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Kita wajib mensyukurinya. • Siswa kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang terdiri dari 3-4 siswa dalam setiap kelompok. Siswa bisa diminta untuk menghitung 1 sampai 4 secara berurutan. Setiap siswa kemudian diminta untuk membentuk kelompok berdasarkan nomor urut yang sama. • Guru menyampaikan kepada siswa bahwa mereka akan mendapatkan beragam informasi tentang keragaman budaya Indonesia dari teks bacaan yang akan dipelajari. Siswa kemudian diajak untuk mengamati gambar keragaman budaya yang ada di buku dan membaca teksnya dalam hati. Saat siswa membaca teks, guru berkeliling kelas untuk memastikan seluruh siswa melakukan kegiatan yang dimaksud dengan tertib. • Siswa kemudian diminta untuk menuliskan nomor urut di sebelah kiri pada setiap paragraf. • Siswa dalam kelompok diminta berdiskusi untuk menjawab pertanyaan tentang isi dari paragraf satu. • Setiap kelompok kemudian diminta untuk membacakan hasil diskusi mereka di depan kelompok yang lain. Siswa dari kelompok lain diminta untuk memberikan masukan. Setiap siswa diminta mencatat masukan dan komentar sebagai bahan untuk perbaikan dari hasil diskusi mereka. Guru juga dapat memberikan masukan kepada setiap kelompok untuk mengarahkan siswa pada jawaban yang benar. • Setelah semua kelompok selesai mengomunikasikan hasil diskusi, guru memberikan penguatan tentang strategi dalam menemukan isi cerita yang biasa dinamakan gagasan pokok/gagasan utama/ide utama/ide pokok/ pokok pikiran, dari suatu paragraf.Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 7 Setiap bacaan biasanya terdiri atas beberapa paragraf. Setiap paragraf memiliki gagasan pokok yang diperkuat oleh gagasan pendukung. Gagasan pokok adalah ide utama yang dibahas dalam suatu bacaan, bisa berupa kalimat inti atau pokok paragraf. Gagasan pendukung adalah uraian atau tambahan informasi untuk gagasan pokok. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menentukan gagasan pokok setiap paragraf. 1. Bacalah paragraf dengan cermat! 2. Cermati kalimat pertama hingga terakhir! - Apakah kalimat pertama merupakan gagasan pokok atau gagasan penjelas? Apakah kalimat kedua yang merupakan gagasan pokok? Teruslah membaca kalimat demi kalimat hingga gagasan pokok paragraf ditemukan. - Ingat, gagasan pokok sebagai isi atau inti paragraf dapat terletak di awal, akhir, awal dan akhir, atau di seluruh paragraf. • Siswa masih dalam kelompok diminta untuk menemukan gagasan pokok dan gagasan pendukung paragraf kedua. Guru membimbing jalannya kerja kelompok, berjalan berkeliling dari kelompok satu ke kelompok lain untuk memastikan bahwa setiap anggota berpartisipasi aktif. • Setiap kelompok kemudian mengomunikasikan hasilnya kepada kelompok lainnya. Guru dan siswa dari kelompok lain dapat saling memberikan masukan untuk mendapatkan jawaban yang tepat. Tugas Mandiri Siswa diminta untuk menemukan gagasan utama dan gagasan pendukung dari paragraf ketiga, keempat, dan kelima dari teks yang ada di buku dan menuliskannya pada diagram yang tersedia. • Siswa mendapatkan penjelasan bagaimana mengisi diagram dari guru. Mengisi Diagram 1. Pastikan siswa memiliki diagram. 2. Minta siswa menuliskan ‘Gagasan Pokok’ di tengah diagram. 3. Siswa diminta menemukan paling sedikit 5 gagasan pendukung untuk setiap satu gagasan pokok.8 Buku Guru SD/MI Kelas IVI 4. Siswa menuliskan setiap satu gagasan di satu kolom di sekitar gagasan utama. 5. Isi sisi bintang searah jarum jam. Peta pikiran siswa diperiksa guru menggunakan rubrik • Siswa kembali diingatkan pada kegiatan di awal pembelajaran tentang keragaman suku dari teman-teman di kelas. Tugas wawancara Setiap siswa diminta untuk mencari informasi dengan cara mewawancarai paling sedikit 8 orang teman di kelas. Informasi yang harus dicari adalah tentang daerah asal dan ciri khas dari daerah tersebut. Siswa menuliskan informasi pada tabel yang tersedia. Motivasi siswa untuk menemukan beragam suku yang berbeda dari teman-teman di kelas. Guru mengawasi jalannya wawancara dan berjalan berkeliling untuk memastikan dan memotivasi siswa untuk aktif menjalankan tugasnya. Guru juga memastikan siswa bersikap sopan, berbahasa santun, dan saling menghargai saat wawancara berlangsung. Kegiatan wawancara ini dapat dilakukan lintas kelas untuk memperkaya informasi yang didapat siswa tentang keragaman budaya dan etnis di antara mereka. • Usai kegiatan wawancara, siswa kembali ke tempat duduk masing-masing untuk mendapatkan pengarahan pada tugas berikutnya. • Guru mengajukan pertanyaan terbuka: - Bagaimana sikap kalian kepada teman yang berasal dari suku yang berbeda dan memiliki agama/kepercayaan yang berbeda? - Ceritakan satu pengalaman yang berkesan bersama teman yang berasal dari suku berbeda dan memiliki agama/kepercayaan yang berbeda! 8 Buku Siswa SD/MI Kelas IV Indonesia adalah negara yang sangat beragam budaya, agama, dan bahasa daerahnya. Sebagai warga negara yang baik, kita wajib menghargai keberagaman tersebut. Bertanyalah kepada temanmu untuk mencari informasi tentang keberagaman suku bangsa di kelasmu! No. Nama Siswa Daerah Asal Ciri Khas Daerah 1. Siti Padang Rendang, Rumah Gadang Setelah mendapatkan informasi di atas, jawablah pertanyaan berikut. 1. Apakah kalian semua berasal dari daerah asal yang sama? Jelaskan! 2. Apakah kalian mempunyai ciri khas daerah yang sama? Jelaskan!Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 9 • Beberapa siswa diberikan kesempatan untuk menjawab pertanyaan tersebut. - Siswa kemudian secara berpasangan dapat saling menceritakan pengalaman masing-masing bersama teman yang berasal dari suku berbeda dan memiliki agama/kepercayaan yang berbeda. • Guru memberikan penguatan tentang pentingnya sikap saling menghargai dalam keragaman budaya, suku, dan agama, serta menjadikan keragaman tersebut sebagai identitas bangsa Indonesia. Indonesia terdiri atas berbagai macam suku bangsa dan budaya, namun tetap dalam satu wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Keragaman tersebut merupakan identitas bangsa Indonesia yang membuat bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang memiliki kekayaan budaya, suku, dan agama yang berbeda-beda. Keragaman tersebut merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Kita wajib mensyukurinya. Wujud syukur tersebut dapat dilakukan dalam bentuk sikap saling menghargai antarsuku dan pemeluk agama/kepercayaan yang berbeda. • Siswa menjawab pertanyaan dan mengisi tabel tentang sikap saling menghargai yang terdapat di buku secara mandiri. Guru berkeliling untuk memastikan setiap siswa mengerjakan tugasnya. Guru dapat mendampingi siswa yang mendapatkan kesulitan dalam menjawab pertanyaan. • Siswa akan saling berbagi jawaban tentang pengalaman melaksanakan sikap saling menghargai dan contoh sikap tidak menghargai secara berpasangan bersama teman di sebelahnya. • Siswa dapat mendiskusikan pengalaman yang menurut mereka menarik. Dari pengalaman belajar ini, siswa diharapkan dapat: • Saling belajar dan melakukan refleksi diri untuk memperbaiki sikap yang belum sesuai. • Memperkaya informasi tentang pentingnya sikap saling menghargai. • Meningkatkan sikap saling menghargai dan menjadikannya sebagai suatu kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.10 Buku Guru SD/MI Kelas IVI Tugas dan sikap belajar siswa dinilai menggunakan rubrik (penilaian 2) • Guru menampilkan satu alat musik tradisional dari daerah asal sekolah. Guru diharapkan dapat menyiapkan satu/lebih alat musik yang mudah didapat dari daerah masing-masing. Jika memungkinkan, akan lebih baik jika alat musik yang dihadirkan beragam guna memperkaya pengetahuan dan pengalaman belajar siswa. Siswa dapat juga diminta untuk membawa alat musik tradisional yang mereka miliki di rumah. • Guru mengajukan pertanyaan sebagai kegiatan pembuka: - Bagaimana cara memainkan alat musik ini sehingga dapat menghasilkan bunyi? • Beberapa siswa diminta membunyikan alat musik tersebut di depan kelas. • Minta satu/beberapa siswa untuk menjelaskan tentang cara alat musik tersebut dibunyikan. (dipukul, ditiup, digoyang, dipetik, digesek, dan sebagainya.) Kerja Mandiri Siswa membaca teks tentang beragam alat musik tradisional yang ada di buku, kemudian mengisi tabel yang tersedia. Guru berkeliling untuk memastikan setiap siswa mengerjakan tugas dengan tertib. Guru dapat mendampingi siswa yang mendapatkan kesulitan dalam menjawab pertanyaan. • Siswa kemudian akan melakukan kegiatan eksplorasi menggunakan benda-benda yang dapat menghasilkan bunyi yang terdapat di kelas dan sekitarnya. • Setiap siswa diminta mengambil lima benda yang ada di kelas dan sekitarnya. Ingatkan siswa untuk memilih benda-benda yang dapat menghasilkan bunyi dengan cara yang berbeda.Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 11 Guru dapat menyiapkan beragam benda yang menghasilkan bunyi dengan cara berbeda, seperti peluit (ditiup) , dua tutup panci (dipukul), sendok dan botol kaca (dipukul), kantong plastik (diremas), botol plastik diisi benda-benda kecil (digoyang), dsb. Jika jumlah benda terbatas, setiap siswa dapat mengambil dua benda, yang kemudian akan digunakan secara bergantian. • Siswa diminta untuk membunyikan benda-benda tersebut dengan cara yang berbeda. • Siswa mengisi tabel yang tersedia berdasarkan hasil eksplorasi. • Siswa menjawab pertanyaan berdasarkan hasil eksplorasi. Tugas siswa diperiksa guru menggunakan rubrik (penilaian 3) • Guru memberikan penguatan. Segala macam bentuk bunyi berasal dari benda yang bergetar. Getaran dari suatu benda akan mengakibatkan udara di sekitarnya bergetar. Getaran tersebut menimbulkan gelombang bunyi di udara. Benda-benda yang bergetar dan menghasilkan bunyi disebut sumber bunyi. Bunyi dapat merambat melalui benda padat, cair, dan gas. Akan tetapi, bunyi tidak dapat merambat pada ruang hampa. • Siswa dibagi dalam kelompok besar yang dapat terdiri dari 8-10 siswa. Siswa dapat menentukan kelompok secara mandiri berdasarkan jenis alat musik yang disukai. • Setiap kelompok diminta untuk menciptakan satu kombinasi bunyi dari beragam benda.12 Buku Guru SD/MI Kelas IVI Siswa dalam kelompok diberikan kepercayaan untuk mengatur pembagian tugas benda-benda yang mereka telah pilih. Motivasi siswa untuk dapat tertib dan bekerjasama guna menghasilkan satu kesatuan bunyi yang enak di dengar. Ingatkan siswa untuk saling menghargai saat kegiatan berlangsung. Guru berkeliling memastikan setiap kelompok dapat bekerjasama dengan baik. • Setiap kelompok dapat menampilkan hasil karya ansambel bunyi mereka secara bergantian. • Siswa kemudian menjawab pertanyaan yang terdapat di buku berdasarkan hasil kerjasama mereka dalam menciptakan ansambel bunyi yang enak didengar. • Siswa menyimpulkan kegiatan belajar. • Siswa melakukan refleksi dengan menjawab pertanyaan yang terdapat dalam buku siswa. • Guru dapat menambahkan pertanyaan refleksi berdasarkan panduan yang terdapat pada lampiran di Buku Guru. 16 Buku Siswa SD/MI Kelas IV Menghargai perbedaan akan memperkuat persatuan dan kesatuan. Semua orang harus hidup rukun meskipun memiliki perbedaan. • Apa yang kamu pelajari dari kegiatan hari ini? • Apa yang akan kamu lakukan untuk menghargai perbedaan di sekitarmu? Mintalah orang tuamu untuk menceritakan pengamalannya menghargai perbedaan di lingkungan sekitar rumah. Ceritakan hasilnya kepada gurumu!Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 13 Pengayaan • Apabila memiliki waktu, siswa dapat memainkan ansambel bunyi mereka kepada kelas lain. Remedial • Siswa yang belum terampil dalam menemukan gagasan utama dan gagasan pokok dapat diberikan contoh-contoh tambahan teks sebagai latihan tambahan. Siswa dapat dibantu oleh siswa lain yang telah sangat terampil dalam menemukan gagasan pokok dan gagasan utama. Penilaian 1. Diskusi Saat siswa melakukan diskusi, guru menilai mereka dengan menggunakan rubrik. Centang () pada bagian yang memenuhi kriteria. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Mendengarkan Selalu mendengarkan teman yang sedang berbicara. Mendengarkan teman yang berbicara, namun sesekali masih perlu diingatkan. Masih perlu diingatkan untuk mendengarkan teman yang sedang berbicara.  Sering diingatkan untuk mendengarkan teman yang sedang berbicara namun tidak mengindahkan. Komunikasi non verbal (kontak mata, bahasa tubuh, postur, ekspresi wajah, suara) Merespon dan menerapkan komunikasi non verbal dengan tepat. Merespon dengan tepat terhadap komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman.  Sering merespon kurang tepat terhadap komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman. Membutuhkan bantuan dalam memahami bentuk komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman. Partisipasi (menyampaikan ide, perasaan, pikiran) Isi pembicaraan menginspirasi teman. Selalu mendukung dan memimpin teman lainnya saat diskusi. Berbicara dan menerangkan secara rinci, merespon sesuai dengan topik. Berbicara dan menerangkan secara rinci,namun terkadang merespon kurang sesuai dengan topik. Jarang berbicara selama proses diksusi berlangsung.  Penilaian (penskoran) : total nilai siswa total nilai maksimal x 10 Contoh : 2+3+1 12 = 6 12 x 10 = 514 Buku Guru SD/MI Kelas IVI 2. Bahasa Indonesia Tugas siswa menemukan gagasan pokok dan gagasan utama dari setiap paragraf dinilai menggunakan rubrik Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Gagasan pokok. Menemukan gagasan pokok pada semua paragraf dengan benar. Menemukan sebagian besar gagasan pokok pada semua paragraf dengan benar.  Menemukan sebagian kecil gagasan pokok pada semua paragraf dengan benar. Belum dapat menemukan gagsan pokok. Gagasan pendukung. Menemukan gagasan pendukung pada semua paragraf dengan benar. Menemukan sebagian besar gagasan pendukung pada semua paragraf dengan benar. Menemukan sebagian kecil gagasan pendukung pada semua paragraf dengan benar.  Belum dapat menemukan gagasan pendukung. Penyajian gagasan pokok dan gagasan pendukukung dalam peta pikiran. Isi pembicaraan menginspirasi teman. Selalu mendukung dan memimpin teman lainnya saat diskusi.  Menyajikan gagasan pokok dan gagasan pendukung dalam peta pikiran dengan tepat. Menyajikan sebagian kecil gagasan pokok dan gagasan pendukung dalam peta pikiran dengan tepat. Belum dapat menyajikan gagasan pokok dan gagasan pendukung dalam peta pikiran. Sikap: Mandiri Sebagian besar tugas diselesaikan dengan mandiri. Tugas diselesaikan dengan motivasi dan bimbingan guru. Tugas diselesaikan dengan motivasi dan bimbingan guru.  Belum dapat menyeselesaikan tugas meski telah diberikan motivasi dan bimbingan. Penilaian (penskoran) : total nilai siswa total nilai maksimal x 10 Contoh : 3+2+4+2 16 = 11 16 x 10 = 6,9Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 15 3. IPS a. Tugas siswa menemukan dan menuliskan informasi tentang keragaman budaya, serta mengomunikasikannya dinilai menggunakan rubrik. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Informasi tentang keragaman budaya, etnis, dan agama. Menuliskan informasi tentang keragaman budaya, etnis, dan agama teman-teman di kelas berdasarkan hasil wawancara dengan lengkap. Menuliskan sebagian besar informasi tentang keragaman budaya, etnis, dan agama teman-teman di kelas berdasarkan hasil wawancara cukup lengkap.  Menuliskan sebagian kecil informasi tentang keragaman budaya, etnis, dan agama teman-teman di kelas berdasarkan hasil wawancara kurang lengkap. Belum dapat menuliskan informasi tentang keragaman budaya, etnis, dan agama teman-teman di kelas berdasarkan hasil wawancara. Komunikasi lisan tentang keragaman budaya, etnis, dan agama. Mengomunikasikan secara lisan tentang keragaman budaya, etnis, dan agama teman-teman berdasarkan hasil wawancara dengan sistematis. Mengomunikasikan secara lisan sebagian besar keragaman budaya, etnis, dan agama teman-teman berdasarkan hasil wawancara cukup sistematis. Mengomunikasikan secara lisan sebagian kecil keragaman budaya, etnis, dan agama teman-teman berdasarkan hasil wawancara kurang sistematis.  Belum dapat mengomunikasikan secara lisan tentang keragaman budaya, etnis, dan agama teman-teman berdasarkan hasil wawancara. Sikap kerjasama. Menunjukkan sikap kerjasama dengan semua teman secara konsisten.  Menunjukkan sikap kerjasama dengan semua teman namun belum konsisten. Menunjukkan sikap kerjasama hanya dengan beberapa teman. Perlu dimotivasi untuk dapat bekerjasama. Santun dan saling menghargai. Menunjukkan sikap santun dan saling menghargai dengan semua teman secara konsisten. Menunjukkan sikap santun dan saling menghargai dengan semua teman namun belum konsisten. Menunjukkan sikap santun dan saling menghargai hanya dengan beberapa teman.  Perlu dimotivasi untuk bersikap santun dan saling menghargai dengan semua teman. Penilaian (penskoran) : total nilai siswa total nilai maksimal x 10 Contoh : 3+2+4+2 16 = 11 16 x 10 = 6,916 Buku Guru SD/MI Kelas IVI 4. IPA a. Tugas siswa menjelaskan dan menyajikan laporan pengamatan tentang cara menghasilkan bunyi dinilai menggunakan rubrik. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Cara menghasilkan bunyi. Menjelaskan cara menghasilkan bunyi dari semua benda berdasarkan hasil eksplorasi dengan lengkap. Menjelaskan cara menghasilkan bunyi dari sebagian besar benda berdasarkan hasil eksplorasi cukup lengkap. Menjelaskan cara menghasilkan bunyi dari sebagian kecil benda berdasarkan hasil eksplorasi kurang lengkap.  Belum dapat menemukan menjelaskan cara menghasilkan bunyi dari benda berdasarkan hasil eksplorasi. Laporan pengamatan tentang cara menghasilkan bunyi. Menyajikan laporan pengamatan tentang cara menghasilkan bunyi dari semua benda berdasarkan hasil eksplorasi dengan sistematis. Menyajikan laporan pengamatan tentang cara menghasilkan bunyi dari sebagian besar benda berdasarkan hasil eksplorasi cukup sistematis.  Menyajikan laporan pengamatan tentang cara menghasilkan bunyi dari sebagian kecil benda berdasarkan hasil eksplorasi kurang sistematis. Belum dapat menyajikan laporan pengamatan tentang cara menghasilkan bunyi dari benda berdasarkan hasil eksplorasi. Sikap rasa ingin tahu. Tampak antusias dan mengajukan banyak ide dan pertanyaan selama kegiatan. Tampak cukup antusias dan terkadang mengajukan ide dan pertanyaan selama kegiatan. Tampak kurang antusias dan tidak mengajukan ide dan pertanyaan selama kegiatan. Tidak tampak antusias dan perlu dimotivasi untuk mengajukan ide dan pertanyaan.  Penilaian (penskoran) : total nilai siswa total nilai maksimal x 10 Contoh: 2+3+1 12 = 6 12 x 10 = 5Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 17 b. Percobaan IPA dinilai menggunakan rubrik. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Penerapan Konsep Memperlihatkan pemahaman konsep dengan menunjukkan bukti pendukung dan menyampaikan pemahaman inti dari konsep yang sedang dipelajari dengan benar. Memperlihatkan pemahaman konsep dengan menunjukkan bukti pendukung namun perlubantuan saat menyampaikan pemahaman inti dari konsep yang yang sedang dipelajari. Memperlihatkan pemahaman konsep dengan menunjukkan bukti yang terbatas dan penyampaian pemahaman inti dari konsep tidak jelas.  Perlu bimbingan saat menyampaikan bukti dan pemahaman inti dari konsep yang dipelajari. Komunikasi Hasil percobaan disampaikan dengan jelas, obyektif dengan didukung data penunjang. Hasil percobaan disampaikan dengan jelas dan didukung sebagian data penunjang.  Hasil percobaan disampaikan denga njelas namun hanya didukung sebagian kecil data penunjang. Hasil percobaan disampaikan dengan kurang jelas dan tanpa data penunjang. Prosedur dan Strategi Seluruh data dicatat, langkah kegiatan dilakukan secara sistematis dan strategi yang digunakan membuat percobaan berhasil. Seluruh data dicatat, langkah kegiatan dilakukan secara sistematis namun masih membutuhkan bimbingan dalam menemukan strategi agar percobaan berhasil. Sebagian besar data dicatat, langkah kegiatan dan strategi dilakukan secara sistematis setelah mendapat bantuan guru. Sebagian kecil data dicatat, langkah kegiatan tidak sistematis dan strategi yang dipilih tidak tepat.  Penilaian (penskoran) : total nilai siswa total nilai maksimal x 10 Contoh: 2+3+1 12 = 6 12 x 10 = 518 Buku Guru SD/MI Kelas IVI 5. Catatan Anekdot untuk mencatat sikap (Disiplin) Contoh terlampir di bagian lampiran Buku Guru • Siswa diminta berdiskusi bersama orang tua di rumah untuk berbagi cerita tentang pengalaman menghargai perbedaan di lingkungan sekitar rumah. • Siswa diminta melaporkan hasil diskusi kepada guru.Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 19 Pembelajaran 2 Matematika 3.8 Menganalisis sifat-sifat segibanyak beraturan dan segibanyak tidak beraturan. 4.8 Mengidentifikasi segibanyak beraturan dan segibanyak tidak beraturan. PPKn 3.4 Mengidentifikasi berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. 4.4 Menyajikan berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. Pemetaan Kompetensi Dasar dalam Pembelajaran SBdP 3.3 Memahami dasar-dasar gerak tari daerah. 4.3 Meragakan dasar-dasar gerak tari daerah. 220 Buku Guru SD/MI Kelas IVI 2 Fokus Pembelajaran: Matematika, PPKn, SBdP Tujuan Pembelajaran • Setelah mengamati berbagai bentuk bangun datar, siswa mampu menyebutkan contoh-contoh segi banyak di sekitar dengan benar. • Setelah bereksplorasi, siswa mampu menuliskan konsep segi banyak dalam bentuk diagram frayer (contoh, bukan contoh, ciri-ciri, dan definisi) dengan benar. • Setelah mengamati, siswa mampu mengidentifikasi dasar-dasar gerakan tari Bungong Jeumpa dengan posisi tubuh berdiri dengan benar. • Setelah melihat contoh, siswa membuat mempraktikkan dasar-dasar gerakan tari Bungong Jeumpa (posisi tubuh berdiri) diiringi hitungan dari guru dengan benar. • Setelah mencari informasi, siswa mampu mempresentasi keberagaman Indonesia. • Setelah berdiskusi, siswa mampu menemukan menjelaskan makna pesatuan dan kesatuan dalam keberagaman. Media, Alat Bantu, dan Sumber Belajar • Tangram • Video tari Bungong Jeumpa Langkah-langkah Pembelajaran • Pada awal pembelajaran, guru mengingatkan siswa kembali cerita tentang pawai budaya. • Guru menunjukkan gambar tentang pawai budaya. Guru bisa mencetak gambar pawai budaya yang ada di buku siswa dalam ukuran besar.Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 21 • Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Satu kelompok terdiri dari lima siswa. • Siswa mengamati gambar pawai budaya yang ada di buku siswa. • Dalam kelompoknya, siswa diminta mengidentifikasi bangun datar yang ada pada gambar. (Siswa menuliskan nama dan bangun bangun yang ditemukan. Jika ada bangun yang sulit diberi nama, siswa tidak perlu menuliskan namanya). • Siswa menuliskan jawabannya di kertas plano atau kalender bekas. • Setiap kelompok menukarkan jawabannya dengan kelompok lain. • Guru meminta satu kelompok untuk menyampaikan jawabannya, sementara kelompok lain memberikan tanda jika jawabannya benar. • Guru memberi kesempatan kepada kelompok lain jika ada jawaban yang berbeda. • Guru meminta siswa mengelompokkan bangun datar yang ditemukan. • Guru berkeliling melihat hasil pekerjaan siswa. Guru menanyakan kepada tiap kelompok alasan pengelompokannya. • Guru menulis di papan tulis segi banyak dan bukan segi banyak. • Guru menanyakan kepada siswa, apa yang mereka ketahui tentang segi banyak. Siswa menjawab secara bergantian. • Secara klasikal siswa dan guru menyimpulkan tentang segi banyak. Segi banyak adalah bentuk tertutup dengan sisi yang terdiri atas garis lurus. • Siswa secara individu mengelompokkan bangun-bangun tersebut ke dalam tabel yang sudah disiapkan di buku siswa (segi banyak dan bukan segi banyak). • Siswa secara berpasangan akan menukarkan jawaban dengan temannya. Siswa menjelaskan kepada pasangannya alasan bangun tersebut dinamakan segi banyak atau bukan segi banyak. Guru berkeliling untuk melihat dan menanyakan jawaban siswa. M Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 17 2 Pada saat menyaksikan Pawai Budaya, Udin sangat kagum dengan keindahan keberagaman budaya. Temukan sebanyak-banyaknya bangun datar yang ada pada gambar di atas. Menyaksikan pawai budaya membuat Edo semakin kagum akan keberagaman budaya di Indonesia. Inginkah kamu mengetahui keberagaman budaya Indonesia lainnya? Ayo kita cari tahu bersama!22 Buku Guru SD/MI Kelas IVI • Secara individu, siswa diminta menemukan contoh-contoh segi banyak dan bukan segi banyak yang ada di kelas. Siswa menuliskan jawabannya pada tabel yang sudah disiapkan. • Setelah semua siswa selesai menemukan contoh-contoh, guru akan melakukan diskusi klasikal untuk menemukan manfaat dari segi banyak. • Guru bisa membawa berbagai gambar yang menunjukkan manfaat dari segi banyak. Misalkan sarang lebah. Siswa secara bergantian akan menjelaskan manfaat dari segi banyak dalam kehidupan sehari-hari. Guru memberikan penguatan kepada siswa untuk bersyukur atas segala hal yang sudah Tuhan ciptakan untuk manusia. (siswa bisa membaca cerita tentang lebah) • Siswa mengerjakan diagram frayer tentang segi banyak. Siswa menuliskan contoh, bukan contoh, ciri-ciri, dan definisi dari segi banyak. Keterampilan Belajar Diagram frayer merupakan salah satu keterampilan belajar yang terfokus pada salah satu konsep. Diagram ini membantu untuk memahami konsep secara utuh. Langkah-langkah mengisi diagram ini adalah: 1. Menuliskan konsep yang ingin difokuskan di bagian tengah. 2. Menuliskan contoh dari konsep. (Bisa berupa gambar dan atau tulisan) 3. Menuliskan bukan contoh dari konsep. (Bisa berupa gambar dan atau tulisan). 4. Menuliskan ciri-ciri dari konsep yang sedang dibahas. 5. Menuliskan definisi dengan kalimat sendiri setelah melihat contoh, bukan contoh, serta ciri-ciri. • Pokok bahasan segi banyak kali ini adalah latihan awal siswa membuat diagram frayer. Guru membimbing siswa dengan memberikan instruksi satu persatu. Mulai dari mengisi bagian contoh setelah selesai bukan contoh dan seterusnya. Guru mencontohkan menuliskan ciri-ciri dari sebuah konsep dengan terperinci. Setelah menulis contoh, bukan contoh, ciri-ciri dan definisi, guru mencontohkan cara menulis definisi dengan kalimat yang dibuat sendiri. Diharapkan dengan hal ini siswa akan Berdasarkan bangun datar yang kamu temukan pada gambar pawai budaya, kelompokkan mana yang termasuk segi banyak dan bukan segi banyak. Jelaskan alasanmu! Segi banyak Bukan Segi banyak Diskusikan hasil jawabanmu dengan temanmu! Apakah hasil pengelompokanmu sama dengan temanmu? Jelaskan! Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 19Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 23 semakin paham akan konsep yang dipelajari. Pada pertemuan selanjutnya siswa sudah mandiri membuat diagram ini. • Jika diagram frayer di buku siswa dirasa terlalu kecil, guru bisa memfotokopi dan memperbesar contoh diagram yang ada. • Di akhir pembelajaran siswa membuat tangram. Tangram ini akan digunakan untuk membuat kolase. Guru akan membimbing siswa membuat tangram. • Pada sesi kali ini, siswa akan belajar tari daerah. Tari yang dipelajari adalah Bungong Jeumpa atau tarian daerah lainnya. Guru menyiapkan video tarian, musik. Jika memungkinkan, guru bisa menari di depan siswa sebagai contoh. • Siswa diminta mengamati video atau tarian langsung. Siswa mendiskusikan dasar-dasar gerakan tarian. Siswa juga bisa mengamati dasar-dasar gerakan yang ada di buku siswa. • Guru mempraktikkan satu persatu dasar-dasar gerakan tarian. Guru menjelaskan posisi tubuh setiap dasar gerakan. • Siswa mempraktikkan bersama-sama setiap dasar-dasar gerakan. Guru memberi aba-aba dengan hitungan sampai 8. Guru mengamati siswa dan membetulkan jika ada gerakan yang kurang tepat. • Siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok yang terdiri dari delapan siswa. • Dalam kelompoknya, siswa mempraktikkan dasar-dasar gerakan A sampai D dengan aba-aba dari guru. • Siswa mempraktikkan setiap dasar-dasar gerakan di depan kelompoknya. Siswa lain menilai dan memberikan komentar. • Siswa duduk secara berkelompok. • Siswa membaca dan mengamati gambar yang ada di buku siswa. • Secara berkelompok, siswa mengidentifikasi keberagaman yang ada. Hal-hal yang diidentifikasi ada pada tabel yang disiapkan di buku siswa. M 28 Buku Siswa SD/MI Kelas IV Keberagaman Indonesia indah sekali. Bagaimana menjaga keberagaman tersebut? Ayo kita pelajari lebih lanjut! Pak Sammy, Pak Encep, Pak Made, Pak Udin, dan Pak Nur tinggal di Kampung Babakan. Mereka berasal dari suku yang berbeda-beda. Mereka juga mempunyai kesukaan makanan yang berbeda-beda. Makanan kesukaan mereka adalah makanan khas daerahnya. Mereka juga sangat ahli dalam memainkan alat musik daerah masing-masing. Mereka menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa sehari-hari meskipun masih sangat terpengaruh dengan logat bahasa daerah mereka. Pak Sammy berasal dari Maluku Pak Udin berasal dari Betawi Pak Nur berasal dari Jawa Pak Made berasal dari Bali Pak Encep berasal dari Sunda24 Buku Guru SD/MI Kelas IVI • Siswa bisa mencari informasi dari berbagai sumber untuk melengkapi informasinya. • Setiap kelompok akan menukar hasil pekerjaannya dengan kelompok lain. • Guru menambahkan dan menguatkan jika ada hal-hal yang belum jelas. • Guru menguatkan bahwa masyarakat Indonesia sangat beragam suku bangsa, budaya, dan sosial. • Guru menanyakan kepada siswa, apakah mereka hidup berdampingan dengan baik? • Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab. • Siswa membaca teks “Sigap Membantu Sesama”. • Secara individu siswa membaca teks yang ada di buku siswa dengan membaca dalam hati. • Bersama dengan kelompoknya, siswa menjawab yang ada di buku siswa. Siswa menulis jawabannya di kertas plano atau kalender bekas. • Siswa menempel jawabannya pada dinding kelas. • Satu siswa dalam kelompok akan berdiri di depan hasil kerjaannya untuk dipresentasikan kepada siswa lain yang mengunjungi. Sementara, siswa yang lain akan berkunjung ke pekerjaan kelompok lain dengan abaaba tepuk tangan. Guru memastikan bahwa semua siswa tenang dan berdiskusi berjalan dengan baik. Siswa yang mengunjungi hasil pekerjaan siswa lain bisa memberikan pertanyaan ataupun saran. • Ketika diskusi sudah selesai, setiap siswa akan duduk di tempat masingmasing untuk mendiskusikan kembali hasil pekerjaannya. • Guru dan siswa mendiskusikan jawaban dari setiap pertanyaan satu persatu. Guru menyimpulkan bahwa setiap orang itu berbeda. Baik dari suku bangsa, sosial dan budaya. Pengikat dari keberagaman adalah persatuan dan kesatuan. Dengan sikap persatuan dan kesatuan, setiap orang bisa bekerjasama dengan baik dengan orang-orang yang berbeda. • Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan memberikan pendapat. Guru memotivasi siswa untuk menguatkan nilainilai persatuan dan kesatuan dalam kehidupan sehari-hari. • Guru menanyakan contoh-contoh sikap persatuan dan kesatuan dalam kehidupan sehari-hari. • Siswa menjawab secara bergantian.Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 25 • Siswa melakukan perenungan dengan menjawab pertanyaan yang terdapat dalam buku siswa. • Guru dapat menambahkan pertanyaan perenungan berdasarkan panduan yang terdapat pada lampiran buku guru. Remedial • Siswa yang belum memahami konsep segi banyak dapat mengulang kegiatan bersama guru. Kegiatan bisa dilakukan seusai jam belajar. Kegiatan dilakukan sekitar 30 menit–60 menit. • Kegiatan dapat dilakukan untuk beberapa siswa sekaligus. Pengayaan • Siswa bisa membuat kolase lain dari segi banyak. Penilaian 1. Matematika: Diagram frayer Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Contoh Menyebutkan minimal 4 contoh segi banyak dengan benar. Menyebutkan minimal 3 contoh segi banyak dengan benar. Menyebutkan minimal 2 contoh segi banyak dengan benar. Menyebutkan minimal 1 segi banyak dengan benar. Bukan Contoh Menyebutkan minimal 4 contoh bukan segi banyak dengan benar. Menyebutkan minimal 3 contoh bukan segi banyak dengan benar. Menyebutkan minimal 2 contoh bukan segi banyak dengan benar. Menyebutkan minimal 1 contoh bukan segi banyak dengan benar. Ciri-ciri Menjelaskan 4 ciri segi banyak dengan benar. Menjelaskan 3 ciri-ciri segi banyak dengan benar. Menjelaskan 2 ciri-ciri segi banyak dengan benar. Menjelaskan 1 ciri-ciri segi banyak dengan benar. Definisi Menjelaskan definisi segi banyak dengan bahasa sendiri secara benar dan terperinci. Menjelaskan definisi segi banyak dengan bahasa dengan benar, namun kurang terperinci. Menjelaskan definisi segi banyak dengan bahasa sendiri, namun ada beberapa hal yang kurang tepat. Definisi yang dibuat tidak tepat. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 126 Buku Guru SD/MI Kelas IVI 2. SBdP: Menari tarian Bungong Jeumpa Catatan Anekdot untuk mencatat untuk melihat kemampuan siswa. 3. PPKn: Presentasi Keberagaman di Indonesia Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Mencari Informasi Menemukan semua hal yang diharapkan dengan mencari dari berbagai sumber. Menemukan sebagian besar informasi yang diharapkan dengan mencari dari berbagai sumber. Menemukan sebagian informasi yang diharapkan dengan mencari dari berbagai sumber. Menemukan sebagian kecil informasi yang diharapkan dengan mencari dari berbagai sumber. Mengolah Informasi Menuliskan seluruh informasi ke dalam tabel dengan benar. Menuliskan sebagian besar informasi ke dalam tabel dengan benar. Menuliskan sebagian informasi ke dalam tabel dengan benar. Menuliskan sebagian kecil informasi ke dalam tabel dengan benar. Menyajikan Informasi Menyajikan semua informasi dengan sistematis sehingga mudah dipahami. Menyajikan sebagian besar informasi dengan sistematis sehingga cukup mudah dipahami. Menyajikan sebagian informasi dengan sistematis sehingga kurang bisa dipahami. Menyajikan informasi dengan tidak sistematis sehingga sulit dipahami. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1.Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 27 4. Diskusi: Pada saat diskusi keberagamaan. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Mendengarkan Selalu mendengarkan teman yang sedang berbicara. Mendengarkan teman yang berbicara, namun sesekali masih perlu diingatkan. Masih perlu diingatkan untuk mendengarkan teman yang sedang berbicara. Sering diingatkan untuk mendengarkan teman yang sedang berbicara, namun tidak mengindahkan. Komunikasi non verbal (kontak mata, bahasa tubuh, postur, ekspresi wajah, suara). Merespon dan menerapkan komunikasi non verbal dengan tepat. Merespon dengan tepat terhadap komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman. Sering merespon kurang tepat terhadap komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman. Membutuhkan bantuan dalam memahami bentuk komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman. Partisipasi (menyampaikan ide, perasaan, pikiran) Isi pembicaraan menginspirasi teman. Selalu mendukung dan memimpin lainnya saat diskusi. Berbicara dan menerangkan secara rinci, merespon sesuai dengan topik. Berbicara dan menerangkan secara rinci, namun terkadang merespon kurang sesuai dengan topik. Jarang berbicara selama proses diksusi berlangsung. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1 5. Catatan Anekdot untuk mencatat sikap (santun dan peduli) (Contoh terlampir dalam lampiran pada Buku Guru). • Siswa akan mendiskusikan dengan orang tuanya nilai-nilai persatuan dan kesatuan dalam keberagaman. • Siswa membahas nilai-nilai tersebut di keluarga masing-masing.28 Buku Guru SD/MI Kelas IVI IPA 3.6 Menerapkan sifat-sifat bunyi dan keterkaitannya dengan indera pendengaran. 4.6 Menyajikan laporan hasil percobaan tentang sifatsifat bunyi. Bahasa Indonesia 3.1 Mencermati gagasan pokok dan gagasan pendukung yang diperoleh dari teks lisan, tulis, atau visual. 3.2 Mencermati keterhubungan antargagasan yang didapat dari teks lisan, tulis, atau visual. 4.1 Menata informasi yang didapat dari teks berdasarkan keterhubungan antargagasan ke dalam kerangka tulisan. 4.2 Menyajikan hasil pengamatan tentang keterhubungan antargagasan ke dalam tulisan. PJOK 3.1 Memahami variasi gerak dasar lokomotor, nonlokomotor, dan manipulatif sesuai dengan konsep tubuh, ruang, usaha, dan keterhubungan dalam permainan bola besar sederhana dan atau tradisional*. 4.1 Mempraktikkan variasi gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif sesuai dengan konsep tubuh, ruang, usaha, dan keterhubungan dalam permainan bola besar sederhana dan atau tradisional*. 3 Pemetaan Kompetensi Dasar dalam Pembelajaran Pembelajaran 3Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 29 Fokus Pembelajaran: PJOK, IPA, Bahasa Indonesia Tujuan Pembelajaran 1. Dengan permainan tradisional Benteng dan Gobak Sodor, siswa mampu menjelaskan aturan main dan manfaat permainan tersebut untuk melatih keterampilan pola gerak dasar lokomotor dengan tepat. 2. Dengan permainan tradisional Benteng dan Gobak Sodor, siswa mampu mempraktikkan keterampilan pola gerak dasar lokomotor dengan mandiri. 3. Setelah percobaan, siswa mampu menjelaskan sifat-sifat bunyi merambat dengan lengkap. 4. Setelah percobaan, siswa mampu menyajikan laporan tentang sifat-sifat bunyi merambat dengan sistematis. 5. Setelah membaca teks tentang “Membantu Sesama”, siswa mampu mengidentifikasi gagasan pokok dan gagasan pendukung setiap paragraf dari teks tulis dengan mandiri. 6. Setelah membaca teks tentang “Membantu Sesama”, siswa mampu menyajikan gagasan utama dan gagasan pendukung setiap paragraf dari teks tulis dalam bentuk peta pikiran dengan tepat. Media, Alat Bantu, dan Sumber Belajar • Untuk percobaan IPA - Selang plastik, gelas plastik, benang kasur, paku - Ember besar, Air, Batu koral, Corong kecil Langkah-Langkah Pembelajaran • Siswa diingatkan kembali tentang Keragaman Budaya Indonesia, salah satunya adalah keragaman permainan tradisional. 3 34 Buku Siswa SD/MI Kelas IV 3 Tahukah kamu, bahwa Indonesia juga kaya dengan permainan tradisional? Bacalah teks berikut sebelum kamu mempraktikkannya! Benteng-Bentengan Benteng-bentengan atau Rerebonan adalah permainan yang dimainkan oleh dua kelompok penawan dan tertawan. Masing-masing kelompok terdiri atas empat sampai dengan delapan orang dan memiliki satu tempat sebagai markas. Markas atau ‘benteng’ bisa berupa sebuah tiang, pohon, atau pilar. Gobak Sodor Permainan Gobak Sodor atau Galah Asin atau Galasin dilakukan di lapangan. Arena bermainnya merupakan kotak persegi panjang dan dibagi menjadi beberapa bagian secara horizontal dan vertikal. Permainan tradisional apa yang ada di daerahmu? Bagaimana cara memainkannya? Hari ini kamu akan mengenal dan mencoba beberapa permainan tradisional.30 Buku Guru SD/MI Kelas IV Guru mengajukan pertanyaan pembuka: - Siapakah diantara kalian yang mengetahui jenis permainan tradisional yang dimiliki bangsa Indonesia? • Siswa secara berpasangan diminta untuk saling menginformasikan tentang jenis permainan tradisional yang mereka ketahui kepada teman di sebelahnya. • Hasil diskusi siswa dibahas secara klasikal dan disimpulkan bersama. Indonesia yang kaya akan keragaman budaya, suku, agama dan kepercayaan, juga memiliki jenis permainan tradisional yang beragam. Permainan tradisional yang cukup banyak dimainkan oleh anak-anak Indonesia adalah Benteng dan Gobak Sodor. • Siswa membaca teks tentang permainan tradisional Benteng dan Gobak Sodor yang ada di buku. • Guru memberikan penguatan tentang aturan permainan tersebut serta gerak dasar lokomotor dan non-lokomotor yang dipraktikkan dalam permainan tersebut. Keterampilan Lokomotor Keterampilan lokomotor adalah kemampuan untuk melakukan gerakan anggota tubuh agar dapat berpindah tempat. Keterampilan lokomotor sangat penting untuk mengukur kemampuan motorik siswa berdasarkan usia dan dapat digunakan sebagai indikator tingkat perkembangan siswa. Berikut adalah keterampilan lokomotor dasar yang perlu dikuasai siswa. • Berjalan • Berlari • Melompat • Meloncat • Merosot Keterampilan Nonlokomotor Keterampilan nonlokomotor adalah kemampuan untuk melakukan gerakan anggota tubuh yang tidak menyebabkan seluruh tubuh berpindah tempat. Keterampilan nonlokomotor biasanya diajarkan sebagai keterampilan yang mendukung siswa untuk melakukan berbagai aktivitas dalam posisi tubuh tetap di tempat.Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 31 Berikut adalah contoh keterampilan nonlokomotor dasar yang perlu dikuasai siswa dalam tahap perkembangannya. • Memutar pinggang • Menekuk badan, tangan, dan kaki, • Memiringkan badan • Membentang tangan dan kaki • Memutar badan menghadap ke kiri, ke kanan, dan ke belakang • Siswa berdoa sebelum melakukan kegiatan olah raga. • Siswa melakukan pemanasan dengan mempraktikkan gerakan non lokomotor. Minta satu/beberapa siswa untuk memimpin pemanasan di depan teman-teman yang lain. • Siswa dibagi dalam kelompok sesuai kebutuhan. • Guru memberikan penguatan tentang permainan Benteng dan Gobak Sodor yang akan dimainkan. Benteng adalah permainan yang dimainkan oleh dua grup. Setiap grup terdiri dari 4- 8 orang. Setiap grup memilih suatu tempat sebagai markas, biasanya sebuah tiang, sebagai ‘benteng’. Cara Bermain Tujuan utama permainan adalah untuk menyerang dan mengambil alih ‘benteng’ lawan dengan menyentuh tiang yang telah dipilih oleh lawan dan meneriakkan kata benteng. Kemenangan juga bisa diraih dengan ‘menawan’ seluruh anggota lawan dengan menyentuh tubuh mereka. Tawanan biasanya ditempatkan di sekitar benteng musuh. Tawanan juga bisa dibebaskan bila rekannya dapat menyentuh dirinya. Dalam permainan ini, biasanya setiap anggota mempunyai tugas seperti ‘penyerang’, ‘mata-mata, ‘pengganggu’, dan ‘penjaga benteng’. Permainan ini sangat membutuhkan kecepatan berlari dan juga kemampuan strategi yang handal.32 Buku Guru SD/MI Kelas IVI Galasin atau Gobak Sodor Sebelum bermain perlu membuat garis-garis penjagaan dengan kapur tulis yang membentuk lapangan segi empat yang kemudian dibagi menjadi 6 bagian. Buatlah garis di tengah lapangan yang memotong keempat persegi panjang tersebut sebagai tempat atau jalan kapten (sodor). Selanjutnya, bagi siswa menjadi dua tim. Masing-masing terdiri dari 3-5 siswa. Satu tim akan menjadi tim “jaga” dan tim yang lain akan menjadi tim “lawan”. Penentuan tim jaga dan tim lawan biasanya dilakukan dengan ping sut oleh kapten dari masing-masing tim. Anggota tim yang mendapat giliran “jaga” akan menjaga lapangan, yaitu di garis horizontal dan garis batas vertikal (kapten). Penjaga garis horizontal bertugas menghalangi lawan yang juga berusaha untuk melewati garis batas yang sudah ditentukan. Penjaga garis horizontal bisa bergerak ke kanan dan ke kiri, sedangkan penjaga garis batas vertikal adalah menjaga keseluruhan garis batas vertikal yang terletak di tengah lapangan dengan bergerak dari depan ke belakang atau sebaliknya. Tim yang menjadi lawan, harus berusaha melewati baris pertama hingga baris paling belakang, kemudian kembali lagi melewati penjagaan lawan hingga sampai ke baris awal tanpa tersentuh oleh tim jaga. Manfaat yang dapat kita ambil dari permainan ini adalah kebersamaan dan kerja sama. • Siswa melakukan permainan dengan mempraktikkan nilai kerjasama, kejujuran, dan sportifitas. • Guru mengawasi jalannya permainan dan dapat memberikan penilaian menggunakan rubrik . Keterampilan dasar Lokomotor dan Non-Lokomotor siswa diperiksa menggunakan rubrik dan daftar periksa (penilaian 1)Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 33 • Usai berolahraga, siswa masih dalam kelompok yang sama menjawab pertanyaan yang ada di buku. • Siswa mendiskusikan jawaban bersama teman dalam kelompok. Guru membimbing jalannya diskusi kelompok, berjalan berkeliling dari kelompok satu ke kelompok lain untuk memastikan bahwa setiap anggota berpartisipasi aktif. • Siswa diingatkan kembali pada pembelajaran sebelumnya tentang keragaman alat musik tradisional Indonesia. • Guru mengajukan pertanyaan sebagi kegiatan pembuka. - Bagaimana bunyi dapat sampai ke telinga kita? • Siswa dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan 3 jenis alat musik tradisional daerah yang mereka sukai. Setiap kelompok akan melakukan 3 jenis percobaan yang berbeda tentang sifat bunyi merambat. • Siswa dalam kelompok diminta berdiskusi membuat pertanyaan tentang sifat bunyi merambat. • Setiap kelompok menyampaikan pertanyaan hasil diskusi di depan kelas. Setiap kelompok dapat menuliskan pertanyaan yang telah mereka buat di selembar kertas, kemudian ditempelkan di papan tulis depan kelas. Rangkaian pertanyaan tersebut akan dijawab bersama setelah kegiatan percobaan selesai dilakukan. • Siswa dalam kelompok kemudian melakukan tiga jenis percobaan secara bergantian tentang sifat bunyi merambat berdasarkan instruksi yang ada di buku. 36 Buku Siswa SD/MI Kelas IV 4. Sikap apa yang sebaiknya kamu tunjukkan saat kelompokmu menang atau kalah dalam permainan? 5. Hal baik apa saja yang dapat kamu pelajari dari permainan itu? Indonesia memiliki banyak permainan tradisional yang sangat menarik. Banyaknya jenis permainan tradisional ini menunjukkan keragaman budaya yang harus kita jaga. Selain memiliki permainan tradisional yang beragam, Indonesia memiliki musik tradisional yang beragam pula. Bunyi yang dihasilkan suatu benda berbeda-beda. Demikian pula dengan bunyi yang dihasilkan oleh alat musik tradisional.34 Buku Guru SD/MI Kelas IVI Pastikan alat dan bahan telah tersedia sebelum kegiatan dilakukan. Siswa dapat diminta untuk membawa sendiri alat dan bahan yang diperlukan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan tanggung jawab dan rasa percaya diri siswa. Guru berkeliling memastikan setiap kelompok melakukan percobaan dengan tertib dan bertanggung jawab. • Siswa mengisi tabel yang tersedia berdasarkan hasil percobaan. • Siswa masih dalam kelompok yang sama berdiskusi menjawab pertanyaan yang ada di buku berdasarkan hasil percobaan. • Guru memberikan penguatan tentang sifat bunyi merambat. Sifat Bunyi Merambat Bunyi merupakan gelombang yang perambatan arahnya sejajar dengan arah getarnya. Bunyi dapat terdengar jika memenuhi syarat berikut. 1. Ada sumber bunyi 2. Ada media penghantar 3. Ada pendengar Bunyi yang berasal dari sumber bunyi sampai kepada pendengar dengan cara merambat. Bunyi dapat merambat melalui media perantara: udara, zat cair, dan benda padat. Bunyi tidak dapat merambat tanpa adanya media perantara. Bunyi yang merambat melalui benda padat dan zat cair akan terdengar lebih jelas dibandingkan bunyi yang merambat melalui udara. Kerja mandiri Siswa menuliskan hasil percobaan dalam bentuk laporan yang ada di buku. Guru berkeliling untuk memastikan setiap siswa mengerjakan tugas dengan tertib. Guru dapat mendampingi siswa yang mendapatkan kesulitan dalam menjawab pertanyaan.Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 35 Laporan siswa diperiksa guru menggunakan rubrik (penilaian 2) • Siswa diingatkan kembali tentang gagasan pokok dan gagasan pendukung yang telah dipelajari pada pembelajaran sebelumnya. • Siswa membaca kembali teks berjudul “Sigap Membantu Sesama” yang terdapat pada pembelajaran sebelumnya. • Siswa menemukan gagasan pokok dan gagasan pendukung pada teks tersebut dan menuliskannya dalam peta pikiran yang tersedia. Guru berkeliling untuk memastikan setiap siswa mengerjakan tugas dengan tertib. Guru dapat mendampingi siswa yang mendapatkan kesulitan dalam menjawab pertanyaan. Peta pikiran siswa diperiksa guru menggunakan rubrik (penilaian 1) • Siswa mendiskusikan peta pikiran bersama teman dan guru. Sebagai variasi kegiatan diskusi, guru dapat menginstruksikan siswa untuk saling menginformasikan peta pikiran mereka menggunakan metode “komidi putar”. Siswa membentuk dua lingkaran besar. Setiap lingkaran memiliki jumlah siswa yang sama. Satu lingkaran akan berada di dalam lingkaran lainnya. Siswa dalam dua lingkaran tersebut akan berpasanagn dan saling berhadapan. Lingkaran bagian dalam akan berputar searah jarum jam, sehingga setiap siswa akan mendapatkan pasangan yang berbeda. Siswa dapat berputar beberapa kali sesuai kebutuhan berdasarkan waktu yang tersedia.36 Buku Guru SD/MI Kelas IVI • Siswa melakukan perenungan dengan menjawab pertanyaan yang terdapat dalam buku siswa • Guru dapat menambahkan pertanyaan perenungan berdasarkan panduan yang terdapat pada Buku Guru. Pengayaan • Apabila memiliki waktu, siswa dapat memainkan ansambel bunyi yang telah mereka kreasikan pada pembelajaran sebelumnya kepada kelas lain. Remedial • Siswa yang belum memahami sifat bunyi merambat akan mengulang percobaan dengan pendampingan. Siswa dapat dibantu oleh siswa lain yang telah menguasai konsep tersebut. Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 45 Diskusikanlah hasilnya dengan teman dan gurumu! • Apa yang kamu pelajari dari kegiatan hari ini? • Keragaman apa yang kamu pelajari? • Apa yang akan kamu lakukan agar alat musik tradisional Indonesia tidak punah? Cobalah lakukan salah satu percobaan tentang perambatan bunyi di rumah. Ceritakan hasilnya kepada teman dan gurumu di sekolah.Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 37 Penilaian 1. PJOK a. Keterampilan siswa dalam melakukan variasi gerakan lokomotor dan nonlokomotor dalam permainan Benteng dan Gobak Sodor dinilai menggunakan rubrik. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Aturan main Benteng dan Gobak Sodor, serta manfaatnya. Mampu menjelaskan aturan main Benteng dan Gobak Sodor dan manfaatnya dalam meningkatkan keterampilan gerak dasar lokomotor dan non-lokomotor dengan jelas dan benar. Menjelaskan aturan main Benteng dan Gobak Sodor dan manfaatnya dalam meningkatkan keterampilan gerak dasar lokomotor dan non-lokomotor dengan benar namun kurang jelas. Menjelaskan aturan main Benteng dan Gobak Sodor dan manfaatnya dalam meningkatkan keterampilan gerak dasar lokomotor dan non-lokomotor dengan kurang tepat. Belum dapat menjelaskan aturan main Benteng dan Gobak Sodor dan manfaatnya dalam meningkatkan keterampilan gerak dasar lokomotor dan non-lokomotor. Variasi pola gerak dasar lokomotor dan nonlokomotor dalam permainan Benteng dan Gobak Sodor Mampu mempraktikan semua variasi pola gerak dasar lokomotor dan non-lokomotor dalam permainan Benteng dan Gobak Sodor dengan teknik yang benar. Mempraktikan sebagian besar variasi pola gerak dasar lokomotor dan non-lokomotor dalam permainan Benteng dan Gobak Sodor dengan teknik yang benar. Mempraktikan sebagian kecil variasi pola gerak dasar lokomotor dan nonlokomotor dalam permainan Benteng dan Gobak Sodor dengan teknik yang benar. Belum dapat mempraktikan variasi pola gerak dasar lokomotor dan nonlokomotor dalam permainan Benteng dan Gobak Sodor. Kerja Sama Menunjukkan sikap kerjasama selama permainan secara konsisten. Menunjukkan sikap kerjasama selama permainan namun belum konsisten. Perlu motivasi untuk dapat bekerjasama selama permainan namun belum konsisten. Belum dapat menunjukkan sikap kerjasama selama permaianan meskipun telah dimotivasi. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1.38 Buku Guru SD/MI Kelas IVI b. Keterampilan dasar Lokomotor dan Non-Lokomotor dinilai menggunakan daftar periksa. Kriteria 1 2 3 4 5 Lokomotor: • Berjalan tegak • Berlari • Melompat dengan tumpuan satu kaki • Meloncat dengan tumpuan dua kaki Non-Lokomotor: • Memutar pinggang • Menekuk badan, tangan, dan kaki, • Memiringkan badan • Membentang tangan dan kaki • Memutar badan menghadap ke kiri, ke kanan, dan ke belakang Keterangan 1. Tidak pernah menunjukkan kriteria yang diharapkan. 2. Menunjukkan sikap sesuai kriteria sebesar 50%. 3. Menunjukkan sikap sesuai kriteria lebih dari 50% namun kurang dari 75%. 4. Menunjukkan kriteria lebih dari 75% namun kurang dari 100%. 5. Menunjukkan sikap sesuai kriteria yang diharapkan. 2. IPA a. Laporan hasil percobaan tentang sifat-sifat bunyi merambat dinilai menggunakan rubrik. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Sifat-sifat bunyi merambat Menjelaskan semua sifat bunyi merambat berdasarkan hasil percobaan dengan benar. Menjelaskan sebagian besar sifat bunyi merambat berdasarkan hasil percobaan dengan benar. Menjelaskan sebagian kecil sifat bunyi merambat berdasarkan hasil percobaan dengan benar. Belum dapat menjelaskan sifat-sifat bunyi merambat. Laporan pengamatan tentang sifat bunyi merambat Menyajikan laporan pengamatan tentang sifat bunyi merambat berdasarkan hasil percobaan dengan sistematis. Menyajikan laporan pengamatan tentang sebagian besar sifat bunyi merambat berdasarkan hasil percobaan cukup sistematis. Menyajikan laporan pengamatan tentang sebagian kecil sifat bunyi merambat berdasarkan hasil percobaan kurang sistematis. Belum dapat menyajikan laporan pengamatan tentang sifat bunyi merambat berdasarkan hasil percobaan. Sikap Rasa Ingin Tahu dan Berfikir Kritis Tampak antusias dan mengajukan banyak ide dan pertanyaan selama kegiatan. Tampak cukup antusias dan terkadang mengajukan ide dan pertanyaan selama kegiatan. Tampak kurang antusias dan tidak mengajukan ide dan pertanyaan selama kegiatan. Tidak tampak antusias dan perlu dimotivasi untuk mengajukan ide dan pertanyaan.Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 39 Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1. b. Percobaan IPA dinilai menggunakan rubrik. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Penerapan Konsep Memperlihatkan pemahaman konsep dengan menunjukkan bukti pendukung dan menyampaikan pemahaman inti dari konsep yang sedang dipelajari dengan benar. Memperlihatkan pemahaman konsep dengan menunjukkan bukti pendukung namun perlu bantuan saat menyampaikan pemahaman inti dari konsep yang yang sedang dipelajari Memperlihatkan pemahaman konsep dengan menunjukkan bukti yang terbatas dan penyampaian pemahaman inti dari konsep tidak jelas. Perlu bimbingan saat menyampaikan bukti dan pemahaman inti dari konsep yang dipelajari. Komunikasi Hasil percobaan disampaikan dengan jelas, obyektif dengan didukung data penunjang. Hasil percobaan disampaikan dengan jelas dan didukung sebagian data penunjang. Hasil percobaan disampaikan dengan jelas, namun hanya didukung sebagian kecil data penunjang. Hasil percobaan disampaikan dengan kurang jelas dan tanpa data penunjang. Prosedur dan strategi Seluruh data dicatat, langkah kegiatan dilakukan secara sistematis dan strategi yang digunakan membuat percobaan berhasil. Seluruh data dicatat, langkah kegiatan dilakukan secara sistematis, namun masih membutuhkan bimbingan dalam menemukan strategi agar percobaan berhasi. Sebagian besar data dicatat, langkah kegiatan dan strategi dilakukan secara sistematis setelah mendapat bantuan guru. Sebagian kecil data dicatat, langkah kegiatan tidak sistematis dan strategi yang dipilih tidak tepat. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 140 Buku Guru SD/MI Kelas IV VI 3. Bahasa Indonesia Tugas siswa menemukan gagasan pokok dan gagasan utama dari setiap paragraf dinilai menggunakan rubrik Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Gagasan pokok Menemukan gagasan pokok pada semua paragraf dengan benar. Menemukan sebagian besar gagasan pokok pada semua paragraf dengan benar. Menemukan sebagian kecil gagasan pokok pada semua paragraf dengan benar. Belum dapat menemukan gagsan pokok. Gagasan Pendukung Menemukan gagasan pendukung pada semua paragraf dengan benar. Menemukan sebagian besar gagasan pendukung pada semua paragraf dengan benar. Menemukan sebagian kecil gagasan pendukung pada semua paragraf dengan benar. Belum dapat menemukan gagsan pendukung. Penyajian gagasan pokok dan gagasan pendukukung dalam peta pikiran. Menyajikan gagasan pokok dan gagasan pendukung dalam peta pikiran dengan tepat. Menyajikan sebagian besar gagasan pokok dan gagasan pendukung dalam peta pikiran dengan tepat. Menyajikan sebagian kecil gagasan pokok dan gagasan pendukung dalam peta pikiran dengan tepat. Belum dapat menyajikan gagasan pokok dan gagasan pendukung dalam peta pikiran. Sikap: Mandiri Tugas diselesaikan dengan mandiri . Sebagian besar tugas diselesaikan dengan mandiri. Tugas diselesaikan dengan motivasi dan bimbingan guru. Belum dapat menyelesaikan tugas meski telah diberikan motivasi dan bimbingan. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 41 4. Catatan Anekdot untuk mencatat sikap (peduli) (contoh terlampir dalam lampiran pertama Buku Guru). • Siswa mengulang percobaan tentang sifat bunyi merambat di rumah. • Siswa dimotivasi untuk menemukan sebanyak mungkin fakta tentang sifat bunyi merambat dalam kehidupan sehari-hari. Fakta-fakta Perambatan Bunyi dalam Kehidupan • Bunyi merambat melalui media udara: semua suara yang terdengar: saat bercakap-cakap, dan suara bergema di sekitar kita. • Bunyi merambat melalui zat cair: sura lumba-lumba yang tertangkap radar kapal selam. • Bunyi merambat melalui benda padat: saat menempelkan telinga di rel kereta api, maka suara roda kereta api yang masih berjarak belasan km akan terdengar dengan cukup jelas. Siswa diminta melaporkan hasil diskusi kepada guru.42 Buku Guru SD/MI Kelas IVI Pemetaan Kompetensi Dasar dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia 3.1 Mencermati gagasan pokok dan gagasan pendukung yang diperoleh dari teks lisan, tulis, atau visual. 4.1 Menata informasi yang didapat dari teks berdasarkan keterhubungan antargagasan ke dalam kerangka tulisan. Matematika 3.8 Menganalisis sifat-sifat segibanyak beraturan dan segibanyak tidak beraturan. 4.8 Mengidentifikasi segibanyak beraturan dan segibanyak tidak beraturan. PPKn 3.4 Mengidentifikasi berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. 4.4 Menyajikan berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. Pembelajaran 4 4Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 43 Fokus Pembelajaran: Bahasa Indonesia, PPKn, Matematika Tujuan Pembelajaran 1. Setelah melakukan pengamatan, siswa mampu memberikan contoh segi banyak beraturan dan segi banyak tidak beraturan dengan benar. 2. Setelah bereksplorasi, siswa mampu menunjukkan perbedaan segi banyak beraturan dan tidak beraturan dengan benar. 3. Setelah membaca teks, siswa mampu menuliskan gagasan pokok dan gagasan pendukung dari setiap paragraf teks yang dibaca dengan terstruktur. 4. Setelah membaca teks, siswa mampu menyusun gagasan pokok dan gagasan pendukung dari teks yang dibaca menjadi kerangka tulisan dengan sistematis. 5. Setelah melakukan demontrasi, siswa mampu menjelaskan pentingnya sikap persatuan dan kesatuan dalam keberagaman dengan terperinci. 6. Setelah berdiskusi, siswa mampu menemukan contoh-contoh sikap persatuan dan kesatuan dalam keberagaman di lingkungan dengan benar. Media, Alat Bantu, dan Sumber Belajar • Segitiga. • Sapu lidi. Langkah-langkah Pembelajaran • Guru membawa kain-kain tradisional yang mempunyai pola segi banyak. Jika tidak ada, guru bisa membawa gambar-gambar kain tradisional. Guru menyampaikan bahwa Indonesia kaya akan budaya termasuk kain-kain tradisional. Kekayaan budaya tersebut adalah identitas bangsa. Setiap warga negara harus bangga dengan keberagaman yang ada. Sebagai generasi penerus, siswa harus meneruskan budaya yang ada. 4 46 Buku Siswa SD/MI Kelas IV 4 Indonesia juga kaya akan keberagaman kain tradisional. Misalnya batik, songket, dan ulos. Jenis-jenis kain tersebut merupakan kekayaan budaya bangsa. Ayo kita cari tahu lebih lanjut. Amatilah kain tradisional nusantara berikut ini. Temukan segi banyak pada pola kain-kain di atas.44 Buku Guru SD/MI Kelas IVI • Siswa mengamati gambar kain tradisional yang ada di buku siswa. Siswa mengidentifikasi bentuk segi banyak yang ada di buku siswa. Siswa menuliskan hasilnya di kolom yang disediakan di buku siswa. • Siswa bereksplorasi untuk menemukan konsep segi banyak beraturan dan segi banyak tidak beraturan. • Siswa berkelompok secara berpasangan. Guru menyiapkan potongan segitiga sama sisi dan segitiga sembarang dengan ukuran yang cukup besar. Guru bisa menjiplaknya pada kertas karton kemudian mengguntingnya. Contoh bentuk yang bisa dijiplak. • Siswa bereksplorasi dengan menjawab pertanyaan yang ada di tabel buku siswa. Catatan saat ini siswa belum belajar mengukur sudut. Siswa akan menemukan besar sudut sama atau berbeda dengan cara menggunting salah satu ujung segitiga dan menempelkan pada sudut lainnya seperti gambar berikut. • Siswa menyimpulkan mana segi banyak beraturan dan mana yang tak beraturan. • Setiap siswa menuliskan hasil kesimpulannya di buku tulis. • Siswa mengelompokkan segi banyak beraturan dan tidak beraturan dari pola kain tradisional. • Siswa mendiskusikan hasilnya dengan teman sebelahnya. MSubtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 45 • Siswa mencari 3 segi banyak beraturan dan tidak beraturan yang ada di sekitarnya. Siswa membuktikan dan menggambar hasilnya di tabel yang sudah disiapkan. Siswa membuktikan hasil temuannya secara tertulis. Misalkan bangun ini adalah segi banyak beraturan karena seluruh sisinya panjangnya sama yaitu … Seluruh sudutnya juga besarnya sama, aku menempelkan ujung sudutnya ternyata besarnya sama. produk dinilai dengan penilain 1 • Siswa menukar jawaban dengan temannya. Siswa saling menilai apakah jawaban temannya sudah sesuai. • Siswa mengerjakan soal-soal di buku siswa. • Siswa membaca teks Tari Kipas Pakarena yang ada di buku siswa. Siswa membaca teks tersebut dengan membaca senyap. • Setelah membaca siswa mengidentifikasi gagasan pokok dan gagasan pendukung dari teks. Guru memberikan bimbingan kepada siswa untuk membaca teks dengan perlahan. Guru bisa memberikan pertanyaan-pertanyaan berikut utuk membantu membimbing siswa. - Apa yang dibicarakan di paragraf 1? - Apa inti dari paragraf 1? • Siswa mengisi gagasan pokok dan gagasan pendukung dari diagram yang ada di buku siswa. • Setelah selesai, siswa saling menukar jawaban dengan temannya. M Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 51 Bacalah teks tersebut kemudian carilah gagasan pokok dan gagasan pendukungnya. Tuliskan pada diagram-diagram yang tersedia! Tari Kipas Pakarena Tari Kipas Pakarena merupakan kesenian tari yang berasal dari Gowa, Sulawesi Selatan. Tarian ini sudah menjadi tradisi di kalangan masyarakat Gowa yang merupakan bekas Kerajaan Gowa. Kisahnya berawal dari perpisahan antara penghuni Boting Langi (negeri khayangan) dan penghuni Lino (bumi) pada zaman dahulu. Konon, sebelum berpisah, penghuni Boting Langi sempat mengajarkan kepada penghuni Lino cara menjalani hidup, seperti bercocok tanam, beternak, dan berburu. Cerita itu diabadikan dalam gerakan tarian. Makna gerakan tari Kipas Pakarena, seperti gerakan berputar searah jarum jam, melambangkan siklus hidup manusia. Gerakan naik turun mencerminkan roda kehidupan yang kadang berada di bawah dan kadang di atas. Cara menari yang lembut mencerminkan karakter perempuan Gowa yang sopan, setia, patuh, dan hormat. Secara keseluruhan gerakan tari ini mengungkapkan rasa syukur.46 Buku Guru SD/MI Kelas IVI • Salah satu siswa maju ke depan untuk menjawab gagasan pokok dan gagasan pendukung tiap paragraf. • Setelah siswa selesai, guru membahas dan memastikan bahwa setiap siswa paham. • Siswa membaca teks dan melakukan simulasi tentang makna persatuan dan kesatuan pada buku siswa. • Guru membwa sapu lidi ke dalam kelas untuk membantu siswa memahami konsep makna bersatu dengan mengacu pada buku siswa. • Siswa menyapu sampah kertas yang ada di lantai (yang telah dilakukan guru sebelumnya) menggunakan sapu lidi. • Guru meminta siswa mengamati apa yang terjadi. • Selanjutnya, guru meminta siswa menyapu sampah kertas tersebut menggunakan sebatang lidi, kemudian bertanya kepada siswa, apa perbedaan yang kalian lihat? • Guru memandu siswa untuk menyimpulkan bahwa persatuan dan kesatuan memberi manfaat sebagai berikut. - Bersatu membuat sebuah keluarga, masyarakat, dan bangsa menjadi kuat. - Bersatu dan bekerja sama dapat memudahkan dan mempercepat pekerjaan. • Secara individu, siswa mengidentifikasi sikap-sikap yang menunjukkan persatuan dan kesatuan. Siswa menuliskan hasilnya pada tabel. • Secara klasikal, guru mendiskusikan sikap-sikap tersebut. Guru menulisnya di papan tulis. • Siswa dibagi ke dalam kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 5 siswa. Siswa berdiskusi tentang pertanyaan berikut. • Menurutmu, apa yang akan terjadi jika kita memiliki sikap persatuan dan kesatuan? • Apa yang akan terjadi jika kita tidak memiliki sikap persatuan dan kesatuan? Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 55 Diskusikan hasilmu dengan hasil temanmu. Seperti yang telah kamu ketahui sebelumnya, kita hidup penuh dengan keberagaman. Di dalam keluarga, hampir setiap anggotanya berbeda. Di sekolah, kamu mempunyai teman-teman yang berbeda. Di masyarakat, kamu mempunyai tetangga yang berbeda-beda. Tahukah kamu? Perbedaan yang ada di keluarga, sekolah, dan masyarakat akan menjadi indah apabila dilandasi oleh persatuan dan kesatuan. Apa sebenarnya makna persatuan dan kesatuan? Untuk menjawabnya, mari kita lakukan kegiatan berikut. • Ambil sebuah sapu lidi, cabut sebatang lidi dari sapu tersebut. • Gunakan sapu dan sebatang lidi tersebut untuk menyapu. • Bandingkan hasilnya. Tulislah kesimpulanmu pada kolom di bawah ini dan diskusikan jawabanmu secara berpasangan! Kaitkan jawabanmu dengan keadaan masyarakat Indonesia yang berbedabedaSubtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 47 • Satu kelompok diminta mempresentasikan jawabannya. Sementara kelompok yang lain menanggapi. • Guru menyimpulkan tentang pendapat siswa. • Siswa melakukan perenungan dengan menjawab pertanyaan yang terdapat dalam buku siswa. • Guru dapat menambahkan pertanyaan perenungan berdasarkan panduan yang terdapat pada lampiran buku guru. Pengayaan • Siswa bisa membuat kolase lain dari segi banyak. Remedial • Siswa yang belum memahami konsep segi banyak dapat mengulang kegiatan bersama guru seusai jam belajar selama sekitar 30–60 menit.48 Buku Guru SD/MI Kelas IVI Penilaian 1. Matematika: Menemukan segi banyak beraturan dan tidak beraturan. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Segi banyak beraturan Menemukan 3 segi banyak beraturan dengan benar. Menemukan 2 segi banyak beraturan dengan benar. Menemukan 1 segi banyak beraturan dengan benar. Belum mampu menemukan Pembuktian Membuktikan semua bangun segi banyak yang ditemukan (dilihat dari sisi dan sudutnya) dengan benar. Membuktikan sebagian besar bangun segi banyak yang ditemukan (dilihat dari sisi dan sudutnya) dengan benar. Membuktikan sebagian bangun segi banyak yang ditemukan (dilihat dari sisi dan sudutnya) dengan benar. Membuktikan sebagian kecil bangun segi banyak yang ditemukan (dilihat dari sisi dan sudutnya) dengan benar. Segi banyak tidak beraturan Menemukan 3 segi banyak beraturan dengan benar. Menemukan 2 segi banyak beraturan dengan benar. Menemukan 1 segi banyak beraturan dengan benar. Belum mampu menemukan Pembuktian Membuktikan semua bangun segi banyak tidak beraturan yang ditemukan (dilihat dari sisi dan sudutnya) dengan benar. Membuktikan sebagian besar bangun segi banyak tidak beraturan yang ditemukan (dilihat dari sisi dan sudutnya) dengan benar. Membuktikan sebagian bangun segi banyak tidak beraturan yang ditemukan (dilihat dari sisi dan sudutnya) dengan benar. Membuktikan sebagian kecil bangun segi banyak tidak beraturan yang ditemukan (dilihat dari sisi dan sudutnya) dengan benar. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 49 2. Bahasa Indonesia: Gagasan Pokok Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Mengidentifi kasi gagasan pokok Mengidentifikasi gagasan pokok dari 4 paragraf dengan benar. Mengidentifikasi gagasan pokok dari 3 paragraf dengan benar. Mengidentifikasi gagasan pokok dari 2 paragraf dengan benar. Mengidentifikasi gagasan pokok dari 1 paragraf dengan benar. Mengidentifikasi Gagasan Pendukung Mengidentifikasi gagasan pendukung dari 4 paragraf dengan benar. Mengidentifikasi gagasan pendukung dari 3 paragraf dengan benar. Mengidentifikasi gagasan pendukung dari 2 paragraf dengan benar. Mengidentifikasi gagasan pendukung dari 1 paragraf dengan benar. Mengkomuni kasikan Menuliskan secara sistematis, mudah dipahami, dan menggunakan bahasa baku. Memenuhi 2 dari 3 kriteria yang diharapkan. Memenuhi 1 dari 3 kriteria yang diharapkan. Belum memenuhi kriteria yang diharapkan. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1 3. PPKn Kriteria ya tidak Menjelaskan pentingnya sikap persatuan dan kesatuan dalam keberagaman. Menemukan 3 contoh sikap persatuan dan kesatuan dalam keberagaman di lingkungan.50 Buku Guru SD/MI Kelas IVI 4. Diskusi: Pada saat diskusi persatuan dan kesatuan Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Mendengarkan Selalu mendengarkan teman yang sedang berbicara. Mendengarkan teman yang berbicara, namun sesekali masih perlu diingatkan. Masih perlu diingatkan untuk mendengarkan teman yang sedang berbicara. Sering diingatkan untuk mendengarkan teman yang sedang berbicara namun tidak mengindahkan Komunikasi non verbal (kontak mata, bahasa tubuh, postur, ekspresi wajah, suara) Merespon dan menerapkan komunikasi non verbal dengan tepat. Merespon dengan tepat terhadap komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman. Sering merespon kurang tepat terhadap komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman. Membutuhkan bantuan dalam memahami bentuk komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman. Partisipasi (menyampaikan ide, dan perasaan, pikiran) Isi pembicaraan menginspirasi teman. Selalu mendukung dan memimpin lainnya saat diskusi. Berbicara dan menerangkan secara rinci, merespon sesuai dengan topik. Berbicara dan menerangkan secara rinci, namun terkadang merespon kurang sesuai dengan topik. Jarang berbicara selama proses diksusi berlangsung. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1. 5. Catatan Anekdot untuk mencatat sikap (santun dan peduli) (Contoh terlampir di bagian lampiran Buku Guru). Siswa menyampaikan kepada orang tuanya akan pentingnya sikap persatuan dan kesatuan. Siswa melakukan refleksi bagaimana persatuan dan kesatuan di lingkungannya.Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 51 Pemetaan Kompetensi Dasar dalam Pembelajaran Matematika 3.8 Menganalisis sifat-sifat segibanyak beraturan dan segibanyak tidak beraturan. 4.8 Mengidentifikasi segibanyak beraturan dan segibanyak tidak beraturan. SBdP 3.3 Memahami dasar-dasar gerak tari daerah. 4.3 Meragakan dasar-dasar gerak tari daerah. IPS 3.2 Mengidentifikasi keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang. 4.2 Menyajikan hasil identifikasi mengenai keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang. Pembelajaran 552 Buku Guru SD/MI Kelas IVI Fokus Pembelajaran: IPS, SBdP, Matematika 1. Dengan membaca teks tentang suku Minang, siswa mampu menjelaskan keragaman sosial dan budaya provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia secara tertulis dan lisan secara terperinci. 2. Dengan membaca teks tentang suku Minang, siswa mampu menyajikan keragaman sosial dan budaya provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia secara tertulis dan lisan secara terperinci. 3. Dengan mengamati gambar dan langkah-langkah serta peragaan dari guru, siswa mampu menjelaskan dasar-dasar gerak tari Bungong Jeumpa dalam posisi duduk dengan benar. 4. Setelah berdiskusi tentang bangun segi banyak pada tangram, siswa mampu menjelaskan perbedaan segi banyak beraturan dan segi banyak tidak beraturan dengan benar. Media/Alat Bantu dan Sumber Belajar • Tangram • Lagu Bungong Jeumpa Langkah-Langkah Pembelajaran • Guru menyampaikan bahwa warga yang baik adalah warga yang mampu memahami dan menghargai keragaman serta perbedaan yang ada di sekitar mereka, baik keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama. a • Siswa membaca informasi yang ada di buku siswa. • Siswa membaca teks tentang Suku Minang dalam hati (membaca senyap). Guru meminta siswa menggarisbawahi poinpoin penting dalam bacaan tersebut. 58 Buku Siswa SD/MI Kelas IV Apakah kamu masih ingat tentang cerita pawai budaya? Suku apa saja yang kamu ingat dalam pawai tersebut? Sekarang, kita akan mengenal salah satu suku yang ada di Indonesia, yaitu Suku Minang. Warga yang baik adalah warga yang mampu memahami dan menghargai keragaman serta perbedaan yang ada di sekitar mereka, baik keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, maupun agama. Bacalah teks berikut dalam hati! Suku Minang Suku Minang adalah kelompok etnis yang terdapat di Provinsi Sumatra Barat. Suku Minang sering disebut sebagai orang Padang atau Urang Awak. Bahasa daerah suku Minang adalah bahasa Minang. Orang Minang gemar berdagang dan merantau ke daerah lain. Legenda Suku Minang yang sangat terkenal adalah “Malin Kundang”. Suku Minang mempunyai rumah adat yang sangat khas yang disebut Rumah Gadang. Rumah Gadang ini terbuat dari kayu dan mempunyai bentuk dasar seperti balok. Lengkung atap rumahnya sangat tajam seperti tanduk kerbau, sedangkan lengkung badan rumah landai seperti badan kapal. Atap rumah terbuat dari ijuk. Bentuk atap rumah yang melengkung dan runcing ke atas itu disebut gonjong. Karena atapnya berbentuk gonjong, maka disebut rumah Bagonjong. Suku Minang mempunyai alat musik tradisional Minang yang disebut talempong. Talempong dimainkan dengan cara dipukul. Alat musik khas Minang lainnya adalah saluang. Saluang ini dimainkan dengan cara ditiup.Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 53 • Siswa menuliskan pertanyaan tentang hak yang ingin mereka ketahui lagi tentang Suku Minang. • Siswa menuliskan pertanyaan sebanyak-banyaknya tentang suku Minang. • Siswa mendiskusikan jawabannya dengan teman satu kelompok. Guru menyampaikan kepada siswa bahwa keragaman yang terdapat di sekitar kita tidak hanya terbatas kepada suku, namun juga mencakup keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama. Kita sudah seharusnya menghargai perbedaan tersebut dan menunjukkan sikap santun kepada teman-teman yang memiliki budaya yang berbeda. • Siswa dipandu mencari informasi lebih lanjut tentang keragaman sosial dan budaya yang terdapat di lingkungan provinsi mereka masing-masing. Guru membantu mengarahkan siswa untuk mencari informasi tentang keragaman sosial dan budaya yang terdapat di lingkungan provinsi mereka masing-masing dari berbagai sumber di antaranya buku bacaan, buku perpustakaan, media internet, serta sumber bacaan lain yang tersedia di sekolah masing-masing. • Siswa menuliskan hasil temuan mereka pada kolom yang disediakan. • Setelah mendapat informasi yang cukup, siswa mempresentasikan informasi yang mereka peroleh dalam kelompok. Guru menilai presentasi yang disajikan siswa secara tertulis dan lisan menggunakan rubrik. Setelah siswa selesai mempresentasikan tentang keragaman sosial dan budaya di lingkungan provinsi mereka, guru menginformasikan kepada siswa bahwa mereka akan melanjutkan mempelajari tari Bungong Jeumpa. • Siswa mendiskusikan dan memperagakan gerakan dasar tari Bungong Jeumpa setelah mengamati gambar, membaca penjelasan, menyaksikan peragaan dari guru.54 Buku Guru SD/MI Kelas IVI Guru memandu siswa dalam melakukan gerakan dasar tari Bungong Jeumpa. Guru bisa mempelajari gerakan tari ini dari berbagai sumber, misalnya video dari youtube atau buku-buku tari. Gerakan Tari Bungong Jeumpa dalam Posisi Duduk • Tangan kanan di bahu dan tangan kiri di paha. Ditepuk dua kali secara bersamaan. Lakukan secara bergantian kanan dan kiri. Hitungan 4 x 8 • Tangan kanan berdiri dan tangan kiri memegang siku. Tangan kiri berdiri dan tangan kanan memegang siku. Kemudian tepuk 2X. Dilakukan bergantian. Hitungan 2 x 8Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 55 • Kedua tangan tepuk lurus ke depan. Tepuk ke tengah. Tepuk ke atas. Tepuk ke tengah. Ketika tepuk atas badan diangkat Hitungan 4 x 8 • Kedua tangan memegang lantai. Serong ke kanan dan ke kiri. Ditarik ke atas tangan lurus serong ke kanan dan ke kiri. Bergantian. Hitungan 2 x 8. Guru menilai proses pembelajaran menari dengan menggunakan catatan anekdot. • Setelah selesai menari, guru menyampaikan bahwa tari Bungong Jeumpa adalah satu dari sekian banyak tarian yang ada di Indonesia. Kita semestinya bersyukur dan menghargai keberagaman tersebut. Ketika kita saling menghargai dalam keanekaragaman sosial dan budaya, maka akan tercipta kehidupan yang harmonis. • Guru bertanya kepada siswa, apakah mereka masih ingat hasil karya tangram yang telah mereka buat? Guru mengingatkan bahwa tangram tersebut terdiri atas bentuk yang berbeda-beda, namun ketika bentuk yang berbeda-beda tersebut ditata sedemikian rupa, maka akan tercipta gambar baru yang harmonis.56 Buku Guru SD/MI Kelas IVI • Siswa mengamati tangram yang telah mereka buat. • Secara berpasangan, siswa mendiskusikan bangun yang digunakan untuk membentuk tangram tersebut. • Siswa menemukan segi banyak yang terdapat dalam tangram tersebut. • Siswa menjelaskan tentang segi banyak yang mereka temukan. • Siswa mengidentifkasi segi banyak beraturan dalam tangram yang mereka buat. • Siswa menjelaskan mengapa segi banyak tersebut dinamai demikian. • Siswa menyajikan segi banyak beraturan dan tidak beraturan, ciri-cirinya, serta ciri-cirinya dalam bentuk diagram frayer. Guru menilai karya siswa dengan rubrik • Siswa melakukan perenungan dengan menjawab pertanyaan yang terdapat dalam buku siswa. • Guru dapat menambahkan pertanyaan perenungan berdasarkan panduan yang terdapat pada lampiran di buku guru. Pengayaan • Apabila ada waktu tersisa, siswa bisa berlatih tari Bungong Jeumpa secara berpasangan. Remedial • Siswa yang belum memahami ciri-ciri segi banyak beraturan dan segi banyak tidak beraturan dapat diberikan bentuk-bentuk kongkret tentang materi terkait dan mendiskusikannya. Dengan mengelompokkan bangunan beraturan dan tidak beraturan, siswa diminta menjelaskan persamaan dan perbedaannya. Penilaian 1. IPS Tulisan dan presentasi tentang keragaman sosial dan budaya di provinsi masing-masing dinilai dengan rubrik. MSubtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 57 Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Struktur Presentasi Presentasi memuat pembukaan, inti dan penutup serta dikomunikasikan secara runtut. Presentasi memuat pembukaan atau penutup dan inti serta dikomunikasikan secara runtut. Presentasi hanya memuat inti dan disampaikan dengan runtut. Presentasi hanya memiliki pembuka atau penutup saja. Tema Seluruh gagasan pokok dan gagasan pendukung sesuai dengan tema. Sebagian besar gagasan pokok dan gagasan pendukung sesuai dengan tema. Sebagian kecil gagasan pokok dan gagasan pendukung sesuai dengan tema. Gagasan pokok dan gagasan pendukung tidak sesuai tema. Fakta Pendukung Seluruh fakta tentang keragaman sosial dan budaya yang terdapat di lingkungan provinsi masingmasing disajikan dengan benar. Sebagian besar fakta tentang keragaman sosial dan budaya yang terdapat di lingkungan provinsi masingmasing disajikan dengan benar. Sebagian kecil fakta tentang keragaman sosial dan budaya yang terdapat di lingkungan provinsi masingmasing disajikan dengan benar. Fakta tentang keragaman sosial dan budaya yang terdapat di lingkungan provinsi masingmasing tidak benar. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1 2. SBdP Proses pembelajaran tari Bungong Jeumpa dinilai dengan catatan anekdot. 3. Matematika Diagram frayer segi banyak beraturan dan segi banyak tidak beraturan dinilai dengan daftar periksa. No. Indikator Ya Tidak 1. Mampu menggambar 5 contoh segi banyak beraturan dengan benar. 2. Mampu menggambar 5 contoh segi banyak tidak beraturan. 3. Mampu menuliskan 3 ciri-ciri segi banyak beraturan. 4. Mampu menuliskan 3 ciri-ciri segi banyak beraturan. 5. Mampu mendefinisikan segi banyak beraturan. 6. Mampu mendefinisikan segi banyak tidak beraturan. 4. Catatan anekdot untuk mencatat sikap (Santun)58 Buku Guru SD/MI Kelas IVI Contoh dapat dilihat pada bagian akhir (lampiran) buku ini. • Siswa menyampaikan kepada orang tua mereka mengenai pentingnya memahami, menghargai, dan bersikap santun kepada orang lain yang memiliki latar belakang sosial dan budaya yang beragam dan berbeda yang ditemui di sekitar mereka. Siswa meminta orang tua mereka menulis kesimpulan diskusi pada kolom berikut.Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 59 Pemetaan Kompetensi Dasar dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia 3.1 Mencermati gagasan pokok dan gagasan pendukung yang diperoleh dari teks lisan, tulis, atau visual. 4.1 Menata informasi yang didapat dari teks berdasarkan keterhubungan antargagasan ke dalam kerangka tulisan. PJOK 3.1 Memahami variasi gerak dasar lokomotor, nonlokomotor, dan manipulatif sesuai dengan konsep tubuh, ruang, usaha, dan keterhubungan dalam permainan bola besar sederhana dan atau tradisional*. 4.1 Mempraktikkan variasi gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif sesuai dengan konsep tubuh, ruang, usaha, dan keterhubungan dalam permainan bola besar sederhana dan atau tradisional*. PPKn 3.4 Mengidentifikasi berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. 4.4 Menyajikan berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. Pembelajaran 6 660 Buku Guru SD/MI Kelas IVI Fokus Pembelajaran: Bahasa Indonesia, PPKn, PJOK 1. Dengan membaca teks tentang suku Minang, siswa mampu menemukan gagasan pokok dan gagasan pendukung yang diperoleh dari teks tulis tentang keragaman sosial dan budaya suku Minang secara dengan benar. 2. Dengan membaca teks tentang suku Minang, siswa mampu menyajikan gagasan pokok dan gagasan pendukung yang diperoleh dari teks tulis tentang keragaman sosial dan budaya suku Minang dengan benar. 3. Setelah membaca teks tentang suku Minang, siswa mampu menjelaskan rencana kegiatan yang mencerminkan sikap persatuan dan kesatuan dalam perbedaan di lingkungan sekolah. Caranya dengan membua rencana kegiatan yang mencerminkan sikap persatuan dan kesatuan dalam perbedaan di lingkungan sekolah secara terstruktur. 4. Setelah membaca teks tentang suku Minang, siswa mampu membuat rencana kegiatan yang mencerminkan sikap persatuan dan kesatuan dalam perbedaan di lingkungan sekolah dengan Buatlah rencana kegiatan yang mencerminkan sikap persatuan dan kesatuan dalam perbedaan di lingkungan sekolah secara terstruktur. 5. Setelah berdiskusi dan mengamati peragaan dari guru, siswa mampu menjelaskan prosedur variasi pola gerak dasar jalan, lari, lompat melalui permainan benteng-bentengan dan gobak sodor dengan teknik yang benar. 6. Setelah berdiskusi dan mengamati peragaan dari guru, siswa mampu mempraktikkan variasi pola gerak dasar jalan, lari, lompat melalui permainan benteng-bentengan dan gobak sodor dengan teknik yang benar. Media, Alat Bantu, dan Sumber Belajar • Area bermain benteng-bentengan • Area bermain gobak sodor Langkah-Langkah Pembelajaran • Guru menyampaikan bahwa warga yang baik adalah warga yang mampu memahami dan menghargai keragaman serta perbedaan yang ada di sekitar mereka, baik keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama. 6 66 Buku Siswa SD/MI Kelas IV 6 Setelah membaca teks tentang Suku Minang, apa yang dapat kamu simpulkan dari teks tersebut? Setiap suku memiliki ciri khas masing-masing. Apakah kamu masih ingat tentang ciri khas Suku Minang? Apa saja yang kamu ingat tentang suku tersebut? Baca kembali teks tentang Suku Minang, kemudian temukan dan tuliskan gagasan pokok dan gagasan pendukung untuk paragraf berikut.Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 61 • Siswa membaca informasi di buku siswa. • Siswa membaca kembali teks tentang Suku Minang. • Siswa menemukan dan menuliskan gagasan pokok dan gagasan pendukung untuk setiap paragraf pada diagram yang terdapat dalam buku siswa seperti berikut. • Guru meminta siswa menuliskan gagasan utama setiap pragraf pada diagram dan menuliskan gagasan pendukung di sekitar gagasan pokok. • Guru menilai gagasan pokok dan gagasan pendukung menggunakan rubrik. • Siswa menuliskan kesimpulan tentang perbedaan gagasan pokok dan gagasan pendukung di buku siswa. Guru menyampaikan bahwa setiap suku memiliki ciri khas masing-masing62 Buku Guru SD/MI Kelas IVI Setelah membaca teks tentang suku Minang, guru menyampaikan bahwa Indonesia terdiri atas beragam suku, budaya, agama, dan sosial. Keragaman tersebut merupakan identitas bangsa Indonesia. Sebagai warga negara yang baik kita harus menjaga persatuan dan kesatuan dalam perbedaan dan keberagaman tersebut. • Siswa membuat rencana kegiatan yang mencerminkan sikap persatuan dan kesatuan dalam perbedaan di lingkungan sekolah mereka. • Guru menilai kegiatan ini menggunakan rubrik • Guru menyampaikan kepada siswa bahwa permainan tradisional adalah merupakan salah satu bentuk keragaman budaya yang ada di Indonesia, seperti permainan benteng-bentengan dan gobak sodor. • Siswa mendiskusikan secara berkelompok tentang permainan bentengbentengan dan gobak sodor yang telah mereka pelajari sebelumnya. • Siswa menuliskan hasil diskusi pada kolom yang terdapat di buku siswa. • Siswa mempraktikkan permainan benteng-bentengan dan gobak sodor setelah berdiskusi dan mengamati penjelasan dari guru, khususnya untuk keterampilan dasar jalan, lari, dan lompat. Guru menilai keterampilan dasar jalan dan lari dalam permainan benteng-bentengan dan gobak sodor menggunakan daftar periksa. Ayo Renungkan • Siswa melakukan perenungan dengan menjawab pertanyaan yang terdapat dalam buku siswa. • Guru dapat menambahkan pertanyaan perenungan berdasarkan panduan yang terdapat pada lampiran di buku guru.Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 63 Pengayaan • Apabila ada waktu tersisa, siswa bisa berlatih menulis gagasan pokok dan gagasan pendukung dari teks tambahan yang disediakan guru. Remedial • Siswa yang belum mampu menentukan gagasan pokok dan gagasan pendukung dengan baik dapat diberikan beberapa bahan bacaan yang lebih sederhana dan diminta untuk menggarisbawahi gagasan pokok paragraf demi paragraf di bawah arahan dari guru. Penilaian 1. Bahasa Indonesia Diagram gagasan pokok dan gagasan pendukung dinilai dengan rubrik. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Gagasan Pokok Seluruh gagasan pokok ditulis dengan tepat untuk setiap paragraf. Sebagian besar gagasan pokok ditulis dengan tepat untuk setiap paragraf. Sebagian kecil gagasan pokok ditulis dengan tepat untuk setiap paragraf. Seluruh gagasan pokok tidak ditulis dengan tepat untuk setiap paragraf. Gagasan Pendukung Seluruh gagasan pendukung ditulis dengan tepat untuk setiap paragraf. Sebagian besar gagasan pendukung ditulis dengan tepat untuk setiap paragraf. Sebagian kecil gagasan pendukung ditulis dengan tepat untuk setiap paragraf. Seluruh gagasan pendukung tidak ditulis dengan tepat untuk setiap paragraf. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 164 Buku Guru SD/MI Kelas IVI 2. PPKn Rencana kegiatan yang mencerminkan sikap persatuan dan kesatuan dalam keberagaman dinilai dengan rubrik. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Rencana penerapan nilai persatuan dan kesatuan di rumah Menyebutkan paling sedikit 4 contoh perilaku yang sudah dan belum mencerminkan nilai persatuan dan kesatuan di rumah dengan benar. Menyebutkan paling sedikit 3 contoh perilaku yang sudah dan belum mencerminkan nilai persatuan dan kesatuan di rumah dengan benar. Menyebutkan paling sedikit 2 contoh perilaku yang sudah dan belum mencerminkan nilai persatuan dan kesatuan di rumah dengan benar. Menyebutkan paling sedikit 1 contoh perilaku yang sudah dan belum mencerminkan nilai persatuan dan kesatuan di rumah dengan benar. Rencana penerapan nilai persatuan dan kesatuan di lingkungan rumah Menyebutkan paling sedikit 4 contoh perilaku yang sudah dan belum mencerminkan nilai persatuan dan kesatuan di lingkungan rumah dengan benar. Menyebutkan paling sedikit 3 contoh perilaku yang sudah dan belum mencerminkan nilai persatuan dan kesatuan di lingkungan rumah dengan benar. Menyebutkan paling sedikit 2 contoh perilaku yang sudah dan belum mencerminkan nilai persatuan dan kesatuan di lingkungan rumah dengan benar. Menyebutkan paling sedikit 1 contoh perilaku yang sudah dan belum mencerminkan nilai persatuan dan kesatuan di lingkungan rumah dengan benar. Rencana penerapan nilai persatuan dan kesatuan di lingkungan sekolah. Menyebutkan paling sedikit 4 contoh perilaku yang sudah dan belum mencerminkan nilai persatuan dan kesatuan di lingkungan sekolah dengan benar. Menyebutkan paling sedikit 3 contoh perilaku yang sudah dan belum mencerminkan nilai persatuan dan kesatuan di lingkungan sekolah dengan benar. Menyebutkan paling sedikit 2 contoh perilaku yang sudah dan belum mencerminkan nilai persatuan dan kesatuan di lingkungan sekolah dengan benar. Menyebutkan paling sedikit 1 contoh perilaku yang sudah dan belum mencerminkan nilai persatuan dan kesatuan di lingkungan sekolah dengan benar. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 65 3. PJOK Keterampilan jalan dan lari dalam permainan bentengbentengan dan gobak sodor dinilai dengan daftar periksa. No. Kriteria Ya Tidak Komentar Guru 1. Siswa dapat mempraktikkan teknik dasar atletik jalan dengan benar. 2. Siswa dapat mempraktikkan teknik dasar atletik lari dengan benar. 4. Catatan anekdot untuk mencatat sikap (Santun) Contoh dapat dilihat pada bagian akhir (lampiran) buku ini. Siswa menyampaikan hasil refleksi mereka selama belajar satu minggu ini kepada orang tua mereka di rumah. Siswa menyampaikan bagaimana perasaan mereka saat belajar, apa yang sudah mereka pelajari, dan kegiatan apa saja yang sangat bermanfaat dan sangat menarik bagi mereka. siswa menyampaikan hasilnya kepada guru.66 Buku Guru SD/MI Kelas IVI Bahan Bacaan Guru Rumah Adat Rumah adat di Indonesia sangatlah beragam. Itulah kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia. Rumah adat masing-masing daerah di Indonesia mempunyai sejarah dan karakteristik yang berbeda-beda. Kegotongroyongan yang dilakukan untuk membangun sebuah rumah adat menghasilkan peninggalan yang mempunyai nilai sejarah. Itulah indahnya kebersamaan dimana masyarakat di suatu daerah bahu-membahu untuk membangun sebuah rumah adat baik sebagai tempat tinggal maupun sebagai tempat penyimpanan benda lain. A. Rumah Adat Baduy Rumah adat yang ada di daerah Banten, Jawa Barat ini bukan hanya sekadar tempat tinggal tetapi mempunyai nilai kehidupan. Bentuk rumah di sana disebut Julang Ngapak. Rumah Baduy berbentuk panggung. Jika tanahnya tidak rata maka tidak boleh meratakannya. Untuk menyamakan tingginya mereka menyesuaikannya dengan tinggi rendahnya tiang. Rumah adat Baduy mempunyai ciri khas berikut. • Rumah yang dibangun tidak boleh menyentuh tanah. • Tiang-tiang kolong harus dialasi batu. • Dindingnya terbuat dari anyaman bambu (bilik). • Atap terdiri atas dua bagian, kiri dan kanan. Atap sebelah kiri berukuran lebih panjang. • Atap terbuat dari ijuk atau daun kelapa. • Tidak mempunyai jendela. • Lantainya terbuat dari bambu (palupuh). B. Rumah Adat Tongkonan Tongkonan merupakan rumah adat khas Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Indahnya kebersamaan pada rumah adat Toraja tercermin dalam kata tongkonan itu sendiri. Tongkonan berasal dari kata tongkon yang berarti tempat duduk, yang difungsikan sebagai tempat berdiskusi para bangsawan Toraja. Begitu banyak filosofi yang terkandung dalam rumah adat Tongkonan ini seperti adanya kepercayaan, kebanggaan, tradisi kuno, dan peradaban yang semuanya tersirat dalam bangunan rumahnya.Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 67 Rumah adat Tongkonan ini mempunyai empat warna dasar (Aluk To Dolo), yaitu hitam, merah, kuning, dan putih. Semua warna ini mempunyai arti bagi masyarakat Tana Toraja. Warna hitam melukiskan kematian dan kegelapan, sedangkan kuning menyimbolkan anugerah dan kekuasaan Tuhan. Merah diartikan sebagai warna darah yang melambangkan kehidupan manusia. Warna putih melambangkan daging dan tulang yang berarti suci. Ciri khas rumah Tongkonan adalah sebagai berikut. • Terbuat dari kayu tanpa adanya logam seperti paku untuk memperkuat bangunan. • Berbentuk panggung di mana kolongnya dipakai untuk kandang kerbau. • Atap rumah terbuat dari ijuk hitam berbentuk melengkung terlihat seperti perahu tertelungkup bersama buritan. • Ujung atapnya runcing ke atas • Rumah Tongkonan mengarah ke utara. • Kepala kerbau atau tanduknya ditempel di tiang utama depan rumah. • Banyak sedikitnya tanduk kerbau menandakan tinggi rendahnya derajat pemilik rumahnya. C. Rumah Adat Papua Honai merupakan rumah adat daerah Papua yang banyak ditemukan di lembah dan pegunungan bagian tengah Pulau Papua. Rumah Honai berbentuk bulat, difungsikan untuk menahan tiupan angin yang kencang dan mengurangi hawa dingin pegunungan. Rumah Honai merupakan sebuah rumah adat yang mencerminkan indahnya kebersamaan. Hal ini dilihat dari bentuk rumah yang melingkar atau bulat melambangkan persatuan yang tinggi antarsesama suku. Menurut mereka, tinggal dalam satu Honai berarti mempunyai tujuan yang sama dalam mengerjakan suatu pekerjaan.68 Buku Guru SD/MI Kelas IVI Rumah adat ini mempunyai karakteristik sebagai berikut. • Tinggi rumah kurang lebih 2,5 meter. • Bentuk atap bulat kerucut terbuat dari jerami atau ilalang, berfungsi untuk melindungi dinding dari air hujan. • Dinding rumah terbuat dari kayu dengan satu pintu pendek dan tidak berjendela. • Terdiri dari dua lantai di mana lantai pertama untuk tidur dan lantai kedua untuk bersantai. Rumah Honai ini selain untuk rumah tinggal, berfungsi juga sebagai: 1. Tempat menyimpan alat-alat perang dan berburu 2. Tempat melatih anak lelaki supaya menjadi orang yang kuat, sehingga ketika dia dewasa dapat melindungi sukunya. 3. Tempat untuk menyusun strategi perang, jika terjadi peperangan. 4. Tempat menyimpan alat-alat atau simbol dari adat suku yang sudah ditekuni sejak dulu. Sudut Jenis-Jenis Sudut Selain sudut siku-siku, sudut lancip, dan sudut tumpul, ada jenis-jenis sudut yang lain, yaitu. 1. Sudut Refleks Sudut refleks adalah sudut yang memiliki ukuran antara 180º dan 360º. e 3350 p r 2. Sudut Perigon Suatu perigon atau satu putaran adalah sudut yang memiliki ukuran tepat 360º. a o Hubungan Antarsudut Sudut-Sudut yang Saling Berkomplemen (Berpelengkap). Dua sudut dikatakan saling berkomplemen jika jumlah ukuran sudut-sudutnya sama dengan 90 derajat.Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 69 Contoh berikut adalah dua sudut yang saling berkomplemen. 580 320 320 580 Perhatikan bahwa kedua sudut tersebut dapat saling ditempelkan untuk membentuk sudut siku-siku! Sudut-Sudut yang Saling Bersuplemen (Berpelurus) Dua sudut dikatakan saling bersuplemen jika jumlah ukuran ke dua sudutnya sama dengan 180 derajat. Contoh berikut adalah dua sudut yang saling bersuplemen. 1390 410 1390 410 Tampak bahwa dua sudut ini jika saling ditempelkan akan menghasilkan satu garis lurus. Bisektor Sudut Bisektor suatu sudut adalah suatu sinar garis yang membagi suatu sudut menjadi dua sudut sama besar. Contoh : Sinar garis yang biru pada gambar di bawah ini adalah bisektor dari sudut yang terletak di sebelah kirinya. 480 240 240 = Sinar garis merah di sebelah kanan adalah bisektor sudut yang di sebelah kiri. = 1350 67.50 67.5070 Buku Guru SD/MI Kelas IVI Garis-Garis Tegak Lurus Dua garis yang bertemu di suatu sudut siku-siku disebut saling tegak lurus. Tiga gambar di bawah, semuanya menyatakan sudut siku-siku. Fakta Tentang Sudut Setiap segitiga memiliki sudut berjumlah 180º. 450 800 Semua segi empat memiliki jumlah sudut 360º. 900 900 900 900 900 1350 900 450 500 1200 800 1100Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 71 Tarian Tradisonal Indonesia Gending Sriwijaya Tari Gending Sriwijaya merupakan tarian adat masyarakat Sumatera Selatan. Tarian ini biasa ditampilkan untuk menyambut tamu kehormatan yang berkunjung ke Sumatera Selatan. Gerakan dalam tarian ini menunjukkan sikap masyarakat Sumatera Selatan yang ramah, tulus, dan terbuka terhadap tamu. Tarian ini dimainkan oleh 9 orang penari wanita yang berbusana adat aesan gede, dan dikawal oleh 2 orang penari lainnya yang membawa payung dan tombak. Tarian ini juga diiringi penyanyi dan musik pengiring tarian. Musik pengiring tarian adalah alat musik tradisional Sumatera Selatan, yaitu gamelan Sumatera Selatan dan gong. Penari paling depan membawa tepak sekapur sirih untuk dipersembahkan kepada tamu agung, diiringi oleh 2 penari yang membawa pridon terbuat dari kuningan. Tari Gending Sriwijaya dan lagu pengiringnya diciptakan tahun 1944 dengan tujuan agar para generasi muda selalu mengingat bahwa nenek moyang bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Dengan semangat kebersamaan, sebuah bangsa akan menjadi semakin kuat. Tari Hudoq Tari Hudoq berasal dari Kalimantan Timur. Tarian ini mencerminkan kebersamaan karena dilakukan pada saat akan memulai masa tanam padi, membersihkan desa, ataupun saat panen. Tarian ini sarat dengan unsur magis, dipimpin oleh seorang pawang yang menyediakan sesaji kepada dewi padi dan Sang Pencipta alam semesta.72 Buku Guru SD/MI Kelas IVI Tari Hudoq mencerminkan kebersamaan. Tari Hudoq yang dilakukan pada saat akan menanam padi bertujuan untuk meminta kesuburan tanah yang akan mereka garap kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tari Hudoq yang dilaksanakan pada saat membersihkan desa bertujuan untuk memohon kesejahteraan bagi masyarakat desa. Tari Hudoq yang dilakukan saat panen bertujuan untuk menyampaikan rasa syukur atas panen yang telah mereka dapatkan. Salah satu keunikan tarian ini adalah topeng kayu yang dikenakan penarinya. Kostum yang digunakan terbuat dari daun pisang. Gerakan tarian ini, antara lain maju sambil menghentak-hentakkan kaki, dilanjutkan dengan gerakan menghentakkan kaki setinggi tumit, serta mengepakkan sayap seakan burung akan terbang. Tarian ini biasanya ditarikan oleh 13 orang penari. Tari Serimpi Tari Serimpi merupakan tarian yang berasal dari daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Tari Serimpi termasuk ke dalam tarian klasik. Ada berbagai jenis Tari Serimpi yang dikenal masyarakat Jawa Tengah dan Yogyakarta. Pada zaman dahulu, tari Serimpi hanya ditampilkan pada waktu dan tempat yang terbatas. Tarian-tarian klasik semacam itu hanya dimainkan di depan raja serta kerabat kerajaan. Tari Serimpi memiliki keunikan, antara lain sebelum para penari menarikan tarian ini harus menjalani upacara ritual tertentu. Selain itu, ada masa-masa tertentu kapan tarian itu diperagakan, misalnya ketika raja sedang makan. Pada awalnya tari Serimpi ditampilkan dalam waktu yang lama, yaitu sekitar satu jam, dan dalam gerakannya terdapat beberapa pengulangan. Gerakan tari ini sangat gemulai dan harmonis, menggambarkan gerakan air yang mengalir. Gerakan tari Serimpi juga mencerminkan sikap masyarakat Jawa, khususnya masyarakat sekitar keraton yang memiliki budaya yang halus. Sejalan dengan perkembangan waktu, tari Serimpi mengalami perubahan, terutama dalam hal durasi waktu saat tarian ini disajikan. Tari Serimpi diiringi oleh gending yang mengikuti gerakan para penari. Kini, tarian ini sering ditampilkan dalam jamuan tamu kehormatan yang berkunjung ke keraton.Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 73 Tari Saman Tari Saman merupakan tarian yang berasal dari suku Aceh Gayo. Tarian ini mencerminkan kebersamaan dan kekompakan dalam menarikannya. Tarian ini tidak menggunakan iringan musik dalam penyajiannya, hanya menggunakan suara dari para penarinya, ditambah dengan suara tepukan tangan, suara tepukan dada, serta tepukan pada pangkal paha penarinya. Tari Saman biasanya dimainkan oleh puluhan atau belasan penari lakilaki. Namun, ada juga yang dimainkan oleh 10 orang penari laki-laki, 8 di antaranya melakukan gerakan tarian, dan 2 orang lagi memberi aba-aba sambil bernyanyi. Untuk mengatur gerakannya, dipilih seorang pemimpin yang disebut syekh, yang juga bertugas menyanyikan lagu-lagu Saman. Tari Saman biasa ditampilkan pada berbagai acara, seperti peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw., pembukaan sebuah festival, dan kunjungan tamu kehormatan. Bunyi Seperti kita ketahui bersama, bahwa bunyi suara kereta api yang sedang melintas, suara kicauan burung, dan suara orang mendengkur sangat jelas berbeda. Bunyi sangat berkaitan erat dengan kehidupan kita sehari-hari. Saat kita tidak bersuara pun, akan menghasilkan bunyi. Bunyi kereta api yang melintas akan berbeda dengan bunyi burung yang berkicau.74 Buku Guru SD/MI Kelas IVI A. Definisi Bunyi Garpu Tala Bunyi merupakan hasil dari getaran suatu benda yang merambat dalam bentuk gelombang. Oleh karena itu, bunyi sering disebut sebagai gelombang bunyi. Bunyi dihasilkan oleh bendabenda yang bergetar. B. Sifat-Sifat Bunyi Sifat-sifat bunyi ada tiga, yaitu sebagai berikut. 1. Termasuk gelombang longitudinal (gelombang yang arah rambatnya sejajar dengan arah getarnya). 2. Perambatannya membutuhkan medium. 3. Dapat dipantulkan. C. Sumber-Sumber Bunyi Setiap benda yang bergetar pasti akan menghasilkan bunyi. Benda-benda itu dinamakan sumber bunyi. Sumber bunyi adalah benda-benda yang dapat menghasilkan bunyi. Contoh sumber bunyi adalah garpu tala, alatalat musik seperti gamelan, suling, dan trompet, serta benda-benda lain seperti drum dan bedug yang dipukul. D. Jenis-Jenis Bunyi Bunyi mempunyai jenis yang berbeda-beda. Hal ini bergantung dari frekuensinya. Frekuensi adalah banyaknya getaran yang terjadi setiap satu detik. Satuan frekuensi adalah Hertz (Hz). Berdasarkan frekuensinya, bunyi dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu: 1. Bunyi Infrasonik adalah bunyi yang mempunyai frekuensi sangat rendah, yaitu kurang dari 20 Hz. Bunyi infrasonik ini dapat didengar oleh kelelawar, anjing, jangkrik, dan kuda. 2. Bunyi Audiosonik adalah bunyi yang mempunyai frekuensi di antara 20-20.000 Hz. Bunyi audiosonik ini dapat didengar oleh manusia. 3. Bunyi Ultrasonik adalah bunyi yang mempunyai frekuensi sangat tinggi, yaitu lebih dari 20.000 Hz. Bunyi ultrasonik ini dapat didengar oleh lumba-lumba. E. Perambatan Bunyi Ketika ada terompet ditiup dan gitar dipetik, kita akan mendengar kedua bunyi tersebut secara bersamaan. Bunyi trompet dan gitar tersebut merambat melalui medium udara. Udara merupakan medium yang sering JangkrikSubtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 75 dilalui oleh gelombang bunyi. Cepat rambat bunyi dipengaruhi oleh dua hal, yaitu jenis dan suhu medium. Pada umumnya, bunyi dapat merambat melalui medium padat, cair, dan udara. Bunyi tidak merambat di ruang hampa udara karena bunyi memerlukan medium untuk merambat. Benda padat dan cair merupakan penghantar bunyi yang baik daripada udara. Hal ini disebabkan susunan partikel zat padat dan cair lebih rapat daripada susunan partikel udara. Selain jenis medium, faktor yang memengaruhi cepat rambat bunyi adalah suhu medium. Semakin besar (meningkat) suhu medium, maka cepat rambat bunyi akan semakin besar. Hal ini dikarenakan pada saat suhu medium meningkat, molekul-molekul medium akan bergerak lebih cepat. Gerakan tersebut akan menimbulkan tumbukan antarpartikel medium yang frekuensinya semakin besar. Dengan meningkatnya frekuensi tumbukan ini, energi akan berpindah dalam waktu singkat, sehingga cepat rambat bunyi akan semakin cepat. F. Pemantulan Bunyi Bunyi merupakan suatu gelombang sehingga bunyi mengalami pemantulan. Berikut ini adalah jenis-jenis bunyi pantul. 1. Bunyi yang Memperkuat Bunyi Asli Bunyi ini terjadi apabila sumber bunyi mempunyai jarak yang sangat dekat dengan dinding pemantulnya. Dengan demikian, bunyi pantulnya akan terdengar jelas dan bersamaan dengan bunyi aslinya. Contohnya adalah suara seseorang yang berada di dalam ruangan kecil akan terdengar jelas. 2. Gaung Gaung adalah bunyi pantul yang terdengar hampir bersamaan dengan bunyi asli sehingga bunyi terpantul berulang-ulang. Gaung terjadi jika bunyi dipantulkan pada permukaan yang keras. Contohnya adalah pemantulan bunyi yang terjadi di dalam bioskop. Untuk menghindari terjadinya gaung, maka dinding di dalam bioskop atau gedung konser dilapisi oleh bahan-bahan yang lunak, seperti karpet, busa karet, dan gabus. 3. Gema Gema adalah bunyi pantul yang terdengar setelah bunyi asli. Gema terjadi karena jarak antara sumber bunyi dengan dinding pemantulnya. Contohnya adalah bunyi pantul yang dihasilkan oleh dinding antarbangunan dan dasar suatu ruangan. G. Jenis Bunyi yang Lain Berikut ini adalah jenis-jenis bunyi yang lain 1. Nada adalah bunyi yang mempunyai frekuensi yang teratur. 2. Desah adalah bunyi yang memiliki frekuensi yang tidak teratur.76 Buku Guru SD/MI Kelas IVI 3. Dentum adalah bunyi yang mempunyai amplitudo yang sangat besar dan terdengar mendadak. 4. Warna bunyi atau timbre adalah bunyi yang memiliki frekuensi yang sama, tetapi terdengarnya berbeda. H. Resonansi Bunyi Peristiwa resonansi banyak terjadi di dalam kehidupan sehari-hari. Resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya suatu benda karena ada benda lain yang bergetar. Frekuensi benda yang bergetar bernilai sama dengan frekuensi benda yang dipengaruhinya. Berikut ini adalah contoh peristiwa resonansi yang menguntungkan dan merugikan. 1. Resonansi yang menguntungkan, yaitu resonansi yang terjadi pada alat musik, seperti gitar, gamelan, dan genderang. 2. Resonansi yang merugikan, yaitu resonansi yang terjadi pada suara deru pesawat terbang yang dapat membuat kaca pecah. Deru pesawat merupakan contoh resonansi yang merugikan. Resonansi pada gitar merupakan contoh resonansi yang menguntungkan.Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku 77 Tuliskan jenis sudut dari gambar-gambar di bawah ini. 1. 6. 11. 12. 13. 14. 15. 2. 7. 3. 8. 4. 9. 5. 10. Tebak dan Ukur Besar Sudut Berikut. 1. 2. Tebakanku: ......... Ukuran Sebenarnya: ......... 0 B A N L M 3. 4. M L N 0 R P Alternatif Latihan Soal Tebakanku: ......... Ukuran Sebenarnya: ......... Tebakanku: ......... Ukuran Sebenarnya: ......... Tebakanku: ......... Ukuran Sebenarnya: .........78 Buku Guru SD/MI Kelas IVI 5. 7. 6. 8. V W U Z Y S X R Z T Y X Soal Tambahan Poligon 1. Berapa banyak segiempat yang terdapat pada gambar di bawah ini? 2. Berapa banyak segitiga yang terdapat pada gambar di bawah ini? b. b. a. a. Tebakanku: ......... Ukuran Sebenarnya: ......... Tebakanku: ......... Ukuran Sebenarnya: ......... Tebakanku: ......... Ukuran Sebenarnya: ......... Tebakanku: ......... Ukuran Sebenarnya: .........Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 79 Pemetaan Kompetensi Dasar Subtema 2 Kebersamaan dalam Keberagaman IPA 3.6 Menerapkan sifat-sifat bunyi dan keterkaitannya dengan indera pendengaran. 4.6 Menyajikan laporan hasil percobaan tentang sifatsifat bunyi. Bahasa Indonesia 3.2 Mencermati keterhubungan antargagasan yang didapat dari teks lisan, tulis, atau visual. 4.2 Menyajikan hasil pengamatan tentang keterhubungan antargagasan ke dalam tulisan. PJOK 3.1 Memahami variasi gerak dasar lokomotor, nonlokomotor, dan manipulatif sesuai dengan konsep tubuh, ruang, usaha, dan keterhubungan dalam permainan bola besar sederhana dan atau tradisional*. 4.1 Mempraktikkan variasi gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif sesuai dengan konsep tubuh, ruang, usaha, dan keterhubungan dalam permainan bola besar sederhana dan atau tradisional*. Matematika 3.12 Menjelaskan dan menentukan ukuran sudut pada bangun datar dalam satuan baku dengan menggunakan busur derajat. 4.12 Mengukur sudut pada bangun datar dalam satuan baku dengan menggunakan busur derajat. SBdP 3.3 Memahami dasar-dasar gerak tari daerah. 4.3 Meragakan dasar-dasar gerak tari daerah. IPS 3.2 Mengidentifikasi keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang. 4.2 Menyajikan hasil identifikasi mengenai keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang. PPKn 1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya. 1.4 Mensyukuri berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa 2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru 2.4 Menampilkan sikap kerja sama dalam berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. 3.4 Mengidentifikasi berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. 4.4 Menyajikan berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. Subtema 2 • Pembelajaran Matematika dan PJOK masing-masing dilaksanakan sebagai mata pelajaran tersendiri dan menggunakan buku yang terpisah dari buku ini. • Materi-materi terkait dengan Matematika dan PJOK dalam buku ini dapat digunakan sebagai penguatan dalam penguasaan Matematika dan PJOK. • Pembelajaran Matematika dan PJOK sebagai mata pelajaran tersendiri tidak menambah total alokasi waktu.80 Buku Guru SD/MI Kelas IV KEGIATAN PEMBELAJARAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN • Menemukan gagasan pokok dan pendukung dari teks tulis • Melakukan percobaan • Mendiskusikan pentingnya kerjasama dan saling menghargai dalam keberagaman Sikap: • Peduli, santun Pengetahuan: • Gagasan pokok dan pendukung • Sumber bunyi dan proses terjadinya bunyi • Keberagaman agama Keterampilan: • Menemukan informasi, menganalisis dan menyimpulkan, mengomunikasikan hasil • Mendiskusikan pentingnya kerjasama • Mengukur sudut • Menari tarian daerah (Bongong Jeumpa) Sikap: • Peduli, santun Keterampilan: • Olah tubuh, mengukur, mengomunikasikan hasil Pengetahuan: • Sudut • Kerjasama • Pola lantai tari • Melakukan permainan tradisional Bakiak • Melakukan percobaan • Menemukan gagasan pokok dan pendukung dari teks tulis Sikap: • Peduli, santun Keterampilan: • Jalan, menganalisis dan menyimpulkan, menemukan informasi Pengetahuan: • Gerak dasar lokomotor • Bagian-bagian indera telinga • Gagasan pokok dan pendukung • Menemukan gagasan pokok dan pendukung dari teks • Mendiskusikan pentingnya kerjasama dalam keberagaman • Mengukur sudut pada bangun datar Sikap: • Peduli, santun Keterampilan: • Mengukur, Mengidentifikasi, mengomunikasikan hasil Pengetahuan: • Sudut • Kerjasama • Gagasan pokok dan pendukung • Mengukur sudut • Menceritakan perayaan hari besar agama • Menari tarian daerah Bungong Jeumpa Sikap: • Peduli, santun Keterampilan: • Mengukur, mengomunikasikan hasil, olah tubuh Pengetahuan: • Sudut • Keberagaman di Wilayah Sekitar • Pola Lantai dalam Tari • Menceritakan pengalaman bekerja sama • Meringkas teks “Perbedaan Bukanlah Penghalang” • Mempraktikkan gerak dasar jalan dalam permainan bakiak Sikap: • Peduli, santun Keterampilan: • Gerak dasar lokomotor • Mengomunikasikan hasil Pengetahuan: • Kerja sama • Meringkas • Gerakan lokomotor dalam permainan bakiak Subtema 2 Kebersamaan dalam KeberagamanSubtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 81 Pemetaan Kompetensi Dasar dalam Pembelajaran Pembelajaran 1 1 IPA 3.6 Menerapkan sifat-sifat bunyi dan keterkaitannya dengan indera pendengaran. 4.6 Menyajikan laporan hasil percobaan tentang sifatsifat bunyi. Bahasa Indonesia 3.1 Mencermati gagasan pokok dan gagasan pendukung yang diperoleh dari teks lisan, tulis, atau visual. 4.1 Menata informasi yang didapat dari teks berdasarkan keterhubungan antargagasan ke dalam kerangka tulisan. IPS 3.2 Mengidentifikasi keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang. 4.2 Menyajikan hasil identifikasi mengenai keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang.82 Buku Guru SD/MI Kelas IV Fokus Pembelajaran: Bahasa Indonesia, IPA, IPS Tujuan Pembelajaran 1. Setelah membaca, siswa mampu mengidentifikasi gagasan pokok dan gagasan pendukung setiap paragraf dari teks tulis dengan mandiri. 2. Setelah membaca, siswa mampu menyajikan gagasan utama dan gagasan pendukung setiap paragraf dari teks tulis dalam bentuk peta pikiran dengan tepat. 3. Setelah percobaan, siswa mampu menjelaskan proses terjadinya bunyi dari sumber bunyi hingga ke indera pendengaran dengan runtut. 4. Setelah percobaan, siswa mampu menyajikan laporan tentang proses terjadinya bunyi dari sumber bunyi hingga ke indera pendengaran dengan sistematis. 5. Setelah diskusi dan membaca, siswa mampu menjelaskan pengalaman sikap toleransi dan kerja sama antar teman berbeda agama sebagai identitas bangsa Indonesia dengan sistematis. 6. Setelah diskusi dan membaca, siswa mampu mengomunikasikan pengalaman sikap toleransi dan kerja sama antar teman berbeda agama sebagai identitas bangsa Indonesia dengan sistematis. Media, Alat Bantu, dan Sumber Belajar • Beragam alat musik tradisional daerah setempat untuk percobaan sumber bunyi. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran • Siswa diingatkan kembali tentang keragaman budaya dan suku yang menjadi identitas bangsa Indonesia. • Guru mengajukan pertanyaan pembuka. - Siapa di antara kalian yang beragama Islam? Kristen Protestan? Katolik? Hindu? Budha? Kong Hu Chu? - Bagaimana sikap kalian kepada temanteman yang berbeda agama? 1 Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 75 Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman Sebelumnya kamu sudah banyak belajar tentang indahnya keberagaman budaya Indonesia. Sekarang kamu akan belajar tentang menjalin kebersamaan dalam keberagaman agama. Suku, budaya, dan agama yang berbeda tidak menghalangi Udin, Siti, Dayu, Beni, Lani, dan Edo menjalani kebersamaan. Mereka berbagi cerita tentang budaya masing-masing dan saling belajar. Hari-hari mereka penuh keceriaan dalam kebersamaan. Hari ini mereka berkumpul bersama untuk bekerja sama. Bacalah teks berikut dalam hati! Bekerja Sama dalam Keberagaman Edo dan kelima temannya mendapat tugas untuk melakukan percobaan tentang bunyi. Sepulang sekolah, mereka berkumpul di rumahnya. Setiap orang sudah menyiapkan peralatan yang dibutuhkan. Lani dan Siti membawa beberapa kaleng yang sudah dilubangi. Udin dan Beni membawa benang kasur. Mereka berkumpul di halaman depan rumah. Keenam sekawan siap bekerja sama melakukan percobaan. 1Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 83 • Siswa diminta untuk saling menginformasikan pengalaman mereka saat berinteraksi dengan teman yang memiliki agama yang berbeda dalam kelompok. Guru melakukan penilaian terhadap satu kelompok saat mereka berdiskusi. Saat menilai, guru menggunakan rubrik. Siswa yang belum dinilai pada kesempatan ini dapat dinilai saat mereka melakukan diskusi di kesempatan lain. Sebagai variasi kegiatan berbagi pengalaman secara berpasangan, bisa kembali menggunakan metode “komidi putar” yang telah dipakai pada pembelajaran sebelumnya. Guru memberikan batasan waktu saat berbagi pengalaman tidak lebih dari tiga menit untuk bercerita dengan satu pasangan. Guru dapat menggunakan beragam kode saat tiba waktu bagi siswa untuk berganti pasangan, misalnya dengan tepukan tangan, tiupan peluit, bunyi alat musik tradisional daerah setempat, atau kata-kata seperti “putar”, dan beragam kode lain yang menarik minat siswa. • Hasil berbagi pengalaman dibahas secara klasikal dan disimpulkan bersama. Indonesia terdiri atas berbagai macam suku bangsa dengan agama yang berbeda, namun tetap dalam satu wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Perbedaan agama bukan menjadi penghalang untuk tetap menjunjung persatuan dan kesatuan. Sikap saling menghargai dan bekerjasama antar pemeluk agama yang berbeda menjadi modal dasar untuk menjaga keutuhan NKRI. Tugas Mandiri • Siswa diminta untuk membaca senyap teks yang tersedia dan menemukan gagasan utama dan gagasan pendukung dari paragraf kesatu, kedua, dan ketiga, kemudian menuliskannya pada diagram yang tersedia. Peta pikiran siswa diperiksa guru menggunakan rubrik84 Buku Guru SD/MI Kelas IV Sebelum siswa melakukan tugas mandiri membaca senyap, guru dapat meminta siswa untuk membaca berantai teks yang tersedia. Satu siswa diminta untuk membaca nyaring dua hingga empat kalimat dari teks, kemudian berpindah pada siswa lain, demikian seterusnya hingga teks selesai dibaca. Komunikasikan pada siswa bahwa mereka akan ditunjuk secara acak untuk melanjutkan membaca teks tersebut. Tujuan dari membaca berantai selain untuk menarik minat siswa, adalah juga untuk melatih fokus dan tanggung jawab siswa terhadap tugas membaca. Guru juga dapat mengetahui siswa yang telah/belum dapat membaca dengan memperhatikan tanda baca titik dan koma secara benar. • Siswa diingatkan kembali pada pembelajaran sebelumnya tentang sifat rambat bunyi. • Guru mengajukan pertanyaan sebagai kegiatan pembuka. - Bagaimana kita dapat mengetahui asal sumber bunyi? Tugas berpasangan • Siswa secara berpasangan akan melakukan percobaan sederhana untuk membuktikan tentang asal sumber bunyi hingga sampai ke telinga pendengar. Guru dapat menggunakan beragam cara saat menentukan siswa secara berpasangan. Siswa dapat menentukan pasangan berdasarkan jenis kelamin, berdasarkan nomor yang sama (1 dan 2), atau berdasarkan kesamaan yang mereka miliki. Gunakan beragam cara yang berbeda untuk meningkatkan minat siswa pada tugas yang akan dilakukan. • Siswa melakukan percobaan sederhana untuk membuktikan tentang sumber bunyi berdasarkan instruksi yang terdapat di buku. Guru diharapkan dapat menyiapkan satu/lebih alat musik yang mudah didapat dari daerah masing-masing. Jika memungkinkan, akan lebih baik lagi jika alat musik yang dihadirkan beragam guna memperkaya pengetahuan dan pengalaman belajar siswa.Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 85 Siswa dapat juga diminta untuk membawa alat musik tradisional yang mereka miliki di rumah. Guru berkeliling memastikan siswa melakukan tugas dengan tertib. • Siswa kemudian menuliskan laporan tentang sumber bunyi berdasarkan hasil percobaan. Laporan siswa diperiksa guru menggunakan rubrik • Guru memberikan penguatan. Beragam bunyi berasal dari benda yang bergetar. Getaran dari suatu benda akan mengakibatkan udara di sekitarnya bergetar. Getaran tersebut menimbulkan gelombang bunyi di udara. Bendabenda yang bergetar dan menghasilkan bunyi disebut sumber bunyi. Bunyi kemudian merambat melalui udara dan ditangkap oleh telinga kita. Getaran bunyi mengenai gendang telinga yang berupa selembar kulit tipis. Getaran dari gendang telinga menjadi lebih besar di telinga bagian tengah dan diubah menjadi pesan/ sinyal listrik di telinga bagian dalam. Sinyal tersebut kemudian diteruskan oleh saraf pendengaran menuju otak yang kemudian menterjemahkan jenis dari bunyi tersebut. Kita harus bersyukur pada Tuhan Yang Maha Esa dengan dianugerahkannya indera telinga. Merawat telinga dan menggunakannya secara benar adalah bentuk dari rasa syukur tersebut. Guru memotivasi siswa untuk menuliskan pengalamannya dengan rinci. Siswa juga diminta untuk menuliskan penyebab sakit/ gangguan tersebut dan cara pengobatan dan pencegahannya. Siswa juga menuliskan perasaannya saat menderita penyakit/ gangguan pada telinga, serta menuliskan solusi untuk lebih baik lagi dalam menjaga kesehatan telinga. • Siswa dapat menceritakan isi tulisan mereka secara berpasangan.86 Buku Guru SD/MI Kelas IV • Siswa diingatkan kembali tentang keragaman agama yang menjadi identitas bangsa Indonesia. Perbedaan agama tersebut menuntut para pemeluknya untuk melaksanakan sikap toleransi, saling menghargai, dan tetap bekerja sama guna menjaga persatuan dan kesatuan NKRI. • Siswa membaca senyap teks tentang sikap toleransi dan kerja sama antar pemeluk agama yang berbeda. • Siswa secara berpasangan atau dalam kelompok kecil mendiskusikan sikap yang bisa ditauladani dari isi cerita tersebut (penilaian 4) Guru membimbing jalannya diskusi, berjalan berkeliling dari kelompok satu ke kelompok lain untuk memastikan bahwa setiap siswa berpartisipasi aktif. • Memberikan penguatan tentang pentingnya mempraktikkan sikap toleransi dan kerja sama antar teman yang berbeda agama. • Siswa kemudian menjawab pertanyaan tentang sikap toleransi dan kerja sama mereka selama ini, di dalam buku yang tersedia. Tugas dan sikap belajar siswa dinilai menggunakan rubrik • Siswa melakukan perenungan dengan menjawab pertanyaan yang terdapat dalam buku siswa. • Guru dapat menambahkan pertanyaan perenungan berdasarkan panduan yang terdapat pada lampiran 1 di Buku Guru. Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 85 3. Ceritakan pengalamanmu memiliki teman yang berbeda agama. Perbedaan apa yang kamu ketahui? Bagaimana sikapmu terhadap perbedaan tersebut? • Apa yang kamu pelajari dari kegiatan hari ini? • Apa manfaatnya bagi kehidupanmu sehari-hari? • Bagaimana cara kamu mensyukuri nikmat yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa? Diskusikan dengan orang tua mengenai contoh-contoh kerukunan dalam keragaman agama di sekitar rumahmu.Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 87 Pengayaan • Apabila memiliki waktu, siswa dapat melakukan wawancara sederhana dengan teman lintas kelas atau dengan guru-guru di sekolah, tentang pengalaman toleransi dan kerja sama antar pemeluk agama yang berbeda. Remedial • Siswa yang belum memahami proses terjadinya bunyi akan mengulang percobaan dengan pendampingan. Siswa dapat dibantu oleh siswa lain yang telah menguasai konsep tersebut. Penilaian 1. Diskusi Saat siswa melakukan diskusi tentang peta pikiran mengapa penting menjaga kelestarian dan sumber daya alam. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Mendengarkan Selalu mendengarkan teman yang sedang berbicara. Mendengarkan teman yang berbicara namun sesekali masih perlu diingatkan. Masih perlu diingatkan untuk mendengarkan teman yang sedang berbicara.  Sering diingatkan untuk mendengarkan teman yang sedang berbicara namun tidak mengindahkan. Komunikasi non verbal (kontak mata, bahasa tubuh, postur, ekspresi wajah, suara). Merespon dan menerapkan komunikasi non verbal dengan tepat. Merespon dan menerapkan komunikasi non verbal dengan tepat.  Sering merespon kurang tepat terhadap komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman. Membutuhkan bantuan dalam memahami bentuk komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman. Partisipasi (menyampaikan ide, perasaan, pikiran) Isi pembicaraan menginspira si teman. Selalu mendukung dan memimpin lainnya saat diskusi. Berbicara dan menerangkan secara rinci, merespon sesuai dengan topik. Berbicara dan menerangkan secara rinci,namun terkadang merespon kurang sesuai dengan topik. Jarang berbicara selama proses diskusi berlangsung.  Penilaian (skoring): total nilai siswa total nilai maksimal x 10 Contoh : 2+3+1 12 = 6 12 x 10 = 588 Buku Guru SD/MI Kelas IV 2. Bahasa Indonesia Tugas siswa menemukan gagasan pokok dan gagasan utama dari setiap paragraf dinilai menggunakan rubrik. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Gagasan pokok Menemukan gagasan pokok pada semua paragraf dengan benar. Menemukan sebagian besar gagasan pokok pada semua paragraf dengan benar. Menemukan sebagian kecil gagasan pokok pada semua paragraf dengan benar.  Belum dapat menemukan gagsan pokok. Gagasan Pendukung Menemukan gagasan pendukung pada semua paragraf dengan benar. Menemukan sebagian besar gagasan pendukung pada semua paragraf dengan benar.  Menemukan sebagian kecil gagasan pendukung pada semua paragraph dengan benar. Belum dapat menemukan gagsan pendukung. Penyajian gagasan pokok dan gagasan pendukukung dalam peta pikiran Menyajikan gagasan pokok dan gagasan pendukung dalam peta pikiran dengan tepat. Menyajikan sebagian besar gagasan pokok dan gagasan pendukung dalam peta pikiran dengan tepat. Menyajikan sebagian kecil gagasan pokok dan gagasan pendukung dalam peta pikiran dengan tepat. Belum dapat menyajikan gagasan pokok dan gagasan pendukung dalam peta pikiran.  Sikap: Mandiri Tugas diselesaikan dengan mandiri. Sebagian besar tugas diselesaikan dengan mandiri.  Tugas diselesaikan dengan motivasi dan bimbingan guru. Belum dapat menyeselesaikan tugas meski telah diberikan motivasi dan bimbingan. Penilaian (skoring): total nilai siswa total nilai maksimal x 10 Contoh : 2+3+1+3 16 = 9 16 x 10 = 7Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 89 3. IPS Tugas siswa menemukan dan menuliskan informasi tentang sikap toleransi dan kerja sama antar umat beragama, serta mengomunikasikannya dinilai menggunakan rubrik. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Informasi tentang sikap toleransi dan kerja sama antar umat agama Menuliskan informasi tentang pengalaman melakukan sikap toleransi dan kerjasama antar teman berbeda agama dengan sistematis. Menuliskan informasi tentang pengalaman melakukan sikap toleransi dan kerjasama antar teman berbeda agama dengan cukup sistematis. Menuliskan informasi tentang pengalaman melakukan sikap toleransi dan kerjasama antar teman berbeda agama dengan kurang sistematis.  Belum dapat menuliskan informasi tentang pengalaman melakukan sikap toleransi dan kerjasama antar teman berbeda agama. Komunikasi lisan tentang sikap toleransi dan kerja sama antar umat agama Mengomunikasikan pengalaman melakukan sikap toleransi dan kerjasama antar teman berbeda agama dengan sistematis. Mengomunikasikan pengalaman melakukan sikap toleransi dan kerjasama antar teman berbeda agama dengan cukup sistematis.  Mengomunikasikan pengalaman melakukan sikap toleransi dan kerjasama antar teman berbeda agama dengan kurang sistematis. Belum dapat mengomunikasi kan pengalaman melakukan sikap toleransi dan kerjasama antar teman berbeda agama. Sikap Kerjasama Menunjukkan sikap kerjasama dengan semua teman secara konsisten. Menunjukkan sikap kerjasama dengan semua teman, namun belum konsisten. Menunjukkan sikap kerjasama hanya dengan beberapa teman. Perlu dimotivasi untuk dapat bekerjasama.  Sikap menghargai makanan tradisional Mau mencoba makanan tradisional dan menunjukkan sikap bangga dengan keragaman budaya Indonesia. Mau mencoba makanan tradisional dan tampak cukup bangga dengan keragaman budaya Indonesia.  Dimotivasi untuk mau mencoba makanan tradisional Indonesia. Belum mau mencoba makanan tradisional Indonesia. Penilaian (skoring): total nilai siswa total nilai maksimal x 10 Contoh : 2+3+1+3 16 = 9 16 x 10 = 790 Buku Guru SD/MI Kelas IV 4. IPA a. Tugas siswa menjelaskan dan menyajikan laporan hasil percobaan tentang proses terjadinya bunyi dinilai menggunakan rubrik. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Proses terjadinya bunyi Sumber bunyi Menjelaskan semua proses terjadinya bunyi dengan runtut dan benar. Mengidentifikasi semua sumber bunyi dengan tepat. Menjelaskan semua proses terjadinya bunyi dengan benar, meski kurang runtut Mengidentifikasi sebagian besar sumber bunyi dengan tepat. Menjelaskan sebagian proses terjadinya bunyi dengan runtut dan benar. Mengidentifikasi sebagian kecil sumber bunyi dengan tepat.  Belum mampu menjelaskan proses terjadinya bunyi Belum mampu mengidentifikasi sumber bunyi dengan tepat. Laporan percobaan tentang proses terjadinya bunyi dan sumber bunyi Menyajikan laporan percobaan tentang proses terjadinya bunyi dan sumber bunyi dengan sistematis. Menyajikan laporan percobaan tentang proses terjadinya bunyi dan sumber bunyi dengan cukup sistematis.  Menyajikan laporan percobaan tentang proses terjadinya bunyi dan sumber bunyi dengan kurang sistematis. Belum mampu menyajikan laporan percobaan tentang proses terjadinya bunyi dan sumber bunyi. Sikap Rasa Ingin Tahu Tampak antusias dan mengajukan banyak ide dan pertanyaan selama kegiatan. Tampak cukup antusias dan terkadang mengajukan ide dan pertanyaan selama kegiatan. Tampak kurang antusias dan tidak mengajukan ide dan pertanyaan selama kegiatan. Tidak tampak antusias dan perlu dimotivasi untuk mengajukan ide dan pertanyaan.  Penilaian (skoring): total nilai siswa total nilai maksimal x 10 Contoh : 2+3+1 12 = 6 12 x 10 = 5Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 91 b. Percobaan IPA dinilai menggunakan rubrik. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Penerapan Konsep Memperlihatkan pemahaman konsep dengan menunjukkan bukti pendukung dan menyampaikan pemahaman inti dari konsep yang sedang dipelajari dengan benar. Memperlihatkan pemahaman konsep dengan menunjukkan bukti pendukung namun perlu bantuan saat menyampaikan pemahaman inti dari konsep yang yang sedang dipelajari. Memperlihatkan pemahaman konsep dengan menunjukkan bukti yang terbatas dan penyampaian pemahaman inti dari konsep tidak jelas.  Perlu bimbingan saat menyampaikan bukti dan pemahaman inti dari konsep yang dipelajari. Komunikasi Hasil percobaan disampaikan dengan jelas, obyektif dengan didukung data penunjang. Hasil percobaan disampaikan dengan jelas dan didukung sebagian data penunjang.  Hasil percobaan disampaikan dengan jelas, namun hanya didukung sebagian kecil data penunjang. Hasil percobaan disampaikan dengan kurang jelas dan tanpa data penunjang. Prosedur dan strategi Seluruh data dicatat, langkah kegiatan dilakukan secara sistematis dan strategi yang digunakan membuat percobaan berhasil. Seluruh data dicatat, langkah kegiatan dilakukan secara sistematis, namun masih membutuhkan bimbingan dalam menemukan strategi agar percobaan berhasil. Sebagian besar data dicatat, langkah kegiatan dan strategi dilakukan secara sistematis setelah mendapat bantuan guru. Sebagian kecil data dicatat, langkah kegiatan tidak sistematis dan strategi yang dipilih tidak tepat.  Penilaian (skoring): total nilai siswa total nilai maksimal x 10 Contoh : 2+3+1 12 = 6 12 x 10 = 592 Buku Guru SD/MI Kelas IV 5. Catatan Anekdot untuk mencatat sikap (Santun) (Contoh terlampir di bagian lampiran Buku Guru). • Siswa mendiskusikan dengan orang tua mengenai contoh-contoh makanan tradisional di Indonesia. • Siswa menuliskan hasil diskusi di buku dan melaporkannya kepada guru.Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 93 Pembelajaran 2 2 Matematika 3.12 Menjelaskan dan menentukan ukuran sudut pada bangun datar dalam satuan baku dengan menggunakan busur derajat. 4.12 Mengukur sudut pada bangun datar dalam satuan baku dengan menggunakan busur derajat. PPKn 3.4 Mengidentifikasi berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. 4.4 Menyajikan berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. SBdP 3.3 Memahami dasar-dasar gerak tari daerah. 4.3 Meragakan dasar-dasar gerak tari daerah. Pemetaan Kompetensi Dasar dalam Pembelajaran94 Buku Guru SD/MI Kelas IV 2 Fokus Pembelajaran: Matematika, PPKn, dan SBdP Tujuan Pembelajaran 1. Setelah berdiskusi, siswa mampu mengidentifikasi teknik mengukur sudut dengan satuan baku busur derajat dengan benar. 2. Setelah mengamati contoh, siswa mampu mengukur benda-benda dengan menggunakan busur dengan cermat. 3. Setelah mengamati contoh, siswa mampu mengidentifikasi formasi berdiri tarian Bungong Jeumpa dengan benar. 4. Setelah mengamati contoh, siswa mampu mempraktikkan tarian Bungong Jeumpa formasi berdiri diiringi dengan musik dan hitungan dengan tepat. 5. Setelah membaca teks dan berdikusi, siswa mampu menjelaskan pentingnya kerjasama dalam keberagaman dengan terperinci. 6. Setelah berdiskusi, siswa mampu menceritakan satu contoh bentuk kerjasama dalam keberagaman dengan terperinci. Media, Alat Bantu, dan Sumber Belajar • Musik lagu Bungong Jeumpa. Langkah-langkah Pembelajaran • Siswa membaca senyap teks tentang Tong Sampah Gotong Royong. • Setelah membaca teks, siswa secara individu mengidentifikasi keberagaman, kerjasama dan manfaatnya. Siswa menuliskan hasilnya pada diagram yang ada di buku siswa. • Guru meminta siswa untuk duduk berkelompok. Satu kelompok terdiri dari 5 siswa. Siswa akan menyampaikan hasil pekerjaannya kepada teman dalam kelompok. Kelompok akan menghasilkan satu produk yang merupakan kesepakatan setiap anggotanya. 88 Buku Siswa SD/MI Kelas IV Berdasarkan teks yang kamu baca, isilah grafik berikut! Keberagaman Kerja sama Manfaat Kerja samaSubtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 95 • Siswa menuliskan kembali hasil kesepakatan mengenai identifikasi keberagaman, kerjasama dan manfaatnya pada kertas kalender. • Hasil produk siswa di tempel di dinding kelas. • Setiap anggota kelompok akan melihat hasil pekerjaan temannya secara bergantian. • Guru dan siswa menyimpulkan secara klasikal. • Guru bisa memberikan pertanyaan kepada siswa: - Apa itu kerjasama? - Apa manfaat kerjasama? - Bagaimana cara kita supaya bisa bekerjasama dalam keberagaman. • Siswa secara individu mengidentifikasi keberagaman dan kerjasama yang ada di lingkungannya. Siswa juga menuliskannya di buku siswa. Produk ini akan dinilai dengan penilai 1. Guru menjelaskan rubrik yang diharapkan. Siswa bisa menuliskan dalam bentuk grafik yang disiapkan. • Hal-hal yang ada dalam tulisan siswa adalah hal yang kamu tulis. 1. Keberagaman di lingkunganmu. 2. Satu contoh bentuk kerjasama dan menjelaskannya. 3. Contoh 3 (tiga) sikap yang menunjukkan persatuan dan kesatuan saat kerjasama. 4. Manfaat kerjasama. 5. Kesimpulan (apa pentingnya persatuan dan kesatuan dalam keberagaman). Di akhir kegiatan siswa menjawab pertanyaan yang ada di buku siswa. 1. Apakah warga di sekitar tempat tinggalmu sudah bisa bekerjasama dalam keberagaman? Jelaskan! 2. Apa manfaat kerjasama tersebut?96 Buku Guru SD/MI Kelas IV • Siswa mengamati gambar rumah adat. • Secara individu siswa melingkari sudut-sudut yang ada pada rumah adat. Siswa menuliskan jenis sudut yang sudah ditemukan. Guru memotvasi siswa untuk lebih teliti menemukan sudutsudut. Jika siswa belum pernah mendapatkan materi sudut di kelas sebelumnya, guru menjelaskan terlebih dahulu konsep sudut. • Sebelum mengajakan sudut, guru perlu memahami konsep sudut. Dua sinar garis yang memiliki titik pangkal yang sama akan membentuk suatu sudut. Titik pangkal yang sama itu disebut titik sudut, sedangkan dua sinar garis disebut kaki sudut. Jenis-Jenis Sudut 1. Sudut Siku-Siku Suatu sudut disebut sudut siku-siku jika kaki-kaki sudutnya tegak lurus, yaitu ukurannya adalah 90 derajat. MSubtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 97 2. Sudut Lancip Suatu sudut disebut sudut lancip jika ukuran sudutnya lebih kecil dari sudut siku-siku, yaitu antara 0 dan 90 derajat (00 < sudut lancip < 900). Sudut-sudut berikut adalah sudut lancip. 70 180 22,50 330 450 3. Sudut Tumpul Suatu sudut disebut sudut tumpul jika ukuran sudutnya lebih besar dari sudut siku-siku, yaitu antara 90 dan 180 derajat (900 < sudut tumpul < 1800). Sudut-sudut berikut adalah sudut tumpul. 1350 930 1100 1170 1570 • Siswa akan duduk secara berpasangan. Pastikan setiap siswa membawa busur. • Guru menyiapkan berbagai gambar tentang sudut. • Gambar-gambar yang bisa digunakan. • Awalnya guru meminta siswa mengukur sudut dengan pengetahuan yang mereka miliki. • Guru meminta satu kelompok maju ke depan untuk mempraktikkan cara mengukur sudut. • Guru meminta siswa lain untuk memberikan pendapatnya atau menyampaikan cara berbeda. • Siswa diminta membaca cara mengukur sudut yang ada di buku siswa. • Siswa dalam kelompok saling menilai apakah cara yang dilakukan temannya sudah benar. • Guru mencontohkan di depan kelas cara mengukur sudut. Guru menggunakan busur berukuran besar. • Guru menggambar sudut yang berukuran besar di papan tulis. • Guru menjelaskan dengan detail cara mengukurnya (letak busur, cara membaca). • Siswa diberikan untuk mengukur kembali sudut yang sudah dibagikan dengan teknik yang benar. • Guru mencermati satu persatu teknik mengukur sudut yang dilakukan oleh siswa.98 Buku Guru SD/MI Kelas IV Mengukur Sudut Untuk mengukur sudut ABC, tempatkan busur derajat di atas gambar sudut sehingga titik pusat busur terletak di titik sudut B; dan alas busur berimpit dengan sisi BA. Perhatikan gambar berikut. A P Q R B A B C C Kita menggunakan skala bagian dalam untuk menentukan ukuran sudut ABC.Kita lihat bahwa sudut tersebut berukuran 600. Kita tuliskan besar sudut ini sebagai berikut. ∠ABC= 600 Untuk Menentukan besar sudut PQR, letakkan busur seperti semula dan gunakan skala dari luar. Lihatlah bahwa sudut PQR adalah 1200. Kita tuliskan sudut ini sebagai berikut. ∠PQR= 1200 • Siswa mencari 5 benda yang ada di sekitarnya yang mempunyai sudut. • Siswa menuliskan hasilnya di buku siswa. • Awalnya siswa memperkirakan besar sudut dan jenis sudut (lancip, tumpul, dan siku-siku) benda-benda yang dipilihnya. Siswa membuktikan hasil terkaannya dengan mengukur besar sudut dengan busur. • Siswa mengurutkan benda-benda berdasarkan besar sudut yang ditemukan. Siswa diminta mengurutkan dari yang terkecil ke yang terbesar atau sebaliknya. • Setelah selesai, siswa menukar jawaban dengan teman satu kelompoknya. • Teman satu kelompok memeriksa jawaban dengan melihat benda, dan mengukurnya. • Guru meminta beberapa siswa untuk mempresentasikan jawaban.Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 99 Kegiatan alternatif Bermain tali • Dalam kelompok siswa membuat cerita bersama. Siswa pertama sambil memegang ujung benang mengucapkan satu kalimat. Benang dilempar ke teman di depannya dan yang dilempat benang membuat kalimat selanjutnya. Sesudah selesai, dia melempar benang lagi. Siswa yang memperoleh benag menyambung kalimat yang ada dengan kalimat lanjutan dan seterusnya. • Benang-benang yang sudah saling menumpuk dijiplak dilantai dengan menggunakan kapur atau tanda lain sehingga sudut terlihat. Masing-masing perpotongan diberi huruf capital. • Siswa menentukan berbagai macam sudut yang ada dan menyalin nama-namanya di kertas. • Siswa diminta membuat perkiraan ukuran sudut dan membandingkan dengan ukuran sebenarnya. • Siswa mengurutkan besar sudut yang ditemukan dari yang besar ke kecil atau sebaliknya. • Siswa diminta kembali menemukan 3 benda yang mempunyai sudut. Kali ini siswa diminta mengukur sudut dan menggambar sudutnya. • Siswa menuliskan hasil pekerjaan di buku siswa. Guru berkeliling mengamati pekerjaan siswa. Guru membimbing siswa yang masih kesulitan. • Guru mengembangkan keterampilan siswa dalam hal menalar.100 Buku Guru SD/MI Kelas IV Pertanyaan Guru • Apakah kamu menemukan benda yang besar sudutnya sama? • Apakah gambar sudutnya sama? • Apa yang bisa kamu simpulkan? • Guru menguatkan bahwa besar sudut benda sama, namun ukuran bendanya bisa berbeda. • Siswa diminta mengukur sudut yang ada di buku siswa. • Apakah besar sudut gambar berikut sama besar? Jelaskan! • Mana yang sudutnya lebih besar? Jelaskan! Dari pertanyaan tersebut diharapkan menyimpulkan. Besar dipengaruhi oleh jarak sinar garis. Sudut tidak dipengaruhi oleh panjang sinar garis. • Guru bisa memberikan contoh bentuk-bentuk lain yang mendukung konsep tersebut. • Siswa mengamati formasi gerakan tarian Bungong Jeumpa yang ada di buku siswa. • Guru meminta 8 siswa untuk maju ke depan. Guru mengarahkan delapan siswa tersebut untuk menari dengan formasi. Guru memberikan aba-aba dengan hitungan. Siswa yang lain mengamati. • Siswa dengan kelompoknya akan mempraktikkan formasi gerakan. Guru memberikan aba-aba dengan hitungan.Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 101 • Ketika sudah lancar, siswa mempraktikkan formasi dengan dengan iringan musik dan hitungan dari guru. Jika sudah sangat lancar hanya diiringi dengan musik. • Guru menguatkan siswa untuk menari dengan kompak dan gerakan yang benar. • Guru juga memotivasi siswa untuk menghayati tarian. • Setiap kelompok diminta maju ke depan untuk mempraktikkan formasi berdiri. Siswa kelompok lain memberikan komentar. • Setiap kelompok juga mendata keperluan menari misalkan kostum dan aksesoris. Kostum diharapkan tidak beli atau menyewa siswa bisa menggunakan baju yang sama dan diberi hiasan dari barang-barang bekas atau yang sudah tersedia. • Siswa melakukan perenungan dengan menjawab pertanyaan yang terdapat dalam buku siswa. • Guru dapat menambahkan pertanyaan perenungan berdasarkan panduan yang terdapat pada lampiran buku guru. Pengayaan • Siswa bisa mengukur sudut-sudut lain yang ditemukan di sekitarnya. Remedial • Siswa yang belum memahami konsep sudut dapat mengulang kegiatan bersama guru. Kegiatan bisa dilakukan seusai jam belajar. Kegiatan dilakukan sekitar 30 menit–60 menit. Kegiatan dapat dilakukan untuk beberapa siswa sekaligus. Penilaian 1. Matematika: Teknik Mengukur Sudut Kriteria Ya Tidak Memegang busur dengan benar Meletakkan busur pada sudut dengan tepat Membaca hasil pengukuran dengan benar Menuliskan nama sudut dan hasil pengukuran dengan benar102 Buku Guru SD/MI Kelas IV 2. SBdP: Menari Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Gerakan Seluruh gerakan yang ditunjukkan saat menari sesuai dengan ketentuan tarian. Sebagian besar gerakan yang ditunjukkan saat menari sesuai dengan ketentuan tarian. Sebagian gerakan yang ditunjukkan saat menari sesuai dengan ketentuan tarian. Hanya sebagian kecil gerakan yang ditunjukkan saat menari sesuai dengan ketentuan tarian. Teknik Menari Menarikan tarian dengan menunjukkan: • Sikap tubuh yang sesuai dengan tarian yang dibawakan. • Gerakan yang dibawakan sesuai dengan irama. • Gerakan yang dibawakan sesuai dengan tempo sehingga tarian yang ditunjukkan terlihat harmonis. Hanya menunjukkan 2 hal dari 3 kriteria yang diharapkan. Tarian yang dihasilkan cukup harmonis. Hanya menunjukkan 1 hal dari 3 kriteria yang diharapkan. Tarian yang dihasilkan kurang harmonis. Tidak memenuhi kriteria yang diharapkan. Ekspresi Memberikan penjiwaan saat menari yang memperhatikan jenis tarian sehingga pesan dari tarian bisa dimengerti oleh penonton. Ada beberapa penjiwaan yang kurang sesuai dengan jenis tarian. Pesan dari tarian tetap bisa dimengerti oleh penonton. Kurang bisa memberikan penjiwaan saat menari sehingga pesan dari tarian kurang dimengerti oleh penonton. Tidak bisa memberikan penjiwaan saat menari sehingga pesan dari tarian tidak dimengerti oleh penonton. Sikap Saat menari selalu menunjukkan sikap: • Percaya diri saat menari sehingga bisa menguasai panggung. • Bisa berinteraksi baik dengan penari lainnya. Saat menari selalu menunjukkan sikap percaya diri saat menari sehingga bisa menguasai panggung, namun kurang bisa berinteraksi dengan penari lain Saat menari menunjukkan sikap kurang percaya diri dan kurang bisa berinteraksi dengan penari lain. Saat menari menunjukkan sikap tidak percaya diri dan bisa berinteraksi dengan penari lainnya. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 103 3. PPKn: Cerita pengalaman kerjasama Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Keberagaman Menjelaskan 3 keberagaman yang ada di lingkungan tempat tinggal (suku bangsa, sosial, dan budaya). Menjelaskan 2 keberagaman yang ada di lingkungan tempat tinggal (suku bangsa, sosial, dan budaya). Menjelaskan 1 keberagaman yang ada di lingkungan tempat tinggal (suku bangsa, sosial, dan budaya). Belum mampu menyebutkan keberagaman. Kerjasama Memberikan satu contoh dan menjelaskan kegiatan yang menunjukkan kerjasama yang pernah dilakukan dengan benar. Mampu memberikan contoh, namun menjelaskan dengan kurang tepat. Contoh yang diberikan masih belum menunjukkan kerjasama dalam keberagaman. Belum mampu menberikan contoh. Persatuan dan Kesatuan Menjelaskan 3 contoh sikap yang menunjukkan persatuan dan kesatuan saat kerjasama dengan benar. Menjelaskan 2 contoh sikap yang menunjukkan persatuan dan kesatuan saat kerjasama dengan benar. Menjelaskan 1 contoh sikap yang menunjukkan persatuan dan kesatuan saat kerjasama dengan benar. Belum mampu memberikan contoh. Manfaat Menjelaskan 3 manfaat dari kerjasama dengan benar. Menjelaskan 2 manfaat dari kerjasama dengan benar. Menjelaskan 1 manfaat dari kerjasama dengan benar. Belum mampu menjelaskan manfaat. Kesimpulan Menjelaskan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam keberagaman dengan benar dan terperinci. Menjelaskan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam keberagaman dengan benar namun kurang terperinci. Menjelaskan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam keberagaman dengan namun masih kurang tepat. Belum mampu menjelaskan. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1104 Buku Guru SD/MI Kelas IV 4. Diskusi: Membahas cerita Tong Sampah Gotong Royong Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Mendengarkan Selalu mendengarkan teman yang sedang berbicara. Mendengarkan teman yang berbicara namun sesekali masih perlu diingatkan. Masih perlu diingatkan untuk mendengarkan teman yang sedang berbicara. Sering diingatkan untuk mendengarkan teman yang sedang berbicara namun tidak mengindahkan. Komunikasi non verbal (kontak mata, bahasa tubuh, postur, ekspresi wajah, suara) Merespon dan menerapkan komunikasi non verbal dengan tepat. Merespon dengan tepat terhadap komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman. Sering merespon kurang tepat terhadap komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman. Membutuhkan bantuan dalam memahami bentuk komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman. Partisipasi (menyampaikan ide, perasaan, pikiran) Isi pembicaraan menginspirasi teman. Selalu mendukung dan memimpin lainnya saat diskusi. Berbicara dan menerangkan secara rinci, merespon sesuai dengan topik. Berbicara dan menerangkan secara rinci,namun terkadang merespon kurang sesuai dengan topik. Jarang berbicara selama proses diksusi berlangsung. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1 5. Catatan Anekdot untuk mencatat sikap (santun dan peduli) Kerja Sama dengan Orang Tua Siswa menyampaikan hasil montasenya kepada orangtuanya. Siswa meminta pendapat orangtuanya.Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 105 IPA 3.6 Menerapkan sifat-sifat bunyi dan keterkaitannya dengan indera pendengaran. 4.6 Menyajikan laporan hasil percobaan tentang sifatsifat bunyi. Bahasa Indonesia 3.1 Mencermati gagasan pokok dan gagasan pendukung yang diperoleh dari teks lisan, tulis, atau visual. 3.2 Mencermati keterhubungan antargagasan yang didapat dari teks lisan, tulis, atau visual. 4.1 Menata informasi yang didapat dari teks berdasarkan keterhubungan antargagasan ke dalam kerangka tulisan. 4.2 Menyajikan hasil pengamatan tentang keterhubungan antargagasan ke dalam tulisan. PJOK 3.1 Memahami variasi gerak dasar lokomotor, nonlokomotor, dan manipulatif sesuai dengan konsep tubuh, ruang, usaha, dan keterhubungan dalam permainan bola besar sederhana dan atau tradisional*. 4.1 Mempraktikkan variasi gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif sesuai dengan konsep tubuh, ruang, usaha, dan keterhubungan dalam permainan bola besar sederhana dan atau tradisional*. 3 Pemetaan Kompetensi Dasar dalam Pembelajaran Pembelajaran 3106 Buku Guru SD/MI Kelas IV 3 Fokus Pembelajaran: PJOK, Bahasa Indonesia, IPA Tujuan Pembelajaran: 1. Setelah mencoba permainan tradisional Bakiak, siswa mampu menjelaskan aturan main dan manfaat permainan tersebut untuk melatih keterampilan pola gerak dasar lokomotor dengan tepat. 2. Dengan permainan tradisional Bakiak, siswa mampu mempraktikkan keterampilan variasi pola gerak dasar lokomotor dengan mandiri. 3. Setelah percobaan, siswa mampu menjelaskan fungsi sifat bunyi terkait telinga sebagai alat pendengaran dengan lengkap. 4. Setelah percobaan, siswa mampu menyajikan laporan tentang sifat bunyi terkait telinga sebagai alat pendengaran dan dengan sistematis. 5. Setelah membaca teks tentang sikap kerja sama, siswa mampu mengidentifikasi gagasan pokok dan gagasan pendukung setiap paragraf dari teks tulis dengan mandiri. 6. Setelah membaca teks tentang sikap kerja sama, siswa mampu menyajikan gagasan utama dan gagasan pendukung setiap paragraf dari teks tulis dalam bentuk peta pikiran dengan tepat. Media dan Alat Bantu dan Sumber Belajar • Terompah Bakiak untuk kegiatan olahraga. Langkah-Langkah Pembelajaran: • Siswa diingatkan kembali tentang keragaman permainan tradisional Indonesia seperti Benteng dan Gobak Sodor yang telah mereka mainkan pada minggu sebelumnya. • Guru memperlihatkan terompah bakiak yang telah dipersiapkan sebelumya dan mengajukan pertanyaan pembuka. - Siapakah diantara kalian yang mengetahui jenis permainan tradisional Bakiak? • Siswa yang mengangkat tangannya diminta untuk menerangkan secara singkat tentang jenis permainan tersebut. 100 Buku Siswa SD/MI Kelas IV 3 Bekerja sama bisa dilakukan kapan saja. Saat kita bermain pun kita bisa bekerja sama. Tahukah kamu, bahwa kita dapat belajar bekerja sama dari permainan tradisional? Ayo, kita pelajari bersama! Salah satu permainan tradisional Indonesia yang sangat menarik adalah permainan bakiak. Permainan ini berasal dari Sumatra Barat. Bakiak, atau biasa disebut Terompa Bakuak di Sumatra Barat merupakan permainan yang membutuhkan kekompakkan. Hari ini kamu akan mencoba permainan tradisional bakiak dengan teman-temanmu.Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 107 • Guru memberikan penguatan informasi tentang permainan Bakiak dan gerak dasar lokomotor jalan yang dipraktikkan dalam permainan tersebut. Indonesia kaya akan keragaman permainan tradisional yang menarik dan menantang. Bakiak atau Terompah Bakuak berasal dari Sumatera Barat, adalah salah satu jenis permainan tradisional Indonesia yang memerlukan kerja sama dan kekompakan para pemainnya. Dengan melakukan permainan Bakiak, diharapkan siswa akan semakin terlatih dalam melakukan kerja sama dan kekompakan. Keterampilan lokomotor yang akan dilatih dalam permainan Bakiak adalah Jalan. Siswa diharapkan berjalan dengan sikap tubuh tegak serta mengayunkan kaki dengan tegas dan bertenaga. Guru diharapkan dapat mempersiapkan terompah Bakiak. Bakiak dapat dibuat sendiri menggunakan potongan kayu sebagai alas dan lembaran karet dari ban dalam bekas sebagai penahan/penjempit telapak/jarijari kaki. Panjang kayu bervariasi tergantung pada jumlah pemain. Pastikan kondisi kayu aman bagi siswa. Jumlah pemain Bakiak paling sedikit 3 hingga 10 pemain. Karena semakin banyak anggota yang memainkan sepasang Bakiak, maka tingkat kesulitan akan semakin tinggi dan memerlukan kerjasama dan kekompakan yang semakin tinggi pula. • Siswa berdoa sebelum melakukan kegiatan olahraga. • Siswa melakukan pemanasan dengan mempraktikkan gerakan nonlokomotor. Salah satu siswa diminta untuk memimpin pemanasan di depan teman-teman yang lain. • Siswa dibagi dalam kelompok sesuai kebutuhan. • Guru memberikan penguatan tentang aturan permainan Bakiak yang akan dilakukan. Siswa dapat diberikan tantangan untuk berdiskusi menentukan sendiri jarak yang akan ditempuh dan menentukan garis start dan garis finish. Untuk meningkatkan tantangan, siswa dapat dimotivasi untuk membuat jalur tempuh bakiak berkelok atau zig-zag. Siswa juga dapat diminta untuk secara mandiri berdiskusi dan membuat kesepakatan bersama tentang aturan mainnya. Guru mengawasi jalannya diskusi dan dapat memberikan masukan agar kesepakatan yang dibuat cukup mudah untuk dilaksanakan. Guru dapat menggunakan beberapa cara saat menentukan kelompok, seperti undian, atau berdasarkan nomor urut. Pastikan setiap kelompok memiliki anggota dengan kemampuan fisik yang sama.108 Buku Guru SD/MI Kelas IV • Siswa melakukan permainan dengan mempraktikkan nilai kerjasama, saling menghargai, dan sportifitas. • Guru mengawasi jalannya permainan dan dapat memberikan penilaian menggunakan rubrik. Keterampilan dasar Lokomotor dan NonLokomotor siswa diperiksa menggunakan rubrik dan daftar periksa (penilaian 1) • Usai berolahraga, siswa–masih dalam kelompok yang sama–menjawab pertanyaan yang tersedia tentang sikap kerjasama dan sikap saling menghargai terhadap teman yang memiliki kemampuan berbeda. • Siswa bersama guru mendiskusikan jawaban secara klasikal dan menyimpulkan hasil diskusi tentang nilai-nilai yang bisa dipelajari dalam permainan Bakiak untuk dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Setiap orang dianugerahi kemampuan yang berbeda-beda. Namun, hal tersebut tidak menghalangi kita untuk tetap bekerjasama. Saling menghargai perbedaan dalam bekerjasama akan membantu tim mencapai tujuan. • Siswa diingatkan kembali pada pembelajaran sebelumnya tentang proses terjadinya bunyi dari sumber bunyi hingga sampai ke indera pendengar. • Guru mengajukan pertanyaan sebagai kegiatan pembuka: - Apa yang kamu ketahui tentang fungsi dari setiap alat/organ dari indera pendengaran? - Bagaimana cara merawat telinga sebagai indera yang sangat penting bagi kita? • Siswa dibagi dalam beberapa kelompok kecil dan diminta berdiskusi untuk menjawab pertanyaan yang tersedia . Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 103 Bagian-bagian Cara Kerja Cara Merawat Fungsi Indra Pendengar Telinga sangat penting bagi kita. Dengan telinga kita dapat mendengar bunyi-bunyian. Kamu sudah melakukan percobaan tentang sumber bunyi. Kamu bisa mendengar alat musik tradisional karena telingamu berfungsi dengan baik. Oleh sebab itu, rawatlah telingamu dengan baik. Saat bermain Bakiak, kamu tentunya harus mendengarkan peluit yang ditiupkan guru dan aba-aba temanmu. Kegiatan tersebut tentunya membutuhkan pendengaran yang baik. Masih ingatkah kamu tentang pentingnya indra pendengar? Ayo, kita mengingatnya kembali. Bekerjalah dalam kelompok. Buat peta pikiran tentang indra pendengar dan sajikan di depan kelas.Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 109 Jawaban siswa diperiksa guru menggunakan rubrik (penilaian 2) Guru membimbing jalannya diskusi kelompok, berjalan berkeliling dari kelompok satu ke kelompok lain untuk memastikan bahwa setiap anggota berpartisipasi aktif. • Setiap kelompok menyampaikan hasil diskusi kepada kelompok lainnya. Guru bisa menggunakan beragam cara saat menginstruksikan siswa dalam kelompok untuk berbagi hasil diskusi kepada kelompok lainnya. Cara yang paling sederhana adalah secara klasikal, setiap kelompok maju ke depan kelas dan setiap anggota dalam kelompok secara bergantian menjelaskan hasil diskusi. Cara lain adalah dengan meminta setiap kelompok untuk menentukan satu atau dua juru bicara. Juru bicara akan berputar mendatangi setiap kelompok lainnya dan menerangkan hasil diskusi. Sisa anggota tetap berada dalam kelompok dan mendengarkan penjelasan dari para juru bicara dari kelompok lain. • Siswa bersama guru secara klasikal kemudian menyimpulkan hasil diskusi tentang pentingnya merawat indera pendengaran. • Siswa mempraktikkan permainan sumber bunyi di luar kelas. Sebelumnya, guru meminta mereka untuk membaca aturan main. Apabila telah siap, guru dapat mengajak siswa keluar untuk bermain. • Mintalah siswa untuk menjawab pertanyaan yang ada pada buku pelajaran setelah bermain kemudian membuat laporannya. • Siswa diingatkan kembali tentang gagasan pokok dan gagasan pendukung yang telah dipelajari pada pembelajaran sebelumnya. • Siswa membaca senyap teks berjudul “Tong Sampah Gotong Royong” yang terdapat pada pembelajaran sebelumnya. • Siswa menemukan gagasan pokok dan gagasan pendukung pada teks tersebut dan menuliskannya dalam peta pikiran yang tersedia.110 Buku Guru SD/MI Kelas IV Guru berkeliling untuk memastikan setiap siswa mengerjakan tugas dengan tertib. Guru dapat mendampingi siswa yang mendapatkan kesulitan dalam menjawab pertanyaan. Peta pikiran siswa diperiksa guru menggunakan rubrik (penilaian 3) • Siswa melakukan perenungan tentang pentingnya saling menghormati perbedaan. • Guru dapat menambahkan pertanyaan perenungan berdasarkan panduan yang terdapat pada lampiran 1 Buku Guru. Pengayaan • Apabila memiliki waktu, siswa dapat melakukan wawancara sederhana dengan teman lintas kelas atau dengan guru-guru di sekolah, tentang pengalaman sikap saling menghargai saat melakukan kerjasama dengan teman yang memiliki kemampuan berbeda. Remedial • Siswa yang belum memahami manfaat alat-alat indera pendengaran, dapat diberikan sumber bacaan yang dilengkapi gambar. Siswa dimotivasi untuk membaca dengan teliti. Siswa dapat mengerjakan latihan tertulis (kuis, pertanyaan essay) terkait materi yang belum dipahami.Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 111 Penilaian 1. PJOK Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Aturan main Bakiak, serta manfaatnya. Mampu menjelaskan aturan main Bakiak dan manfaatnya dalam meningkatkan keterampilan gerak dasar lokomotor Jalan dengan jelas dan benar. Mampu menjelaskan aturan main Bakiak dan manfaatnya dalam meningkatkan keterampilan gerak dasar lokomotor Jalan dengan cukup jelas dan benar. Mampu menjelaskan aturan main Bakiak dan manfaatnya dalam meningkatkan keterampilan gerak dasar lokomotor Jalan namun kuran jelas. Belum mampu menjelaskan aturan main Bakiak dan manfaatnya dalam meningkatkan keterampilan gerak dasar lokomotor Jalan. Gerak lokomotor(jalan) dalam permainan Bakiak Variasi pola gerak nonlokomotor saat pemanasan Mampu mempraktikan gerak dasar lokomotor Jalan dengan benar. Mampu mempraktikkan variasi gerak non-lokomotor saat pemanasan dengan benar. Mempraktikan gerak dasar lokomotor Jalan dengan sikap tubuh yang cukup benar. Mampu mempraktikkan sebagian besar variasi gerak non-lokomotor saat pemanasan dengan benar. Mempraktikan gerak dasar lokomotor Jalan dengan sikap tubuh yang kurang benar. Mampu mempraktikkan sebagian kecil variasi gerak non-lokomotor saat pemanasan dengan benar. Belum mampu mempraktikan gerak dasar lokomotor Jalan. Belum mampu mempraktikkan variasi gerak non-lokomotor saat pemanasan. Kerja Sama dan Saling Menghargai Menunjukkan sikap kerjasama dan saling menghargai selama permainan secara konsisten. Menunjukkan sikap kerjasama dan saling menghargai selama permainan namun belum konsisten. Perlu motivasi untuk dapat bekerjasama dan saling menghargai selama permainan. Belum dapat menunjukkan sikap kerjasama dan saling menghargai selama permainan meski telah dimotivasi. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1112 Buku Guru SD/MI Kelas IV a. Ketrampilan siswa dalam melakukan gerakan lokomotor (jalan) dan non-lokomotor dalam permainan Bakiak dinilai menggunakan rubrik. Penilaian (skoring): total nilai siswa total nilai maksimal x 10 Contoh : 2+3+1 12 = 6 12 x 10 = 5 b. Keterampilan dasar Lokomotor dan Non Lokomotor dinilai menggunakan daftar periksa. Kriteria 1 2 3 4 5 Lokomotor: • Berjalan tegak • Berlari • Melompat dengan tumpuan satu kaki • Meloncat dengan tumpuan dua kaki Non-Lokomotor: • Memutar pinggang • Menekuk badan, tangan, dan kaki, • Memiringkan badan • Membentang tangan dan kaki • Memutar badan menghadap ke kiri, ke kanan, dan ke belakang Keterangan 1. Tidak pernah menunjukkan kriteria yang diharapkan. 2. Menunjukkan sikap sesuai kriteria sebesar 50% 3. Menunjukkan sikap sesuai kriteria lebih dari 50% namun kurang dari 75%. 4. Menunjukkan kriteria lebih dari 75% namun kurang dari 100%. 5. Menunjukkan sikap sesuai kriteria yang diharapkan.Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 113 2. IPA Tugas siswa menjawab pertanyaan dan mengomunikan hasilnya dinilai menggunakan rubrik Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Penerapan Konsep Memperlihatkan pemahaman konsep dengan menunjukkan bukti pendukung dan menyampaikan pemahaman inti dari konsep yang sedang dipelajari dengan benar. Memperlihatkan pemahaman konsep dengan menunjukkan bukti pendukung namun perlu bantuan saat menyampaikan pemahaman inti dari konsep yang yang sedang dipelajari. Memperlihatkan pemahaman konsep dengan menunjukkan bukti yang terbatas dan penyampaian pemahaman inti dari konsep tidak jelas. Perlu bimbingan saat menyampaikan bukti dan pemahaman inti dari konsep yang dipelajari. Komunikasi Hasil percobaan disampaikan dengan jelas, obyektif dengan didukung data penunjang. Hasil percobaan disampaikan dengan jelas dan didukung sebagian data penunjang. Hasil percobaan disampaikan denga njelas namun hanya didukung sebagian kecil data penunjang. Hasil percobaan disampaikan dengan kurang jelas dan tanpa data penunjang. Prosedur dan strategi Seluruh data dicatat, langkah kegiatan dilakukan secara sistematis dan strategi yang digunakan membuat percobaan berhasil. Seluruh data dicatat, langkah kegiatan dilakukan secara sistematis namun masih membutuhkan bimbingan dalam menemukan strategi agar percobaan berhasi. Sebagian besar data dicatat, langkah kegiatan dan strategi dilakukan secara sistematis setelah mendapat bantuan guru. Sebagian kecil data dicatat, langkah kegiatan tidak sistematis dan strategi yang dipilih tidak tepat. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1114 Buku Guru SD/MI Kelas IV 3. Bahasa Indonesia Tugas siswa menemukan gagasan pokok dan gagasan utama dari setiap paragraf dinilai menggunakan rubrik. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Gagasan pokok Menemukan gagasan pokok pada semua paragraf dengan benar. Menemukan sebagian besar gagasan pokok pada semua paragraf dengan benar. Menemukan sebagian kecil gagasan pokok pada semua paragraf dengan benar. Belum dapat menemukan gagasan pokok. Gagasan pendukung Menemukan gagasan pendukung pada semua paragraf dengan benar. Menemukan sebagian besar gagasan pendukung pada semua paragraf dengan benar. Menemukan sebagian kecil gagasan pendukung pada semua paragraph dengan benar. Belum dapat menemukan gagasan pendukung. Penyajian gagasan pokok dan gagasan pendukukung dalam peta pikiran. Menyajikan gagasan pokok dan gagasan pendukung dalam peta pikiran dengan tepat.  Menyajikan sebagian besar gagasan pokok dan gagasan pendukung dalam peta pikiran dengan tepat. Menyajikan sebagian kecil gagasan pokok dan gagasan pendukung dalam peta pikiran dengan tepat. Belum dapat menyajikan gagasan pokok dan gagasan pendukung dalam peta pikiran. Sikap: Mandiri Tugas diselesaikan dengan mandiri. Sebagian besar tugas diselesaikan dengan mandiri. Tugas diselesaikan dengan motivasi dan bimbingan guru. Belum dapat menyeselesaikan tugas meski telah diberikan motivasi dan bimbingan. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1 4. Catatan Anekdot untuk mencatat sikap (Peduli) Contoh dapat dilihat pada bagian akhir (lampiran) buku ini. • Siswa berdiskusi bersama orang tua tentang pentingnya memelihara indra pendengaran. • Siswa mencatat contoh-contoh kegiatan merawat indra tersebut dan memberikan hasilnya kepada guru.Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 115 Pemetaan Kompetensi Dasar dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia 3.2 Mencermati keterhubungan antargagasan yang didapat dari teks lisan, tulis, atau visual. 4.2 Menyajikan hasil pengamatan tentang keterhubungan antargagasan ke dalam tulisan. PPKn 3.4 Mengidentifikasi berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. 4.4 Menyajikan berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. Matematika 3.12 Menjelaskan dan menentukan ukuran sudut pada bangun datar dalam satuan baku dengan menggunakan busur derajat. 4.12 Mengukur sudut pada bangun datar dalam satuan baku dengan menggunakan busur derajat. Pembelajaran 4 4116 Buku Guru SD/MI Kelas IV 4 Fokus Pembelajaran: Bahasa Indonesia, PPKn, Matematika Tujuan Pembelajaran 1. Setelah membaca teks, siswa mampu mengidentifikasi gagasan pokok dan gagasan pendukung dengan benar. 2. Setelah membaca teks siswa mampu menuliskan gagasan pokok dan gagasan pendukung ke dalam grafik yang sudah disiapkan dengan sistematis. 3. Setelah berdiskusi, siswa mampu menjelaskan bentuk-bentuk kerjasama dalam keberagaman dengan benar. 4. Setelah mencari informasi, siswa mampu mempresentasikan contohcontoh kerjasama dalam keberagaman (kerja bakti, siskamling, gotongroyong, dll.). 5. Setelah mengamati, siswa mampu menentukan banyak sudut pada bangun datar dengan benar 6. Setelah bereksplorasi, siswa mampu mengukur besar sudut pada bangun datar dengan benar Media, Alat Bantu, dan Sumber Belajar • Busur, teks cerita, gambar-gambar Langkah-langkah Pembelajaran • Siswa membaca teks yang ada di buku siswa. • Siswa membaca teks dengan membaca berantai. Guru menunjuk satu siswa dan siswa lain mendengarkan. Siswa yang ditunjuk kemudian melanjutkan bacaan siswa sebelumnya. • Guru meminta setiap siswa untuk menemukan gagasan pokok dan gagasan pendukung. Siswa membaca setiap paragraf dengan hati-hati. 110 Buku Siswa SD/MI Kelas IV 4 Sebelumnya kita sudah banyak belajar tentang indahnya keberagaman budaya Indonesia. Bagaimana cara menjalin kebersamaan dalam keberagaman tersebut? Mari kita gali lebih jauh! Dengan kerja sama maka kebersamaan dalam keberagaman akan semakin terjalin dengan baik. Seperti apa, ya, bentuk kerja sama yang lain? Bacalah teks berikut. Perbedaan Bukanlah Penghalang Tidak seperti biasa, hari Minggu ini sekolah terlihat ramai. Hari itu, semua siswa diminta datang ke sekolah untuk menghias kelas masing-masing. Hari Senin akan diadakan lomba menyambut hari kemerdekaan. Bapak kepala sekolah berpesan, tiap kelas harus terlihat unik dengan kreasi anak-anak. Udin dan teman-teman sekelasnya juga datang ke sekolah. Pembagian tugas membuat hiasan telah dilakukan Udin dan teman-teman di hari Jumat yang lalu. Menghias kelas merupakan tanggung jawab bersama. Pagi-pagi hampir semua siswa di kelas Udin sudah hadir. Hanya Edo dan Martha yang belum terlihat. Edo dan Martha sudah meminta izin pada teman-temannya untuk hadir terlambat. Mereka harus pergi ke Sekolah Minggu di gereja untuk melakukan ibadah pagi. Udin dan teman-teman lainnya tidak keberatan. Sebelum ke sekolah, Udin dan Siti mampir ke rumah Edo, lalu ke rumah Martha untuk mengambil bahan dan hiasan kelas yang telah disiapkan. Udin dan teman-teman memahami bahwa hari Minggu pagi merupakan waktu ibadah bagi Edo dan Martha yang beragama Katolik. Perbedaan waktu dan cara beribadah tidak menghalangi niat kerja sama mereka. Siang hari sekolah semakin ramai. Kelas-kelas sudah terlihat indah dan semarak dengan hiasan merah putih buatan siswa sekelas. BegituSubtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 117 • Siswa menuliskan gagasan pokok dan gagasan pendukung pada grafik yang disiapkan di buku siswa. Penilaian 1 • Siswa saling menukar jawaban dengan temannya. • Guru memberikan aba-aba tepuk tangan, siswa akan mencari pasangan lagi dan menyampaikan jawabannya. Begitu seterusnya sampai siswa berganti 3 pasangan. • Siswa secara individu menganalisis persamaan dan perbedaan jawabannya dengan temannya. • Guru meminta siswa untuk mempresentasikan jawabannya (fokus 1 paragraf) di depan. Siswa juga menyampiakan persamaan dan perbedaan jawabannya dengan temannya. • Guru menguatkan dengan memberikan pertanyaan - Apa isi paragraf 1? - Apa yang mendukungnya? • Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya. • Guru meminta kembali satu siswa untuk mempresentasikan jawabannya (paragraf 2) tekniknya sama dengan 1. • Di akhir sesi, guru menanyakan bagaimana menemukan gagasan pokok? Bagaimana menemukan gagasan pendukung? Siswa bisa menyampaikan jawabannya. Guru menguatkan berbagai cara untuk menemukan gagasan pokok dan gagasan pendukung. • Siswa akan dibagi ke dalam kelompok. Satu kelompok terdiri dari 5 siswa. Dalam kelompok guru meminta siswa mengamati bentuk-bentuk kerjasama masyarakat Indonesia. Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 113 Duduklah dalam kelompok. Satu kelompok terdiri dari 5 siswa. Carilah informasi tentang salah satu kerja sama di lingkunganmu. Presentasikan hasilnya di depan kelas. Kerja Sama118 Buku Guru SD/MI Kelas IV Guru menyampaikan contoh-contoh kerjasama masyarakat di Indonesia yang sudah menjadi kebiasaan. Seperti ronda, kerja bakti dan gotong-royong. Guru bisa meminta satu siswa menceritakan pengalaman yang pernah dilihatnya mengenai kebiasaan tersebut. Guru juga bisa menceritakan pengalaman dirinya mengikuti ronda, kerja bakti dan gotong royong. • Setiap kelompok ditugaskan untuk mencari informasi mengenai satu kebiasaan kerjasama. Siswa bisa bertanya kepada pegawai sekolah, mencari informasi di buku atau bahan bacaan. Siswa juga bisa bertanya ke siswa lain. • Siswa menulis hasil temuaanya di buku siswa. Hal-hal yang harus ditulis adalah pengertian, contoh, kegiatan yang dilakukan, manfaat dan hal-hal baik yang bisa dicontoh dari kegiatan ini. • Setiap kelompok mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelas. • Kelompok lain bisa memberikan masukan atau menceritakan pengalamannya. • Guru menguatkan bahwa kebiasaan-kebiasaan tersebut adalah hal baik yang harus tetap kita lestarikan. Guru memotivasi siswa jika ada kegiatan tersebut di lingkungannya bisa ikut membantu • Siswa mengamati jam gadang. • Siswa mengamati sudut-sudut yang ada di jam gadang. • Siswa melingkari dan memberikan nomor. • Siswa memprediksi besar sudut dan membuktikannya. Siswa membuktikan dengan mengukur menggunakan busur. Guru berkeliling dan memastikan bahwa setiap siswa sudah mengukur dengan teknik yang benar. Guru mendampingi siswa yang dirasa masih kesulitan. • Siswa mencari pasangan dengan abaaba tepuk tangan dari guru. Siswa menyampaikan hasil jawabannnya kepada temannya. Siswa saling mengomentari hasil. M 114 Buku Siswa SD/MI Kelas IV Tahukah kamu tentang Jam Gadang. Jam Gadang adalah menara jam yang terletak di pusat kota Bukittinggi, di Provinsi Sumatra Barat. Dinamai Jam Gadang karena menara ini memiliki jam dengan ukuran besar pada empat sisinya. Temukan sudut-sudut yang ada di Jam Gadang tersebut! Ukurlah besarnya sudut dengan menggunakan busur! Bagian rumah gadang Prediksiku Besar Sudut Sebenarnya MSubtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 119 • Dengan aba-aba tepuk tangan, siswa akan berganti pasangan. Siswa juga menyampaikan hasil jawabnnya dan saling mengomentari. (pergantian pasangan dilakukan sebanyak 3 kali) • Satu siswa maju ke depan, siswa mempresentasikan hasil pekerjaannya. Ia juga menyampaikan komentar-komentar dari temannya. • Diskusi klasikal, guru menguatkan setiap jawaban. Siswa membetulkan jawaban yang masih belum tepat. Guru memotivasi siswa bahwa ketika mengukur sudut haruslah teliti. Guru juga menguatkan bahwa untuk memprediksi sudut haruslah ingat sudut siku-siku (900) untuk dijadikan acuan. • Guru menyampaikan bahwa bangun datar juga mempunyai sudut. • Guru membawa segitiga dengan ukuran besar. Guru menanyakan banyaknya sudut pada segitiga. Guru menunjuk sudut-sudut dan memberikan nama. • Siswa mengerjakan lembar kerja yang ada di buku siswa. Siswa mengukur besar setiap sudut pada bangun datar. • Setelah selesai, siswa bisa mendiskusikan hasil dengan teman sebelahnya. Ayo Renungkan • Siswa melakukan perenungan dengan menjawab pertanyaan yang terdapat dalam buku siswa. • Guru dapat menambahkan pertanyaan perenungan berdasarkan panduan yang terdapat pada lampiran buku guru. Pengayaan Siswa bisa mengukur sudut-sudut pada bangun datar yang lebih rumit. Misalkan Remedial Siswa yang belum bisa mengukur sudut dapat mengulang kegiatan bersama guru. Kegiatan bisa dilakukan seusai jam belajar. Kegiatan dilakukan sekitar 30 menit–60 menit. Kegiatan dapat dilakukan untuk beberapa siswa sekaligus.120 Buku Guru SD/MI Kelas IV Penilaian 1. Bahasa Indonesia: Gagasan Pokok Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Mengidentifikasi gagasan pokok Mengidentifikasi gagasan pokok dari 4 paragraf dengan benar. Mengidentifikasi gagasan pokok dari 3 paragraf dengan benar. Mengidentifikasi gagasan pokok dari 2 paragraf dengan benar. Mengidentifikasi gagasan pokok dari 1 paragraf dengan benar. Mengidentifikasi Gagasan Pendukung Mengidentifikasi gagasan pendukung dari 4 paragraf dengan benar. Mengidentifikasi gagasan pendukung dari 3 paragraf dengan benar. Mengidentifikasi gagasan pendukung dari 2 paragraf dengan benar. Mengidentifikasi gagasan pendukung dari 1 paragraf dengan benar. Mengkomunikasikan Menuliskan secara sistematis, mudah dipahami, menggunakan bahasa baku. Memenuhi 2 dari 3 kriteria yang diharapkan. Memenuhi 1 dari 3 kriteria yang diharapkan. Belum memenuhi kriteria yang diharapkan. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1 2. PPKn: Diskusi pada saat membahasa tentang kerjasama di lingkungan. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Mendengarkan Selalu mendengarkan teman yang sedang berbicara. Mendengarkan teman yang berbicara namun sesekali masih perlu diingatkan. Masih perlu diingatkan untuk mendengarkan teman yang sedang berbicara. Sering diingatkan untuk mendengarkan teman yang sedang berbicara, namun tidak mengindahkan. Komunikasi non verbal (kontak mata, bahasa tubuh, postur, ekspresi wajah, suara) Merespon dan menerapkan komunikasi non verbal dengan tepat. Merespon dengan tepat terhadap komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman. Sering merespon kurang tepat terhadap komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman. Membutuhkan bantuan dalam memahami bentuk komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman. Partisipasi (menyampaikan ide, perasaan, pikiran) Isi pembicaraan menginspirasi teman. Selalu mendukung dan memimpin lainnya saat diskusi. Berbicara dan menerangkan secara rinci, merespon sesuai dengan topik. Berbicara dan menerangkan secara rinci,namun terkadang merespon kurang sesuai dengan topik. Jarang berbicara selama proses diksusi berlangsung. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 121 3. Matematika: Teknik Mengukur Sudut Kriteria Ya Tidak Memegang busur dengan benar Meletakkan busur pada sudut dengan tepat Membaca hasil pengukuran dengan benar Menuliskan nama sudut dan hasil pengukuran dengan benar 4. Catatan Anekdot untuk mencatat sikap (santun dan peduli) (Contoh terlampir di bagian lampiran Buku Guru). a Siswa mendiskusikan dengan orangtua rencana supaya kerjasama antar anggota keluarga bisa berjalan dengan baik.122 Buku Guru SD/MI Kelas IV Pemetaan Kompetensi Dasar dalam Pembelajaran Matematika 3.8 Menganalisis sifat-sifat segibanyak beraturan dan segibanyak tidak beraturan 4.8 Mengidentifikasi segibanyak beraturan dan segibanyak tidak beraturan SBdP 3.3 Memahami dasar-dasar gerak tari daerah. 4.3 Meragakan dasar-dasar gerak tari daerah. IPS 3.2 Mengidentifikasi keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang. 4.2 Menyajikan hasil identifikasi mengenai keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang. Pembelajaran 5Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 123 Fokus Pembelajaran: SBdP, Matematika, IPS Tujuan Pembelajaran 1. Setelah berdiskusi dan memperhatikan peragaan dari guru , siswa mampu menjelaskan dasar-dasar gerak tari Bungong Jeumpa dalam posisi duduk dengan teknik benar. 2. Setelah berdiskusi dan memperhatikan peragaan dari guru, siswa mampu mempraktikkan dasar-dasar gerak tari Bungong Jeumpa dalam posisi duduk dengan teknik benar. 3. Dengan mengamati dan mengukur sudut-sudut yang terdapat pada segi banyak pada tangram, siswa mampu membandingkan hasil penaksiran dan pengukuran dengan tepat. 4. Dengan mengamati dan mengukur sudut-sudut yang terdapat pada segi banyak pada tangram, siswa mampu menyajikan hasil penaksiran dan pengukuran dengan tepat. 5. Dengan menggunakan gambar yang dibuat sendiri, siswa mampu menjelaskan perayaan hari besar agama sebagai bentuk keragaman sosial, budaya, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia secara tertulis dan lisan. 6. Dengan menggunakan gambar yang dibuat sendiri, siswa mampu menceritakan perayaan hari besar agama sebagai bentuk keragaman sosial, budaya, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia secara tertulis dan lisan. Media, Alat Bantu, dan Sumber Belajar • Gambar gerakan dasar tari Bungong Jeumpa • Lagu Bungong Jeumpa untuk mengiringi tari • Tangram • Gambar tentang perayaan hari besar keagamaan yang digambar siswa • Kertas HVS 116 Buku Siswa SD/MI Kelas IV Sebelumnya, kamu telah belajar teknik menari Bungong Jeumpa. Tari Bungong Jeumpa dapat ditampilkan dalam formasi duduk atau berdiri. Ayo, menari dalam formasi duduk. Apakah kamu masih ingat gerakan tari Bungong Jeumpa dalam formasi duduk?124 Buku Guru SD/MI Kelas IV Langkah-Langkah Pembelajaran Guru mengajukan pertanyaan: • Apakah kamu masih ingat gerakan tari Bungong Jeumpa yang telah kamu pelajari sebelumnya? • Siswa diajak berdiskusi tentang gerakan dasar tari Bungong Jeumpa untuk mengingatkan mereka tentang keterampilan yang telah mereka pelajari sebelumnya. • Siswa memperagakan secara berpasangan menarikan tarian tersebut. Ketika siswa memperagakan secara berpasangan, guru berkeliling sambil mengamati bagaimana setiap pasangan memperagakan gerakan. Guru memberikan saran dan masukan ketika menemukan ada siswa yang masih belum dapat melakukan gerakan dengan sempurna. • Setelah cukup menguasai gerakan, siswa diajak berlatih secara berkelompok dengan iringan musik. Sebelum berlatih secara berkelompok, siswa mendengarkan penjelasan dari guru tentang hal yang masih perlu mereka tingkatkan berdasarkan hasil pengamatan ketika siswa berlatih secara berpasangan. Guru menilai keterampilan tari dengan catatan anekdot. • Setelah selesai berlatih tari, guru memberikan penguatan terhadap nilainilai yang berkaitan dengan sikap peduli dan menghargai keragaman budaya. Guru menyampaikan bahwa salah satu cara menghargai keberagaman budaya adalah dengan mempelajari dan memunculkan sikap peduli untuk melestarikan budaya tersebut, seperti yang telah dilakukan siswa ketika mereka mempelajari tari Bungong Jeumpa.Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 125 • Setelah berlatih menari, siswa diajak untuk merenungkan bahwa Tuhan menciptakan budaya yang berbeda agar kita saling mengenal dan saling menghargai. Kita mempunyai tanggung jawqb untuk menjaga dan menciptakan keselarasan di tengah-tengah perbedaan. Guru mengajukan pertanyaan: • Apakah kamu masih ingat tangram yang telah kamu pelajari sebelumnya? Apakah kamu memperhatikan bahwa pada tangram tersebut terdapat bentuk yang berbeda-beda? • Apakah kamu juga mengamati bahwa bentuk-bentuk yang berbeda tersebut bisa ditata sedemikian rupa sehingga tercipta bentuk yang selaras. • Siswa diajak mengamati kembali berbagai segi banyak pada tangram yang telah mereka buat. Guru juga menambahkan bahwa dengan bentuk yang berbeda-beda, kita bisa membentuk bangun atau gambar baru yang menarik dan kreatif. • Siswa diminta memberi label huruf (A, B, C, D, dan seterusnya) di setiap sudut pada segi banyak yang terdapat pada tangram . • Siswa diminta menulis taksiran mereka untuk besar masing-masing sudut yang sudah mereka beri huruf dan dituliskan pada tabel yang terdapat dalam buku siswa. • Setelah siswa menuliskan taksiran mereka tentang besar sudut, kemudian melakukan pembuktian dengan mengukur sudut-sudut tersebut menggunakan busur derajat. • Siswa menuliskan kesimpulan tentang hasil penaksiran dan pembuktian pengukuran sudut pada tangram. Guru menilai hasil pengukuran dengan nilai angka (penskoran). M126 Buku Guru SD/MI Kelas IV Sebagai pengait untuk melanjutkan pada kegiatan berikutnya, sekaligus melakukan penguatan, guru menyampaikan bahwa perbedaan itu indah, perbedaan itu anugerah. Kita harus mensyukurinya dengan menunjukkan sikap saling menghargai dan peduli yang ditunjukkan melalui sikap santun terhadap orang-orang yang berbeda keyakinan. Guru mengajukan pertanyaan: Apakah kamu pernah mengikuti atau melihat perayaan hari besar agama di sekitar tempat tinggalmu? • Siswa diminta membuat gambar yang berkaitan dengan perayaan hari besar agama yang pernah mereka ikuti atau yang pernah mereka saksikan. • Siswa menceritakan secara tertulis tentang perayaan hari besar keagamaan yang pernah mereka ikuti atau yang pernah kamu lihat di lingkungan tempat tinggalmu berdasarkan gambar yang telah mereka buat. • Siswa mempresentasikan dan mendiskusikan secara berkelompok cerita yang telah mereka tulis. Kemudian guru mengajukan pertanyaan. • Seperti apa keragaman umat beragama di lingkungan provinsimu? • Bagaimana antarumat beragama saling menjalin persatuan? • Siswa diminta mencari tahu lebih lanjut dan menggali dari berbagai sumber informasi tentang keragaman umat beragama di lingkungan provinsi mereka masing-masing dan bagaimana antarumat beragama saling menjalin persatuan. • Siswa diminta menuliskan informasi yang mereka peroleh pada kertas HVS. • Siswa mempresentasikan informasi yang mereka peroleh dalam kelompok. 118 Buku Siswa SD/MI Kelas IV Sekarang buktikan taksiranmu dengan mengukur menggunakan busur derajat dan tuliskan hasilnya pada tabel di atas. Tulis kesimpulanmu tentang hasil pengukuran sudut tersebut. Perbedaan itu indah, perbedaan itu anugerah. Kita harus mensyukurinya dengan menunjukkan sikap saling menghargai.Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 127 Guru menilai tulisan dan presentasi dengan rubrik • Siswa melakukan perenungan dengan menjawab pertanyaan yang terdapat dalam buku siswa. • Guru dapat menambahkan pertanyaan perenungan berdasarkan panduan yang terdapat pada lampiran di buku guru. Pengayaan Apabila ada waktu tersisa, siswa dapat bereksplorasi dengan berbagai segi banyak dalam menaksir dan mengukur sudut yang terdapat pada segi banyak. Remedial Siswa yang belum mampu menaksir dan mengukur besar sudut pada segi banyakdapat diberikan bentuk-bentuk konret tentang materi terkait dan berlatih menaksir dan mengukur besar sudut.128 Buku Guru SD/MI Kelas IV Penilaian 1. IPS Tulisan dan presentasi tentang keragaman sosial dan budaya (agama) di provinsi masing-masing dinilai dengan rubrik. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Struktur Presentasi Presentasi memuat pembukaan, inti dan penutup serta dikomunikasikan secara runtut. Presentasi memuat pembukaan atau penutup dan inti serta dikomunikasik an secara runtut. Presentasi hanya memuat inti dan disampaikan dengan runtut. Presentasi hanya memiliki pembuka atau penutup saja. Tema Seluruh gagasan pokok dan gagasan pendukung sesuai dengan tema. Sebagian besar gagasan pokok dan gagasan pendukung sesuai dengan tema. Sebagian kecil gagasan pokok dan gagasan pendukung sesuai dengan tema. Gagasan pokok dan gagasan pendukung tidak sesuai tema. Fakta Pendukung Seluruh fakta tentang keragaman agama yang terdapat di lingkungan provinsi masingmasing disajikan dengan benar. Sebagian besar fakta tentang keragaman agama yang te dapat di lingkungan provinsi masingmasing disajikan dengan benar. Sebagian kecil fakta tentang keragaman agama yang terdapat di lingkungan provinsi masingmasing disajikan dengan benar. Fakta tentang keragaman agama yang terdapat di lingkungan provinsi masingmasing tidak benar. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1 2. SBdP Proses pembelajaran tari Bungong Jeumpa dinilai dengan catatan anekdot. 3. Matematika Penaksiran dan pengukuran sudut pada segi banyak dinilai dengan angka (penskoran) 4. Catatan anekdot untuk mencatat sikap (Peduli, Santun) Contoh dapat dilihat pada bagian akhir (lampiran) buku ini.Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 129 Siswa diminta mendiskusikan dengan orang tua mereka tentang perayaan hari besar agama yang pernah mereka ikuti atau lihat. Siswa juga mendiskusikan kerja sama antarumat beragama di ligkungan tempat tinggal mereka. Siswa menuliskan hasilnya dan dilaporkan kepada guru Siswa diminta membandingkan hasil yang mereka peroleh dengan temanmu pada pelajaran yang akan datang.130 Buku Guru SD/MI Kelas IV Bahasa Indonesia 3.1 Mencermati gagasan pokok dan gagasan pendukung yang diperoleh dari teks lisan, tulis, atau visual. 4.1 Menata informasi yang didapat dari teks berdasarkan keterhubungan antargagasan ke dalam kerangka tulisan. PJOK 3.3 Memahami variasi gerak dasar jalan, lari, lompat, dan lempar melalui permainan/olahraga yang dimodifikasi dan atau olahraga tradisional. 4.3 Mempraktikkan variasi pola dasar jalan, lari, lompat, dan lempar melalui permainan/olahraga yang dimodifikasi dan atau olahraga tradisional. PPKn 3.4 Mengidentifikasi berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. 4.4 Menyajikan berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. Pemetaan Kompetensi Dasar dalam Pembelajaran Pembelajaran 6 6Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 131 6 Fokus Pembelajaran: PPKn, PJOK, Bahasa Indonesia Tujuan Pembelajaran 1. Dengan membaca teks tentang persahabatan Udin, Edo, dan Beni, siswa mampu menjelaskan kegiatan yang mencerminkan sikap kerja sama dalam keberagaman agama. 2. Dengan membaca teks tentang persahabatanUdin, Edo, dan Beni, siswa mampu Menceritakan kegiatan yang mencerminkan sikap kerja sama dalam keberagaman agama. 3. Setelah berdiskusi dan mengamati peragaan dari guru, siswa mampu Menjelaskan prosedur variasi pola gerak dasar jalan, lari, lompat melalui permainan bakiak dengan teknik yang benar. 4. Setelah berdiskusi dan mengamati peragaan dari guru, siswa mampu Mempraktikkan variasi pola gerak dasar jalan, lari, lompat melalui permainan bakiak dengan teknik yang benar. 5. Setelah membaca teks tentang cerita Perbedaan Bukanlah Penghalang, siswa mampu menemukan gagasan pokok dan gagasan pendukung yang untuk membuat ringkasan secara terstruktur. 6. Setelah membaca teks tentang cerita Perbedaan Bukanlah Penghalang, siswa mampu meringkas teks tulis berdasarkan gagasan pokok dan gagasan pendukung secara terstruktur. Media, Alat Bantu, dan Sumber Belajar • Bakiak (4-6 pasang) • Teks Perbedaan Bukanlah Penghalang Langkah-Langkah Pembelajaran • Guru mengajukan pertanyaan: - Apakah kamu pernah bekerja sama dengan orang yang berbeda-beda? - Sikap apa yang perlu kamu tunjukkan ketika bekerja sama? 122 Buku Siswa SD/MI Kelas IV 6 Apakah kamu pernah bekerja sama dengan orang yang berbedabeda? Sikap apa yang perlu kamu tunjukkan ketika bekerja sama? Amati gambar dan baca teks dalam hati. Udin, Edo, dan Beni merupakan sahabat dekat. Mereka berasal dari latar belakang budaya yang berbeda-beda. Mereka juga memeluk keyakinan yang berbeda pula. Udin beragama Islam, Edo beragama Katolik, sedangkan Beni beragama Kristen. Perbedaan budaya dan agama bukanlah merupakan penghalang bagi mereka untuk bekerja sama. Mereka saling bahu-membahu mengerjakan tugas atau pekerjaan yang harus dikerjakan bersamasama.132 Buku Guru SD/MI Kelas IV • Siswa diminta mengamati gambar dan teks sederhana pada buku siswa. • Siswa diminta menjawab pertanyaan yang terdapat dalam buku siswa. • Siswa menceritakan secara tertulis pengalaman mereka bekerja sama dengan teman-teman yang berbeda agama. Jika di wilayah tempat tinggal siswa hanya terdapatsatu agama yang sama (homogen), siswa bisa diminta untuk menuliskan sikap mereka ketika suatu saat bekerja sama dengan teman-teman berbeda agama. • Siswa menuliskan apa yang mereka pelajari dari cerita persahabatan Udin, Edo, dan Beni. Guru menilai cerita tertulis menggunakan rubrik Guru menyampaikan bahwa seluruh siswa akan mengikuti lomba bakiak secara berkelompok. Guru mengajukan pertanyaan: - Apakah kamu masih ingat tentang gerak dasar yang diperlukan dalam bermain bakiak? • Siswa diminta mendiskusikan dan memperagakan secara berpasangan gerak dasar bermain bakiak secara berkelompok. Guru kembali memperagakan gerak dasar yang diperlukan dalam bermain bakiak dengan teknik yang benar.Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 133 • Siswa diminta memperhatikan kembali cara guru memperagakan gerakan dasar yang diperlukan dalam bermain bakiak. • Sebelum berlomba, siswa diminta mendiskusikan dengan anggota kelompok untuk menentukan strategi dan gerak dasar yang harus diterapkan agar kelompok mereka bisa memenangkan pertandingan. • Siswa menuliskan hasil diskusi mereka di buku siswa. • Setelah mendengar penjelasan dari guru tentang aturan, siswa melaksanakan lomba secara berkelompok. • Setelah selesai mengikuti lomba, siswa mendiskuiskan kembali dengan kelompok mereka tentang kerja sama yang telah mereka lakukan. Guru menilai keterampilan gerak dasar jalan dalam permainan bakiak menggunakan daftar periksa. Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa: • Apakah kamu masih ingat tentang cerita ‘Perbedaan Bukanlah Penghalang’? • Apa hal penting yang kamu ketahui dari cerita tersebut? • Siswa diminta mendiskusikan dengan teman secara berpasangan jawaban atas pertanyaan yang diajukan guru di atas. • Siswa diminta membuat ringkasan dari cerita Perbedaan Bukanlah Penghalang. Guru menjelaskan langkah-langkah membuat ringkasan kepada siswa.134 Buku Guru SD/MI Kelas IV Cara Membuat Ringkasan 1. Membaca Naskah Asli • Baca naskah asli sekali atau dua kali, kalau perlu berulang kali. • Mengetahui kesan umum (inti) dari tulisan. • Mengetahui maksud dan sudut pandangan penulis naskah asli. 2. Mencatat Gagasan Utama • Baca tulisan bagian demi bagian sambil mencatat gagasan pokok. • Gagasan pokok yang telah dicatat digunakan untuk menyusun ringkasan. 3. Gunakan Kalimat Baru • Gunakan kesan umum (inti) untuk membuat ringkasan. • Urutan isi disesuaikan dengan naskah asli. • Kalimat dalam ringkasan sebaiknya menggunakan kalimat baru. • Semua kalimat baru harus menggambarkan tulisan asli. 4. Ketentuan Tambahan • Susun ringkasan dalam kalimat tunggal. • Ringkas kalimat menjadi frasa, frasa menjadi kata. • Siswa diminta kembali membaca cerita ‘Perbedaan Bukanlah Penghalang’.Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 135 • Setelah itu, siswa membuat ringkasan pada bagan yang terdapat dalam buku siswa, seperti berikut ini. Ringkasan Guru menilai ringkasan menggunakan rubrik. • Siswa melakukan perenungan dengan menjawab pertanyaan yang terdapat dalam buku siswa. • Guru dapat menambahkan pertanyaan perenungan berdasarkan panduan yang terdapat pada lampiran di buku guru.136 Buku Guru SD/MI Kelas IV Pengayaan Apabila ada waktu tersisa, siswa bisa berlatih menulis ringkasan berdasarkan gagasan pokok dan gagasan pendukung dari teks tambahan yang disediakan guru. Remedial Siswa yang belum mampu meringkas berdasarkan gagasan pokok dan gagasan pendukung dengan baik dapat diberikan beberapa bahan bacaan tmabhan yang lebih sederhana dan mereka dan dengan panduan guru siswa mengikuti langkah-langkah dalam membuat ringkasan. Penilaian 1. Bahasa Indonesia Membuat ringkasan dinilai dengan rubrik Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Gagasan Pokok Seluruh gagasan pokok ditulis dengan tepat untuk setiap paragraf  Sebagian besar gagasan pokok ditulis dengan tepat untuk setiap paragraf. Sebagian kecil gagasan pokok ditulis dengan tepat untuk setiap paragraf. Seluruh gagasan pokok tidak ditulis dengan tepat untuk setiap paragraf. Gagasan Pendukung Seluruh gagasan pendukung ditulis dengan tepat untuk setiap paragraf. Sebagian besar gagasan pendukung ditulis dengan tepat untuk setiap paragraf  Sebagian kecil gagasan pendukung ditulis dengan tepat untuk setiap paragraf. Seluruh gagasan pendukung tidak ditulis dengan tepat untuk setiap paragraf. Ringkasan Seluruh kalimat dalam ringkasan merupakan inti dari cerita. Sebagian besar kalimat dalam ringkasan merupakan inti dari cerita.  Sebagian kecil kalimat dalam ringkasan merupakan inti dari cerita. Seluruh kalimat dalam ringkasan tidak mencerminka n inti dari cerita. Catatan: centang () pada bagian yang memenuhi kriteriaSubtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 137 2. PPKn Cerita tentang pengalaman bekerja sama/sikap ketika berkerja sama dengan teman yang berbeda dinilai dengan rubrik. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Kerja sama di lingkungan rumah Menceritakan 4 contoh kegiatan yang memerlukan kerja sama di lingkungan rumah dengan teman yang berbeda agama. Menceritakan 3 contoh kegiatan yang memerlukan kerja sama di lingkungan rumah dengan teman yang berbeda agama. Menceritakan 2 contoh kegiatan yang memerlukan kerja sama di lingkungan rumah dengan teman yang berbeda agama. Menceritakan 1 contoh kegiatan yang memerlukan kerja sama di lingkungan rumah dengan teman yang berbeda agama. Kerja sama di lingkungan sekolah Menceritakan 4 contoh kegiatan yang memerlukan kerja sama di lingkungan sekolah dengan teman yang berbeda agama. Menceritakan 3 contoh kegiatan yang memerlukan kerja sama di lingkungan sekolah dengan teman yang berbeda agama. Menceritakan 2 contoh kegiatan yang memerlukan kerja sama di lingkungan sekolah dengan teman yang berbeda agama. Menceritakan 1 contoh kegiatan yang memerlukan kerja sama di lingkungan sekolah dengan teman yang berbeda agama. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1 3. PJOK Keterampilan jalan dalam permainan bakiak dinilai dengan catatan anekdot. 4. Catatan anekdot untuk mencatat sikap (Peduli, Santun) Contoh dapat dilihat pada bagian akhir (lampiran) buku ini. Siswa mempraktikkan sikap kerja sama bersama teman-teman mereka di lingkungan rumah. Siswa menulis pengalaman kerja sama tersebut dan diskusikan dengan orang tua. Tulisan diserahkan kepada guru pada pertemuan berikutnya.138 Buku Guru SD/MI Kelas IV Interaksi Sosial Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antarmanusia, baik individu dengan individu, individu dengan kelompok, maupun kelompok dengan kelompok yang saling memengaruhi satu sama lain. Dalam proses interaksi sosial terjadi aktivitas yang saling memengaruhi. Dalam kehidupan seharihari terdapat berbagai bentuk interaksi sosial, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun lingkungan masyarakat sekitar. 1. Interaksi Sosial Di Lingkungan Sekolah Para siswa bermain bersama teman-teman, bercanda, dan tertawa bersama termasuk bentuk interaksi sosial yang bersifat asosiatif. Saat siswa melakukan kegiatan bersama, bermain, dan bergerak, mereka pun telah bergerak secara dinamis dan berinteraksi dengan teman-temannya. 2. Interaksi di Lingkungan Keluarga Keluarga merupakan tempat pertama kali seseorang melakukan interaksi. Sebelum mengenal dunia luar, lingkungan keluargalah yang pertama kali dikenal anak-anak. Salah satu bentuk interaksi di dalam keluarga adalah makan bersama. Contoh lainnya adalah menonton televisi di ruang keluarga. Bagi keluarga yang memiliki lebih dari satu buah televisi, akan lebih baik menyalakan satu televisi saja agar lebih menghemat energi. Di samping menghemat energi, manfaat menonton bersama keluarga adalah menjadikan keluarga semakin dekat dan semakin akrab. 3. Interaksi Sosial di Lingkungan Sekitar Selain di lingkungan sekolah dan lingkungan rumah, interaksi sosial juga terjadi di lingkungan sekitar tempat tinggal. Salah satu contoh interaksi di lingkungan sekitar adalah bermain sepeda dan bermain petak umpet bersama teman-teman, ataupun permainan lainnya. Manfaat bermain bersama teman-teman di luar rumah antara lain memupuk jiwa kebersamaan, kesetiakawanan, dan bahkan dapat menghemat energi dibandingkan jika bermain komputer, ataupun menonton televisi. Bahan Bacaan GuruPengubinan Contoh pengubinan dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai Contoh Pengubinan Menggunakan Berbagai Bentuk Geometri. Puzzles Lantai Halaman Sarang Lebah Dinding Tembok www.unandlearnmath.wikispaces.com www.us.123rf.com www.youwall.com http://www.genealogyintime.com Subtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 139140 Buku Guru SD/MI Kelas IVSubtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 141 Bangun Datar Bentuk dua dimensi adalah bentuk-bentuk yang memiliki panjang dan lebar saja. Bentuk ini juga disebut dengan bangun datar. Segi Empat Segi empat adalah salah satu bentuk dua dimensi. Berikut adalah bentukbentuk segi empat Persegi memiliki empat sisi yang sama panjang dan memiliki empat sudut. Masingmasing sudutnya adalah 90 derajat. Garis lurus yang menghubungkan sudut yang berhadapan disebut diagonal. Jajar genjang memiliki dua pasang sisi yang sejajar. Sisi-sisi dan sudut-sudut yang berhadapan sama. Jajar genjang memiliki diagonal yang tidak sama panjang. Persegi panjang memiliki dua pasang sisi yang sama dan empat sudut yang besarnya 90 derajat. Persegi panjang memiliki diagonal yang sama panjang. Belah ketupat memiliki empat sisi yang sama panjang. Sudut-sudut yang berhadapan sama besar. Kedua diagonalnya berpotongan membentuk sudut siku-siku. Trapesium memiliki sepasang sisi yang sejajar. Ada 3 jenis trapesium, yaitu: y Trapesium samakaki. y Trapesium siku-siku. y Trapesium sembarang.142 Buku Guru SD/MI Kelas IV Permainan Tradisional Congklak Congklak adalah salah satu permainan tradisional yang ada di Indonesia. Di masing-masing daerah permainan ini memiliki nama yang berbeda. Ada yang menyebutnya congklak, ada juga yang mengenalnya dengan permainan dakon. Dalam permainan ini terdapat unsur persaingan yang sportif, kejujuran, dan interaksi antardua pemain. 1. Pemain Dalam permainan congklak terdapat dua orang pemain yang menjalankan biji-biji congklak dalam papan congklak. 2. Persiapan Sebelum memulai permainan, kedua orang pemain mengisi papan congklak dengan biji- bijian atau kulit kerang. Ada juga yang menggunakan kelereng atau batu-batuan. Dalam papan congklak terdapat 16 buah lubang yang terdiri dari 14 buah lubang kecil, dan 2 buah lubang besar di kedua ujungnya. Setiap 7 lubang kecil di sisi pemain dan satu lubang besar di sisi kanannya dianggap sebagai milik pemain. Masing-masing pemain mengisi lubang yang dianggap miliknya dengan 7 buah biji-bijian. Sebelum memulai permainan, kedua pemain yang berhadap-hadapan melakukan undian siapa yang bermain terlebih dahulu. Biasanya undian dilakukan dengan cara suten menggunakan jari-jari tangan. 3. Cara Memainkan Permainan congklak dimainkan dengan cara pemain yang menang suten terlebih dahulu mengambil biji dari lobang yang dipilihnya, lalu diisikan satu per satu ke lubang—lubang sebelah kanannya. Bila biji habis di lubang kecil yang terisi biji lainnya, ia dapat mengambil biji tersebut, lalu mengisikannya kembali ke lubang-lubang di sebelah kanannya. Bila biji habis di lubang besar miliknya, maka ia bisa memilih lubang kecil di sisinya, dan bila biji habis di lubang miliknya, sedangkan di hadapan terdapat biji pada lubang lawan, maka biji tersebut diambilnya. Namun, bila berhenti di lubang kosong, maka ia tidak mendapatkan apa-apa. Permainan dianggap berhenti, apabila sudah tidak ada papan yang terisi biji congklak. Sumber : http://2.bp.blogspot.comSubtema 2: Kebersamaan dalam Keberagaman 143 Manfaat Permainan Congklak Manfaat yang dapat diambil dari permainan congklak, antara lain sebagai berikut: 1. Melatih kejujuran dan sportivitas dari masing-masing pemain. 2. Melatih cara mengatur keuangan. 3. Melatih untuk terampil dan cermat. 4. Melatih diri untuk berinteraksi sosial dengan orang lain. Indera Pendengar (Telinga) Telinga merupakan indra untuk mendengar. Setiap hari kita mendengarkan bermacammacam suara, tetapi tidak semua suara dapat kita dengar. Telinga kita hanya mampu mendengarkan suara yang berfrekuensi antara 20 – 20.000 getaran per detik (Hertz/Hz). A. Bagian-Bagian Telinga dan Fungsinya Daun telinga terdiri atas tulang rawan yang dapat ditekuk. Daun telinga berfungsi untuk menangkap suara dari luar. Suara yang telah ditangkap kemudian diteruskan lewat lubang telinga menuju ke gendang telinga. Gendang telinga kemudian bergetar sesuai dengan jumlah getaran yang diterima daun telinga. Telinga bagian tengah terdiri atas tulang martil, tulang landasan, dan tulang sanggurdi. Ketiga tulang itu disebut tulangtulang pendengaran. Telinga bagian tengah berfungsi menerima suara yang ditangkap oleh telinga bagian luar. Pada bagian ini terdapat saluran eustachius yang menghubungkan telinga tengah dengan rongga mulut. Fungsi saluran eustachius adalah untuk menyeimbangkan tekanan udara antara telinga luar dengan telinga tengah. Telinga bagian dalam terdiri atas tingkap jorong, bundar, tiga saluran setengah lingkaran, serta rumah siput (koklea). Pada rumah siput terdapat ujung-ujung saraf pendengaran dan alat keseimbangan tubuh. 1 4 6 7 9 10 13 12 14 11 8 3 2 Keterangan: Telinga beserta bagian-bagian. (1) Daun telinga, (2) Tulang martil, (3) Tulang landasan, (4) Tulang sanggurdi, (5) Tulang- tulang pendengaran, (6) Saluran setengah lingkaran bawah, (7) Saluran setengah lingkaran atas, (8) Saluran setengah lingkaran datar, (9) Saraf serambi, (10) Saraf rumah siput, (11) Tuba Eustachius, (12) Serambi, (13) Gendang telinga, dan (14) Liang dengar.144 Buku Guru SD/MI Kelas IV B. Cara Kerja Telinga Bagaimana prosesnya sehingga kita dapat mendengar? Suara yang berasal dari luar masuk ke telinga melalui udara. Suara tersebut ditangkap oleh gendang telinga. Akibatnya, gendang telinga bergetar. Getaran ini lalu diteruskan oleh tulang-tulang pendengar ke telinga bagian dalam, tepatnya di ujung saraf. Oleh saraf, getaran tersebut disampaikan ke otak agar diolah sehingga kita dapat mendengar. Selain sebagai indra pendengar, telinga juga berfungsi sebagai alat keseimbangan tubuh. Bunyi atau suara yang sangat keras dapat memecahkan gendang telinga. Mengapa demikian? Karena gendang telinga hanyalah selaput tipis yang mudah pecah atau robek. Tindakan apa yang dapat kamu lakukan ketika mendengar suara yang keras seperti suara petir? C. Kelainan pada Telinga Telinga merupakan salah satu organ yang penting. Sebagai organ tubuh yang lemah, telinga bisa mengalami kelainan maupun terserang penyakit. Misalnya, tuli dan congek. • Tuli Tuli adalah ketidakmampuan telinga untuk mendengarkan bunyi atau suara. Tuli dapat disebabkan oleh adanya kerusakan pada gendang telinga, tersumbatnya ruang telinga, atau rusaknya saraf pendengaran. Pada orang yang telah berusia lanjut, ketulian biasanya disebabkan oleh kakunya gendang telinga dan kurang baiknya hubungan antartulang pendengaran. • Congek Congek adalah penyakit telinga yang biasanya disebabkan oleh infeksi pada bagian telinga yang tersembunyi di tengah-tengah. Infeksi ini disebabkan oleh bakteri. D. Memelihara Kesehatan Telinga Agar telinga kita selalu sehat, maka kita harus selalu membersihkan telinga dengan teratur. Membersihkannya dapat dilakukan dengan menggunakan benda yang lunak seperti kapas pembersih. Jangan sekali-kali membersihkan telinga dengan benda yang keras dan tajam karena dapat merobek gendang telinga! Coba praktikkan cara-cara memelihara kesehatan telinga di rumah!Subtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 145 Pemetaan Kompetensi Dasar Subtema 3 Bersyukur atas Keberagaman • Pembelajaran Matematika dan PJOK masing-masing dilaksanakan sebagai mata pelajaran tersendiri dan menggunakan buku yang terpisah dari buku ini. • Materi-materi terkait dengan Matematika dan PJOK dalam buku ini dapat digunakan sebagai penguatan dalam penguasaan Matematika dan PJOK. • Pembelajaran Matematika dan PJOK sebagai mata pelajaran tersendiri tidak menambah total alokasi waktu. IPA 3.6 Menerapkan sifat-sifat bunyi dan keterkaitannya dengan indera pendengaran. 4.6 Menyajikan laporan hasil percobaan tentang sifatsifat bunyi. Bahasa Indonesia 3.2 Mencermati keterhubungan antargagasan yang didapat dari teks lisan, tulis, atau visual. 4.2 Menyajikan hasil pengamatan tentang keterhubungan antargagasan ke dalam tulisan. PJOK 3.1 Memahami variasi gerak dasar lokomotor, nonlokomotor, dan manipulatif sesuai dengan konsep tubuh, ruang, usaha, dan keterhubungan dalam permainan bola besar sederhana dan atau tradisional*. 4.1 Mempraktikkan variasi gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif sesuai dengan konsep tubuh, ruang, usaha, dan keterhubungan dalam permainan bola besar sederhana dan atau tradisional*. Matematika 3.12 Menjelaskan dan menentukan ukuran sudut pada bangun datar dalam satuan baku dengan menggunakan busur derajat. 4.12 Mengukur sudut pada bangun datar dalam satuan baku dengan menggunakan busur derajat. SBdP 3.3 Memahami dasar-dasar gerak tari daerah. 4.3 Meragakan dasar-dasar gerak tari daerah. IPS 3.2 Mengidentifikasi keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang. 4.2 Menyajikan hasil identifikasi mengenai keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang. PPKn 1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya. 1.4 Mensyukuri berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa 2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru 2.4 Menampilkan sikap kerja sama dalam berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. 3.4 Mengidentifikasi berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. 4.4 Menyajikan berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. Subtema 3146 Buku Guru SD/MI Kelas IV KEGIATAN PEMBELAJARAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN • Menemukan gagasan pokok dan pendukung dari teks lisan. • Menceritakan pengalaman diri bekerjasama dalam keberagaman. • Melakukan percobaan. Sikap: • Peduli, santun Pengetahuan: • Gagasan pokok dan pendukung • Kerjasama • Sifat bunyi memantul dan meyerap Keterampilan: • Menemukan informasi, mengomunikasikan hasil, menganalisis dan menyimpulkan • Menemukan hubungan antara sisi dan sudut pada segi banyak beraturan. • Menari tarian daerah (Bongong Jeumpa). • Mendiskusikan pentingnya kerjasama dalam keberagaman. Sikap: • Peduli, santun Keterampilan: • Mengukur, mengkomunikasikan hasil Pengetahuan: • Sudut • Kerjasama • Gagasan pokok dan pendukung • Melakukan permainan tradisional engklek. • Menemukan gagasan pokok dan pendukung dari teks lisan. • Melakukan percobaan. Sikap: • Peduli, santun Keterampilan: • Lompat, menemukan informasi, menganalisis dan menyimpulkan, Pengetahuan: • Gerak dasar lokomotor • Gagasan pokok dan pendukung • Sifat bunyi memantul dan menyerap • Menceritakan pengalaman diri bekerjasama dalam keberagaman. • Menemukan jumlah sudut pada segitiga. • Menemukan gagasan pokok dan pendukung dari teks. Sikap: • Peduli, santun Keterampilan: • Mengukur, Menyimpulkan, mengkomunikasikan hasil Pengetahuan: • Sudut pada segitiga • Kerjasama • Gagasan pokok dan pendukung • Mempresentasikan keragaman sosial dan budaya. • Menari tari Bungong Jeumpa. • Mengukur sudut. Sikap: • Peduli, santun Keterampilan: • Mengukur, olah tubuh, mengomunikasikan hasil Pengetahuan: • Sudut • Gerak dasar tari Bungong Jeumpa • Keragaman sosial dan budaya • Menceritakan sikap kerja sama. • Meringkas teks lisan Wedang Jahe. • Mempraktikkan gerak dasar lokomotor dalam permainan engklek. Sikap: • Peduli, santun Keterampilan: • Gerak dasar lokomotor • Meringkas • Mengomunikasikan hasil Pengetahuan: • Kerja sama • Gagasan pokok dan pendukung • Gerak dasar lokomotor Subtema 3 Bersyukur atas KeberagamanSubtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 147 Pemetaan Kompetensi Dasar dalam Pembelajaran Pembelajaran 1 IPA 3.6 Menerapkan sifat-sifat bunyi dan keterkaitannya dengan indera pendengaran. 4.6 Menyajikan laporan hasil percobaan tentang sifatsifat bunyi. Bahasa Indonesia 3.2 Mencermati keterhubungan antargagasan yang didapat dari teks lisan, tulis, atau visual. 4.2 Menyajikan hasil pengamatan tentang keterhubungan antargagasan ke dalam tulisan. IPS 3.2 Mengidentifikasi keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang. 4.2 Menyajikan hasil identifikasi mengenai keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang. 1148 Buku Guru SD/MI Kelas IV 1 Fokus Pembelajaran: Bahasa Indonesia, IPA, IPS Tujuan Pembelajaran 1. Dengan menyimak teks lisan, siswa mampu mengidentifikasi gagasan pokok dan gagasan pendukung setiap paragraf dari teks tulis dengan mandiri. 2. Dengan menyimak teks lisan, siswa mampu menyajikan gagasan utama dan gagasan pendukung setiap paragraf dari teks tulis dalam bentuk peta pikiran dengan tepat. 3. Dengan diskusi dan membaca, siswa mampu menjelaskan pengalaman sikap menghargai makanan tradisional sebagai identitas bangsa Indonesia dengan sistematis. 4. Setelah diskusi dan membaca, siswa mampu mengomunikasikan pengalaman sikap menghargai makanan tradisional sebagai identitas bangsa Indonesia dengan sistematis. 5. Dengan percobaan, siswa mampu mengidentifikasi sifat-sifat bunyi memantul dan menyerap dengan lengkap. 6. Setelah percobaan , siswa mampu menyajikan laporan sifat-sifat bunyi memantul dan menyerap dengan sistematis. Media, Alat Bantu, dan Sumber Belajar • Arloji, piring dan gelas kaca, kayu, gabus, kapas, dan tabung terbuat dari kaleng untuk percobaan IPA. • Makanan tradisional daerah setempat untuk kegiatan IPS. Langkah-Langkah Pembelajaran • Siswa diingatkan kembali tentang pembelajaran sebelumya tentang Keragaman Budaya Indonesia, seperti alat musik dan permainan tradisional. Salah satu jenis keragaman yang memperkaya kebudayaan bangsa Indonesia adalah makanan tradisional. Subtema 3: Bersyukur Atas Keberagaman 129 Subtema 3 Bersyukur atas keberagamaan Indonesia memiliki keberagaman adat istiadat, makanan, permainan tradisional, lagu, tarian, serta lainnya. Kita perlu mensyukurinya karena dapat menikmatinya. 1 Makanan tradisional Indonesia membutuhkan waktu dalam mengolahnya. Pembuatnya pun harus ahli membuatnya. Kamu akan belajar tentang seorang ibu pembuat dodol Betawi, makanan tradisional Betawi. Dengarkan gurumu bercerita. Tulislah gagasan pokok dan gagasan pendukungnya pada diagram yang telah disediakan. Diskusikan dengan temanmu diagram yang kamu hasilkan. Dengarkan kembali cerita selanjutnya dari gurumu. Lakukan hal yang sama pada diagram berikutnya.Subtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 149 • Guru memperlihatkan satu/beberapa jenis makanana tradisional daerah setempat. Guru mengajukan pertanyaan pembuka. - Siapakah diantara kalian yang mengetahui jenis makanan tradisional ini? Bagaimana bahan dasarnya dan proses pembuatannya? • Siswa yang mengangkat tangannya diminta untuk menerangkan secara singkat informasi tentang makanan tradisional tersebut. Guru diharapkan dapat menyiapkan beberapa jenis makanan tradisional daerah setempat. Akan lebih baik lagi jika jenis makanan tradsional tersebut beragam dan mewakili banyak daerah di Indonesia. Siswa juga dapat diminta untuk membawa satu jenis makanan tradisional dari berbgai daerah di Indonesia. • Siswa menyimak cerita tentang tentang seorang ibu pembuat dodol, makanan tradisional Betawi, yang dilisankan oleh guru. • Siswa diminta untuk menyimak dengan teliti, kemudian menemukan gagasan pokok dan gagasan pendukung dari setiap paragraf tersebut. Dodol Betawi Mak Salmah Sebentar lagi kota Jakarta akan berulang tahun. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Mak Salmah menerima banyak pesanan. Mak Salmah adalah pembuat dodol tradisional betawi di kampungnya. Biasanya, ketika menyambut ulang tahun kota Jakarta banyak pertokoan yang mengadakan Festival Betawi. Makanan betawi menjadi jajanan di festival. Kerak telor, bir pletok, dan dodol betawi menjadi primadona makanan dalam menyambut dirgahayu Jakarta. Sudah sejak seminggu yang lalu Mak Salmah bekerja keras. Ia dan beberapa ibu-ibu tetangganya membuat adonan dodol. Ketan, gula merah, gula pasir, dan santan dicampur menjadi satu. Membuat dodol betawi membutuhkan kerja sama. Tidak hanya perempuan. Laki-laki pun terlibat dalam pembuatannya. Biasanya, Mak Salmah dan ibu-ibu menyiapkan bahan, memarut kelapa, dan menumbuk beras ketan. Adonan dituang kawa, lalu diaduk hingga kental. Proses mengaduk ini dilakukan terus menerus selama 8-12 jam. Pembuatannya memang berat dan lama. Oleh karena itu, pembuatan dodol betawi membutuhkan kerja sama. Untuk memenuhi pesanannya, Mak Salmah selalu melibatkan tetangga- tetangganya. Mak Salmah ingin rejeki yang diperolehnya dari dodol betawi tidak dirasakannya sendiri. Mak Salmah juga ingin dodol betawi selalu dikenal. Ia ingin warga di sekitarnya juga ikut melestarikan150 Buku Guru SD/MI Kelas IV makanan tradisional milik kampung sendiri. Dodol Betawi Mak Salmah ikut melestarikan budaya, memupuk kerja sama, serta menjalin keakraban antarwarga. Guru diharapkan membaca cerita dengan suara yang cukup nyaring untuk dapat didengar oleh semua siswa di kelas. Perhatikan intonasi saat membaca untuk memudahkan siswa dalam memahami isi cerita. Bacakan cerita per paragraf dan berikan waktu bagi siswa untuk menuliskan gagasan pokok dan gagasan pendukung setiap selesai membacakan satu paragraf. • Setelah selesai memetakan hasil paragraf 1, siswa mendiskusikan jawaban bersama teman kelompok. Guru memperhatikan siswa yang berdiskusi. Guru melakukan penilaian terhadap satu kelompok saat mereka berdiskusi. Saat menilai, guru menggunakan rubrik. Siswa yang belum dinilai pada kesempatan ini dapat dinilai saat mereka melakukan diskusi di kesempatan lain. • Lakukan hal yang sama untuk paragraf ke dua. Selesai teks dibacakan dan siswa juga selesai menuliskan jawaban pada peta pikiran yang tersedia, guru meminta siswa mendiskusikannya dengan teman sebelahnya. • Siswa kemudian saling membandingkan peta pikiran mereka dengan peta pikiran milik beberapa teman lainnya. • Paragraf ke tiga dilakukan tanpa diskusi. Hasilnya langsung diserahkan kepada guru untuk dinilai. Peta pikiran siswa diperiksa guru menggunakan rubrik.Subtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 151 • Siswa diingatkan kembali tentang keragaman makanan yang menjadi identitas bangsa Indonesia. • Guru mengajukan pertanyaan pembuka - Siapa yang mengetahui jenis makanan tradisional yang dimiliki bangsa Indonesia? Darimana asalnya? • Siswa membaca senyap informasi tentang beberapa jenis makanan tradisional yang ada di buku. • Siswa secara berpasangan diminta untuk saling berbagi informasi tentang jenis makanan tradisional beserta yang mereka ketahui dan nama daerah tempat makanan tersebut berasal. • Hasil diskusi siswa dibahas secara klasikal dan disimpulkan bersama. Indonesia yang kaya akan keragaman budaya, suku, agama dan kepercayaan, juga memiliki ribuan jenis makanan tradisional . Makanan tradisional yang berasal dari berbagai suku bangsa di Indonesia juga merupakan bagian dari Identitas bangsa kita. Tentunya kita bangga dengan kekayaan budaya Indonesa. Salah satu wujud kebanggaan tersebut adalah dengan mempelajari dan mencoba beragam makanan tradisonal tersebut. Tugas Mandiri • Siswa diminta menuliskan pengalaman mereka saat mencicipi makanan tradisional dari daerah lain. Guru dapat menyiapkan kertas untuk siswa menulis. Isi tulisan memuat informasi tentang nama makanan dan nama daerah tempat makanan tersebut berasal. Siswa juga menuliskan waktu dan tempat saat mereka mendapatkan makanan tersebut. Akan lebih baik lagi jika siswa juga dapat menuliskan bahan dasar dan proses pembuatan makanan tersebut. Siswa juga diingatkan untuk menutup tulisan mereka dengan sikap yang perlu dipraktikkan sebagai wujud dari rasa bangga sebagai bangsa Indonesia yang memiliki beragam jenis makanan tradisional sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia.152 Buku Guru SD/MI Kelas IV • Siswa dimotivasi untuk menulis dengan rinci, rapi, dan boleh disertai dengan ilustrasi yan g menarik. Tulisan dan sikap belajar siswa dinilai menggunakan rubrik • Tulisan siswa dapat dipajang di kelas sebagai bahan belajar teman yang lain. • Siswa diingatkan kembali pada pembelajaran sebelumnya tentang sifat rambat bunyi. • Guru mengajukan pertanyaan berikut. - Apakah bunyi memiliki sifat-sifat yang lain? Tugas kelompok Siswa dalam kelompok kecil kemudian melakukan percobaan tentang sifat bunyi yang lain yaitu bunyi memantul dan bunyi menyerap, berdasarkan instruksi yang terdapat di buku. Guru diharapkan dapat menyiapkan alat dan bahan untuk percobaan. Untuk meningkatkan rasa tanggung jawab, siswa dalam kelompok dapat berbagi tugas untuk menyiapkan alat dan bahan tersebut di hari sebelumnya. Guru berkeliling ke setiap kelompok untuk memastikan siswa aktif dan melakukan tugas dengan tertib. • Masih dalam kelompok yang sama, siswa kemudian berdiskusi menjawab pertanyaan berdasarkan hasil percobaan. • Siswa dalam kelompok kemudian diberikan kesempatan untuk melakukan percobaan yang sama dengan menggunakan bahan-bahan yang berbeda, yaitu kayu, logam, dan kapas. • Siswa kemudian mendiskusikan hasil percobaan. • Guru memberikan penguatan.Subtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 153 Bunyi sebagai sebuah gelombang memiliki sifat dapat dipantulkan dan diserap. Bunyi akan dipantulkan dengan baik jika mengenai benda-benda yang keras, seperti permukaan dinding batu, semen, besi, kaca dan seng. Bunyi akan diserap jika mengenai benda-benda yang lunak, seperti gabus, kapas, dan spons. Tugas Mandiri Siswa menuliskan laporan kegiatan percobaan tentang sifat bunyi merambat dan bunyi memantul berdasarkan hasil percobaan. Laporan siswa diperiksa guru menggunakan rubrik. • Siswa melakukan perenungan dengan menjawab pertanyaan yang terdapat dalam buku. • Guru dapat menambahkan pertanyaan perenungan berdasarkan panduan yang terdapat pada Buku Guru. Pengayaan • Apabila memiliki waktu, siswa dapat mengadakan acara “Hari Makanan Tradisional Nusantara” • Setiap siswa membawa satu jenis makanan tradisional dari daerah yang berbeda. Siswa juga dimotivasi untuk mencari informasi sederhana tentang makanan tersebut, seperti nama daerah makanan berasal, bahan dasar dan proses pembuatan, serta manfaat makanan tersebut bagi kesehatan. • Siswa dapat saling berbagi informasi tentang makanan tersebut, kemudian makan bersama. • Kegiatan ini dapat dilakukan bersama semua teman dari kelas paralel.154 Buku Guru SD/MI Kelas IV Remedial • Siswa yang belum memahami sifat bunyi merambat dan memantulakan mendapatkan penguatan dari guru. Siswa dapat dibantu oleh siswa lain yang telah menguasai konsep tersebut. Penilaian 1. Diskusi Saat siswa melakukan diskusi, guru menilai mereka dengan menggunakan rubrik. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Mendengarkan Selalu mendengarkan teman yang sedang berbicara. Mendengarkan teman yang berbicara namun sesekali masih perlu diingatkan. Masih perlu diingatkan untuk mendengarkan teman yang sedang berbicara.  Sering diingatkan untuk mendengarkan teman yang sedang berbicara, namun tidak mengindahkan. Komunikasi non verbal (kontak mata, bahasa tubuh, postur, ekspresi wajah, suara). Merespon dan menerapkan komunikasi non verbal dengan tepat. Merespon dengan tepat terhadap komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman.  Sering merespon kurang tepat terhadap komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman. Membutuhkan bantuan dalam memahami bentuk komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman. Partisipasi (menyampaikan ide, perasaan, pikiran) Isi pembicaraan menginspirasi teman. Selalu mendukung dan memimpin lainnya saat diskusi. Berbicara dan menerangkan secara rinci, merespon sesuai dengan topik. Berbicara dan menerangkan secara rinci,namun terkadang merespon kurang sesuai dengan topik. Jarang berbicara selama proses diksusi berlangsung.  Penilaian (skoring): total nilai siswa total nilai maksimal x 10 Contoh : 2+3+1 12 = 6 12 x 10 = 5Subtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 155 2. Bahasa Indonesia Tugas siswa menemukan gagasan pokok dan gagasan utama dari setiap paragraf dinilai menggunakan rubrik. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Gagasan pokok Menemukan gagasan pokok pada semua paragraf dengan benar. Menemukan sebagian besar gagasan pokok pada semua paragraf dengan benar. Menemukan sebagian kecil gagasan pokok pada semua paragraf dengan benar.  Belum dapat menemukan gagsan pokok. Gagasan pendukung Menemukan gagasan pendukung pada semua paragraf dengan benar. Menemukan sebagian besar gagasan pendukung pada semua paragraf dengan benar.  Menemukan sebagian kecil gagasan pendukung pada semua paragraph dengan benar. Belum dapat menemukan gagsan pendukung. Penyajian gagasan pokok dan gagasan pendukuku ng dalam peta pikiran Menyajikan gagasan pokok dan gagasan pendukung dalam peta pikiran dengan benar. Menyajikan sebagian besar gagasan pokok dan gagasan pendukung dalam peta pikiran dengan benar. Menyajikan sebagian kecil gagasan pokok dan gagasan pendukung dalam peta pikiran dengan benar. Belum dapat menyajikan gagasan pokok dan gagasan pendukung dalam peta pikiran.  Sikap: Mandiri Tugas diselesaikan dengan mandiri . Sebagian besar tugas diselesaikan dengan mandiri.  Tugas diselesaikan dengan motivasi dan bimbingan guru. Belum dapat menyeselesaikan tugas meski telah diberikan motivasi dan bimbingan. Penilaian (skoring): total nilai siswa total nilai maksimal x 10 Contoh : 2+3+1+3 16 = 9 16 x 10 = 5,7156 Buku Guru SD/MI Kelas IV 3. IPS Tugas siswa menemukan dan menuliskan informasi tentang keragaman makanan tradisional, serta mengomunikasikannya dinilai menggunakan rubrik. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Informasi tentang pengalaman menghargai keragaman makanan tradisional Menuliskan informasi tentang pengalaman menghargai keragaman makanan tradisional dengan sistematis. Menuliskan informasi tentang pengalaman menghargai keragaman makanan tradisional cukup sistematis. Menuliskan informasi tentang pengalaman menghargai keragaman makanan tradisional kurang sistematis.  Belum mampu menuliskan informasi tentang pengalaman menghargai keragaman makanan tradisional dengan sistematis. Komunikasi lisan tentang pengalaman menghargai keragaman makanan tradisional Mengomunikasi kan secara lisan tentang pengalaman menghargai keragaman makanan tradisional dengan sistematis. Mengomunikasi kan secara lisan tentang pengalaman menghargai keragaman makanan tradisional cukup sistematis.  Mengomunikasi kan secara lisan tentang pengalaman menghargai keragaman makanan tradisional kurang sistematis. Belum mampu mengomunikasi kan secara lisan tentang pengalaman menghargai keragaman makanan tradisional dengan sistematis. Sikap Kerjasama Menunjukkan sikap kerjasama dengan semua teman secara konsisten. Menunjukkan sikap kerjasama dengan semua teman namun belum konsisten. Menunjukkan sikap kerjasama hanya dengan beberapa teman. Perlu dimotivasi untuk dapat bekerjasama.  Sikap menghargai makanan tradisional Mau mencoba makanan tradisional dan menunjukkan sikap bangga dengan keragaman budaya Indonesia. Mau mencoba makanan tradisional dan tampak cukup bangga dengan keragaman budaya Indonesia.  Dimotivasi untuk mau mencoba makanan tradisional Indonesia. Belum mau mencoba makanan tradisional Indonesia. Penilaian (skoring): total nilai siswa total nilai maksimal x 10 Contoh : 2+3+1+3 16 = 9 16 x 10 = 5,7Subtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 157 4. IPA a. Tugas siswa menjelaskan dan menyajikan laporan percobaan tentang sifat bunyi memantul dan menyerap dinilai menggunakan rubrik. Aspek Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Sifat bunyi memantul dan menyerap Menjelaskan sifat bunyi memantul dan menyerap berdasarkan hasil percobaan dengan lengkap. Menjelaskan sifat bunyi memantul dan menyerap berdasarkan hasil percobaan dengan cukup lengkap. Menjelaskan sifat bunyi memantul dan menyerap berdasarkan hasil percobaan kurang lengkap.  Belum mampu menjelaskan sifat bunyi memantul dan menyerap berdasarkan hasil percobaan. Laporan percobaan tentang sifat bunyi memantul dan menyerap Menyajikan laporan percobaan tentang sifat bunyi memantul dan menyerap dengan sistematis. Menyajikan laporan percobaan tentang sifat bunyi memantul dan menyerap dengan cukup sistematis.  Menyajikan laporan percobaan tentang sifat bunyi memantul dan menyerap kurang sistematis. Belum mampu menyajikan laporan percobaan tentang sifat bunyi memantul dan menyerap dengan sistematis. Sikap Rasa Ingin Tahu dan Berfikir Kritis Tampak antusias dan mengajukan banyak ide dan pertanyaan selama kegiatan. Tampak cukup antusias dan terkadang mengajukan ide dan pertanyaan selama kegiatan. Tampak kurang antusias dan tidak mengajukan ide dan pertanyaan selama kegiatan. Tidak tampak antusias dan perlu dimotivasi untuk mengajukan ide dan pertanyaan.  Penilaian (penskoran): total nilai siswa total nilai maksimal x 10 Contoh : 2+3+1 12 = 6 12 x 10 = 5158 Buku Guru SD/MI Kelas IV b. Percobaan IPA dinilai menggunakan rubrik. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Penerapan Konsep Memperlihatkan pemahaman konsep dengan menunjukkan bukti pendukung dan menyampaikan pemahaman inti dari konsep yang sedang dipelajari dengan benar. Memperlihatkan pemahaman konsep dengan menunjukkan bukti pendukung namun perlubantuan saat menyampaikan pemahaman inti dari konsep yang yang sedang dipelajari. Memperlihatkan pemahaman konsep dengan menunjukkan bukti yang terbatas dan penyampaian pemahaman inti dari konsep tida kjelas.  Perlu bimbingan saat menyampaikan bukti dan pemahaman inti dari konsep yang dipelajari. Komunikasi Hasil percobaan disampaikan dengan jelas, obyektif dengan didukung data penunjang. Hasil percobaan disampaikan dengan jelas dan didukung sebagian data penunjang.  Hasil percobaan disampaikan denga njelas namunhanya didukung sebagian kecil data penunjang. Hasil percobaan disampaikan dengan kurang jelas dan tanpa data penunjang. Prosedurd anstrategi Seluruh data dicatat, langkah kegiatan dilakukan secara sistematis dan strategi yang digunakan membuat percobaan berhasil. Seluruh data dicatat, langkah kegiatan dilakukan secara sistematis namun masih membutuhkan bimbingan dalam menemukan strategi agar percobaan berhasi. Sebagian besar data dicatat, langkah kegiatan dan strategi dilakukan secara sistematis setelah mendapat bantuan guru. Sebagian kecil data dicatat, langkah kegiatan tidak sistematis dan strategi yang dipilih tidak tepat.  Penilaian (penskoran): total nilai siswa total nilai maksimal x 10 Contoh : 2+3+1 12 = 6 12 x 10 = 5Subtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 159 5. Catatan Anekdot untuk mencatat sikap (santun) (Contoh terlampir di bagian lampiran Buku Guru). • Siswa mendiskusikan dengan orang tua mengenai contoh-contoh makanan tradisional di Indonesia. • Siswa menuliskan hasil diskusi di buku dan melaporkannya kepada guru.160 Buku Guru SD/MI Kelas IV Pembelajaran 2 SBdP 3.3 Memahami dasar-dasar gerak tari daerah. 4.3 Meragakan dasar-dasar gerak tari daerah. Matematika 3.12 Menjelaskan dan menentukan ukuran sudut pada bangun datar dalam satuan baku dengan menggunakan busur derajat. 4.12 Mengukur sudut pada bangun datar dalam satuan baku dengan menggunakan busur derajat. PPKn 3.4 Mengidentifikasi berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. 4.4 Menyajikan berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. 2 Pemetaan Kompetensi Dasar dalam PembelajaranSubtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 161 2 Fokus Pembelajaran: Matematika, PPKn, SBdP Tujuan Pembelajaran 1. Setelah bereksplorasi, siswa mampu menentukan besar sudut dalam pada segi banyak dengan benar. 2. Setelah berdiskusi, siswa mampu membuktikan hubungan banyak sisi dan besar sudut pada segi banyak beraturan dengan benar. 3. Setelah berdiskusi, siswa mampu menjelaskan bahwa keberagaman akan memperkaya ketika bekerjasama dengan terperinci. 4. Setelah berdiskusi, siswa mampu menceritakan pengalaman diri bekerjasama dalam keberagaman dengan terperinci. 5. Setelah berlatih, siswa mampu mempraktikkan tarian Tari Bungong Jeumpa dengan formasi dan iringan musik dengan benar. Media, Alat Bantu, dan Sumber Belajar • Musik tarian Tari Bungong Jeumpa, bangun datar yang sudah dipotongpotong. Langkah-langkah Pembelajaran • Guru meminta siswa mengamati gambar-gambar rumah adat yang ada di buku siswa. • Guru menyampaikan bahwa Indonesia sangatlah kaya akan keberagaman budaya. Rumah adat adalah salah satu keberagaman budaya Indonesia. Sudut dimanfaatkan dalam kehidupan seharihari untuk bangunan. Sudut-sudut pada rumah adat terlihat berbeda-beda. Hal itu adalah salah satu keunikannya. • Guru meminta siswa untuk mengidentifikasi sudut-sudut yang ada di rumah adat. Guru menunjuk siswa secara bergantian. • Siswa dibagi secara berkelompok. Setiap kelompok terdiri dari 5 siswa. Guru menyiapkan gambar-gambar bangun datar Subtema 3: Bersyukur Atas Keberagaman 139 Indonesia memiliki rumah Adat 2 yang beragam. Kita harus mensyukurinya. Ayo, kita cari tahu lebih lanjut. Keberagaman Indonesia tercermin pada rumah adat. Kita harus mensyukuri keberagaman dan keindahan rumah adat tersebut. Berikut adalah rumah adat dari berbagai provinsi di Indonesia. Rumah Gadang (Rumah Adat Sumatera Barat/Sumbar) Rumoh Aceh (Rumah Adat Nanggroe Aceh Darussalam) Rumah Balai Batak Toba (Rumah Adat Sumatera Utara/ Sumut) Rumah Adat Tongkonan (Rumah Adat Provinsi Sulawesi Selatan/ Sulsel/Suku Toraja) Baileo (Rumah Adat Provinsi Maluku) Rumah Adat Bangka Belitung162 Buku Guru SD/MI Kelas IV yang sudah dipotong-potong. Gambar-gambar yang disiapkan adalah segi banyak beraturan dan tidak beraturan. Contoh: (guru bisa menambahkan gambar lainnya) • Siswa mengklarifikasikan segi banyak beraturan dan tidak beraturan. • Siswa mengukur panjang sisi dan besar sudutnya. • Siswa menyampaikan jawabannya di kepada kelompok lain. Guru menguatkan bahwa segi banyak beraturan memiliki sudut dan sisi yang sama. • Setiap siswa diminta mengerjakan tabel yang ada di buku siswa. Siswa mengidentifikasi nama bangun, banyak sisi, besar sudut dalam dan jumlah sudut dalam pada segi banyak. • Siswa mendiskusikan hasil pekerjaannya dengan kelompoknya. • Siswa dalam kelompok mendiskusikan pertanyaan berikut. Apa yang kamu simpulkan? Apa hubungan besar sudut dalam, pada segi banyak dengan sisinya. Eksplorasi dan kesimpulan siswa dinilai dengan penilaian 1. • Diskusi kelas, setiap kelompok diberi kesempatan untuk menyampaikan hasil kesimpulannya. • Siswa akan mengerjakan latihan yang ada di buku siswa. Siswa akan memperkirakan besarnya sudut dalam pada segi banyak dan membuktikannya dengan pengukuran. • Siswa menjelaskan apakah kesimpulannya mengenai hubungan sudut dan banyak sisi pada segi banyak tetap berlaku. MSubtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 163 • Siswa membaca teks cerita yang ada di buku siswa secara individu. Siswa membaca dengan membaca senyap. • Siswa dibagi ke dalam kelompok. Guru bisa mengubah pengelompokkan dari kelompok yang ada di sesi 1. • Siswa mendiskusikan pertanyaan berikut. Siswa menulis jawabannya pada kalender bekas. Siswa menulis dalam ukuran yang cukup besar supaya mudah terbaca. 1. Bantuan apa yang diberikan oleh teman-teman Lani kepada Lani? 2. Apakah bantuan itu membantu lani? Mengapa? 3. Kerjasama apa yang terlihat pada cerita di atas? 4. Apa manfaat kerjasama dalam keberagaman? 5. Hal baik apa yang bisa didapatkan ketika mereka bekerjasama dalam keberagaman? 6. Nilai-nilai apa yang bisa kita contoh dari cerita lani di atas? • Setiap kelompok memajang menempel jawabannya di jendela. Satu siswa akan berdiri di depan jawaban dan siswa lain akan mengunjungi jawaban kelompok lain. Siswa berputar searah jarum jam. Guru memberikan aba-aba tepuk tangan. Siswa yang berdiri di depan jawaban akan mempresentasika n kepada siswa yang berkunjung jawabannya. Siswa yang berkunjung bisa memberikan pertanyaan dan masukan. • Guru menanyakan kepada siswa, pengalaman mereka bekerjasama dalam perbedaan. Siswa bisa menyampaikan pengalamannya kepada teman sebelahnya. Guru juga bisa berbagi cerita pengalamannya bekerjsama dalam keberagaman. • Siswa diminta menuliskan pengalamannya bekerjsama dalam perbedaan. Hal-hal yang ditulis: 1. Jenis kerjasama. 2. Perbedaan yang ada. 3. Manfaat dari kerjasama dalam perbedaan. 4. Nilai-nilai baik yang bisa kamu ambil. 142 Buku Siswa SD/MI Kelas IV Mozaik Kreasi Bersama Lani duduk termenung di meja ruang tengah rumahnya. Di hadapannya terbentang sebuah karton besar. Masih kosong. Pak Burhan memberi tugas kepada anak-anak untuk membuat mozaik kreasi sendiri. Tugas tersebut harus dilakukan secara berpasangan. Lani berpasangan dengan Edo. Sejak kemarin Lani sudah mencari ide untuk tugas tersebut, tetapi ia belum menemukan yang sesuai. “Ah, tunggu Edo saja,” pikir Lani. Tugas bersama akan lebih baik hasilnya jika dikerjakan bersama. Beberapa saat kemudian Edo datang. Benar saja dugaan Lani, Edo sudah mempunyai ide untuk mozaik mereka. Usul Edo adalah membuat mozaik rumah adat. Edo berasal dari Maluku. Ia sudah punya contoh gambar rumah adat Maluku. Baileo namanya. Menarik. Lani pun memberi usul untuk membuat juga mozaik rumah adat dari daerah lain. Rumah Gadang dari Padang, Rumah Kebaya dari Betawi, Rumoh Aceh, Rumah Joglo dari Jawa, atau Rumah Limas dari Sumatera Selatan. Rumah adat daerah-daerah di Indonesia memang beragam dan unik. Mozaik rumah adat akan menjadi kreasi yang menarik. Selain itu, ketika nanti teman-teman mencoba merangkai mozaik, mereka akan belajar juga tentang keragaman rumah adat Indonesia. Pak Burhan memang sengaja memberikan tugas membuat mozaik secara berpasangan. Bukan hanya untuk mengasah kreativitas, tetapi juga memunculkan diskusi, mengasah kerja sama, serta memecahkan masalah bersama-sama. Sama seperti mozaik. Ketika keping-kepingnya digabungkan menjelma menjadi gambar yang indah. Berdasarkan teks di atas. Diskusikan pertanyaan berikut dengan kelompokmu. Presentasikan hasilnya di depan kelas. 1. Apa ide yang dimiliki Lani? 2. Apa ide yang dimiliki oleh Edo? 3. Bagaimana mereka menyikapi ide-ide berbeda? 4. Apakah ide mereka yang berbeda memberikan manfaat? Jelaskan! 5. Kerja sama apa yang terlihat pada cerita di atas?164 Buku Guru SD/MI Kelas IV Penilaian 2 • Siswa menukarkan jawabannya dengan temannya. • Siswa kembali berlatih tarian Tari Bungong Jeumpa dengan kelompoknya. • Siswa berlatih dengan gerakan dasar dan formasi yang benar. • Siswa berlatih dengan iringan musik tanpa aba-aba hitungan. • Guru memotivasi siswa bahwa menari menggunakan penghayatan. • Guru menyampaikan rubrik yang akan digunakan pada penilaian pembelajaran ke 6. Penilaian 3 • Setiap kelompok tampil di depan dan kelompok lain akan memberikan komentar. Hal ini untuk persiapan penilaian di pertemuan ke 6. Siswa lain bisa menilai dengan menggunakan rubrik yang ada. • Setiap kelompok memastikan peralatan yang digunakan menari pada pertemuan ke 6 sudah siap seperti kostum. Kostum diharapkan tidak beli atau menyewa siswa bisa menggunakan baju yang sama dan diberi hiasan dari barang-barang bekas atau yang sudah tersedia. • Siswa melakukan perenungan dengan menjawab pertanyaan yang terdapat dalam buku siswa. • Guru dapat menambahkan pertanyaan perenungan berdasarkan panduan yang terdapat pada lampiran buku guru. Pengayaan Siswa bisa memprediksi besar sudut pada segi banyak n. Remedial Siswa yang belum bisa mengukur sudut dapat mengulang kegiatan bersama guru. Kegiatan bisa dilakukan seusai jam belajar. Kegiatan dilakukan sekitar 30 menit–60 menit. Kegiatan dapat dilakukan untuk beberapa siswa sekaligusSubtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 165 Penilaian 1. Matematika: Hubungan sisi segi banyak dan sudut Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Keterampilan berpikir Membuat rencana dan melaksanakannya untuk menemukan masalah. Strategi yang digunakan sesuai dan dapat menyelesaikan masalah. Membuat rencana dan melaksanakannya untuk menemukan masalah. Strategi yang digunakan sesuai namun tidak dapat menyelesaikan masalah. Membuat rencana dan melaksanakannya untuk menemukan masalah. Strategi yang digunakan tidak sesuai sehingga tidak dapat menyelesaikan masalah. Rencana yang dihasilkan tidak sesuai dengan kebutuhan. Tidak ada strategi yang digunakan. Pengetahuan dan Pemahaman Pemahaman ditunjukkan saat: • Mengukur sudut pada segi banyak beraturan. • Menghitung banyak sisi pada sisi pada segi banyak. • Menghitung jumlah sudut Pemahaman ditunjukkan saat mendemonstrasikan 2 dari 3 hal yang diharapkan. Pemahaman ditunjukkan saat mendemonstrasikan 1 dari 3 yang diharapkan. Pemahaman ditunjukkan saat mendemons trasi kan tidak sesuai dengan konsep. Mengkoneksikan Pola sudut Pola sisi ditemukan Menuliskan kesimpulan hubungan banyak sisi dan besar sudut pada segi banyak beraturan. Memenuhi 2 dari 3 kriteria yang diharapkan. Memenuhi 1 dari 3 kriteria yang diharapkan. Belum memenuhi kriteria yang diharapkan. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1 2. PPKn: Cerita pengalaman bekerjasama Kriteria Ya Tidak Menceritakan satu pengalamam kerjasama dengan terperinci Menjelaskan perbedaan yang ada pada saat kerjasama Menuliskan manfaat kerjasama tersebut bagi dirinya Menuliskan manfaat kerjasama tersebut bagi dirinya Menjelasakan hal-hal baik yang bisa diambil166 Buku Guru SD/MI Kelas IV 3. SBdP: Menari Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Gerakan Seluruh gerakan yang ditunjukkan saat menari sesuai dengan ketentuan tarian. Sebagian besar gerakan yang ditunjukkan saat menari sesuai dengan ketentuan tarian. Sebagian gerakan yang ditunjukkan saat menari sesuai dengan ketentuan tarian. Hanya sebagian kecil gerakan yang ditunjukkan saat menari sesuai dengan ketentuan tarian. Teknik Menari Menarikan sebuah tarian dengan menunjukkan. • sikap tubuh yang sesuai dengan tarian yang dibawakan • gerakan yang dibawakan sesuai dengan irama • gerakan yang dibawakan sesuai dengan tempo sehingga tarian yang ditunjukkan terlihat harmonis Hanya menunjukkan 2 hal dari 3 kriteria yang diharapkan. Tarian yang dihasilkan cukup harmonis. Hanya menunjukkan 1 hal dari 3 kriteria yang diharapkan. Tarian yang dihasilkan kurang harmonis. Tidak memenuhi kriteria yang diharapkan. Ekspresi Memberikan penjiwaan saat menari yang memperhatikan jenis tarian sehingga pesan dari tarian bisa dimengerti oleh penonton. Ada beberapa penjiwaan yang kurang sesuai dengan jenis tarian. Pesan dari tarian tetap bisa dimengerti oleh penonton. Kurang bisa memberikan penjiwaan saat menari sehingga pesan dari tarian kurang dimengerti oleh penonton. Tidak bisa memberikan penjiwaan saat menari sehingga pesan dari tarian tidak dimengerti oleh penonton. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1.Subtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 167 4. Diskusi: Diskusi hubungan sisi dan sudut pada segi banyak Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Mendengarkan Selalu mendengarkan teman yang sedang berbicara. Mendengarkan teman yang berbicara namun sesekali masih perlu diingatkan. Masih perlu diingatkan untuk mendengarkan teman yang sedang berbicara. Sering diingatkan untuk mendengarkan teman yang sedang berbicara namun tidak mengindahkan. Komunikasi non verbal (kontak mata, bahasa tubuh, postur, ekspresi wajah, suara). Merespon dan menerapkan komunikasi non verbal dengan tepat. Merespon dengan tepat terhadap komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman. Sering merespon kurang tepat terhadap komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman. Membutuhkan bantuan dalam memahami bentuk komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman. Partisipasi (menyampaikan ide, perasaan, pikiran) Isi pembicaraan menginspirasi teman. Selalu mendukung dan memimpin lainnya saat diskusi. Berbicara dan menerangkan secara rinci, merespon sesuai dengan topik. Berbicara dan menerangkan secara rinci,namun terkadang merespon kurang sesuai dengan topik. Jarang berbicara selama proses diksusi berlangsung. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1. 5. Catatan Anekdot untuk mencatat sikap (santun dan peduli) (Contoh terlampir di lampiran pada Buku Guru). Siswa mendiskusikan dengan orangtua rencana supaya kerjasama antar anggota keluarga bisa berjalan dengan baik.168 Buku Guru SD/MI Kelas IV IPA 3.6 Menerapkan sifat-sifat bunyi dan keterkaitannya dengan indera pendengaran. 4.6 Menyajikan laporan hasil percobaan tentang sifatsifat bunyi. Bahasa Indonesia 3.2 Mencermati keterhubungan antargagasan yang didapat dari teks lisan, tulis, atau visual. 4.2 Menyajikan hasil pengamatan tentang keterhubungan antargagasan ke dalam tulisan. PJOK 3.1 Memahami variasi gerak dasar lokomotor, nonlokomotor, dan manipulatif sesuai dengan konsep tubuh, ruang, usaha, dan keterhubungan dalam permainan bola besar sederhana dan atau tradisional*. 4.1 Mempraktikkan variasi gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif sesuai dengan konsep tubuh, ruang, usaha, dan keterhubungan dalam permainan bola besar sederhana dan atau tradisional*. 3 Pemetaan Kompetensi Dasar dalam Pembelajaran Pembelajaran 3Subtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 169 Fokus Pembelajaran: PJOK, Bahasa Indonesia, IPA Tujuan Pembelajaran 1. Setelah bermain permainan tradisional Engklek, siswa mampu menjelaskan aturan main dan manfaat permainan tersebut untuk melatih keterampilan pola gerak dasar lokomotor dengan tepat. 2. Setelah bermain permainan tradisional Engklek, siswa mampu mempraktikkan keterampilan pola gerak dasar lokomotor dengan mandiri. 3. Setelah melakukan percobaan, siswa mampu menjelaskan sifat bunyi memantul dan menyerap dengan benar. 4. Setelah melakukan percobaan, siswa mampu menyajikan laporan tentang sifat bunyi memantul dan menyerap dengan sistematis. 5. Setelah menyimak teks permainan tradisional, siswa mampu mengidentifikasi gagasan pokok dan gagasan pendukung setiap paragraf dari teks tulis dengan mandiri. 6. Setelah menyimak teks tentang permainan tradisional, siswa mampu menyajikan gagasan utama dan gagasan pendukung setiap paragraf dari teks tulis dalam bentuk peta pikiran dengan tepat. Media/Alat Bantu dan Sumber Belajar • Botol atau alat lainnya yang menghasilkan bunyi seperti ember, gelas atau kaleng untuk percobaan IPA. Langkah-Langkah Pembelajaran • Siswa diingatkan kembali tentang keragaman permainan tradisional Indonesia seperti Bakiak yang telah mereka mainkan pada pertemuan sebelumnya. • Guru memperlihatkan area permainan yang telah dipersiapkan sebelumya dan mengajukan pertanyaan pembuka - Siapakah diantara kalian yang mengetahui jenis permainan tradisional Engklek? 3 Subtema 3: Bersyukur Atas Keberagaman 145 3 Sebelumnya kamu telah belajar tentang permainan Bakiak. Menarik, bukan? Kamu tentunya senang dapat mencobanya. Permainan tradisional lain yang cukup menarik adalah Engklek. Tahukah kamu permainan ini? Ayo, kita coba bersama! Pernahkan kamu bermain Engklek? Permainan ini adalah permainan tradisional yang sangat banyak dimainkan oleh anak-anak di Indonesia. Engklek merupakan permainan lompat pada bidang datar yang digambar di atas tanah. Permainan Engklek biasa dimainkan oleh dua sampai lima orang. Mau tahu cara bermainnya? Ayo, kita coba! Sebelumnya kamu harus mendiskusikan dengan temanmu cara bermainnya. Permainan Engklek Jumlah Pemain: Dua sampai lima orang. Peralatan: • Gacuk/pecahan genting • Kapur/tepung untuk garis batas Cara Bermain: • Lompatlah dengan menggunakan satu kaki di setiap petak-petak yang telah digambar. • Siapkanlah gacuk sebelum bermain. • Lemparlah gacuk ke salah satu petak. • Petak yang ada gacuk-nya tidak boleh diinjak/ditempati oleh setiap pemain. • Lompatlah ke petak berikutnya dengan satu kaki mengelilingi petakpetak yang ada. • Pilihlah sebuah petak yang dijadikan sawah setelah menyelesaikan satu putaran. Petak itu boleh diinjak dengan dua kaki. Pemain lain tidak boleh menginjak petak itu selama permainan. • Pemain yang memiliki sawah yang paling banyak adalah pemenangnya.170 Buku Guru SD/MI Kelas IV • Siswa yang mengangkat tangannya diminta untuk menerangkan secara singkat tentang jenis permainan tersebut. • Guru memberikan penguatan informasi tentang permainan Engklek dan gerak dasar lokomotor yang dipraktikkan dalam permainan tersebut. Indonesia kaya akan keragaman permainan tradisional yang menarik dan menantang, salah satunya adalah Engklek. Dengan melakukan permainan Engklek, diharapkan siswa akan semakin terlatih dalam melakukan keterampilan dasar lokomotor Lompat. Siswa diharapkan dapat melompat dengan menggunakan satu kaki sebagai tumpuan. Guru diharapkan dapat mempersiapkan pola bangun datar untuk permainan Engklek di area/lapangan tempat olahrga. Pola bangun datar ini bisa dibuat menggunakan kapur jika area permainan berupa lapangan keras/semen. Jika area permaianan berupa tanah lapang, maka pola tersebut bisa dibuat menggunakan tali yang dipancangkan pada sepotong kayu. Pola bangun datar bisa dibuat bervariasi. Jumlah pemain Engklek dalam satu pola bangun datar paling sedikit 2 hingga 5 pemain. Hindari jumlah pemain yang terlalu banyak karena siswa akan menjadi terlalu lama menunggu giliran untuk melompat. Siswa berdoa sebelum melakukan kegiatan olahraga. • Siswa melakukan pemanasan dengan mempraktikkan gerakan nonlokomotor. Salah satu siswa diminta untuk memimpin pemanasan di depan teman-teman yang lain. • Siswa dibagi dalam kelompok sesuai kebutuhan. • Guru memberikan penguatan tentang aturan permainan Engklek yang akan dilakukan. Siswa dapat diberikan tantangan untuk berdiskusi menentukan sendiri pola bangun datar yang akan digunakan untuk permainan. Berikan motivasi pada siswa untuk berkreasi membuat pola yang unik seperti pesawat terbang, pola layangan, atau mungkin pola kupu-kupu. Siswa juga dapat diminta untuk secara mandiri berdiskusi dan membuat kesepakatan bersama tentang aturan mainnya. Guru mengawasi jalannya diskusi dan dapat memberikan masukan agar kesepakatan yang dibuat cukup mudah untuk dilaksanakan. Guru dapat menggunakan beberapa cara saat menentukan kelompok, seperti undian, atau berdasarkan nomor urut. Pastikan setiap kelompok memiliki anggota dengan kemampuan fisik yang berimbang.Subtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 171 • Siswa melakukan permainan dengan mempraktikkan sikap saling menghargai dan sportifitas. • Guru mengawasi jalannya permainan dan dapat memberikan penilaian. Keterampilan dasar Lokomotor siswa diperiksa menggunakan rubrik dan daftar periksa. • Usai berolahraga, siswa masih dalam kelompok yang sama menjawab pertanyaan refleksi yang tersedia tentang kesulitan yang dihadapi saat bernain engklek serta manfaat dari permainan tersebut. • Siswa dapat saling menceritakan refleksi mereka kepada teman yang lain. • Siswa bersama guru mendiskusikan jawaban secara klasikal dan menyimpulkan hasil diskusi tentang nilai-nilai yang bisa dipelajari dalam permainan Engklek, untuk dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. • Siswa menyimak cerita tentang tentang permainan tradisional lainnya yaitu Fahombo Batu atau lompat batu dari kepulauan Nias, yang dilisankan oleh guru. • Siswa diminta untuk menyimak dengan teliti, kemudian menemukan gagasan pokok dan gagasan pendukung dari setiap paragraf tersebut.172 Buku Guru SD/MI Kelas IV Guru diharapkan membaca cerita dengan suara yang cukup keras untuk dapat didengar oleh semua siswa di kelas. Perhatikan intonasi saat membaca untuk memudahkan siswa dalam memahami isi cerita. Teks ini terdiri dari dua paragraf. Bacakan cerita per paragraf dan berikan waktu bagi siswa untuk menuliskan gagasan pokok dan gagasan pendukung setiap selesai membacakan satu paragraf. • Untuk paragraf pertama, siswa mendiskusikan jawaban bersama teman di sebelah. • Paragraf ke dua dan ketiga dikerjakan secara individu dan langsung disampaikan kepada guru. Peta pikiran siswa diperiksa guru menggunakan rubrik (penilaian 3). • Siswa diingatkan kembali pada pembelajaran sebelumnya tentang sifat bunyi menyerap dan memantul. Guru mengajukan pertanyaan sebagai kegiatan pembuka - Di mana kalian bisa menemukan bunyi memantul dan menyerap? • Siswa membaca informasi tentang bunyi memantul dan menyerap yang biasanya terjadi di area lapangan yang luas. Bunyi pantul juga terdapat pada beberapa jenis alat musik seperti gendang dan angklung. Guru dapat menyiapkan gendang, angklung atau jenis alat musik lain yang menghasilkan bunyi pantul. Siswa dapat bereksplorasi menggunakan alat musik tersebut untuk membuktikan sifat bunyi pantul. • Siswa kemudian membaca senyap informasi yang terdapat di buku, tentang sifat bunyi memantul dan menyerap serta jenis-jenis bunyi.Subtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 173 untuk memperkaya informasi bagi siswa, guru dapat menyiapkan sumber bacaan lain tentang sifat bunyi, seperti artikel, buku ilmu pengetahuna dll. bahan-bahan bacaan tersebut dapat dilatakkan dipojok kelas, sehingga siswa dapat membaca tidak hanya saat kegiatan belajar, namun juga waktu luang lainnya, seperti di saat istirahat. • Siswa dalam kelompok melakukan percobaan sederhana membunyikan beragam benda yang dpat menghasilkan bunyi seperti botol, ember, gelas atau kaleng. • Siswa membunyikan beragam benda tersebut di dalam dan di luar ruang kelas. • Siswa mencatat dan mendiskusikan hasilnya, kemudian melaporkannya kepada guru. Jawaban siswa diperiksa guru menggunakan rubrik. Ayo Renungkan • Siswa melakukan perenungan tentang kegiatan belajar hari ini. • Guru dapat menambahkan pertanyaan perenungan berdasarkan panduan yang terdapat pada Buku Guru. Pengayaan • Apabila memiliki waktu, siswa dapat melakukan percobaan bunyi memantul dan menyerap di lapangan yang luas. Remedial • Siswa yang belum memahami sifat bunyi memantul dan menyerap akan diberikan bacaan sederhana terkait materi. Siswa dimotivasi untuk membaca dengan teliti. Siswa dapat mengerjakan latihan tertulis (kuis, pertanyaan esay) terkait materi yang belum dipahami.174 Buku Guru SD/MI Kelas IV Penilaian 1. PJOK a. Ketrampilan siswa dalam melakukan gerakan lokomotor (lompat) dalam permainan Engklek dinilai menggunakan rubrik. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Aturan main Engklek, serta manfaatnya. Mampu menjelaskan aturan main Engklek dan manfaatnya dalam meningkatkan keterampilan gerak dasar lokomotor lompat dengan jelas dan benar. Mampu menjelaskan aturan main Engklek dan manfaatnya dalam meningkatkan keterampilan gerak dasar lokomotor lompat dengan cukup jelas dan benar. Mampu menjelaskan aturan main Engklek dan manfaatnya dalam meningkatkan keterampilan gerak dasar lokomotor lompat namun kurang jelas. Belum mampu menjelaskan aturan main Engklek dan manfaatnya dalam meningkatkan keterampilan gerak dasar lokomotor lompat. Gerak lokomotor(lo mpat) dalam permainan Engklek Mampu mempraktikkan gerak dasar lokomotor lompat dengan benar dan konsisten. Mempraktikkan gerak dasar lokomotor lompat dengan tumpuan satu kaki cukup konsisten. Mempraktikkan gerak dasar lokomotor lompat dengan satu kaki tampak masih belum seimbang. Belum mampu mempraktikkan gerak dasar lokomotor lompat. Kerja Sama dan saling Menghargai Menunjukkan sikap kerja sama dan saling menghargai selama permainan secara konsisten. Menunjukkan sikap kerja sama dan saling menghargai selama permainan namun belum konsisten. Perlu motivasi untuk dapat bekerja sama dan saling menghargai selama permainan. Belum dapat menunjukkan sikap kerja sama dan saling menghargai selama permainan meski telah dimotivasi. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1.Subtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 175 b. Keterampilan dasar Lokomotor dan Non Lokomotor dinilai menggunakan daftar periksa. Kriteria 1 2 3 4 5 Lokomotor: • Berjalan tegak • Berlari • Melompat dengan tumpuan satu kaki • Meloncat dengan tumpuan dua kaki Keterangan 1. Tidak pernah menunjukkan kriteria yang diharapkan. 2. Menunjukkan sikap sesuai kriteria sebesar 50% 3. Menunjukkan sikap sesuai kriteria lebih dari 50% namun kurang dari 75%. 4. Menunjukkan kriteria lebih dari 75% namun kurang dari 100%. 5. Menunjukkan sikap sesuai kriteria yang diharapkan 2. Bahasa Indonesia Tugas siswa menemukan gagasan pokok dan gagasan utama dari setiap paragraf dinilai menggunakan rubrik Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Gagasan pokok Menemukan gagasan pokok pada semua paragraf dengan benar. Menemukan sebagian besar gagasan pokok pada semua paragraf dengan benar. Menemukan sebagian kecil gagasan pokok pada semua paragraf dengan benar. Belum dapat menemukan gagsan pokok. Gagasan pendukung Menemukan gagasan pendukung pada semua paragraf dengan benar. Menemukan sebagian besar gagasan pendukung pada semua paragraf dengan benar. Menemukan sebagian kecil gagasan pendukung pada semua paragraph dengan benar. Belum dapat menemukan gagsan pendukung. Penyajian gagasan pokok dan gagasan pendukukung Menyajikan gagasan pokok dan gagasan pendukung dalam peta pikiran dengan benar. Menyajikan sebagian besar gagasan pokok dan gagasan pendukung pikiran dengan benar. Menyajikan sebagian kecil gagasan pokok dan gagasan pendukung pikiran dengan benar. Belum dapat menyajikan gagasan pokok dan gagasan pendukung pikiran dengan. Sikap: Mandiri Tugas diselesaikan dengan mandiri . Sebagian besar tugas diselesaikan dengan mandiri. Tugas diselesaikan dengan motivasi dan bimbingan guru. Belum dapat menyeselesaikan tugas meski telah diberikan motivasi dan bimbingan. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1.176 Buku Guru SD/MI Kelas IV 3. IPA Laporan hasil percobaan tentang sifat bunyi memantul dan menyerap dinilai menggunakan rubrik. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Kurang (1) Sifat bunyi memantul dan menyerap Menjelaskan sifat bunyi memantul dan menyerap berdasarkan hasil percobaan dengan lengkap. Menjelaskan sifat bunyi memantul dan menyerap berdasarkan hasil percobaan dengan cukup lengkap. Menjelaskan sifat bunyi memantul dan menyerap berdasarkan hasil percobaan kurang lengkap. Belum mampu menjelaskan sifat bunyi memantul dan menyerap berdasarkan hasil percobaan. Laporan percobaan tentang sifat bunyi memantul dan menyerap Menyajikan laporan percobaan tentang sifat bunyi memantul dan menyerap dengan sistematis. Menyajikan laporan percobaan tentang sifat bunyi memantul dan menyerap dengan cukup sistematis. Menyajikan laporan percobaan tentang sifat bunyi memantul dan menyerap kurang sistematis. Belum mampu menyajikan laporan percobaan tentang sifat bunyi memantul dan menyerap dengan sistematis. Sikap Rasa Ingin Tahu dan Berfikir Kritis Tampak antusias dan mengajukan banyak ide dan pertanyaan selama kegiatan. Tampak cukup antusias dan terkadang mengajukan ide dan pertanyaan selama kegiatan. Tampak kurang antusias dan tidak mengajukan ide dan pertanyaan selama kegiatan. Tidak tampak antusias dan perlu dimotivasi untuk mengajukan ide dan pertanyaan. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1. 3. Catatan Anekdot untuk mencatat sikap (Santun) Contoh terlampir di bagian lampiran Buku Guru). • Siswa dapat mempraktikkan pemantulan dan penyerapan bunyi di rumah bersama teman. • Siswa melaporkan hasilnya kepada guru.Subtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 177 Pemetaan Kompetensi Dasar dalam Pembelajaran 3.2 Mencermati keterhubungan antargagasan yang didapat dari teks lisan, tulis, atau visual. 4.2 Menyajikan hasil pengamatan tentang keterhubungan antargagasan ke dalam tulisan. 3.4 Mengidentifikasi berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. 4.4 Menyajikan berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. 3.12 Menjelaskan dan menentukan ukuran sudut pada bangun datar dalam satuan baku dengan menggunakan busur derajat. 4.12 Mengukur sudut pada bangun datar dalam satuan baku dengan menggunakan busur derajat. Matematika PPKn Bahasa Indonesia Pembelajaran 4178 Buku Guru SD/MI Kelas IV Fokus Pembelajaran: Bahasa Indonesia, PPKn, dan Matematika Tujuan Pembelajaran 1. Setelah diberikan masalah, siswa mampu menjelaskan keberagaman yang ada dari teman-temannya dengan terperinci. 2. Setelah diberikan masalah, siswa mampu menceritakan pengalaman bekerjasama dalam keberagaman dengan terperinci. 3. Setelah berekplorasi, siswa mampu membuktikan jumlah besar sudut dalam pada segitiga yang berbeda-beda dengan benar. 4. Setelah berdiskusi, siswa mampu memberikan nama segitiga berdasarkan sudutnya dengan benar. 5. Setelah mendengarkan, siswa mampu mengidentifikasi gagasan pokok dan gagasan pendukung dari teks yang didengar dengan sistematis. 6. Setelah mendengarkan, siswa mampu menulis gagasan pokok dan gagasan pendukung dari teks yang didengar dengan sistematis. Media, Alat Bantu, dan Sumber Belajar • Berbagai segitiga, teks yang akan dibaca oleh guru. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran • Siswa dibagi dalam kelompok. Dalam pembagian kelompok, guru memperhatikan keberagaman yang ada, misalkan cara berpendapat, sifat dan lainlain. • Diusahakan dalam satu kelompok tampak keberagamannya. Kali ini guru akan mengamati bagaimana siswa bekerjasama dengan teman-teman yang berbeda. • Siswa diberikan masalah mengenai Ibu Mimip penjaga kantin. Siswa membacanya di buku siswa. • Siswa mendiskusikan pertanyaanpertanyaan berikut. 154 Buku Siswa SD/MI Kelas IV 4 temannya selalu Siti dan temanmengajarkan kita untuk tetap bekerja sama dalam keberagaman. Ayo kita cari tahu cerita mereka. Meskipun Siti dan teman-temannya berasal dari daerah yang berbeda, mereka tetap bekerja sama membantu sesama. Akhirakhir ini, Bu Mimin, penjual makanan di kantin SDN 01 Nusantara, sering kali tampak sedih. Siti memberanikan diri bertanya kepada Bu Mimin tentang apa yang sedang terjadi padanya. Bu Mimin bercerita bahwa anaknya sedang sakit di rumah. Permasalahannya, Bu Mimin tidak dapat meninggalkan kantin sekolah. Ia membutuhkan biaya untuk membayar pengobatan anaknya dengan berjualan makanan. Siti pun menemui teman-temannya dan mengajak mereka berdiskusi untuk membantu memecahkan masalah Bu Mimin. Mereka memutuskan akan bekerja sama membantu Bu Mimin dengan menjaga kantin sekolah pada jam itu.Subtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 179 • Jenis bantuan apa yang dapat kamu dan teman-temanmu berikan? • Apa yang akan kamu lakukan saat berhadapan dengan para pembeli? • Apa yang akan kamu lakukan terhadap makanan di kantin Bu Mimin agar disukai pembeli? • Apa yang akan kamu lakukan terhadap uang hasil penjualannya? • Sikap apa saja yang dapat kamu praktikkan ketika membantu Bu • Mimin menjaga kantinnya? • Guru mengamati bagaimana siswa bisa bekerjasama dalam kelompok. • Siswa diminta menyampaikan hasil pekerjaannya di depan kelas. • Refleksi kelompok, setiap siswa dalam kelompok menyampaikan penilaiannya tentang temannya. Siswa menilai bagaimana mereka bekerjasama dalam keberagaman. • Guru meminta beberapa anak untuk menyampaikan pendapatnya. • Siswa menuliskan pengalaman tadi di buku siswa. Hal-hal yang ditulis adalah. • Apakah kamu sudah bisa bekerjasama dengan baik dengan Temanmu. • Perbedaan pada kamu dan temanmu yang kamu lihat saat bekerjasama tadi? • Hal-hal baik yang kamu dapat dari kerjasama. • Hal yang sudah baik dari kamu. • Hal yang masih perlu diperbaiki dari dirimu. • Rencana perbaikan diri. Penilaian 1 • Siswa duduk dalam kelompok. Setiap kelompok berisi 5 siswa. • Siswa dalam kelompok mengamati berbagai segi tiga yang ada di buku siswa. • Secara individu, siswa mengukur besar setiap sudut dalam pada segitiga dan menuliskan hasilnya di buku siswa. • Siswa membuktikan jumlah sudut dalam segitiga dan mendiskusikan hasil temuannya dengan kelompoknya.180 Buku Guru SD/MI Kelas IV • Apa yang bisa kamu simpulkan? Apakah jumlah besar sudut dalam segitiga sama? • Siswa mendiskusikan cara pembuktian yang berbeda untuk menunjukkan jumlah sudut dalam pada segitiga. • Siswa bisa mempraktikkan dengan menggambar segitiga dan memotong ujungnya. Lihat contoh yang ada di buku siswa. Siswa dalam kelompok mendiskusikan hasil kesimpulannya. Penilaian 2 Guru menguatkan bahwa semua segitiga mempunyai jumlah sudut 180º. • Siswa menuliskan nama pada segitiga berdasarkan besar sudut dengan kelompoknya. Siswa mengisi jawabannya pada tabel yang ada di buku siswa. • Siswa mendiskusikan jawabannya dengan temannya. • Siswa mengerjakan soal latihan yang ada di buku siswa. Siswa menghitung besarnya sudut yang belum diketahui pada segitiga. Hitunglah sudut yang belum diketahui. Guru menguatkan bahwa jumlah sudut dalam segitiga adalah 180º. Ketika sudut yang diketahui adalah 30 dan 60 maka sudut yang lain adalah 180º-(30º+60º)=90º • Guru menanyakan kembali apakah siswa bisa bekerjasama dengan baik saat diskusi berlangsung. • Guru membaca teks cerita. Guru membaca dengan intonasi dan artikulasi yang jelas. M Subtema 3: Bersyukur Atas Keberagaman 157 Kamu sudah belajar sudut pada segi banyak beraturan. Sekarang, bagaimana sudut pada segitiga dan segi empat? Pada saat pembuktian di pertemuan sebelumnya, kamu mengukur segitiga sama sisi. Berapakah besar sudutnya? Berapakah jumlah besar semua sudutnya? Apakah itu berlaku juga untuk segitiga yang lainnya? Ayo kita buktikan. Ukurlah semua sudut dalam pada segitiga berikut! A B C D Tulislah hasil pengukuranmu pada tabel berikut Segitiga Besar jumlah sudut dalam pada segitiga MSubtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 181 Teks cerita yang bisa guru bacakan. Sigap Membantu Sesama Malam itu beberapa warga Kampung Babakan berkumpul di pos jaga. Tiba-tiba terlihat seorang bapak tua yang berjalan pelan. Ia memanggul kardus besar di pundaknya. Oh, rupanya Pak Sammy. Pak Sammy baru pulang dari kampungnya di Maluku. Sudah dua minggu Pak Sammy pulang ke Maluku. Ia harus menghadiri acara adat di sana. Ia menggunakan kapal laut. Perjalanannya membutuhkan waktu dua sampai tiga hari. Tentu Pak Sammy sangat lelah. Apalagi usianya sudah cukup tua. Pak Encep menawarkan bantuan untuk membawa kardusnya. Sampai di rumah, Pak Sammy mengeluh kepalanya pusing. Pak Encep memanggil warga yang lain untuk membantu. Datanglah Pak Made, Pak Udin dan Pak Nur. Mereka dengan cepat membantu Pak Sammy. Pak Made dan Pak Encep membersihkan tempat tidur. Pak Udin mengambilkan menghangatkan air untuk membuat teh. Pak Nur membeli makanan. Setelah makan dan meminum teh hangat Pak Sammy beristirahat. Ia senang warga desa membantunya. Di Kampung ini Pak Sammy merasa memiliki keluarga. Manfaat yang dapat kita ambil dari permainan ini adalah kebersamaan dan kerja sama. • Siswa mendengarkan dengan seksama. Guru membacakan satu-persatu paragraf. • Guru meminta setiap siswa untuk menemukan gagasan pokok dan gagasan pendukung setiap paragraf yang didengarnya. • Siswa menuliskan gagasan pokok dan gagasan pendukung pada grafik yang disiapkan di buku siswa. Penilaian 3 • Siswa saling menukar jawaban dengan temannya. • Guru memberikan aba-aba tepuk tangan, siswa akan mencari pasangan lagi dan menyampaikan jawabannya. Begitu seterusnya sampai siswa berganti 3 pasangan. • Siswa secara individu menganalisis persamaan dan perbedaan jawabannya dengan temannya. • Guru meminta siswa untuk mempresentasikan jawabannya (fokus 1 paragraf) di depan. Siswa juga menyampaikan persamaan dan perbedaan jawabannya dengan temannya.182 Buku Guru SD/MI Kelas IV • Guru menguatkan dengan memberikan pertanyaan - Apa isi paragraf 1? - Apa yang mendukungnya? • Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya. • Guru meminta kembali satu siswa untuk mempresentasikan jawabannya (paragraf 2) tekniknya sama dengan 1. • Di akhir sesi, guru menanyakan bagaimana menemukan gagasan pokok? Bagaimana menemukan gagasan pendukung? • Siswa bisa menyampaikan jawabannya. Guru menguatkan berbagai cara untuk menemukan gagasan pokok dan gagasan pendukung dari teks lisan yang dibaca. • Siswa melakukan perenungan dengan menjawab pertanyaan yang terdapat dalam buku siswa. • Guru dapat menambahkan pertanyaan perenungan berdasarkan panduan yang terdapat pada lampiran buku guru. Pengayaan Siswa bisa diberikan soal-soal yang memerlukan tingkat analisis. Misalkan, segitiga mempunyai dua sudut yang sama besar. Jika salah satu sudutnya adalah 30º, berapakah besar sudut lainnya? Remedial Siswa yang masih kesulitan mencari sudut yang tidak diketahui pada segitiga diberikan latihan. Kegiatan bisa dilakukan seusai jam belajar. Kegiatan dilakukan sekitar 30 menit–60 menit. Kegiatan dapat dilakukan untuk beberapa siswa sekaligus.Subtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 183 Penilaian 1. Matematika : Segitiga Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Identifikasi. Mengidentifika si besar sudut dari seluruh segitiga yang dieksplorasi. Mengidentifikasi besar sudut dari sebagian besar segitiga yang dieksplorasi. Mengidentifikasi besar sudut dari sebagian segitiga yang dieksplorasi. Mengidentifikasi besar sudut dari sebagian kecil segitiga yang dieksplorasi. Menganalisis • Menghubungkan besar setiap sudut pada segitiga dengan namanya dengan benar. • Menyimpulkan jumlah sudut pada segitiga dengan benar. • Menghubungkan besar setiap sudut pada segitiga dengan namanya dengan benar. • Namun, untuk menyimpulkan jumlah sudut masih kurang tepat. Melakukan dua hal dengan kurang tepat. Belum bisa menganalisis. Komunikasi Mengomunikasikan hasil pekerjaan dengan logis, sistematis, dan menggunakan kalimat matematika dengan benar. Mengomunikasikan hasil pekerjaan dengan logis dan menggunakan kalimat matematika dengan benar, namun kurang sistematis. Mengomunikasikan hasil pekerjaan dengan logis, namun kurang sistematis atau menggunakan kalimat matematika yang tidak tepat. Masih membutuhkan bimbingan saat mengomunikasikan hasil. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1.184 Buku Guru SD/MI Kelas IV 2. PPKn: Refleksi Kerjasama Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Keberagaman yang ada Menjelaskan 3 keberagaman yang ada. Menjelaskan 2 keberagaman yang ada. Menjelaskan 1 keberagaman yang ada. Belum memenuhi kriteria yang diharapkan. Hal baik Menuliskan 3 sikap (baik atau perlu diperbaiki) yang ditunjukkan dilengkapi alasan. Menuliskan 2 sikap (baik atau perlu diperbaiki) yang ditunjukkan dilengkapi alasan. Menuliskan 1 sikap (baik atau perlu diperbaiki) yang ditunjukkan dilengkapi alasan. Belum memenuhi kriteria yang diharapkan. Manfaat Menjelaskan 3 manfaat yang didapat dari kerja sama. Menjelaskan 2 manfaat yang didapat dari kerja sama. Menjelaskan 1 manfaat yang didapat dari kerja sama. Belum memenuhi kriteria yang diharapkan. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1. 3. Bahasa Indonesia: Gagasan pokok dan pendukung dari teks lisan Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Mengidentifikasi gagasan pokok Menjelaskan 3 keberagaman yang ada. Menjelaskan 2 keberagaman yang ada. Menjelaskan 1 keberagaman yang ada. Belum memenuhi kriteria yang diharapkan. Mengidentifikasi Gagasan Pendukung Mengidentifikasi gagasan pendukung dari 4 paragraf dengan benar. Mengidentifikasi gagasan pendukung dari 3 paragraf dengan benar. Mengidentifikasi gagasan pendukung dari 2 paragraf dengan benar. Mengidentifikasi gagasan pendukung dari 1 paragraf dengan benar. Mengkomunikasikan Menuliskan secara sistematis, mudah dipahami, menggunakan bahasa baku. Memenuhi 2 dari 3 kriteria yang diharapkan. Memenuhi 1 dari 3 kriteria yang diharapkan. Belum memenuhi kriteria yang diharapkan. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1.Subtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 185 4. Diskusi: Membahas cerita Ibu Mimin Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Mendengarkan Selalu mendengarkan teman yang sedang berbicara Mendengarkan teman yang berbicara namun sesekali masih perlu diingatkan. Masih perlu diingatkan untuk mendengarkan teman yang sedang berbicara. Sering diingatkan untuk mendengarkan teman yang sedang berbicara namun tidak mengindahkan Komunikasi non verbal (kontak mata, bahasa tubuh, postur, ekspresi wajah, suara) Merespon dan menerapkan komunikasi non verbal dengan tepat. Merespon dengan tepat terhadap komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman. Sering merespon kurang tepat terhadap komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman. Membutuhkan bantuan dalam memahami bentuk komunikasi non verbal yang ditunjukkan teman. Partisipasi (menyampaikan ide, perasaan, pikiran) Isi pembicaraan menginspirasi teman. Selalu mendukung dan memimpin lainnya saat diskusi. Berbicara dan menerangkan secara rinci, merespon sesuai dengan topik. Berbicara dan menerangkan secara rinci, namun terkadang merespon kurang sesuai dengan topik. Jarang berbicara selama proses diskusi berlangsung. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1. 5. Catatan Anekdot untuk mencatat sikap (santun dan peduli). (Contoh terlampir di lampiran pada Buku Guru). Tua Siswa diminta menceritakan pengalaman kerjasama yang sudah dilakukan di sekolah. Siswa meminta pendapat orangtuanya mengenai sikapnya.186 Buku Guru SD/MI Kelas IV Pemetaan Kompetensi Dasar dalam Pembelajaran Pembelajaran 5 Matematika Kompetensi Dasar 3.12 Menjelaskan dan menentukan ukuran sudut pada bangun datar dalam satuan baku dengan menggunakan busur derajat. 4.12 Mengukur sudut pada bangun datar dalam satuan baku dengan menggunakan busur derajat. SBdP Kompetensi Dasar: 3.3 Memahami dasar-dasar gerak tari daerah. 4.3 Meragakan dasar-dasar gerak tari daerah. IPS Kompetensi Dasar: 3.2 Mengidentifikasi keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang. 4.2 Menyajikan hasil identifikasi mengenai keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang.Subtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 187 Fokus Pembelajaran: SBdP, Matematika, IPS Tujuan Pembelajaran 1. Setelah melalui proses latihan, siswa mampu menjelaskan dasar-dasar gerak tari Bungong Jeumpa dengan benar. 2. Setelah melalui proses latihan, siswa mampu menampilkan serangkaian gerak tari Bungong Jeumpa dengan teknik yang benar. 3. Dengan menggali informasi dari berbagai sumber, siswa mampu menjelaskan keragaman sosial di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia secara tertulis dan lisan. 4. Dengan menggali informasi dari berbagai sumber, siswa mampu menyajikan keragaman sosial di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia secara tertulis dan lisan. 5. Dengan mengamati sudut-sudut yang diketahui besarnya pada segiempat, siswa mampu menentukan ukuran sudut yang tidak diketahui dengan tanpa mengukur. 6. Dengan mengamati sudut-sudut yang diketahui besarnya pada segiempat, siswa mampu menyajikan keterkaitan antarsudut pada bangun segiempat dengan tanpa mengukur. Media, Alat Bantu, dan Sumber Belajar • Lagu Bungong Jeumpa untuk mengiringi tari. • Tangram. • Gambar-gambar bangun segiempat. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Guru menyampaikan kepada siswa bahwa seluruh siswa akan menampilkan tari Bungong Jeumpa secara berkelompok. • Siswa diajak berdiskusi tentang gerakan dasar tari Bungong Jeumpa untuk mengingatkan mereka tentang keterampilan yang telah mereka pelajari sebelumnya. • Siswa menuliskan hasil diskusi.188 Buku Guru SD/MI Kelas IV Guru menjelaskan kriteria penilaian untuk penampilan tari Bungong Jeumpa kepada seluruh siswa. • Siswa dapat mengajukan pertanyaan kepada guru jika ada hal yang masih belum dipahami. Ketika kelompok lain tampil, guru memberi tugas kepada siswa untuk membuat catatan sebagai bentuk apresiasi menggunakan tabel seperti yang terdapat dalam buku siswa. Apresiasi seni adalah merupakan suatu penilaian terhadap suatu karya seni, mulai dari mengenali, menilai, dan menghargai makna atau nilai-nilai yang terkandung dalam karya seni tersebut. • Siswa memilih salah satu kelompok. Siswa menulis apresiasi atas penampilan tari dari kelompok tersebut dengan menjawab pertanyaan berikut yang terdapat dalam buku siswa. Guru menilai keterampilan tari dengan rubrik. Guru menyampaikan kepada siswa bahwa mereka telah mengenal tentang keragaman sosial dan budaya pada pelajaran sebelumnya. Guru menjelaskan kepada siswa bahwa setiap siswa mendapat tugas menulis tentang keragaman sosial yang ada di provinsi masing-masing. • Sebelum menulis, siswa diminta melakukan wawancara kepada masyarakat sekitar (teman, guru, dan orang tua). 164 Buku Siswa SD/MI Kelas IV Kamu telah belajar dan berlatih melakukan tari Bungong Jeumpa dari Aceh. Sekarang, kamu akan menampilkan tari tersebut secara berkelompok. Sebelum kamu melakukan penampilan tari Bungong Jeumpa, diskusikan secara berkelompok keterampilan yang harus dilakukan ketika menari. Tuliskan hasil diskusi pada kolom berikut!Subtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 189 • Siswa juga diminta melengkapi hasil wawancara mereka dengan berbagai sumber bacaan, seperti buku perpustakaan, surat kabar, atau berbagai sumber dari internet. • Siswa diminta menuliskan informasi yang mereka peroleh secara terperinci. Guru menilai tulisan siswa tentang keragaman sosial di wilayah provinsi masing-masing menggunakan rubrik. Setelah siswa menyampaikan hasil tulisan mereka tentang keragaman sosial di wilayah tempat tinggal mereka, guru mengajukan pertanyaan berikut: • Apakah kamu masih ingat bangun apa saja yang terdapat pada tangram yang telah kamu buat? • Apakah terdapat bangun segiempat? • Siswa diajak memperhatikan kembali tangram yang telah mereka buat. • Siswa diminta mencermati bangun segiempat yang terdapat pada tangram tersebut. Guru mengajukan pertanyaan berikut: - Apakah kamu dapat memperkirakan besar sudut pada segiempat tersebut? • Siswa diminta mendiskusikan dengan teman satu kelompok. • Siswa diminta mengamati gambar segiempat yang terdapat dalam buku siswa, seperti yang di bawah ini. M190 Buku Guru SD/MI Kelas IV Berdasarkan gambar di atas, guru mengajukan pertanyaan berikut. • Apakah kamu dapat menemukan besar sudut yang belum diketahui dari segiempat di atas tanpa mengukur menggunakan busur? • Siswa diminta memberikan penjelasan atas jawaban yang mereka berikan. • Siswa diminta menyimpulkan hubungan antarsudut pada bangun segiempat? • Siswa mengomunikasikan kesimpulan mereka kepada teman yang berada di satu meja secara berpasangan. Menyajikan hasil analisis hubungan antarsudut pada bangun segiempat dinilai dengan rubrik. • Siswa melakukan perenungan dengan menjawab pertanyaan yang terdapat dalam buku siswa. • Guru dapat menambahkan pertanyaan perenungan berdasarkan panduan yang terdapat pada lampiran di buku guru. Pengayaan Siswa dapat bereksplorasi dengan berbagai bangun segiempat untuk melihat hubungan antarsudut dengan menentukan besar sudut tanpa mengukur (dari beberapa besar sudut yang sudah diketahui). Remedial Siswa yang belum mampu menganalisis hubungan antarsudut pada bangun segiempat, dapat diberikan benda konkret, dimana 3 dari 4 sudut diketahui besarnya dan siswa harus berlatih mencari besar satu sudut yang belum diketahui dengan tanpa mengukur menggunakan busur derajat.Subtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 191 Penilaian 1. IPS Tulisan dan presentasi tentang keragaman sosial di provinsi masingmasing dinilai dengan rubrik. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Struktur Presentasi Presentasi memuat pembukaan, inti dan penutup serta dikomunikasikan secara runtut. Presentasi memuat pembukaan atau penutup dan inti serta dikomunikasikan secara runtut. Presentasi hanya memuat inti dan disampaikan dengan runtut. Presentasi hanya memiliki pembuka atau penutup saja. Tema Seluruh gagasan pokok dan gagasan pendukung sesuai dengan tema. Sebagian besar gagasan pokok dan gagasan pendukung sesuai dengan tema. Sebagian kecil gagasan pokok dan gagasan pendukung sesuai dengan tema. Gagasan pokok dan gagasan pendukung tidak sesuai tema Fakta Pendukung Seluruh fakta tentang keragaman agama yang terdapat di lingkungan provinsi masingmasing disajikan dengan benar. Sebagian besar fakta tentang keragaman agama yang terdapat di lingkungan provinsi masingmasing disajikan dengan benar. Sebagian kecil fakta tentang keragaman agama yang terdapat di lingkungan provinsi masingmasing disajikan dengan benar. Fakta tentang keragaman agama yang terdapat di lingkungan provinsi masingmasing tidak benar 2. SBdP Penampilan tari dinilai dengan rubrik. 3. Matematika Dinilai dengan penilaian angka (penskoran). 4. Catatan anekdot untuk mencatat sikap (Peduli, Santun) Contoh dapat dilihat pada bagian akhir (lampiran) buku ini. Siswa diminta menyampaikan kepada orang tua mereka tentang tari Bungong Jeumpa yang telah mereka tampilkan. Orang tua menuliskan pendapat mereka tentang cerita siswa. Siswa diminta menyampaikan hasilnya kepada guru. Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1192 Buku Guru SD/MI Kelas IV Pemetaan Kompetensi Dasar dalam Pembelajaran 3.1 Mencermati gagasan pokok dan gagasan pendukung yang diperoleh dari teks lisan, tulis, atau visual. 4.1 Menata informasi yang didapat dari teks berdasarkan keterhubungan antargagasan ke dalam kerangka tulisan. 3.4 Mengidentifikasi berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. 4.4 Menyajikan berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. 3.3 Memahami variasi gerak dasar jalan, lari, lompat, dan lempar melalui permainan/olahraga yang dimodifikasi dan atau olahraga tradisional. 4.3 Mempraktikkan variasi pola dasar jalan, lari, lompat, dan lempar melalui permainan/olahraga yang dimodifikasi dan atau olahraga tradisional. PJOK PPKn Bahasa Indonesia Pembelajaran 6Subtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 193 Fokus Pembelajaran: Bahasa Indonesia, PPKn, dan PJOK Tujuan Pembelajaran 1. Setelah berdiskusi dan mengamati peragaan dari guru, siswa mampu menjelaskan prosedur variasi pola gerak dasar jalan, lari, lompat melalui permainan engklek dengan teknik yang benar. 2. Setelah berdiskusi dan mengamati peragaan dari guru, siswa mampu mempraktikkan variasi pola gerak dasar jalan, lari, lompat melalui permainan engklek dengan teknik yang benar. 3. Setelah bermain engklek, siswa mampu menjelaskan sikap kerja sama antarindividu yang berbeda dalam permainan engklek. 4. Setelah bermain engklek, siswa mampu menceritakan sikap kerja sama antarindividu yang berbeda dalam permainan engklek. 5. Dengan mendengarkan teks lisan dengan judul “Wedang Jahe” yang dibacakan guru, siswa mampu membuat ringkasan yang berisikan inti dari cerita. 6. Dengan membaca teks tentang persahabatan, Udin, Edo, dan Beni, siswa mampu menjelaskan kegiatan yang mencerminkan sikap kerja sama dalam keberagaman agama. Media, Alat Bantu, dan Sumber Belajar • 3 Jenis pola engklek (pesawat, gunungan, kitiran/baling-baling). • Gacuk. • Teks Wedang Jahe. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran • Siswa membaca teks tentang permainan englek yang terdapat dalam buku siswa. • Guru menyampaikan bahwa sebelumnya kamu telah belajar bagaimana bermain engklek. • Guru mengajukan pertanyaan. - Apa saja keterampilan dasar yang diperlukan dalam permainan engklek? 170 Buku Siswa SD/MI Kelas IV 6 Sebelumnya kamu telah mengenal dan berlatih bagaimana melakukan permainan Engklek. Ayo, kita mengenal dan berlatih permainan tersebut lebih lanjut. Permainan tradisional merupakan salah satu bentuk keragaman budaya yang ada di Indonesia. Sebelumnya, kamu telah mengenal dan mempelajari permainan tradisional tersebut. Apakah kamu masih ingat cara memainkannya? Ceritakan apa yang kamu ketahui kepada teman satu kelompok. TAHUKAH KAMU? • Permainan tradisional Engklek dapat dimainkan dengan beberapa cara yang berbeda? Permainan tradisional Engklek dikenal juga dengan istilah Angklek atau Ingkling. Permainan Engklek merupakan permainan berjalan atau melompat dengan menggunakan satu kaki pada bidang datar dengan peraturan yang disederhanakan dan disepakati oleh para pemainnya. • Permainan tradisional ini memiliki banyak variasi tergantung kesepakatan yang memainkannya. • Berdasarkan penelitian, ditemukan 43 jenis permainan Engklek, namanya pun berbeda-beda di tiap daerah. Istilah Engklek yang biasa digunakan di daerah Jawa. Pola petak Engklek ada 11 macam. Yang biasa digunakan di Jawa jenis Engklek Ebrek dan Engklek Gunungan. Bagaimana di tempat tinggalmu? Apakah kamu juga menemukan permainan194 Buku Guru SD/MI Kelas IV Guru menyampaikan bahwa salah satu alat yang digunakan dalam permainan engklek adalah gacuk. Gacuk tersebut biasanya dilemparkan ke kotak-kotak tertentu pada pola sesuai aturan bermain. Guru menambahkan bahwa pada permainan kali ini, siswa akan mempraktikkan memindahkan gacuk dengan menendang. Guru menjelaskan dan memperagakan cara memindahkan gacuk dengan menendang menggunakan ujung jari kaki. Guru juga memperkenalkan 3 pola petak engklek yang berbeda-beda seperti gambar yang terdapat dalam buku siswa. • Siswa mempraktikkan permainan englek secara berkelompok. Gerak dasar dalam permainan engklek dinilai dengan rubrik. • Setelah selesai bermain engklek, siswa diminta menulis pengalaman mereka bermain engklek bersama teman-teman yang berbeda. • Siswa menjawab pertanyaan berikut yang terdapat dalam buku siswa. • Siswa mendiskusikan pentingnya kerja sama dalam permainan engklek. Guru mengarahkan siswa mendiskusikan tentang kerja sama antarindividu yang berbeda dalam permaianan engklek. Cerita siswa tentang bekerja sama dengan teman yang berbedabeda dinilai dengan penilaian diri dalam bentuk daftar periksa.Subtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 195 Guru membacakan cerita yang berjudul “Wedang Jahe”. Wedang Jahe Buatan Ibu Siang ini hujan turun deras sekali. Udin berjalan kaki pulang dari sekolah. Udin tidak membawa payung, sehingga tubuhnya basah kuyup. Sampai di rumah Udin segera mengganti pakaiannya. Ibu memasakkan air hangat untuk membasuh badan. Setelah makan siang, Udin mulai merasa kurang sehat. Udin kedinginan. Ibu melihat Udin yang mulai terbaring lemas. Wah, besok ada ulangan matematika. Malam ini Udin harus belajar. Ibu tahu apa yang harus dilakukan agar Udin segera pulih. Ibu membuat Wedang Jahe untuk Udin. Wedang Jahe artinya minuman yang terbuat dari jahe, yaitu minuman khas Jawa Tengah yang memberikan rasa hangat bagi tubuh. Bahan-bahan Wedang Jahe adalah jahe dan gula pasir atau gula merah. Bisa juga ditambahkan kayu manis dan serai untuk menambahkan rasa dan aroma. Semua bahan direbus hingga mendidih dan harum. Untuk meredakan gejala kurang sehat, Wedang Jahe sebaiknya diminum segera setelah mendidih. Ibu sering membuat Wedang Jahe untuk Udin dan keluarganya. Ketika ada acara di kampung pun Ibu selalu menyajikan Wedang Jahe buatannya. Tidak sampai satu jam, Wedang Jahe buatan ibu sudah siap. Ibu membawakan segelas ke kamar Udin. Hmm..hangat. Rasa dingin dari tubuh Udin perlahan hilang. Malam itu Udin pun bisa melanjutkan belajar matematika untuk menghadapi ulangan besok. Minuman tradisional Indonesia memang mengagumkan. Enak dan sehat bagi tubuh. • Siswa menyimak cerita yang disampaikan guru secara lisan. • Siswa diminta membuat catatan tentang gagasan pokok dan gagasan pendukung dari cerita tersebut. • Siswa diminta menuliskan gagasan pokok dan gagasan pendukung beserta ringkasan pada diagram yang terdapat di dalam buku siswa, seperti bagan berikut.196 Buku Guru SD/MI Kelas IV Ringkasan Membuat ringkasan berdasarkan teks lisan dinilai dengan rubrik. Guru menyampaikan bahwa Tuhan Yang Maha Esa menganugerahi kita keragaman, mulai dari keragaman suku, agama, sosial dan budaya, hingga makanan tradisional. Keragaman tersebut perlu kita hargai dan syukuri. Selalu menunjukkan sikap yang santun dan peduli kepada orang yang memiliki latar belakang yang berbeda dengan kita adalah merupakan hal terpuji. • Siswa menjawab pertanyaan yang terdapat dalam buku siswa.Subtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 197 • Siswa melakukan perenungan dengan menjawab pertanyaan yang terdapat dalam buku siswa. • Guru dapat menambahkan pertanyaan perenungan berdasarkan panduan yang terdapat pada lampiran di buku guru. Pengayaan Siswa bisa berbagi cerita lebih banyak lagi tentang pengalaman mereka bekerja sama dengan individu yang berbeda di lingkungan rumah dan lingkungan sekolah. Remedial Siswa yang belum mampu meringkas teks lisan dengan baik dapat diberikan beberapa bahan bacaan tambahan yang lebih sederhana dan dengan panduan guru, siswa mengikuti langkah-langkah dalam membuat ringkasan. Penilaian 1. Bahasa Indonesia Membuat ringkasan berdasarkan teks lisan dinilai dengan rubrik. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Gagasan Pokok Seluruh gagasan pokok ditulis dengan tepat untuk setiap paragraf. Sebagian besar gagasan pokok ditulis dengan tepat untuk setiap paragraf. Sebagian kecil gagasan pokok ditulis dengan tepat untuk setiap paragraf. Seluruh gagasan pokok tidak ditulis dengan tepat untuk setiap paragraf. Gagasan Pendukung Seluruh gagasan pendukung ditulis dengan tepat untuk setiap paragraf. Sebagian besar gagasan pendukung ditulis dengan tepat untuk setiap paragraf. Sebagian kecil gagasan pokok ditulis dengan tepat untuk setiap paragraf. Seluruh gagasan pendukung tidak ditulis dengan tepat untuk setiap paragraf. Ringkasan Seluruh kalimat dalam ringkasan merupakan inti dari cerita. Sebagian besar kalimat dalam ringkasan merupakan inti dari cerita. Sebagian kecil kalimat dalam ringkasan merupakan inti dari cerita. Seluruh kalimat dalam ringkasan tidak mencerminkan inti dari cerita.198 Buku Guru SD/MI Kelas IV Catatan: Penilaian (penskoran) dapat dilihat contohnya pada Pembelajaran 1. 2. PPKn Cerita tentang pengalaman bekerja sama dengan individu yang berbedabeda dinilai dengan penilaian diri dalam bentuk daftar periksa. No. Kriteria Ya Tidak Contoh Sikap 1. Saya dapat bekerja sama dengan baik dengan teman-teman yang berbeda pada saat permainan engklek. 2. Saya dapat menghargai teman-teman yang berbeda selama bermain dengan mengucapkan kata-kata yang baik. 3. Saya bersikap santun dan peduli kepada teman-teman saat bermain.Subtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 199 3. PJOK Keterampilan jalan dalam permainan engklek dinilai dengan rubrik. Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Aturan main Engklek, serta manfaatnya. (KD 3.1) Mampu menjelaskan aturan main Engklek dan manfaatnya dalam meningkatkan keterampilan gerak dasar lokomotor Lompat dengan jelas dan benar. Mampu menjelaskan aturan main Engklek dan manfaatnya dalam meningkatkan keterampilan gerak dasar lokomotor Lompat dengan cukup jelas dan benar. Mampu menjelaskan aturan main Engklek dan manfaatnya dalam meningkatkan keterampilan gerak dasar lokomotor Lompat namun kurang jelas.  Belum mampu menjelaskan aturan main Engklek dan manfaatnya dalam meningkatkan keterampilan gerak dasar lokomotor Lompat. Gerak lokomotor (lompat) dalam permainan Engklek Variasi pola gerak nonlokomotor saat pemanasan (KD 4,1) Mampu mempraktikan gerak dasar lokomotor Lompat dengan benar dan konsisten. Mampu mempraktikkan variasi gerak nonlokomotor saat pemanasan dengan benar. Mempraktikan gerak dasar lokomotor Lompat dengan tumpuan satu kaki cukup konsisten. Mampu mempraktikkan sebagian besar variasi gerak nonlokomotor saat pemanasan dengan benar.  Mempraktikan gerak dasar lokomotor Lompat dengan satu kaki tampak masih belum seimbang. Mampu mempraktikkan sebagian kecil variasi gerak nonlokomotor saat pemanasan dengan benar Belum mampu mempraktikan gerak dasar lokomotor Lompat. Belum mampu mempraktikkan variasi gerak nonlokomotor saat pemanasan. Kerja Sama dan Saling Menghargai Menunjukkan sikap kerjasama dan saling menghargai selama permainan secara konsisten.  Menunjukkan sikap kerjasama dan saling menghargai selama permainan namun belum konsisten. Perlu motivasi untuk dapat bekerjasama dan saling menghargai selama permainan. Belum dapat menunjukkan sikap kerjasama dan saling menghargai selama permainan meski telah dimotivasi. 4. Catatan anekdot untuk mencatat sikap (Peduli, Santun) Contoh dapat dilihat pada bagian akhir (lampiran) buku ini.200 Buku Guru SD/MI Kelas IV Siswa diminta menyampaikan hasil refleksi mereka selama belajar satu pekan ini kepada orang tua mereka di rumah. Siswa diminta menyampaikan bagaimana perasaan mereka saat belajar, apa yang sudah mereka pelajari, dan kegiatan apa saja yang sangat bermanfaat dan sangat menarik bagi mereka. Orang tua menulis pendapat mereka tentang cerita siswa. Siswa menyampaikan hasilnya kepada guru.Subtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 201 Kunci Jawaban Evaluasi 1. Ukur masing-masing sudut pada bangun berikut menggunakan busur. Catat hasilnya pada tabel. A. C. D. B. a k g h l e f d q m n p b c Gambar Sudut Besar Sudut A a 70° b 45° c 65° B d 110° e 23° f 47° C g 45° h 135° j 45° k 135° D m 115° n 65° p 90° q 90°202 Buku Guru SD/MI Kelas IV 2. Tentukan besar masing-masing sudut dari bangun berikut tanpa mengukur. Besar sudut C adalah 180° – 80° – 65° = 35° Besar sudut C adalah 180° – 110° – 37° = 33° Besar sudut C adalah 360° – 70° – 70° = 105° Besar sudut C adalah 360° – 120° – 86° – 120° = 34° 3. Tulislah 3 sifat bunyi yang kamu ketahui. 1. Bunyi merambat melalui benda padat, cair, dan gas 2. Bunyi dapat dipadukan 3. Bunyi dapat dipantulkan 4. Bunyi dapat diserapSubtema 3: Bersyukur atas Keberagaman 203 4. Jelaskan proses terjadinya bunyi. Bunyi berasal dari benda yang bergetar. Getaran dari suatu benda akan mengakibatkan udara di sekitarnya bergetar. Getaran tersebut menimbulkan gelombang bunyi di udara. Benda-benda yang bergetar dan menghasilkan bunyi. 5. Apakah yang dimaksud dengan bunyi pantul? Bagaimana proses terjadinya? Jelaskan. Bunyi pantul adalah bunyi yang terdengar kembali kepada sumber bunyi berasal. Bunyi pantul terjadi jika dalam perambatannya dihalangi oleh benda yang permukaannya keras seperti kayu, kaca, dinding, atau besi. 6. Bagaimana caramu membuat ringkasan dengan baik berdasarkan teks lisan? Jelaskan. Mendengarkan teks dengan seksama. Menuliskan gagasan pokok dan gagasan pendukung. Mengetahui kesan umum dari teks. Menuliskan kalimat baru berdasarkan kesan umum dan gagasan pokok. 7. Apa persamaan dan perbedaan dalam membuat ringkasan teks tertulis dan teks lisan. Jelaskan. Membaca teks dengan seksama sekali atau dua kali. Mendengarkan teks yang dibacakan dengan seksama. Menuliskan gagasan pokok dan gagasan pendukung. Mengetahui kesan umum dari teks. Menuliskan kalimat baru berdasarkan kesan umum dan gagasan pokok. Teks Tertulis Teks Lisan204 Buku Guru SD/MI Kelas IV 8. Sebutkan contoh-contoh keberagaman yang telah kamu pelajari. Keberagaman suku bangsa seperti Jawa, Sunda, Minangkabau, Bali, Ambon, dsb. Keberagaman bahasa seperti bahasa Aceh, bahasa Betawi, bahasa Jawa, dll. Keberagaman agama seperti Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Konghuchu, dll. 9. Apa sikap yang perlu kamu terapkan ketika bekerja sama dengan temanteman yang berbeda? Jelaskan. Kita harus saling menghargai walaupun memiliki perbedaan. Selain itu, kita sebaiknya mementingkan kepentingan umum dan tidak memaksakan kehendak sehingga kekompakan dan persatuan tetap terjaga. 10.Bagaimana kamu mensyukuri keberagaman yang ada di sekitarmu? Kita dapat mensyukuri keberagaman dengan saling menghargai dan menjadikan perbedaan itu sebagai hal yang saling melengkapi dan pemersatu.Tema 1: Indahnya Kebersamaan 205 Bahan Bacaan Untuk Guru Makanan Khas Makanan khas tradisional merupakan salah satu kekayaan dari Budaya Indonesia yang disuguhkan oleh berbagai daerah yang ada di Indonesia. Beragam bahan, bentuk, cara penyajian dan cara pembuatannya disuguhkan dalam makanan khas ini. A. Lempah Kuning Lempah kuning merupakan makanan ciri khas daerah Pangkal Pinang. Bahan utama dalam masakan lempah kuning ini adalah ikan. Makanan yang sering disertakan dalam berbagai upacara adat ini merupakan makanan utama. Sepintu sedulang yang berarti segala sesuatu dikerjakan secara bersamasama merupakan tradisi masyarakat Pangkal Pinang di mana lempah kuning merupakan lauk pauk utama yang dimasak dan dimakan secara bersamasama. B. Ketan Uli Ketan uli merupakan makanan khas bagi masyarakat Betawi yang dibuat dari beras ketan. Makna dalam pembuatan ketan uli ini melambangkan kekeluargaan atau silaturahmi yang terjaga antara keluarga. Kebersamaan yang terlihat dalam proses pembuatan makanan khas ini adalah adanya pemisahan tugas dalam cara pembuatannya. Di sini para pria bertugas untuk menumbuk beras ketannya, sedangkan wanita melakukan tugas memasak ketan ulinya. Bahanbahan pokok dari pembuatan ketan uli ini pun adalah memakai bahan lokal. Pengolahan yang baik menghasilkan makanan yang bercita rasa tinggi. C. Seruit Seruit merupakan makanan khas Lampung yang bahan utamanya adalah ikan dengan sambel terasi. Masakan yang berbahan lokal dan bergizi tinggi Gambar: Lempah kuning Sumber : www.visitbangkabelitung.com Gambar: Ketan uli makanan khas betawi Sumber: www.kulinernusantara.net206 Buku Guru SD/MI Kelas IV ini harus tetap dipertahankan. Lampung dikenal menghasilkan berbagai tumbuhan yang cocok untuk lalapan menjadikan seruit ini menjadi lebih bervariasi. Masyarakat Lampung yang dikenal dengan senang berkumpul untuk silaturahmi memerlukan makanan yang bisa dinikmati secara bersamasama. Seruit inilah yang dijadikan makanan untuk disantap secara bersama-sama atau lebih dikenal dengan tradisi nyeruwit. Tradisi nyeruwit ini terus berlangsung secara turun temurun dan menjadi budaya makan bagi masyarakat Lampung. D. Tumpeng Tumpeng merupakan cara penyajian nasi beserta lauk pauknya berbentuk kerucut dan sering ditemukan saat upacara keagamaan atau upacara tradisional ataupun selamatan lainnya. Lauk pauk yang berjumlah tujuh macam melambangkan tujuh pertolongan. Tumpeng ini bertujuan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan secara bersama-sama. Tumpeng berwarna kuning mempunyai arti kekayaan dan moral yang luhur. Sedangkan tumpeng putih dalam adat jawa melambangkan kesucian dan biasanya disajikan dalam upacara sakral. Grebeg maulid Nabi sebagai tradisi kraton Solo yang mengusung empat tumpeng raksasa setinggi tiga meter dinanti-nanti oleh ribuan warga yang ingin berebut isi dari tumpeng raksasa tersebut. E. Ketupat Ketupat merupakan makanan khas Indonesia terbuat dari nasi yang dibungkus oleh janur dan berbentuk jajaran genjang. Ketupat ini sering disajikan pada saat hari raya keagamaan. Tradisi ketupat lebaran mempunyai arti mengakui kesalahan. Di daerah Bali, ketupat ini dipersembahkan sebagai sesajen dalam upacara. Gambar: makanan khas Lampung “Seruit” Sumber: www.zablog-ulunlampung.blogspot. com Gambar: Tumpeng Sumber: www.griyacerita.wordpress.comTema 1: Indahnya Kebersamaan 207 Pembuatan cangkang ketupat ini diawali oleh pengambilan janur dan setelah itu baru dibentuk seperti jajaran genjang. Proses dari mulai pengambilan bahan untuk cangkang ketupat sampai menjadi hidangan melibatkan kerjasama dan kebersamaan dalam pembuatannya. Di Bantul, Yogyakarta terdapat sebuah tradisi grebeg ketupat. Sebuah tradisi tahunan setelah Idul Fitri bertujuan untuk meningkatkan keimanan serta menjaga identitas bangsa melalui sebuah budaya. Grebeg Ketupat yang melibatkan banyak orang menjadi bentuk rasa syukur masyarakat Bantul. Gambar: makanan khas Lampung “Seruit” Sumber: www.zablog-ulunlampung.blogspot.com208 Buku Guru SD/MI Kelas IV Alternatif Kegiatan Pembelajaran 1. Taksiran dari 634 + 489 kira-kira .... a. 900 b. 1.000 c. 1.100 d. 1.200 Jawaban: Taksiran dari 634 + 489 kira-kira 600 + 500 = 1.100. 2. Hasil perkalian 23 dan 76 jika dibulatkan ke ribuan terdekat menjadi .... a. 1.000 b. 2.000 c. 3.000 d. 4.000 Jawaban: 23 x 76 = 1.748. Jika dibulatkan ke ribuan terdekat menjadi 2.000. 3. 25.678 + 1.256 = .... Taksiran dalam ratusan terdekat dari operasi hitung di atas adalah .... a. 26.800 b. 27.800 c. 26.000 d. 27.000 Jawaban: Taksiran ke ratusan terdekat dari 25.678 + 1.256 adalah 25.700 + 1.300 = 27.000. 4. Hasil pengurangan dari 1.576 dari 5.344 jika dibulatkan ke ratusan terdekat menjadi .... a. 3.700 b. 3.800 c. 3.000 d. 4.000 Jawaban: 5.342 - 1.578 = 3.768 jika dibulatkan ke ratusan terdekat menjadi 3.800. 5. Taksiran dari 583 : 34 kira-kira .... a. 10 b. 20 c. 30 d. 40 Jawaban: Taksiran dari 583 : 34 kira-kira 600 : 30 = 20.Tema 1: Indahnya Kebersamaan 209 6. Hasil penjumlahan 579 dan 188 jika dibulatkan ke puluhan terdekat menjadi .... a. 800 b. 700 c. 760 d. 770 Jawaban: 579 + 188 = 767 jika dibulatkan ke puluhan terdekat menjadi 770. 7. Bibi Siti berbelanja buku seharga Rp145.650,00 dan majalah seharga Rp134.750,00. Taksiran jumlah belanja bibi Siti dalam ribuan terdekat adalah .... a. Rp280.400,00 b. Rp281.000,00 c. Rp279.000,00 d. Rp280.000,00 Jawaban: Jumlah harga belanjaan bibi Siti = Rp145.650,00 + Rp134.750,00 Taksiran ke ribuan terdekat dari Rp146.000,00 + Rp135.000,00 = Rp281.000,00 8. 65.345 - 4.896 = .... Taksiran dalam ribuan terdekat dari operasi hitung di atas adalah .... a. 61.000 b. 60.000 c. 51.000 d. 50.000 Jawaban: Taksiran ke ribuan terdekat dari 65.345 - 4.896 adalah 65.000 - 5.000 = 60.000. 9. Pembulatan dalam ribuan terdekat dari bilangan 287.687 adalah .... a. 287.600 b. 287.700 c. 288.000 d. 287.000 Jawaban: Pada bilangan 287.687, angka ratusannya 6. 6 > 5, maka 6 dibulatkan menjadi 1 ribuan. Jadi, 287.687 dibulatkan dalam ribuan terdekat menjadi 288.000.210 Buku Guru SD/MI Kelas IV 10. Hasil dari operasi 447 : 52 x 279 jika ditaksir dalam puluhan terdekat adalah .... a. 2.500 b. 2.510 c. 2.520 d. 2.530 Jawaban: Taksiran ke puluhan terdekat dari 447 : 52 x 279 adalah 450 : 50 x 280 = (450 : 50) x 280 = 2.520. Soal Isian 1. Hasil taksiran dari 725 + 612 kira-kira .... Jawaban: 725 + 612 = 700 + 600 = 1.300 2. Hasil taksiran 427 - 187 kira-kira .... Jawaban: 427 - 187 = 400 - 200 = 200 3. Hasil taksiran 5.435 : 613 kira-kira .... Jawaban: 5.435 : 613= 5.400 : 600 = 9 4. Hasil taksiran 62 + 48 kira-kira .... Jawaban: 62 + 48 = 60 + 50 = 110 5. Hasil taksiran dari 48 x 82 kira-kira .... Jawaban: 48 x 82 = 50 x 80 = 4.000 6. Hasil taksiran dari 82 + 73 kira-kira .... Jawaban: 82 + 73 = 80 + 70 = 150 7. Hasil taksiran 79 x 32 kira-kira .... Jawaban: 79 x 32 = 80 x 30 =2.400 8. Hasil taksiran dari 575 - 286 kira-kira .... Jawaban: 575 - 286 = 600-300= 300 9. Hasil taksiran dari 58x 48 kira-kira .... Jawaban: 58 x 48 = 60 x 50 =3.000 10. Taksiran dari 1.274 + 655 adalah .... Jawaban: 1.274 + 655 = 1.300 + 700 = 2.000 Soal Uraian 1. Udin membeli 7 kotak kue moci. Setiap kotak berisi 28 kue. Berapa kirakira banyak kue yang dibeli oleh Udin? Jawaban: 7 x 28 kira-kira 10 x 30 = 300 2. Taksirlah hasil operasi hitung berikut dalam puluhan terdekat. a. 28 x 33 kira-kira .... b. 47 x36 kira-kira ....Tema 1: Indahnya Kebersamaan 211 c. 19 x 24 kira-kira .... Jawaban: a. 28 x 33 kira-kira 30 x 30 = 900 b. 47 x 36 kira-kira 50 x 40 = 2.000 c. 19 x 24 kira-kira 20 x 20 = 400 3. Sebuah pabrik tahu selama 7 hari menjual 723 tahu. Berapa kira-kira banyak tahu yang dibuat dalam satu hari? Jawaban: 723 : 7 kira-kira 700 : 10 = 70 4. Berikut daftar harga barang di sebuah toko pakaian. Nama Barang Harga Barang Kemeja Rp98.500,00 Celana Rp124.800,00 Rok Rp148.300,00 Sepatu Rp87.700,00 a. Tentukan taksiran harga masing-masing barang ke ribuan terdekat. b. Ibu Lani berbelanja 2 buah kemeja, 1 buah celana, 2 buah rok, dan 1 pasang sepatu. Berapa kira-kira jumlah harga barang yang ibu Lani beli? Jawaban: a. Taksiran harga: Kemeja = Rp100.000,00, Celana = Rp125.000,00, Rok = Rp150.000,00, Sepatu = Rp90.000,00. b. Jumlah harga barang belanjaan = (2 x Rp100.000,00) + Rp125.000,00 + (2 x Rp150.000,00) + Rp90.000,00 = Rp200.000,00 + Rp125.000,00 + Rp300.000,00 + Rp90.000,00 = Rp715.000,00. 5. Sumbangan siswa kelas IV yang berhasil dikumpulkan sebanyak Rp78.500,00. Jika banyak siswa kelas IV 39 anak, berapa kira-kira sumbangan yang diberikan oleh setiap anak? Jawaban: Rp78.500,00 : 39 kira-kira Rp80.000,00 : 40 = Rp2.000,00212 Buku Guru SD/MI Kelas IV Proyek Kelas Berbagai kegiatan pada subtema 4 dirancang sebagai aplikasi dari keterpaduan gagasan pada subtema 1-3. Berbeda dengan subtema 1-3, kegiatan di sini diarahkan untuk mengasah daya nalar dan berpikir tingkat tinggi. Rancangan kegiatan merupakan kegiatan-kegiatan besar yang membuka kesempatan bertanya dan menggali informasi yang dekat dengan keseharian siswa. Guru sebaiknya membaca seluruh pembelajaran terlebih dahulu. Perhatikan kebutuhan alat dan bahan. Mengamati dan Mendeskripsikan • Siswa mengamati secara cermat salah satu aspek dari tema Indahnya Kebersamaan. • Siswa boleh mengamati benda atau peristiwa yang ada kaitannya dengan tema tersebut. Pada pembelajaran 1 ini, siswa diarahkan untuk mengamati pakaian adat setempat. Langkah pertama, siswa mengumpulkan fakta-fakta, antara lain. 1. Terbuat dari apa bahannya? 2. Apa saja hiasan pelengkap dan terbuat dari bahan apa? 3. Berapa luas bahan yang diperlukan untuk membuatnya? 4. Di manakah bahan itu bisa diperoleh? 5. Apakah bahan untuk pakaian anak-anak sama dengan bahan untuk pakaian orang dewasa? 6. Berapa harga satu set pakaian adat tersebut?Tema 1: Indahnya Kebersamaan 213 Siswa mengumpulkan sedikitnya 20 fakta dan mendeskripsikan secara lengkap. Guru mengarahkan kemampuan pengamatan siswa. Semakin lengkap uraian berarti siswa sudah mencapai daya nalar yang cukup baik. Kegiatan dilakukan berkelompok, namun siswa akan membuat laporan individual. Mempertanyakan dan Menganalisis Setelah siswa mendeskripsikan secara lengkap semua fakta-fakta hasil pengamatan pada kegiatan sebelumnya, langkah berikutnya siswa diajak berpikir kritis untuk mempertanyakan fakta-fakta tersebut. Andaikan diketahui suatu fakta bahwa “bahan kain tenun pakaian adat terasa tebal, panas, dan berat saat dikenakan”, siswa dapat mempertanyakan: 1. Bisakah kain tenun yang terasa tebal, panas, dan berat tersebut diganti dengan kain kaos? 2. Seandainya bahannya diganti dengan kain kaos, apakah tampilannya akan sama anggunnya dengan pakaian adat yang asli? Siswa diajak menganalisis. Misalnya, adakah bagian-bagian dari pakaian adat itu yang tidak tepat kalau diganti dengan kain katun? Atau bahan kaos? Dari kegiatan analisis ini, siswa memperoleh gagasan tentang apa yang perlu dikaji lebih jauh. Menggali Informasi Setelah mengidentifikasi hal-hal yang perlu dikaji lebih jauh, siswa menindaklanjuti hal tersebut dengan mengumpulkan informasi yang relevan sebanyak mungkin. Siswa boleh melakukan hal tersebut dengan berbagai macam cara, antara lain: 1. Membaca buku-buku referensi dari perpustakaan, 2. Bertanya atau mewawancarai narasumber atau tokoh adat di lingkungan terdekat, 3. Mengenakan dan mencari tahu lebih jauh tentang pakaian tradisional yang meliputi bahan, corak, warna, aksesoris, cara memakai, keunikan, dan filosofi.214 Buku Guru SD/MI Kelas IV Mengamati dan Mendeskripsikan Setelah mengamati pakaian adat, pada hari kedua ini, siswa diarahkan mengamati hal lain dari tema Indahnya Kebersamaan. Misalnya, makanan tradisional, yang ditinjau dari: 1. bahan, 2. penampilan, 3. rasa, 4. cara memasak, 5. cara penyajian, 6. cara memakan, dan 7. waktu penyajian terkait upacara adat. Mempertanyakan dan Menganalisis Setelah mendeskripsikan secara lengkap semua fakta hasil pengamatan, selanjutnya siswa diajak berpikir kritis untuk mempertanyakan fakta-fakta tersebut. Contoh: 1. Apakah makanan tradisional ini merupakan makanan yang paling enak yang pernah siswa kenal? Apa yang perlu siswa tambahkan agar rasa makanan lebih enak? 2. Apa gagasan yang bisa siswa berikan untuk menyajikan makanan tradisional secara lebih menarik? Menggali Informasi Setelah mengidentifikasi hal-hal yang perlu dikaji lebih jauh, siswa perlu menindaklanjuti hal tersebut dengan mengumpulkan informasi yang relevan sebanyak mungkin. Siswa boleh melakukan itu dengan berbagai macam cara, antara lain: 1. Membaca buku-buku referensi tentang makanan tradisional; 2. Bertanya kepada orang tua, juru masak makanan tradisional, atau narasumber terkait; 3. Membawa dan menata makanan tradisional, menceritakan tentang bahan, cara memakan, cara memasak, keunikan, dan kebanggaan.Tema 1: Indahnya Kebersamaan 215 Mengamati dan Mendeskripsikan Berbeda dengan pembelajaran sebelumnya yang lebih ditekankan pada pengamatan benda (pakaian adat, makanan tradisional), kali ini guru mengajak siswa mengamati proses. Misalnya, tata cara bermain (persiapan, alat atau bahan yang diperlukan, jumlah pemain, dan peraturan). Guru meminta siswa memilih satu jenis permainan tradisional setempat. Siswa diajak ke luar kelas untuk bermain bersama. Usai permainan, siswa kembali ke dalam kelas. Guru meminta siswa berdiskusi dalam kelompok untuk mengumpulkan fakta-fakta, antara lain: 1. Bagaimana persiapan permainan? 2. Apa saja alat yang diperlukan? 3. Bagaimana cara bermain? 4. Tahukah siswa aturan main yang benar? 5. Apakah permainan ini ada kemiripan dengan permainan lain yang siswa ketahui? 6. Apakah siswa bisa membuat model atau aturan bermain baru yang lebih menantang? Mempertanyakan dan Menganalisis Setelah melakukan permainan, siswa berdiskusi dengan teman dan diajak berpikir kritis untuk mempertanyakan fakta-fakta tersebut. Siswa diajak mengkritisi permainan tradisional yang telah mereka mainkan dengan pertanyaan pemantik berikut. Contoh: 1. Menurut siswa, apakah permainan ini cukup seru? Jelaskan. 2. Bagian mana dari permainan tersebut yang menyulitkan siswa? 3. Apa usulmu agar permainan tradisional ini lebih menarik? Menggali Informasi Setelah mengidentifikasi hal-hal yang perlu dikaji lebih jauh tentang permainan tradisional, siswa perlu menindaklanjuti hal tersebut dengan mengumpulkan informasi yang relevan sebanyak mungkin. Siswa boleh melakukan itu dengan berbagai macam cara, antara lain: 1. Membaca buku-buku referensi tentang permainan tradisional, 2. Bertanya kepada orang tua atau narasumber, dan 3. Siswa mensimulasikan cara bermain yang lebih menantang dan menarik.216 Buku Guru SD/MI Kelas IV Mengamati dan Mendeskripsikan Pada hari ke-4 ini, siswa mempersiapkan semua bahan untuk keperluan pameran yang akan dilaksanakan pada hari berikutnya. • Guru membagi siswa menjadi 3 kelompok (pakaian adat, makanan tradisional, dan permainan tradisional). • Siswa menyiapkan bahan presentasi, pajangan, dan simulasi sesuai dengan pilihan kelompok. • Siswa diberi motivasi agar percaya diri ketika pameran berlangsung.Tema 1: Indahnya Kebersamaan 217 Menyampaikan Hasil Pada pembelajaran ini, siswa menyampaikan hasil kerja mereka kepada teman atau rang tua, dan mempertahankan pemikiran bilamana ada pertanyaan dari pengunjung yang mendatangi pajangan atau penjelasan siswa. Sebelum kegiatan dilaksanakan, siswa mengundang kelas lain untuk datang ke pameran. Sekolah bisa mengundang orang tua dan guru lain untuk mengunjungi pameran. Guru bisa menata ruang kelas seperti ilustrasi di bawah untuk kebutuhan pameran. Alternatif lain bisa dibuat sesuai dengan kebutuhan.218 Buku Guru SD/MI Kelas IV Melakukan Refleksi Pada pertemuan penutup tema ini, siswa perlu membiasakan menulis secara reflektif, yaitu: 1. Mengingat-ingat dan menuliskan kejadian-kejadian yang telah siswa lalui selama satu minggu terakhir ini, 2. Menuliskan kesan terhadap pengalaman tersebut (puas atau tidak puas, senang atau tidak senang, gelisah atau mantap), dan 3. Menuliskan rencana perbaikan ke depannya. Tulisan renungan siswa ini selanjutnya perlu dipajang di ruang-ruang kelas siswa agar bisa dipelajari dan dipahami teman-teman.Tema 1: Indahnya Kebersamaan 219 Refleksi Guru Refleksi guru dilakukan setiap akhir pekan (pada pembelajaran 6 di setiap subtema). 1. Bagaimana pelaksanaan pembelajaran pekan ini? Pembelajaran mana yang sudah berjalan efektif? Jelaskan! 2. Pembelajaran atau kegiatan mana yang masih memerlukan peningkatan? 3. Materi apa yang sudah dikuasai siswa dengan baik? Jelaskan! 4. Apakah ada materi yang sulit dipahami oleh siswa? Jelaskan! 5. Apa rencana perbaikan yang akan dilakukan untuk pembelajaran yang akan datang? Jelaskan langkah-langkahnya!220 Buku Guru SD/MI Kelas IV • Lampiran 1 Perenungan (diadaptasi dari Taxonomy of Reflection, Peter Pappas) 1. Mengingat • Apa yang kamu lakukan? 2. Memahami • Apa yang penting dari yang kamu pelajari/lakukan? • Apakah tujuan kegiatan yang kamu lakukan sudah tercapai? 3. Menerapkan • Kapan kamu melakukan kegiatan ini sebelumnya? • Di mana kamu bisa melakukan kegiatan tersebut kembali? 4. Menganalisis • Apakah kamu melihat pola dan hubungan dari apa yang kamu lakukan? 5. Mengevaluasi • Seberapa baik kamu melakukan kegiatan tadi? • Apakah kegiatan yang telah kamu lakukan berjalan dengan baik? • Apa yang kamu perlukan untuk lebih meningkatkannya? 6. Menciptakan • Apa yang harus kamu lakukan selanjutnya? • Apa rencana kamu? • Apa desain yang kamu buat? Sumber: http://www.peterpappas.com/2010/01/taxonomy-reflection-criticalthinkingstudents-teachers-principals-.htmlTema 1: Indahnya Kebersamaan 221 • Lampiran 2 Contoh catatan pengamatan sikap dan keterampilan 25 Juli 2013 Ali menunjukkan rasa ingin tahunya tentang keragaman budaya. Hal ini ditunjukkannya saat ia mengamati peta budaya. Dengan teliti Ali mencari informasi yang dibutuhkan lewat peta tersebut. Ia mencatat hal-hal penting dan terkadang bertanya kepada guru untuk melengkapi data. Saat Ita mengalami kesulitan memahami peta tersebut, dengan senang hati Ali menerangkannya. Saat kegiatan mewawancarai teman tentang keragaman budaya, Ali dapat mengajukan pertanyaan dengan baik, mendengarkan jawaban teman dan memberikan pendapat saat berdiskusi. Catatan pengamatan sikap dan keterampilan (Catat sikap dan keterampilan yang menjadi fokus) Catatan: 1. Guru dapat menggunakan kata-kata berikut untuk menyatakan kualitas sikap dan keterampilan. • Belum terlihat • Mulai terlihat • Mulai berkembang • Sudah terlihat/membudaya 2. Setiap hari guru dapat menilai minimal 6 siswa atau disesuaikan dengan jumlah siswa di kelas. Contoh alternatif penilaian sikap No. Sikap Belum Terlihat Mulai Terlihat Mulai Berkembang Membudaya Keterangan 1. Teliti  2. Bertanggung jawab  3.222 Buku Guru SD/MI Kelas IV Sumber Bacaan Alley, S. P., et. al. 1999. A mathematics handbook math at hand. USA: Great Source Education Group, Inc. Antonio, M., et. al. 2004. Don’t forget your whistle! ‘You can do it’ physical education activities for young children. Australia: Robert Anderson and Associates Pty Ltd. Ardley, N. 2003. Buku ilmu pengetahuanku: bunyi. Semarang: Krisna Sakti. Banks, J. A. 2005. Our communities teacher’s edition. New York: Macmillan/Mc-Graw-Hill. Banks, J. A. 2005. People and places teacher’s edition. New York: Macmillan/ Mc-Graw-Hill. Banks, J. A. 2005. We live together teacher’s edition. New York: Macmillan/ Mc-Graw-Hill. Bellanca, J., et. al. 1997. Multiple assessments for multiple intelligences (3rd ed.). Illinois: SkyLight Training and Publishing. Bingham, J. 2005. Percobaan-percobaan sains (fisika, kimia, biologi dengan peralatan sederhana) (Rudiyanto) (alih bahasa). Bandung: PT. Intan Sejati. Budi, Y. dkk. 2013. Detik-detik ujian nasional tahun pelajaran 2011/2012. Klaten: PT. Intan Pariwara. Cavanagh, C. M. 2000. Math to know a mathematics handbook. USA: Great Source Education Group. Chew, T. 2008. Math olympiad unleash the maths olympian in you! Junior 1 and 2. Singapore: Singapore Asian Publications (S) Pte Ltd. Darmawati, U. dkk. 2012. Detik-detik ujian nasional tahun pelajaran 2011/2012. Klaten: PT. Intan Pariwara. Devi, P. K., & Anggraeni S. 2008. Ilmu pengetahuan alam: untuk SD/MI kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Evans, J. 2001. How to teach art to children. USA: Evan-Moor Educational Publishers. Hoover, E., & Mercier, S. 1996. Primarily earth AIMS activity grades K-3. USA: AIMS Education Foundation. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi Keempat). 2012. Jakarta: PT. Gramedia Pusaka Utama. McIntosh, A., et. al. 1997. Number sense grades 3–4. USA: Dale Seymour Publications. Mustaqiem, B., & Ary, A. 2008. Ayo belajar matematika 4: untuk SD dan MI kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan NasionalTema 1: Indahnya Kebersamaan 223 Nama Lengkap : Angie St. Anggari, S.Pd., MS.c, Telp. Kantor/HP : 021 7490865. E-mail : asa1mad@yahoo.com Akun facebook : Tidak Ada. Alamat Kantor : Sekolah Tara Salvia, Jl Menjangan no.1, Pondok Ranji, Ciputat Tangerang Selatan. Bidang Keahlian : Pendidikan Kelas Awal dan Literasi Riwayat Pekerjaan/Profesi dalam 10 tahun terakhir: 1. 2006 – Sekarang, Direktur Pendidikan Sekolah Tara Salvia. 2. 2015 – Sekarang, Penulis Buku cerita anak . 3. 2013 – Sekarang, Penulis Buku Tematik SD kelas 4 dan 6. 4. 2012 – Sekarang, Konsultan Pendidikan USAID, Program PRIORITAS. 5. 2008 – 2011, Konsultan Pendidikan UNICEF, MGPBE Program Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar: 1. S2, University of New York College at Buffalo (2007-2010) 2. S1, Fakultas Pendidikian, Bahasa Inggris , IKIP Jakarta (1983-1989) Judul Buku dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): 1. Buku Tematik SD Kurikulum 2013 Kelas 4 (Puskurbuk-2013) 2. Buku Tematik SD Kurikulum 2013 Kelas 6 (Puskurbuk-2013) 3. Buku cerita anak, Coba Lagi, Coba Lagi, 2015 4. Buku cerita anak, Di Mana?, 2015 5. Buku cerita anak, Wuss,….Angin Membawa Telur Terbang, 2015 6. Buku cerita anak, Mengapa Harus Marah?, 2015 7. Buku cerita anak, Ya, Kami Berbeda, 2015 8. Buku Tematik SD Kurikulum 2013, revisi Kelas 4 (Puskurbuk-2016) 9. Buku Tematik SD Kurikulum 2013, revisi Kelas 6 (Puskurbuk-2016) Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): Tidak ada. Nama Lengkap : Afriki, S.E. Telp. Kantor/HP : (021) 7490865 E-mail : afriki0710@yahoo.com Akun Facebook : Tidak ada. Alamat Kantor : Jl. Menjangan Raya No. 1, Pondok Ranji, Bintaro, Tangerang Selatan, Banten. Bidang Keahlian : Bahasa Inggris, Ekonomi (Manajemen), dan Multidisciplinary Studies Riwayat Pekerjaan/Profesi dalam 10 tahun terakhir: 1. 2011 – Sekarang, Kepala sekolah Tara Salvia. 2. 2010 – Sekarang, Konsultan Akademik. 3. 2007 – 2011, Principal Sekolah Islam Fitrah Al Fikri. 4. 2001 – 2007, Manajemen Sekolah Berwawasan Internasional Madania. Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar: 1. Advanced Certifcate in Teaching and Learning (ACTL), Foundation for Excellence in Education (FEE) (2003-2006) 2. S1, Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen Keuangan, Universitas Indonesia (1994 -1997) 3. D3, Fakultas Sastra, jurusan Bahasa Inggris, Universitas Sumatera Utara (USU) (1988-1992) Profl Penulis224 Buku Guru SD/MI Kelas IVI Judul Buku dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): 1. Buku Tematik SD Kurikulum 2013 Kelas 4 (Puskurbuk-2013) 2. Buku Tematik SD Kurikulum 2013 Kelas 6 (Puskurbuk-2013) 3. Buku Tematik SD Kurikulum 2013 revisi Kelas 4 (Puskurbuk-2016) 4. Buku Tematik SD Kurikulum 2013 revisi Kelas 6 (Puskurbuk-2016) Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): Tidak ada. Nama Lengkap : Dara Retno Wulan, S.Pd, Telp. Kantor/HP. : 0217490865/08561806995 E-mail : dr.wulan1986@gmail.com Akun Facebook : Tidak ada. Alamat Kantor : Jl. Menjangan Raya No.9, Pondok Ranji (Bintaro) Tangerang 15413. Bidang Keahlian : Matematika Riwayat pekerjaan/profesi dalam 10 tahun terakhir: 1. 2008 – 2010: Guru di SD Tara Salvia Jakarta. 2. 2010 – Sekarang: Managament Sekolah Tara Salvia Jakarta. Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar: S1: Universitas Negeri Malang; Jurusan Pendidikan Matematika (2009-2013). Judul Buku dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): 1. Buku Tematik SD Kurikulum 2013 Kelas 4 (Puskurbuk-2013) 2. Buku Tematik SD Kurikulum 2013 Kelas 6 (Puskurbuk-2013) 3. Buku Tematik SD Kurikulum 2013 revisi Kelas 4 (Puskurbuk-2016) 4. Buku Tematik SD Kurikulum 2013revisi Kelas 6 (Puskurbuk-2016) Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): Tidak ada. Nama Lengkap : Nuniek Puspitawati, S.Pd, Telp. Kantor/HP : 0217490865/081296633131 E-mail : nuniekpuspitawati@gmail.com Akun Facebook : Nuniek Puspitawati Alamat Kantor : Jl. Menjangan Raya No.9, Pondok Ranji (Bintaro) Tangerang 15413. Bidang Keahlian : Bahasa Inggris dan IPA Riwayat pekerjaan/profesi dalam 10 tahun terakhir: 1. 2008 – Sekarang : Guru SD di SDS Tara Salvia Jakarta. 2. 2004 – 2008 : Guru TK Madania Jakarta. Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar: S1: IKIP Muhammadiyah Jakarta (2004-2008). Judul Buku dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): 1. Buku Sains Pertamaku: Planet Bumi (Gramedia-2010-2011) 2. Buku Sains Pertamaku: Gejala alam (Gramedia-2010-2011) 3. Buku Sains Pertamaku: Matahari dan Bulan (Gramedia-2010-2011) 4. Buku Sains Pertamaku: Angkasa Luar (Gramedia-2010-2011) 5. Buku Tematik SD Kurikulum 2013 Kelas 4 (Puskurbuk-2013) 6. Buku Tematik SD Kurikulum 2015 Kelas 6 (Puskurbuk-2013) 7. Buku Tematik SD Kurikulum 2013 _revisi Kelas 4 (Puskurbuk-2016) 8. Buku Tematik SD Kurikulum 2013_revisi Kelas 6 (Puskurbuk-2016) Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): Tidak ada.Tema 1: Indahnya Kebersamaan 225 Nama Lengkap : Lely Mifthachul Khasanah, S.Pd Telp. Kantor/HP : 0217490865/08111722223 E-mail : lelymk@gmail.com Akun Facebook : Lely M Khasanah Alamat Kantor : Jl. Menjangan Raya No.9, Pondok Ranji (Bintaro Tangerang 15413. Bidang Keahlian: Matematika Riwayat pekerjaan/profesi dalam 10 tahun terakhir: 1. 2013 – 2015: Guru Matematika di SMP Tara Salvia Jakarta. 2. 2016 – Sekarang: Pustakawati di SD Tara Salvia Jakarta. Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar: S1: Universitas Negeri Malang; Jurusan Pendidikan Matematika (2009-2013). Judul Buku dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): 1. Buku Tematik SD Kurikulum 2013 revisi Kelas 4 (Puskurbuk-2016) 2. Buku Tematik SD Kurikulum 2013 revisi Kelas 6 (Puskurbuk-2016) Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): Cooperative Learning Instruction Based On Modifed Procedure of Polya and Newman to Improve Problem Solving Ability in Solving Mathematics Words Problem Served in English of Bilingual Students in SMAN 1 Malang. Nama Lengkap : Santi Hendriyeti Telp. Kantor/HP : 0217490865 E-mail : santi.hendriyeti@gmail.com Akun Facebook : Tidak ada. Alamat Kantor : Jl. Menjangan Raya No.9, Pondok Ranji (Bintaro) Tangerang 15413. Bidang Keahlian : Bahasa Inggris dan IPA Riwayat pekerjaan/profesi dalam 10 tahun terakhir: 1. 2011 – 2012 : Staf Humas dan Kesiswaan Sekolah Tara Salvia. 2. 2012 – Sekarang: Pustakawati SMP Tara Salvia. Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar: S1: Fakultas Teknik Universitas Indonesia (1991-1996). Judul Buku dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): 1. Buku Tematik SD Kurikulum 2013 Kelas 4 (Puskurbuk 2013) 2. Buku Tematik SD Kurikulum 2013 Kelas 6 (Puskurbuk-2013) 3. Buku Tematik SD Kurikulum 2013 _revisi Kelas 4 (Puskurbuk-2016) 4. Buku Tematik SD Kurikulum 2013_revisi Kelas 6 (Puskurbuk-2016) Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): Tidak ada.226 Buku Guru SD/MI Kelas IVI Nama Lengkap : Dr. Nur Wahyu Rochmadi, M.Pd., M.Si. Telp. Kantor/HP : 0341-551312/08155508949 E-mail : nurwahyu.fs@um.ac.id Akun Facebook : - Alamat Kantor : Program Studi PPKn, Jurusan HKn, FIS, Universitas Negeri Malang; Jl. Semarang No. 5 , Malang. Riwayat Pekerjaan/Profesi dalam 10 Tahun Terakhir: 1. Dosen pada program studi PPKn, Jurusan HKn, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. 2. Penulis buku pelajaran; peneliti; instruktur dan fasilitator di lembaga P4TK PKn dan IPS. 3. Fasilitator dalam berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan guru PPKn. Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar 1. Program Studi PMP&Kn, FPIPS, IKIP Ujung Pandang Masuk tahun 1984, lulus 1989 2. Magister Pendidikan pada program studi Pendidikan IPS-SD, Program Pasca Sarjana, IKIP Bandung masuk tahun 1995, lulus tahun 1997 3. Magister of Science pada program studi Administrasi Negara, Program Pasca Sarjana, Universitas Brawijaya masuk tahun 1998 dan lulus tahun 2001 4. Doktor pendidikan pada program studi Teknologi Pembelajaran, Program Pasca Sarjana, Universitas Negeri Malang masuk tahun 2010 lulus tahun 2013 Judul Buku yang Pernah Ditelaah (10 Tahun Terakhir): 1. Buku Siswa Sekolah Dasar, 2013; 2014; 2015 2. Buku Guru Sekolah Dasar, 2013; 2014; 2015 3. Buku PPKn, sejak tahun 2005. Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): 1. Pengaruh Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap Keterampilan Intelektual siswa yang Memiliki Gaya Kognitif Berbeda dalam Mata Pelajaran PKn; 2013. 2. Kapabilitas Keterampilan Intelektual Mahasiswa Jurusan HKn terhadap Materi Pelajaran PPKn; 2014. 3. Keterampilan Intelektual sebagai Warga Negara Indonesia siswa SMA di Kota Malang; 2015. Nama Lengkap : Dra. Lise Chamisijatin, M.Pd Telp. Kantor/HP : 08123381579 E-mail : lisechamisijatin@gmail.com Akun Facebook : lise_chin@yahoo.co.id Alamat Kantor : Jalan Raya Tlogomas No. 246 Malang 65144 Bidang Keahlian : Pendidikan Biologi Riwayat Pekerjaan/Profesi dalam 10 Tahun Terakhir: 1. 2008-2010 menjadi Advisor Pendidikan, di Learning Assistance Program for Islamic School – Primary Teacher Education (LAPIS-PGMI), Coffey International Development, AusAID 2. 2005-2007: Konsultan Pendidikan Dasar di Indonesia Australia Partnership in Basic Education (IAPBE, Ausaid project) 3. 2002-2007: Kepala sekolah SD binaan Universitas Muhammadiyah sejak tahun 2002 s.d 2007 4. 1987-sekarang: Dosen Kopertis Wilayah VII dpk di Universitas Muhammadiyah Malang pada Pendidikan Biologi FKIP dan diperbantukan pada prodi PGSD untuk mengajar pembelajaran tematik dan pengembangan kurikulum. Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar: 1. S2: Pendidikan Biologi Universitas Negeri Malang (1995-2000) 2. S1: Jurusan Pendidikan MIPA, Prodi Pendidikan Biologi Universitas Sebelas Maret, Surakarta (1980- 1986) Judul Buku yang Pernah Ditelaah (10 Tahun Terakhir): 1. Bahan Perkuliahan Tematik di LAPIS-PGMI AUSAID (2009) Profl PenelaahTema 1: Indahnya Kebersamaan 227 2. Bahan Perkuliahan Microteaching di LAPIS-PGMI AUSAID (2009) 3. Bahan Perkuliahan Pembelajaran Perencanaan Pembelajaran di LAPIS-PGMI AUSAID (2008) 4. Bahan Perkuliahan Strategi Pembelajaran di LAPIS-PGMI AUSAID (2007) 5. Buku Pendidikan IPA (Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. Direktur Ketenagaan, 2007) Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): 1. Analisis Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Sekolah Dasar Kelas IV (DiaBermutu, 2014), 2. Konsep Scientifc dalam Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar Muhammadiyah Kota Malang (DPP UMM, 2013) 3. Peningkatan keterlaksanaan pembelajaran tematik kelas awal SD Muhammadiyah 8 Kabupaten Malang dengan menggunakan LKS terintegrasi” (DiaBermutu, 2013) 4. Konsep Integrasi Lembar Kerja Siswa (LKS) Tematik di Sekolah Dasar Kelas Awal (DPP UMM, 2012), Penerapan Metode Bermain SMS dan Berdagang untuk Meningkatkan Pencapaian Kompetensi Dasar pada Pembelajaran Tematik Siswa Kelas II SD Muhammadiyah VIII Kabupaten Malang (Dia Bermutu, 2011) 5. Pengembangan Model “Penilaian Kolaboratif Berkelanjutan” dengan Melibatkan PSM sebagai alternatif strategi penilaian autentik dengan portofolio di Sekolah Dasar (Hibah Bersaing-Dikti 2007) Paradigma Life Skills dalam Muatan Kurikulum Berbasis Kompetensi di Sekolah Dasar Kelas Rendah (Analisis Perilaku Guru Berwawasan Life Skills, dalam Mengembangkan dan Melaksanakan Pembelajaran Berbasis Kompetensi ) (Penelitian Dasar-Dikti 2006). Nama Lengkap : Daru Wahyuni, MSi. Telp. Kantor/HP : 0274-586168 psw 387/081578705969 E-mail : daruwahyuni@yahoo.co.id Akun Facebook : darutpe Alamat Kantor : Jurusan Pendidikan Ekonomi, FE UNY, Kampus, Karangmalang Yogyakarta Bidang Keahlian : Pendidikan Ekonomi Riwayat pekerjaan/profesi dalam 10 tahun terakhir: Dosen pada Prodi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta dari Tahun 1995 - sekarang Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar: 1. S2: Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, Magister Sain, Program Pasca Sarjana Universitas Gadjahmada Yogyakarta ( 1997-2001 ) 2. S1: Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Gadjahmada Yogyakarta (1987 – 1992 Judul Buku yang Ditelaah (10 Tahun Terakhir): Buku Tematik SD/MI Kelas IV Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): 1. Kajian Pengembangan Sistem Manajemen Perawatan dan Penataan Sarana Prasarana Sekolah Menengah Kejuruan 2. Pendapat Mahasiswa Pendidikan Ekonomi terhadap Kinerja Jurusan Pendidikan Ekonomi FISE UNY 3. Penerapan Metode Pembelajaran Simulasi untuk Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar Ekonomika Mikro 4. Analisis Konsumsi Ikan, Daging Sapi, dan Daging Ayam Sebagai Makanan Sumber Protein Hewani pada Rumah Tangga di Indonesia. 5. Studi Eksplorasi Program Dana Penguatan Modal pada Pelaku Usaha di Kabupaten Sleman 6. Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Perbankan Syariah dan Perbankan Konvensional (Studi pada Perbankan di Provinsi DIY Periode 2009 - 2013) 7. Analisis Tingkat Pengembalian Investasi Pendidikan di DIY 8. Daya Saing, Tingkat Keterserapan, dan Relevansi Lulusan Pendidikan Ekonomi FE UNY dalam Dunia Kerja 9. Persepsi Pegawai Universitas Negeri Yogyakarta Terhadap Badan Usaha Koperasi 10. Studi Mengenai Pelaksanaan Program PPG SM-3T Pada Prodi Pendidikan Ekonomi 11. Studi Implementasi Student Company di Sekolah Menengah Atas/Kejuruan Kabupaten Sleman 12. Pengaruh Pendidikan Terhadap Pengurangan Kemiskinan Di Daerah Istimewa Yogyakarta228 Buku Guru SD/MI Kelas IVI Nama Lengkap : Rini Solihat S.Pd.,M.Si. Telp. Kantor/HP : 022 2001937 E-mail : rinisolihat@upi.edu Akun Facebook : - Alamat Kantor : Jl.Dr.Setiabudi No.229 Bandung-Jawa barat Bidang Keahlian : Pendidikan IPA-Biologi Riwayat Pekerjaan/Profesi dalam 10 Tahun Terakhir: 2010 – 2016: Staf dosen di Departemen Pendidikan Biologi-FPMIPA UPI Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar: 1. S2: SITH/Ekologi/ITB (2004 – 2006) 2. S1: FPMIPA/Pendidikan biologi/Pendidikan biologi/UPI (1997–2001) Judul Buku yang Pernah Ditelaah (10 Tahun Terakhir): Modul Guru Pembelajar Mata Pelajaran Biologi (Bidang Keahlian Agribisnis & Agroteknologi) sekolah menengah kejuruan 1. Modul Kompetensi keahlian 1 2. Modul Kompetensi keahlian 2 3. Modul Kompetensi keahlian 3 4. Modul Kompetensi keahlian 4 Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): 1. Solihat, R., et al. (2015b). Perkembangan pertimbangan pemilihan konten biologi oleh peserta PPG dalam merencanakan dan melaksanakan PTK. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi, pedago-Biologi. Vol.3. No.1. (88-100) 2. ISSN: 2338-8935 3. Solihat, R., et.al. (2015a). Keterampilan riset mahasiswa biologi dan pendidikan biologi: Analisis berdasarkan refleksi personal. Jurnal Pendidikan, Metode Didaktik. Vol.9 No.2. (16-24) 4. ISSN: 1907-6967 5. Solihat, R., et al., (2015c). Pedagogical action justifcation: Lessons from classroom action research process of student-teacher researcher. Proceeding MSCEIS 2015. Bandung: FPMIPA UPI 6. Rahmat, A., Riandi, Solihat, R., Wuyung, W, Zaputra, R., Ferazona, S. (2014). Peta kompetensi guru biologi di SMA Kota Bandung berdasarkan Analisis Kesesuaian Proses Pembelajaran di Kelas dengan Tuntutan Kompetensi Dasar. Jurnal Pengajaran MIPA. Vol. 19, No.2. (179-187). 7. ISSN: 9772-4443 8. Solihat, R. et al., (2013). Konteks Penelitian Pendidikan Biologi Mahasiswa Calon Guru pada Pembelajaran Konsep Ekologi dan Lingkungan. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan dan Penelitian Biologi. Bandung: FPMIPA UPI 9. Solihat, R. et al., (2012). Identifyng a Problem of Biology Education Research; Preliminary Study of Research Skills Participants of Professional Teacher Education Program. Proceeding 1st International Conference on Current Issues in Education. Yogyakarta: FIP UNY & University of Malaysia. Nama Lengkap : Dr. H. Andoyo Sastromiharjo, M.Pd. Telp. Kantor/HP : - E-mail : andoyo@upi.edu dan andoyo_sastro@yahoo.com Akun Facebook : Andoyo Sastromiharjo Alamat Kantor : Departemen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FPBS UPI Jalan Setiabudhi 229 Bandung Bidang Keahlian : Pembelajaran Bahasa Indonesia Riwayat Pekerjaan/Profesi dalam 10 Tahun Terakhir: Sejak tahun 1986 ia menjadi dosen di Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (saat ini menjadi Departemen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).Tema 1: Indahnya Kebersamaan 229 Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar 1. Program Doktoral Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang (2002 – 2007) 2. S2 Program Studi Pengajaran Bahasa Indonesia Program Pascasarjana IKIP Bandung (1993-1997). 3. S1 Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni IKIP Bandung (1980-1985). Judul Buku yang Pernah Ditelaah (10 Tahun Terakhir): - Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): - Nama Lengkap : Dr. Meilani Hartono, S.Si., M.Pd. Telp. Kantor/HP : 021-5327630 ext 3822 / 082122055069 E-mail : hartono.meilani@gmail.com Akun Facebook : Meilani Hartono Alamat Kantor : Jln. Kemanggisan Ilir III No 45, Palmerah, Jakarta Barat - 11480. Bidang Keahlian : Pendidikan Matematika dan Manajemen Pendidikan. Riwayat Pekerjaan/Profesi dalam 10 tahun terakhir: 1. 2000 – 2010: Guru Matematika di SMA Negeri 1 Pekalongan. 2. 2010 – 2015: Dosen S1 Pendidikan Matematika STKIP Surya Tangerang. 3. 2015 – sekarang : Dosen S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Bina Nusantara. Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar: 1. S3: Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Semarang, Snadwich Program Indiana University, USA (2007 – 2014). 2. S2: Pendidikan Matematika – Porgram Pasca Sarjana Universitas Negeri Semarang (2005-2007). 3. S1: Matematika – FMIPA Universitas Terbuka (2000 - 2010). Judul Buku yang Pernah Ditelaah (10 Tahun Terakhir): 1. Buku Teks Kurikulum 2013. 2. Buku Teks Kurikulum 2013 untuk PKLK. Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): 1. Keefektifan Model Pembelajaran Quantum Learning Berdasarkan Analisis SWOT dalam Kemasan CD Interaktif Bernuansa Musik Instrumental pada Pembelajaran Matematika – 2007. 2. Supervision Model Based Professional Compenetce for Mathematics Tutor in Community Learning Center – 2013. 3. Peran Guru Senior dalam Model Supervisi Berbasis Kompetensi Profesional bagi Guru Ekonomi – 2014. Nama Lengkap : Drs. Eddy Budiono, M.Pd. Telp. Kantor/HP : (0341)551312 / 081343408113. E-mail : eddymatum@gmail.com. Akun Facebook : - Alamat Kantor : Jl. Semarang 5, Malang. Bidang Keahlian : Pendidikan Matematika. Riwayat Pekerjaan/Profesi dalam 10 tahun terakhir: 1. 1988 - sekarang, Dosen Jurs. Matematika Univ.Negeri Malang. 2. 2003- 2007, Counsultant in Managing Basic Education Project (MBE) USAID. 3. 2008 - 2011, Counsultant in Mainstreaming Good Practices Basic Education (MGPBE) UNICEF. 4. 2013 - sekarang, Trainer in PRIORITAS Project USAID. 5. 2011 - sekarang, Konsultan di Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar Kemendikbud. Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar: 1. S2, IKIP Malang Jurusan Pendidikan Matematika SD, lulus tahun 1997 2. S1, Universitas Padjadjaran Bandung Jurusan Statistika, tahun 1987.230 Buku Guru SD/MI Kelas IVI Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): 1. Pemotongan Uji Banding Peluang Sekuensial, 2004. 2. Menentukan Hubungan antara Dua Sistem Dinamik Linier atas Suatu Lapangan (Fields) yang merealisasikan Suatu Barisan Matriks atas Lapangan, 2004. 3. Pengaruh Kemampuan Awal Matematika, Motivasi Memilih Jurusan, dan Motivasi Berprestasi pada Penguasaan Materi Kuliah Kalkulus I, 2005. 4. Pembelajaran Berorientasi Struktur pada matakuliah Kalkulus, 2012. 5. Pengembangan Pembelajaran Matematika Berbasis Masalah Melalui Computer Based Instruction Siswa Kelas Unggulan Sekolah Dasar, 2014. 6. Pembelajaran Kalkulus Berbasis Konstruktivisme dan Pengaruhnya pada Kemampuan Pembuktian Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika, 2015. Nama Lengkap : Drs. Mugiyo Hartono, M.Pd. Telp. Kantor/HP : 024. 8508007 E-mail : hartonofkunnes@gmail.com Akun Facebook: - Alamat Kantor : Kampus Universitas Negeri Semarang. Bidang Keahlian : Pendidikan Jasmani dan Olahraga. Riwayat Pekerjaan/Profesi dalam 10 tahun terakhir: 1. Tahun 1996 - 1988 menjadi Guru SMA di Semarang. 2. Tahun 1988 - Sekarang menjadi Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang. Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar: 1. S2 Pendidikan Olahraga/Universitas Negeri Jakarta (tahun 1990 s.d 1994). 2. S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga/IKIP Negeri Semarang (Tahun 1982 s.d 1986). Judul Buku yang Pernah Ditelaah (10 tahun terakhir): 1. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas II PJOK Tema 3: Tugasku Sehari-Hari Th 2013. 2. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas II PJOK Tema 4: Aku Dan Sekolahku Th 2013. 3. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas V PJOK Tema 4: Sehat Itu Penting Th 2013. 4. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas I PJOK Tema 6 : Lingkungan Bersih, Sehat, dan Asri Th 2014. 5. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas I PJOK Tema 7: Benda, Hewan dan Tanaman di Sekitarku Th 2014. 6. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas IV PJOK Tema 7: Cita-Citaku Th 2014. 7. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas IV PJOK Tema 8 : Tempat Tinggalku Th 2014. 8. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas II PJOK Tema 8: Keselamatan di rumah dan di perjalanan Th 2014. 9. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas II PJOK Tema 6: Air Bumi, dan Matahari Th 2014. 10. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas V PJOK Tema 9: Akrab dengan Lingkungan Th 2014. 11. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas V PJOK Tema 9: Lingkungan Sahabat Kita Th 2014. 12. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas III PJOK Tema 8: Bumi Dan Alam Semesta Th 2014. 13. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas VI PJOK Tema 1: Selamatkan Mahluk Hidup Th 2014. 14. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas VI PJOK Tema 2 : Persatuan Dalam Perbedaan Th 2014. 15. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas II PJOK Tema 1: Hidup Rukun Th 2014. 16. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas II PJOK Tema 4: Aku Dan Sekolahku Th 2014. 17. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas IV PJOK Tema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku Th 2015. 18. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas IV PJOK Tema 2: Selalu Berhemat Energi Th 2015. 19. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas IV PJOK Tema 3: Peduli Terhadap Makhluk Hidup Th 2015. 20. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas III PJOK Tema 8: Bumi Dan Alam Semesta Th 2015. 21. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas VI PJOK Tema 1: Selamatkan Mahluk Hidup Th 2015. 22. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas VI PJOK Tema 2: Persatuan Dalam Perbedaan Th 2015. 23. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas IV PJOK Tema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku Th 2016. 24. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas IV PJOK Tema 2: Selalu Berhemat Energi Th 2016. 25. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas IV PJOK Tema 3: Peduli Terhadap Makhluk Hidup Th 2016. 26. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas V PJOK Tema 1: Organ Gerak Hewan Dan Manusia Th 2016. 27. Buku Kur. 2013 Tematik SD Kelas VI PJOK Tema 4: Globalisasi Di Sekitarku Th 2016. Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): 1. Model Pengembangan Bola Multifungsi Untuk Penjasorkes pada Anak Sekolah Menengah Pertama 2013. 2. Profl Kesegaran Jasmani Mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Semester I Tahun 2015.Tema 1: Indahnya Kebersamaan 231 Nama Lengkap : Ingrid Veronica Kusumawardani, S.S., M.Pd. Telp Kantor/HP : (021) 7864754-55/0821 1349 1588 E-mail : Ingridvkh@yahoo.co.id Akun Facebook : Ingrid Veronica Kusumawardani H. Alamat Kantor : Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta Jl. Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan Bidang Keahlian: Bahasa Indonesia, Sastra, dan Editing Kebahasaan Riwayat pekerjaan/profesi dalam 10 tahun terakhir: 1. 2010 – 2016, Dosen Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta 2. 2010 – 2013, Guru Bahasa Indonesia SMAK 5 Penabur Jakarta 3. 2010 – 2010, Guru Bahasa Indonesia Internarional School Mutiara Bangsa Jakarta 4. 1995 – 2010, Guru Bahasa Indonesia Yayasan Perguruan F. Tendean Tebing Tinggi Sumatera Selatan Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar: 1. S2 Fakultas Pascasarjana Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Indraprasta PGRI Jakarta, 2013-2015 2. S1, Fakultas Sastra, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Univeritas Sumatera Utara, 1988-1992 Judul Buku yang Pernah Diedit 1. Buku Tematik Tema 1, Siswa Kelas I, Tahun 2016 2. Buku Tematik Tema 1, Guru Kelas I, Tahun 2016 3. Buku Tematik Tema 2, Siswa Kelas I, Tahun 2016 4. Buku Tematik Tema 2, Guru Kelas I, Tahun 2016 5. Buku Tematik Tema 1, Siswa Kelas IV, Tahun 2016 6. Buku Tematik Tema 1, Guru Kelas IV, Tahun 2016 7. Buku Tematik Tema 5, Siswa Kelas IV, Tahun 2016 8. Buku Tematik Tema 5, Guru Kelas IV, Tahun 2016 9. Buku Agama Kristen, Siswa Kelas V, Tahun 2016 10. Buku Agama Kristen, Guru Kelas V, Tahun 2016 11. Buku Tematik Tema 5, Siswa Kelas I, Tahun 2015 12. Buku Tematik Tema 5, Guru Kelas I, Tahun 2015 13. Buku Agama Katolik, Siswa Kelas I, Tahun 2013 14. Buku Agama Katolik, Guru Kelas I, Tahun 2013 15. Buku Agama Katolik, Siswa Kelas IV, Tahun 2013 16. Buku Agama Katolik, Guru Kelas IV, Tahun 2013 17. Buku Agama Katolik, Siswa Kelas VII, Tahun 2013 18. Buku Agama Katolik, Guru Kelas VII, Tahun 2013 19. Buku Tematik Tema 1, Siswa Kelas I, Tahun 2013 20. Buku Tematik Tema 1, Guru Kelas I, Tahun 2013 21. Buku Tematik Tema 2, Siswa Kelas I, Tahun 2013 22. Buku Tematik Tema 2, Guru Kelas I, Tahun 2013 23. Buku Tematik Tema 3, Siswa Kelas I, Tahun 2013 24. Buku Tematik Tema 3, Guru Kelas I, Tahun 2013 25. Buku Tematik Tema 4, Siswa Kelas I, Tahun 2013 26. Buku Tematik Tema 4, Guru Kelas I, Tahun 2013 Judul Penelitian dan Tahun Terbit 1. Pengaruh Kemampuan Mewawancarai dan Menulis Terhadap Keterampilan Menulis Teks Jurnalistik (Survei pada Perguruan Tinggi di Jakarta) 2. Penelitian Penelaahan Buku Teks Pelajaran Kurikulum 2013 Ditinjau dari Aspek Kelayakan Isi, Penyajian, Bahasa, dan Kegrafkan. Profl Editor232 Buku Guru SD/MI Kelas IV Nama Lengkap : Muhammad Isnaeni S.Pd Telp. Kantor/HP : 081320956022 E-mail : misnaeni73@yahoo.co.id Akun Facebook : Muhammad isnaeni Alamat Kantor : Komplek Permatasari/Pasopati, Jl. Permatasari I No. 14 Rt 03 Rw 11 Arcamanik Bandung Bidang Keahlian : Ilustrator Riwayat pekerjaan/profesi dalam 10 tahun terakhir: 1997 - sekarang: pemilik Nalarstudio Media Edukasi Indonesia Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar: S1: Pendidikan Seni dan Kerajinan UPI Bandung 1997 Karya/Pameran/Eksebisi dan Tahun Pelaksanaan (10 Tahun Terakhir): 1. Pameran di kampus-kampus, 1991-2000 2. Terlibat dalam beberapa tim proyek animasi Buku yang Pernah dibuat Ilustrasi dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): Sudah seribu lebih buku terbitan penerbit-penerbit besar di Indonesia

COMMENTS

ad300
Name

'Kelas 1,24,'Kelas 10,24,'Kelas 11,10,'Kelas 12,20,'Kelas 2,12,'Kelas 3,34,'Kelas 4,22,'Kelas 5,27,'Kelas 6,22,'Kelas 7,9,'Kelas 8,20,'Kelas 9,19,Buku Agama Guru 1,4,Buku Agama Guru 10,5,Buku Agama Guru 12,4,Buku Agama Guru 3,5,Buku Agama Guru 5,4,Buku Agama Guru 6,5,Buku Agama Guru 7,4,Buku Agama Guru 8,3,Buku Agama Guru 9,5,Buku Agama Siswa 1,4,Buku Agama Siswa 10,5,Buku Agama Siswa 12,4,Buku Agama Siswa 3,5,Buku Agama Siswa 4,5,Buku Agama Siswa 5,5,Buku Agama Siswa 6,5,Buku Agama Siswa 7,5,Buku Agama Siswa 8,4,Buku Agama Siswa 9,4,Buku Guru 1,8,Buku Guru 10,3,Buku Guru 12,6,Buku Guru 2,8,Buku Guru 3,12,Buku Guru 4,8,Buku Guru 5,9,Buku Guru 6,6,Buku Guru 8,1,Buku Guru 9,9,Buku Guru Agama 11,5,Buku Siswa 1,7,Buku Siswa 10,11,Buku Siswa 12,6,Buku Siswa 2,4,Buku Siswa 3,12,Buku Siswa 4,10,Buku Siswa 5,9,Buku Siswa 6,6,Buku Siswa 8,12,Buku Siswa 9,1,Buku Siswa Agama 11,5,SMK 10,1,SMK 11,11,
ltr
item
File Buku BSD/BSE Kurikulum 2013: Buku Guru Tema 1 Indahnya Kebersamaan Kelas 4 Kurikulum 2013 Revisi 2017
Buku Guru Tema 1 Indahnya Kebersamaan Kelas 4 Kurikulum 2013 Revisi 2017
https://4.bp.blogspot.com/-NFbCIMVqOAo/Wzsc9pHd_oI/AAAAAAAANWg/4IyvXTI44nIPZ5-bs-qfIHgd99ZtiYlVwCLcBGAs/s320/Buku-Guru-Tema-1-Indahnya-Kebersamaan-Kelas-4-Kurikulum-2013-Revisi-2017.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-NFbCIMVqOAo/Wzsc9pHd_oI/AAAAAAAANWg/4IyvXTI44nIPZ5-bs-qfIHgd99ZtiYlVwCLcBGAs/s72-c/Buku-Guru-Tema-1-Indahnya-Kebersamaan-Kelas-4-Kurikulum-2013-Revisi-2017.jpg
File Buku BSD/BSE Kurikulum 2013
https://www.filebuku.com/2018/07/buku-guru-tema-1-indahnya-kebersamaan.html
https://www.filebuku.com/
https://www.filebuku.com/
https://www.filebuku.com/2018/07/buku-guru-tema-1-indahnya-kebersamaan.html
true
2466078301116664360
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy